JURNAL PEMBELAJARAN FISIKA
Not a member yet
636 research outputs found
Sort by
KESIAPAN BELAJAR DAN MINAT BERTANYA SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA
ABSTRAK  Keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kesiapan siswa yang memadai, dan partisipasi dalam pembelajaran sesuai paradigma Student Centered Learning dalam Kurikulum 2013. Tingkat partisipasi siswa dapat dilihat dari aktivitas siswa dalam pembelajaran diantaranya melalui minat bertanya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang kesiapan belajar dan minat bertanya siswa dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Panarukan. Data didapat dari isian angket  yang disebar kepada  331 siswa kelompok peminatan MIA dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan bantuan program aplikasi MS Excel .Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa 16,6% dari populasi siswa memiliki kesiapan belajar dan 12, 4 %  siswa memiliki minat bertanya  siswa dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Panarukan.  Kata Kunci :Kesiapan Belajar , Minat Bertanya ,Pembelajaran BiologiABSTRAK Keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranyakesiapan siswa yang memadai, dan partisipasi dalam pembelajaran sesuai paradigmaStudent Centered Learning dalam Kurikulum 2013. Tingkat partisipasi siswa dapatdilihat dari aktivitas siswa dalam pembelajaran diantaranya melalui minat bertanya.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang kesiapan belajar dan minatbertanya siswa dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Panarukan. Datadidapat dari isian angket  yang disebar kepada  331 siswa kelompok peminatan MIAdan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan bantuan program aplikasi MS Excel.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa 16,6% dari populasi siswa memilikikesiapan belajar dan 12, 4 %  siswa memiliki minat bertanya  siswa dalampembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Panarukan. Kata Kunci :Kesiapan Belajar , Minat Bertanya ,Pembelajaran Biolog
ANALISIS PENERAPAN AUTO BUCK/BOOST PADA GENERATOR TERMOELEKTRIK SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF
ABSTRAKGenerator termoelektrik merupakan pembangkit listrik terbarukan yang memanfaatkan perbedaan suhu dua buah semikonduktor untuk dirubah menjadi energi listrik melalui sebuah elemen termoelektrik berdasarkan prinsip efek Seebeck. Semakin besar perbedaan suhu antara kedua sisi elemen, maka semakin besar energi yang dihasilkan oleh elemen tersebut. Namun, efisiensi generator ini relatif masih kecil yaitu sebesar 10 %. Hal ini dikarenakan energi yang dihasilkan sangat rentan terhadap perubahan suhu. Penggunaan auto buck/boost pada generator termoelektrik bertujuan untuk menstabilkan energi yang dihasilkan oleh generator termoelektrik agar berada pada titik kerja maksimum meskipun terjadi perubahan beban maupun perubahan suhu yang diakibatkan oleh faktor eksternal. Pada penelitian ini energi yang dihasilkan oleh generator termoelektrik akan disimpan dalam baterai oleh sebab itu, titik kerja maksimum dari generator termoelektrik disesuaikan dengan tegangan nominal untuk pengisian baterai. Dengan diterapkannya auto buck/boost pada generator termoelektrik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dari generator termoelektrik. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, penggunaan auto buck/boost pada generator termoelektrik dapat menstabilkan proses pengisian baterai 6V pada tegangan nominal 7,36 volt dengan tegangan generator sebesar 10,5 volt. Ketika auto buck/boost belum diterapkan pada generator, tegangan pengisian baterai bisa mencapai 10,11 volt. Selain itu dengan adanya auto buck/boost daya yang dihasilkan generator bisa mencapai 1,02 watt.Kata kunci: Generator termoelektrik, Auto buck/boost, energi alternatif, energi terbarukan
PENGGUNAAN DIODA JENIS LED (LIGHT EMITING DIODE) PADA PEMBUATAN SEL SURYA SEDERHANA BERBASIS BAHAN SEMIKONDUKTOR
Natural energy is very dependent on energy Human Needs one that is in need of modern man is the Electrical Energy. Energy Needs of electricity is currently only gained from burning carbon so that should be a Solution To Energy electricity can be very easy One of the ways and media that can be used is the use of LED (Light Emiting Diode) for Solar Cells Simple to determine the relationship between the circuit Solar Cells Sederhahana based LED (Light Emiting Diode) and the relationship Lux Value Terhahadap Voltage (mV) generated Networks Solar cells Sederhahana Be rbasis LED (Light Emiting Diode). This research is a kind of an experiment conducted at the Laboratory of Physics FKIP Jember University. This study tested the LED circuit which amounted to 10 pieces with a color that is white. Methods of data collection in this study include observation, and documentation. Source of data derived from dihasikan Voltage Solar Cells Using Simple with LED. Analism a Data With Output Voltage Against Linking LED with a series arrangement, series-parallel and parallel. The results of the research the highest potential difference is due to the connection circuit 10 series LED (light Emiting Diode) in series to get a high reinforcement. Based on the data obtained, the conclusions from this study is there is a relationship between the circuit (series, parallel and series-parallel) Solar Cells Based Sederhahana LED (Light Emiting Diode) against voltage (mV) is generated.Keywords: Diode type LED (Light Emitting Diode), Simple Sola
PENGEMBANGAN MODUL KREATIF BERBASIS MULTIREPRESENTASI UNTUK PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Sistem belajar dengan fasilitas modul telah dikembangkan baik di luar maupun di dalam negeri yang dikenal dengan Sistem Belajar Bermodul (SBB). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul kreatif berbasis multirepresentasi untuk pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan mengetahui keefektifan modul kreatif yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar dan respon siswa. Modul merupakan suatu cara pengorganisasian materi pembelajaran yang memperhatikan fungsi pendidikan. Strategi pengorganisasian materi pembelajaran mengandung squencing yang mengacu pada pembuatan urutan penyajian materi pembelajaran, dan synthesizing yang mengacu pada upaya untuk menunjukkan kepada siswa keterkaitan antara fakta, konsep, prosedur dan prinsip yang terkandung dalam materi pembelajaran. Keterampilan representasi adalah kemampuan yang harus dimiliki untuk menginterprestasi dan menerapkan berbagai konsep untuk memecahkan masalahmasalah secara tepat. Multirepresentasi merupakan suatu pendekatan pembelajaran Sains yang sekurang-kurangnya terdapat tiga representasi yang bisa direpresentasikan oleh siswa berupa representasi verbal, representasi fisis, dan representasi matematis. Pengembangan Kreatif modul berbasis multirepresentasi dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan Borg and Gall.Kata Kunci: modul kreatif, multirepresentasi, hasil belaja
MODEL GI-GI PADA HASIL BELAJARDALAM PEMBELAJARAN FISIKA (MATERI TEORI KINETIK GAS) DI SMA
ABSTRAKArtikel ini melaporkan hasil penelitian eksperimen menggunakan model GI-GI untuk melihat pengaruh model GI-GI terhadap hasil belajar kognitif fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan di kelas XI MIA SMA Negeri 4 Jember. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest-only control design. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan cluster random sampling melalui teknik undian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, wawancara, dan post-test. Melalui hasil analisis data berupa hasil post-test materi teori kinetik gas dengan menggunakan Independent Sample T-test diperoleh Sig.(2- tailed) sebesar 0,008 dan Sig.(1-tailed) sebesar 0,004 atau 0,004 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Model GI-GI (Group Investigation dan Guided Inquiry) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar fisika ranah kognitif pada materi teoeri kinetik gas tahun ajaran 2015/2016 dibandingkan dengan metode direct instruction di SMA Negeri 4 Jember.Kata kunci: Model GI-GI, teori kinetik gas, dan hasil belajar kogniti
PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Para pelaksana pendidikan merupakan salah satu sub sistem manajemen yang perlu mendapat perhatian yang sama dengan sub sistem manajemen yang lain, ia merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Dikatakan demikian karena mengingat era teknologi saat ini, sarana dan prasarana yang lengkap, kebutuhan dana yang mencukupi, tidak menjamin kesuksesan pendidikan dapat di raih, kecuali dengan bantuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten. Dari itu dibutuhkan manajemen yang tepat untuk pengembangan manusia. Dan dalam pengembangan, media yang paling dekat dan sangat berdampak signifikan adalah melalui pendidikan. Pendidik memberikan pengaruh terhadap peserta didik, tidak saja melalui pengetahuan yang disampaikannya, namun juga melalui sikap, prilaku, dan ucapannya. Sehingga dengan terpolanya para pendidik, diharapkan peserta didik dapat menjadi manusia utuh sebagaimana dicita-citakan. Sumber daya manusia menjadi faktor dominan dalam suatu institusi, tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk melaksanakan perannya dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat. Untuk itu, sangat penting upaya pengembangan SDM bagi terwujudnya SDM bidang pendidikan yang berkualitas atau bermutu.Pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mana maksudnya jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Dengan SDM yang bermutu dalam lembaga pendidikan PAUD, diharapkan akan menciptakan suasana pendidikan yang positif bertujuan untuk pendayagunaan, pengembangan, penelitian, SDM yang ada agar dapat dikelola secara efektif dan efisien. Kata Kunci: Pengembangan, Sumber Daya Manusia, PAU
INTEGRASI LIFE SKILL EDUCATION DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MEMPERSIAPKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG UNGGUL DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah 5 (lima) bulan berjalan namun kualitas sumber daya manusia (SDM)masih menunjukkan kurang optimal. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu faktor penghambat bagi Indonesia untuk bisa berkompetisi dengan SDM dari luar. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di negara ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan Life skill education dalam proses pembelajaran khususnya di SMA. Â Hal ini menjadi dimensi penting dalam proses pendidikan di Indonesia untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) pembangunan yang bermutu guna menjawab tantangan MEA untuk tetap bertahan dalam persaingan kehidupan di masa-masa mendatang. Life skill education merupakan pendidikan yang membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan belajar, menghilangkan pola piker dan kebiasaan yang tidak tepat, menyadari dan mensyukuri potensi diri untuk dikembangkan dan diamalkan, berani menghadapi problema kehidupan serta mampu memecahkan permasalahan secara kreatif
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS X IPA 4 DI MAN 2 JEMBER
The purpose of this research are describe the increase of students activity with Quantum Teaching model in class X IPA 4 MAN 2 Jember and describe the increase of cognitive learning outcomes students after using Quantum Teaching model in class X IPA 4 MAN 2 Jember. The population of this research is students in class X IPA 4 MAN 2 Jember. The technique of data collection are observation, test, documentation, and interview. Analysis techniques of data collection using use analiysis descriptive qualitative and quantitative. The results of this research are the average of students activity on pre-cycle is 27.43% in less active category, on the cycle I is 67.36% in the fairly active category, and on the cycle II is 79.29% in active category and the average score classes on pre cycle is 51,36, on cycle I is 77,27, and on cycle II is 80,27. The value n-gain on cycle I is 0,53 in medium category, and on cycle II is 0.59 in medium category. The conclusion of this research are there is an increase of students activity with Quantum Teaching model in class X IPA 4 MAN 2 Jember and there is an increase of cognitive learning outcomes students after using Quantum Teaching model in class X IPA 4 MAN 2 Jember
PENGEMBANGAN MEDIA FLASH FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KREATIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP
Flipbook media is a combination of text, animation, sound, video, and so forth. Flipbook Media is deemed suitable with the current curriculum development. It is because the science lesson on the Curriculum 2013 Integrated emphasis on modern pedagogic dimension in learning, using a scientific approach. This research aimed at obtaining a product in the form of valid Flipbook Media, understanding the increasing of the Students’ Creative Thinking Skills and understanding the junior high school class VIII students’ comprehension on the material sense of Vision and Optics. Type of this research is the development of research using 4-D models that have been modified into 3-D. This research was conducted at SMP Negeri 10 Jember. Based on the research that has been conducted, then the result are 1) flipbook media on the material sense of Vision and Optics developed is valid 2) creative thinking skills of students during the teaching and learning activities are classified as good 3) students’ understanding by using Media Flipbook was already categorized Quite understand
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA SMA BERBASIS MULTIREPRESENTASI PADA POKOK BAHASAN TERMODINAMIKA
Pembelajaran adalah sebuah upaya transformasi keilmuan yang sistematis dan ilmiah. Pentransformasian sebuah ilmu akan menjadi sulit jika hanya mengacu pada satu bahan ajar, mengingat kemampuan siswa dalam menyerap pengetahuan berbeda-beda. Untuk itu diperlukan media belajar yang inovatif, variatif dan kompleks. Salah satu media belajar yang ditawarkan dalam pembahasan ini adalah Modul Fisika SMA Berbasis Multirepresentasi pada Pokok Bahasan Termodinamika. Tujuannya tidak lain untuk menumbuhkan semangat belajar siswa dan agar semua siswa dapat menyerap pengetahuan dengan maksimal. Penelitian ini merupakan adaptasi dari model pengembangan 4D yang terdiri dari tiga tahap yaitu define, design, development dan desiminate.Kata kunci: modul, termodinamika, model pengembangan 4