JURNAL PEMBELAJARAN FISIKA
Not a member yet
636 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAMPAK PEMBUANGAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU TERHADAP SIFAT FISIS AIR SUNGAI SUMBER WAYUH KOTA BLITAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembuangan limbah cair industri tahu di Kelurahan Pakunden terhadap sifat fisis dan Indeks Pencemaran air sungai Sumber Wayuh Kota Blitar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling area. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2016 dan pengujian sampel di Laboratorium Lingkungan Perum Jasa Tirta 1 Kota Malang. Parameter fisis air yang diuji meliputi: Suhu, TSS, TDS, Kekeruhan dan Daya Hantar Listrik. Hasil penelitian menunjukkan suhu air sungai pada pukul 07.00 berada pada kisaran 27-28 ºC, pukul 11.00 berkisar 29-31 ºC dan melebihi baku mutu. Sedangkan pada pukul 15.00 berkisar 28-29 ºC. Analisis Parameter TSS pada sampel 1 (07.00) berkisar antara 12,0-140,0 mg/L, pada sampel 2 (11.00) nilai TSS berkisar antara 11,4-319,0 mg/L. Sedangkan pada sampel 3 (15.00) nilai TSS berkisar antara 18,0-119,6 mg/L. Analisis parameter TDS pada sampel 1 (07.00) berkisar antara 400,0-581,6 mg/L, pada sampel 2 (11.00) berkisar antara 367,2-1436 mg/L, dan pada sampel 3 (15.00) berkisar antara 416-554,8 mg/L. Analisis parameter kekeruhan pada sampel 1 (07.00) berkisar antara 3,97-167 NTU, sampel 2 (11.00) berkisar antara 2,09-352 NTU, dan sampel 3 (15.00) berkisar antara 2,36-32,1 NTU. Analisis parameter DHL diperoleh hasil 465-694 μS/cm untuk sampel 1 (07.00), sampel 2 (11.00) berkisar antara 414-1077 465694 μS/cm, dan sampel 3 (15.00) berada pada kisaran 485-592 μS/cm. Nilai indeks pencemaran sungai Sumber Wayuh pada pukul 07.00 berada dalam kondisi baik berkisar antara 0,535-0,806. Pada pukul 11.00 berada dalam kondisi tercemar ringan dalam kisaran 1,027-1,731. Sedangkan pada pukul 15.00 dalam kondisi baik dan tercemar ringan berkisar antara 0,789-1,057.Kata Kunci:Sungai Sumber Wayuh, Sifat fisis air sungai, Indeks Pencemaran
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI FLUIDA DINAMIS
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi Fluida Dinamis, dilaksanakan pada bulan Maret 2016, kelas XI IPA 2 serta XI IPA 3 SMA Negeri 9 Malang. Subjek penelitian dari 2 kelas ini sebanyak 58 siswa Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes berupa soal uraian kemampuan pemecahan masalah pada materi fluida dinamis sebanyak 7 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki siswa yaitu kemampuan mengorganisasi informasi dari situasi masalah baik secara simbolik maupun visual sebesar 30%, memilih konsep dan prinsip fisika yang tepat dari masalahyang diberikan sebesar 33%, mengarahkan pada pendekatan fisika yang diambil dalam kondisi khusus pada masalah yang diberikan sebesar 7%, penggunaan prosedur matematis yang tepat sebesar 26%, mengarahkan pada perkembangan solusi yang logis, koheren, fokus pada tujuan, dan konsisten sebesar 0%Kata kunci: Analisis deskriptif, Kemampuan pemecahan masalah, dan Fluida Dinamis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE THINKPAIR AND SHAREDENGAN METODE PRAKTIKUM DISERTAI LKS BERBASIS MULTI REPRESENTASITERHADAP HASILBELAJAR FISIKA SISWAKELASXI MAN 1 JEMBER
Abstract The objective of this research is to study instructional model cooperative type Think Pair and Share with experiment method assisted by multi representation based student worksheet influences to representation skills of verb, math, picture, and graphic on physics learning of class XI MAN 1 Jember. On verbal representation skill, Sig. value=0,00 lower than α = 0,05, so Ha accepted and H0 rejected. The sig value 0,00 shows that experimental class students’ learning outcome are better than control class. So, the research hypothesis is accepted and it can be concluded that there is a significant influence of instructional model cooperative type Think Pair and Share with experiment method assisted by multi representation based student worksheet to verbal representation. While on mathematics, graphics, and picture representation skills Sig.value is greater tha α = 0,05, so Ha accepted and H0 rejected. The sig value 0,00 shows that the learning outcome of experimental class students’ learning outcome are not better than control class. So, the hypothesis is rejected. It can be concluded that there is not a significant influence of instructional model cooperative type Think Pair and Share with experiment method assisted by multi representation based student worksheet to mathematics, graphics and picture representation skills. Kata Kunci: Intructionl kooperative method, think pair share, multirepresentation based student worksheet, students’physics learning outcome
ANALISIS KARAKTERISTIK MODEL PEMBELAJARAN SIEER (STRONG, INSTRUCTION, EXPLAINING, EVALUATING, REWARD) BERDASARKAN KAJIAN LITERATUR DAPAT DIKATEGORIKAN SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN DALAM MEMAHAMI KONSEP-KONSEP IPA.
Pada tulisan ini menggambarkan analisis karakteristik model pembelajaran SIEER (Strong, Instruction, Explaining, Evaluating, Reward) yang memiliki lima tahap sintakmatik terdiri dari 1). Strong 2). Instruction 3). Explaining 4). Evaluating dan 5). Reward. Tujuan dari tulisan ini yaitu untuk mengetahui secara analisis apakah model pembelajaran SIEER (Strong, Instruction, Explaining, Evaluating, Reward)sudah dapat dikategorikan sebagai model pembelajaran untuk rumpun pembelajaran IPA. Metode analisis datanya yaitu berdasarkan studi literatur dan kajian teori. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran SIEER (Strong, Instruction, Explaining, Evaluating, Reward) sudah dapat dikatakan sebagai model pembelajaran.Kata Kunci: Model pembelajaran SIEER (Strong, Instruction, Explaining, Evaluating, Reward), sintakmatik, Pembelajaran IPA
IDENTIFIKASI PENGETAHUAN AWAL FISIKA PADA MATERI DINAMIKA ROTASI SISWA MAN NGLAWAK KERTOSONO
ABSTRAK Pengetahuan awal banyak disarankan untuk dipertimbangkan sebagai faktor penting dalam pembelajaran. Pengetahuan awal mengenai suatu konsep fisika yang dimiliki akan memberikan sumbangan besar dalam memprediksi keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi pengetahuan awal siswa pada materi dinamika rotasi. Data diperoleh menggunakan instrumen soal pengetahuan awal berupa 23 butir soal pilihan ganda dengan reliabilitas α0,05=0,78. Subjek penelitian terdiri dari 119 siswa kelas XI di MAN Nglawak Kertosono. Data di analisis secara deskriptif untuk menggambarkan pengetahuan awal siswa pada materi dinamika rotasi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pada materi dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar sebesar 16,81% siswa memiliki pengetahuan awal tinggi, 66,38% siswa memiliki pengetahuan awal sedang, dan 16,81% siswa memiliki pengetahuan awal rendah. Pengetahuan awal tertinggi dimiliki siswa pada materi dinamika gerak dengan tingkat penguasaan rata-rata 57,42% dan paling rendah pada materi momentum dengan tingkat penguasaan rata-rata sebesar 38,66%. Hasil skor pengetahuan awal siswa dapat digunakan untuk memilih strategi yang tepat untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal serta dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap pembelajaran pada materi terkait.Kata kunci:pengetahuan awal, fisika, dinamika rotas
PEMBELAJARAN RESEARCH CYCLE (SIKLUS PENELITIAN) MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC
Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan pembelajaran dari pengembangan model siklus penelitian yang dianalisis berdasarkan pendekatan saintifik. Model siklus penelitian adalah gabungan dari dua model pembelajaran yang dijadikan satu dalam kegiatan pembelajaran sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang diharapkan menjadikan lebih efektif dan efisien. Terdapat empat tahap dalam pembelajaran siklus penelitian yaitu 1) pembangkitan minat, 2) melakukan penelitian, 3) Mengeksplorasi 4) Mengevaluasi. Kegiatan pembelajaran diterapkan pada kurikulum 2013 yang dilaksanakan sesuai dengan pendekatan saintifik. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Untuk menunjang terlaksananya pendekatan saintifik maka diperlukan inovasi dalam pembelajaransehingga memperoleh kemajuan hasil belajar yang diinginkan. Salah satu alternatifnya yaitu mengembangkan model pembelajaran. Kajian pengembangan model siklus penelitian dianalisis berdasarkan pendekatan saintifik 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan dengan menggunakan lembar kerja 3.2c instrumen pelatihan pendampingan implementasi kurikulum 2013. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dibuat pada model pembelajaran siklus penelitian sudah sesuai dengan pendekatan saintifik.Kata kunci: model pembelajaran siklus penelitian, pendekatansaintifi
FORMULASI LC50 BIOINSEKTISIDA BARU EKSTRAK BIJI PAPAYA (CARICA PAPAYA L.), BIJI SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA L.), DAN BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI L.
ABSTRAKArtikel ini menjelaskan mengenai toksisitas ekstrak biji papaya, biji srikaya dan biji alpukat terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya toksisitas ekstrak biji papaya, biji srikaya , dan biji alpukat terhadap mortalitas larva nyamuk A. aegypti. A. aegypti merupakan serangga pembawa virus dengue yang enyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan yellow fever. Penyakit DBD yang sudah meluas di Indonesia harus segera diatasi. Pemberantasan nyamuk A. aegypti dilakukan pada stadium larva dengan menggunakan insektisida kimia. Insektisida kimia memiliki dampak negatif seperti merusak lingkungan dan ekosistem sekitar, sehingga perlu diganti dengan insektisida yang ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem sekitar. Alternatif pengganti insektisida kimia yaitu bioinsektisida yang merupakan insektisida alami yang berasal dari tanaman papaya, tanaman srikaya, dan tanaman alpukat. Biji papaya mengandung senyawa alkaloid karpain, flavanol, dan tanin. Biji srikaya mengandung senyawa annonain dan squamosin, sedangkan biji alpukat mengandung senyawa saponin, flavonoid dan tanin. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan berbagai konsentrasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis probit untuk menentukan LC50 . Nilai LC50 ekstrak biji papaya sebesar 3644,21 ppm, LC50 ekstrak biji srikaya sebesar 64,65 ppm, dan LC50 ekstrak biji alpukat sebesar 98,00 ppm. Hal tersebut menunjukkan bahwa masing-masing ekstrak memiliki kemampuan untuk menjadi agen bioinsektisida baru yang diformulasikan.Kata kunci: Toksisitas, Ekstrak biji papaya, Ekstrak biji srikaya, Ekstrak biji alpukat, Larva Aedes aegypti
PENGGUNAAN PENDEKATAN MULTIREPRESENTASI DENGAN SETTING QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN GERAK MELINGKAR DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMAHAMANKONSEP MAHASISWA CALON GURU FISIKA
Telah dilakukan penelitian eksperimen tentang dampak penggunaan pendekatan multirepresentasi dengan setting quantum teachingdalam pembelajaran materi Gerak Melingkar terhadap pemahaman konsep calon guru fisika. Multirepresentasi yang digunakan adalah: representasi verbal, matematik, gambar, dan grafik. Masalah yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah “bagaimana efektivitas penggunaan pendekatan multirepresentasi dengan setting quantum teaching dalam menanamkan pemahaman kosep gerak melingkar di kalangan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Fisika Sekolah II ?â€. Desain eksperimen yang digunakan adalah one group posttest only design. Subyek penelitian 86 orang mahasiswa calon guru fisika, Prodi Pendidikan Fisika pada salah satu LPTK Negeri di Jawa Timur yang sedang menempuh mata kuliah Fisika Sekolah II. Instrumen utama penelitian yang digunakan adalah tes pemahaman konseptual terkait materi teorema gerak melingkar dalam bentuk tes obyektif jenis pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 79 % dari jumlah mahasiswa mendapat skor tes pemahaman konseptual gerak melingkar ≥ 80. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan multirepresentasi dengan setting quantum teachingcukup efektif digunakan dalam rangka menanamkan pemahaman konsepkonsep Fisika di kalangan mahasiswa calon guru fisika.Kata kunci: Pendekatan multirepresentasi dengan setting quantum teaching, pemahaman konsep, teorema gerak melingkar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DISERTAI LKS AUDIOVISUAL TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA DI SMP
Guided Inquiry Model with audiovisual students’ worksheet is model of learning that makes the students should find out their knowledge and makes them easy to be remember. The purpose of this research are (1) to study the influence of guided inquiry model with audiovisual students’ worksheet on students’ achievement in learning science (physics) at Junior High School, and (2) to study of students’ learning activities by using the model. The kind of research is experimen by post-test only control group design. Techniques of data collection are test, observation, portofolio, documentation and interview. The data are analysis by descriptive and independent sample t-test. The result of this research are (1) students’ achievement based on the analysis of independent sample t-test is obtained value sig 0.524 > 0,05, (2) the results of the learning activities of students on average 84.67 in very active criteria. The results can be concluded that the model with audiovisual students’ worksheet significantly affect to students’ science (physics) learning achievement and students’ during learning activities are very active
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA PADA MATERI FLUIDA STATIS
Kreativitas dalam bidang pendidikan sains menjadi salah satu kebutuhan yang penting, terutama dalam konteks pembelajaran di sekolah. Salah satu disiplin ilmu sains Fisika, menumbuhkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Keterampilan berpikir kreatif bertujuan merangsang keingintahuan dan melatih berpikir divergen dalam menyelesaikan permasalahan fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X SMAN 9 Malang pada materi fluida statis. Subjek penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu sebanyak 54 siswa. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes berupa soal uraian keterampilan berpikir kreatif pada materi fluida statis sebanyak 6 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa cukup rendah dengan persentase rata-rata yang diperoleh sebesar 39,76%. Secara rinci dapat dijabarkan untuk masing-masing dimensi keterampilan berpikir kreatif pada siswa adalah Fluency sebesar 33,80%, Originality sebesar 38,43%, Elaborate sebesar38,89%, dan Flexibility sebesar47,92%.Kata Kunci: Analisis, Keterampilan Berpikir Kreatif, dan Fluida Stati