AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Not a member yet
    287 research outputs found

    Efektivitas Dosis dan Aplikasi Pupuk Npk Majemuk Pada Fase Vegetatif Pada Tanaman Strawberry (Fragaria x ananassa Duchesne)

    Full text link
    Pengelolaan hara merupakan salah satu faktor penentu hasil dan kualitas buah yang tinggi. Selama ini, rekomendasi pupuk untuk tanaman stroberi menggunakan NPK 16-16-16. Pemupukan NPK 16-16-16 masih kurang mencukupi, sehingga petani masih menambahkan pupuk KNO3. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian terhadap pupuk NPK dengan komposisi berbeda yaitu dengan porsi K lebih tinggi (NPK 12-6-24). Pengujian efektivitas pupuk NPK dan cara aplikasi dilakukan bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman strawberry. Penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu Dosis pupuk NPK 12-6-24 dengan taraf 0; 1 g (g/L); 2 g (g/L); 3 g (g/L); 4 g (g/L); dan pupuk NPK rekomendasi 16-16-16, 2 g (2 g/L). Faktor kedua yaitu cara aplikasi dengan taraf A1 (ditabur) dan A2 (dikocor). Data tinggi dan jumlah daun yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance aplikasi SPSS dan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf ? 5%. Hasil pengujian pupuk NPK 12-6-24 terhadap pertumbuhan strawberry yang dibandingkan dengan  NPK 16-16-16 sebagai pupuk rekomendasi memperlihatkan bahwa interaksi antara perlakuan dosis dan cara aplikasi tidak berpengaruh nyata, namun perlakuan tunggal dosis berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi dan jumlah daun tanaman strawberry. NPK 12-6-24 dosis 4 g aplikasi granul (ditabur) efisien terhadap pertumbuhan tanaman strawberry secara keseluruhan apabila mempertimbangkan tenaga kerja, sedangkan NPK 12-6-24 dosis 2 g aplikasi kocor efisien apabila mempertimbangkan jumlah pupuk yang digunakan dan Perlakuan NPK 12-6-24 lebih efisien dibandingkan pupuk NPK 16-16-16 rekomendasi pada semua parameter Kata Kunci: Strawberry, Pupuk NPK, Dosis, Aplikas

    Diversifikasi Produk Tepung Pati Garut (Maranta arundinaceae, Linn.) Menjadi Sohun

    Full text link
    AbstrakBerbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan terhadap tingginya ketergantungan impor terigu, salah satunya adalah mengembangkan tepung umbi-umbian yang ada di wilayah Nusantara. Diantara umbi potensial adalah garut terutama tepung pati garut. Tujuan penelitian ini adalah divesrsifikasi tepung pati garut menjadi produk sohun. Umbi garut dibuat tepung pati garut, selanjutnya dibuat sohun. Parameter sohun yang dibuat diuji meliputi penentukan rasio pati dan air untuk gelatinisasi, penentuan rasio pati tergelatinasi dengan pati kering, penentuan cara gelatinasi serta pengujian total cooking loss dan uji sensoris terhadap sohun yang dihasilkan. Pengembangan produk tepung pati garut menjadi sohun menunjukkan bahwa proses pembuatan sohun dengan bahan utama tepung pati garut memerlukan rasio pati dengan air adalah 1:8, rasio pati yang digunakan gelatinasi dan pati kering 1: 11 serta proses pemasakan dengan pengukusan. Sohun yang diproduksi dari tepung pati garut meskipun berbeda dengan sohun komersial namun miliki rasa yang diterima konsumen dan total cooking loss (6,4249 %) yang memenuhi persyaratan sohun. Tepung pati garut potensial untuk diversifikasi pangan menjadi produk sohun

    Pembuatan Sabun Padat Transparan Berbasis Bahan Minyak Jarak (Castor Oil) Dengan Penambahan Bahan Aktif Ekstrak Teh Putih (Camellia sinensis)

    Full text link
    Ekstrak teh putih mengandung senyawa katekin yang tinggi. Kandungan tersebut dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penambahan ekstrak teh putih pada sabun padat transparan berbasis minyak jarak dapat menambah aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pembuatan sabun padat transpran, mengetahui formulasi penambahan ekstrak teh putih, mengetahui sabun terbaik analisis berdasarkan karakteristik fisiko-kimia, aktivitas antibakteri, dan organoleptik, serta kesesuaian sabun dengan SNI 06-3532-1994. Perlakuan konsentrasi ekstrak teh putih adalah 1,5 % (b/v) dengan penambahan sebesar  A = 0% (b/v), B = 0,5% (b/v), C = 1,0% (b/v), dan D = 1,5% (b/v) dari 300 gram basis sabun. Pengujian sampel sabun meliputi sifat fisika-kimia, aktivitas antibakteri, dan organoleptik. Hasil sabun terbaik berdasarkan nilai pembobotan sifat fisika-kimia dan aktivitas antibakteri adalah sampel sabun penambahan ekstrak teh putih 1 % b/v (C) mencapai 3,39. Nilai hasil analisis sampel perlakuan C adalah kadar air dan zat menguap 24,48%, jumlah asam lemak 1,13%, kadar asam lemak bebas 0,21%, kadar fraksi tak tersabunkan 0,94%, nilai pH 10,67, kekerasan 0,0037 mm/gram/detik, stabilitas busa 44,4% dan diameter daya hambat 18,5 mm. Hasil sabun terbaik berdasarkan nilai pembobotan organoleptik adalah sabun kontrol (A) mencapai 2,75. Kata kunci : Sabun Padat Transparan, Minyak Jarak, Ekstrak Teh Putih, Aktivitas Antibakteri, Sifat Fisiko-Kimi

    Pendugaan Umur Simpan Sirup Buah Semu Jambu Mete (Anacardium occidentale, L) dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT)

    Full text link
    Sirup buah semu jambu mete merupakan salah satu alternatif pengolahan buah semu jambu mete yang selama ini masih belum dimanfaatkan secara optimal.  Umur simpan dari sirup ini belum diketahui dengan jelas sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama umur simpan produk sirup buah semu jambu mete yang selama ini diproduksi oleh produsen sirup dengan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT).  Pembuatan sirup dalam penelitian ini mengikuti prosedur yang biasa dilakukan oleh masyarakat.  Sirup dikemas dalam botol-botol dengan volume 150 ml kemudian disimpan pada suhu 50C, 270C, dan 500C.  Analisis dilakukan setiap 7 hari sekali terhadap warna, pH, dan total koloni.  Hasil penelitian menunjukkan umur simpan sirup buah jambu mete berdasarkan parameter perubahan jumlah koloni mikrobia adalah 48 hari

    Strategi Bersaing Keripik Singkong Cap Gerus Produksi UKM Sumekar Pratiwi Kabupaten Tuban

    Full text link
    This research aim to assess the determinants of success of Cassava Chips Gerus, assess the competitive position of Cassava Chips Gerus, and formulate the alternative strategies for SME Sumekar Pratiwi in order to market their products. The basic method used in this research is descriptive analytic. Subject of this research is determined purposively. The data used in this study are primary and secondary data. This study used Competitive Profile Matrix (CPM) as its analysis data method. The result shows factors that determined the success of cassava chips Gerus brand. Based on CPM analytic, the product of cassava chips Gerus brand (3.116) occupies the second position in comparison to its competitors, namely cassava chips C (2.058) and cassava chips D (1.655). Cassava chips B (3,171) occupies the first position. Alternative competitive strategy that can be applied to the cassava chips Gerus is to promote the brand Gerus brand through sales-force promotion, conduct product positioning to create the image of quality products: that taste more savory, has the most recognized brands, more attractive label design and label information is more informative, and benchmark color, taste of the final product after the meal and set prices quantity discounts to final consumersKey words: Cassava Chips, Competitive Profile Matrix, Competitive Strateg

    Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Aktivitas Enzim dan Lignin Pada Proses Fermentasi Kulit Buah Kakao Menggunakan Kapang Phanerochaete chrysosporium

    Full text link
    Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas enzim lignilolitik dan lignin pada proses fermentasi kulit buah kakao. Substrat yang digunakan yaitu kulit buah kakao sedangkan penggunaan kapang yaitu Phanerochaete chrysosporium. Preparasi KBK yaitu KBK segar dicacah, digiling halus kemudian dikeringkan. Preparasi kapang dengan menumbuhkan kapang dalam medium cair. Metode penelitian yang dilakukan yaitu lama fermentasi yang dilakukan adalah melakukan fermentasi KBK dengan lama hari yang berbeda yaitu 5, 7, 9, 11 dan 13 hari pada suhu 370 C dan pH 7 menggunakan lima perlakuan dan lima ulangan. P0 = fermentasi KBK selama 5 hari, P1 = fermentasi KBK selama 7 hari, P2 = fermentasi KBK selama 9 hari, P3 = fermentasi KBK selama 11 hari, P4 = fermentasi KBK selama 13 hari. Fermentasi dengan menggunakan erlenmeyer 500 ml dan ditutup dengan kapas. Variabel yang diamati meliputi aktivitas enzim LiP dan MnP, NDF, ADF, lignin. Analisis data yang diperoleh akibat perlakuan diuji dengan Analisis Variansi (ANOVA) dengan rancangan penelitian pola searah, bila terdapat perbedaan variabel karena perlakuan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s multiple range test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi selama 7 hari aktivitas enzim tertinggi LiP sebesar  0,527 ± 0,04 unit/ml dan MnP sebesar 0,063 ± 0,00  unit/ml, kandungan lignin terendah 26,30± 0,35%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu fermentasi dengan menggunakan kapang Phanerochete chrysosporium baik pada fermentasi selama 7 hari

    The effect of Consumption of Black Sorbean Tempe against Blood Plasma Amino Acid Profiles of Rats

    Full text link
    Tempe is a food derived from plant materials that have a high-quality protein, easy to digest and low anti-nutritional. This study aims to determine the effect of the consumption of black soybean tempe against blood plasma amino acid profiles of rats. A total of 20 rats were grouped into 5 (five). Rats were placed in individual cages and room temperature (25 - 27oC). Maintained for 30 days of each group were treated with the standard feeding and feed plus black soybean tempe flour (25, 50, 75 and 100% instead of casein). On day 31, as many as 20 rats as much as 1 ml of blood is taken. Obtained blood plasma was separated to be used for the analysis of amino acid profile. The results showed that there were 14 types of amino acids  detected in the blood plasma. The highest amino acid was glutamic acid and the lowest was glutamine. Consumption of black soybean tempe increased blood plasma amino acid levels

    188

    full texts

    287

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇