AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK DAN ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JAMU GENDONG DI DESA KIRINGAN, JETIS, BANTUL, YOGYAKARTA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan atribut yang menjadi keputusan pembelian jamu gendong di Desa Kiringan. Jumlah responden sebanyak 100 orang yang dipilih secara acak. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis fishbein. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumen jamu gendong di dominasi berjenis kelamin perempuan, rata-rata usia 21-30 tahun, berstatus menikah, pendidikan terakhir SMA, dan memiliki pendapatan perbulan < Rp.1.500.000,00. Atribut yang menjadi keputusan pembelian jamu gendong ada 11 atribut yaitu meliputi rasa, khasiat, komposisi, merek, kemasan, harga, keamanan, kemudahan dan ketersediaan. Atribut yang menjadi pertimbangan keputusan pembelian yaitu atribut khasiat, atribut rasa, dan atribut keamanan. Dengan total skor khasiat 8,05, rasa 6,57, keamanan 5,76. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen sebelum membeli memperhatikan manfaat yang ada pada produk dan rasa yang menjadi pertimbangan pembelian ulang. Kata kunci : Karakteristik, Atribut, Jamu, Keputusan Pembelian
RESPONS PERTUMBUHAN AKAR BIBIT SECANG (Caesalpinia sappan L.) DI DATARAN RENDAH TERHADAP SITOKININ DAN GIBERELIN
Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan salah satu tanaman obat yang ada di Indonesia. Bagian tanaman secang yang dimanfaatkan adalah empulur yang ada pada batang. Saat panen secang, batang ditebang, sehingga diperlukan replanting. Replanting membutuhkan bibit yang baik, untuk meningkatkan pertumbuhan maka dapat diaplikasikan zat pengatur tumbuh (ZPT) saat di pembibitan. Sitokinin dan Giberelin adalah ZPT yang berperan aktif dalam pembelahan sel sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan. Akar adalah salah satu organ utama tanaman, apabila pertumbuhan akar baik maka pertumbuhan bagian atas tanaman (batang dan daun) akan baik pula. Kisaran ketinggian tempat tumbuh secang, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Perbedaan suhu akibat perbedaan ketinggian tempat akan berpengaruh pada pertumbuhan bibit secang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sitokinin dan giberelin terhadap pertumbuhan akar bibit secang. Percobaan dilakukan di kebun percobaan Kec. Kawalu pada ketinggian 317 meter di atas permukaan laut, pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan konsentrasi sitokinin, giberelin dan kombinasi keduanya. Satu perlakuan terdiri dari 7 bibit dan diulang tiga kali, Hasil percobaan menunjukkan terdapat respons panjang akar terhadap aplikasi ZPT sitokinin dan giberelin, sedangkan respons volume akar dan bobot kering akar terhadap ZPT adalah tidak berbeda.Kata kunci : Bibit, Giberelin, Sitokinin, Secan
KEPUASAN KONSUMEN MUDA TERHADAP DESAIN KEMASAN BERAS ORGANIK DI INDONESIA
Pengembangan produk beras organik penting untuk menarik konsumen muda untuk membeli dan mengonsumsi. Saat membeli produk, pengemasan adalah daya tarik terpenting bagi konsumen. Selain itu, konsumen juga menginginkan bentuk kemasan yang menjaga produk dalam kondisi baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kepuasan konsumen muda terhadap kemasan beras organik di Indonesia. Penelitian dilakukan di berbagai kota Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Jogjakarta, Bojonegoro, Kotawaringin Barat, penajam paser utara dan Soloraya dengan responden konsumen beras organik pada usia 17-35 tahun. Data dianalisis menggunakan analisis CSI (Customer Satisfaction Index). Hasil temuan menunjukan bahwa kepuasan konsumen muda terhadap atribut kemasan beras organik di Indonesia tergolong sangat puas. Estetika kemasan menjadi atribut yang harus mendapatkan perhatian untuk ditingkatkan agar dapat meningkatkan kepuasan konsumen dalam berbelanja
KINERJA PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) BANDA TANGAH DALAM PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI SAWAH DI KECAMATAN LUBUK SIKARAH KOTA SOLOK
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan berbagai aspek dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Banda Tangah di daerah irigasi Banda Pamujan Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok. 2) Menganalisis tingkat kepuasan petani yang tergabung dalam P3A Banda Tangah terhadap kinerja Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Banda Tangah dalam jaringan irigasi di Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok. Responden ditentukan dengan cara simple random sampling., pengambilan sampel 25 persen dari 142 anggota P3A yaitu 36 sampel. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan analisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek organisasi Memberikan peran kepada organisasi P3A Banda Tangah sebagai pemeran utama dalam mengelola jaringan irigasi, aspek pembinaan dalam hal yang berhubungan dengan pemanfaatan air irigasi, aspek keuangan ini disimpan dan dimanfaatkan oleh kelompok P3A untuk pembiayaan serta pengelolaan jaringan irigasi, aspek kondisi fisik jaringan P3A Banda Tangah dapat dikatakan baik, Aspek Pemiliharaan jaringan dalam kegiatan ini meliputi: penelusuran jaringan irigasi, aspek penggunaan air irigasi teknis pada usahatani padi sawah di Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian antara kinerja P3A Banda Tangah dan kepentingan petani yang tergabung dalam kategori memuaskan. Hasil dari Diagram Kartesius, variabel variabel yang menentukan kepuasan petani P3A Banda Tangah Kota Solok terletak pada Kuadran 2 dan Kuadran ke 3
OPTIMASI BIO-SLURRY PADAT PADA PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) DI LAHAN MARGINAL
AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa dosis bio-slurry optimum yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi hijau di lahan marginal. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – Juli 2022 di Desa Sidorejo, Kab. Tuban. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 6 kali dengan perlakuan P1 = 0 g polybag-1 (kontrol), P2 = 25 g polybag-1, P3 = 50 g polybag-1 dan P4 = 75 g polybag-1. Parameter pertumbuhan yang diamati antara lain rerata tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot konsumsi per polybag. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA), kemudian dilakukan uji lanjut BNJ pada taraf kepercayaan 5%. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian bio-slurry sebanyak 50 g polybag-1 dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi hijau yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot konsumsi per polybag secara optimum di lahan marginal. Kata kunci : Bio-slurry, Dosis, Marginal, Pupuk, Sawi Hija
Penentuan Konsentrasi Peg Untuk Seleksi Toleransi Kekeringan Pada Fase Benih Menggunakan 3 Varietas Cabai Lokal Sumatera Barat
Abstrak PEG sering dipergunakan untuk seleksi toleransi cekaman kekeringan pada fase perkecambahan benih. Selain itu PEG juga dapat berguna untuk osmoticum priming karena bersifat inert secara kimiawi dan tidak menimbulkan efek merusak pada embrio benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kritis pemberian poly ethylene glycol (PEG 6000) yang menyebabkan penurunan perkecambahan benih 3 varietas cabai local Sumatera Barat sehingga dapat dipergunakan untk skrening toleransi kekeringan genotipe cabai pada fase perkecambahan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor. Faktor pertama adalah 3 varietas cabai yaitu Cabai Lontabar, Kopay dan Aka. Faktor kedua terdiri dari 6 perlakuan konsentrasi PEG yaitu 0%, 5%, 10%, 15%,20% dan 25 %. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi PEG 15% menyebabkan penurunan perkecambahan 3 varietas cabai asal Sumatera Barat. Pada konsentrasi 20% benih cabai sudah tidak berkecambah. Oleh karena itu untuk skrining toleransi kekeringan dapat menggunakan konsentrasi PEG 15% sehingga proses seleksi lebih efektif dan efisien. Kata kunci : Cabai, seleksi, PEG, toleran kekeringa
KEARIFAN LOKAL DALAM PEMANENAN DAN PENJUALAN BATANG SAGU
Dalam kehidupan masyarakat terutama di pedesaan, kearifan lokal masyarakat yang bersumber dari nilai-nilai religi dan kondisi lingkungan turut mewarnai dalam pengelolaan kebun sagu. Diantara kearifan lokal tersebut terdapat pada saat pemanenan, pengangkutan sampai penetapan harga dalam proses jual beli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, observasi dan wawancara. Dalam proses pemanenan terdapat pengetahuan lokal yang digunakan untuk menentukan batang yang masak tebang dengan melihat kemunculan bunga muda. Sementara itu, sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan rawa yang minim sarana jalan, masyarakat menggunakan cara menggolek dan menggunakan pelepah sagu sebagai landasan jalan untuk mengeluarkan tual sagu dari kebun. Selanjutnya untuk membawa tual-tual sagu ke pabrik dengan cara dihanyutkan ke sungai dan ditarik dengan perahu motor. Dalam proses penetapan harga, selain faktor ekonomi (keuntungan) juga terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang berdasarkan nilai sosial religi, hubungan kerabat dan motivasi tolong menolong. Nilai-nilai seperti ini dianggap membawa keberkahan, kebahagiaan, dan rezeki yang lapang bagi para pelakunya
PENGARUH PENAMBAHAN CARABOXYL METHYL CELLULOSA TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI SELAI DAGING BUAH PALA (Myristica argentea Warb.)
Kabupaten Fakfak merupakan salah satu penghasil komoditas pala di Indonesia. Jenis pala di Kabupaten Fakfak yaitu Myristica argentea Warb yang disebut juga dengan pala Papua. Petani pala hanya mengambil biji dan fuli karena bernilai ekonomi yang tinggi, sedangkan daging buahnya hanya dibuang. Padahal daging buah pala memiliki komponen terbesar dari buah pala segar. Pemanfaatan daging buah pala secara optimal dapat diolah menjadi selai. Pembuatan daging buah pala menjadi selai membutuhkan bahan pengisi seperti carboxymethyl cellulose. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan carboxymethyl cellulose terhadap karakteristik sensori selai daging buah pala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu tingkat konsentrasi CMC yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 0,5%, 0,75%, dan 1%. Karakteristik sensori diperoleh dari uji organoleptik dengan parameter aroma, warna, rasa, dan tekstur. Skor organoleptik yaitu 1(sangat tidak suka)-7(sangat suka). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan ANOVA (Analysis Of Variance) dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncans Multiple Range Test) menggunakan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selai daging buah pala dengan penambahan CMC 0,5% memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap tekstur selai daging buah pala dan tidak berpengaruh nyata (p> 0,05) terhadap warna, aroma dan rasa
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN USAHATANI KUBIS DATARAN TINGGI, DATARAN SEDANG, DAN DATARAN RENDAH DI KABUPATEN LOMBK TIMUR
Rendahnya produksi usahatani salah satunya disebabkan belum efisiennya penggunaan faktor produksi. Selain itu, faktor eksternal seperti letak geografis, perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan produksi fluktuatif sepanjang musim tanam. Kombinasi penggunaan faktor produksi yang tepat menghasilkan produksi aktual pada akhirnya berpengaruh terhadap pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pendapatan usahatani kubis pada dataran tinggi, dataran sedang dan dataran rendah. Metode dasar penelitian menggunakan deskriptif analisis. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Desa Sembalun Bumbung pada ketinggian 800-1180 Mdpl, Desa Bebidas pada ketinggian 200-552 Mdpl dan Desa Peneda Gandor dengan ketinggian 13-81 Mdpl. Sampel penelitian ditentukan secara multistage random sampling sebanyak 45 petani dengan sebaran 15 petani masing-masing desa. Metode analisis menggunakan konsep total penerimaan dikurangi dengan total biaya sementara perbedaan pendapatan masing-masing wilayah diestimasi menggunakan analisis sample F-Test dan least significance different. Hasil penelitian menunjukkan dataran tinggi memiliki struktur pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan dataran rendah dan sedang. Sementara jika ditinjau dari perbedaan pendapatan masing-masing dataran menunjukkan dataran tinggi memiliki perbedaan pendapatan namun dataran sedang dan rendah tidak terdapat perbedaan yang signifikan.Kata kunci : usahatani kubis, pendapatan, petan
ANALISIS KERAGAMAN GEN PROLAKTIN (PRL) PADA ITIK PITALAH; ITIK LOKAL SUMATERA BARAT
AbstrakProlaktin merupakan hormon polipeptida yang disekresikan oleh kelenjar pituitary anterior dan secara spesifik kandidat gen yang mengontrol variasi jumlah produksi telur dengan reduksi biosintesis telur dalam beberapa periode mengeram. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keragaman gen Prolaktin pada itik Pitalah. Ekstraksi yang dilakukan pada sampel darah 45 ekor itik Pitalah dengan menggunakan protocol G-spinTM Total DNA Extraction Mini Kit dari Intron Biotechnology. Selanjutnya diamplifikasi dengan menggunakan sepasang primer forward 5’- CTG CAT CTG TGG ACA TTG CT-3’ dan reverse 5’GAA GCA GGT TTG GGA GTA CG-3’ dengan target fragmen 496 bp dan disekuensing menggunakan jasa 1sr Base Singapore. Data hasil sekuensing dianalisis menggunakan Seqmen DNASTAR dan MEGA 11 dan menunjukkan 14 keragaman pada daerah ekson 4 dan parsial intron 3 dan 4 pada titik mutasi INDEL 3703A, INDEL3939A, C3974A, A4030G, A4038C, T4056C, G4061A, T4091G, T4094A, T4098C, G4102A, C4106A, A4107C dan C4154G. Keragaman gen Prolaktin bersifat polimorfik dengan frekuensi genotype tidak dalam keseimbangan Hardy-Weinberg. Kata Kunci: Prolaktin, Itik Pitalah, Keragaman, Mutasi, Mutasi, Sekuensin