Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    STRUKTUR PEMENTASAN DAN NILAI BUDAYA TRADISI LISAN BAPANDUNG (STAGING STRUCTURE AND CULTURAL VALUES OF THE ORAL TRADITION OF BAPANDUNG)

    Full text link
    AbstractStaging Structure And Cultural Values Of The Oral Tradition Of Bapandung. The purpose of this study is to describe the structure of the performance of bapandung and to describe the cultural values rooted in society that reflect the dignity and quality of human life. This research is a qualitative research with descriptive research type. Data collection techniques used in this study were observation techniques and interview techniques. The data analysis technique used is data reduction, data display, and conclusion. The results of this study indicate that staging structure of the oral tradition of bapandung  consists of , namely: Premise, Character, Plot (protasis, epitasio, catastasis, and catastrophe). The cultural values of the oral tradition of bapandung, include: (1) Human relationship with God; (2) Human relations with nature; (3) Human relations with the community; (4) Human relations with humans; and (5) Human relations with oneself.Keywords: Staging Structure, Cultural Values, Oral Tradition, Folk Thetatre, Bapandung. AbstrakStruktur Pementasan dan Nilai Budaya Tradisi Lisan Bapandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur pementasan pertunjukan bapandung serta mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang berakar dari masyarakat yang mencerminkan harkat dan kualitas hidup manusianya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pementasan tradisi lisan bapandung terdiri atas 3, yaitu: premise, character, plot (protasis, epitasio, catastasis, dan catastrophe). Nilai budaya tradisi lisan bapandung antara lain: (1) Hubungan Manusia dengan Tuhan; (2) Hubungan manusia dengan alam; (3) Hubungan manusia dengan masyarakat; (4) Hubungan manusia dengan manusia; dan (5) Hubungan manusia dengan diri sendiri.Kata-kata Kunci: Struktur Pementasan, Nilai Budaya, Tradisi Lisan, Teater Rakyat, Bapandun

    TINDAK TUTUR DALAM PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO “VISI INDONESIA” (SPEECH ACTION IN PRESIDENT JOKO WIDODO'S SPEECH “VISION OF INDONESIAN”)

    Full text link
    AbstractSpeech Actions in President Joko Widodo's Speech "Vision of Indonesia." Language is an essential factor in human life that functions as a means of communicating and exchanging information in everyday life. This shows that humans have a very close relationship with language, where language is a key for humans in their role as social beings. Humans use language in various lines where there are many variations of language use. It is not only used as a means of exchanging information. Language is also used in a political context. In this case, language is used as a means of invitation or command for a particular interest in the issue discussed in the community. In addition, language in a political context aims to form a person's identity. Therefore, this study examines the use of Ludwig Wittgenstein's second-period language game, complemented by John Langshaw Austin's perspective in President Joko Widodo's speech. The theoretical basis used in this study uses the thoughts of the philosopher Ludwig Wittgenstein II with the addition of understanding through the perspective of the philosopher John Langshaw Austin. The data analysis technique used hermeneutics. The data source was President Joko Widodo's speech taken from the YouTube site KOMPAS TV which was uploaded on July 14, 2019, with the title "Speech of the Elected President Joko Widodo: Visi Indonesia," and the video duration was twenty-three minutes and eleven seconds. In the analysis process, there is a language game in President Joko Widodo's speech with the title Visi Indonesia carried out. It can be concluded that the language game in the delivery of President Joko Widodo's speech entitled "VISION Indonesia" contains locutionary speech acts (phonetics and fatigue), illocutionary (verdicative) speech acts. Exercisive, commissive, behatitive, and expositive), and perlocutionary, the most dominant speech act found in the speech is locutionary speech acts, namely phonetic acts. This is under the subject matter in the book Philosophical Investigations (Kaelan, 2004); Wittgenstein explains that language games are a process of using words and rules for using language.Key words: Speech Act, Austin Perspective, Jokowi's SpeechAbstrakTindak Tutur dalam Pidato Presiden Joko Widodo “Visi Indonesia”. Bahasa merupakan faktor yang penting dalam kehidupan manusia yang memiliki fungsi sebagai sarana berkomunikasi dan bertukar informasi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memperlihatkan bahwa manusia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan bahasa, dimana bahasa merupakan suatu kunci manusia atas perannya sebagai makhluk sosial. Bahasa digunakan manusia dalam berbagai lini yang terdapat banyak variasi penggunaan bahasa. Tidak hanya digunakan sebagai sarana bertukar informasi, bahasa salah satunya juga digunakan dalam konteks politik. Dalam hal ini, bahasa digunakan sebagai sarana ajakan atau perintah untuk suatu kepentingan khusus dalam isu yang sedang dibahas di kalangan masyarakat. Selain itu, bahasa dalam konteks politik bertujuan untuk membentuk suatu identitas seseorang. Oleh karena itu, penelitian ini membahas penggunaan permainan bahasa (language ame) Ludwig Wittgenstein periode kedua yang dilengkapi dengan perspektif John Langshaw Austin dalam pidato presiden Joko Widodo. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pemikiran dari filsuf Ludwig Wittgenstein II dengan penambahan pemahaman melalui perspektif filsuf John Langshaw Austin. Teknik analisis data menggunakan hermeneutika. Data yang digunakan dalam penelitian ini pidato presiden Joko Widodo yang diambil melalui sumber situs YouTube KOMPAS TV yang diunggah pada tanggal 14 Juli 2019 dengan judul “Pidato Presiden Terpilih Joko Widodo: Visi Indonesia” dan durasi video dua puluh tiga menit sebelas detik. Pada proses analisis terdapat permainan bahasa pada pidato Presiden Joko Widodo dengan judul Visi Indonesia yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa permainan bahasa dalam penyampaian pidato presiden Joko Widodo yang berjudul “Visi Indonesia” ini terdapat tindak tutur lokusi (fonetik dan fatik), ilokusi (verdiktif, eksersitif, komisif, behatitif, dan ekspositif), dan perlokusi, tindak tutur yang paling dominan terdapat dalam pidato tersebut adalah tindak tutur lokusi, yaitu tindak fonetik. Hal ini sesuai dengan pokok bahasan dalam buku Philisophical Investigations (Kaelan, 2004), Wittgenstein menjelaskan bahwa permainan bahasa adalah suatu proses pemakaian kata dan aturan penggunaan bahasa.Kata-kata kunci: tindak tutur, perspektif austin, pidato jokow

    STRUKTUR DAN MAKNA PROSESI PERKAWINAN ADAT DAYAK NGAJU (THE STRUCTURE AND MEANING OF THE DAYAK NGAJU TRADITIONAL MARRIAGE PROCESSES)

    Full text link
    AbstractThe Structure and Meaning of The Dayak Ngaju Traditional Marriage Processes. The lack of written works related to the culture of the Dayak Ngaju tribe is the most basic thing so this research is very important to be explored as an effort to document local cultural forms. The research aims to explore the culture of the Dayak Ngaju tribe so it will be known and understood in terms of the meaning contained in the traditional wedding procession. The research result can be used as a foundation for conducting the traditional wedding. The research approach is qualitative with an explorative method and descriptive method. The research data are in the form of Dayak Ngaju people’s activities related to the procession and items of customary requirements. The data sources include traditional leaders, mantir (assistant of traditional apparatus), and public figures. The data collection techniques employ observation techniques, recording, and interviews. The research results indicate that the structure of Dayak Ngaju traditional wedding starts with the fulfillment of “jalan hadat” by conducting “amak rakang injang” by meeting the 20 requirements paid by the groom and it is ended with the fulfillment of the final condition called “batu kaja” that is paid during the “pakaja manantu” (the procession of taking the bride to the groom family after the wedding procession). The meaning of the traditional wedding procession is teaching the procedures of “belum bahadat” (civilized life) so that humans have respect, good manners, and morals.Keywords: Structure, meaning, traditional mating, Ngaju DayakAbstrak Struktur dan Makna Prosesi Perkawinan Adat Dayak Ngaju. Minimnya karya tulis terkait kebudayaan suku Dayak Ngaju menjadi hal yang paling mendasar sehingga penelitian ini sangat penting untuk digali sebagai upaya pendokumentasian bentuk kebudayaan lokal. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasikan kebudayaan suku Dayak Ngaju agar tidak hanya dikenal tetapi dapat dipahami pula makna yang terkandung dalam prosesi perkawinan adat tersebut. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pijakan jika ingin melangsungkan pernikahan melalui adat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode eksploratif dan deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah wujud aktivitas masyarakat Dayak Ngaju terkait prosesi perkawinan adat serta benda-benda yang menjadi syarat adat, sedangkan sumber data adalah ketua adat, mantir, dan tokoh masyarakat. Adapun teknik pengumpulan data, yaitu observasi, rekaman, dan wawancara. Dari hasil penelitian tentang struktur dalam kawin adat suku Dayak Ngaju dimulai dari pemenuhan jalan hadat dengan menggelar amak rakang injang sebagai tanda dimulainya pemenuhan jalan adat perkawinan suku Dayak Ngaju dengan memenuhi 20 syarat yang dibayarkan mempelai laki-laki dan ditutup dengan pemenuhan syarat terakhir yang disebut batu kaja yang dibayarkan saat prosesi pakaja manantu (ngunduh mantu). Adapun makna yang terkandung dalam prosesi kawin adat pada dasarnya mengajarkan tata cara ‘belum bahadat’ (hidup beradab) agar manusia memiliki sikap hormat, berbudi pekerti, dan bermoral.Kata kunci: struktur, makna, kawin adat, Dayak Ngaj

    CINTA KASIH DAN ETIKA DALAM PERSPEKTIF TINDAKAN SOSIAL TALCOTT PARSONS DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA (LOVE AND ETHICS IN THE PERSPECTIVE OF TALCOTT PARSONS' SOCIAL ACTION IN ANDREA HIRATA'S NOVEL GURU AINI)

    Full text link
     AbstractLove and Ethics in the Perspective of Talcott Parsons' Social Action in Andrea Hirata's Novel Guru Aini. This study aims to describe the representation of love and ethics in the social action perspective of Talcott Parsons and the representation of love and ethics in reconstructing the world of education in Andrea Hirata's Novel Guru Aini. The method used in this research is the sociology of literature. In this study, literature is treated as a social document. The data source in this study was the text of Andrea Hirata's Novel Guru Aini. Data were collected using literature study techniques. The study's results showed 77 social actions in the aspects of love and ethics based on the social action perspective of Talcott Parsons. The representation of love includes love for parents, fellow human beings, and work. The picture of love in Talcott Parsons' social action perspective shows four social actions: the cultural system, the social system, the personality system, and the organism system. Ethical representation includes ethics toward parents, fellow human beings, and society. The picture of ethics in Talcott Parsons' social action perspective shows four social actions: the cultural system, the social system, the personality system, and the organism system. The representation of love and ethics shows that Indonesia’s education world still experiences many shortcomings and problems.Keywords: love, ethics, social action, Talcott Parsons, Guru Aini's novelAbstrak Cinta Kasih dan Etika dalam Perspektif Tindakan Sosial Talcott Parsons dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi cinta kasih dan etika dalam perspektif tindakan sosial Talcott Parsons; serta mendeskripsikan representasi cinta kasih dan etika dalam merekonstruksi dunia pendidikan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menemukan 77 tindakan sosial dalam aspek cinta kasih dan etika berdasarkan perspektif tindakan sosial Talcott Parsons. Representasi cinta kasih meliputi cinta kasih kepada orang tua, sesama manusia, dan pekerjaan. Representasi cinta kasih dalam perspektif tindakan sosial Talcott Parsons menunjukkan ada empat tindakan sosial, yaitu sistem kultural, sistem sosial, sistem kepribadian, dan sistem organisme. Representasi etika meliputi etika kepada orang tua, sesama manusia, dan di masyarakat. Representasi etika dalam perspektif tindakan sosial Talcott Parsons menunjukkan ada empat tindakan sosial, yaitu sistem kultural, sistem sosial, sistem kepribadian, dan sistem organisme. Representasi cinta kasih dan etika memperlihatkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia masih mengalami banyak kekurangan dan permasalahan.Kata-kata kunci: cinta kasih, etika, tindakan sosial, Talcott Parsons, novel Guru Ain

    KESANTUNAN DIREKTIF DALAM TUTURAN TOKOH SINETRON CATATAN HATI SEORANG ISTRI DI RCTI (DIRECTIVE POLITENESS ON FIGURE’S SPEECH OF CATATAN HATI SEORANG ISTRI SOAP OPERA AT RCTI)

    Full text link
    AbstractDirective Politeness on Figure’s Speech of Catatan Hati Seorang Istri Soap Opera at Rcti. The objective of this research is ti find out an objective description about the entity directive politeness, the strategy of directive politeness, and the function of directive politeness in Catatan Hati Seorang Istri’s film television figure. The researcher used qualitative research. The method of this research is descriptive method content analysis. The data source is data researches from various kinds of speech of figure in Catatan Hati Seorang Istri’s film television, which contained intention and meaning from implementation, infraction, and politeness’ strategy. The source if this research is Catatan Hati Seorang Istri film television which aired in RCTI Monday to Friday, episode 1 to 5. The result of this research showed that directive politeness which contained in the speech of film television figure Catatan Hati Seorang Istri involved (a) smooth command sentence , (b) direct command sentence, (c) direct prohibition order sentence, (d) smooth prohibition order sentence, (e) command request sentence. Then, it was found two principals politeness strategy, (1) positive politeness strategy and (2) negative politeness strategy. Key words: directive, politeness, strategy, function, word, soap operaAbstrakKesantunan Direktif dalam Tuturan Tokoh Sinetron Catatan Hati Seorang Istri di Rcti. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi secara objektif tentang wujud kesantunan direktif, strategi kesantunan direktif, dan fungsi kesantunan direktif dalam tuturan tokoh sinetron Catatan Hati Seorang Istri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif metode analisis isi (content analysis). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penelitian meliputi berbagai macam tuturan dalam percakapan tokoh  sinetron Catatan Hati Seorang Istri, yang terkandung maksud dan makna dari wujud pelaksanaan, pelanggaran, dan strategi kesantunan. Sumber data dalam penelitian ini adalah sinetron Catatan Hati Seorang Istri yang ditayangkan RCTI dari Senin sampai Jumat dan diambil dari episode 1 sampai episode 5. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesantunan direktif yang terdapat dalam tuturan tokoh sinetron Catatan Hati Seorang Istri meliputi (a) kalimat perintah halus, (b) kalimat perintah langsung, (c) kalimat perintah larangan langsung, (d) kalimat perintah larangan halus, (e) kalimat perintah permintaan. Kemudian ditemukan dua strategi prinsip kesantunan, yakni (1) strategi kesantunan positif dan (2) strategi kesantunan negatif.Kata-kata kunci: kesantunan, direktif, strategi, fungsi, tuturan, sinetro

    PERSUASI DALAM CERAMAH PENGAJIAN K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (PERSUASIVE IN ISLAMIC LECTURING KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)

    Full text link
    AbstractPersuasive In Islamic Lecturing KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani. The purpose of this study was to describe the use of form and persuasion techniques used in KH's recitation lectures. Zaini Abdul Ghani. The method used in this research is descriptive with a qualitative approach. Data collection was carried out by interviewing the congregation and observing the recitation video. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the lectures of KH. Zaini Abdul Ghani applies forms and techniques of persuasion. KH. Zaini Abdul Ghani tries to attract, hope, and move the congregation as an application of persuasion. In the technique of persuasion KH. Zaini Abdul Ghani applies rationalization, knowing, suggestion, conformity, compensation, replacement, and estimation. The findings that the researchers found, KH. Zaini Abdul Ghani attracted the attention of the congregation who were dominated by presenting materials related to new or sensational things, presented in a simple language style, and always inserting humor. In addition, KH. Zaini Abdul Ghani also attracted the attention of the congregation by associating the material with actual, diverse sentence structures, using Banjar proverb quotes to explain the recitation material, including comparisons and examples, asking questions to the congregation, connecting with local events and figures, and teaching descriptions of events that will be happening. happen in the future. KH. Zaini Abdul Ghani in the recitation tries to make the congregation by presenting the material that is included with specific and concrete examples. The example given by KH. Zaini Abdul Ghani was not only conveyed through recitation, but also exemplified his practice in everyday life. In addition, in an effort to realize the congregation, KH. Zaini Abdul Ghani quotes books, hadiths, and interpretations of the holy verses of the Qur'an. In an effort to touch and move the congregation, KH. Zaini Abdul Ghani by finding and selecting material discussions that suit the wishes and needs of the congregation. The persuasion technique used is by conveying the material rationally, trying to direct the congregation, giving advice, positioning themselves such as, directing the congregation to act in accordance with the teachings of the Prophet, the congregation to prioritize and multiply worship, as well as describing future ideals.Keywords: persuasion, lecture, recitation. KH. Zaini Abdul Ghani, IslamicAbstrakPersuasi dalam Ceramah Pengajian KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penggunaan wujud dan teknik persuasi yang digunakan dalam ceramah pengajian KH. Zaini Abdul Ghani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara jamaah dan observasi video pengajian. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ceramah pengajian KH. Zaini Abdul Ghani menerapkan wujud dan teknik persuasi. KH. Zaini Abdul Ghani berusaha untuk menarik, meyakinkan, dan menggerakkan jamaah sebagai penerapan wujud persuasi. Pada teknik persuasi KH. Zaini Abdul Ghani menerapkan rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, kompensasi, penggantian, dan proyeksi. Temuan yang peneliti temukan, KH. Zaini Abdul Ghani menarik perhatian jamaah didominasi dengan cara memaparkan materi-materi terkait hal-hal baru atau fakta sensasional, disajikan dengan gaya bahasa yang sederhana, dan selalu menyelipkan humor. Selain itu, KH. Zaini Abdul Ghani juga menarik perhatian jamaah dengan mengaitkan materi dengan peristiwa aktual, struktur kalimat yang beragam, menggunakan kutipan Peribahasa Banjar untuk menjelaskan materi pengajian, menyertakan perbandingan dan contoh, mengajukan rangkaian pertanyaan kepada jamaah, menghubungkan dengan peristiwa dan tokoh lokal, dan mengajarkan gambaran peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. KH. Zaini Abdul Ghani dalam pengajian berusaha untuk meyakinkan jamaah dengan cara memaparkan materi disertakan dengan contoh yang spesifik dan konkrit. Contoh yang diberikan KH. Zaini Abdul Ghani tak hanya disampaikan melalui pengajian, tetapi juga dicontohkan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dalam upaya untuk meyakinkan jamaah, KH. Zaini Abdul Ghani mengutip kitab, hadist, dan tafsir ayat suci Al-Qur’an.Sebagai upaya untuk menyentuh dan menggerakkan jamaah, KH. Zaini Abdul Ghani dengan cara menemukan dan memilih bahasan materi yang dikaitkan dengan keinginan dan kebutuhan jamaah. Teknik persuasi yang digunakan yakni dengan menyampaikan materi pengajian dengan rasional, berusaha mengaburkan konflik jamaah, memberikan nasihat, memposisikan diri seperti jamaah, mengarahkan jamaah untuk bertindak sesuai dengan ajaran Rasulullah, memotivasi jamaah untuk mengutamakan dan memperbanyak ibadah, serta memaparkan cita-cita untuk masa yang akan datang.Kata-kata kunci: persuasi, ceramah, pengajian. KH. Zaini Abdul Ghani, Isla

    GAYA BERILOKUSI USTAD ADI HIDAYAT PADA VIDEO CERAMAH “DZIKIR PENUNTAS KEGELISAHAN” DI MEDIA DIGITAL YOUTUBE (USTAD ADI HIDAYAT'S ILLOCUTIONAL STYLE ON THE VIDEO OF THE “DZIKIR PENUNTAS KEGELISAHAN” ON YOUTUBE)

    Full text link
    AbstractUstad Adi Hidayat's Illocutional Style On The Video Of The “Dzikir Penuntas Kegelisahan” On Youtube. Ustad Adi Hidayat (UAH) is one of the popular lecturers who conveys religious ideas in a gentle and tolerant manner so that many people like him. UAH and the team manage YouTube as a medium for lectures on a digital platform. Therefore, this study will analyze UAH's illocutionary style in his video lectures on the official YouTube channel "Adi Hidayat Official". The research method is qualitative with a naturalistic approach. The naturalistic approach means that the research process is carried out naturally. The data source used was a UAH video lecture entitled "Dzikir Penuntas Kegelisahan" with the data collection technique used was the note-taking technique, namely listening to the UAH video lecture and noting important points related to the research data. The technique of data analysis was carried out by examining based on the theory of illocutionary speech acts, including assertive, directive, expressive, commissive, and declarative in UAH lectures. The results showed that predominantly, UAH used an assertive illocutionary style as information to the speech partner in order to reveal a bond of truth based on what was said with certain references. In addition to assertive speech acts, the second dominant is directive speech acts. In this speech, UAH uses the form of a directive to give advice to his interlocutors about what to do in the practice of worship. These results indicate that Ustad Adi Hidayat's illocutionary style prioritizes assertive and directive forms in his lectures rather than expressive, commissive, and declarative illocutionary.Keywords: Illocution Style, Ustad Adi Hidayat, YouTubeAbstrakGaya Berilokusi Ustad Adi Hidayat pada Video Ceramah “Dzikir Penuntas Kegelisahan” Di Media Digital Youtube. Ustad Adi Hidayat (UAH) adalah salah satu penceramah populer yang menyampaikan gagasan-gagasan keagamaan secara lembut dan toleran sehingga banyak disukai oleh masyarakat. UAH bersama tim mengelola YouTube sebagai media ceramah dalam platform digital. Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisis gaya berilokusi UAH dalam video ceramahnya di kanal YouTube resmi “Adi Hidayat Official”. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Pendekatan naturalistik berarti proses penelitian dilaksanakan secara alamiah/natural. Sumber data yang digunakan adalah satu video ceramah UAH berjudul “Dzikir Penuntas Kegelisahan” dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tenik simak-catat, yaitu menyimak video ceramah UAH dan mencatat poin penting terkait data penelitian. Tenik analisis data dilakukan dengan mengkaji berdasarkan teori tindak tutur ilokusi antara lain asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif pada ceramah UAH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara dominan, UAH menggunakan gaya berilokusi asertif sebagai informasi kepada mitra tutur guna mengungkapkan sebuah ikatan kebenaran berdasarkan dari apa yang dituturkan dengan referensi-referensi tertentu. Selain tindak tutur asertif, yang terdominan kedua adalah tindak tutur direktif. Pada tuturan ini, UAH menggunakan bentuk direktif untuk memberikan saran kepada para mitra tuturnya tentang apa-apa yang harus dilakukan dalam praktik beribadah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa gaya berilokusi Ustad Adi Hidayat mengutamakan bentuk asertif dan direktif dalam ceramah-ceramahnya dibanding ilokusi ekspresif, komisif, dan deklaratif.Kata-kata kunci: Gaya ilokusi, Ustad Adi Hidayat, YouTub

    REPRESENTASI FLORA DAN FAUNA DALAM NOVEL UPACARA KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN (REPRESENTATION OF FLORA AND FAUNA IN THE NOVEL “UPACARA” BY KORRIE LAYUN RAMPAN)

    Full text link
     AbstractRepresentation of Flora and Fauna in The Novel “Upacara” By Korrie Layun Rampan. This study describes the flora and fauna, as well as their relationship with the novel's intrinsic elements. This type of research is literary ecology with a qualitative descriptive method. The data in this study are written data relating to flora and fauna. The data source, namely the library data source, is in the form of a novel “Upacara” by Korrie Layun Rampan. The data was collected using documentation studies and data analysis techniques, namely content analysis. Based on the data analysis, it was found that many flora and fauna contained in the novel are closely related to basic needs, livelihoods, traditional ceremonies, to the beliefs of the Benuaq Dayak people as told in the novel. Flora and fauna serve as a minor theme in the novel. Fauna diction is used to describe the characters in this novel, namely the proboscis monkey and hornbill. The depiction of the characters of these figures uses analytic techniques and dramatic techniques. Flora and fauna are also described as having a relationship with the setting (place, time, and social) in the novel. The relationship between flora and fauna with the point of view used by the author is not found in this novel. Flora and fauna are also described in relation to the implied mandate in this novel, namely to preserve nature, not to be greedy, and to be responsible for all actions. Keywords: Representation, Flora, Fauna, Literary EcologyAbstrakRepresentasi Flora dan Fauna dalam Novel Upacara Karya Korrie Layun Rampan. Penelitian ini mendeskripsikan flora dan fauna, juga hubungannya dengan unsur intrinsik novel tersebut. Jenis penelitian ini yaitu ekologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah data tertulis yang berkenaan dengan flora dan fauna. Sumber datanya, yaitu sumber data pustaka, berupa Novel Upacara karya Korrie Layun Rampan. Data tersebut dikumpulkan menggunakan studi dokumentasi dan teknik analisis datanya, yaitu analisis isi. Berdasarkan analisis data, ditemukan banyak flora dan fauna yang termuat dalam novel yang berkaitan erat dengan kebutuhan pokok, mata pencaharian, upacara adat, hingga kepercayaan masyarakat Dayak Benuaq yang diceritakan dalam novel. Flora dan fauna dijadikan sebagai tema minor dalam novel tersebut. Diksi fauna digunakan sebagai penyebutan tokoh dalam novel ini, yaitu bekantan dan burung rangkong. Penggambaran karakter tokoh-tokoh tersebut menggunakan teknik analitik dan teknik dramatik. Flora dan fauna juga digambarkan mempunyai hubungan dengan latar (tempat, waktu, dan sosial) dalam novel. Hubungan flora dan fauna dengan sudut pandang yang digunakan pengarang, tidak ditemukan dalam novel ini. Flora dan fauna juga digambarkan berhubungan dengan amanat tersirat dalam novel ini, yaitu jagalah kelestarian alam, jangan serakah, dan bertanggung jawab atas segala perbuatan.Kata-kata kunci: Representasi, Flora, Fauna, Ekologi Sastr

    NILAI BUDAYA DALAM NOVEL “JENDELA SERIBU SUNGAI” KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBI (CULTURAL VALUE IN THE NOVEL "JENDELA SERIBU SUNGAI" BY MIRANDA SEFTIANA AND AVESINA SOEBI)

    Full text link
     AbstractCultural value in the Novel "Jendela Seribu Sungai" by Miranda Seftiani and Avesina Soebi. This study examines the cultural value of the Novel "A Thousand Rivers", by Miranda Seftiani and Avesina Soebi. The purpose of this research is to: (1) Describe the cultural value of the human relationship with God., (2) Describe the cultural value in human relationships with nature., (3) Describe the cultural value in human relationships with society., (4) describe cultural values in human relationships with other people or others., (5) describing cultural values in human relationships with themselves. The approach used in this study is literary anthropology, a method used descriptive analysis. The data source used in this research is the primary data source, which is the novel of the Thousand-river window by Miranda Seftiana and Avesina Soebli published by PT Grasindo, a member of the IKAPI, Jakarta in 2018, a 303 page. The data collection techniques used in the study are techniques of text observation techniques, and the data analysis techniques used are the content analysis techniques. Based on the results of the study obtained the following conclusion: (1) Human relationship with God: (a) Pray; (b) performing worship; (c) Implementing the Syiar of Islam. (2) Human relations with nature are: (a) preserving nature (b) utilizing nature. (3) The human relationship with the community is: (a) Gotong royong, (b) obedient to customs. (4) Human relationship with his fellow: (a) The family, (b) Buy and sell with contract. (5) The human relationship with oneself, namely the image of the desire of life, success in achieving the ideals, happiness, tranquility, peace that is determined by his personality and wisdom in maintaining the balance of the world, and the alignment of Interhuman relations.Keywords: cultural values, sastra, novels, Miranda Seftiana, Avesina Soebi.AbstrakNilai Budaya dalam Novel “Jendela Seribu Sungai” Karya Miranda Seftiani dan Avesina Soebi. Penelitian ini mengkaji tentang Nilai Budaya dalam Novel “Jenela Seribu Sungai” Karya Miranda Seftiani dan Avesina Soebi. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan., (2) mendeskripsikan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam., (3) mendeskripsikan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat., (4) mendeskripsikan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan orang lain atau sesamanya., (5) Mendeskripsikan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah antropologi sastra, metode yang digunakan deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer, yakni novel Jendela Seribu Sungai Karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli yang diterbitkan oleh PT Grasindo, Anggota IKAPI, Jakarta tahun 2018 setebal 303 halaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik teknik observasi teks, dan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis konten. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Hubungan manusia dengan Tuhan: (a) berdo’a; (b) melaksanakan ibadah; (c) melaksanakan syiar Islam. (2) Hubungan manusia dengan alam yakni: (a) menjaga alam (b) memanfaatkan alam. (3) Hubungan manusia dengan masyarakat yakni: (a) gotong royong, (b) patuh pada adat. (4) Hubungan manusia dengan sesamanya yakni: (a) kekeluargaan, (b) jual beli dengan akad. (5) Hubungan manusia dengan diri sendiri, yakni gambaran Keinginan hidup, keberhasilan dalam mencapai cita-cita, kebahagiaan, ketenteraman, kedamaian yang ditentukan oleh kepribadian dan kearifannya dalam menjaga keseimbangan dunia, dan keselarasan hubungan antarsesama manusia.Kata-kata kunci: Nilai budaya, sastra, novel, Miranda Seftiana, Avesina Soebi

    MANTRA MELAUT PADA ETNIS MANDAR LONTAR: INTERPRETASI SEMIOTIKA RIFFATERRE (FISHING MANTRAS ON THE MANDAR LONTAR ETHNICITY: RIFFATERRE'S INTERPRETATION OF SEMIOTICS)

    Full text link
    AbstractFishing Mantras on the Mandar Lontar Ethnicity: Riffaterre's Interpretation of Semiotics. The research objectives were to describe (1) the function of the mantras contained in the Mandar Lontar Ethnic fishing mantras; (2) the indirect expression of the Mandar Lontar Ethnic fishing mantras; and (3) the meaning of the Mandar Lontar Ethnic fishing mantras based on heuristic and hermeneutic readings. The method used in this research was descriptive research method with a qualitative approach, while the type of research was oral literature research with Riffaterre's semiotic theory. The results of this study were the function of the Mandar Lontar ethnic fishing mantras in general as a tool or medium to convey a request or prayer to Allah Swt. The indirect expression contained in the sandeq, wind, sailing, fishing, and bagang mantras in the Mandar Lontar ethnicity were the replacement of meaning and deviation of meaning and the creation of meaning. In the heuristic reading of the Mandar Lontar ethnic fishing mantras, various spell texts were found did not have a literal meaning. There were also texts of the Mandar Lontar ethnic fishing mantras which had different meaning if it were described in words and sentences, while in hermeneutic reading, it was found that there were meaning behind the metaphor that was characteristic of Islam.Keywords: mantras, fishing, mandar lontar ethnicity, interpretation, riffaterre semioticsAbstrakMantra Melaut pada Etnis Mandar Lontar:  Interpretasi Semiotika Riffaterre. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan (1) fungsi mantra yang terdapat dalam mantra melaut Etnis Mandar Lontar; (2) ketidaklangsungan ekspresi pada mantra melaut Etnis Mandar Lontar; dan (3) makna mantra melaut Etnis Mandar Lontar berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian sastra lisan dengan teori semiotika Riffaterre. Hasil penelitian ini adalah fungsi mantra melaut etnis Mandar Lontar secara umum merupakan sebagai alat atau media untuk menyampaikan permohonan atau doa kepada Allah Swt. Ketidaklangsungan ekspresi yang terdapat dalam mantra sandeq, angin, berlayar, memancing, dan bagang pada etnis Mandar Lontar yaitu penggantian arti dan penyimpangan arti serta penciptaan arti. Dalam pembacaan heuristik pada mantra melaut etnis Mandar Lontar ditemukan berbagai teks mantra yang tidak mempunyai arti harfiah. Ada juga teks mantra melaut etnis Mandar Lontar yang mempunyai arti yang berbeda jika diuraikan perkata dan perkalimat, sedangkan dalam pembacaan hermeneutik menemukan adanya makna dibalik metafora yang berciri khas Islam.Kata-kata kunci: mantra, melaut, etnis mandar lontar, interpretasi, semiotika riffaterr

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇