Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    JENIS, MAKNA, DAN FUNGSI LELEI MASYARAKAT DAYAK NGAJU (TYPE, MEANING, AND FUNCTION OF LELEI FROM DAYAK NGAJU SOCIETY)

    Get PDF
    Jenis, Makna, dan Fungsi Lelei Masyarakat Dayak Ngaju. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmendeskripsikan jenis, makna, dan fungsi lelei (teka-teki) masyarakat Dayak Ngaju. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan cakap, yaitu merekam kegiatan tutur lisanlelei (teka-teki) masyarakat Dayak Ngaju dan mencatat semua data yang diperoleh melalui perekamankemudian diwujudkan dalam bentuk teks tertulis, dan juga mengumpulkan data dari berbagai bukukumpulan teka-teki. Selain dari buku, penulis juga mengumpulkan data dari internet. Dalam penelitianini pragmatik digunakan sebagai tinjauannya karena satuan analisisnya berupa tuturan yang maknanyaterikat dengan konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lelei masyarakat Dayak terbagi mejadidua jenis, yaitu lelei berhubungan (related riddle) dan lelei tidak berhubungan (unrelated riddle). Leleiberhubungan terbagi lima jenis, yaitu (1) lelei bentuk pertanyaan biasa, (2) lelei bentuk pemahaman,15(3) lelei bentuk superlatif, (4) lelei yang pertanyaanya menggunakan bentuk pertanyaan , dan (5) leleiyang terdiri dari dua pernyataan atau lebih dengan satu jawaban sekaligus. Lelei tidak berhubungan(unrelated) terbagi menjadi enam jenis, yaitu (1) lelei berbentuk pertanyaan yang bersifat teka-teki(riddling questions), (2) lelei yang berisi peretnyaan yang bersifat permainan kata-kata (punning), (3) leleiyang berisi pertanyaan yang bersifat permasalahan (problem atau puzzle),(4) lelei yang pertanyaanyamerupakan perangkap(catch question),(5) lelei yang pertanyaannya bersifat lelucon (ruddle zoke), dan(6) lelei yang merupakan gabungan antara bahasa lisan dan gambar (lelei bersifat konyol). Makna leleimasyarakat Dayak menempati dua bagian pertama, bagian pertanyaan dan kedua, bagian jawaban.Selain jenis dan makna, lelei Dayak Ngaju mempunyai fungsi pendidikan/nasihat, fungsi sosial, danfungsi hiburan.Kata-kata kunci: lelei, jenis, makna dan fungs

    KATA ULANG DALAM VALENSI SINTAKSIS BAHASA BANJAR (WORD REDUPLICATION IN SYNTACTICAL VALENCE OF BANJARESE LANGUAGE)

    Get PDF
    Kata Ulang dalam Valensi Sintaksis Bahasa Banjar. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk danmakna perulangan bahasa Banjar, serta kata ulang dalam valensi sintaksis bahasa Banjar. Penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis wacana dan metode deskriptifanalisis. Seluruh kata ulang yang didapatkan dari hasil wawancara enam orang informan bersuku Banjarmerupakan data yang diperoleh dalam penelitian ini. Informan bersuku Banjar merupakan sumberdata. Teknik wawancara merupakan teknik yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data dalampenelitian ini. Pengumpulan data melalui teknik wawancara ini menggunakan metode cakap teknikpancing, catat, dan rekam. Instrumen dalam penelitian ini berupa teks wawancara. Hasil penelitianini ditemukannya bentuk dan makna perulangan bahasa Banjar, serta valensi sintaksis dalam bahasaBanjar berdasarakan fungsi, kategori, dan peran. Bentuk-bentuk perulangan bahasa Banjar antara lain115bentuk perulangan seluruhnya; perulangan sebagian; perulangan dengan perubahan bunyi; perulangandengan pengulangan suku, yaitu suku pertama, suku pertama disertai imbuhan /-an/, dan suku kedua;perulangan dengan variasi fonem; dan perulangan berimbuhan. Makna perulangan bahasa Banjar adadua puluh yang terdapat dalam enam bentuk perulangan bahasa Banjar. Perulangan dalam valensisintaksis bahasa Banjar ada yang berfungsi sebagai subjek, predikat, dan objek dalam kalimat. Verbaverbadalam kalimat ini ada yang bervalensi dua dan bervalensi tiga.Kata-kata kunci: kata ulang, valensi sintaksi

    JENIS, MAKNA, DAN FUNGSI PERIBAHASA MAANYAN (TYPE, MEANING, AND FUNCTION OF THE MAANYAN PROVERB)

    Get PDF
    Jenis, Makna, dan Fungsi Peribahasa Maanyan. Latar belakang penelitian ini adalah untuk menggalilebih jauh tentang peribahasa Maanyan yang merupakan sastra lisan yang perlu dilestarikan agarbisa bertahan dan berkembang dengan baik di masyarakat, khususnya di kecamatan Dusun Selatan,Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan256jenis, makna dan fungsi dari peribahasa Maanyan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifdengan pendekatan kualitatif dan peneliti sebagai intrumen utama. Dalam penelitian ini ditunjuk limaorang informan yang terdiri atas tokoh masyarakat. Data dari informan dikumpulkan dengan teknikobservasi dan wawancara, kemudian diklasifikasi, dianalisis, dan disimpulkan. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa peribahasa Maanyan memiliki 3 jenis yaitu (1) Antuhan atau Ungkapan yangterdiri dari: (a) antuhan atau ungkapan dengan bagian tubuh, (b) antuhan atau ungkapan dengan alatindra, (c) antuhan atau ungkapan dengan warna, (d) antuhan atau ungkapan dengan benda alam, (e)antuhan atau ungkapan dengan nama binatang, (f) antuhan atau ungkapan dengan bagian tumbuhan.(2) Panginturen atau Perumpamaan yang terbagi menjadi: (a) panginturan atau perumpamaan denganmenggunakan kata erang awe, (b) panginturen atau perumpamaan dengan menggunakan kata iyalah,(c) panginturen atau perumpamaan dengan menggunakan kata kakala atau kala. (3) kalakar taliwakasatau petuah-petitih. Makna peribahasa yang terdapat dalam peribahasa Maanyan mengacu pada nilaiyang terkandung dalam makna peribahasa itu sendiri, yaitu: (1) ingat kepada Tuhan, (2) bersyukurkepada Tuhan, (3) berbakti kepada orang tua, (4) kehati-hatian dalam tindakan, (5) memiliki rasa malu,(6) memelihara lisan, (7) pantang menyerah, (8) suka bermusyawarah dan mupakat, (9) konsisten danteguh pendirian, (10) intropeksi dan mawas diri, (11) bertanggung jawab, (12) berlaku jujur, (13) hiduprukun, (14) memiliki harapan yang tinggi, (15) rajin dan kerja keras, (16) rendah hati, (17) pandaimenyesuaikan diri, (18) ikhlas, (19) tegas, (20) tolong menolong dan kerjasama. Fungsi peribahasaMaanyan yaitu: (1) Peribahasa Maanyan sebagai penenaman norma agama, (2) Peribahasa Maanyansebagai nasihat, yang berisi (a) nasihat untuk menghormati orang tua, (b) nasihat untuk mencapaipendidikan, (c) nasihat agar tidak sombong, (d) nasihat agar berpikir sebelum bertindak, (e) nasihatagar hidup rukun, (f) nasihat agar selalu tolong menolong. (3) Peribahasa sebagai sindiran, yang terdiridari (a) sindiran kepada orang yang suka membicarakan aib orang lain, (b) sindiran kepada orang yangtidak punya pendirian tetap, (c) sindiran bagi pemalas, (d) sindiran bagi orang yang banyak makan, (e)Sindiran bagi orang yang tidak jujur. (4) Peribahasa Maanyan sebagai pujian.Kata-kata kunci: jenis, makna, fungsi, peribahasa maanya

    NILAI-NILAI KARAKTER DALAM KUMPULAN CERPEN ANAK-ANAK, ‘KECIL-KECIL PUNYA KARYA’(VALUES CHARACTER EDUCATION IN CHILDREN SET OF SHORT STORIES, ‘HAVE SMALL SMALL-WORK’)

    Get PDF
    Nilai-nilai Karakter dalam Kumpulan Cerpen Anak-anak, ‘Kecil-kecil Punya Karya’. Adapunyang menjadi masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana nilai-nilai karakter yang terdapatdalam kumpulan cerpen anak-anak, “Kecil-kecil Punya Karya”? Hasil penelitian terdapat 18 nilainilaikarakter, yaitu 1) NRl, yaitu taat dan patuh pada ajaran agama yang dianutnya dengan caramenjalankan ibadah, mengucapkan rasa syukur, memanfaatkan waktu untuk beribadah, berusaha216membimbing anak agar melakukan hal yang sesuai dengan ajaran agama, dan memiliki keyakinanakan kebesaran dan nikmat Allah; 2) NKj, yaitu tidak mengingkari janji, berani mengakui perbuatandengan berkata jujur, tidak berbuat curang; 3) NTJ, yaitu NTj pada diri sendiri, NTj pada orang lain,NTj pada keluarga, dan NTj terhadap anak didik; 4) NKd, yaitu mengerjakan tugas tepat waktu, danmenanamkan nilai kedisiplinan kepada anak didik; 5) NKR, yaitu berusaha dengan sungguh-sungguhmengatasi masalah, pantang menyerah, dan tidak mudah patah semangat; 6) NPD, yaitu keyakinanakan kemampuan untuk mejadi pemenang; 7) NBW, yaitu kemampuan memasarkan barang dagangan;8) NBL, yaitu kreaktif dalam menghasilkan ide-ide baru, dan membuat ide-ide yang logis dan menarik;9) NK, yaitu kemampuan menyelesaikan pekerjaan sendiri, dan membiasakan mengatasi masalahsendiri tanpa bantuan orang lain; 10) NRIT, yaitu RIT terhadap sang pencipta atau Allah Swt; 11) NCI,yaitu kepedulian terhadap ilmu sains; 12) NSD, yaitu kesadaran akan kelebihan dan kekurangan padadiri sendiri dan kemampuan orang lain; 13) NPDAS, yaitu mematuhi aturan-aturan yang berlaku dansportif; 14) NRs, yaitu hormat pada orang tua, guru, menghargai dan menghormati kemampuan oranglain, dan hormat kepada semua orang; 15) NKs, yaitu menjaga perasaan orang lain, tidak menunjukkanrasa senang terhadap penderitaan orang lain, menggunakan bahasa yang santun, mengucapkan terimakasih, saling memaafkan, saling memuji, menghargai, dan menunjukkan sikap rendah hati; 16) NKc,yaitu cara berpikir kritis secara cermat, tepat, dan cepat; 17) NSM, yaitu berupaya membantu oranglain, dan menunjukkan sikap rela berkorban; dan 18) NKt, yaitu perilaku pantang menyerah atau tidakpernah putus asa, dan tegar dalam menghadapi masalah.Kata-kata kunci: nilai, karakter, cerpen, sastra ana

    PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KURIKULUM 2013 DI SMAN 6 DAN SMA SMAN 7 BANJARMASIN (THE PROBLEMATICS OF LEARNING INDONESIAN IN CURRICULUM 2013 IN SMA NEGERI 6 AND SMA NEGERI 7 BANJARMASIN)

    Get PDF
    Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 6 danSMA Negeri 7 Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beberapa problematika101pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 yang baru dilaksanakan pada sekolah-sekolahpiloting. Ada lima SMA negeri di Banjarmasin yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi sekolah pilotyang di dalamnya termasuk SMAN 6 dan SMAN 7. Adapun kendala yang peneliti temui di dua SMAtersebut tidak jauh berbeda, sesuai dengan kondisi yang ditemukan, dan sesuai dengan situasi perubahanpembelajaran Bahasa Indonesia SMA yang menerapkan kuriklulum 2013 ini. Pada dasarnya keduasekolah yang yang diteliti tersebut dalam penerapan kurikulum 2013 telah memenuhi kesiapan saranadan prasarana sekolah, dan intake siswa tidak ada kendala. Siswa yang masuk belajar pada kedua SMAini termasuk siswa rata-rata bagus dan sarana pembelajarannya memiliki kelengkapan yang memadaiuntuk menerapkan kurikulum 2013. Yang menjadi kendala pada kedua SMA tersebut adalah faktorSDM guru yang mengajar, karena rata-rata guru dari kedua SMA tersebut belum memiliki kesiapandalam melaksanakan proses pemebelajaran yang diinginkan oleh kurikulum 2013. Tidak semua guruyang mengajar diberikan pelatihan secara khusus mengenai proses pembelajaran pada kurikulum 2013sehingga dengan kondisi ini kendala-kendala yang ditemui di lapangan sebagai berikut (1) guru dalammelaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia masih menggunakan pola KTSP, guru lebih banyakberceramah, sehingga timbul kesan guru aktif dan siswa tidak aktif (2) siswa kesulitan memahamiteks yang ada dalam buku siswa karena materinya terintegrasi dengan ilmu-ilmu seperti IPA dan IPS.apabila siswa tidak banyak membaca dan menggali lebih banyak pengetahuan umum siswa mengalamikendala dalam melaksanakan pembebelajaran Bahasa Indonesia, demikian juga gurunya, apabilaguru tidak banyak menguasai materi maka akan mengalami kendala dalam membimbing dan melatihsiswa dalam belajar bahasa Indonesia (3)faktor lain, guru masih belum mampu menerapkan penilaianotentik secara penuh, ini terjadi karena kendala waktu, sehingga penilaian yang dilakukan oleh guruhanya sebatas penilaian yang mengarah pada nilai kognitif, penilaian yang secara rinci dan lengkap(pengetahuan, keterampilan dan sikap) belum bisa dilaksanakan (4)guru masih cenderung banyakmenggunakan pola ceramah, belum menguasai strategi, pendekatan, dan model-model pembelajaranyang diinginkan.Kata-kata kunci: problematika, belajar-mengajar, bahasa indonesia, curriculum 201

    THE USE OF PICTURE TO IMPROVE THE GRADE EIGHT STUDENTS’ ABILITY IN WRITING RECOUNT TEXTS AT MTSN KELAYAN BANJARMASIN OF 2015/2016 ACADEMIC YEAR (PENGGUNAAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII DALAM MENULIS TEKS RECOUNT DI MTSN KELAYAN BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2015/2016)

    Get PDF
    Penggunaan Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VIII Dalam Menulis TeksRecount Di MTsN Kelayan Banjarmasin Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian tindakan kelas iniditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount melalui penggunaangambar. Penelitian ini melibatkan 38 siswa kelas VIII MTsN Kelayan Banjarmasin tahun pelajaran2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakankelas: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setiap siklus terdiri atas tiga pertemuan.Data penelitian dikumpulkan melalui ceklis pengamatan, catatan-catatan lapangan, kuesioner,dan tugas menulis. Temuan-temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gambar dapatmeningkatkan kemampuan menulis siswa. Peningkatan dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-ratamenulis siswa dan jumlah siswa yang mampu melampaui nilai standar minimal untuk menulis. Selainitu, penggunaan gambar dapat meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa selama tugas menulis.Kata-kata kunci: teks recount, menulis, penggunaan gamba

    KESANTUNAN DIREKTIF DALAM TETRALOGI LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA (DIRECTIVE POLITENESS IN LASKAR PELANGI TETRALOGY BY ANDREA HIRATA)

    Get PDF
    Kesantunan Direktif dalam Tetralogi Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata. Kesantunan merupakanaturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehinggakesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. Selain itu, kesantunanjuga diperlukan dalam tindak tutur direktif agar terhindar dari konflik-konflik. Dalam penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan 1) wujud kesantunan direktif, 2) strategi kesantunan direktif, dan3) fungsi kesantunan direktif dalam tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif200kualitatif. Sumber data dari penelitian ini berasal dari teks novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi,Edensor, dan Maryamah Karpov karya Andrea Hirata. Data-data tuturan kesantunan direktif diperolehdari studi pustaka dan wawancara. Teknik data yang digunakan adalah analisis isi.Tahap analisisdata, yakni (a) pengumpulan data, (b) reduksi data, (c) penyajian data, (d) penyimpulan/verifikasi.Peneliti menjadi instrumen utama dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukanwujud kesantunan direktif dalam tetralogi Laskar Pelangi meliputi tiga kaidah yaitu kaidah formalitas,kaidah ketidaktegasan, kaidah persamaan atau kesekawanan. Kemudian ada 6 strategi kesantunandirektif dalam tetralogi Laskar Pelangi yang muncul antara lain: strategi imperatif, strategi pernyataankeharusan, strategi sindiran, strategi pertanyaan, strategi isyarat halus, dan strategi permintaan. Fungsikesantunan direktif dalam tetralogi Laskar Pelangi yaitu:1) fungsi pernyataan, 2) fungsi pertanyaan,3) fungsi memerintah, 4) fungsi meminta maaf, dan 5) fungsi mengkritik. Saran untuk penelitianselanjutnya, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat membantu membina kesantunan yang berlakudi masyarakat secara umum. Hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu acuan dalam penelitiankesantunan selanjutnya. Serta, hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembelajaran sastra disekolah.Kata-kata kunci: kesantunan direktif, wujud, strategi, fungs

    TINDAK TUTUR GURU TERHADAP SISWA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 6 BANJARMASIN (SPEECH ACTS OF TEACHERS TOWARD STUDENTS IN IMPLEMENTATIONS OF 2013 CURRICULUM AT SMA NEGERI 6 BANJARMASIN)

    Get PDF
    Tindak Tutur Guru terhadap Siswa dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 6Banjarmasin. Penelitian mengkaji tindak tutur yang digunakan guru dalam mengajar di SMA Negeri6 Banjarmasin sebagai implementasi dari kurikulum 2013. Rumusan masalah dalam penelitian ini adatiga, yaitu (1) Bagaimana wujud tindak tutur? (2) Bagaimana fungsi tindak tutur? dan (3) Bagaimanakarakteristik tindak tutur yang digunakan guru terhadap siswa dalam implementasi kurikulum 2013 diSMA Negeri 6 Banjarmasin. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metodedeskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindak tutur guru selama mengajardalam kelas di SMA Negeri 6 Banjarmasin. Wujud tindak tutur yang digunakan guru terhadap siswadalam implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri 6 Banjarmasin berjumlah lima klasifikasi, yaiturepresentatif, komisif, direktif, ekspresif, dan deklaratif. Fungsi tindak tutur yang digunakan guruterhadap siswa dalam implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri 6 Banjarmasin berjumlah lima,yaitu tukar menukar informasi faktual, informasi intelektual, sikap moral, meyakinkan/memengaruhi,dan sarana sosialisasi. Karakteristik tindak tutur yang digunakan guru terhadap siswa dalam114implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri 6 Banjarmasin terlihat dari tiga ranah kompetensi, yaitusikap, pengetahuan, dan keterampilan.Kata-kata kunci: tindak tutur, wujud, fungsi, karakteristi

    PEMBELAJARAN MEMBACA KRITIS INTEGRATIF MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH: STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA KURIKULUM 2013 (THE LEARNING OF INTEGRATIVE CRITICAL READING THROUGH THE PROBLEM-BASED LEARNING: THE STRATEGY OF LANGUAGE LEARNING OF CURRICULUM 2013)

    Get PDF
    Pembelajaran Membaca Kritis Integratif melalui Pembelajaran Berbasis Masalah: StrategiPembelajaran Bahasa Kurikulum 2013. Membaca merupakan medium untuk memperolehpengetahuan, hiburan, membuka dunia baru. Karena itu, pembelajaran membaca merupakan kegiatanyang penting untuk membentuk keterampilan berbahasa peserta didik. Dalam pelaksanaannya,membaca acapkali diajarkan secara terpisah dari keterampilan menyimak, berbicara, dan menulis.Padahal, Kurikulum 2013 tidak membagi-bagi pembelajaran bahasa menjadi empat keterampilanberbahasa sebagaimana kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dengan demikian, akan sangatmenguntungkan bagi perkembangan kemampuan berbahasa siswa apabila keterampilan membacadiajarkan secara integratif, yaitu membaca sebagai tumpuan, sedangkan keterampilan berbahasalainnya secara bergantian dijadikan sebagai penunjang pembelajaran bahasa. Selanjutnya, anakdidik dilatih untuk berpikir kritis dengan menggunakan strategi membaca kritis. Hasil pencobaandi kelas menunjukkan bahwa kegiatan menggunakan bahasa dan hasil belajar secara otentikmeningkat tajam.Kata-kata kunci : pembelajaran membaca integratif, keterampilan membaca sebagai landastumpu, membaca kriti

    TIPE KALIMAT DASAR BAHASA INDONESIA: SUATU KAJIAN TATA BAHASA TRANSFORMASIONAL (TYPES OF INDONESIAN BASIC SENTENCES: A STUDY ON TRANSFORMATIONAL GRAMMAR)

    Get PDF
    Tipe Kalimat Dasar Bahasa Indonesia: Suatu Kajian Tata Bahasa Transformasional.Penelitian terhadap tipe kalimat dasar bahasa Indonesia ini bertujuan untuk menetapkan tipe kalimatdasar bahasa Indonesia dan menetapkan kaidah-kaidah kalimat transformasi. Penelitian ini adalahpenelitian deskriptif kualitatif karena tujuan akhirnya berupa deskripsi penetapan sistem kalimatdasar bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan metode simak dan metode instrospeksi. Kemudiandata yang didapat dianalisis dengan teknik hubung banding menyamakan dan teknik hubung bandingmembedakan. Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa tipe kalimat dasar bahasa Indonesiadapat disederhanakan menjadi dua tipe, yaitu K → FN + FV dan K → FN + FAdj, sedangkan polaK → FN + FPrep, K → FN + FNum, K → FN + FN bukan kalimat dasar, tetapi kalimat derivatif(transformasional) dari K → FN + FV (+ FNum), K → FN + FV (+ FPrep), K → FN + FV (+ FN).Selain dua tipe tersebut, kalimat lainnya adalah merupakan kalimat transformasi. Kalimattransformasi itu bisa merupakan hasil transformasi aktif dan transformasi pasif.Kata-kata kunci : kalimat dasar, kalimat derivati

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇