Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
Not a member yet
    145 research outputs found

    PENDIDIKAN KARAKTER: UPAYA MEMBENTUK GENERASI BERKESADARAN MORAL

    No full text
    The post-reform moral crisis shows that the achievement of moral competence processed at school has not been able to result the optimal output to the moral awareness generation development of nation. This condition such that begun from verbalistic growth culture from the learning process which inclines to only teach moral education as the textual limitation. That phenomenon and fact cause many sides conclude that the importance of character education implementation intensively as the essence of moral awareness generation development. This perspective places moral as the main environment aspect which decides generation characterization. Therefore, moral awareness should be learned intently and progressed or developed by character education applicatively. When the first time of implementation of character education in the school environment, it needs to do by the moral conditioning then continue to the moral training. The Design Character education like this has a function as systemic moral ideas in progressing the generation moral awareness which is able to supply young generation with moral intelligence competence and character

    PENYELENGGARAAN SEKOLAH INKLUSI DI INDONESIA

    Get PDF
    Bahasa Indonesia:Keragaman warga negara Indonesia merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari. Namun semua warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban mendapatkan pendidikan. Peserta didik normal dapat mengakses pendidikannya di sekolah reguler, sedangkan  peserta didik disable di Sekolah Luar Biasa. Tidak semua penyandang disable dapat mengakses pendidikannya secara baik di SLB, sehingga pemerintah mengupayakan pendidikan mereka di sekolah terdekat dengan tempat tinggalnya yang diprogram secara khusus dan disebut dengan sekolah inklusi. Di sekolah ini diselenggarakan berbagai macam model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam belajar bersama peserta didik normal. Untuk hal tertentu mereka belajar secara khusus dengan bimbingan khusus pula. Kebersamaan mereka belajar di kelas yang sama memberikan peluang bagi satu sama lain untuk saling menjadi sumber belajar. Tetapi untuk memudahkan dalam hal penyelenggaraannya sebagian pendidikannya diserahkan kepada keluarganya yang telah dipersiapkan. English: The diversity in Indonesia is an inevitable fact. Along with that, every single Indonesian deserves education as their human right. Students with disability may pursue their education in schools for the disabled. It is the fact that the disabled -for some reasons- cannot go to the school they should be in. As a result, they sit in regular school with specific program for disabled. This school is later called the inclusive. In the school, learning activities are provided for disabled with particular treatment. This goes together with learning activities for non-disabled. For particular subjects, the disabled needs particular assistance. The situation in inclusive school provides opportunities for both the disabled and the non-disabled in learning from each other. However, some learning activities for disabled are conducted by their family under school directions

    UPAYA MANAJERIAL PENGEMBANGAN KURIKULUM PROGRAM UNGGULAN DI MADRASAH ALIYAH

    Get PDF
    Bahasa Indonesia:Peningkatan mutu pendidikan melalui program unggulan yang diselenggarakan di Madrasah Aliyah turut serta  meningkatkan kualitas output pendidikan nasional untuk merespon krisis dalam dimensi kualitas sumber daya manusia maupun krisis dalam bidang identitas dan moralitas manusia Indonesia. Tulisan ini berupaya untuk menyampaikan pandangan tentang upaya manajerial pengembangan kurikulum untuk program-program unggulan dalam konteks Madrasah Aliyah. Manajemen pengembangan kurikulum program unggulan meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum. Perencanaan kurikulum yang dilakukan dalam mencapai tujuan kurikulum adalah kurikulum yang digunakan adalah kurikulum “SNP Plus X Adaptif Cambridge”, sehingga siswanya dapat mengikuti ujian Cambridge, sukses ujian nasional dan sukses OSN (olimpiade sains nasional). Dalam pelaksanaan kurikulum mengacu pada silabus dan RPP yang telah dirancang awal ajaran melalui workshop. Evaluasi kurikulum program unggulan dilaksanakan dalam bentuk evaluasi formatif dan evaluasi sumatif untuk mengukur keberhasilan peserta didik dan digunakan sebagai umpan balik bagi peserta didik. English:Quality of education improvement via special quality program in higher Islamic school has been participating in increasing the national education quality to respond multi-dimensional crisis, such as human resource quality and identity-morality issues. This paper attempts to provide opinion about managerial efforts in curriculum development for the special quality program in higher Islamic schools. The management involves planning, implementing, and evaluating curriculum. The planning is managed to under the framework of “SNP Plus X Adaptif Cambridge” curriculum so that the students are expected to pass The National Examination and National Science Olympiade. The implementation of curriculum refers to syllabus and lesson plans as a workshop product in the beginning of semester. The evaluation of curriculum makes use both formative and summative curriculum to maeasure students’ achievement and to provide feedbacks for them

    KUALITAS PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DENGAN METODE TARTILA DI TPQ SABILUN NAJAH SAMBIROTO TAMAN SIDOARJO

    No full text
    Penelitian ini mengandung persoalan: Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an dengan menggunakan metode Tartila di TPQ Sabilun Najah Sambiroto, Taman-Sidoarj, dan bagaimanakah kualitas bacaan al-Qur’an Santri di TPQ Sabilun Najah Sambiroto, Taman-Sidoarjo. Dalam rangka menjawab pertanyaan diatas, peneliti melakukan penelitian deskriptif kualitatif, sehingga hasil yang diperoleh berupa deskripsi-deskripsi data yang terurai. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan interview. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa metode tartila sangat efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan santri TPQ Sabilun Najah Sambiroto Taman Sidoarjo dengan indikator-indikator sebagai berikut: santri mampu membaca al-Qur’an dengan lancar, santri mampu membaca al-Qur’an dengan benar, santri berhati-hati dalam membaca al-Qur’an, santri mampu merasakan ketika ada bacaan yang tidak sesuai dengan kaidah tajwid

    ETIKA PELAJAR DALAM PERSPEKTIF IBN JAMA’AH

    No full text
    Tulisan ini memaparkan tentang “Etika Pelajar dalam Perspektif Ibn Jama’ah”. Konsep pendidikan Ibn Jama’ah merupakan konsep pendidikan yang cenderung memposisikan pelajar sebagai objek dalam pendidikan, sehingga pelajar kurang mendapat kesempatan untuk ‘diberdayakan’. Pelajar hanya dipandang sebagai manusia yang menerima dan menyimpan segala pengetahuan yang diperolehnya dengan tanpa diberi kesempatan untuk bersikap aktif, kreatif dan inovatif.  Oleh karena itu konsep ini kurang relevan jika diterapkan pada konsep pendidikan sekarang yang membutuhkan paradigma baru dengan memposisikan pelajar sebagai subjek dalam kegiatan belajar-mengajar. Meski demikian, tidak semua pemikiran Ibn Jamaa’ah yang berkaitan dengan konsep pendidikan tidak sesuai dengan kondisi kekinian, karena sebagian konsep pendidikan yang ditawarkan masih relevan dan cocok jika diterapkan pada pelaksanaan pendidikan saat ini (misalnya, pemikirannya berupa pelajar harus selalu menghiasi dirinya dengan akhlak mulia ketika menuntut ilmu).  Oleh karena etika merupakan media self-control (pengawasan melekat) terhadap diri pelajar yang dapat menghindarkannya dari hal-hal negatif, dimana hal ini berguna untuk mendukung kesuksesannya dalam belajar

    INTERNALISASI NILAI-NILAI KESADARAN LINGKUNGAN MELALUI PENDIDIKAN (PERSPEKTIF AL-QURAN DAN AL-HADITS)

    No full text
    Pengelolaan lingkungan harus berpijak pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai al-Quran, yaitu: seluruh alam raya beserta isinya adalah milik Tuhan dan ciptaan-Nya; seluruh isi alam diperuntukkan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya;  alam ini ditundukkan agar dapat dikelola oleh manusia; manusia dititipi amanah oleh Tuhan untuk mengelola lingkungan; sebagai khalifah, manusia bertugas mengantarkan lingkungan untuk mencapai tujuan penciptaannya; pemborosan harus dicegah; kerusakan lingkungan adalah akibat perbuatan manusia, dan oleh karena itu manusia harus bertanggungjawab di dunia dan di akhirat; dan kasih sayang manusia kepada seluruh makhluk bermakna menghargai seluruh makhluk dan memperlakukannya dengan baik. Untuk menanamkan nilai-nilai kesadaran lingkungan berdasarkan spiritualitas Islam tersebut perlu diupayakan melalui proses pendidikan yang sistematis dan sinergis dengan memberikan perhatian khusus berupa pembentukan kurikulum pendidikan yang bernuansa kesadaran pelestarian lingkungan bagi subjek didik sejak dini. Dengan upaya ini diharapkan terwujudnya kelestarian lingkungan hidup yang semakin nyata dan membawa kepada kesejahteraan umat manusia

    ACADEMIC DISHONESTY ‘VERSUS’ PAKTA INTEGRITAS DAN PRESTISE SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

    No full text
    This article tries to elaborate the academic dishonesty vis a vis integrity pact and school prestise during the implementation of Ujian Nasional (National Examination). It has been known that National Examination is still debatable. Many disagree to do it because the final evaluation must be returned to the teachers. Whereas, government agrees to do so in order to standardize the result of teaching learning process. To guarantee fair play in the exam, all headmasters sign integrity pact. Therefore, students are motivated to study hard to pass the exam. Unfortunately, many students even their teachers and headmasters cheat in many ways to achieve high results. The background can be traced into many factors: internal and external of the students and the prestige of the schools which “must be maintained” by national and private schools

    APLIKASI PARADIGMA KONSTRUKTIVISTIK MODEL KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PAI DI KELAS IV SD TARUNA SURABAYA

    No full text
    Tulisan ini merupakan hasil penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI siswa kelas IV SD Taruna Surabaya melalui aplikasi paradigm pembelajaran konstruktivis model kooperatif STAD. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVB yang terdiri dari 42 siswa. Tahap-tahap penelitian meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tentang pendapat guru dan siswa mengenai proses pembelajaran; observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang aktivitas siswa dalam kerja kelompok; tes dilakukan untuk mengukur pemahaman konsep siswa terhadap materi yang yang telah dipelajari; catatan lapangan dilakukan untuk memberikan gambaran proses pembelajaran yang terjadi; dan dokumentsi digunakan untuk mengetahui data tentang pemahaman konsep siswa pada pra tindakan. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan koleksi data, reduksi data, display dan konklusi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan penyajian tabel dan dideskripsikan serta diambil kesimpulan berdasarkan kriteria yang mengacu pada rumus yang dikembangkan oleh Saifuddin Azwar. Untuk menghindari subjektivitas dari observer, maka dilakukan trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran PAI siswa kelas IV SD Taruna Surabaya meningkat melalui aplikasi paradigma pembelajaran konstruktivistik berupa pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan langkah-langkah pembelajaran antara lain: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) menyajikan informasi seputar skenario pembelajaran, 3) mengelompokkan siswa secara heterogen 4-5 siswa dalam kelompok, 4) membimbing siswa dalam kelompok, 5) melakukan evaluasi, dan 6) memberikan penghargaan kelompok

    AYAT-AYAT TENTANG ALAM

    No full text
    Penciptaan alam semesta dalam al-Qur’an dilengkapi dengan hukum-hukum Allah (sunnatullah) yang tidak akan mengalami perubahan dan penyimpangan. Oleh karena itu setiap manusia yang melaksanakan anjuran al-Qur’an agar memahami alam semesta dengan cara mengamatinya dengan alat indera atau dengan peralatan observasi, akal dan wahyu maupun ilham sehingga menyadari bahwa dibalik karya besar yang maha luas ini ada dzat yang harus diyakini dan disembah yakni Allah swt. Berbagai teori tentang terbentuknya alam semesta pada dasarnya tidak bertentangan dengan al-Qur’an, namun hasil yang ditemukan dari observasi ilmuwan yang kealaman yang dibidangi sains dan teknologi lebih akurat dan lebih dapat diterima daripada hasil pemikiran-pemikiran yang lain yang bersifat spekulatif. Karena alam semesta termasuk masalah alam fisik tidak dapat dilakukan dengan berpikir spekulatif, sebab memang bukan bidangnya. Menempatkan porsi ilmu yang tidak sesuai dengan bidangnya akan melahirkan kerancuan dan kebenarannya akan diragukan. Alam tunduk mutlak pada hukum-hukum Allah swt. Semua alam yang berjalan sesuai dengan hukumnya menjadi subyek sekaligus obyek pendidikan dan pembelajaran. Al-Qur’an memandang pengamatan indera sebagai saluran utama dalam memahami alam semesta. Namun dalam ayat-ayat lain, ditegaskan pula bahwa saluran ini belumlah cukup dan dibutuhkan saluran lain, yakni penalaran atau akal. Berbagai strategi pembelajaran dapat digunakan untuk menyampaikan ayat al-Qur’an, sehingga dapat diterima dan dicerna oleh para peserta didik

    PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PERSPEKTIF SAID AGIL HUSIN AL-MUNAWAR

    No full text
    BAHASA INDONESIA:Tulisan ini memaparkan pemikiran pendidikan multikultural menurut Said Agil Husin Al-Munawar. Dalam perspektif Said Agil Husin Al-Munawar, pendidikan multikultural di Indonesia dianggap sebagai sesuatu yang relatif baru di tengah masyarakat Indonesia yang heterogen. Menurut SAH Al-Munawar, agar siswa memiliki pribadi yang aktif dan kepekaan sosial yang tinggi terkait dengan kondisi multikultural, maka pendidikan multikultural di Indonesia dapat mencakup tiga hal jenis transformasi, yakni: 1. Transformasi diri; 2. Transformasi sekolah dan proses belajar-mengajar; 3. Transformasi masyarakat. Menurut SAH Al-Munawar, dengan belajar dari model-model pendidikan multikultural yang pernah ada yang sedang dikembangkan oleh negara-negara maju, maka dikenal lima model pendidikan multikultural, yaitu: Pertama, pendidikan mengenai perbedaan-perbedaan kebudayaan atau multikulturalisme penuh kebaikan. Kedua, pendidikan mengenai perbedaan-perbedaan kebudayaan atau pemahaman kebudayaan. Ketiga, pendidikan bagi pluralisme kebudayaan. Keempat, pendidikan dwi-budaya. Kelima, pendidikan multikultural sebagai pengalaman moral manusia. ENGLISH:This paper describes the idea of multicultural education according to Said Agil Husin Al Munawar. In perspective of Said Agil Husin Al Munawar, multicultural education in Indonesia is regarded as something relatively new in Indonesia heterogeneous society. According to Al-Munawar, to make students have an active personal and social sensitivity associated with the multicultural, so the multicultural education in Indonesia can include three types of transformation: 1) Self-transformation; 2) The transformation of the school and the teaching-learning process; 3. Transformation of society. Based on Al-Munawar, learning from previous models of multicultural education which have been developed by the developed countries, then it is known as five multicultural education model, namely: First, education about cultural differences or benevolent multiculturalism. Second, education about cultural differences or cultural understanding. Third, education for cultural pluralism. Fourth, bi-cultural education. Fifth, multicultural education as a human moral experience

    106

    full texts

    145

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇