AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor Sosiodemografi Yang Mempengaruhi Konservasi Lahan Petani Ubi Kayu Di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosiodemografi yang mempengaruhi konservasi lahan ubi kayu di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Ngadirojo, Jatiroto, dan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Faktor-faktor sosiodemografi yang mempengaruhi biaya konservasi lahan petani ubi kayu di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri dianalisis menggunakan ekonometrika dengan model regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan rata-rata total biaya usahatani konservasi adalah Rp24.300.451/ha. Rata-rata penerimaan adalah Rp26.855.577/ha. Rata-rata pendapatan adalah Rp20.496.043/ha. Rata-rata keuntungan adalah Rp2.555.126/ha. Rata-rata biaya konservasi lahan adalah Rp5.948.531/ha dengan rincian strip cropping sejumlah Rp221.916/ha, penanaman berganda sejumlah Rp2.403.707/ha, teras sejumlah Rp2.194.085/ha, dan guludan sejumlah Rp1.128.823/ha. Faktor sosiodemografi yang berpengaruh terhadap biaya konservasi lahan petani ubi kayu di DAS Bengawan Solo, Kabupaten Wonogiri adalah Usia, Tingkat Pendidikan, Pengalaman Bertani, Pendapatan Rumah Tangga, dan Jumlah Anggota Keluarga. Faktor sosiodemografi yang paling berpengaruh terhadap biaya konservasi lahan petani ubi kayu di DAS Bengawan Solo, Kabupaten Wonogiri adalah pendapatan rumah tangga. Kemudian faktor sosiodemografi yang tidak berpengaruh terhadap konservasi lahan petani ubi kayu di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri adalah Jenis Kelamin.Kata kunci : Konservasi lahan, Sosiodemografi, Ubi Kayu, Daerah Aliran Sunga
Analisis Nilai Tambah Abon Pepaya Di Kelompok Wanita Tani D’Sekar Desa Gempolan Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar
Buah pepaya yang dimanfaatkan tanpa pengolahan tidak bisa disimpan lama. Diupayakan suatu cara agar bisa memberikan nilai tambah , maka diolah menjadi abon pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besarnya biaya total, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, dan nilai tambah dari abon pepaya. Metode penentuan lokasi secara purposive sampling yaitu di KWT D’sekar, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Metode dasar yang digunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penentuan responden secara purposive sampling kepada 5 responden. Pengambilan data melalui wawancara dengan ke-5 responden tersebut yaitu ketua, bendahara, sekretaris, dan 2 anggota. Metode análisis data menggunakan anakisa biaya total, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, nilai tambah dihitung menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang dikeluarkan satu bulan produksi abon pepaya sebesar Rp.514.680,2 menghasilkan penerimaan sebesar Rp.1.500.000, keuntungan sebesar Rp.985.319,8. Berdasarkan analisis kelayakan diperoleh R/C Ratio sebesar 2,9 dan B/C Ratio sebesar 1,9 yang berarti usaha abon pepaya di KWT D’sekar menguntungkan dan layak diusahakan. Hasil analisis nilai tambah abon pepaya dengan metode Hayami diperoleh Rp.865.500/kg pepaya atau dengan rasio 92,32%, dapat digolongkan tinggi karena memiliki rasio nilai tambah > 40%. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp.850.500/kg atau dengan rasio keuntungan sebesar 98,26%% ini tergolong besar, karena persentase keuntungan pemilik perusahaan sangat besar, persentase sumbangan input lain kecil, sedangkan persentase pendapatan tenaga kerja sangat kecil
Analisis Distibusi Pupuk di Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara
Kecamatan Pagedongan merupakan kecamatan yang memiliki lahan pertanian luas di Kabupaten Banjarnegara, sehingga kebutuhan pupuk baik pupuk bersubsidi dan non subsidi menjadi penting. Terjadi penurunan produksi dan produktivitas beberapa komoditas yang ada di Kecamatan Pagedongan pada tahun 2021. Kenaikan harga pupuk non subsidi yang terjadi sejak 2021 hingga kini dikhawatirkan akan semakin menurunkan produksi dan produktivitas pertanian kedepannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses distribusi penyaluran pupuk bersubsidi maupun pupuk non subsidi, khususnya bagi pupuk produksi PT. Petrokimia Gresik dan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang di Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara. Distribusi yang baik dan efisien akan memberikan manfaat yang adil tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi pedagang perantara yang terlibat disepanjang saluran. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran dalam proses distribusi pupuk bersubsidi dan nonsubsidi. Satu saluran merupakan saluran dalam distribusi pupuk bersubsidi dan dua lainnya merupakan saluran distribusi pupuk non subsidi. Kegiatan distribusi pupuk non subsidi yang ada sudah dikategorikan efisien. Hal ini ditunjukkan dengan perhitungan persentase efisiensi pemasaran yang memenuhi kriteria kurang dari 5% bagi keseluruhan jenis pupuk non subsidi (Urea, ZA, SP 26, NPK Phonska Plus, NPK 16-16-16 Nitrat dan NPK 15-15-15). Saluran paling efisien bagi pemasaran pupuk non subsidi adalah saluran III dengan margin rendah dan persentase efisiensi pemasaran yang lebih kecil dari saluran II
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PENGOLAHAN TEH HITAM ORTODOX MENGGUNAKAN METODE DMAIC DI PT. PAGILARAN
Unit Produksi Pagilaran (PT. Pagilaran) yang terletak di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah merupakan perusahaan yang memproduksi jenis teh hitam (ortodox) yang di didistribusikan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Namun, terdapat beberapa permasalahan terkait proses produksi yang dapat menyebabkan adanya penurunan kualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis terhadap proses pengolahan teh hitam di PT. Pagilaran dengan menggunakan metode DMAIC serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengolahan dan kualitas produk akhir produk teh hitam Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang sesuai dengan tahapan pelaksanaan lean six Sigma. Tahapan pelaksanaan Six Sigma adalah DMAIC (Define – Measure - Analyze – Improve - Control). Berdasarkan analisis terhadap cacat produk pada PT. Pagilaran menggunakan metode DMAIC diketahui penyebab dari timbulnya cacat produk pada proses pengolahan teh hitam dipengaruhi 5 faktor yaitu man (manusia), mechine (mesin), materials (material), methods (metode) dan mileu (lingkungan) sehingga perlu dilakukan peningkatan untuk meningkatkan kualitas menggunakan alat berupa five M-checklist sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan untuk mengurangi penyebab terjadinya cacat produ
Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Ayam Broiler di Pasar Modern Kota Bekasi
Peningkatan produksi ternak ayam broiler di Kota Bekasi bersamaan dengan meningkatnya permintaan masyarakat di Kota Bekasi terhadap ayam broiler dan adanya fluktuasi yang cenderung meningkat. Fluktuasi yang semakin meningkat dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen dan menganalisis pengaruhnya perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian ayam broiler di pasar modern di Kota Bekasi Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif dan structural. Model Persamaan Kuadrat Terkecil Parsial (SEM-PLS). Responden dalam penelitian ini adalah 58 dengan kriteria yang harus dipenuhi, yaitu responden merupakan konsumen terakhir produk ayam broiler di Super Indo di Bekasi dengan intensitas satu kali dalam empat bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Pada penelitian ini didapatkan hasil faktor pribadi meliputi usia, pekerjaan, pendapatan, pendidikan dan gaya hidup berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi < 0,001. Selain itu faktor psikologis meliputi persepsi, pengalaman, dan sikap berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi 0,005, sedangkan variabel faktor budaya dan faktor sosial tidak berpengaruh
PREFERENSI KONSUMEN SAYUR HIDROPONIK DI KOMUNITAS HIDROPONIK SOLO RAYA
Hydroponics is an alternative plant cultivation system that used without soil. This system is quite popular with the community, especially after the Covid-19 pandemic. Many hydroponic gardens exist and survived today. Consumer preferences and behavior to consume hydroponic vegetables are certainly important for hydroponic farmers to develop their business. It is important for hydroponic farmers to know the consumer preferences of the hydroponic vegetables. By knowing this, hydroponic farmers will be able to formulate strategies for developing and marketing their businesses. This study uses conjoint analysis to determine consumer preferences for hydroponic vegetables and the combination of attributes that consumers prefer. The results of the analysis show that the order of attributes that are considered important in influencing the purchasing decision of hydroponic vegetables are 1) price, 2) weight, 3) packaging and 4) physical condition. The combination of attributes that consumers like is hydroponic vegetables with open clear plastic packaging, fresh physical condition (1-2 days after picking), weight > 300 grams per pack and a price of more than IDR 10,000.00.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN NON FINANSIAL USAHA SAPI POTONG SKALA BESAR DI KABUPATEN BOYOLALI
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha sapi potong ditinjau dari aspek finansial dan aspek non finansial. Penelitian ini dilakukan di Kandang Madu Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali pada bulan Januari-Februari 2023. Pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan usaha Peternakan Sapi Potong Kandang Madu tergolong dalam skala kepemilikan besar. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan analisis finansial dan non finansial. Analisis finansial menggunakan 4 indikator NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), Pay Back Period, dan NBCR (Net Benefit Cost Ratio). Analisis non finansial yang dikaji antara lain aspek pasar, aspek teknis dan teknologi, aspek lingkungan. Hasil penelitian untuk aspek finansial NPV Rp. 3.167.336.642, IRR 29,8%, Pay Back Period 2 tahun 9 bulan, dan BCR 2,19 dengan demikian usaha layak untuk dilanjutkan. Aspek non finansial meliputi aspek pasar, aspek teknis dan teknologi, aspek lingkungan layak untuk dilanjutkan.Kata kunci: kelayakan finansial; kelayakan non finansial, sapi potong.
PERSENTASE BOBOT POTONG DAN KARKAS AYAM BROILER SEBELUM PEMOTONGAN DENGAN WAKTU PEMUASAAN YANG BERBEDA
Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase bobot potong dan karkas ayam broiler dengan waktu pemuasaan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan selama 28 hari di kandang percobaan Fakultas Peternakan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Materi yang digunakan adalah Day Old Chick (DOC) ayam broiler strain MB 202 sebanyak 80 ekor, pakan komersil, gula merah, kapur, vitachick, vitastress, formalin, KMNO4. Alat yang digunakan adalah 16 petak kandang percobaan, tempat ransum, tempat minum, brooder, lampu pijar 25 watt, thermometer, timbangan. Parameter yang diamati: persentase bobot potong dan karkas setelah dipuasakan sebelum pemotongan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri perlakuan dengan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri 5 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diterapkan yaitu: P0 = kontrol (tanpa pemuasaan), P1 = (pemuasaan 4 jam), P2 = (pemuasaan 8 jam), P3 = (pemuasaan 12 jam). Data yang diperoleh dalam penelitian diolah secara statistik dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata (BNT).Hasil penelitian persentase bobot potong dan karkas ayam broiler sebelum pemotongan dengan waktu pemuasaan berbeda menurunkan bobot potong (P?0,05) dan meningkatkan (P?0,05) persentase bobot potong Rata-rata persentase bobot potong turun secara linier dari P0 (kontrol), P1 = 0,98%, P2 = 0,95% dan P3 = 0,93%. Persentase karkas tertinggi yaitu pada P2 (0,87%) dan P3 (0,85%) dengan pemuasaan selama 8 dan 12 jam. Kesimpulan penelitian waktu pemuasaan yang berbeda mengakibatkan menurunnya persentase bobot potong, sedangkan berat karkas mengalami peningkatan pada pemuasaan 8 jam.Kata kunci: Ayam broiler; Pemuasaan; Persentase bobot potong; dan Persentase Karka
STUDI PEMANFAATAN TEPUNG DAUN INDIGOFERA (Indigofera zollingeriana) SEBAGAI SUBSTITUSI PAKAN TERHADAP PERFORMAN PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR AYAM PETELUR
Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun indigofera (Indigofera zollingeriana) terhadap performan produksi dan kualitas telur ayam ras. Materi penelitian ayam ras petelur strain Hy-line Brown, umur 16 minggu rata-rata bobot badan awal 1,35 kg sebanyak 45 ekor. Penelitian dilaksanakan selama delapan minggu sampai ayam umur 23 minggu. Perlakuan yang diberikan adalah : T0 = pakan basal (100%), T1 = pakan dengan subtitusi tepung daun indigofera sebanyak 2,5% ( pakan basal 97,5%) ; T2 = pakan dengan subtitusi tepung daun indigofera sebanyak 5% ( pakan basal 95%). Pakan basal berupa campuran konsentrat CP-124 (35%), bekatul (15%), jagung (50%). Hasil analisa proksimat pakan basal : protein kasar (17,86%), serat kasar (4,16%) dan energi metabolisme (3.295,73 kal/kg) dan tepung daun indigofera : protein kasar (31,54%), serat kasar (6,36%) dan energi metabolisme (3. 483,40%). Kandungan zat gizi masing- masing perlakuan T0, T1 dan T2 masing-masing : protein kasar (17,86, 18,20, 18,54%), serat kasar (4,16, 4,22, 4,27%) dan energi metabolisme (3.295,73; 3.300,42; 3.305,11 kkal/kg). Variable yang diamati meliputi performan produksi (konsumsi pakan, Hen Day Average / HDA, konversi pakan) sedangkan kualitas telur (Haugh Unit, warna kuning telur, kandungan cholesterol dan beta caroten kuning telur ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi pakan dengan tepung daun indigofera sampai level 5% pada ayam petelur sampai umur 23 minggu tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, konversi pakan, namun berpengaruh nyata meningkatkan produksi telur telur (Hen Day Average / HDA), Haugh Unit (HU), warna kuning telur serta kandungan beta caroten dan menurunkan kandungan cholesterol kuning telur ayam. Kata kunci : Ayam petelur; Daun indigofera; Kualitas telur; Performan produks
PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DALAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG TANAMAN LADA (Piper Nigrum L.) VARIETAS NATAR
Abstrak Kebutuhan lada dunia mencapai 350.000 ton/tahun. Kontribusi Indonesia sebagai pengekspor lada sebesar 29% dari kebutuhan dunia. Produksi lada nasional tahun 2014 mencapai 91.941 ton. Karena produksi lebih sedikit dibandingkan dengan permintaan maka diperlukan cara untuk mengoptimalkan produksi lada. Produksi tanaman dipengaruhi oleh pertumbuhan pada tanaman, ada dua faktor yang memepengaruhi yang pertama dari faktor pembibitan dan faktor ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan stek tanaman lada varietas natar 1 (Piper nigrum L.).Penelitian ini dilakukan pada bulan februari sampai bulan mei 2023 di kebun percobaan kartini Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Terdapat 4 Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini antara lain: Pupuk kandang Ayam(P1), Pupuk kandang Kambing(P2), Pupuk kandang Sapi (P3) dan Kontrol (P4). Setiap perlakuan diulang sebanyak 7 kali sehinga didapat 28 satuan percobaan, setiap perlakuan terdiri dari dari 5 sampel. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK), hasil dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan uji DMRT dengan taraf nyata 5%.Dari penelitian ini perlakuan P1 mendapatkan hasil terbaik dengan tinggi tunas, Panjang akar dan Kadar krorofil daun berturut-turut 11,45 , 4,85 dan 33,37.Kata kunci : lada (Piper Nigrum L.), Stek batang lada, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, pupuk kandang sapi.