Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
284 research outputs found
Sort by
ABSURDITAS PEMIKIRAN DAN PERILAKU TOKOH UTAMA DALAM DRAMA BANGUN PAGI BAHAGIA KARYA ANDY SRI WAHYUDI (THE ABSURDITY OF THE THOUGHTS AND BEHAVIORS OF THE MAIN CHARACTERS IN DRAMA BANGUN PAGI BAHAGIA BY ANDY SRI WAHYUDI)
AbstractThe Absurdity of the Thoughts and Behaviors of the Main Characters in Drama Bangun Pagi Bahagia by Andy Sri Wahyudi. The purpose of this research is to explain the form of the absurdity of thought and behavior of the main character that appears in Andy Sri Wahyudi's drama Bangun Pagi Bahagia and the factors that influence it. This study uses a qualitative approach and belongs to the type of absurdity study. Literature review techniques were used to collect data and qualitative content analysis was used in this research data analysis technique. The results of the study show that the drama Bangun Pagi Bahagia contains elements of absurdity of thought as well as absurdity of behavior. Among the absurd forms of the main character's thoughts on Bangun Pagi Bahagia, namely the view that death is a form of a good ideal. Among the forms of absurdity in the behavior of the main character Bangun Pagi Bahagia is talking to statues to get help. Factors that influence the absurdity of the main character's thoughts and behavior can be formulated in three ways, namely the problem of life, freedom, and feelings.Keywords: absurdity, thoughts, behaviors, main characters, dramaAbstrakAbsurditas Pemikiran dan Perilaku Tokoh Utama dalam Drama Bangun Pagi Bahagia Karya Andy Sri Wahyudi. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bentuk absurditas pemikiran dan perilaku tokoh utama yang muncul dalam drama Bangun Pagi Bahagia karya Andy Sri Wahyudi serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tergolong dalam jenis kajian absurditas. Teknik studi pustaka dipakai dalam mengumpulkan data dan analisis isi kualitatif dipakai dalam teknik analisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan drama Bangun Pagi Bahagia mengandung unsur absurditas pemikiran juga absurditas perilaku. Di antara bentuk absurditas pemikiran tokoh utama Bangun Pagi Bahagia, yaitu pandangan bahwa kematian adalah sebentuk cita-cita yang baik. Di antara bentuk absurditas perilaku tokoh utama Bangun Pagi Bahagia, yakni berbicara kepada patung agar mendapatkan pertolongan. Faktor yang memengaruhi absurditas pemikiran dan perilaku tokoh utama dapat dirumuskan ke dalam tiga hal, yakni masalah hidup, kebebasan, dan perasaan.Kata-kata kunci: absurditas, pemikiran, perilaku, tokoh utama, dram
RESEPSI MASYARAKAT DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER CERITA DATU TIMANG (COMMUNITY RECEPTION AND THE VALUE OF CHARACTER EDUCATION IN THE LEGEND OF DATU TIMANG)
AbstractCommunity Reception and the Value of Character Education in the Legend of DatuTimang. This study aims to describe the factors causing reception actions / forms ofcommunity receptions, and the value of character education in the Datu Timang story.This research is a descriptive qualitative research through a literary reception approach.Sources of research data were taken from the informants' speech either throughinterviews, field observations at Datu Timang's grave, and manakib documents or booksrelated to Datu Timang. The results of this study are (1) it can be seen the forms ofcommunity reception of Datu Timang's story in the form of a biography. Theimplementation of the Datu Timang haul, the number of pilgrims to the grave of DatuTimang, the habit of reading manakib, the presence of people who are fluent in telling thehistory of Datu Timang, and the document manakib / books that were published. Thefactors influensing are the the factors of the existence of vows, factors of love forguardians, actors whisful thinking/desires (marriage fartners,offspring/children,sustenance,etc.), socio-cutural factors, meanwhile. (2) it can be seen thevalue of character education in the story so that it can be an example for readers,especially the younger generation, namely. (1) religious (faith, piety, and gratitude); (2)responsibility; (3) social care (prioritizing public interests, being helpful, willing tosacrifice, cooperating, sharing, and loving; (4) discipline; (5) humble; (6) courageous;(7) hard work.Key words: community reception, legendary stories, Datu Timang, value, character educationAbstrakResepsi Masyarakat dan Nilai Pendidikan Karakter Cerita Datu Timang. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk resepsi masyarakat dan nilaipendidikan karakter yang ada dalam cerita Datu Timang. Penelitian ini berjenis penelitiankualitatif deskriptif melalui pendekatan resepsi sastra. Sumber data penelitian diambil darituturan informan baik melalui kegiatan wawancara mendalam, observasi lapangan dimakam Datu Timang, dan dokumen manakib atau buku yang berkaitan dengan DatuTimang. Hasil dari penelitian ini adalah (1) dapat diketahui bentuk-bentuk resepsimasyarakat terhadap cerita Datu Timang berupa riwayat hidup. pelaksanaan haul DatuTimang, banyaknya peziarah ke makam Datu Timang, adanya kebiasaan membacamanakib, adanya orang yang fasih menceritakan riwayat Datu Timang, dan adanyadokumen riwayat DT /manakib, atau buku cerita rakyat DT yang diterbitkan. Selain itujuga faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah adanya nazar, faktor kecintaan terhadapwali, adanya angan-angan atau keinginan (jodoh,keturunan,rezeki,dsb.), faktor sosialbudaya, (2) dapat diketahui nilai pendidikan karakter yang ada pada cerita sehingga dapatmenjadi contoh bagi pembaca khususnya generasi muda, yaitu. (1) religius (iman, takwa,dan syukur); (2) tanggung jawab; (3) peduli sosial (mementingkan kepentingan umum,penolong, rela berkorban, kerja sama, suka berbagi, dan pengasih; (4) disiplin; (5) rendahhati; (6) pemberani; (7) kerja keras.Kata-kata kunci: resepsi masyarakat, cerita legenda, Datu Timang, nilai, pendidikan karakte
ANALISIS NOVEL “BUMI MANUSIA” KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES (ANALYSIS OF THE NOVEL “BUMI MANUSIA” BY PRAMOEDYA ANANTA TOER: ROLAND BARTHES SEMIOTICS STUDY)
Analysis of the novel "Bumi Manusia" by Pramoedya Ananta Toer: A Semiotic Study of Roland Barthes. This study aims to describe the meaning of denotation, connotation and myth in the text of the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer. The method used is descriptive and the approach used is the semiotic approach. Data analysis techniques with content analysis. The results showed that each data analyzed contained denotation, connotation and myth based on the concept of Roland Barthes. The conclusion from this research is the text in the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer, that myths are discourses that were believed during the time when the discourse was circulating, the findings that the researchers found were closely related to the meaning of connotations in the text. The meaning of denotation contained in the novel Bumi Manusia is that it describes the condition of the Indonesian people during the Dutch East Indies colonial period, politics, the ideology of the people at that time. The meaning of connotations in the analysis of the novel Bumi Manusia is a social allusion to the injustices experienced by the natives.Key words: semiotics, Roland Barthes, novel, denotation, connotationAnalisis Novel “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian Semiotika Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotasi, makna konotasi dan mitos dalam teks novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan pendekatan yang digunakan pendekatan semiotika. Teknik analis data dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan setiap data yang dianalisis terdapa makna denotasi, makna konotasi dan mitos menurut konsep Roland Barthes. Hasil simpulan dalam penelitian ini teks dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, bahwa mitos merupakan wacana-wacana yang dipercayai pada masa wacana itu beredar, temuan yang peneliti temukan mitos berkaitan erat dengan makna konotasi dalam teks. Makna denotasi yang terdapat dalam novel Bumi Manusia yaitu menggambarkan keadaan rakyat Indonesia pada masa penjajahan Hindia Belanda, politik, ideologi orang-orang pada masa itu. Makna konotasi yang dalam analisis novel Bumi Manusia yaitu singgungan sosial tentang ketidakadilan yang dialami Pribumi.Kata-kata Kunci: semiotika, Roland Barthes, novel, konotasi, denotas
PENGUNGKAPAN MUATAN UJARAN KEBENCIAN BERDASARKAN KESUKUAN PADA BAHASA SEBAGAI ALAT BUKTI HUKUM: ANALISIS LINGUISTIK FORENSIK (DISCLOSURE OF HATE SPEAKING BASED ON ETHNICITY ON LANGUAGE AS LEGAL EVIDENCE: FORENSIC LINGUISTIC ANALYSIS)
Disclosure of Content of Hate Speech Based on Ethnicity in Legal Evidence: Forensic Linguistic Analysis. This study aims to reveal allegations of hate speech based on SARA. This research uses descriptive qualitative research with research data in the form of the use of language as legal evidence in uploading SL (Reported) and information from police investigators. The analytical approach uses triangulation theory, namely the analysis of critical discourse models of Fairclough, sociopragmatics, and Roland Barthes' semiotics. This study concludes that SL uploads are strongly suspected of causing hatred or hostility to individuals and/or groups based on SARA between tribal organizations (KP and PB organizations). Handling such cases needs to be done quickly because they have the potential to cause communal social conflicts.Keywords: SARA hate speech, critical discourse analysis of legal cases, speech acts, semiotics, forensic linguisticsPengungkapan Muatan Ujaran Kebencian Berdasarkan Kesukuan pada Alat Bukti Hukum: Analisis Linguistik Forensik. Penelitian ini bertujuan mengungkap dugaan ujaran kebencian berdasarkan SARA. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan data penelitian berupa penggunaan bahasa sebagai alat bukti hukum dalam unggahan SL (Terlapor) dan keterangan penyidik kepolisian. Pendekatan analisis menggunakan triangulasi teori, yakni analisis wacana kritis model Fairclough, sosiopragmatik, dan semiotik Roland Barthes. Penelitian ini menyimpulkan bahwa unggahan SL diduga kuat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok berdasarkan SARA antarormas kesukuan (ormas KP dan PB). Penanganan kasus seperti itu perlu dilakukan dengan cepat karena berpotensi menimbulkan konflik sosial komunal.Kata-kata Kunci: ujaran kebencian SARA, analisis wacana kritis kasus hukum, tindak tutur, semiotik, linguistik forensi
PAMALI DALAM MASYARAKAT DAYAK MERATUS KECAMATAN HAMPANG KABUPATEN KOTABARU (PAMALI IN DAYAK MERATUS COMMUNITY IN HAMPANG DISTRICT, KOTABARU REGENCY)
AbstractPamali in Dayak Meratus Community in Hampang District, Kotabaru Regency. Thisstudy discusses pamali (taboo; prohibition) in Dayak Meratus community in Hampangdistrict, Kotabaru regency. The research used in this study is descriptive qualitativeresearch because the data produced are in the forms of words or expressions of pamaliwhich are interpreted through descriptions and explanations obtained from the research.The approach used in this study is cultural anthropology approach which focuses onhuman culture or the way of life in society. The object under study is pamali by focusingon the meaning, function, and structure of pamali in Dayak Meratus community. The dataare obtained by observing, interviewing, and documenting, then giving interpretations ordefinitions and processing them into some categories. Based on the result of the analysis,there are two pamalis in Dayak Meratus community: textual meaning and deepestmeaning. The functions of pamali include health, moral education, culture education, andreligious education function. There are two structures of pamali: two-part and three-part.Key words: pamali, Dayak Meratus, cultural anthropology, meaning of pamali, structureof pamaliAbstrakPamali dalam Masyarakat Dayak Meratus Kecamatan Hampang KabupatenKotabaru. Penelitian ini membahas tentang Pamali dalam Masyarakat Dayak MeratusKecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenispenelitian kualitatif deskriptif, sebab data yang dihasilkan adalah berupa kata-kata atauungkapan kalimat pamali yang diinterpretasikan melalui pendeskripsian dan pemaparanyang diperoleh dari penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatanAntropologi Budaya, yaitu memfokuskan perhatian pada kebudayaan manusia ataupuncara hidupnya dalam masyarakat. Objek yang diteliti adalah pamali dengan berfokus padamakna, fungsi, dan struktur pamali dalam masyarakat Dayak Meratus. Data-datadidapatkan dengan cara mengobservasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudianmemberikan interpretasi atau pemaknaan dan mengolahnya ke dalam beberapa kategori.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, pamali dalam Masyarakat DayakMeratus terdapat dua buah, yaitu makna tekstual dan makna terdalam. Fungsi pamali diantaranya fungsi kesehatan, fungsi Pendidikan Moral, fungsi Pendidikan Budaya, danfungsi Pendidikan Religi. Sedangkan struktur pamali ada dua, yaitu pamali berstrukturdua bagian dan tiga bagian.Kata-kata kunci: pamali, Dayak Meratus, antropologi budaya, makna pamali, strukturpamal
ANALISIS STRUKTUR TEKS, KOGNISI SOSIAL, DAN DIMENSI SOSIAL DALAM NOVEL PULANG KARYA TERE LIYE (ANALYSIS OF TEXT STRUCTURE, SOCIAL COGNITION, AND SOCIAL DIMENSIONS IN NOVEL PULANG CREATION TERE LIYE)
AbstractAnalysis of Text Structure, Social Cognition, and Social Dimensions in Novel PulangCreation Tere Liye. The purpose of this study is to describe the structure of the text, socialcognition, and dimensions used in the novel Pulang by Tere Liye when viewed from theanalysis of Teun A. Van Dijk's critical discourse analysis. This study uses the CriticalDiscourse Analysis approach developed by Teun A. Van Dijk and uses the descriptivequalitative method. The results obtained in the novel Pulang Tere Liye's text structure isdivided into several elements, namely, macrostructure, superstructure, and microstructure.The author's macro structure has the theme of betrayal. There are several stages in thesuperstructure, namely the stages of settlement, conflict arising, increasing conflict, climax,and resolution. Microstructure uses semantics, syntax, stylistic, and rhetoric. Semanticelements are divided into several parts, namely, background, detail and purpose. The settingof this novel are Sumatra, the Jungle Forest of Sumatra, Hong Kong, Tokyo Airport, theCapital Harbor. The details used by the author are more beneficial to him but some aredetrimental to him. The author's intent is stated explicitly and clearly so that the readerunderstands and easily understands the story. In syntax, it is divided into several parts,namely coherence, pronouns, and sentence forms. Coherence used is meaningful coherenceof cause and effect, emphasis, location or time, addition, inference, and conflict. Thepronouns used in this novel are the first singular pronouns aku (I), the first plural pronounkami and kita (we), the second singular pronoun, anda, kau and mu, (you), the second pluralpronoun kalian (all of you), the third singular pronoun ia and dia, and the third pluralpronoun mereka (they, them).The froms of sentences used by the writer are active andpassive sentences. The style of language used is the style of language anaphora, epanalepsis,asonance, simile, pleonasm, correction, aptronym, antithesis, sarcasm, alonym, erotesis, andasidenton. Rhetorical cases are divided into several parts, namely graphics; the author usesemphasis with words or sentences in italics. The metaphors used by the writer are dailyexpressions, proverbs, and proverbs. The expressions used referred to sad and happyexpressions. The social cognition is divided into several elements, namely knowledge,opinions and attitudes, and ideology. Furthermore, the social dimension is divided intoseveral elements, namely power and access.Key words: critical discourse, text structure, social cognition, social dimensions, novelAbstrakAnalisis Struktur Teks, Kognisi Sosial, dan Dimensi Sosial dalam Novel Pulang KaryaTere Liye. Tujuan penelitian mendeskripsikan struktur teks, kognisi sosial, dan dimensiyang digunakan dalam novel Pulang karya Tere Liye bila ditinjau dari analisis wacana kritisTeun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis yangdikembangkan oleh Teun A. Van Dijk dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasilpenelitian yang diperoleh dalam novel Pulang karya Tere Liye yaitu struktur teks terbagimenjadi beberapa elemen yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Strukturmakro pengarang mengangkat tema penghianatan. Superstruktur terdapat beberapa tahapanyakni tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahapklimaks, dan tahap penyelesaian. Struktur mikro menggunakan semantik, sintaksis, stilistik,dan retoris. Elemen semantik terbagi beberapa bagian yaitu latar, detil dan maksud. Lataryang digunakan dalam novel ini yaitu di Sumatera, Hutan Rimba Sumatera, Hongkong,Bandara Tokyo, Pelabuhan Ibu Kota. Detil yang digunakan pengarang lebih menguntungkandirinya namun ada pula yang merugikan dirinya. Maksud disampaikan penulis secaraeksplisit dan jelas sehingga pembaca mengerti dan mudah memahami cerita. Pada sintaksis,terbagi menjadi beberapa bagian yaitu koherensi, kata ganti, dan bentuk kalimat. Koherensiyang digunakan yaitu koherensi bermakna sebab akibat, penekanan, lokasi atau waktu,penambahan, penyimpulan, dan pertentangan. Kata ganti yang digunakan yaitu kata gantipertama tunggal aku, kata ganti pertama jamak kami dan kita, kata ganti kedua tunggal anda,kau, dan mu, kata ganti kedua jamak kalian, kata ganti ketiga tunggal ia dan dia, kata gantiketiga jamak mereka. Bentuk kalimat yang digunakan penulis yaitu kalimat aktif dan pasif.Gaya bahasa yang digunakan yaitu gaya bahasa anafora, epanalepsis, asonansi, simile,pleonasme, koreksio, aptronim, antitesis, sarkasme, alonim, erotesis, dan asidenton. Retoristerbagi menjadi beberapa bagian yaitu grafis, penulis menggunakan penekanan dengan kataatau kalimat yang dicetak miring. Metafora yang digunakan penulis yaitu ungkapan seharihari, peribahasa, dan pepatah. Ekspresi yang digunakan yaitu ekspresi sedih dan bahagia.Pada kognisi sosial terbagi menjadi beberapa elemen yaitu pengetahuan, opini dan sikap,serta ideologi. Selanjutnya, dimensi sosial terbagi menjadi beberapa elemen yaitu kekuasaandan akses.Kata-kata kunci: wacana kritis, struktur teks, kognisi sosial, dimensi sosial, nove
PERAN LOGIKA SEMANTIK BAHASA BANJAR PADA KISAH SI PALUI DI BANJARMASIN POST (THE ROLE OF SEMANTIC LOGIC IN BANJAR ON THE STORY OF SI PALUI IN BANJARMASIN POST)
AbstractThe Role of the Semantic Logic of Banjar Language in the Story of SiPalui in Banjarmasin Post. This research tries to reveal the role of semanticlogic in the report of Si Palui published in Banjarmasin Post. This study usesa qualitative approach and descriptive methods. This is based on why thedata collected and analyzed are in the form of words, phrases, clauses, orsentences that make up the story of Si Palui in Banjarmasin Post. The theoryused is the theory of semantic logic. The results of this study indicate the roleof micro and macro semantic logic in the story of Si Palui. The role of microsemantic logic includes the role of predicator semantics, the role of argumentsemantics, and peripheral semantics. The part of macro semantic logic isinactive and passive sentences and clauses.Keywords: Si Palui, semantic logic, Banjar language, syntactic, BanjarliteratureAbstrakPeran Logika Semantik Bahasa Banjar Pada Kisah Si Palui DiBanjarmasin Post. Penelitian ini berusaha mengungkap peran logikasemantis di dalam cerita Si Palui yang terbit di Banjarmasin Post. Penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Hal inididasarkan kepada alasan bahwa data yang dikumpulkan dan dianalisisberupa kata, frasa, klausa, atau kalimat yang membentuk cerita Si Palui diBanjarmasin Post. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teorilogika semantik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peran logikasemantik mikro dan makro pada cerita Si Palui. Peran logika semantik mikromeliputi peran semantik predikator, peran semantik argumen, peran semantikperiferal. Pada peran logika semantik makro terdapat pada kalimat maupunklausa aktif dan pasif.Kata-kata kunci: Si Palui, logika semantik, bahasa Banjar, sintaksis, sastraBanja
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL “BANDAR” KARYA ZAKY YAMANI (THE IMAGE OF WOMEN IN THE NOVEL “BANDAR” BY ZAKY YAMANI)
AbstractThe Image of women in the Novel “Bandar” By Zaky Yamani. This study aims todescribe the image of women in the novel Bandar by Zaky Yamani. This is qualitativeresearch. All activities and interpretations of research results are presented in the form ofdescriptions. This research utilizes an approarch of the sociology of literature. Startingfrom this approach, the researcher takes a picture or image of something linked to women,men, traditions, or even the modern world and others. In a literary work, the image mustbe adjusted to the development of the cultural community. The data in this study are words,sentences and discourse contained in the novel. The data source of this research is thenovel “Bandar” by Zaky Yamani, 299 pages. The data collection technique used is the notetaking technique. Data analysis is related to context (novel content) to discuss the image ofwomen. The results showed that there were three types of women’s images in the novelBandar by Zaky Yamani: (1) women’s image to words their role as individuals: namelywomen who were resfectful, wise, gentle, affectionate, caring, pious, firm, hardworkingand persistent, independent, anxious and worried, angry/ emotional, responsible, cheerful,strong and determined, love, hope, beautiful, and hurt; (2) Women’s image as theirdomestic roles: namely the women as wives who are educating, devoting, to husbands andparents, being loyal to partners, caring for the family, feeling sad and disappointed, beingfriends, and being obedient; and (3) Women’s image of their role as members of thecommunity, namely women who are conducting the renewal, providing entertainment toothers, having a forgiving spirit to others, having a spirit of helping the others, beingbrave, demanding justice, being social, being completed in the cultural traditions of forcedmarriage, oppressed, and giving resistance.Key words: women’s image, individuals, domestic, community, novelAbstrakCitra Perempuan dalam Novel “Bandar” Karya Zaky Yamani. Penelitian ini bertujuanmendeskripsikan citra perempuan dalam novel Bandar Karya Zaky Yamani. Penelitian inimerupakan metode deskriptif kualitatif secara keseluruhan memanfaatkan cara-carapenafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah sosiologi sastra ialah pendekatan yang mengambil gambaranatau citra tentang sesuatu yang di kaitkan pada perempuan, laki-laki, tradisi, atau pun duniamodern dan lain-lain. Dalam suatu karya sastra citra harus di sesuaikan denganperkembangan budaya masyarakat. Ada pun data dari penelitian ini berupa kata, kalimatdan wacana yang terdapat dalam novel. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel“Bandar” Karya Zaky Yamani sebagai novel pertamanya dengan tebal novel 299 halaman.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat.Analisis data akan selalu dihubungkan dengan konteks (isi novel) untuk mengetahuipembahasan mengenai citra perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga citraperempuan dalam novel Bandar Karya Zaky Yaman yaitu (1) Citra perempuan terhadapperannya sebagai individu berupa perempuan yang menghormati, bijaksana/ penyabar,lemah lembut, penyayang, peduli, taqwa, tegas, pekerja keras dan gigih, mandiri, cemasdan khawatir, pemarah/emosi, bertanggung jawab, pengembira, tegar dan teguh, cinta,berharap, cantik, dan sakit hati. (2) Citra perempuan terhadap perannya sebagai domistik(keluarga) berupa perempuan sebagai istri yang mendidik, bakti pada suami dan orang tua,setia pada pasangan, perhatian pada keluarga, merasakan sedih dan kecewa, bersahabatsesama, dan penurut. (3) Citra perempuan terhadap perannya sebagai masyarakat berupaperempuan pembaharuan, menghibur orang lain, berjiwa pemaaf pada orang lain, berjiwapenolong, pemberani, menuntut keadilan, sosial, terperengkap dalam tradisi budaya kawinpaksa, tertindas, dan memberi perlawanan.Kata-kata kunci: citra perempuan, individu, domistik, masyarakat, nove
REPRESENTASI KEKUASAAN TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU KELAS PADA MADRASAH IBTIDAIYAH ISTIQLAL BANJARMASIN (REPRESENTATION OF THE POWER OF DIRECTIVE SPEECH ACTS PRODUCED BY THE CLASS TEACHER AT MADRASAH IBTIDAIYAH ISTIQLAL BANJARMASIN)
Representation of the Power of Directive Acts Produced by the Class Teacher at Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal Banjarmasin. This study aims to determine the representation of the teacher’s power in directive speech acts, namely: requests, questions, commands, prohibitions, granting of permission, and advice to classroom teacher and their effects on the students of MI Istiqlal Banjarmasin. This study used a descriptive qualitative approach. This research data were in the form of teacher’s speech acts containing the representation of power during the learning and teaching process. The source of this research data was a classroom teacher who was teaching in the classroom at MI Istiqlal Banjarmasin. The researcher used the pragmatic approach, the listening and the recording techniques to obtain information in accordance with the object to be the focus of the research. The research found six types of representation of the power of directive speech acts made by the classroom teacher in at MI Istiqlal Banjarmasin such as requests, questions, orders, prohibitions, granting permission, and advice. Representation of teacher power in directive speech acts were in the forms of teacher’s expertise, humanity and legitimate power; power in expressing pleasure and displeasure; and power in giving direction and affirmation. The teacher most on often spoke speech acts of questions and commands during the learning and teaching process in the classrom.Keywords: representation, power, teacher, directive speech acts, ibtidaiyah madrasaRepresentasi Kekuasaan Tindak Tutur Direktif Guru Kelas pada Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan mengetahui representasi kekuasaan dalam tindak tutur direktif permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat pada guru kelas dan efeknya terhadap siswa MI Istiqlal Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan guru saat proses pembelajaran yang tuturannya mengandung representasi kekuasaan. Sumber data penelitian ini adalah guru kelas di MI Istiqlal Banjarmasin yang sedang mengajar di dalam kelas. Penulis menggunakan ancangan pragmatik, teknik simak dan teknik catat untuk memperoleh keterangan sesuai dengan objek yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini ditemukannya enam representasi kekuasaan tindak tutur direktif guru kelas pada MI Istiqlal Banjarmasin seperti permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat. Representasi kekuasaan guru dalam tindak tutur direktif ini berupa kekuasaan kepakaran, humanis, dan absah guru; kekuasaan menyatakan rasa senang dan tidak senang; dan kekuasaan dalam memberi pengarahan dan penegasan. Tindak tutur pertanyaan dan perintah paling sering diujarkan guru saat proses pembelajaran di kelas.Kata-kata Kunci: representasi, kekuasaan, guru, tindak tutur direktif, madrasah ibtidaiya
HEGEMONI BERITA ONLINE TENTANG COVID-19 KEPADA MASYARAKAT BANJARMASIN (HEGEMONY OF ONLINE NEWS ABOUT COVID-19 TO THE SOCIETY OF BANJARMASIN)
AbstractHegemony Of Online News About Covid-19 To The Society of Banjarmasin. This research aims todescribe the form of hegemony of online mass media news about Covid-19, such as the reception andresponse of the people of Banjarmasin and how changes in behavior or its impact on society ineveryday life. This study used a descriptive research design with a qualitative approach. The datasource of this research comes from a collection of online mass media news that has been published incyberspace and a questionnaire that has been distributed by researchers to respondents who arewilling to participate. There are two forms of hegemony found, namely hegemony of behavior andhegemony of perception. Then, the forms of hegemony that are found affect the reception and responseof the community. Public reception is shown by their acceptance of news in online mass media, whilepublic response is indicated by changes in behavior and views on news related to the Covid-19pandemic. Therefore, the existence of hegemony in the news in online mass media related to theCovid-19 pandemic has a positive and effective impact on the lives of the people of Banjarmasin tobreak the chain of distribution.Key words: hegemony, news, Covid-19 news, online mass media, Banjarmasin citizenAbstrakHegemoni Berita Online Tentang Covid-19 Kepada Masyarakat Banjarmasin. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan bentuk hegemoni berita media massa online tentang Covid-19,seperti apa resepsi dan respon masyarakat Banjarmasin serta bagaimana perubahan prilaku ataudampaknya terhadap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan rancanganpenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari kumpulanberita media massa online yang telah terbit di dunia maya serta angket yang telah disebar oleh penelitikepada responden yang bersedia berpartisipasi. Terdapat dua bentuk hegemoni yang ditemukan, yaituhegemoni perilaku dan hegemoni persepsi. Kemudian, bentuk-bentuk hegemoni yang ditemukan inimempengaruhi resepsi dan respons masyarakat. Resepsi masyarakat ditunjukkan denganpenerimaannya terhadap berita di media massa online, sedangkan respons masyarakat ditunjukkandengan perubahan perilaku dan pandangan terhadap berita terkait pandemi Covid-19. Oleh karena itu,adanya hegemoni pada berita di media massa online terkait pandemi Covid-19 memberikan dampakpositif dan efektif bagi kehidupan masyarakat Banjarmasin untuk memutus mata rantai penyebaran.Kata-kata kunci: hegemoni, berita, berita Covid-19, media massa online, masyarakat Banjarmasi