AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
FERMENTASI JERAMI PADI MENGGUNAKAN Trichoderma AA1 DAN PENGARUHNYA TERHADAP SUHU, pH DAN NILAI KECERNAAN IN VITRO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi jerami padi menggunakan Trichoderma AA1 terhadap suhu, pH dan nilai kecernaan jerami padi fermentasi Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola searah dengan macam perlakuan berupa lama fermentasi yang terdiri dari 0, 7, 14 dan 21 hari. Masing-masing macam perlakuan diulang 4 kali. Larutan Trichoderma AA1 disiapkan dengan menginkubasikan 2 g inokulum Trichoderma AA1 dalam 200 ml larutan yang mengandung 2 g molases pada rotary shaker selama 24 jam. Medium disiapkan dengan mencampurkan 1 kg jerami kering cacah dengan 30 g dedak halus, 20 g (NH4)2SO4 dan aquades hingga kadar air menjadi 65%. Fermentasi dilakukan dengan cara mencampurkan larutan Trichoderma AA1 dan medium. Materi fermentasi dimasukkan ke dalam bioreaktor aerob dan selanjutnya diinkubasian selama waktu 21 hari. Pengukuran suhu dan pH sekaligus pengambilan sampel jerami padi fermentasi dilakukan pada hari ke-0, 7, 14 dan 21. Sampel dikeringkan dengan suhu 70oC selama 12 jam. Pengukuran kecernaan in vitro menggunakan metode gas-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P?0,01) terhadap peningkatan suhu dan pH fermentasi. Suhu dan pH tertinggi terjadi pada fermentasi 7 hari. Dari variabel kecernaan in vitro bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) menunjukkan nilai yang tidak nyata (P>0,05) berbeda. Penelitian disimpulkan bahwa waktu terbaik fermentasi jerami padi menggunakan Trichoderma AA1 adalah 7 hari, namun belum berpengaruh signifikan terhadap nilai KcBK dan KcBO.
ANALISIS USAHATANI PADI GOGO DI LAHAN RAWA LEBAK (Studi Kasus : Desa Talang Dukun, Kecamatan Sungai Pinang, Propinsi Sumatera Selatan)
Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani padi rawa lebak guna mendukung ketahanan pangan, yaitu bantuan Padi Gogo Rawa yang lebih adaptif terhadap lingkungan rawa lebak, termasuk perubahan iklim yang tidak menentu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis produksi dan pendapatan usahatani padi gogo di Lahan Rawa Lebak Desa Talang Dukun; (2) Menganalisis kelayakan usahatani padi gogo. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus, yang berjumlah 40 orang. Penelitian ini menggunakan analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Adapun analisis yang diguanakan dalam penelitian in, diantaranya analisis usahatani penerimaan, biaya dan pedapatan, analisis R/C ratio, dan B/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi padi gogo di lahan rawa lebak Desa Talang dukun rata-rata sebesar 833 kg per hektar dalam bentuk gabah kering giling (GKG), dengan pendapatan usahatani rata-rata sebesar Rp. 2.785.957,00 per hektar. R/C rasio untuk usahatani padi gogo di lahan rawa lebak yang untuk pertama kali ditanam sebesar 2,31, artinya usahatani gogo ini layak untuk dikembangkan di lahan rawa lebak karena R/C rasio lebih besar dari 1. Sedangkan nilai B/C rasio untuk usahatani padi gogo di lahan rawa lebak yang untuk pertama kali ditanam sebesar 1,31, artinya usahatani gogo ini masih masuk kriteria layak untuk dikembangkan di lahan rawa lebak karena B/C rasio juga lebih besar dari 1.Kata Kunci: Padi Gogo, Rawa Lebak, Usahatani
ANALISIS DAYA SAING FURNITURE ROTAN INDONESIA KE NEGARA TUJUAN INGGRIS DAN ITALIA
Furniture Rotan Indonesia merupakan salah satu komoditas alami yang telah diperdagangkan sejak lama. Sebagai salah satu kekayaan alam, furniture rotan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indoensia. Tercatat selama sebelas tahun terakhir, produk , furniture rotan merupakan komoditas utama dari ekspor Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing furniture rotan Indonesia ke negara-negara pengimpor Eropa terbesarnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data deret waktu tahunan yakni dari 2007-2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui uji daya saing dengan pendekatan Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Revealed Symetric Comparative Advantage (RSCA) digunakan untuk menganalisis daya saing furniture rotan Indonesia ke negara-negara importir Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing kuat di negara pengimpor Eropa, terutama di pasar furniture rotan negara Inggris dan Italia yang memiliki daya saing lebih tinggi dibanding pasar lainnya yaitu dengan nilai RCA sebesar 141,01 dan 100,95. Hal tersebut menjadikan keduanya sebagai opsi utama pangsa ekspor furniture rotan Indonesia di masa yang akan datang.
ANALISIS USAHATANI PADI ORGANIK DI KECAMATAN NGUNTORONADI, KABUPATEN WONOGIRI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan produtivitas, pendapatan, efisiensi dan kemanfaatan usahatani padi organik varietas Mentik dengan usahatani padi organik varietas IR 64 di Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode teknik purposive sampling. Lokasi penelitian dan pengambilan sampel responden dipilih secara sengaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani padi organik varietas Mentik memiliki nilai produktivitas sebesar 4.589,59 Kg/Ha/MT berbeda nyata dengan produktivitas usahatani pada organik varietas IR 64 yaitu 4.239,59 Kg/Ha/MT. Pendapatan yang diperoleh dari usahatani padi organik varietas Mentik adalah 21.184.250,03 Rp/Ha/MT berbeda nyata dengan pendapatan yang diperoleh dari usahatani padi organik varietas IR 64 yaitu 16.086.779,82 Rp/Ha/MT. Efisiensi usahatani padi organik varietas Mentik berbeda nyata dengan usahatani padi organik varietas IR 64, usahatani padi organik varietas Mentik mempunyai efisiensi R/C ratio sebesar 2,93, sedangkan pada usahatani padi organik varietas IR 64 yatitu R/C ratio sebesar 2,40. Usahatani padi organik varietas Mentik mempunyai kemanfaatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi organik varietas IR 64 dengan nilai incremental B/C ratio 8,67.Kata Kunci : efisiensi, padi organik, pendapatan, produktivitas, usahatan
Peningkatan Produksi Semen Ayam Kampung Melalui Suplementasi Daun Kelor (Moringa oleifera)
AbstractRural chickens are widely developed by artificial insemination methods, so good quality semen is needed so that fertility and hatching eggs are high. Moringa is famous as a "miracle" plant that contains high and complete nutrients. This study was conducted to examine the effects of moringa oleifera supplementation on chicken semen production. In this study used roosters aged about 1 year weighing an average of 2.0 kg as much as 15 tails divided into 5 treatments, each 3 repeats, each repeat consists of 1 tail. The first group of chickens were used as controls, not given treatment, only given basal feed (T0). The second group of chickens were given 1 gram of moringa leaf powder, every day (T1), group 3 chickens were given 2 grams of moringa leaf powder per day (T2). Furthermore, chickens in group 4 (T3) were given moringa leaf extract supplements of 0.1 ml per head per day were smoked daily and the 5th group (T4) was given moringa extract supplements as much as 0.2 ml were smoked daily. The variables observed were the volume of semen, the number of spermatozoa, motility, live sperm, sperm mass movement, color, viscosity and pH of the semen. Semen volume, the number of spermatozoa, motility and percentage of live sperm were analyzed with variance analysis using the spss series 25 program, while viscosity, color and pH were reported in a descriptive analysis. The results showed that chickens supplemented moringa leaves in powder form as much as 2 grams per day (T2) and extract as much as 0.2 ml per day (T4), showed a significant increase in cement volume (0.45±0.01 ml) (P<0.05) compared to the volume of cement in chicken control which was only 0.29±00.07ml. Likewise, the concentration of spermatozoa, motility, live spermatozoa and movement of spermatozoa mass showed improvement in quality, but had no effect on the color, consistency and pH of semen. It can be concluded that supplementation of moringa leaves, both in the form of powder and extract can increase the production of chicken cement. Key words: Moringa oleifera, rural chicken, semen productio
KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI DI AREAL PERSAWAHAN DEKAT PERTANAMAN BUNGA KAMBOJA (SEBAGAI REFUGIA) DI DESA JATEN KECAMATAN JATEN KABUPATEN KARANGANYAR
Tanaman padi merupakan salah satu tanaman pangan utama di Indonesia. Untuk meningkatkan produksi padi, pada tahun 70-an pemerintah mencanangkan program yang dikenal dengan Revolusi Hijau. Dengan program ini, mulai digunakan varietas unggul, pupuk, pestisida kimia, dan saluran irigasi. Cara budidaya ini dikenal dengan pertanian konvensional.Dalam upaya peningkatan produktivitas padi, masih terdapat kendala diantaranya adalah adanya serangan hama. Hama utama yang menyerang tanaman padi diantaranya adalah wereng coklat dan penggerek batang padi. Beberapa hama lainnya yang berpotensi merusak pertanaman padi adalah wereng punggung putih, wereng hijau, lembing batu, ulat grayak, pelipat daun, dan walang sangit (Effendi, 2009). Rata-rata kehilangan hasil produksi pertanian karena serangan OPT ±30% dari potensi hasil, dan kehilangan hasil karena hama sekitar 20-25% (Untung, 2010).Penggunaan pestisida secara intensif memang dapat meningkatkan produksi sawah cukup tinggi, namun dampak negatif yang ditimbulkan dapat menyebabkan ketidakseimbangan rantai sistem di lahan pertanian yang menyebabkan populasi hama meningkat. Hal ini seperti yang telah disampaikan oleh (Muhibah dan Leksono, 2015), bahwa jika penggunaan pestisida sintetik yang digunakan berlebihan dapat merusak keseimbangan ekosistem, karena jika aplikasi pestisida yang digunakan tidak selektif akan mengakibatkan populasi hama meningkat namun populasi musuh alami yang mampu mengendalikan populasi hama berkurang.Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempertahankan keanekaragaman hayati karena dampak negatif penggunaan bahan kimia yaitu dengan cara memanfaatkan tumbuhan berbunga yang pada pematang sawah. Tanaman refugia salah satunya bunga dapat dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi musuh alami serta sebagai penyedia pakan.Hasil penelitian dan pengamatan dengan net penangkap serangga, di lahan terdapat 8 jenis hama, Serangga parasid ada 3 jenis Dan predator yang tertangkap ada 7 jenis. Hasil analisis regresi untuk peubah tinggi tanaman, Berat brangkasan basah, Berat brangkasan kering, Jumlah anakan produktif, dan Berat gabah kering per petak berpola cubic. Refugia efektif dari jarak 10 m sampai 40 m. Setelah jarak 40 m akan menurun hingga batas minimum pada jarak 80 m. Demikian juga pada peubah pertumbuhan dan hasil tanaman (tinggi tanaman, berat brangkaan basah per rumpun, berat brangkasan kering per rumpun, berat gabah kering per rumpun, berat gabah kering per petak dan berat 1000 butir gabah) tinggi pada jaran 40 m dari refugia dan menurun hingga terendah pada jarak 80 m dari refugi
SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY TOMAT DENGAN VARIASI JENIS GULA DAN BAHAN PEMBENTUK GEL
The purpose of this study was to determine the characteristics of the physical, chemical characteristic (reducing sugar content) and organoleptic characteristic (taste, preference) tomato jelly with various types of sugar (glucose, dextrose and sucros and gelling agents (agar and jelly powder) are added. The study used a factorial design. The results showed that the water content of the tomato jelly candy ranged from 7.4 to 10.03% and there was no significant difference between all treatments. The reducing sugar content ranged from 0.59 to 3.46% and there was a significant difference between candy using dextrose and other types of sugar. The organoleptic characteristic of taste showed that the most preferred tomato jelly candy was candy made using sucrose and agar with a score of 3.03 (delicious) and the least preferred was jelly candy with dextrose agar. The overall organoleptic test of liking showed that the most preferred candy was candy made with glucose agar and the least preferred candy was candy made using dextrose agar. Keywords: agar, jelly powder, tomato jelly candy, suga
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PETANI DALAM MENGIKUTI ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP) DI KABUPATEN SUKOHARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan kinerja program AUTP di Kabupaten Sukoharjo, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi petani dalam mengikuti program AUTP, serta mengetahui peluang petani untuk mengikuti AUTP di Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitis. Metode pengambilan lokasi secara purposive dan pengambilan sampel secara simple random sampling dengan 60 responden. Data dianalisis menggunakan regresi logistik pada tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pelaksanaan program AUTP di Kabupaten Sukoharjo sudah baik sesuai panduan pelaksanaan dari pemerintah. Kinerja AUTP di Kabupaten Sukoharjo sudah baik, namun pengajuan klaim yang rumit dan klaim yang diberikan oleh pemerintah kepada petani masih perlu diperbaiki. Faktor-faktor yang memengaruhi petani dalam mengikuti program AUTP adalah faktor umur, penilaian anggota terhadap pengurus kelompok tani, mekanisme pelaksanaan, serta keyakinan klaim. Skenario yang memberikan peluang terbaik bagi petani mengikuti AUTP di Kabupaten Sukoharjo adalah skenario 3 dengan peluang 98,96%
PERBEDAAN PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI INPARI 32 DAN INPARI 42
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usahatani padi Inpari 32 dan npari 42. Penelitian dilakukan di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mulai Mei 2019 – Pebruari 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling dan diperoleh sampel 35 responden Inpari 32, dan 35 responden Inpari 42. Variabel yang dihitung meliputi biaya benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja serta hasil produksi gabah. Data dianalisis menggunakan rumus matematika untuk pendapatan dan kelayakan, dan uji-t untuk perbedaan rata-rata pendapatan. Hasil penelitian : Pendapatan usahatani Inpari 32 sangat berbeda nyata (P<1%) lebih tinggi dibanding Inpari 42. Usahatani Inpari 32 : pendapatan = Rp. 11.253.124,-/ha; R/C = 1,76; BEP(Rp) = Rp.2.245,-/kg; BEP(Q) = 3.597,86 kg; ROI = 78,91%. Usahatani Inpari 42 : pendapatan = Rp. 10.198.685,-/ha; R/C = 1,68; BEP(Rp) = Rp.2.358,-/kg; BEP(Q) = 3.667,93 kg; ROI = 69,51%. Kesimpulan : Usahatani padi Inpari 32 dan 42 menguntungkan dan layak secara finansial untuk diusahakan; Pendapatan dan kelayakan usahatani padi Inpari 32 lebih tinggi dibanding Inpari 42. Kata Kunci : pendapatan, kelayakan, Inpari 32 dan 4
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KARKAS AYAM BROILER DI KOTA SEMARANG
Ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang harganya cenderung murah dan terjangkau oleh masyarakat luas. Harga ayam broiler hidup di tingkat peternak telah jatuh dari pertengahan 2018 hingga 2020. Peternak perlu mengatur strateginya agar tidak mengalami kerugian terus menerus. Salah satu cara untuk meminimalisir kerugian tersebut adalah dengan memahami permintaan konsumen Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen karkas ayam broiler, menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan akan karkas ayam broiler di Kota Semarang, peneliti dapat menganalisis seberapa besar faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi permintaan pasar akan karkas ayam broiler. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah peternak dapat menyesuaikan produksinya dengan keinginan pasar sehingga dapat meningkatkan pendapatannya. Penelitian ini dilakukan di seluruh kecamatan Kota Semarang. Data primer diperoleh dengan mewawancarai 10 hingga 11 orang per kecamatan yang dipilih secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan karkas ayam broiler secara serempak/simultan dipengaruhi oleh seluruh variabel independen (selera konsumen, pendapatan pribadi, jumlah tanggungan keluarga, harga ayam broiler, harga daging sapi, harga daging kambing, dan ketersediaan ayam broiler). Permintaan karkas ayam broiler secara parsial/individual dipengaruhi oleh selera konsumen, pendapatan pribadi, harga ayam broiler, dan harga daging sapi. Elastisitas permintaan pada karkas ayam broiler meliputi elastisitas harga, elastisitas silang dan elastisitas pendapatan. Berdasarkan elastisitas harga, karkas ayam broiler tergolong dalam barang sekunder. Daging sapi tergolong barang komplmenter terhadap karkas daging ayam sedangkan daging kambing tergolong barang substitusi. Elastisitas pendapatan karkas ayam broiler tergolong dalam barang normal barang kebutuhan