AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
RISIKO DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak Jagung merupakan salah satu komoditas yang banyak dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini termasuk tanaman pangan yang popular dibudidayakan oleh petani selain padi. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu penghasil jagung yang baik terutama di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani jagung di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu di Kecamatan Kembaran di Kabupaten Banyumas yang merupakan daerah denga produksi tertinggi di Kabupaten Banyumas. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 40 petani pemilik penggarap jagung. Metode analisis data yang digunakan menggunakan koefisien variasi untuk menjawab risiko produksi jagung sedangkan faktor yang mempengaruhi produksi jagung ditunjukkan dengan metode regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai koefisien variasi sebesar 20,45%. Angka ini menandakan bahwa risiko produksi yang dihadapi petani jagung rendah. Berdasarkan hasil penelitian juga menyatakan terdapat tiga variabel yang berpengaruh terhadap produksi jagung yaitu luas laha, benih dan pupuk. Kata kunci : Banyumas, Jagung, Produksi, Risik
Karakteristik Kimia, Fisik dan Organoleptik Yogurt Kulit Pisang Raja Selama Penyimpanan
AbstrakKulit pisang (salah satunya kulit pisang raja) merupakan limbah rumah tangga maupun industri buah dengan prosentase limbah paling tinggi dibanding limbah buah berupa biji maupun kulit buah lainnya. Pisang raja memiliki aroma kuat, namun kulitnya sebagai limbah belum termanfaatkan, padahal bagian ini memiliki potensi sebagai media pertumbuhan bakteri sehingga berperan sebagai prebiotik bagi bakteri probiotik yang baik untuk pencernaan di usus, yaitu Bakteri Asam Laktat (BAL). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kimia, fisik dan organoleptik dengan penambahan Ekstrak Kulit Pisang Raja (EKPR) sebesar 0, 5, 10 dan 15% pada susu UHT komersial sebagai prebiotik pada pembuatan yogurt dengan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus sebagai inokulan probiotik komersial merk “Biokult” sebanyak 5% selama penyimpanan (0 dan 10 hari), meningkatkan rasa dan kesukaan yogurt, serta mengetahui konsentrasi kulit pisang raja terbaik pada pembuatan yogurt kulit pisang raja (banana peel yogurt, bapeeeyo). Analisis kadar serat kasar kulit pisang raja diperoleh sebesar 1,419%, dengan kandungan starter probiotik “Biokult” sebesar 9,3x104 cfu/ml. Setelah penyimpanan terjadi perubahan sifat kimia yogurt. Penyimpanan 0 hari menghasilkan yogurt lebih baik, yaitu makin meningkat penambahan EKPR, makin meningkatkan kadar protein, total padatan, dan total BAL bapeeyo yang dihasilkan, namun total asam dan pH tidak signifikan, meningkatkan sifat fisik yogurt yaitu viskositas serta meningkatkan sifat organoleptik, khususnya warna, rasa dan kesukaan. Penambahan EKPR sebanyak 10% (penyimpanan 0 hari) menghasilkan yogurt paling disukai (skor 3,1) dengan rasa khas pisang raja (skor 3,3) dan warna terbaik (skor 3,3), kadar protein 2,48%, total padatan 15,28%, jumlah total BAL 4,10x104 cfu/ml dan viskositas yogurt sebesar 4949,0 %. Kata kunci: Kulit pisang raja; prebiotik; probiotik; yogur
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS DAUN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM) DENGAN LEVEL YANG BERBEDA (0, 250, 500, 750, DAN 1000 GRAM/POLYBAG) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN LAMTORO TARRAMBA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun gamal (Gliricidia sepium) dengan level yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman lamtoro tarramba.. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk membuat 20 unit percobaan dengan menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (kontrol) tanpa pemberian pupuk, P1 (250 gram/ polybag), P2 (500 gram/ polybag), P3 (750 gram/ polybag) dan P4 (1000 gram/ polybag). Variabel yang diamati adalah pada pertumbuhan vegetative berupa tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tanaman lamtoro. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun gamal memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, diameter batang maupun jumlah daun majemuk (helai) pada tanaman lamtoro. Dapat di simpulkan bahwa pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun gamal hingga level 750 gram mampu memberikan hasil terbaik pada pertambahan pertumbuhan awal lamtoro tarramb
PENGARUH PERENDAMAN DAGING SAPI (Topside) MENGGUNAKAN SERBUK JAHE TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING SAPI
The research to determine the effect of ginger powder on color values, pH values, and cooking losses in beef. The research material was beef topside, ginger powder and distilled water which consisted of 4 treatments with 4 replications. The first treatment (T0) 0% (control) without giving powder, (T1) 10% ginger powder immersion, (T2) 20% ginger powder immersion, and (T3) 30% ginger powder immersion, each treatment was soaked for 30 minutes. The variables observed were the color test, pH test, and cooking losses. The data obtained were analyzed statistically using a completely randomized design in one direction, the differences between treatments were calculated using Duncan's Multiple Area Test, the percentage of distransformation data used Arcus sinus. Based on the SPSS analysis, it showed that the effect of soaking the topside of the beef using ginger powder with different concentrations showed highly significant different results on the color test (P<0.01) and pH value (P<0.01). However, the results showed no significant difference in the Cooking Shrinkage test (P> 0.05). Color Value: T0 = 2.5; T1 = 5.25; T2 = 7.5; T3 = 8; pH value: T0 = 6.93; T1 = 6.64; T2 = 6.55; T3 = 6.44; Cooking Losses (%): T0 = 41.00; T1 = 42.13; T2 = 41.66; T3 = 43.05. Based on the results of the study it was concluded that the addition of ginger powder with a concentration of 30% had no effect on the cooking loss of meat. However, it has a very real effect on the color and pH of the meat
PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KURMA GOLDEN ORIENT (STUDI KASUS TOKO OLEH-OLEH ALKATHIRI SURAKARTA)
Dates originating from Egypt are the best-selling dates in Indonesia. Dates from Egypt have the designation Golden Orient which is produced by the Orient Group. The shape of the large dates, with a soft texture, and cheap, makes the Golden Orient dates in great demand by consumers. This study aims to determine the effect of marketing mix 4P simultaneously and partially on purchasing decisions of Golden Orient Dates. This research is also to find out the most influential variables on consumer decisions to buy Golden Orient Dates. Determining the location purposively with 100 respondents. The type of data used is Likert scale primary data, answers obtained through questionnaires and interviews. Data analysis used multiple linear regression with SPSS 25. The results of the analysis explained simultaneously eight variables influencing purchasing decisions. Individually, variables of quality, packaging, price affordability, and price suitability influencing purchasing decisions. Golden Orient dates have good quality in terms of texture and taste, and have attractive packaging. The price of Golden Orient dates is affordable with quality according to the price. Accessibility, parking facilities, advertising, and advertising time have no significant effect. Companies need evaluation related to this matter to improve purchasing decisions. The most dominant variable influencing is price affordability, because it is cheaper than other stores
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA FOOD BAR UBI UNGU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN BANDENG
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sifat fisikokimia produk food bar ubi jalar ungu yang diperkaya dengan tepung tulang ikan bandeng. Tepung tulang ikan bandeng dicampur dengan bahan lain untuk membuat formulasi adonan food bar (0 % (FB1); 1,2 % (FB2); 2,4 % (FB3); 3,6 % (FB4); 4,8% (FB5) Sifat fisikokimia yang dianalisis meliputi kadar air dan kadar abu, parameter kekerasan, dan browning index produk. Penambahan tepung tulang ikan bandeng (1,2% sampai 4,8%) dalam formulasi food bar dapat meningkatkan kadar abu, dan parameter kekerasan pada produk food bar ubi jalar, namun menurunkan browning index mulai pada kosentrasi tepung tulang ikan bandeng 3,6%. Penambahan tepung tulang bandeng tidak mempengaruhi kadar air produk. Produk food bar ubi jalar ungu diperkaya dengan tulang ikan bandeng menunjukkan peningkatan kekerasan sebagai parameter tekstur dari 17,87 N menjadi 57,43 N.Kata kunci: tepung tulang ikan bandeng,sifat fisikokimia, food bar ubi jala
Pengaruh Intensitas Radiasi Matahari Dan Pemberian Pupuk Nitrogen Terhadap Produktivitas Sawi Putih (Brassica pekinensia L.)
Intensitas radiasi matahari dan pupuk nitrogen menjadi faktor penting untuk pertumbuhan tanaman sawi putih dan juga dapat mempengaruhi lahan. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui pengaruh lingkungan yaitu intensitas radiasi matahari dan input berupa pupuk urea terhadap lingkungan sekitar tanaman dan produktivitas sawi putih. Hasil yang diperolhe penanaman sawi putih dengan perlakuan perbedaan intensitas cahaya matahari dan pemberian pupuk nitrogen menghasilkan kesimpulan bahwa perlakuan intensitas radiasi matahari 65% menghasilkan pertumbuhan, dengan hasil pertumbuhan sawi putih tertinggi dan menghasilkan bobot segar ha-1 sebesar 46,79 ton. Perlakuan pupuk nitrogen 300 kg ha-1 menghasilkan bobot segar ha-1 45,78 ton. Pelakuan tidak berpengaruh nyata terhadap suhu tanah, namun berpengaruh nyata pada kelembapan tanah saat umur tanaman 35 HST dan pada rasio transmisi cahaya pada umur tanaman 21-35 HST
EFEKTIVITAS KEMAMPUAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DALAM UPAYA OPTIMALISASI PENGOLAHAN LAHAN PERTANIAN DI DESA GUNTING KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN KLATEN
Gapoktan merupakan kelembagaan di tingkat petani yang perlu dibentuk karena tuntutan modernisasi kelembagaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas kemampuan Gapoktan dalam upaya Optimalisasi Pengolahan Lahan Pertanian di Desa Gunting Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Penelitian ini dilakukan di Gapoktan “Makmur Rejeki Warata” Desa Gunting Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan riset etnografi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunkan adalah analisis kemampuan gapoktan melalui pendekatan aspek manajemen dan aspek kepemimpinan menggunakan skala likert yang diintervalkan. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kemampuan gapoktan berada pada kelas lanjut untuk indikator pelaksanaan kegiatan dan pengembangan gapoktan. Kemampuan gapoktan berada pada kelas madya untuk indikator perencanaan program, pengorganisasian , pengendalian dan pelaporan
PENGARUH BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BUAH APEL RED DELICIOUS DI ARENA BUAH MATARAM
Apel Red delicious salah satu buah yang konsumsinya cukup tinggi dan populerdi NTB khususnya di Kota Mataram. Area tempat perbelanjaan buah yang cukuppopular di Kota Mataram adalah di Arena Buah yang dekat dengan pusat perbelanjaan.Arena buah memiliki 12 pedagang buah dan sebanyak 9 pedagang buah yang berjualanbuah apel. Para konsumen buah Apel red delicious memiliki selera dan alassan yangberbeda-beda dalam memutuskan pembeliannya. Begitu juga dengan para pedagangdisana memiliki strategi pemasaran yang beragam. Salah satu teori modern strategipemasaran yang sering digunakan yaitu strategi bauran. Variabel bauran pemasaran(mix marketing) yang terdiri dari strategi produk, harga, promosi, dan tempat, secarateori bauran pemasaran dianggap dapat membantu pasar mencapai tujuan pemasaranpada pasar yang ditargetkan. Sehingga dalam penelitian ini membuktikan ada tidaknyapengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian buah apel red delicious diArena buah Mataram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua hipotesisdapat diterima, dalam kasus ini variabel bauran pemasaran produk dan harga tidakberpengaruh signifikan, variabel harga dan tempat tidak berpengaruh secara signifikan
ANALISIS RISIKO USAHA TANI KEDELAI DI DESA SUCI KECAMATAN PRACIMANTORO KABUPATEN WONOGIRI
Abstrak Petani kedelai di Desa Suci Kecamatan Pracimantoro mengalami kendala menurunya produki kedelai yang dimana menandakan adanya indikasi indikasi suatu risiko. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat keuntungan usaatani kedelai di Desa Suci Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri dan juga untuk menganalisis tingkat risiko usahatani serta hubungan antara risiko dan keuntungan usahatani kedelai. Alat analisis yang digunakan dalam penelitisn ini yaitu secara kuantitatif dengan menggunakan rumus R/C ratio dan koefisien variasi (CV). Hasil dari penelitian ini yaitu usaha tani kedelai di Desa Suci Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri mendapatkan untung atas biaya total dengan nilai R/C bernilai > 1,82. Nilai ini menunjukkan bahwa usaha tani kedelai yang dikembangkan oleh petani mendapatkan keuntungan secara ekonomi. Hasil analisis risiko produksi (kg) dan harga (Rp) didapatkan nilai CV < 0,5 dan nilai L > 0, artinya usahatani kedelai yang dilakukan petani menguntungkan secara produksi dan harga. Selanjutnya. analisis risiko keuntungan (Rp) didapatkan nilai CV > 0,5 dan nilai L < 0, artinya petani mengalami kerugian. Hal ini antara lain disebabkan oleh fluktuasi harga kedelai yang dialami oleh petani, sering kali harga input lebih besar daripada harga outputnya.Kata kunci: Kedelai ;Risiko ;Usahatan