Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
Not a member yet
    145 research outputs found

    Pengembangan Materi Sejarah Kebudayaan Islam sebagai Bahan Ajar Literasi Membaca di Madrasah Ibtidaiyah

    Full text link
    This research focus upon the development of learning materials in History of Islamic Civilization (SKI) Subject for reading literacy in Bahasa Indonesia subject. The research emphasizes upon the implementation of learning strategy. As the foundation, the research process follows guidelines of School Literacy Program (GLS) and Program for International Student Assessment (PISA) standard of achievement. By the two standards, the researcher does not only follow school literacy development framework but also measuring students’ achievement under internationally recognized standards. Within research and development framework of Borg and Gall, researcher selected an Islamic school that has attempted to integrate literacy program into other subjects but was yet unsuccessfully improve their students’ literacy level. As the end product of this research, learning materials and instructions have been designed in a way of reading literacy program as well as deepening students’ comprehension towards related school subject.Penelitian ini memfokuskan pada pengembangan materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sebagai bahan ajar literasi membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menitik beratkan pada aspek penerapan strategi pembelajaran. Sebagai pijakan, proses penelitian mengikuti panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan standar capaian Program for International Student Assessment (PISA). Dengan dua standar ini, peneliti tidak saja mengikuti kerangka pengembangan literasi di sekolah, namun juga dapat mengukur kemampuan peserta didik dengan standar internasional. Melalui kerangka penelitian dan pengembangan Borg dan Gall, peneliti memilih madrasah yang telah berupaya mengintegrasikan literasi dan mata pelajaran lain namun belum berhasil meningkatkan kemampuan literasi membaca peserta didiknya. Hasil penelitian menghasilkan bahan ajar dan instruksi pembelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran literasi membaca disamping pendalaman mata pelajaran terkait

    Pedagogi Identitas Keagamaan: Official Knowledge dan Interkulturalisme Pendidikan Islam di Papua

    Full text link
    This article discusses two education concepts from sociological point of view, namely official knowledge as the product of critical pedagogy experts and the concept of intercultural education that is pinned to solve the problem of identity in educational environment. This article makes Jayapura a case example where the  two concepts can be implemented both theoretically and practically. With a phenomenological approach in the field, this study found that the concept of "Official Knowledge" which was often framed as resistance to government power could be shifted to an "acceptance attitude" to resolve conflicting identity conflicts in society. The condition is that the state must have power to regulate the knowledge and awareness of the facts of diversity in Indonesia. The intercultural approach can derive diversity through education that promotes interaction, communication, and the formation of an attitude of mutual understanding and acceptance between one individual and another, between social reality and knowledge in educational institutions, and between different religious groups.Artikel ini memperbincangkan dua konsep pendidikan dari sudut pandang sosiologis, yakni official knowledge yang merupakan produk dari para pakar pedagogi kritis dan konsep pendidikan interkultural yang disematkan untuk menyelesaikan persoalan identitas yang berkelindan di lingkungan pendidikan. Artikel ini menjadikan Kota Jayapura sebagai contoh kasus pengimplementasian kedua konsep tersebut, baik itu secara teoretik ataupun secara praktis. Dengan pendekatan fenomenologi di lapangan, penelitian ini menemukan bahwa konsep “Official Knowledge” yang acapkali dibingkai sebagai perlawanan pada kekuasaan pemerintahan bisa dialihkan menjadi ‘sikap penerimaan’ untuk menyelesaikan konflik identitas yang berkelindan di masyarakat. Syaratnya, negara harus berkuasa mengatur pengetahuan dan penyadaran akan fakta kemajemukan yang ada di Indonesia. Pendekatan interkultural dapat menderivasi kemajemukan tersebut melalui pendidikan yang mengedepankan interaksi, komunikasi, dan terbentuknya sikap “saling” (inter) memahami serta menerima antara satu individu dengan lainnya, antara realitas sosial dan pengetahuan di lembaga pendidikan, dan diantara kelompok keagamaan yang satu dengan lainnya

    Program Penalaran Islam Indonesia dan Gerakan Kontra-Radikalisme

    Full text link
    This article dscribes the importance of Indonesian Islam Reasoning Program (PPII) as the supplement of Islamic Education (PAI) materials bringing peace for the universe and counter radicalism movement in UIN Sunan Ampel Surabaya. Data was collected through observation, intervoews, and documentation. Findings shows that PPII established Islamic foundation based upon contextual Islamic theology, Sufism expression, contextual Islamic law, and genealogy of Islamic civilization in Indonesia. Therefore, peace Islamic attitudes, highest endeavor, and Islamic reasoning can be internalized into disciplines that students take. Observing more visible radical Islamic movement in public sphere, PPII takes important position in countering radicalism. Materials in PPII are synergic to Islamic Education materials with rational-empirical reasoning, which is epistemologically aligned with Burhani approach.Artikel ini mendeskripsikan urgensi pelaksanaan program penalaran Islam Indonesia (PPII) sebagai penguatan materi PAI yang rahmatan lil ‘alamin dan gerakan kontra radikalisme di UIN Sunan Ampel Surabaya. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPII membangun landasan keislaman berdasarkan Teologi Islam Kontekstual, Ekspresi Sufistik, Hukum Islam Kontesktual, Metodologi Hukum Islam, dan Genealogi Peradaban Islam Indonesia. Dengan demikian, perilaku Islam rahmatan lil ‘alamin, akhlaqul karimah, dan nalar keislaman dapat terinternalisasi ke dalam disiplin keilmuan yang dipelajari mahasiswa. Melihat geliat gerakan keagamaan Islam yang radikal semakin berani menampilkan diri di publik, PPII menempati peran penting dalam gerakan kontra radikalisme. Materi-materi dalam PPII sinergis dengan materi PAI dengan pendekatan penalaran rasional-empiris yang secara epistemologis identik dengan pendekatan Burhani

    Strategi Pemasaran Pendidikan Madrasah Tsanawiyah Bali Bina Insani di Daerah Minoritas-Muslim Tabanan Bali

    Full text link
    This article reflects the study of marketing of education at Madrasah Tsanawiyah Bali Bina Insani (BBI). Located in a Muslim minority area, this institution implements marketing strategy that has implications in people's acceptance towards the Islamic educational institution. This study explores the MTs BBI strategy in marketing its institution through smooth but structured promotion. The success of the BBI institution is marked by the attitude of community acceptance that supports the existence of BBI through collective actions. As a managerial action in managing religious differences within surrounding community, the BBI academic community is required to be open and accommodating towards differences. This basic culture together with professional and transparent management becomes the main value in the marketing of institutions through digital media.Artikel ini merefleksikan kajian pemasaran pendidikan (marketing of education) Madrasah Tsanawiyah Bali Bina Insani (BBI). Berlokasi di daerah Muslim sebagai minoritas, lembaga ini menerapkan strategi pemasaran yang berimplikasi pada penerimaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam tersebut. Kajian ini mengeksplorasi strategi MTs. BBI dalam memasarkan lembaga pendidikannya melalui promosi secara halus namun terstruktur. Keberhasilan lembaga BBI ditandai dengan sikap penerimaan masyarakat yang mendukung keberadaan BBI melalui aksi-aksi kolektif. Sebagai aksi manajerial dalam mengelola perbedaan keagamaan dengan masyarakat sekitar, civitas akademik BBI dituntut bersikap terbuka dan akomodatif terhadap perbedaan. Budaya dasar ini bersama dengan pengelolaan yang profesional dan transparan menjadi nilai utama dalam pemasaran lembaga melalui media-media digital

    Perbandingan Pendekatan Saintifik antara Kurikulum 2013 dan Pendekatan Burhani dalam Peningkatan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Mata Pelajaran Fiqih

    Full text link
    This article focuses upon the comparison between the Burhani and the 2013 Curriculum scientific approaches in improving high order thinking skills in Fiqh subjects. Two different group of 18 five-grade students of MI Haji Hasyim Babat Jerawat Pakal Surabaya are involved for each approaches within the 2016/2017 academic year. The result shows that both Burhani’s and 2013 Curriculum’s scientific approaches are able to increase high-order thinking skills in terms of collecting information, finding links, rearranging, and developing it to answer questions. Based upon thinking-skill mean, group with 2013 Curriculum scientific approach treatment gains higher achievement that that of with Burhani’s, with 82.66:72.13. This result heightens the theory of 2013 Curriculum’s relevance for all school subjects, including Islamic Education.Artikel ini fokus pada komparasi antara pendekatan saintifik Burhani dan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 dalam meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi (high order thinking) pada mata pelajaran Fiqih. Populasi yang diambil dalam tulisan ini adalah seluruh siswa kelas V di MI Haji Hasyim Babat Jerawat Pakal Surabaya pada tahun pelajaran 2016/2017 dengan melibatkan masing-masing 18 peserta didik untuk setiap pendekatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan Burhani dapat meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa dengan merujuk pada mengumpulkan, mengaitkan, menata ulang, dan mengembangkan informasi untuk menjawab masalah. Berdasarkan rerata kemampuan berpikir, kelompok peserta didik dengan pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendektan Saintifik Burhani dengan perbandingan 82,66:72,13. Hasil kajian ini memperkuat teori tentang pendekatan saintifik Kurikulum 2013 yang relevan bagi semua mata pelajaran, termasuk Pendidikan Agama Islam

    Kepemimpinan Modern Berbasis Karakter Pesantren

    Full text link
    This article discusses the relevance and reevaluation of pesantren character education to the needs of character values ​​in modern society. This article uses a descriptive qualitative analysis of the object of discussion by utilizing reference sources on related themes. This article argues that the values on pesantren education is a prototype of character education that is still relevant to the needs of the community and, hence, can be adopted for the national leadership regeneration. The survival and the existence of salaf and khalaf pesantren that are still needed by the community indicates the relevance of pesantren-style character education. However, this article also gives a thick note that pesantren character education does not guarantee the objectivation process and the implementation of character values ​​by its alumni in real life in society. This simply because the relationship between character education in pesantren and the objectivation and implementation of character values ​​by pesantren alumni in the community is not a linear, verbatim and axiomatic relationship. Therefore, this article also offers a solution so that the education of character values ​​in pesantren must proceed side by side with the capacitation process of internal defense mechanisms and external supervision among santri.Artikel ini membahas tentang relevansi dan reevaluasi pendidikan karakter pesantren dengan kebutuhan nilai-nilai karakter di masyarakat modern. Artikel ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif terhadap obyek pembahasan dengan memanfaatkan sumber-sumber rereferensi tentang tema terkait. Artikel ini berargumen bahwa pendidikan nilai yang berlangsung di pesantren merupakan prototipe pendidikan karakter yang masih relevan bagi kebutuhan masyarakat dan dapat diadopsi untuk regenerasi kepemimpinan bangsa. Kesintasan (survival) dan eksistensi pesantren salaf dan khalaf yang tetap dibutuhkan oleh masyarakat membuktikan relevansi pendidikan karakter ala pesantren tersebut. Namun demikian, artikel ini juga memberi catatan tebal bahwa pendidikan karakter pesantren tidak menggaransi bagi proses obyektivasi dan implementasi nilai-nilai karakter oleh para alumninya dalam kehidupan nyata di masyarakat. Hal ini terjadi karena hubungan antara pendidikan karakter di pesantren dengan obyektivasi dan implementasi nilai-nilai karakter oleh para alumninya di masyarakat bukanlah hubungan yang linear, verbatim dan aksiomatik. Oleh karena itu, artikel ini juga menawarkan solusi agar pendidikan nilai-nilai karakter di pesantren harus berjalan secara tandem dengan proses kapasitasi mekanisme pertahanan internal dan pengawasan eksternal di kalangan para santri

    Pendidikan Islam dalam Perspektif Masyarakat Petani Madura

    Full text link
    This article explores perspectives of peasant community in Pamekasan Regency Madura regarding Islamic education as constructed reality. The peasants consider the obligatory of pursuing such education for their children’s Islamic morality in their future. They put first priority in the Islamic education rather than hustling about what profession their children are going to have. This indicates that social construction in a community has uniqueness for the development of child education in every phase. Findings show that spiritual-based parenting, environment positive attitude, and community acceptance to the children develop concept of self, which has implication to the development of children Islamic morality.Artikel ini memaparkan pandangan masyarakat petani di Pamekasan Madura tentang pendidikan Islam sebagai realitas sosial yang terkonstruksi. Para petani menganggap bahwa pendidikan Islam wajib dipelajari oleh anak-anak mereka sebagai bekal penanaman akhlak bagi kehidupan di masa depan. Mereka lebih mementingkan ketercapaian kualitas akhlak anak-anak mereka daripada memikirkan profesi yang akan mereka pilih. Hal ini menandakan bahwa konstruksi sosial suatu masyarakat memiliki ciri khas tersendiri bagi pertumbuhan dan perkembangan pendidikan anak pada setiap fasenya. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa pola asuh berbasis nilai-nilai spiritual, sikap positif lingkungan, dan penerimaan masyarakat terhadap keberadaan anak akan menumbuhkan konsep diri yang berimplikasi pada pembentukan akhlak positif pada diri anak

    Inovasi Pendidikan Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Pesantren di Kabupaten Banyuwangi

    Full text link
    This paperwork analyzes innovation in education by High Vocational School (SMK) under pesantren institution in Banyuwangi Regency. Within the framework of cultural and micro poliotics of school theory, power (politics) is able to optimize innovation planning rather than it is within approaches of cultural, striuctural, or rationale of institutional leaders. Innovation in terms of quality of vocational education is highly supported by professional teachers and their experience beackground in education. Further, in terms of student outcomes and public relations with workplaces, leadership and interrelation of kiai’s power and pesantren become crusial factor enhancing edeucational innovation in vocational school under pesantren.Kertas kerja ini menganalisa inovasi pendidikan yang dijalankan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren di Kabupaten Banyuwangi.  Dengan menggunakan cultural and micro politics of school theory sebagai kerangka baca, kekuasaan (politik)  dapat menjadikan perencanaan inovasi berjalan lebih luas dibandingkan bila dilaksanakan dengan pendekatan kultural, struktural, atau rasional pimpinan lembaga. Inovasi yang behubungan dengan kualitas proses pelaksanaan pendidikan vokasi sangat ditunjang oleh atribusi guru profesional dan latar pengalaman pendidikan. Selanjutnya, dalam kaitannya dengan student outcomes dan public relation dengan dunia usaha, kepemimpinan dan interrelasi kuasa kiai serta pesantren menjadi penentu sebuah efektifnya inovasi pendidikan vokasi di bawah naungan pesantren

    Internalisasi Etika Bermedia Sosial Nahdlatul Ulama dalam Pendekatan Saintifik

    Full text link
    This study aims to develop ethics in utilizing social media in the style of Nahdlatul Ulama within Scientific Approach in the 2013 National Curriculum. Currently, hoax massively spreads in cyberspace, in which students become some parts of it. Hence, this research is important so that students are able to be more critical in responding to circulated information. This study employs of qualitative research with content analysis approach. Results show that internalization of tabayun principle encourages students not apological and always critical towards information. In addition, this encourages them to extract information which enhances their literacy. The principle of honesty and the usefulness of information also encourage students to be able to process information and communicate the investigation results objectively. In addition, ethics in verbal communication becomes the foundation for students to deliver information in a peaceful way.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan etika bermedia sosial ala Nahdlatul Ulama (NU) melalui pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013. Dewasa ini, begitu banyak informasi hoaks yang tersebar di dunia maya, di mana salah siswa menjadi bagian darinya. Oleh sebab itu, penelitian ini penting dilakukan agar siswa dapat lebih kritis dalam menanggapi informasi yang beredar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten sebagai pendekatannya. Adapun temuan penelitian ini adalah internalisasi prinsip tabayun mendorong siswa untuk tidak bersikap apologis dan selalu kritis terhadap informasi yang didapatkan. Selain itu, hal ini mendorong mereka menggali informasi sebanyak-banyaknya sehingga muncul budaya literasi. Prinsip kejujuran dan kebermanfaatan informasi juga mendorong para siswa untuk dapat mengolah informasi dan mengkomunikasikan hasil investigasi secara obyektif. Selain itu, etika menjaga lisan menjadi pijakan bagi siswa untuk menyampaikan pendapat dan informasi yang diperoleh dengan cara yang damai

    Exercising Local-Wisdom-based Character Education in Madrasah: an Ethnographic Study in a Madrasah in Sambas, West Kalimantan

    Full text link
    The influence of hedonistic culture has led to a character crisis in various societies in the archipelago. Local wisdom with plurality, tolerance, and mutual cooperation, seems to be the anti-thesis of a hedonistic life. From here, various thoughts emerge about the importance of fostering character education based on local wisdom in Islamic education institutions. With an ethnographic approach, this study explores the application of character building efforts in madrasas in Sambas which are based on local cultural elements. The results showed that the use of 'Teluk belanga' and kurung clothes contributed to the formation of Islamic behavior, social life, and respect for local culture.Pengaruh budaya hedonistik telah menggiring pada krisis karakter di berbagai mayarakat di nusantara. Kearifan lokal dengan pluralitas, toleransi, dan gotong royong, seolah-olah menjadi anti-tesa dari kehidupan yang hedonistik. Dari sini, berbagai pemikiran muncul tentang pentingnya membina pendidikan karakter berdasarkan kearifan lokal di lembaga pendidikan Islam. Dengan pendekatan etnografis, penelitian ini mengeksplorasi penerapan upaya pembinaan karakter di madrasah di Sambas yang berbasis pada unsur-unsur budaya local. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakaian teluk belanga’ dan baju kurung berkontribusi pada pembentukan perilaku keislaman, jiwa sosial, dan sikap penghargaan pada budaya lokal

    106

    full texts

    145

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇