AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Pupuk Power Grow Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna Sinensis L
The purpose of this study was to determine the effect of Power Grow fertilizer on growth and production of several varieties of long bean plants (Chinese vinesL ). The method used is a RAK (randomized block design). The data obtained were analyzed using analysis of variance, and if it had a significant effect then it was continued with a 5% BNT test. The results of this study indicate that power grow fertilizer has no effect on the growth of long bean plants but varieties have a very significant effect on long bean growth and have no effect on long bean production. Whereas in the combination of treatments between fertilizers and varieties showed a real effect but no interaction occurred in the treatments
Keywords: Power grow fertilizer, Growth, Production of long bean
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA
Serangga dalam suatu ekosistem dapat memberikan konstribusi terhadap kehidupan manusia, termasuk peranan serangga dalam ekosistem pertanian. Serangga dalam suatu ekosistem memiliki berbagai peranan, diantaranya sebagai serangga fitofag, polinator, dekomposer, predator ekosistem, dan parasitoid, serta bermanfaat sebagai musuh alami. Keberadaan serangga dalam agroekosistem jagung tentunya dapat mempengaruhi berbagai aspek budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat keanekaragaman serangga pada agroekositem jagung di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya serta mengetahui tingkat dominasi serangga pada agroekosistem jagung dan mengetahui peran dari jenis serangga tanaman jagung. Penelitian dilakukan selama 14 hari dengan perangkap yellow trap dan light trap. Pemasangan perangkap tersebut diletakan pada tiga titik lokasi yang berbeda serta metode pengambilan sempel menggunakan metode deskriptif dan serangga yang tertangkap kemudian diidentifikasi. Terdapat serangga yang teridentifikasi sebagai serangga predator, hama, parasitoid dan pengurai. Hasil yang didapat pada perangkap yellow trap dengan serangga sebagai predator berjumlah 4 jenis serangga. Serangga sebagai hama berjumlah 7 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 3 jenis. Sedangkan untuk perangap light trap terdapat serangga sebagai predator 1 jenis serangga. Serangga sebagai hama 6 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 1 jenis serangga dan serangga sebagai pengurai 1 jenis seranga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wienner dan rumus indeks dominasi Simpson. Dalam penelitian ini terdapat nilai keanekaragaman pada perangkap yellow trap dengan nilai (H’= 2,023>0,1). Untuk nilai keanekaragaman pada perangkap light trap dengan nilai (H=1.799>0,1). Untuk nilai dominasi yang terdapat pada perangkap yellow trap dengan nilai (C=0,0708<0,5). Untuk nilai Indeks Dominasi dari perangkap light trap menunjukan nilai (C=0,381<0,5)
EFEKTIVITAS MEDIA TANAM DARI LIMBAH AMPAS TAHU DAN BLOTONG KERING TERHADAP PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS)
Media tanam merupakan faktor penting dalam proses budidaya jamur tiram. Keberhasilan produksi jamur tiram salah satunya ditentukan oleh jenis media yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dari blotong kering dan ampas tahu terhadap panjang buah, diameter payung, panen kumulatif dan berat basah jamur tiram. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama ampas tahu terdiri atas kontrol, A1 (100 g/baglog), A2 (200 g/baglog), A3 (300 g/baglog), serta anak petak blotong kering terdiri atas kontrol, B1 (50 g/baglog), B2 (100 g/baglog) B3 (150 g/baglog) dengan berat 1000 g/baglog dan setiap perlakuan diulangi tiga kali. Adapun parameter yang diamati dalam penelitia ini antara lain panjang badan buah, diameter payung, berat basah dan panen kumulatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan anova dua arah. Perlakuan yang berpengaruh dilakukan uji lanjut dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan penambahan ampas tahu pada media tanam jamur tiram berpengaruh nyata terhadap diameter payung, berat basah, dan panen kumulatif. Akan tetapi tidak berpenmgaruh nyata terhadap panjang badan buah. Perlakuan penambahan blotong kering berpengaruh nyata terhadap panen kumulatif dan berat basah jamur tiram, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang bandan dan diameter buah jamur tiram. Interaksi perlakuan ampas tahu dan blotong kering berpengaruh nyata terhadap diameter payung buah dan berat basah. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan pertumbuhan dan produksi jamur tiram yaitu A1 B3 (ampas tahu100 g/baglog dan blotong kering 30 g/baglog)
OPTIMALISASI HASIL TIGA VARIETAS SELADA (LACTUCA SATIVA L) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BAKTERI RHIZOSFER
This study aims to determine the effect of dosing POC vegetable waste with rhizofite bacteria on three varieties of lettuce plants. This research was conducted in Mulyoagung Village, Dau District, Malang Regency. Altitude ± 600 m asl. The start of research will be carried out in May – July 2023. The design used is a factorial random group design (RAK) and is repeated three times. The first factor is the lettuce plant variety while the second factor is the dose of POC, (liquid organic fertilizer) in the first factor, lettuce varieties (F), consist of: F1 = butter lettuce, f2 = green curly lettuce, F3 = red curly lettuce. In the second factor, the dose of liquid fertilizer (K) consists of: K1 = 50 ml, K2 = 100 ml, K3 = 150 ml. The conclusion of this study was that at the age of 14, 21, and 28 days after planting (HST), there was a significant interaction in the number of leaves with the best combination obtained in lettuce butter varieties using 50 ml of liquid organic fertilizer (POC). This variety shows superior performance in growth compared to green curly lettuce and red lettuce varieties. Applying POC as much as 50 ml significantly affects the number of leaves at the age of 14, 21, and 28 HST, leaf area at 21 HST, and the wet and dry weight of the upper part of the plant. However, this feeding did not show a significant effect on the wet and dry weight of the roots
THE EFFECT OF CONCENTRATION AND SOAKING LENGTH OF ALOE VERA GEL ON THE GROWTH OF ROBUSTA COFFEE (Coffea canephora) CUTTINGS
This study aims to determine the effect of concentration and soaking time of aloe vera gel on the growth of robusta coffee cuttings. The research was arranged in a Randomized Complete Group Design (RAKL) with a factorial experiment (4x2) consisting of two treatment factors and repeated three times as a block. The first factor is the concentration of aloe vera gel with levels of 0, 20, 40, and 60%. The second factor is the length of soaking with levels of 5 and 10 hours. The results were analyzed using variance analysis, treatments that had a significant effect were further tested with Orthogonal Polynomial for the first factor and interaction and the Least Significant Difference (LSD) test for the second factor. The results showed that 40% aloe vera gel concentration produced the highest root dry weight. The treatment of aloe vera soaking time for 5 hours produced the longest root length. The interaction between aloe vera gel concentration of 20% and soaking time for 5 hours produces the longest root length
INTENSITY OF FALL-ARMYWORM (SPODOPTERA LITURA FABRICIUS) PEST ATTACKS ON CAYENNE PEPPER (CAPSICUM FRUTESCENS) PLANTS IN KARST LAND
Agriculture is an important sector in global food needs. One of the plants that has high economic value in Indonesia is cayenne pepper (Capsicum frutescens). However, the productivity of cayenne pepper is often threatened by pest attacks, one of which is the fall-armyworm (Spodoptera litura), which can cause significant damage to plants. In karst areas such as Ponjong village, Gunung Kidul, Yogyakarta, pest management challenges become more complex due to unique environmental conditions. Karst has calcareous soil and limited water availability, which affects interactions between plants and pests. This research aims to understand the intensity of fall-armyworm attacks on cayenne pepper in karst areas and the environmental factors that influence these attacks. Using survey and field observation methods, this research found that the intensity of pest attacks varied in each plot, with an average percentage of plants attacked at 15.71%. High temperature, humidity and karst soil characteristics create an environment conducive to the development of fall armyworms. Therefore, an effective and sustainable control strategy is needed to support cayenne pepper productivity in karst areas
GROWTH RESPONSE OF PAGODA MUSTARD PLANTS (Brassica narinosa L.) TO THE APPLICATION OF JELLYFISH LIQUID ORGANIC FERTILIZER
Excessive use of chemical fertilizers can reduce soil quality and fertility, and is not environmentally friendly. One organic fertilizer that can overcome the problem of agricultural land damage is liquid organic fertilizer. Liquid organic fertilizer that can be used as fertilizer is jellyfish marine biota. This research aims to determine the right dose of jellyfish liquid organic fertilizer to produce high growth and yield of pagoda mustard plants.This research used a non-factorial Randomized Group Design (RAK) consisting of four treatments. Each treatment was repeated six times as follows: P0: Urea 150 kg/ha (control); P1: jellyfish POC 5 ml/l; P2: jellyfish POC 10 ml/l; P3: POC jellyfish 15 ml/l. Data obtained from the research were analyzed using analysis of variance (F test), if there was a real effect, was with the BNT test at the 5% level. The results showed that applying jellyfish POC fertilizer could increase total plant dry weight, leaf area index, net assimilation rate and plant growth rate. Treatment of jellyfish POC with a dose of 15 ml/l and treatment of 10 ml/l with the addition of 150 kg of urea fertilizer were treatments with higher results.
Keywords: Liquid organic fertilizer, pagoda mustard greens, jellyfis
KOMUNITAS SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) PADA BEBERAPA TIPE PERKEBUNAN
Keanekaragaman semut di beberapa ekosistem perkebunan di Dharmasraya telah dilakukan pada bulan Juni sampai dengan September 2017. Bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman semut dan peran semut yang terdapat pada ekosistem perkebunan kelapa sawit, karet dan kakao di Kabupaten Dharmasraya. Lokasi penelitian yakni Kecamatan Pulau Punjung, Sitiung, dan Koto Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni Sistematis Random Sampling (Rancangan Acak Terpilih). Pengambilan sampel menggunakan metode Qudran Protocol yaitu metode Soil And Leaf Litter Sieving, Pitfall trap, Bait Trap dan Hand Collecting. Identifikasi dilakukan pada Laboratorium Taksonomi Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas. Keanekaragaman dan Kemerataan semut pada beberapa tipe perkebunan di Kabupaten Dharmasraya tergolong sedang yakni (H’<1), dan (E<0,63). Ditemukan sebanyak 16 spesies semut dan spesies yang paling melimpah adalah Aneplolephis graciliphes dan Odontoponera denticulata
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJATERAAN RUMAH TANGGA PETANI KELAPA SAWIT DI DESA SUMBER BAKTI KABUPATEN NAGAN RAYA
Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan usahatani kelapa sawit, menganalisis kontribusi pendapatan dan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kelapa sawit. Untuk menganalisis hal ini, peneliti menggunakan metode survei dengan membagikan kuisioner dan wawancara langsung kepada 56 petani di Desa Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Data-data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi ekonomi para petani. Hasil penelitian menunjukan pendapatan usahatani kelapa sawit (on farm) rata-rata Rp 45.897.856 tahun-1, sektor pertanian lainnya (off farm) Rp 23.052.727 tahun-1, dan luar sektor pertanian (non farm) Rp 14.799.273 tahun-1. Kontribusi yang diberikan sektor off farm terhadap pendapatan rumah tangga cukup besar yaitu 54,8%. Berdasarkan indikator kesejahteraan menurut BPS (2020), tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti tergolong kedalam kesejahteraan baik. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pemerintah dan stakeholder lainnya dalam merancang kebijakan yang berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa sawit. Selain itu, juga memberikan pemahaman tentang kondisi ekonomi dan sosial para petani dalam industri kelapa sawit
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI AGRIBISNIS KEDELAI DI DESA SUCI KECAMATAN PRACIMANTORO KABUPATEN WONOGIRI
Abstrak Jumlah produksi kedelai di Desa Suci Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri mengalami penururnan. Menurunnya produksi kedelai tersebut, tidak hanya disebabkan oleh menurunnya luas panen saja tetapi juga disebabkan oleh faktor faktor lain yang ada baik dari internal maupun eksternal di Desa Suci. Sehingga dengan adanya permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi agribisnis kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi agribisnis kedelai di Desa Suci Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah matriks IFE-EFE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis matriks IFE diketahui kekuatan utama agribisnis kedelai di Desa Suci yaitu kesesuaian kondisi tanah dan ketersediaan pupuk kandang yang diperlukan oleh tanaman kedelai dengan skor 0,46 sedangkan untuk kelemahan utama agribisnis kedelai di Desa Suci yaitu sedikitnya permintaan akan kedelai lokal dengan skor 0,19. Analisis matriks IFE menghasilkan angka 3,14 sehingga hal ini mengidentifikasikan bahwa agribisnis kedelai yang ada di Desa Suci mampu memanfaatkan kekuatan untuk mengatasi kelemahan. Dan berdasarkan hasil analisis matriks EFE diketahui bahwa peluang utama agribisnis kedelai di Desa Suci yaitu adanya arahan dalam penanaman kedelai dengan skor 0,53 sedangkan untuk ancaman utama agribisnis kedelai di Desa Suci yaitu Daya saing produk yang tinggi dengan skor 0,25. Analisis matriks EFE menghasilkan angka 2,97, hal ini mengidentifikasikan bahwa strategi suatu perusahaan secara efektif mampu menarik keuntungan dari peluang yang ada serta meminimalkan pengaruh negatif potensial dari ancaman eksternal.Kata kunci: Agribisnis; Faktor; IFE; EFE; Kedelai