Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
Not a member yet
    145 research outputs found

    PERAN MANAJEMEN QALBU BAGI PENDIDIK

    No full text
    BAHASA INDONESIA:Tulisan ini bermaksud mengulas peran manajemen qolbu bagi pendidik (guru). Konsep manajemen qolbu dalam Islam semakna dengan tazkiyatun nufus (pembersihan jiwa). Melalui manajemen qolbu, seseorang dapat diarahkan agar menjadi sangat peka dalam mengelola sekecil apapun potensi yang ada dalam dirinya untuk menjadi sesuatu yang bernilai kemuliaan serta memberi manfaat besar, bagi dirinya dan makhluk Allah yang lain, juga kemaslahatan di dunia dan akhirat. Guru ideal adalah guru yang memiliki motivasi mengajar dengan tulus, yaitu ikhlas dalam mengamalkan ilmunya, bertindak ibarat orang tua yang penuh kasih sayang terhadap anak, dapat mempertimbangkan kemampuan intelektual anak, mampu menggali potensi yang dimiliki anak, bersikap terbuka dan demokratis untuk menerima dan menghargai pendapat anak, dapat bekerjasama dengan anak didik dalam memecahkan masalah, dan ia menjadi tipe ideal atau idola bagi anak didiknya, sehingga anak didik akan mengikuti perbuatan baik yang dilakukan gurunya. Dengan mendengarkan panggilan suara hati, para guru akan menjadi baik, karena suara hati adalah pantulan dari fitrah jiwanya. Melalui hati yang baik ia mampu memahami dan mengembangkan dirinya. Hal ini senantiasa menunjukkan seluruh gerakan dan kiprahnya untuk mendapatkan ridla Allah SWT, sebab tidak ada yang dituju kecuali hanya Allah SWT. Pada akhirnya para guru yang dapat mengelola hatinya (memiliki manajemen qolbu) akan dapat menjadi sosok guru yang “digugu dan ditiru”. Jadi manajemen qolbu sangat signifikan perannya dalam meningkatkan intelektualitas dan religiusitas bagi guru. ENGLISH:This study explains about the role of heart management for educators (teachers). Heart management concept on Islam has same purpose with tazkiyatun nufus (soul maintenance). Trough heart management, people can be directed to be sensitive to manage their small potential to be valuable thing that has big impact not only for themselves, but also for large societies in the world and hereafter. Ideal educator is an honest-straightforward person; she or he is sincere to teach the learners, acts and loves as if real parents, understands the ability of each learner, develops the learners’ potential, open-minded and democratic to receive and respect the learners’ opinions, does teamwork with the learners to solve the problem, and being idol to the learners. Hence, the learners will go along with good attitude of the educators. By understanding heart’s whisper, the educators will be good Muslims, because heart whisper is the mirror of the fitrah soul. Through kind heart, the educators can understand and develop themselves. This case shows that all of their actions and services only because of Allah. Finally, the educators can manage their hearts, and then they can be good role model for the learners. Accordingly, heart management has significant role in increasing intellectual and religious for the educators

    SIGNIFAKANSI MAQAMAT DAN AMALAN PADA PENDIDIKAN TASAWUF DALAM PERUBAHAN TINGKAH LAKU MANUSIA

    No full text
    Masyarakat dewasa ini cenderung mengikuti gaya hidup materialistic hedonistic. Pada umumnya kontak antar manusia atas dasar prinsip-prinsip fungsional, pragmatis, materialis. Manusia yang seperti itu ternyata tidak bahagia dan diliputi kegelisahan, sehingga terjadi kekeringan spiritual. Oleh karena itu sebagian manusia kembali kepada nilai-nilai keagamaan, cenderung ke arah spiritualisme. Pendidikan tasawuf merupakan alternatif untuk mengatasi masalah ini. Pendidiknya adalah seorang guru yang ma’rifat (mengenal rahasia Ketuhanan) yang diberi kemampuan oleh Allah SWT untuk membimbing jiwa menuju pada kedekatan dengan Allah SWT dan mencapai kebahagiaan yang hakiki, melalui ajaran maqamat dan amalan-amalan tertentu secara disiplin, sehingga dapat menimbulkan perubahan tingkah laku.

    LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI WAHANA IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

    Get PDF
    Bahasa Indonesia:Korupsi tidak lagi sebagai suatu fenomena tetapi sudah mengakar ke seluruh lapisan masyarakat. Oleh karenanya, pada saat ini diperlukan kesadaran dari semua pihak untuk ikut serta berupaya memberantas, menghapus, atau minimalisir agar perilaku korupsi tidak semakin meluas dan mengakarnya. Upaya pencegahan budaya korupsi di masyarakat terlebih dahulu dapat dilakukan dengan mencegah berkembangnya mental korupsi pada anak bangsa Indonesia melalui pendidikan. Semangat antikorupsi yang patut menjadi kajian adalah penanaman pola pikir, sikap, dan perilaku antikorupsi melalui sekolah, karena sekolah adalah proses pembudayaan. Sektor pendidikan formal di Indonesia dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan pencegahan korupsi. Langkah preventif (pencegahan) tersebut secara tidak langsung bisa melalui dua pendekatan (approach), pertama: menjadikan peserta didik sebagai target, dan kedua: menggunakan pemberdayaan peserta didik untuk menekan lingkungan agar tidak permissive to corruption. Implementasi pendidikan anti korupsi di madrasah harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif guna tercapainya lingkungan yang bebas korupsi dan terbentuknya generasi yang anti korupsi. Dengan ini, tindak korupsi yang sudah membudaya tersebut dapat diminimalisirkan. Adapun strategi pendidikan anti korupsi di madrasah dapat dijalankan melalui pembiasaan perilaku yaitu melalui implementasi budaya anti korupsi di madrasah.English: It has widely spread among either central or local government officials. Hence, it is crucial to build the awareness of all parties to combat, eliminate, and fight any kinds of corruption The spirit of anti-corruption that should be studied are building a mindset, an attitude, and anti-corruption behavior through school where a civilizing prosess occurs. Thus, formal education sector in Indonesia can play a role in meeting the needs of the prevention of corruption. There are two indirect preventive approaches. Firstly, set the learners as a target, and secondly empower learners to influence the society against corruption. Implementation of anti-corruption education in Madrasah should be able to create a conducive situation to reach a free of corruption environment and build generations of anti corruption. It can break the corruption chain. The main strategy of anti-corruption education in Indonesia can be run through implenting anti-corruption action in Madrasah

    INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS BERBASIS MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK INSAN KAMIL

    Get PDF
    Bahasa Indonesia:Globalisasi membawa dampak pada persaingan keunggulan di aspek-aspek kehidupan. Dalam konteks pendidikan, persaingan mendapatkan pendidikan terbaik dalam prestasi akademis telah menjadi semacam kompetisi. Di sinilah muncul tuntutan dari beberapa pihak pengguna pendidikan untuk memunculkan keunggulan manusia melalui konsep insan kamil di dunia pendidikan. Insan kamil dapat dibentuk jika manusia saling menghormati dan menjalankan ajaran agamanya dengan murni dan konsekuen. Nilai religius multikultural merupakan nilai urgen untuk diinternalisasikan kepada peserta didik karena nilai tersebut akan mampu menjadikan peserta didik menjadi lebih toleran dan lebih religius bahkan mengamalkan ajaran agamanya dan menyentuh afeksi dan psikomotoriknya. Kertas kerja ini membahas tentang Internalisasi nilai religius multikultural dengan membentuk budaya religius multikultural sehingga pada akhirnya anak didik akan terbiasa mengamalkan nilai-nilai religius dan akan menjadi anak didik yang menghormati sesamanya bahkan dengan yang lain agama.English:Globalization brings competition in life aspects. In terms of education, rivalry in going to the best education for best academic achievement provider has become a kind of competition. This emerges demands from education users to emerge human excellence through the concept of insan kamil (honorific personality) in education. Honorific personality can be forms when human being respect each other and practice religions purely and consequently. The religious-multicultural values are urgently internalized to students as it promotes tolerance and religiousity so that the religious practice is alive in students’ affective and psychomotoric domains. This working paper is dealing with internalization process of religious-multicultural values by creating the culture of religiousity and multiculture to form the habit of respecting, despite with those from different religions

    ANALISIS MATERI ASTRONOMI PADA PEMBELAJARAN SAINS (PENYAJIAN SAINS MODERN DAN ALQURAN)

    No full text
    BAHASA INDONESIA:Menyandingkan sains dengan al-Quran dalam pembelajaran sudah banyak diperbincangkan, namun masih belum banyak dipraktikkan di pembelajaran sains sendiri, meskipun di sekolah berlabel agama. Hal ini disebabkan karena belum ada panduan khusus yang menyandingkan dua hal ini secara teknis. Buku-buku pelajaran masih memaparkan konsep secara ilmiah, sehingga yang disampaiakan guru juga hanya apa yang ada di dalam buku, yang kebetulan mereka jadikan acuan. Tujuan studi ini adalah memberikan sebuah acuan bagi para guru kelas di SD/MI dalam membelajarkan materi sains/IPA (meliputi fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori IPA) yang didukung dengan penyampaian ayat-al-Quran dan tafsitnya yang berkaitan dengan materi tersebut. Salah satu materi sains yang sangat menantang dan mengalami perkembangan yang signifikan dari masa ke masa adalah materi astronomi. Studi ini merupakan kajian kualitatif yang bertujuan menggambarkan dan mengungkap sebuah fenomena dalam hal penyampaian materi astronomi di SD/MI. Fenomena menarik disini berkaitan dengan bagaimana guru sains menyampaikan materi astronomi dengan yang dikuatkan dengan penyampaian ayat-ayat al-Qur’an serta tafsirnya yang terkait dengan materi astronomi SD/MI. Semakin terbuktinya ilmu astronomi yang diungkap di ayat-ayat al-Quran oleh hasil penelitian ilmiah, maka penyampaian ayat-ayat al-Qur’an bersamaan dengan materi sains adalah hal yang sangat penting. Hasil kajian meliputi tiga hal. Kajian pertama adalah analisis produk sains meliputi fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori. Untuk materi astronomi berdasarkan kurikulum 2006, diajarkan di kelas I, II, dan VI. Sedangkan berdasarkan kurikulum 2013, materi sains/IPA terkait astronomi disampaikan secara khusus di kelas VI. Kajian kedua mengidentifikasi ayat al-quran terkait dengan materi astronomi disesuaikan dengan ruang lingkup materi di SD/MI. Analisis terakhir yaitu strategi penyampaian ayat-al-Qur’an sebagai penguat materi astronomi adalah model terpadu dengan direct instruction. ENGLISH:There are a bunch of topics about the between Science and Koran. However, it has not practiced yet in science learning process, even in Islamic school. It is because the shortage of particular guidance that bring to a close between Science and Koran technically. Science book only discusses the concept scientifically. So, teachers only teach materials that are in book that coincidently they use it as source book. The purpose of this research is giving guidance for teachers in Public or Private Islamic Elementary School in teaching science (including fact, concept, principle, law, and science theory). Then, it is supported by delivering Koran verses and exclamation of passages of Koran by supplying additional material that relates to the material. One of science materials that is challenging and having significant development from time to time is Astronomy.  This research used qualitative method that has purpose to draw and explain the phenomenon in delivering Astronomy material in Public or Private Islamic Elementary School. Interesting phenomenon here relates to how science teachers deliver Astronomy material strengthened by delivering Koran verses and exclamation of passages of Koran by supplying additional material about Astronomy for Elementary students. The more Astronomy proves the truth of Koran by scientific research, the more important both Koran and science should be learned together. There are three results of this study

    TANTANGAN INTERKONEKSI SAINS DAN AGAMA DI IAIN SUNAN AMPEL

    No full text
    Tulisan ini berusaha mengeksplorasi konsep interkoneksi keilmuan agama dan umum melalui integrated twin towers di IAIN Sunan Ampel beserta tantangan yag melingkupinya. Pengembangan epistemologi integrated twin towers yang berupaya menginterkoneksikan keilmuan agama dan umum dengan grand design yang sedang digodok oleh para petinggi IAIN Sunan Ampel baru sebatas asumsi, dan tetap rentan mengandung resiko dan penuh tantangan. Asumsinya adalah keilmuan agama dan umum yang integratif-interkonektif, dan resikonya adalah keilmuan agama dan umum yang semakin dikotomis dengan simbol menara kembar. Sementara itu tantangannya adalah ego SDM ilmu agama dan umum. Meskipun penuh resiko dan tantangan, namun upaya integrasi-interkoneksi keilmuan agama dan umum melalui epistemologi integrated twin towers perlu terus dilakukan. Asumsi keilmuan yang integratif-interkonektif melalui epistemologi integrated twin towers harus dikawal dengan perangkat sistem yang mendukung realisasinya. Apabila tidak melalui pengawalan sistem, yang terjadi bisa sebaliknya, bukan keilmuan yang integratif tetapi keilmuan yang semakin dikotomis antara agama dan umum, karena ada pelambangan berupa simbol menara kembar keilmuan, dimana keilmuan agama ada pada menara tersendiri dan keilmuan umum ada pada menara tersendiri. Bentuk pengawalan sistem yang ada bisa berupa seleksi penerimaan tenaga dosen atau karyawan yang mana dalam perekrutan harus dipastikan calon tenaga dosen atau karyawan adalah orang-orang yang mempunyai pemahaman keagamaan dan umum serta bidang yang akan digelutinya secara cukup. Jadi materi soal yang dijadikan acuan tes harus juga bersifat integratif

    DINAMIKA POLITIK PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM PADA MASA ORDE LAMA

    No full text
    Politik pendidikan guru agama Islam pada masa Orde lama tidak dapat dilepaskan dari perjuangan memasukkan materi agama di sekolah. Sudah sejak lama Pemerintah Belanda menjadikan pendidikan agama terpisah dari pendidikan sekolah, dengan asumsi pendidikan sekolah itu netral dari pendidikan agama. Pendidikan agama menjadi urusan pribadi masing-masing dan bukan menjadi bagian integral pada pendidikan sekolah. Pemisahan ini menjadikan perbedaan yang sengit antara kaum nasionalis dan umat Islam dalam memandang pendidikan agama. Kaum nasionalis memiliki kecenderungan sinis dan apatis terhadap kaum muslim. Demikian juga kaum muslim berusaha untuk menyelamatkan kepentingannya dalam kancah politik di Indonesia sebagai mayoritas. Tetapi menjadi hal yang menarik untuk dikaji adalah meskipun Kementerian agama lahir belakangan tetapi usaha yang dilakukan pasca kemerdekaan harus diakui sebagai upaya yang luar biasa dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi umat Islam, terbukti dengan penyelenggaraan pendidikan guru yang pernah dijalankan

    PENGEMBANGAN KAPASITAS GURU MELALUI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI MINU WARU SIDOARJO

    Get PDF
    Bahasa Indonesia:Artikel ini merupakan hasil penelitian jenis ParticipatoryActionResearch (PAR) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di komunitas madrasah, yakni MINU Waru Sidoarjo dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Subjek penelitian terdiri dari 19 orang. Tahap-tahap penelitian meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam empat siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapastias guru MINU Waru Sidoarjo dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi meningkat melalui penerapan pelatihan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Ms. Power Point yang meliputi: 1) Pembuatan teks, tabel, grafik, flowchart, input gambar dan clipart; 2) Pembuatan animasi  pada slide, gambar, smart art; 3) Desain media pembelajaran yang meliputi pembuatan template,content/isi, hyperlink, dan slide master, serta 4) Pembuatan presentasi efektif dengan Ms. Power Point.English:This article is a report of Participatory Action Research (PAR), which aims to improve teacher capacity at Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU), Waru, Sidoarjo in developing technology-based learning media. Subject of the study consists of 19 people. The stages of research include planning, action, observation, and reflection in four cycles. The results showed that teachers’ capacity in developing media-based learning through the application of information technology increased through interactive learning media development of Ms. Power Point which includes the following activities: 1) creating text, tables, charts, flowcharts, input images and clipart; 2) Making an animation on a slide, picture, smart art; 3) Designing instructional media covering the manufacture of templates, content / content, hyperlinks, and slide master, as well as 4) Making an effective presentation by Ms. Power point

    DEMOKRATISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PANDANGAN KH. ABDUL WAHID HASYIM

    Get PDF
    Bahasa Indonesia:Perkembangan demokrasi dalam masyarakat menghendaki pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat terutama peserta didik. Pendidikan model lama yang menganggap peserta didik sebagai gentong yang diisi semuanya oleh pendidik atau yang oleh Paulo Friere dikatakan dengan sistem bank, perlu diganti dengan sistem pendidikan yang dapat mengembangkan kemampuan rakyat (people empowerment). Pada dasarnya, prinsip demokrasi itu memberi hak semua orang untuk mengambil keputusan dan memandang semua orang mempunyai posisi yang setara. Oleh karena itu, dalam demokrasi harus ada yang namanya kebebasan, harus ada penghormatan akan martabat orang lain, harus ada persamaan dan juga harus dapat menjamin tegaknya keadilan. Di Indonesia, KH. Abdul Wahid Hasyim berusaha menghadirkan konsep pendidikan Islam yang demokratis dalam rangka menjembatani permasalahan-permasalahan sosial terkini yang ada. Pendidikan Islam yang demokratis memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk terlibat langsung dalam mengembangkan kemampuannya, sehingga siswa bisa menjadi manusia yang kritis dan kreatif. English:The development of democratic society deserves education based upon societal needs, especially from students’ need perspectives. Traditional education with -in Freire’s terms- Banking education needs to be substituted by people empowerment education. Basically, democracy provides every individual the same rights to decide as everyone is in the equal position. Therefore, freedom is required in democracy as well as respects to others, and justice guarantee. Indonesia’s KH. Abdul Wahid Hasyim attempts to display democratic Islamic education in purpose of solving contemporary social problems. The education provides opportunity to every students in directly involving activities for skill development; therefore the students are able to be more critical and creative.

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (THINK PAIR SHARE) TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VII MTS AL-IRSYADIYAH DERMOLEMAHBANG SARIREJO LAMONGAN

    No full text
    BAHASA INDONESIA:Masalah yang diteliti dalam tulisan ini adalah: 1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) pada mata pelajaran Fiqih kelas VII MTs Al-Irsyadiyah Dermolemahbang Sarirejo Lamongan; 2) Bagaimanakah pemahaman siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII MTs Al-Irsyadiyah Dermolemahbang Sarirejo Lamongan; 3) Bagaimanakah pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII MTs Al-Irsyadiyah Dermolemahbang Sarirejo Lamongan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) Observasi untuk memperoleh data tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share); 2) Angket untuk memperoleh data tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Fiqih; 3) Interview dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data gambaran umum objek penelitian. Analisis yang digunakan adalah: 1) prosentase dan 2) product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) adalah baik, hal ini dibuktikan dengan hasil angket yang menunjukkan nilai sebesar 80,2%; 2) Pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Fiqih tergolong baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket yang menunjukkan nilai sebesar 69,9%; 3) Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII MTs Al-Irsyadiyah Dermolemahbang Sarirejo Lamongan, berdasarkan hasil analisis diperoleh rxy= 0,208 dengan jumlah responden 41 sedangkan rtabel pada taraf signifikansi 5% adalah 0,316 dan taraf signifikansi 1% adalah 0,408. Jadi rxy lebih kecil daripada rtabel yang berarti hipotesa alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (Ho) diterima atau disetujui. Sedangkan jika dikonsultasikan dengan tabel interpretasi nilai “r”  dimana nilai rxy berada diantara 0,20–0,40 yang berarti korelasinya rendah. ENGLISH:This paper examined some issues: 1) How is the application of cooperative learning model type TPS on Fiqh lesson; 2) How is the students’ understanding; 3) How is the effect of TPS in students’ understanding. Data collection techniques used in this paper include: 1) Observation to obtain data on the use of TPS; 2) Questionnaire to obtain data on the application of TPS and students’ understanding of Fiqh; 3) Interview and documentation was done to gain general data of the research’s object. The analyses used were: percentage and product moment. The result showed that: 1) the use of TPS was good; 2) Students’ understanding of Fiqh lesson was also good; 3) The effect of cooperative learning model type TPS in students’ understanding of Fiqh lesson, based on the result of the analysis was rxy = 0.208 with 41 respondents, while r table in the significant standard of 5% and 1% are 0.316 and 0.408. Therefore, rxy is smaller than r table which means the alternative hypothesis (Ha) is ignored and zero hypothesis (Ho) is accepted

    106

    full texts

    145

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇