Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
284 research outputs found
Sort by
STRATEGI SASTRA CYBER PADA ARENA KESUSASTRAAN INDONESIA: PERSPEKTIF PIERRE BOURDIEU (CYBER LITERARY STRATEGY IN THE INDONESIAN LITERARY ARENA: PIERRE BOURDIEU’S PERSPECTIVE)
AbstractCyber Literary Strategy In The Indonesian Literary Arena: Pierre Bourdieu’s Perspective.Digital technology makes cyber literature also has a role in the development of Indonesianliterary repertoire. This study uses qualitative research methods to find (1) cyber literaturestrategies in the Indonesian literary arena and (2) the legitimacy of the cyber literary arenain the Indonesian literary by using arena theory in Bourdieu's perspective and libraryresearch methods. The results of this study is (1) capital reconvention strategies andreproduction strategies are used to spread cyber literature and win the battle in theIndonesian literary arena; (2) cyber literature gets legitimacy it can develop and compete inthe Indonesian literary arena.Key words: cyber literature, strategy, legitimacy, arena, bourdieuAbstrakStrategi Sastra Cyber Pada Arena Kesusastraan Indonesia: Perspektif Pierre Bourdieu.Perkembangan teknologi digital menjadikan sastra cyber pun memiliki peran dalamperkembangan khasanah kesusastraan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif dengan tujuan untuk menemukan (1) strategi sastra cyber dalam arenakesusastraan Indonesia dan (2) legitimasi arena sastra cyber dalam arena kesusastraanIndonesia dengan menggunakan teori arena dalam perspektif Bourdieu dan metode penelitiankepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini diketahui bahwa (1) strategi rekonvensi modaldan strategi reproduksi digunakan untuk menyebarkan sastra cyber dan memenangkanpertarungan dalam arena kesusastraan Indonesia; (2) sastra cyber mendapat legitimasi dariberbagai pihak sehingga dapat berkembang dan bersaing dalam arena kesusastraan Indonesia.Kata-kata kunci: sastra cyber, stategi, legitimasi, arena, bourdie
SISTEM SOSIAL, KULTURAL, DAN KEPRIBADIAN DALAM NOVEL EDENSOR KARYA ANDREA HIRATA (SOCIAL, CULTURAL, AND PERSONALITY SYSTEM IN THE EDENSOR NOVEL BY ANDREA HIRATA)
Social, Cultural, and Personality System in the “Edensor” Novel by Andrea Hirata. This study discusses the social, cultural, and personality systems found in the “Edensor” novel. This research is a qualitative research with a literary anthropological approach. The object of this research is a novel entitled "Edensor" by Andrea Hirata and focuses on social systems, cultural systems, and personality systems. The data used in this study are all texts in the novel "Edensor" which contain social, cultural, and personality systems. The data obtained were analyzed using the theory developed by Tallcot Parson. Based on the analysis, it can be seen that in Andrea Hirata's Edensor novel there are social systems, cultural systems, and personality systems. The social systems found include community subsystems, fiduciary systems, government systems, and economic systems. The cultural systems found include the norms subsystem, activity subsystem, and work subsystem. The personality system found includes motivation and needs.Key words: social system, cultural system, personality system, literary anthropology, Talcott Parsons' theorySistem Sosial, Kultural, dan Kepribadian dalam Novel “Edensor” karya Andrea Hirata. Penelitian ini membahas sistem sosial, budaya, dan kepribadian yang terdapat pada novel “Edensor”. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Objek dari penelitian ini adalah novel berjudul “Edensor” karya Andrea Hirata dan berfokus pada sistem sosial, sistem kultural, dan sistem kepribadian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua teks dalam novel “Edensor” yang mengandung sistem sosial, budaya, dan kepribadian. Data-data yang diperoleh dianilisis menggunakan teori yang dikembangkan oleh Tallcot Parson. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat diketahui bahwa di dalam novel Edensor karya Andrea Hirata terdapat sistem sosial, sistem kultural, dan sistem kepribadian. Sistem sosial yang ditemukan meliputi subsistem komunitas kemasyarakatan, sistem fiduciary, sistem pemerintahan, dan sistem ekonomi. Sistem kultural yang ditemukan meliputi subsistem norma, subsistem aktivitas, dan subsistem karya. Sistem kepribadian yang ditemukan meliputi motivasi dan kebutuhan.Kata-kata Kunci: sistem sosial, sistem kultural, sistem kepribadian, antropologi sastra, teori Talcott Parson
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM DIALOG INTERAKTIF HOTMAN PARIS SHOW INEWS (CONVERSATIONAL IMPLICATURES IN THE INTERACTIVE DIALOGUE OF HOTMAN PARIS SHOW INEWS)
AbstractConversational implicatures in the interactive dialogue of Hotman Paris show inews.This study has three objectives. First, how the implicature of the conversation in theHotman Paris Show interactive dialogue will take shape. Second, what is the implicatureof the conversation in the Hotman Paris Show interactive dialogue. Third, what is theconventional implicature of the conversation in the Hotman Paris Show interactivedialogue. The basic theory used by researchers is the theory of speech acts from Searle,namely representative, commissive, directive, and expressive speech acts. The four speechacts as a reference for analyzing the form of conversational implicature, the purpose ofconversational implicature, and conventional implicature. This research is a qualitativedescriptive study. The data source of this research is the interactive dialogue video of theHorman Paris Show INEWS with sources from episodes in July-August 2019, while thedata in this study are speeches that are suspected of containing conversational implicaturein Hotman Paris Show INEWS interactive dialogue with sources from episodes in themonth July-August 2019. The data collection of this study used the method of note takingwith note technique. The instrument in this study was the researcher himself in the form ofa primary data collection tool. Data analysis is carried out in stages: (1) identifyingfindings data, (2) classifying or grouping research data based on conversationalimplicature, conversational implicative intent, and conventional implication, (3)interpreting or interpreting data based on conversational implicature, conversationalimplicature, and conventional implicators that have been classified, (4) describe theresults of data analysis. In accordance with the formulation of the problem above, theresults of this study are (1) the study found four forms of conversational implicature in theform of speech acts in the interactive dialogue Hotman Paris Show INEWS with speakersfrom episodes in July-August 2019, namely: 1) representative, 2) commissive, 3) directive,and 4) expressive. (2) the researcher found eight intentions of conversational implicaturein the form of speech acts, namely 1) stating, 2) explaining, 3) giving testimony, 4) urging,5) rejecting, 6) acknowledging, 7) insinuating, 8) telling. (3) the researchers found nineutterances of conventional implicature.Key words: pragmatic, implications, purpose, being, conventional implicationsAbstrakImplikatur percakapan dalam dialog interaktif hotman paris show inews. Penelitianini memiliki tiga tujuan. Pertama, bagaimana wujud implikatur pada percakapan dalamdialog interaktif Hotman Paris Show. Kedua, bagaimana maksud implikatur padapercakapan dalam dialog interaktif Hotman Paris Show. Ketiga, bagaimana implikaturkonvensional pada percakapan dalam dialog interaktif Hotman Paris Show. Teori dasaryang digunakan peneliti adalah teori tindak tutur d ari Searle, yakni tindak tuturrepresentatif, komisif, direktif, dan ekspresif. Keempat tindak tutur tersebut sebagai acuanuntuk menganalisis wujud implikatur percakapan, maksud implikatur percakapan, danimplikatur konvensional. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif.Sumber data penelitian ini adalah vidio dialog interaktif Hotman Paris Show INEWSdengan narasumber dari episode di bulan Juli-Agustus 2019, sedangkan data dalampenelitian ini berupa tutura-tuturan yang dicurigai mengandung implikatur percakapandalam dialog interaktif Hotman Paris Show INEWS dengan narasumber dari episode dibulan Juli-Agustus 2019. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode simakdengan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti itu sendri yang berupaalat pengumpul data utama. Analisis data dilakukan dalam tahap: (1) mengidentifikasi datahasil temuan, (2) mengklasifikasi atau mengelompokkan data penelitian berdasarkan wujudimplikatur percakapan, maksud implikatur percakapan, dan implikatur konvensional, (3)menginterpretasikan atau menafsirkan data berdasarkan wujud implikatur percakapan,maksud implikatur percakapan, dan implikatur konvensional yang sudah diklasifikasikan,(4) mendeskripsikan hasil analisis data. Sesuai dengan rumusan masalah di atas, hasil daripenelitian ini adalah (1) penelitian menemukan empat wujud implikatur percakapan berupatindak tutur dalam dialog interaktif Hotman Paris Show INEWS dengan narasumber dariepisode di bulan Juli-Agustus 2019, yakni: 1) representatif, 2) komisif, 3) direktif, dan 4)ekspresif. (2) peneliti menemukan delapan maksud implikatur percakapan berupa tindaktutur, yakni: 1) menyatakan, 2) menjelaskan, 3) memberikan kesaksian, 4) mendesak, 5)menolak, 6) mengakui, 7) menyindir, 8) memberitahukan. (3) peneliti menemukansembilan tuturan implikatur konvensional.Kata-kata kunci: pragmatik, implikatur, maksud, wujud, implikatur konvensiona
KOSAKATA ALAT PENANGKAP IKAN YANG TERANCAM PUNAH DI DESA KARATUNGAN KECAMATAN LIMPASU KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH: PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK (VOCABULARY OF ENDANGERED FISHING EQUIPMENT IN THE VILLAGE OF KARATUNGAN, DISTRICT OF LIMPASU, HULU SUNGAI TENGAH REGENCY: SOCIOLINGUISTIC PERSPECTIVE)
AbstractVocabulary of Endangered Fishing Equipment in The Village of Karatungan, District of Limpasu, Hulu Sungai Tengah Regency: Sociolinguistic Perspective. This research aims to describe and explain about the vocabulary of endangered fishing equipment in the village of Karatungan, Limpasu Subdistrict, Hulu Sungai Tengah Regency. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The analysis technique used is the Miles &Huberman interactive model. The results of this study found 7 fishing gear and 1 floodlight that is endangered. The 7 fishing gear is tangkalak, tangkawing, jambih, kabam, sarapang or sirapang, banjur, and alau and 1 floodlight, namely suar. Tangkalak, tangkawing, and suar are no longer even found used by residents in Karatungan village, Limpasu Subdistrict, Hulu Sungai Tengah Regency.Keywords: vocabulary, fishing gear, endangered, Karatungan village, sociolinguisticAbstrakKosakata Alat Penangkap Ikan yang Terancam Punah di Desa Karatungan Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah: Perspektif Sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kosakata alat penangkap ikan yang terancam punah di desa Karatungan Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian ini menemukan 7 alat penangkap ikan dan 1 lampu sorot yang terancam punah. 7 alat penangkap ikan tersebut adalah tangkalak, tangkawing, jambih, kabam, sarapang atau sirapang, banjur, dan alau dan 1 lampu sorot, yaitu suar. Tangkalak, tangkawing, dan suar bahkan sudah tidak ditemukan lagi digunakan oleh penduduk di desa Karatungan Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.Kata-kata kunci: kosakata, alat penangkap ikan, terancam punah, desa karatungan, sosiolinguisti
KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL DRUPADI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA (GENDER INJUSTICE IN THE NOVEL DRUPADI BY SENO GUMIRA AJIDARMA
AbstractGender Injustice in The Novel Drupadi by Seno Gumira Ajidarma. This study aims todescribe gender injustice in the Novel "Drupadi" and its effects on Drupadi characters.The Novel "Drupadi" is a research data source because it raises basic humanitarianissues, namely women, violence, gender injustice. The context is relevant to everyday lifeand is still a problem in life. In this study, the writer discusses the following issues: First,forms of gender injustice in the Novel "Drupadi." Second, the influence of genderinjustice on Drupadi's character. Third, action against Drupadi figures shows genderinjustice.This study uses a feminist literary criticism approach because it focuses onfemale characters / unequal gender relations. The method used is a qualitativedescription; this method is to understand the forms of gender injustice contained in theDrupadi novel. The results showed: First, the existence of forms of gender injustice,namely (1)) Stereotypes: (2) Subordination (3) Marginalization (4) Violence: physical,psychological, verbal, and sexual abuse (5) Multiple burdens Second, the gender injusticeexperienced by Drupadi had a big impact on his personality. Two characteristicspossessed by Drupadi, namely good and bad qualities, form the image of feminist womenin Drupadi. The gender injustice experienced by the Drupadi figure pushed her to defendher rights and honor from the pressure of male power so that she could determine herown path in life. Third, Drupadi's resistance action through Expressing opinions,contesting, fighting. Drupadi's resistance was manifested in acts of rejection, disguises,pledges, and acts of revenge.Keywords: gender injustice, stereotypes, subordination, marginalization, violence, thedouble burdenAbstrakKetidakadilan Gender dalam Novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidakadilan gender dalam novel Drupadi danpengaruhnya pada diri tokoh Drupadi. Novel Drupadi menjadi sumber data penelitiankarena mengangkat masalah kemanusiaan yang mendasar, yaitu tentang perempuan,kekerasan, ketidakadilan gender. Adapun konteksnya relevan dengan kehidupan seharihari dan sampai saat ini masih menjadi masalah dalam kehidupan. Pada penelitian inipenulis membahas tentang masalah: Pertama, bentuk-bentuk ketidakadilan gender dalamnovel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma. Kedua, pengaruh ketidakadilan genderterhadap diri tokoh Drupadi. Ketiga, aksi perlawanan tokoh Drupadi terhadapketidakadilan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritik sastra feminis karenafokus perhatiannya pada tokoh perempuan/relasi gender yang timpang. Metode yangdigunakan adalah deskripsi kualitatif, metode ini untuk memahami bentuk-bentukketidakadilan gender yang terdapat dalam novel Drupadi. Hasil penelitian menunjukkan:Pertama, adanya bentuk-bentuk ketidakadilan gender, yaitu (1) Stereotif (2) Subordinasi(3) Marginalisasi (4) Kekerasan: Fisik, psikis, verbal dan seksual.(5) Beban ganda.Kedua, ketidakadilan gender yang dialami Drupadi berpengaruh besar padakepribadiannya. Dua sifat yang dimiliki Drupadi, yakni sifat baik dan sifat burukmembentuk citra perempuan feminis dalam diri Drupadi. Ketidakadilan gender yangdialami tokoh Drupadi mendorong dirinya untuk membela hak dan kehormatan daritekanan kekuasaan laki-laki agar ia bisa menentukan jalan hidupnya sendiri. Ketiga, aksiperlawanan Drupadi melalui: Penyampaian pendapat, menggugat, melawan. PerlawananDrupadi diwujudkan dalam aksi penolakan, penyamaran, sumpah janji dan aksi balasdendam.Kata-kata kunci: ketidakadilan gender, stereotif, subordinasi, marginalisasi, kekerasan,beban gand
PRAANGGAPAN PADA TUTURAN TOKOH DALAM NOVEL SAMAN KARYA AYU UTAMI DENGAN PERSPEKTIF GENDER (PRESUPPOSITIONS ON THE SPEECH OF CHARACTERS IN AYU UTAMI'S SAMAN NOVEL WITH A GENDER PERSPECTIVE)
Presuppositions on the Speech of Characters in Ayu Utami's Saman Novel with a Gender Perspective. This study aims to: 1. describe the presuppositions of the utterances of the characters in the novel Saman, 2. to describe the gender perspective shown in the presuppositions of the utterances of the characters in the novel Saman. This research use desciptive qualitative approach. The appropriate research method is descriptive method. The type of research selected is non-experimental, namely based on literature study. The source of the data in this study is the novel Saman by Ayua Utami and the data in this study are the utterances between characters in the novel Saman and its context which contains presuppositions with a feminist perspective. The process of collecting data in this study used study documentation techniques. Meanwhile, the data analysis technique used is the content study technique. The research instrument is the researcher himself as the key. The results of the research on the analysis of presuppositions of data on the speech of characters in the novel Sam by Ayu Utami have a presupposition category from Yule's theory (in Jumadi, 2006):1. existential presuppositions, 2. lexical presuppositions, 3. factive presuppositions, 4. nonfactive presuppositions, 5. structural presuppositions, and 6. counterfactual presuppositions. Meanwhile, the gender perspective found from the presuppositions are: 1. gender justice and inequality, 2. gender inequality and inequality.Key words: presupposition, feminism, gender, marginalization, subordinationPraanggapan pada Tuturan Tokoh dalam Novel Saman karya Ayu Utami dengan Perspektif Gender. Penelitian ini bertujuan: 1. mendeskripsikan praanggapan pada tuturan tokoh dalam novel Saman, 2. mendeskripsikan perspektif gender yang ditunjukkan dalam praanggapan tuturan tokoh novel Saman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang sesuai adalah metode deskriptif. Jenis penelitian yang dipilih adalah noneksperimen yaitu berdasarkan studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Saman karya AyuaUtami dan data dalam penelitian ini adalah tuturan antartokoh dalam novel Saman beserta dengan konteksnya yang mengandung praanggapan dengan perspektif feminisme. Proses pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik kajian isi. Instrument penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai kuncinya. Hasil penelitian terhadap analisis data praanggapan pada tuturan tokoh dalam novel Saman karya Ayu Utami memiliki keenam kategori praanggapan dari teori Yule (dalam Jumadi, 2006, hlm.1). praanggapan eksistensial, 2. praanggapan leksikal, 3. praanggapan faktif, 4. praanggapan nonfaktif, 5. praanggapan struktural, dan 6. praanggapan konterfaktual. Sedangkan, perspektif gender yang ditemukan dari dalam praanggapan berupa: 1. keadilan dan kesetaraan gender, 2. ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender.Kata-kata Kunci: praanggapan, feminisme, gender, marginalisasi, subordinas
EUFEMISME DAN DISFEMISME DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR KARYA YUSUF BILYARTA MANGUNWIJAYA (EUPHEMISM AND DISPHEMISM IN YUSUF BILYARTA MANGUNWIJAYA’S NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR)
Euphemism and Disphemism in the Yusuf Bilyarta Mangunwijaya’s Novel Burung-Burung Manyar. This study aims to describe linguistic forms and functions of the use of euphemisms and dysfemisms in Y.B.'s Burung-Burung Manyar novel Mangunwijaya. The description is done by qualitative descriptive using data in the form of words, sentences or images instead of numbers. This study uses data collection techniques with careful reading and note-taking techniques to find data to interpret language forms and functions of using euphemisms and dysfemisms. Based on the analysis, the results show that the forms of euphemism and dysfemism used in Y.B.Mangunwijaya's novelBurung-Burung Manyar are in the form of words, phrases and expressions. When viewed from the type of function found euphemisms, namely as a tool to smooth speech, as a tool to keep something secret, as a tool for diplomacy, as an educational tool and as a tool to repel danger. Furthermore, when viewed from the type of dysphemic function found, namely as an expression of anger or annoyance, expression of disappointment, disclosure of fear, expression of pity, and expression of disgust and dirty.Key words: euphemism, dysfemism, novel, functions, formsEufemisme dan Disfemisme dalam Novel Burung-Burung Manyar karya Yusuf Bilyarta Mangunwijaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kebahasaan dan fungsi penggunaan eufemisme dan disfemisme dalam novel Burung-Burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya. Deskripsi tersebut dilakukan dengan deskriptif kualitatif yang menggunakan data berupa kata, kalimat, atau gambar dan bukan angka. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dengan teknik baca dan teknik catat secara teliti untuk menemukan data untuk diinterpretasi bentuk kebahasaan dan fungsi penggunaan eufemisme dan disfemisme. Berdasarkan hasil analisis, Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kebahasaan eufemisme dan disfemisme yang digunakan dalam novel Burung-Burung Manyar karya Y.B.Mangunwijaya berupa kata, frasa dan ungkapan. Jika dilihat dari jenis fungsi eufemisme yang ditemukan yaitu sebagai alat untuk menghaluskan ucapan, sebagai alat untuk merahasiakan sesuatu, sebagai alat untuk berdiplomasi, sebagai alat pendidikan dan sebagai alat penolak bahaya. Selanjutnya, apabila dilihat dari jenis fungsi disfemisme yang ditemukan yaitu sebagai pengungkapan rasa marah atau kesal, pengungkapan rasa kecewa, penguungkapkan rasa takut, pengungkapan rasa kasihan, dan pengungkapan rasa jijik dan kotor.Kata-kata Kunci: eufemisme, disfemisme, novel, fungsi, bentu
ROMANTISME DALAM ANTOLOGI PUISI KIDUNG LELUHUR CIANJUR KARYA YUSUF GIGAN (ROMANTISM IN THE ANTHOLOGY OF KIDUNG LELUHUR CIANJUR BY YUSUF GIGAN)
Romantism In The Anthology Of Kidung Leluhur Cianjur By Yusuf Gigan. The anthology of the poem Kidung Ancestor Cianjur by Yusuf Gigan tells a lot about important and historical places, mentioning the names of historical figures in Cianjur, as well as expressing ideas and views on life. Therefore, this study aims to describe romanticism in the anthology of poetry Kidung Leluhur Cianjur by Yusuf Gigan. The method used is descriptive method. Data were collected by using documentary study techniques and content analysis. Furthermore, the data analyzed were 50 poems contained in the poetry anthology Kidung Leluhur Cianjur by Yusuf Gigan. The results of data analysis concluded that the poetry anthology book Kidung ancestral Cianjur by Yusuf Gigan contains romanticism, namely many expressions of the poet about his longing for Cianjur historical figures, God, closest people, historical places, nature (rice fields, fields, rivers, parks, mountains, and the city of Cianjur as his hometown). In addition, it also looks a view of life or ideals.Keywords: romanticism, poetry, anthology, local wisdom, kidung leluhur cianjur.Romantisme dalam Antologi Puisi Kidung Leluhur Cianjur karya Yusuf Gigan. Antologi puisi Kidung Leluhur Cianjur karya Yusuf Gigan banyak menceritakan tempat penting dan bersejarah, penyebutan nama tokoh bersejarah Cianjur, juga pengungkapan ide dan pandangan hidup. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan romantisme dalam antologi puisi Kidung Leluhur Cianjur karya Yusuf Gigan. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik studi dokumenter dan analisis isi. Selanjutnya, data yang dianalisis berjumlah 50 puisi yang terdapat dalam antologi puisi Kidung Leluhur Cianjur karya Yusuf Gigan. Hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa buku antologi puisi Kidung leluhur Cianjur karya Yusuf Gigan mengandung romantisme yaitu banyak ungkapan penyair tentang kerinduannya terhadap tokoh bersejarah Cianjur, Tuhan, orang terdekat, tempat bersejarah, alam (sawah, ladang, sungai, taman, gunung, dan kota Cianjur sebagai kampung halamannya). Selain itu juga tampak pandangan hidup atau cita-cita.Kata-kata Kunci: romantisme, antologi, puisi, kearifan lokal, kidung leluhur cianjur
KEKERASAN GENDER DALAM KELUARGA PADA NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (GENDER INEQUALITY IN THE NOVEL OF MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS WRITTEN BY PRAMOEDYA ANANTA TOER)
Gender Inequality in the Novel of Midah si Manis Bergigi Emas Written by Pramoedya Ananta Toer. This study aims to describe gender violence, gender marginalization, stereotypes, and double burden in the Novel Midah Si Manis Bergigi Emas novel by Pramoedya Ananta Toer. The method used in this research is qualitative. With a qualitative method the authors analyzed the contents of the Midah Si Manis Bergigi Emas novel by Pramoedya Ananta Toer through gender violence. Data analysis techniques that will be used in this research are: (1) Reading the Midah Si Manis Bergigi Golden manuscript written by Pramoedya Ananta Toer, (2) Providing interpretation through listening to the characteristics related to the focus of research, namely gender violence (3) Conducting analysis of gender violence in the family (4) Describing the parts by sections defined in the study. The results showed that there was gender violence in the family in the novel Midah Si Manis Bergigi Emas by Pramoedya Ananta Toer, which included (1) gender violence, (2) gender marginalization, (3) stereotyping, (4) double burden. The forms of violence against women can be in the form of physical violence, verbal violence, psychological violence, sexual violence, economic violence, social violence. Gender marginalization here explains the limitation of the right to stereotyped women (bad image), which is a bad view of women. Double burden means the workload received by one sex more than the other sex.Key words: gender injustice, marginalization, stereotype, double burden.Kekerasan Gender dalam Keluarga pada Novel Midah si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekerasan gender, marginalisasi gender, stereotip, dan beban ganda dalam novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dengan metode kualitatif penulis menganalisis isi novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer melalui kekerasan gender. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Membaca naskah novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer, (2) Memberikan interpretasi melalui menyimak ciri-ciri yang berhubungan dengan focus penelitian, yaitu kekerasan gender (3) Melakukan analisis kekerasan gender meliputi kekerasan gender, (4) Mendeskripsikan bagian demi bagian yang ditetapkan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukan telah terjadi kekerasan gender dalam keluarga pada novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer, yang meliputi (1) kekerasan gender, (2) marginalisasi gender, (3) stereotip, (4) beban ganda. Bentuk kekerasan terhadap perempuan itu jenisnya dapat berupa kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan psikis, kekerasan seksual, kekerasan ekonomi, kekerasan social. Marginalisasi Gender disini menjelaskan pembatasan hak terhadap perempuan stereotip (citra buruk), yaitu pandangan buruk terhadap perempuan. Beban ganda artinya beban pekerjaan yang diterima salah satu jenis kelamin lebih banyak dibandingkan jenis kelamin lainnya.Kata-kata Kunci: ketidakadilan gender; marginalisasi; stereotip, beban gand
SESAT PIKIR DALAM TUTURAN WARGANET DI FACEBOOK (LOGICAL FALLACIES IN INTERNET CITIZEN SPEECH ON FACEBOOK)
Logical Fallacies in Internet Citizen Speech on Facebook. This study aims to understand the form of logical fallacies in the speech of internet citizens on Facebook. This research is a qualitative research. This type of qualitative approach is based on the logical context of the language on Facebook. The data of this research are internet citizens utterances which are identified as logical fallacies. The data collection technique used is documentation technique. The data analysis technique is done by reducing the data, display the data, and drawing conclusions. The technique of checking the validity of the data is carried out by means of persistence/regularity of observation of the form of logical thought that is displayed. The results of the research obtained are that there are ten types of logical fallacies that occur in five news topics that are selected with a certain logical form, namely: red herring, the strawman fallacy,ad hominem, false dilemma, hasty generalization, prejudicial language, appeal to faith, argument from ignorance, slippery slope, and weak analogy.Key words: logical fallacies, language, logic, social media, philosophySesat Pikir dalam Tuturan Warganet di Facebook. Penelitian ini bertujuan untuk memahami wujud sesat pikir dalam tuturan warganet di Facebook. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis pendekatan kualitatif ini didasarkan pada konteks logika berbahasa di Facebook. Data penelitian ini adalah tuturan warganet yang teridentifikasi sebagai sesat pikir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara ketekunan/keajegan pengamatan terhadap wujud sesat pikir yang ditampilkan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya sepuluh jenis sesat pikir yang terjadi pada lima topik berita yang dipilih dengan bentuk logika tertentu, yaitu: red herring, strawman fallacy, ad hominem, false dilemma, hasty generalization, prejudicial language, appeal to faith, argument from ignorance, slippery slope, dan weak analogy.Kata-kata Kunci: sesat pikir, logika, bahasa, media sosial, filsafa