JURNAL PEMBELAJARAN FISIKA
Not a member yet
    636 research outputs found

    PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

    Get PDF
    Para pelaksana pendidikan merupakan salah satu sub sistem manajemen yang perlu mendapat perhatian yang sama dengan sub sistem manajemen yang lain, ia merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Dikatakan demikian karena mengingat era teknologi saat ini, sarana dan prasarana yang lengkap, kebutuhan dana yang mencukupi, tidak menjamin kesuksesan pendidikan dapat di raih, kecuali dengan bantuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten. Dari itu dibutuhkan manajemen yang tepat untuk pengembangan manusia. Dan dalam pengembangan, media yang paling dekat dan sangat berdampak signifikan adalah melalui pendidikan. Pendidik memberikan pengaruh terhadap peserta didik, tidak saja melalui pengetahuan yang disampaikannya, namun juga melalui sikap, prilaku, dan ucapannya. Sehingga dengan terpolanya para pendidik, diharapkan peserta didik dapat menjadi manusia utuh sebagaimana dicita-citakan. Sumber daya manusia menjadi faktor dominan dalam suatu institusi, tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk melaksanakan perannya dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat. Untuk itu, sangat penting upaya pengembangan SDM bagi terwujudnya SDM bidang pendidikan yang berkualitas atau bermutu.Pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mana maksudnya jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Dengan SDM yang bermutu dalam lembaga pendidikan PAUD, diharapkan akan menciptakan suasana pendidikan yang positif bertujuan untuk pendayagunaan, pengembangan, penelitian, SDM yang ada agar dapat dikelola secara efektif dan efisien.Kata Kunci: Pengembangan, Sumber Daya Manusia, PAU

    STUDI PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PENGETAHUAN KONTEN PEDAGOGIK) MAHASISWA CALON GURU FISIKA

    Get PDF
    Pedagogical content knowledge (PCK) mahasiswa calon guru fisika merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk menyiapkan calon guru fisika dalam mendasari kemampuan mengajarnya. Ada empat indikator untuk menentukan kemampuan PCK seseorang berdasarkan persepsi peserta didik, yaitu: subject matter knowledge (SMK), instruction representation and strategies (IRS), instructional objective and context (IOC), dan knowledge of student understanding (KSU). Penelitian ini merupakan penelitian kelas (classroom research) yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan PCK mahasiswa calon guru fisika. Penelitian ini dikenakan pada matakuliah Pengajaran Mikro semester genap tahun ajaran 2014-205 dengan subyek penelitian sebanyak 12 mahasiswa. Untuk menentukan kemampuan PCK mahasiswa calon guru digunakan instrumen kuisioner Jang, et al. (2009). Hasil studi menunjukkan bahwa Kemampuan PCK pada aspek subject matter knowledge (SMK), Instructional objective and context (IOC), Instruction representation and strategies (IRS), dan Knowledge of student understanding (KSU) rata-rata untuk tujuh item hanya pada indikator SMK yang berkategori baik, sedangkan tiga indikator yang lain masih berkategori cukup. Kesimpulannya, PCK mahasiswa calon guru fisika FKIP Universitas Jember dapat dikatakan secara rata-rata belum mencukupi untuk mengajar fisika sekolah menengah secara profesional.Kata Kunci: Pedagogical content knowledge, SMK, IRS, IOC, dan KS

    MODEL PEMBELAJARAN INSTRUCTION, DOING, DAN EVALUATING (MPIDE) DENGAN PHET PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

    Get PDF
    Pembelajaran fisika menurut kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yang memuntut siswa aktif dalam mengobservasi, membandingkan, dan membentuk konsep. Maka guru harus mempertimbangkan model dan media yang efektif dan efisien. Sintakmatik MPIDE mencakup kegiatan ilmiah dan penggunaan PhET dapat merepresentasi kegiatan membentuk konsep sebagai media praktikum. Tujuan penelitian ini adalah bagaimanakah PhET dalam MPIDE yang efektif pada pembelajaran fisika di SMA. Bagaimanakah PhET dalam MPIDE yang efektif untuk hasil belajar pada pembelajaran fisika di SMA. Serta bagaimanakah PhET dalam MPIDE yang efektif untuk Keterampilan proses sains pada pembelajaran fisika di SMA. Penelitian ini diterapkan di kelas X.MIPA.4 SMA Negeri 2 Jember. Desain penelitian menggunakan action research model siklus hopkins. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dokumentasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data hasil belajar menggunakan N-gain dan keterampilan proses sains menggunakan Ps. Hasil analisis data menunjukkan prosentase N-gain hasil belajar siswa kriteria tinggi siklus 1 sebesar 30,30%, siklus 2 sebesar 63,63%, dan siklus 3 sebesar 78,79%. Sedangkan prosesntase (Ps) KPS siswa kriteria minimal baik diperoleh pada siklus 1 sebesar 87,88%, siklus 2 sebesar 93,94%, dan siklus 3 sebesar 93,94%.Kata kunci :MPIDE, PhET, pembelajaran yang efekti

    MODEL KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN LKS BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

    Get PDF
    Dewasa ini pendidikan formal mengalami permasalahan yang utama adalah rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh model kooperatif tipe STAD berbantuan LKS berbasis pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar siswa, mendeskripsikan kerjasama siswa dan mendeskrispikan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian menggunakan post-test onlycontrol group. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, portofolio, wawancara, dokumentasi, tes, dan angket. Analisa data hasil belajar fisika siswa menggunakan independent sample t-test. Analisa deskripsi kerjasama siswa menggunakan persentase kriteria kerjasama siswa. Analisa deskripsi motivasi belajar siswa menggunakan persentase kriteria motivasi. Hasil perhitungan pada uji Independent sample t-test pada hasil belajar diperoleh nilai ttest dari masingmasing ranah yaitu: ranah afektif  ttest =  3,499; ranah psikomotor ttest = 2,122; ranah kognitif ttest = 4,025. Nilai t tabel adalah t0,05(72) = 1.99346. Maka  ttest> ttabel, dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Hasil analisis data untuk kerjasama siswa diperoleh presentase rata-rata dari seluruh indikator sebesar 86,8% dengan kriteria sangat baik. Hasil analisis data motivasi belajar siswa diperoleh presentase rata-rata dari seluruh aspek motivasi sebesar 76,46% dengan kriteria termotivasi. Kata Kunci:STAD, LKS kontekstua

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS KETERAMPILAN PROSES DI SMAN 4 JEMBER

    Get PDF
    Student Worksheet (LKS) Skills-based process in question is the print media that helps students in learning and contents of LKS loading procedure using the skills learned process. Making LKS is intended to help students learning activities through process skills with the help of worksheets. The research objective of this development is to generate Student Worksheet (LKS) is valid, determine skill learning process of the students after using a skill-based worksheets Process., And evaluate the response of the students after using the Student Worksheet (LKS) Skills-based process. LKS Development Process Skills-based development model learning device 4-D. The conclusion of this study were 1) the student worksheet skill-based process developed into the category quite valid and feasible for use, 2) process skills for teaching and learning activities are classified as good, 3) student responses yielded positive results, or in other words students were delighted with LKS-based learning using process Skill

    IDENTIFIKASI KESULITAN SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan siswa pada materi suhu dan kalor dengan menggunakan tes diagnostik. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 4 Malang dan SMA Negeri 7 Malang, dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI, terdiri atas 70 siswa. Penelitian menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data melalui tes dan angket. Dilakukan pula wawancara pada beberapa guru yang telah mengajar materi suhu dan kalor. Angket digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan proses pembelajaran di kelas. Tes pada penelitian ini menggunakan tes diagnostik dalam bentuk uraian. Tes digunakan untuk mengetahui jenis-jenis kesulitan siwa. Berdasarkan hasil angket, faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa meliputi bakat, minat, dan motivasi. Hasil angket menunjukkan sebanyak 96% siswa mengatakan bahwa pembelajaran dikelas dijelaskan oleh guru. Berdasarkan hasil tes, siswa mengalami kesulitan dalam memahami fisika yang disajikan dalam bentuk grafik dan gambar yakni 58,57%, kesulitan memahami konsep-konsep 68,57%, kesulitan yang berhubungan dengan perhitungan angka atau penggunaan rumus 40,0%, dan kesulitan membuat kesimpulan berdasarkan analisis 60,0%.Kata kunci: kesulitan belajar, suhu dan kalor, tes diagnostic

    DISTRIBUSI MEDAN MAGNET PADA SOLENOID

    Get PDF
    The magnetic field is a field that is formed by moving electrical charges (electric current) which cause emergence of force in an electric charge that moves. Near all object that characteristic of metal can be pulled by a magnet. The part of magnetic field can penetratebuild, trees and the other object. Solenoid is a wire that can generate a magnetic field. Some research done to calculate the magnitude of the magnetic field in the solenoid. This research is an analytic study that analyzes the distribution of the magnetic field in the solenoid. It uses Matlab to generate different images later in the analysis of the distribution of the magnetic field on the drawing. The conclusion of this research is there is magnetic flux lines adjacent filed and straight. The distance between all the lines are actually the same. Outside the solenoid, magnetic flux lines open to the outside and closed to form a closed loop elongated. Magnetic flux density on the solenoid is thus much greater than outside of them

    ANALISIS PENERAPAN PENDEKATAN ILMIAH PADA SINTAKMATIK MODEL PEMBELAJARAN POPE (PREDICT, OBSERVE, PRESENT, EVALUATE) DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP

    Get PDF
    Tulisan ini mendeskripsikan analisis penerapan pendekatan ilmiah (Scientific Approach) pada sintakmatik model pembelajaran POPE (Predict, Observe, Present, Evaluate) pada pembelajaran IPA di SMP. Komponen sintakmatik Model pembelajaran POPE (Predict, Observe, Present, Evaluate) yang terdiri dari empat tahap yaitu, 1) memprediksi, 2) mengamati, 3) mempresentasikan, 4) mengevaluasi, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah IPA secara kritis yang merupakan karakteristik khusus rumpun pembelajaran IPA yang berorientasi pada pendekatan ilmiah pembelajaran sesuai amanat Kurikulum 2013. Analisis data menggunakan modifikasi Lembar Kerja 3.1a Instruksi Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 tentang Perancangan Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) pada pembelajaran IPA yang terdiri dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan yang dipadukan dengan sintakmatik model pembelajaran POPE (Predict, Observe, Present, Evaluate). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa sintakmatik model pembelajaran POPE (Predict, Observe, Present, Evaluate) sudah sesuai dengan langkah-langkah pendekatan ilmiah (Scientific Approach)Kata kunci : pendekatan ilmiah (Scientific Approach), model pembelajaran POPE (Predict, Observe, Present, Evaluate), pembelajaran IP

    PENGEMBANGAN MEDIA FLASHFLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KREATIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP

    Get PDF
    Media Flipbook berupa gabungan teks, animasi, suara, video dan lain sebagainya. Media Flipbook dirasa cocok dengan pengembangan Kurikulum saat ini. Dimana pembelajaran IPA Terpadu pada Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu produk berupa Media Flipbook yang valid, mengetahui peningkatkan Keterampilan Berfikir Kreatif siswa, dan mengetahui pemahaman siswa SMP kelas VIII pada materi Indera Penglihatan dan Alat Optik. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D yang telah dimodifikasi menjadi 3-D. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 10 Jember. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka didapat hasil 1) Media Flipbook pada materi Indera Penglihatan dan Alat Optik yang dikembangkan masuk ke dalam kategori valid 2) keterampilan berfikir kreatif siswa selama kegiatan belajar mengajar mengalami peningkatan 3) pemahaman siswa dengan menggunakan Media Flipbook sudah berkategori Cukup paham. Kata kunci :penelitian pengembangan,media flipbook, keterampilan berfikir kreati

    INOVASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM BERBASIS POTENSI ALAM MENYIKAPI ERA MEA

    Get PDF
    Kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari kondisi alam semesta disekitarnya. Fenomena alam perlu dipahami setiap manusia untuk menjalani kehidupannya. Keberhasilan manusia dalam menjalani kehidupannya tidak dapat terlepas dari pemahaman dirinya terhadap ilmu pengetahuan alam (IPA). IPA bersumber dari fenomena alam. Aplikasi IPA dalam kehidupan dapat diperoleh melalui proses pendidikan. Realita nyata banyak anggota masyarakat yang kurang memahami IPA terkait kehidupannya. Hal tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran IPA dalam pendidikan kurang berorientasi pada keaktifan siswa, dan kurang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik kurang bisa memahami makna IPA dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi dalam proses pembalajaran IPA, sehingga siswa memiliki pemahaman IPA yang mantap setelah mempelajarinya dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan. Strategi pembelajaran IPA terintegrasi yang berpusat pada aktivitas siswa (SCL) dan kontekstual dengan kehidupan manusia sehari-hari (CTL) dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap IPA dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari dan memanfaatkan potensi alam untuk sumber kehidupanKata kunci:inovasi pembelajaran, IPA, SCL, CT

    548

    full texts

    636

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PEMBELAJARAN FISIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇