AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Not a member yet
    287 research outputs found

    Strategi UMKM Bertahan dan Berkembang di Era New Normal berbasis Model Bisnis Canvas (kasus UMKM Gethuk Take, Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar)

    Get PDF
    UMKM di Indonesia mampu berkontribusi menyumbang Produk Domestik Bruto maupun penyerapan tenaga kerja dalam berbagai kondisi perekonomian bangsa. Namun, pandemi Covid 19 memberikan dampak yang cukup signifikan pada UMKM karena daya beli masyarakat menurun sebagai akibat lesunya perekonomian dan banyaknya pengangguran. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji fenomena ditengah banyaknya UMKM mengalami penurunan omset dan kebangkrutan, masih ada UMKM yang bertahan dan berkembang ditengah-tengah serangan Covid 19” bahkan bertahan pada tatanan kehidupan baru (new normal) untuk dijadikan motivasi UMKM lain ditengah tatanan kehidupan baru tersebut. Guna kajian tersebut peneliti melakukan kajian pada salah satu UMKM olahan pangan yang mampu bertahan mekispun terdampak covid 19, yaitu UMKM Gethuk Take berada di wilayah Kecamatan Tawangmawu Kabupaten Karanganyar. Penelitian merupakan penelitian kualitatif, dengan metode analisis menggunakan bisnis model canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pandemi Covid 19 secara telah menurunkan omset penjualannya karena basis konsumennya adalah para wisatawan, namun meski demikian UMKM Gethuk Take masih bisa bertahan dengan berbagai tindakan penyesuaian sebagai berikut : 1. Strategi inovasi produk dan pasar yang merupakan kunci keberhasilan untuk bertahan dan berkembang dalam masa pandemi seyogyanya tetap dilakukan dalam kondisi apapun, karena inovasi diharapkan akan menarik perhatian kepada konsumen yang loyal maupun calon konsumen baru. 2. Selain itu model bisnis berbasis digital dalam pemasaran dan keuangan sebaiknya secara gradual dijalankan agar bisnis dapat dilakukan dengan baik, tetap sehat pelakunya dan usaha terus dapat berkembang di era digitalisasi yang semakin cepat mendorong perubahan-perubahan perilaku konsumen.Kata Kunci :     Covid 19, Model Bisnis Canvas, UMKM Gethuk Take

    PENGARUH PEMBERIAN URINE KELINCI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK VANILI: -

    Get PDF
    Vanilla plant propagation is usually done by cutting. Vanilla cuttings that are grown are expected to develop optimally into seeds which will eventually produce well. The thing that needs to be considered to support the growth of vanilla cuttings at a later stage is the adequacy of the supply of nutrients and growth determinants or PGR. Rabbit urine is a natural substance that contains certain nutrients and PGR which can be added to support the growth and development of vanilla cuttings. This experiment aims to examine the effect of rabbit urine on the growth of vanilla cuttings. The experiment was conducted at the Office of the Sindanglaya Plantation Seeding Center, Bandung, West Java from August to November 2022. The experimental method was experimental using a completely randomized design with treatment without rabbit urine and rabbit urine with concentrations of 5%, 10% 15%, 20% respectively. Each treatment was repeated five times. The experimental results showed that administration of 15% concentration of rabbit urine produced the best growth in the parameters of the number of roots, number of leaves and shoot length of vanilla cuttings up to the age of 14 WAPPerbanyakan tanaman vanili biasanya dilakukan dengan cara penyetekan. Setek vanili yang ditumbuhkan diharapkan dapat  berkembang optimal menjadi bibit yang pada akhirnya berproduksi dengan baik. Hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan setek vanili pada tahap selanjutnya adalah kecukupan pasokan unsur hara dan zat penentu pertumbuhan atau ZPT. Urine kelinci merupakan bahan alami yang mengandung unsur hara tertentu dan ZPT yang dapat ditambahkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan setek vanili. Percobaan ini bertujuan untuk menguji pengaruh urine kelinci terhadap pertumbuhan setek vanili. Percobaan dilakukan di Kebun Dinas Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan Sindanglaya, Bandung, Jawa Barat dari bulan Agustus sampai dengan bulan November 2022. Metode percobaan adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan tanpa urine kelinci dan urine kelinci dengan konsentrasi berturut-turut 5%, 10%, 15%, 20%. Setiap perlakuan diulang lima kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian urine kelinci konsentrasi 15% menghasilkan pertumbuhan terbaik pada parameter jumlah akar, jumlah daun dan panjang tunas setek vanili sampai dengan umur 14 MSP

    PEMBERIAN PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS DAUN LAMTORO PADA PERTUMBUHAN AWAL LAMTORO TARRAMBA DENGAN LEVEL YANG BERBEDA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun lamtoro pada pertumbuhan awal lamtoro Tarramba dengan level yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan. perlakuan yang diuji adalah tanpa pemberian pupuk/polybag (P0), pemberian pupuk 200 gram/polybag (P1), pemberian pupuk 400 gram/polybag (P2), pemberian pupuk 600 gram/polybag (P3), dan pemberian pupuk 800 gram/polybag (P4). Variabel yang diukur dalam penelitian ini ialah tinggi tanaman, jumlah daun majemuk (helai), diameter batang, dan tangkai daun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata (P<0,05) pada pertumbuhan awal tanaman lamtoro kecuali pada variabel jumlah daun majemuk. Pertumbuhan tanaman lamtoro Tarramba dengan pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun lamtoro pada perlakuan level terbaik P4(800) gram/polybag pada minggu ke 10 dimana ditemukan tinggi tanaman sebesar 91,00 cm, diameter batang 5,76 cm, tangkai daun 37,00 tangkai. Disimpulkan bahwa pemberian pupuk sludge biogas daun lamtoro terhadap tanaman lamtoro Tarramba mampu meningkatkan potensi pertumbuhan vegetative tanaman

    THE INFLUENCE OF BREEDER KNOWLEDGE IN THE UTILIZATION OF AGRICULTURAL WASTE AS BEEF CATTLE FEED IN SAMANGKI VILLAGE,SIMBANG DISTRICT,MAROS REGANCY

    No full text
    AbstractThe purpose of this study was to determine whether factors Cosmopolitan , Education and Extension Intensity significant effect either simultaneously or partially on Knowledge Breeders In Agricultural Waste Utilization For Beef Cattle Feed Samangki Village , District Simbang , Maros. Partially research results obtained Cosmopolitan factor ( X1 ) and counseling intensity (X2) significantly affects Breeders Knowledge in Agricultural Waste Utilization For Beef Cattle Feed ( Y ) , while counseling intensity ( X2 ) no significant effect on the Breeders Knowledge Utilization of Agricultural Wastes For Beef Cattle Feed ( Y ) . Simultaneously Cosmopolitan factor ( X1 ) and counseling intensity ( X2 ) significantly influence Breeders Knowledge in Agricultural Waste Utilization For Beef Cattle Feed ( Y ) .Keywords :  Breeders Knowledge , Cosmopolitan , Counseling Intensit

    Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo

    Get PDF
    Dulupi is one of the districts in Boalemo Regency which is a center for maize production, but the high intensity of maize cultivation causes a decrease in the quality of the local land. This research aimed to determine the land suitability classes and limiting factor for maize (Zea mays L.). The research was carried out in Dulupi District of Boalemo Regency from September  to Desember 2022. It employed a data matching method, matching the data for each land unit with suitability criteria. The findings revealed that the level of the land suitability for maize in Dulupi  District, Boalemo Regency had theree classes of land suitability, namely moderately suitable (S2) of 88% (6314,54 Ha), marginally suitable (S3) of 10% (763,89 Ha), and not suitable (N) of 2% (41,15 Ha). In contrast, the yield-limiting factors were nutrient retention, avaible nutriens (N, P, K), erosion hazard, drainage, and effetive depth. With the improvment efforts, the yield limiting factors in the potential land and suitability increased to S2 and S3 classes

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN LADA DI KABUPATEN BANGKA SELATAN

    Get PDF
    AbstrakLada (Piper ningrum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan salah satu komoditas subsektor perkebunan yang memberikan devisa negara yang cukup besar bagi Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman lada dapat dimulai dengan evaluasi kesesuaian lahan sebelum budidaya lada dimulai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan aktual dan potensial di Kabupaten Bangka Belitung bagian selatan, memberikan peta, serta memberikan rekomendasi perbaikan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi eksploratif serta penelitian dan analisis lapangan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman lada berdasarkan kondisi sebenarnya memiliki kemiringan lahan 0-3% dan 3-8%. Tekstur tanah sedang dan agak halus, kedalaman efektif 40 cm dan 100 cm. Kondisi kimia tanah memiliki pH < 5,5, kandungan C-organik (Satuan Peta Tanah) tertinggi LMU 5 sebesar 5,76 dan terendah LMU 8 sebesar 1,15. N-total tertinggi sebesar 0,19% pada LMU 2 dan terendah sebesar 0,04 pada LMU 9. P2O5 tertinggi pada LMU 5 sebesar 163,20 mg/kg dan terendah sebesar 33,02 mg/kg. K2O tertinggi adalah 0.13me/100g di LMU 1 dan 2, dan terendah di LMU 12 adalah 0.05. KTK tertinggi adalah 26,55/100g di LMU 8 dan terendah di LMU 9 adalah 6,05 me/100g. Kelas kesesuaian lahan sebenarnya untuk tanaman Lada adalah Sesuai Marjinal (S3). Faktor pembatas kesesuaian lahan aktual tanaman cabai adalah media perakaran, retensi hara, hara tersedia, dan bahaya banjir. Faktor pembatas tersebut dapat diatasi dengan perbaikan optimal menjadi sangat sesuai (S1), media perakaran menjadi masalah karena kedalaman tanah cukup dangkal dan jika dilakukan perbaikan optimal hanya berubah menjadi S2 atau cukup sesuai.Kata Kunci : Lada; Satuan Pemetaan Tanah; Faktor pembata

    STRATEGI PENGEMBANGAN GEMBILI (Dioscorea sp.) KOMODITAS PANGAN LOKAL DI KABUPATEN SUKOHARJO, JAWA TENGAH

    Get PDF
    AbstrakPengeanekaragaman pangan perlu menjadi perhatian dalam mencapai ketahanan pangan. Pengembangan komoditas lokal dari jenis umbi merupakan salah satu upaya alternatif sumber pangan selain beras. Penelitian strategi pengembangan komoditas gembili (Dioscorea sp.) memiliki tujuan menganalisis kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari faktor eksternal dan internal budidaya, panen, pasca panen, dan pemasaran gembili dengan metode analisis SWOT. Faktor internal (IFE) pengembangan gembili yaitu 3,015, sedangkan faktor eksternal pengembangan gembili mencapai 2,343. Hasil analisis SWOT usahatani gembili memiliki kekuatan yang tinggi karena sistem budidaya yang sangat adaptif kondisi kering dan kurang air. Area strategi untuk usahatani gembili yaitu area IV maka strategi tumbuh dan berkembang. Gembili memerlukan perbaikan budidaya dalam penentuan benih unggul, pengaturan jarak tanam, dan pemupukan. Peningkatan citra gembili dan inovasi pengolahan diperlukan agar konsumsi gembili menjadi kebiasaan di masyarakat. Kata Kunci: Gembili, Lokal, Pangan, Strategi, SWO

    PEMILIHAN SUPPLIER PADA PT MITRA DESA PAMARICAN (PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS)

    Get PDF
    AbstrakSupplier berperan penting dalam sebuah perusahaan karena berperan sebagai penyedia bahan baku. Bahan baku diperlukan untuk melaksanakan kegiatan produksi dengan lancar. Dalam pemilihan supplier harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menyebabkan terganggunya proses produksi dan operasional perusahaan. Ketika mendapatkan pesanan yang mendadak dan dalam jumlah yang besar maka  perusahaan PT Mitra Desa Pamarican mengadakan musyawarah dan belum adanya prioritas supplier, kriteria dan subkriteria dalam menentukan keputusan pembelian bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria, subkriteria dan supplier prioritas dalam sebuah perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan di PT Mitra Desa Pamarican Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat di peroleh 3 responden yaitu Direktur Utama, Manajer Pemasaran dan Manajer Produksi dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel pertimbangan (Judgement Sampling). Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Metode ini dihitung secara manual menggunakan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian menunjukan kriteria kualitas sebagai prioritas kriteria pertama dengan subkriteria memberikan kualitas yang konsisten menjadi prioritas pertama.  Prioritas kedua adalah kriteria kebijakan garansi dan klaim dengan subkriteria memberikan jaminan atau garansi terhadap barang menjadi prioritas pertama. Prioritas ketiga adalah kriteria harga dengan subkriteria cara pembayaran merupakan prioritas pertama. dan untuk supplier prioritas pertama adalah supplier 2 adalah Tengkulak Majenang dengan nilai bobot 2,395069606, supplier prioritas kedua yaitu supplier 3 adalah Tengkulak Karawang dengan nilai bobot 2,331940897, supplier prioritas ketiga yaitu supplier 1 adalah petani yang ada di Kecamatan Pamarican dengan nilai bobot 1,872989497.Kata Kunci : Supplier, Analytical Hierarchy Process, Gaba

    PRODUKSI DAN PEMASARAN “KUFFEA” LULUR HERBAL BERBAHAN DASAR BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.), BUBUK KUNYIT (Curcuma longa L.), DAN BUBUK KOPI (Coffea Arabica L.).

    Get PDF
    Abstrak Kuffea merupakan produk lulur herbal tradisional yang terbuat dari tanaman berkhasiat obat yaitu bubuk daun kelor, bubuk kunyit, dan bubuk kopi. Formulasi lulur bentuk krim yaitu 0,25 ml ekstrak daun kelor, 0,1 ml ekstrak kunyit, 1 ml ekstrak kopi, 1 ml ekstrak kulit kopi, 0,3 gram bubuk kopi, 7 gram tepung beras, 7 gram tepung tapioka, 2 gram butiran scrub, 5 gram asam stearat, 3 gram cetyl alkohol, 0,05 gram propyl paraben, 50 ml aquades, 6 ml propylen glikol, 0,05 gram metyl paraben, dan 0,05 ml parfum. Formulasi lulur bentuk bubuk yaitu 0,5 gram bubuk daun kelor, 0,5 gram bubuk kunyit, 3 gram bubuk kopi, 6 gram bubuk kulit kopi, 16 gram tepung beras, 16 gram tepung tapioka, dan 8 gram butiran scrub. Proses pembuatan produk “Kuffea” yaitu pembuatan butiran scrub, pembuatan ekstrak, dan pembuatan produk jadi lulur. Pengujian produk meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, dan uji hedonik. Strategi pemasaran produk menggunakan prinsip 4P (Product, Price, Place, Promotion). Pemasaran dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Harga jual produk lulur bentuk krim Rp 15.500, total penerimaan Rp 232.500, keuntungan Rp 31.330,75, BEP Produksi 8 unit, BEP Harga Rp 13.500, R/C Ratio 1,155 > 1 dan B/C Ratio 0,115 > 0. Harga jual produk lulur bentuk bubuk Rp 12.000, total penerimaan Rp 180.000, keuntungan Rp 28.992, BEP Produksi 7 unit, BEP Harga Rp 10.100, R/C Ratio 1,191 > 1 dan B/C Ratio 0,191 > 0. Maka usaha lulur herbal “Kuffea” dapat dikatakan layak untuk dikembangkan dan menguntungkan.Kata kunci: lulur, daun kelor, kunyit, kopi arabika, pemasaran

    ANALISIS KUALITAS ECO ENZYM DARI BERBAGAI BAHAN DASAR KULIT BUAH UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN

    Get PDF
    Eco enzyme adalah salah satu solusi yang dapat dijadikan alternatif dalam pemanfaatan sampah organik menjadi input bermanfaat di bidang pertanian salah satunya sebagai POC. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan nilai pH dan kandungan hara N, P dan K pada larutan eco enzym berbahan dasar kulit pepaya (Carica papaya L.), kulit nenas (Ananas comosus L.), kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus),. Penelitian telah dilakukan di Lahan Percobaan dan Laboratorium Ilmu Tanah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan tahapan penelitian adalah pembutan eco enzym dan dilakukan pengujian pH serta kandungan hara masing – masingnya. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen (percobaan). Hasil penelitian menunjukkan nilai pH berkisar antara 3,5 – 4,0; kandungan N berkisar antara 0,06 % - 0,15 %; nilai P berkisar 11,45 mgP2O5/100g – 2,29 mgP2O5/100g; dan kandungan K adalah 10,83 mgK2O/100g – 26,26 mgK2O/100g. Langkah untuk dapat meningkatkan kandungan hara dapat dilakukan dengan pembuatan eco enzym dengan menggunakan berbagai bahan baku kulit buah

    188

    full texts

    287

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇