Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
284 research outputs found
Sort by
PEMEROLEHAN FONOLOGI ANAK DI TIGA PAUD KECAMATAN BANJARMASIN UTARA (PHONOLOGY ACQUISITION OF CHILDRENS OF THREE PAUD IN NORTH BANJARMASIN SUBDISTRICT)
Pemerolehan Fonologi Anak di Tiga PAUD Kecamatan Banjarmasin Utara. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pemerolehan fonologi anak di PAUD kecamatanBanjarmasin Utara. Penelitian ini menggunakan teori Jakobson tentang teori struktural universal.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatanpemerolehan bahasa. Penelitian ini menggunakan teknik cross sectional. Hasil penelitian ini adalahpasangan minimal konsonan dan vokal anak PAUD di kecamatan Banjarmasin Utara. Selain itu,ditemukan pula distribusi fonem bahasa anak PAUD di kecamatan Banjarmasin Utara, yangmenyangkut vokal, diftong, dan konsonan.Kata-kata kunci: pemerolehan fonologi, pasangan minimal, distribusi fone
DEIKSIS PERSONA DALAM KUMPULAN PUISI MEDITASI RINDU KARYA MICKY HIDAYAT (PERSON DEIXIS IN MEDITASI RINDU ANTHOLOGY BY MICKY HIDAYAT)
Deiksis Persona dalam Kumpulan Puisi Meditasi Rindu karya Micky Hidayat. Penelitianmengkaji isi kandungan teks dari kumpulan puisi Meditasi Rindu karya Micky Hidayat secarakeseluruhan dengan menggunakan teori deiksis persona. Sumber data penelitian ini adalah berupadokumen yang terdapat dalam kumpulan puisi Meditasi Rindu karya Micky Hidayat yang berjumlah45 buah. Deiksis persona pertama yang digunakan berjumlah 437 kata. Kata yang digunakan,yaitu partikel -–ku yang berada pada posisi prefiks atau sufiks dan kata aku. Penggunaan prefiks -–ku pada umumnya membuat kata yang digunakan menjadi lebih indah dan padat. Kata aku padaumumnya digunakan untuk menegaskan penulis sebagai pihak yang diacu di dalamnya. Deiksispersona kedua ditemukan sebanyak 233 buah. Bentuk yang digunakan ialah kata kau, engkau, kamu,dan sufiks –mu. Pada makna yang mengacu pada Tuhan, penulis menggunakan cara khusus denganmengikuti aturan tata bahasa, yaitu menggunakan kata hubung (-) dan huruf kapital. Deiksis personaketiga berjumlah 51 buah. Bentuk yang digunakan ialah kata ia, dan sufiks –nya. Bentuksufiks –nya memiliki jumlah yang paling banyak.Kata-kata kunci : deiksis persona, kumpulan puis
MEMAHAMI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013 (THE UNDERSTANDING OF MODEL OF TEACHING IN CURRICULUM 2013)
Memahami Model-Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakantindakan strategis dalam menyikapi permasalahan pendidikan kita dewasa ini serta untukmengantisipasi tantangan ke depan bangsa kita yang penuh dengan persaingan terbuka secaraglobal. Kebijakan yang diambil ada yang terkait dengan mata pelajaran, tujuan pembelajaran, sertastrategi pembelajaran, termasuk model pembelajaran. Model pembelajaran adalah kerangkakonseptual tentang prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untukmencapai tujuan belajar, baik pembelajar maupun pengajar. Dalam kurikulum 2013 ini, modelpembelajaran yang diketengahkan meliputi model Pembelajaran discovery atau inquiry, modelpembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran kontekstual,dan model pembelajaran kooperatif.Kata-kata kunci : kurikulum, model pembelajaran, discovery, inquiry, pembelajaran berbasismasalah, pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran kontekstual, modelpembelajaran kooperati
PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL BAHASA INDONESIA GURU DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MI AL-ISTIQAMAH BANJARBARU (INFLUENCE OF INTERPERSONAL COMMUNICATION SKILLS INDONESIAN TEACHERS AND EMOTIONAL INTELLIGENCE WITH STUDENT ACHIEVEMENT IN MI AL - ISTIQAMAH BANJARBARU)
Pengaruh Kemampuan Komunikasi Interpersonal Bahasa Indonesia Guru dan KecerdasanEmosional dengan Prestasi Belajar Siswa di MI Al-Istiqamah Banjarbaru. Tujuan penelitianini adalah 1) Mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi interpersonal guru terhadap prestasibelajar Pendidikan Bahasa Indonesia siswa MI Al- Istiqamah Banjarbaru; 2) Mengetahui pengaruhkecerdasan emosional siswa terhadap prestasi belajar Pendidikan Bahasa Indonesia siswa MI Al-Istiqamah Banjarbaru; 3) Mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi interpersonal guru dan138kecerdasan emosional siswa terhadap prestasi belajar Pendidikan Bahasa Indonesia siswa MI Al-Istiqamah Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kuantitatif untukmenjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuankomunikasi interpersonal guru MI Al-Istiqamah Banjarbaru berada pada kategori cukup. Rataratakemampuan komunikasi interpersonal guru MI Al-Istiqamah Banjarbaru sebesar 48,22 (interval41,8 sampai 53,2) dan sebagian besar pada kategori cukup (42,00%). Hasil analisis regresilinear berganda diperoleh nilai koefisien regresi positif (0,216) dan thitung = 2,966 dengan signifikansi0,004. Nilai thitung (2,966) > ttabel (1,988) sehingga hipotesis pertama “Kemampuan komunikasi interpersonalguru berpengaruh positif terhadap prestasi belajar Pendidikan Bahasa Indonesia di MIAl-Istiqamah Banjarbaru” yang diajukan diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasanemosional siswa MI Al-Istiqamah Banjarbaru berada pada kategori cukup. Rata-rata kecerdasanemosional MI Al-Istiqamah Banjarbaru sebesar 154,56 (interval 132,2 sampai 156,8). Hasil analisisregresi linear berganda diperoleh nilai koefisien regresi positif (0,216) dan thitung = 4,878 dengansignifikansi 0,000. Nilai thitung (4,878) > ttabel (1,988) sehingga hipotesis kedua “Kecerdasan emosionalsiswa berpengaruh positif terhadap prestasi belajar Pendidikan Bahasa Indonesia di MI Al-IstiqamahBanjarbaru” yang diajukan diterima. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan komunikasiinterpersonal guru dan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar Pendidikan Bahasa Indonesiapada kategori cukup baik. Hasil analisis regresi linear berganda diperoleh nilai Fhitung = 31,901dengan signifikansi 0,000. Nilai Fhitung (31,901) > Ftabel (3,143) sehingga hipotesis ketiga “Kemampuankomunikasi interpersonal guru dan kecerdasan emosional siswa berpengaruh positif terhadap prestasibelajar Pendidikan Bahasa Indonesia di MI Al-Istiqamah Banjarbaru” yang diajukan diterima.Kata-kata kunci: komunikasi interpersonal, kecerdasan emosional, prestasi belaja
MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN METODE GAME “HANGMAN” PADA SISWA KELAS VIIIB SMP NEGERI 4 TAMIANG LAYANG TAHUN AJARAN 2013-2014 (IMPROVING ENGLISH VOCABULARY MASTERY BY USING HANGMAN GAME METHOD TO STUDENTS OF CLASS VIIIB IN SMPN 4 TAMIANG LAYANG IN ACADEMIC YEAR 2013-2014)
Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris menggunakan Metode Game “Hangman”pada Siswa Kelas VIIIB SMPN 4 Tamiang Layang Tahun Ajaran 2013-2014. Penelitianini adalah sebuah penelitian di bidang pendidikan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas tentangpenerapan game tebak kata Hangman di Sekolah Menengah Pertama (SMPN 4) Tamiang Layang.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kosakata bahasa inggris siswa kelas VIIIBSMPN 4 Tamiang Layang tahun ajaran 2013-2014 dengan menggunakan metode game hangman.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Masing-masingsiklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjekpenelitian adalah siswa kelas VIIIB SMP Negeri 4 Tamiang Layang, tahun pelajaran 2013-2014yang berjumlah 28 siswa. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa,test kosakata, dan questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan kosakatameningkat sebesar 3,5% dan persentase ketuntasan belajar mencapai persentase maksimal padakriteria ketuntasan untuk nilai di atas 61. (2) kualitas keaktifan guru meningkat sebesar 7%. (3)110keaktifan belajar siswa pada kriteria sangat aktif meningkat 9% dan untuk kriteria aktif meningkat1%.Kata-kata kunci : penguasaan kosakata, hangman, kosakata bahasa inggri
KAJIAN BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DINDANG (FORM, MEANING, AND FUNCTION ANALYSIS OF DINDANG)
Kajian Bentuk, Makna, dan Fungsi Dindang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secararinci dan mempelajari teks Dindang Banjar Hulu maka kita dapat mengetahui bentuk dalamkehidupan Banjar Hulu masyarakat, artinya yang digunakan oleh mereka dan fungsi DindangTeks untuk Banjar Hulu Society. Penelitian ini memiliki beberapa kesimpulan. Pertama, bentukDindang yang telah diinventarisasi dalam penelitian ini adalah dua, mereka yang Dindang BanjarHulu dalam bentuk pantun (DBHBP) dan Dindang Banjar Hulu dalam bentuk puisi bebas(DBHBPB). Dindang Banjar Hulu dalam bentuk pantun (DBHBP) memiliki dua variasi, merekayang Dindang Banjar Hulu dalam bentuk puisi cepat (8 teks Dindang) dan Dindang Banjar Huludalam bentuk puisi umum (18 teks Dindang). Ada 8 teks Dindang Banjar Hulu dalam bentuk puisibebas (DBHBPB). Kedua, penelitian ini telah diinventarisasi 11 makna Dindang Banjar Hulu,mereka, M1 berarti harapan dan doa (4), M2 berarti pujian untuk gambar (5), M3 berarti eufemisme(7), M4 berarti hati untuk orang lain (2), M5 berarti menghormati orang lain (2), M6 berarti kerjasama tim (2), M7 berarti penting untuk sikap yang tepat berarti (6), M8 berarti menghargai prestasiorang lain(3), M9 berarti sensitif/alert (3), M10 berarti tanggung jawab(1), M11 berarti-perasaanhati ekspresi (2). Ketiga, Dindang Banjar Hulu memiliki 5 fungsi, yaitu (a) fungsi rekreatif (34 teksDindang), (b) fungsi bergairah (4 teks Dindang), (c) fungsi ekspresi nilai (17 teks Dindang), (d)fungsi kritik sosial (4 teks Dindang), (e) fungsi hubungan sosial (3 teks Dindang). Beberapa DindangBanjar Hulu memiliki lebih dari satu fungsi.Kata-kata kunci: dindang, bentuk, makna, fungs
NILAI MORAL DALAM SYAIR GUNTUR (MORAL VALUES IN SYAIR GUNTUR)
Nilai Moral dalam Syair Guntur. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran obyektifdari dua nilai moral dalam syair Guntur adalah: (1) kebijakan moral tentang memori, berpikir,kejernihan pikiran, dan kekuatan otak, (2) kesederhanaan moral ketenangan, kesabaran, kemurahanhati , integritas, kepuasan, dan loyalitas. Teori yang digunakan sebagai dasar untuk pengembanganinstrumen adalah teori sastra lisan Aarne dan Stith Thompson, dan teori tentang nilai-nilai moraloleh Miskawaih. Data dari penelitian ini adalah syair klasik Guntur terdiri dari 101 halaman (603bait puisi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, metodedeskriptif, dan teknik analisis isi. Analisis data dilakukan selama pengumpulan data. Hasilmenunjukkan bahwa ada dua nilai moral dalam syair Guntur, yaitu (1) nilai kearifan moral yangtentang memori, berpikir, kejernihan pikiran, kekuatan otak, dan (2) kesederhanaan moral ketenangan,kesabaran, kemurahan hati, integritas, kepuasan, dan loyalitas. Unsur yang paling dominan dalamsyair Guntur adalah nilai moral kebijaksanaan, terutama dalam berpikir dalam syair Guntur.Kata-kata kunci : nilai-nilai moral, syair klasi
KESANTUNAN LINGUISTIK KALIMAT IMPERATIF OLEH GURU DAN PENGASUH KEPADA ANAK DIDIK DI TAMAN PENITIPAN ANAK (TPA) SANGGAR RUBINHA SAMARINDA (LINGUISTIC POLITENESS OF IMPERATIVE SENTENCES BY TEACHERS AND CAREGIVERS TO LEARNERS AT TPA RUBINHA STUDIO SAMARINDA)
Kesantunan Linguistik Kalimat Imperatif oleh Guru dan Pengasuh kepada Anak DidikDi Taman Penitipan Anak (TPA) Sanggar Rubinha Samarinda. Penelitian kesantunanmengkaji penggunaan bahasa dalam suatu masyarakat bahasa tertentu. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini berhubungan dengan pemakaianbahasa tutur. Pengumpulan data dengan teknik pengamatan berperan serta, sedangkan teknik analisadata menggunakan model interaktif. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa, pertama, gurudan pengasuh menggunakan tuturan yang panjang. Semakin panjang tuturan yang digunakanakan semakin santun. Kedua, guru dan bunda pengasuh menggunakan urutan tuturan. Penggunaanurutan tutur menentukan makna sebuah tuturan. Ketiga, guru dan bunda pengasuh menggunakanintonasi dalam bertutur dengan bahasa yang halus, sedangkan isyarat kinestetik yang mengikutituturan biasanya pada eskpresi wajah yang menunjukkan marah atau jengkel. Keempat, guru danpengasuh menggunakan ungkapan penanda kesantunan berupa kata tolong, ayo, coba, dan tidakapa-apa.Kata-kata kunci: kesantunan, linguistik, kalimat imperati
UNSUR PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERIBAHASA BANJAR (THE ELEMENTS OF CHARACTER EDUCATION ON BANJARESE PROVERBS)
Unsur Pendidikan Karakter dalam Peribahasa Banjar. Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh deskripsi atau gambaran yang objektif tentang unsur pendidikan karakter dalamperibahasa Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalahsumber tertulis dalam bentuk buku atau hasil penelitian dan sumber lisan melalui wawancaradengan narasumber atau informan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1)Wujud pendidikan nilai agama yang terdapat dalam peribahasa Banjar, yaitu nilai karakter takutkepada Tuhan, nilai karakter bersyukur kepada Tuhan. (2) Wujud pendidikan nilai moral yangterdapat dalam peribahasa Banjar, yaitu nilai karakter jujur, nilai karakter bertanggung jawab,nilai karakter bergaya hidup sehat, nilai karakter disiplin, nilai karakter kerja keras, nilai karakterpercaya diri, nilai karakter berpikir logis, kritis dan inovatif, nilai karakter mandiri, nilai karakteringin tahu, dan nilai karakter cinta ilmu. (3) Wujud pendidikan nilai sosial yang terdapat dalamperibahasa Banjar, yaitu nilai karakter sadar akan hak dan kewajiban orang lain, nilai karakterpatuh pada aturan-aturan sosial, nilai karakter menghargai karya dan prestasi orang lain, nilaikarakter santun, dan nilai karakter demokratis.Kata-kata kunci : pendidikan karakter, peribahasa banja
ANALISIS BENTUK DAN BAHASA FITUR PENDIDIKAN DALAM SURAT KABAR BANJARMASIN POST (THE ANALYSIS ON FORM AND FEATURE OF EDUCATION LANGUAGE IN BANJARMASIN POST NEWSPAPER)
Analisis Bentuk dan Bahasa Fitur Pendidikan dalam Banjarmasin Post. Surat kabar sebagaimedia yang menggunakan cerita-cerita yang tidak hanya untuk menghibur membaca, tetapi jugauntuk memberikan wawasan tentang budaya dan kehidupan di sekitar kita. Salah satu bentukinformasi yang terdapat dalam surat kabar, yaitu fitur. Fitur sebagai jenis tulisan yang unik danmempunyai nilai artistik tersendiri. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah wujudbentuk fitur berita, wujud kohesi dan koherensi, wujud diksi dalam fitur berita pendidikan padaharian Banjarmasin Post. Wujud bentuk fitur dalam penelitian ini mencakup, judul, teras ataulead, tubuh atau body dan penutup atau conclution. Wujud kohesi dalam penelitian ini, yaitukajian 1) referensi, 2) substitusi, 3) elipsis, dan 4) konjungsi. Wujud kohesi mencakup kohesi leksikalyang mengkaji tentang reiterasi (pengulangan), sinonim, dan kolokasi. Unsur tersebut mempunyaikarakter koherensi, yaitu adanya kontinuitas konsep dan relasi yang relevan dan adanyaperkembangan (Progression) dalam paragraf. Wujud diksi yang ditemukan, yaitu 1) pemilihankata (konotasi dan denotasi, istilah asing, kata umum dan kata khusus), dan 2) perubahan makna(perluasan makna, penyempitan makna, ameliorasi, peyorasi, metafora, dan metonimi)Kata-kata kunci : bentuk, bahasa, fitu