AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
POTENSI BIR PLETOK SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL KOMERSIAL
Bir pletok merupakan minuman diwariskan secara turun-menurun oleh masyarakat Betawi. Bir pletok muncul pada saat masa penjajahan Belanda. Minuman ini terbuat dari campuran rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh, secang, kapulaga, merica, biji pala, cabe jawa, dan gula. Proses pembuatan bir pletok terdiri dari pemilihan bahan baku, pencucian, perebusan, penyaringan, dan pengemasan. Minuman ini berpotensi dikembangkan menjadi salah satu produk komersial unggulan. Inovasi peningkatan kualitas produk yang dapat dilakukan antara lain pengaturan rasa, komposisi rempah, tingkat kemanisan dan pengemasan. Selain itu, diversifikasi produk menjadi sediaan bubuk atau konsentrat juga diperlukan guna menjangkau pasar yang lebih luas. Bir pletok yang terbuat dari campuran rempah seperti jahe, kayu manis dan secang terbukti memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri dan antiinflamasi. Oleh karena itu, minuman ini juga dapat menjadi kandidat menuman tradisional yang memiliki sifat fungsional bagi tubuh
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK AGROINDUSTRI KOPI ARABIKA DI KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH
Aceh Province is a leading national coffee producing province, one of the coffee producing centers in Aceh is Central Aceh Regency with the area planted with coffee plants in 2022 reaching 49,997/ha and coffee production reaching 36,060 tons/year. Coffee has economic value from both the farmer level and the final consumer. What often happens is that the value obtained by farmers is not equal to that obtained by other marketing institutions in the supply chain and coffee value chain, so adding value to coffee requires product development and maximum utilization of resources. by generating profits in all lines of institutions involved. The role of the Arabica coffee agroindustry is very helpful in developing coffee into finished products or processed coffee-based products, so that all systems in the coffee supply chain benefit. Apart from that, the role of the Arabica coffee agroindustry will have an impact on the value chain of Arabica coffee produced in Central Aceh Regency. The research method used is descriptive and quantitative analysis using the AHP Matrix. The results obtained show that the performance of the Arabica coffee agroindustry supply chain in 13 agroindustries in Central Aceh is at a below average level, extra improvement is needed to be able to obtain a good or excellent level.Provinsi Aceh merupakan provinsi penghasil kopi komoditas unggulan Nasional, sentra penghasil kopi di Aceh salah satunya yaitu dari Kabupaten Aceh Tengah dengan luasnya areal tanam tanaman kopi pada tahun 2022 mencapai 49.997/ Ha dan produksi kopi mencapai 36.060 ton/tahun. Kopi memiliki nilai ekonomis baik ditingkat petani hingga konsumen akhir, yang sering terjadi adalah nilai yang diperoleh petani tidak seimbang dengan yang diperoleh para Lembaga pemasaran lainnya dalam rantai pasok maupun rantai nilai kopi, sehingga dalam menambah nilai kopi dibutuhkan pengembangan produk dan pemanfaatan sumber daya secara maksimal dengan menghasilkan keuntungan disemua lini Lembaga yang terlibat. Peran agroindutri kopi arabika sangat membantu dalam pengembangan kopi menjadi produk jadi atau produk olahan berbahan dasar kopi, sehingga semua system dalam rantai pasok kopi mendapatkan manfaatnya, selain itu peran agronidustri kopi arabika akan berdampak kepada rantai nilai kopi arabika yang dihasilkan di Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan kuantitatif menggunakan Matrik AHP. Hasil yang diperoleh bahwa kinerja rantai pasok agroindustry kopi arabika di 13 Agroindustri di Aceh Tengah berada pada tingkatan below average, dibutuhkan peningkatan yang ekstra agar mampu memperoleh tingkatan good maupun excellent
CURAHAN TENAGA KERJA USAHATANI PADI LOKAL DI DESA TANJUNG HARAPAN KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar curahan tenaga kerja dan upah yang diperoleh petani, biaya penerimaan dan pendapatan petani serta pengaruh curahan tenaga kerja dan teknologi pertanian terhadap produksi padi pada usahatani padi lokal di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode Stratified Random Sampling sebanyak 30 orang. Jumlah curahan tenaga kerja pada usahatani padi lokal sebanyak 2.517 HOK dengan sistem upah harian. Dalam pelaksanaan usahatani biaya total rata-rata/petani Rp. 10.806.582/musim, produksi padi lokal rata-rata/petani 4.933 kg/musim dan harga jual rata-rata/kg Rp. 3.500, penerimaan rata-rata/petani Rp.12.775.000/musim, pendapatan rata-rata/petani Rp. 8.935.683/musim. Pengaruh curahan tenaga kerja (X1) dan teknologi pertanian (D) terhadap produksi (Y) padi secara simultan berpengaruh secara signifikan. Pengaruh curahan tenaga kerja (X1) dan teknologi pertanian (D) terhadap produksi (Y) padi secara parsial berpengaruh secara signifikan.
Kata Kunci : Curahan Tenaga Kerja; Usahatani; Padi Loka
Kajian Trichoderma dan Bakteri Fotosintetik sebagai Penunjang Budidaya Padi Organik
Semakin meningkat kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, budidaya padi organik menjadi semakin populer. Budidaya padi organik adalah metode pertanian yang berfokus pada penggunaan bahan-bahan alami dan praktek berkelanjutan untuk menghasilkan hasil panen padi yang sehat tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Biaya yang lebih tinggi untuk bahan organik, pupuk atau perlindungan tanaman alami menjadi kendala. Salah satu solusi menghadapi kendala tersebut menggunakan jamur Trichoderma dan bakteri fotosintetik. Trichoderma j membantu memperbaiki struktur tanah, dekomposisi bahan organik, menghasilkan enzim yang meningkatkan ketersediaan nutrisi. Bakteri fotosintetik berperan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia bagi tanaman, serta senyawa organik dan oksigen bagi pertumbuhan tanaman padi. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jamur Trichoderma dan bakteri fotosintetik (PSB) pada padi organik. Penelitian berlokasi di Beji Wetan, Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat 108 m dpl. Percobaan dengan membandingkan antara jamur Trichodherma dan bakteri fotosintetik pada petak lahan terpisah. Bakteri fotosintesik dengan konsentrasi 0, 5, 10, dan 15 ml/ L yang diulang sebanyak 3 kali. Trichoderma dengan konsentrasi 10, 20, dan 30 ml/l yang diulang sebanyak 3 kali. Pelaksanaan penelitian pada 01 April- 11 Juli 2023. Jamur Trichodherma dan bakteri fotosintetis memberikan kenaikan pertumbuhan dan hasil bila dibandingkan tanaman yang tidak diberi perlakuan. Konsentrasi terbaik Trichodherma 20 ml/l yang mampu memberikan hasil tertinggi untuk tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif, dan berat gabah per rumpun. Konsentrasi terbaik bakteri fotosintetis 10 ml/l yang mampu memberikan hasil tertinggi untuk tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif , dan erat gabah per rumpun
PENGARUH PEMBERIAN NITROGEN DAN JUMLAH ANAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) LOKAL PASURUAN
Sorgum merupakan tanaman serealia yang dapat membentuk anakan sebagai individu baru, cocok dibudidayakan di Indonesia dan dapat menjadi makanan pokok pengganti beras. Salah satu upaya dalam peningkatan produksi sorgum adalah melalui pengaturan jumlah anakan dan pemberian unsur hara nitrogen yang berperan besar dalam proses pertumbuhan vegetatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis nitrogen dan jumlah anakan, pengaruh dosis nitrogen serta pengaruh jumlah anakan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum lokal Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan pada bulan Desember 2022 – April 2023. Tanah yang digunakan memiliki pH 7,0 dengan kandungan N 0,11%, P2O5 11,06 ppm dan K2O 0,13 ppm. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial (dua faktor), faktor pertama dosis nitrogen (U) dengan level U1= 50% nitrogen, U2= 75% nitrogen, U3= 100% nitrogen dan faktor kedua jumlah anakan (P) dengan level P1= 1 anakan, P2= 2 anakan dan P3= 3 anakan. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 27 unit perlakuan. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tertinggi terdapat pada kombinasi 100% nitrogen dengan 1 anakan, yaitu sebesar 5,44 ton ha-1, diikuti dengan kombinasi 75% nitrogen dengan 1 anakan sebesar 4,49 ton ha-1 dan hasil terendah pada kombinasi 100% nitrogen dengan 2 anakan sebesar 4,49 ton ha-1. Sorghum is cereal crop that can form tillers as new individuals, suitable for cultivation in Indonesia and can be a staple food substitute for rice. One of the efforts in increasing production is through the regulation of the number of tillers and nitrogen nutrients which play a major role in the process of vegetative growth and regulation. This study aimed to determine the interaction between nitrogen dose and number of tillers, the effect of nitrogen dose and the effect of the number of tillers on the growth and yield of Pasuruan local sorghum plants. The research was conducted in Pohjentrek Village, Purworejo District, Pasuruan City in December 2022 - April 2023. The soil used had a pH of 7.0 with N content of 0.11%, P2O5 11.06 ppm and K2O 0.13 ppm. The study was arranged in a Factorial Randomized Block Design (two factors), the first factor was nitrogen dosage (U) with levels U1 = 50% nitrogen, U2 = 75% nitrogen, U3 = 100% nitrogen and the second factor was the number of tillers (P) with levels P1 = 1 tiller, P2 = 2 tillers and P3 = 3 tillers. Each treatment combination was repeated three times so there were 27 treatment units. The data obtained from the study were analyzed using analysis of variance (F test), if there was a significant effect then continued with the BNT test at the 5% level. The results showed that the highest production was found in the combination of 100% nitrogen with 1 tiller, which amounted to 5.44 tons ha-1, followed by a combination of 75% nitrogen with 1 tiller at 4.49 tons ha-1 and the lowest results in the combination of 100% nitrogen with 2 tillers at 4.49 tons ha-1
PEMANFAATAN RECORDING SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS TERNAK SAPI SUMBA ONGOLE DI KECAMATAN PANDAWAI KABUPATEN SUMBA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi respon peternak terhadap karakteristik peternak di Kecamatan Pandawai. Variabel yang diamati adalah karakteristik peternak dan respon peternak terhadap Inseminasi Buatan dengan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian faktor- faktor yang berpengaruh signifikan terhadap respon peternak di Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur adalah variabel Umur, dan Pengalaman Usaha, sedangkan Faktor yang tidak berpengaruh adalah kepemilikan ternak, pekerjaan dan pendidikan formal. Respon peternak terhadap Inseminasi Buatan dengan total skor sebesar 954, sehingga pada kategori sedang dalam mengetahui Inseminasi Buatan
ANALISIS KERAGAMAN GEN Follicle Stimulating Hormone (FSH) PADA ITIK PITALAH SUMATERA BARAT
Abstrak Itik Pitalah merupakan salah satu sumber daya genetik yang telah disahkan sebagai rumpun itik lokal asli Sumatera Barat. Keunggulan yang dimiliki oleh itik Pitalah adalah daya adaptasi yang baik. Follicle Stimulating Hormone (FSH) berperan dalam proses perkembangan folikel dan sekresi hormon steroid yang berfungsi dalam proses pembentukan kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman gen Follicle Stimulating Hormone (FSH) pada itik Pitalah Sumatera Barat dengan menggunakan sampel darah dari 45 ekor itik Pitalah betina. DNA isolasi diamplifikasi dengan menggunakan sepasang primer forward dan reverse yang didesain berdasarkan GeneBank DQ232890.1 dengan target fragmen 318 bp. DNA hasil amplifikasi disekuensing menggunakan jasa 1st Base Singapore untuk mengetahui keragaman gen Follicle Stimulating Hormone (FSH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 titik keragaman pada daerah target gen Follicle Stimulating Hormone (FSH). Keragaman gen Follicle Stimulating Hormone (FSH) ini bersifat polimorfik dan populasi itik Pitalah tidak berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg.Kata kunci: FSH; Itik Pitalah; Keragaman; Mutasi; Sekuensin
PENGARUH PEMBERIAN KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR PADA PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar N, P, dan K yang terdapat pada pupuk organik cair yang berasal dari kulit pisang kepok, serta menganalisis pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair tersebut terhadap pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescens). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2023 hingga Maret 2023 di Laboratorium dan Rumah Kaca Kampus Proklamator 2, Universitas Bung Hatta, Kota Padang, Sumatera Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen murni dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dengan lima ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pupuk organik cair kulit pisang kepok mengandung kadar N sebesar 1,68%, P sebesar 0,90%, dan K sebesar 3,11%. Meskipun kadar K memenuhi persyaratan SNI pupuk organik cair, kadar N dan P masih belum memenuhi persyaratan tersebut. Selama percobaan, pemberian dosis pupuk organik cair sebanyak 100 ml menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman cabai rawit. Namun, pemberian dosis 300 ml menunjukkan hasil yang terendah untuk parameter tinggi batang, jumlah daun, dan lebar daun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pupuk organik cair kulit pisang kepok mengandung nutrisi penting, terutama K, namun masih perlu perhatian lebih lanjut untuk memenuhi persyaratan SNI pada kadar N dan P. Pemberian dosis pupuk organik cair sebanyak 100 ml menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit, terutama dalam meningkatkan tinggi batang. Dalam aplikasi praktis, disarankan untuk menggunakan dosis pupuk organik cair yang tepat untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman cabai rawit.Kata kunci: Cabai Rawit, Kulit pisang kepok, Pupuk Organik Cai
Analisis Minat Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Produk Pertanian “Tanaman Hias” Melalui Aplikasi Shopee
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Customer review, Customer rating dan Adanya Promo atau Diskon terhadap keputusan pembelian produk pertanian tanaman hias melalui Aplikasi Shopee. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Ruang lingkup dalam penelitian yaitu masyarakat Kabupaten Boyolali yang menggunakan aplikasi Shopee dan melakukan pembelian Produk Pertanian Tanaman Hias. Metode pengambilan sampel yaitu menggunakan metode quota sampling, dengan sampel sebanyak 50 responden, dengan karakteristik sebagai berikut : Responden merupakan pengguna dari aplikasi shopee, Responden merupakan pembeli atau customer yang membeli produk pertanian Tanaman Hias, Responden berdomisili di Kabupaten Boyolali. Untuk teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan penyebaran kuesioner atau angket yang disebar menggunakan google form dan data diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 21. Hasil dari penelitian ini yaitu Variabel Customer Review memberikan pengaruh dengan arah negatif ( -2.010 ) dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian produk pertanian tanaman hias melalui aplikasi shopee di Kabupaten Boyolali, Variabel Customer Rating memberikan pengaruh dengan arah positif ( 2,587 ) dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk pertanian tanaman hias melalui aplikasi shopee di Kabupaten Boyolali, Variabel Adanya Promo atau Diskon memberikan pengaruh dengan arah positif ( 3,787 ) dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk pertanian tanaman hias melalui aplikasi shopee di Kabupaten Boyolali, variabel Customer Review, variabel Customer Rating dan variabel adanya promo dan diskon berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap keputusan pembelian produk pertanian tanaman hias melalui aplikasi shopee di Kabupaten Boyolali.The purpose of this research is to find out and analyze the influence of customer reviews, customer ratings and the existence of promos or discounts on purchasing decisions for ornamental plant agricultural products through the Shopee application. The research method used is a quantitative method. The scope of this research is the people of Boyolali Regency who use the Shopee application and purchase Ornamental Plant Agricultural Products. The sampling method is using the quota sampling method, with a sample of 50 respondents, with the following characteristics: Respondents are users of the shopee application, Respondents are buyers or customers who buy ornamental plant agricultural products, Respondents are domiciled in Boyolali Regency. For data collection techniques carried out in this study, namely by distributing questionnaires or questionnaires that were distributed using the Google form and data were processed using the SPSS application version 21. The results of this study are that the Customer Review Variable has a negative influence (-2.010) and is not significant on the purchasing decision of ornamental plant agricultural products through the shopee application in Boyolali Regency, the Customer Rating Variable has a positive direction (2.587) and is significant on purchasing decisions ornamental plant agricultural products through the shopee application in Boyolali Regency, the Variable of Promos or Discounts has a positive direction (3,787) and is significant on purchasing decisions for ornamental plant agricultural products through the shopee application in Boyolali Regency, Customer Review Variables, Customer Rating variables and the existence of variables Promos and discounts have an effect simultaneously (simultaneously) on purchasing decisions for ornamental plant agricultural products through the shopee application in Boyolali Regency
Pengaruh Lama Penyimpanan Nira Kental Sulfitasi Terhadap Karakteristik Nira Pada Proses Produksi Gula
Sulfated Condensed Nira is sugarcane juice that has undergone several production processes ranging from milling and purification to evaporation and has been mixed with other substances such as lime/sulfur. One of the problems encountered in Indonesian sugar factories is the waiting time for the thick sulfate juice in the crate of thick sap before the cooking process is carried out. This is caused by several things, such as damage to the production machine, overcapacity cooking process, and mill wash. This study aimed to determine the effect of extended storage of sulfate viscous sap on the characteristics of the sap produced in the production process of white crystalline sugar. It uses a sample of thick sulfate sap taken in a crate of thick sap with five treatments, namely storage time of 0 hours, 2 hours, 4 hours, 6 hours, and 8 hours. Parameters tested include total dissolved solids (% Brix), sugar content, pH, color, and turbidity. The results showed that the storage of concentrated sulfate juice significantly affected %Brix. At 0 hours to 4 hours of storage, it increased and decreased after 6 hours. The sugar content in the thick sulfated sap increased at 0 to 4 hours of storage and decreased after 6 hours. Increasing the sugar content in sap is caused by the decomposition of polysaccharides into sugars (sucrose, glucose, and fructose), and the decrease in sugar content is caused by fermentation by Saccharomyces. The storage time of 0 hours was significantly different from the storage time of 2 hours, 4 hours, 6 hours, and 8 hours on the pH of the sulfitation thick juice due to the addition of lime milk to keep the pH of the juice high and prevent hydrolysis either by microbes or acids. The longer the storage, the darker and more cloudy the resulting color