Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan
Not a member yet
    257 research outputs found

    Filsafat Pendidikan John Dewey dan Implikasinya terhadap Pendidikan Nasional

    No full text
    John Dewey's Philosophy of Education and Its Implications to National Education. John Dewey is most productive educator-thinker in the United States. Sometimes his philosophy of education is called pragmatism in terms of his intention on practical utilities for human lives. Thinking seems to be a central focus in his theory and an instrument for measuring progresses so that his thought is also called instrumentalism and progressivism. His most important thought is democratization in education. Beside its negative aspects, the thought contains positive aspects valuable for developing our national education based on the Pancasila

    Penerapan Metode Jigsaw untuk Peningkatan Pemahaman Konsep Multikultural Matapelajaran Pengetahuan Sosial SD

    No full text
    This classroom action research examines the implementation of jigsaw methods in improving students' understanding of multicultural concepts in social science subjects. Carried out in three cycles of action, this study involved 46 fourth-grade students. The data collected through observation, documentation, and interviews were descriptively analyzed. The results show that jigsaw methods improved the students' understanding of multicultural concepts in social science

    Peningkatan Kemampuan Guru Melaksanakan Percobaan IPA Sederhana dalam Pembelajaran IPA SD

    No full text
    This classroom action research was designed to improve the capabilities of primary school teachers' in applying simple experimenta-tions in science learning. This three cycles study was held in class III of a public primary school in Makassar Muicipality. Data were collected by observation, interviews, and discussion, and then analyzed by percentage in the end of each cycle. The results indicated that the teachers' capabilities seemed to be increased in planning experimentations, in designing work-sheets, and in guiding pupils' practices

    Kerjasama dalam Pengambilan Keputusan: Tinjauan Teoretis dalam Organisasi Sekolah

    No full text
    Kerjasama adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya sekelompok orang menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan yang sama. Dalam organisasi, kerjasama dapat terlihat pada salah satu prinsip administrasi. Kerjasama ini dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan, yaitu dalam merumuskan masalah, mengidentifikasi alternatif, menentukan kriteria, menguji alternatif, dan menetapkan keputusan. Dalam organisasi sekolah, kerjasama dalam pengambilan keputusan melibatkan kepala sekolah dan guru. Bentuk kerjasamanya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu cara individual dan cara kelompok. Cara kelompok lebih banyak memiliki kelebihan daripada cara individual

    Taraf Penguasaan Kelompok Matakuliah Manajemen, Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan dalam Hubungannya dengan Kemampuan Magang

    No full text
     Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menguji korelasi taraf penguasaan mahasiswa terhadap kelompok matakuliah manajemen, kepemimpinan, dan supervisi pendidikan dengan kemampuan magang. Populasi adalah mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan sejak berdiri hingga sekarang. Sampel diambil secara purposif empat angkatan sejumlah 122 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan statistik rerata dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf penguasaan mahasiswa terhadap kelompok matakuliah manajemen, kepemimpinan, supervisi pendidikan, dan kemampuan magang adalah cukup. Terdapat hubungan antara taraf penguasaan terhadap kelompok matakuliah manajemen, kepemimpinan, dan supervisi pendidikan dengan kemampuan magang

    Filsafat Pendidikan Aliran Psikologi Behavioristik dan Pendidikan Berbasis Kompetensi

    No full text
    Behaviorism as system of thought has its roots in a number of philosophical traditions: materialism, empirism, and positivism. Behavior-istic psychology applied to the educational context has resulted in several educational policy emphases and specific instructional practices, i.e. behavioral objectives, instructional strategies, and competency based education. The emphases in competency based education are on the outcomes rather than the process of learning. The advocates of behavioral education maintain that learning outcomes should be measured objectively and precisely

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Perkampungan Kumuh dalam Pembangunan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat perkampungan kumuh dalam program pembangunan. Ada 17 variabel prediktor dan empat parameter program pembangunan. Data dikumpulkan dengan wawancara bebas terpimpin dan dokumentasi kepada 300 kepala keluarga dengan teknik quota purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-17 variabel prediktor terbukti berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat perkampungan kumuh. Pengaruh ke-17 variabel itu dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu mendukung, menghambat dan nihil

    Ketersediaan Media Belajar dan Intensitas Pemanfaatannya dalam Pengajaran Kerajinan Tangan Berdasarkan Kurikulum 1994 di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan media belajar dan intensitas pemanfaatannya dalam pengajaran Kerajinan Tangan menurut Kurikulum 1994 di SD. Sampel diambil secara rambang sebanyak 19 kepala sekolah dan 40 guru kelas I dan IV dari 20 SD Negeri di Kecamatan Karangploso Malang. Data dikumpulkan dengan angket dan wawancara. Analisis dilakukan dengan statistik persentase. Ditemukan bahwa media belajar kerajinan relatif tersedia cukup memadai menurut kebutuhan dan jenisnya, kecuali buku sumber kerajinan dan model kerajinan, dan bahwa sebagian besar jenis alat kerja dan bahan kerajinan telah dimanfaatkan secara efektif meskipun intensitasnya bervariasi

    Filsafat Pendidikan Hadap-Masalah Paulo Freire dan Implikasinya terhadap Pendidikan Nasional

    No full text
    Paulo Freire’s problem-posing education is an idea or a concept in which the development of students’ consciousness towards self-realities and their environments enables them to adopt critical and creative attitudes. The concept implies that teaching-learning process should emphasize a dialectical-emancipatory method and a curriculum involving students’ daily-life realities. While it bears a positive dimension of developing students' critical and creative thinking, the concept also has the negative dimension as it can be utopian. Nevertheless, problem-posing education is relevant to Indonesian education since it provides possible solutions to structural problems faced by Indonesian people

    Penerapan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran Ilmu Kimia di SMU

    No full text
    This classroom action research was designed to improve the quality of teaching-learning process in chemistry at class 2 of SMUN 1 Mataram. Observation, evaluation, and analysis of teaching-learning process were conducted during the implementation of the planned experimentation in the classroom or laboratory. The results showed that the quality of teaching-learning process improved. The students' enjoyment in learning chemistry and their awareness of its importance in their daily life increased. Besides, both students' average scores and comprehension also increased

    1

    full texts

    257

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇