Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    PENERAPAN PENDEKATAN ANDRAGOGI DALAM PENULISAN ARTIKEL BAHASA INDONESIA BERTEMA TRADISI DAN ADAT BUDAYA KALIMANTAN SELATAN (APPLICATION OF ANDRAGOGY APPROACH IN WRITING INDONESIAN ARTICLES ON THE THEME OF CULTURAL TRADITIONS AND CUSTOMS SOUTHERN KALIMANTAN)

    Full text link
     AbstractApplication Of Andragogy Approach In Writing Indonesian Articles  On The Theme Of Cultural Traditions And Customs  Southern Kalimantan. The application of the andragogy approach in writing Indonesian articles on the theme of South Kalimantan cultural traditions and customs needs to be done to help learners in completing their assignments. This is done because every year there is an Indonesian article writing competition, so the application of this andragogy approach is needed. The qualitative method used in this research can produce descriptive data in the form of Indonesian article assessment. The results of the study stated that the sharpness of the problem analysis was the highest criterion. Furthermore, the assessment of the originality of the work and theatricality of the title or topic raised, the writing format of language use, the benefits & urgency of the issues raised, conclusions and suggestions. The participatory learning strategy applied can overshadow the characteristics of adult learners.Keywords: andragogy, article writing, tradition, cultureAbstrakPenerapan Pendekatan Andragogi Dalam Penulisan Artikel Bahasa Indonesia Bertema Tradisi Dan Adat Budaya Kalimantan Selatan. Penerapan pendekatan andragogi dalam penulisan artikel bahasa Indonesia bertema tradisi dan adat budaya Kalimantan Selatan perlu dilakukan untuk menolong pembelajar dalam penyelesaian tugasnya. Hal ini dilakukan karena setiap tahun ada lomba penulisan artikel bahasa Indonesia, sehingga penerapan pendekatan andragogi ini diperlukan. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dapat menghasilkan data deskriptif berupa penilaian artikel bahasa Indonesia. Hasil penelitian disebutkan bahwa ketajaman analisis permasalahan menunjukkan kriteria yang paling tinggi. Selanjutnya dilakukan juga penilaian originalitas karya dan keatraktivan judul atau topik yang diangkat, format penulisan penggunaan bahasa, manfaat dan urgensi permasalahan yang diangkat, kesimpulan serta saran. Strategi pembelajaran partisipatif yang diterapkan dapat  menaungi karakteristik pembelajar dewasa.Kata Kunci: androgogi, penulisan artikel, tradisi, buday

    KETERAMPILAN MENULIS KRITIS UNTUK MEMPERSIAPKAN MAHASISWA PADA PENULISAN AKADEMIK PROFESIONAL (THE USE OF CRITICAL WRITING SKILLS TO PREPARE STUDENTS FOR PROFESSIONAL ACADEMIC WRITING)

    Full text link
     AbstractThe use of critical writing skills to prepare students for professional academic writing. Writing academic texts needs to consider critical thinking positions. Critical thinking is a way to see things proportionally and objectively. Students have good critical thinking skills to do good writing. In writing academic texts, students tend to have difficulty integrating various reference sources into a unified whole to support arguments and ideas in writing, especially in the background, tend to be disorganized and incoherent, have difficulty finding previous research that supports the problem, and choose theory as a framework. This study aims to use critical writing skills to prepare students for professional academic writing. The presentation uses a literature review approach. The database or dataset used for literature research is the Google Scholar in Perish or Publish (PoP) application. Articles that are relevant to the research objectives 31 articles. The findings show that, first, descriptive writing involves describing information and phenomena in detail without argumentation. In contrast, critical writing involves analyzing and linking various pieces of information to understand the problem or topic chosen, learning to gain multiperspective understanding. Second, to prepare students for professional academic writing, an understanding of critical writing skills is needed, namely paraphrasing, explaining, concluding, analyzing, and synthesizing in writing academic texts. Third, the need to provide real feedback from lecturers and colleagues to increase self-confidence, as well as to habituate patterns of critical writing skills.Keywords: writing, critical writing, academic text, academic writing AbstrakKeterampilan menulis kritis untuk mempersiapkan mahasiswa pada penulisan akademik profesional. Menulis teks akademik perlu mempertimbangkan posisi berpikir kritis. Berpikir kritis adalah cara untuk melihat sesuatu secara proporsional dan objektif. Mahasiswa dapat dikatakan memiliki pemikiran kritis yang baik sehingga mampu membuat tulisan yang baik. Dalam menulis teks akademik, mahasiswa cenderung mengalami kesulitan mengintegrasikan berbagai sumber referensi menjadi satu kesatuan yang utuh untuk mendukung argumentasi, gagasan, dalam tulisan terutama di latar belakang, cenderung tidak teratur dan tidak koheren, kesulitan menemukan penelitian sebelumnya yang mendukung masalah, dan memilih teori sebagai kerangka berpikir. Tulisan ini bermaksud untuk memahami bagaimana meningkatkan kualitas penulisan teks akademik dengan mengasah kemampuan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini yakni menjelaskan pentingnya kerampilan menulis kritis untuk mempersiapkan mahasiswa dalam penulisan akademik secara professional. Pemaparan menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Basis data atau dataset yang digunakan untuk penelitian literatur adalah aplikasi Google Scholar in Perish or Publish (PoP). Artikel yang relevan dengan tujuan penelitian sebanyak 31 artikel. Hasil temuan menunjukkan bahwa, pertama, menulis deskriptif melibatkan kegiatan mendeskripsikan informasi dan fenomena secara mendetail tanpa disertai argumentasi, sedangkan penulisan kritis melibatkan analisis dan menghubungkan  berbagai informasi untuk memahami masalah atau topik yang dipilih, serta belajar untuk mendapatkan pemahaman multiperspektif. Kedua, mempersiapkan mahasiswa untuk penulisan akademik profesional, diperlukan pemahaman keterampilan menulis kritis, yaitu parafrase, menjelaskan, menyimpulkan, menganalisis, dan menyintesis dalam menulis teks akademik. Ketiga, perlunya pemberian umpan balik nyata dari dosen dan rekan untuk meningkatkan rasa percaya diri, serta pembiasan pola keterampilan menulis kritis.Kata-kata kunci: menulis; tulisan kritis; teks akademik, penulisan akademi

    REPRESENTASI SOSIALISME DALAM NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (SOCIALISM AS REFLECTED IN PRAMOEDYA ANANTA TOER’S NOVEL BUMI MANUSIA)

    Full text link
    AbstractSocialism As Reflected In Pramoedya Ananta Toer’s Novel Bumi Manusia. Literature use to bring out the deepest desire of a writer. Literature appear as result of inner turmoil of a writer who try to see the world from his point of view, then literature be a messenger to public. Pramoedya Ananta Toer as a writer try to inculcate his wild ideas in to a brilliant creation be entitled Bumi Manusia. In Buru Tetralogy, this novel is a beginning of seeding the maturity of character named Minke, learning process, seeking knowledge, and sharpen his mind. describe the representation of socialism in the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer. This research is a qualitative descriptive study using genetic structuralism as a technical analysis. The data sources of this research come from sentences that represent socialism in the fields of education, law, and gender in the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer. Overall, incident in Bumi Manusia Novel is protest form to colonial injustice practice in Hindia Belanda.Key words: reflected, genetic-structuralism, socialism, education, law, genderAbstrakRepresentasi Sosialisme dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Sastra muncul sebagai hasil pergolakan batin seorang sastrawan yang mencoba melihat dunia dari sudut pandangnya, sastra kemudian menjadi penyampai pesan pada masyarakat. Pramoedya Ananta Toer sebagai seorang sastrawan mencoba menanamkan gagasan-gagasan liarnya ke dalam salah satu karya cemerlang berjudul Bumi Manusia. Dalam Tetralogi Buru, novel ini merupakan awal penyemaian kedewasaan tokoh Minke, proses belajar, mencari ilmu pengetahuan, serta menajamkan pikiran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi sosialisme dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan strukturalisme genetik sebagai teknis analisis. Sumber data penelitian ini berasal dari kalimat-kalimat yang merepresentasikan sosialisme dalam bidang pendidikan, hukum, dan gender pada pada novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Secara keseluruhan kejadian-kejadian dalam novel Bumi Manusia merupakan bentuk protes pada praktik ketidakadilan kolonial di Hindia Belanda.Kata-kata kunci: representasi, strukturalisme-genetik, sosialisme, pendidikan, hukum, gende

    PEMEROLEHAN PERTANYAAN MANA? (STUDI KASUS PADA MZ, ANAK LAKI-LAKI USIA 2 TAHUN 8 BULAN SAMPAI 3 TAHUN) (THE ACQUISITION OF WHERE QUESTION? (CASE STUDY ON MZ, BOYS AGED 2 YEARS 8 MONTHS TO 3 YEARS))

    Full text link
    AbstractThe Acquisition of Where Question? (Case Study on MZ, Boys Aged 2 Years 8 Months To 3 Years. Research on where question by boys has not been done much by researchers. Therefore, this study is a study of where question to obtain in boys. This study aims to describe and explain where question was obtained by MZ from the age of 2 years 8 months to 3 years. This study uses the theory of the early speech stage of children from Steinberg et al. (2001) and the theory of question words where Hoff (2009), Klima & Bellugi (1966), Lust (2006), Lightbown & Spada (2006), and Yule (2015). This research method is a qualitative descriptive method with a longitudinal approach. The result of this study was that a pattern of obtaining which question was found in boys named MZ aged 2 years 8 months to 3 years. Which question pattern is which question word + subject + where + ? and which question word + subject +?. The findings of the question pattern in this MZ turned out to be in accordance with the theory of the initial utterances of the children of Steinberg et al. (2001), namely at the telegraphic stage. Telegraphic utterances are two- and three-word utterances. In addition, in this study it was also found that MZ could only pronounce his suffix eloquently at the age of 3 years.Keywords: question, where, speech patterns, telegraphic utterances, boysAbstrakPemerolehan Kalimat Tanya Mana? (Studi Kasus pada MZ, Anak Laki-Laki Usia 2 Tahun 8 Bulan sampai 3 Tahun). Penelitian mengenai pertanyaan mana oleh anak laki-laki belum banyak dilakukan oleh para peneliti. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan penelitian pemerolehan pertanyaan mana pada anak laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang pemerolehan pertanyaan mana oleh MZ dari usia 2 tahun 8 bulan sampai 3 tahun. Penelitian ini menggunakan teori tahap tuturan awal anak dari Steinberg et al. (2001) dan teori kata tanya mana Hoff (2009), Klima & Bellugi (1966), Lust (2006), Lightbown & Spada (2006), dan Yule (2015). Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan longitudinal. Hasil penelitian ini adalah ditemukan pola pemerolehan pertanyaan mana pada anak laki-laki bernama MZ berusia 2 tahun 8 bulan sampai 3 tahun. Pola pertanyaan mana adalah kata tanya mana + subjek + mana + ? dan kata tanya mana + subjek +?. Temuan pola pertanyaan pada MZ ini ternyata sesuai dengan teori tuturan awal anak dari Steinberg et al. (2001), yaitu pada tahap telegrafik. Tuturan telegrafik adalah tuturan-tuturan dua dan tiga kata. Selain itu, dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa MZ baru bisa mengucapkan akhiran -nya secara fasih pada usia 3 tahun.Kata-kata kunci: pertanyaan, mana, pola, tuturan telegrafik, anak laki-lak

    TUTURAN IMPERATIF DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PADA MEDIA YOUTUBE (THE IMPERATIVES IN PUBLIC SERVICE ADVERTISING ON YOUTUBE MEDIA)

    Full text link
    AbstractThe Imperatives in Public Service Advertising on Youtube Media. This study aims to describe the form of the imperative, the function of the imperative, and the meaning of the imperative in public service advertisements on Youtube media. The method used in this research are descriptive qualitative method. The data in this study was obtained from 15 (fifteen) public service advertisements on Youtube media and the results of interviews conducted with 30 (thirty) informants. Data were collected using the listening method with note-taking techniques and the interviews method with fishing rods and face-to-face techniques as advanced techniques. Furthermore, the data analysis technique in this research is descriptive analysis. The results of the study reveal that imperative speech is not always spoken in the form of direct imperative sentences, but can be spoken in the form of indirect imperative sentences, namely declarative and interrogative sentences. The form of imperative speech contained in public service advertisements which became the data source in this study, found as many as 84 forms of imperative speech which are divided into 31 forms imperatives, 9 forms of imperative demand, 4 forms of imperative licensing, 18 forms of imperative invitations, and 22 forms of imperative orders. The most dominant imperative utterances appear are imperatives, which are 31 utterances. This is because the speech in public service advertisements uses more basic verbs so that the advertisement becomes shorter and denser, but still interesting and well understood by the public. The function of imperatives speech in public service advertisements on Youtube media is to inform, give advice, educate, invite, and remind. Furthermore, the meaning of imperative speech in public service advertisements has various meanings. It can determine the attitude of the speech partner in implementing the imperative utterance.Key words: pragmatics, imperative, public service advertisement, media, youtubeAbstrakTuturan Imperatif dalam Iklan Layanan Masyarakat pada Media Youtube. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud imperatif, fungsi imperatif, dan makna imperatif dalam tayangan iklan layanan masyarakat pada media Youtube. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari 15 (lima belas) tayangan iklan layanan masyarakat pada media Youtube dan hasil wawancara yang dilakukan terhadap 30 (tiga puluh) informan. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dengan teknik catat serta metode cakap dengan teknik pancing dan teknik cakap semuka sebagai teknik lanjutan. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tuturan imperatif tidak selalu dituturkan dengan wujud kalimat imperatif langsung, namun dapat dituturkan dengan wujud kalimat imperatif tidak langsung, yaitu kalimat deklaratif dan interogatif. Wujud tuturan imperatif dalam tayangan iklan layanan masyarakat yang menjadi sumber data dalam penelitian ini, ditemukan sebanyak 84 wujud tuturan imperatif yang terbagi menjadi 31 wujud imperatif biasa, 9 wujud imperatif permintaan, 4 wujud imperatif pemberian izin, 18 wujud imperatif ajakan, dan 22 wujud imperatif suruhan. Tuturan imperatif yang paling dominan muncul adalah imperatif biasa, yaitu 31 tuturan. Hal ini dikarenakan tuturan yang ada dalam iklan layanan masyarakat lebih banyak menggunakan kata kerja dasar agar iklan menjadi lebih singkat dan padat, namun tetap menarik serta dapat dipahami dengan baik oleh masyarkat. Fungsi tuturan imperatif dalam iklan layanan masyarakat pada media Youtube, yaitu untuk menginformasikan, menghimbau, mengedukasi, mengajak, dan mengingatkan. Selanjutnya, makna tuturan imperatif dalam iklan layanan masyarakat memiliki pemaknaan yang beragam. Hal itu dapat menentukan sikap mitra tutur dalam mengimplementasikan tuturan imperatif tersebut.Kata-kata kunci: pragmatik, imperatif, iklan layanan masyarakat, media, youtub

    NOVEL QOZAN “KEMBALIKAN HUTANKU” KARYA IMOGAIL ZAM ZAMI DJALALUDDIN DALAM KAJIAN EKOKRITIK (NOVEL QOZAN ”RESTORE MY FOREST” BY IMOGAIL ZAM ZAMI DJALALUDDIN IN AN ECOCRITICAL STUDY)

    Full text link
    AbstractQozan Novel "Return My Forest" by Imogail Zam Zami Djalaluddin in Ecocritical Studies. This study aims to represent the form of the environment natural, describe exists damage of environment nature, describes the form of preserving the natural environment, describes the form of local wisdom and the role of the community in preserving the natural environment in Qozan's novel "Return My Forest" by Imogail Zam Zami Djalaluddin. The method used is descriptive method qualitative. The data source in this research is Qozan's novel "Return My Forest" by Imogail Zam Zami Djalaluddin. Collecting data in this study using the technique of literature study. The results of this study found 81 citations of ecocritical studies, including representations of the natural environment, forms of damage to the natural environment, forms of natural environment preservation, and forms of local wisdom in Central Sulawesi. The representations of the natural environment includes the natural environment in the forest (20 citations) and the natural environment on the beach (24 citations). The manifestation of damage to the natural environment consists of 3 components, namely water, air and land, with 12 citations. The manifestation of natural environment sustainability in coastal areas is 6 citations.  The form of local wisdom is in the form of customs that are attached to the indigenous people as many as 11 citations and the regional language used as everyday language as many as 8 citations.Key words: eco-criticism, literature, novel, Qozan novel AbstrakNovel Qozan “Kembalikan Hutanku” Karya Imogail Zam Zami Djalaluddin dalam Kajian Ekokritik. Penelitian ini bertujuan merepresentasikan wujud lingkungan alam, mendeskripsikan wujud kerusakan lingkungan alam, mendeskripsikan wujud kelestarian lingkungan alam, mendeskripsikan wujud kearifan lokal dan peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan alam dalam novel Qozan “Kembalikan Hutanku” karya Imogail Zam Zami Djalaluddin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Qozan “Kembalikan Hutanku” karya Imogail Zam Zami Djalaluddin. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Hasil penelitian ini ditemukannya kajian ekokritik sebanyak 81 kutipan, meliputi representasi lingkungan alam, wujud kerusakan lingkungan alam, wujud kelestarian lingkungan alam, dan wujud kearifan lokal yang ada di Sulawesi Tengah. Representasi lingkungan alam meliputi lingkungan alam di hutan sebanyak 20 kutipan dan lingkungan alam di pantai sebanyak 24 kutipan. Wujud kerusakan lingkungan alam terdiri dari 3 komponen, yaitu air, udara, dan tanah sebanyak 12 kutipan. Wujud kelestarian lingkungan alam di daerah pantai sebanyak 6 kuitpan. Wujud kearifan lokal berupa adat istiadat yang melekat pada penduduk asli sebanyak 11 kutipan dan bahasa daerah yang digunakan sebagai bahasa sehari-hari sebanyak 8 kutipan.Kata-kata kunci: ekokritik, sastra, novel, novel Qoza

    ESTETIKA DALAM KUMPULAN PUISI “KEPADA CIUM” KARYA JOKO PINURBO (AESTHETICS IN THE COLLECTION OF POETRY “KEPADA CIUM” BY JOKO PINURBO)

    Full text link
     AbstractAesthetics in a collection of poems "Kepada Cium" by Joko Pinurbo. This study describes aesthetics in the form of diction, imagery, and figure of speech. Descriptive-qualitative is the method used in this research. Data analysis uses hermeneutics to describe and interpret hidden meanings. This study utilizes note and read techniques. The data in this study are in the form of words in a collection of poems. The results of the research show that: 1) The most dominant diction is connotative. 2) Visual images are the most common images and this collection of poems builds visual images. 3) The dominant figure of speech found is repetition figure of speech.Keyword: Aesthetics, poetry, diction, images, figures of speechAbstrakEstetika dalam kumpulan puisi “Kepada Cium”karya Joko Pinurbo. Penelitian ini mendeskripsikan estetika yang berupa diksi, imaji, dan majas. Deskriptif-kualitatif merupakan metode yang dimanfaatkan pada penelitian ini. Penganalisisan data menggunakan hermeneutik untuk menguraikan dan menginterpretasikan makna yang tersembunyi. Penelitian ini memanfaatkan teknik catat dan baca. Data pada penelitian ini berupa kata dalam kumpulan puisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya: 1) Diksi yang paling dominan ialah konotatif. 2) Imaji penglihatan merupakan imaji yang paling banyak ditemukan dan kumpulan puisi ini membangun citraan penglihatan. 3) Majas yang dominan ditemukan ialah majas repetisi.Kata-kata kunci: Estetika, puisi, diksi, imaji, maja

    NILAI KARAKTER DALAM KUMPULAN CERPEN GALUH SAKINDIT KISDAP BANJAR KARYA JAMAL T. SURYANATA (THE CHARACTER VALUE IN A COLLECTION OF SHORT STORIES GALUH SAKINDIT KISDAP BANJAR BY JAMAL T. SURYANATA)

    Full text link
     AbstractThe Character Value In a Collection of short Stories Galuh Sakindit Kisdap Banjar by Jamal T. Suryanata. This research aims to knowing the character values short stories and the application of the character’s values in social life. The method in this research is a qualitative method with content analysis method. This research type is documentation with technique that is data collecting, selecting data, analyzing data in table, and concluding data. By using this method is expected the research can produce the purpose which with what is expected researcher. The researcher takes data as many as ten short stories in Banjar language. The character value contained in a Collection of Short Stories GaluhSakinditKisdap Banjar by Jamal T. Suryanata refers to 18 characters values, which are: religious, honest, toleracet, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, nationality’s spirit or nationalism, love of the country, appreciate the achievement, communicative, like in peace, like to read, cares to environment, cares to social, and responsibility. Character value’s form in social life depends on awareness-self in importance to be a moral nation generation, good morals, and self responsible, social, and nation.Keywords: character value, short stories, Banjar languageAbstrakNilai Karakter dalam Kumpulan Cerpen Galuh Sakindit Kisdap Banjar karya Jamal T. Suryanata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakter dan penerapan nilai karakter itu dalam kehidupan bermasyarakat. Metode dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan metode analisis data. Jenis penelitian ini adalah dokumentasi dengan teknik pengumpulan data yakni (1) pengumpulan data, (2) penyeleksian data, (3) menganalisis data dalam tabel, dan (4) menyimpulkan data. Peneliti mengambil data sebanyak 10 cerpen bahasa Banjar. Nilai karakter yang terdapat dalam kumpulan cerpen mengacu kepada 18 nilaikarakter, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerjakeras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan atau nasionalisme, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Wujud nilai karakter dalam kehidupan bermasyarakat bergantung kepada kesadaran diri akan pentingnya menjadi generasi bangsa yang bermoral, berakhlak baik, dan bertanggungjawab terhadap diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.Kata Kunci: nilai karakter, cerpen, bahasa banja

    DESAIN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA ANAK USIA DINI BERBASIS LITERASI HUMANIS (EARLY CHILDHOOD LANGUAGE LEARNING DESIGN BASED ON HUMANIST LITERACY)

    Full text link
    AbstractEarly Childhood Language Learning Design Based on Humanist Literacy. Humanistic literacy-based language learning will provide learning that emphasizes respect for children as humans so that children can also treat other people with good morals. This research aims to develop a humanistic literacy-based language learning design for early childhood. The research method used is the research and development (RnD) method with a research scheme starting from needs analysis, product design, product validation, and revision. The research results obtained from the needs analysis found that a language learning model based on local culture and focused on children's character education as children's humanistic literacy was important, as shown by the needs survey results which reached 81.8%. The HORE (Holistic Confluent Education) Learning Model is designed with an emphasis on comprehensive language learning by considering children's talents and interests, adjusted to the characteristics of the teacher's needs and the applicable curriculum, namely the independent curriculum. Character development as humanist literacy is applied in learning models, learning media, and learning evaluations which emphasize character development through language learning.Keywords: learning models, children's language, humanist literacy, early childhood, holisticAbstrakDesain Pembelajaran Bahasa Anak Usia Dini Berbasis Literasi Humanis. Pembelajaran bahasa berbasis literasi humanis akan memberikan pembelajaran yang menekankan penghargaan terhadap anak sebagai manusia sehingga anak juga dapat memperlakukan orang lain dengan akhlak yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran bahasa berbasis literasi humanis untuk anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (RnD) dengan skema penelitian dimulai dari analisis kebutuhan, desain produk, validasi produk, dan revisi. Hasil penelitian mendapatkan hasil pada analisis kebutuhan menemukan bahwa model pembelajaran bahasa yang berbasis budaya lokal dan fokus terhadap pendidikan karakter anak sebagai literasi humanis anak penting dilakukan ditunjukkan dengan hasil survey kebutuhan yang mencapai 81,8%. Model Pembelajaran HORE (Holistic Confluent Education) dirancang dengan menitikberatkan pada pembelajaran bahasa secara menyeluruh dengan mempertimbangkan bakat dan minat anak disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan guru dan kurikulum yang berlaku yaitu kurikulum merdeka. Pembinaan karakter sebagai literasi humanis diterapkan dalam model pembelajaran, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang menekankan pembinaan karakter melalui pembelajaran bahasa. Kata-kata kunci: model pembelajaran, bahasa anak, literasi humanis, anak usia dini, holisti

    SYAIR BRAMA SAHDAN: KAJIAN SEMOTIK RIFFATERRE (BRAMA SAHDAN'S POETRY: RIFFATERRE'S SEMIOTIC STUDY)

    Full text link
     AbstractBrama Sahdan's Poetry: Riffaterre's Semiotic Study. Brama Sahdan's poetry is poetry in the collection of the Lambung Mangkurat Museum, which is important to study, considering the need for more knowledge about the meanings contained in the text of Brama Sahdan's poetry. However, through Riffaterre's semiotic approach, the meaning of the symbols contained in the text can be known. Based on this background, this research aims to identify (1) the meaning contained in Syair Brama Sahdan based on heuristic and hermeneutic readings; (2) the matrix, models, and variants in Brama Sahdan's poetry. The method used in this study is a descriptive research method with a qualitative approach, where the type of research is classical written literature with a semiotic approach to Riffaterre's theory. The results of the study show that the meaning contained in Syair Brama Sahdan implies that a king is a person who has the characteristics: power, supernatural powers, warriors (never give up), and wisdom; women are interpreted as valuable figures that must be fought for even though through war; war is interpreted as an activity to gain power but still pay attention to the prevailing customary rules; and customs in royal marriages which are interpreted as mandatory rituals carried out in welcoming the joining of the two new kingdoms. The matrix in Brama Sahdan's poetry is a description of the life journey of a great king. This poetry matrix is transformed into the Brama Sahdan model. The model is then converted into six variants in the poem's verses.Keywords: poetry, semiotic, riffaterreAbstrakSyair Brama Sahdan: Kajian Semiotik Riffaterre. Syair Brama Sahdan merupakan syair koleksi Museum Lambung Mangkurat yang penting untuk dikaji mengingat masih minimnya pengetahuan mengenai makna-makna yang terdapat dalam naskah Syair Brama Sahdan. Melalui pendekatan semiotik Riffaterre, dapat diketahui makna dari simbol-simbol yang terdapat dalam naskah. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi (1) makna yang terdapat dalam Syair Brama Sahdan berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik; (2) matriks, model, dan varian dalam syair Brama Sahdan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deksriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah sastra tulis klasik dengan pendekatan semiotika teori Riffaterre. Berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik, hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terdapat dalam Syair Brama Sahdan mengandung makna bahwa raja sebagai orang yang memiliki sifat kekuasaan, kesaktian, keprajuritan (pantang menyerah), dan kebijaksanaan; perempuan dimaknai sebagai sosok berharga yang harus diperjuangkan meskipun melalui peperangan; perang dimaknai sebagai suatu aktivitas untuk mendapatkan kekuasaan namun tetap memperhatikan aturan adat istiadat yang berlaku; dan adat istiadat dalam pernikahan raja yang dimaknai sebagai ritual wajib yang dilaksanakan dalam menyambut bergabungnya dua kerajaan baru. Matriks dalam syair Brama Sahdan merupakan gambaran perjalanan hidup seorang raja besar. Matriks syair ini ditransformasikan menjadi model Brama Sahdan. Model tersebut kemudian ditransformasikan menjadi enam varian yang terdapat dalam bait-bait syair.Kata Kunci: syair, semiotik, riffaterr

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇