Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT BANJAR DI KECAMATAN BANJAR SELATAN (SPEECH POLITENESS IN BANJARESE FAMILY IN SOUTH BANJAR DISTRICT)

    Get PDF
    Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Keluarga Masyarakat Banjar, di Kecamatan BanjarSelatan. Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh temuan apakah ada perbedaan kesantunanberbahasa antara penutur yang pernah memperoleh pendidikan formal dan penutur yang tidak pernahmenerima pendidikan formal dalam masyarakat Banjar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adaempat, yaitu bagaimana wujud kesantunan dan fungsi kesantunan dalam keluarga di masyarakatBanjar yang berpendidikan formal dan tidak berpendidikan formal. Wujud kesantunan penutur dibagimenjadi enam, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksimkesederhanaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian. Dalam data penelitian ditemukanbahwa masyarakat Banjar yang berpendidikan formal menaati enam maksim ini dalam percakapanyang mereka lakukan, sedangkan masyarakat Banjar yang tidak berpendidikan formal cenderungmengabaikannya, bahkan melanggarnya dengan menggunakan kata-kata yang bersifat sarkastis.Fungsi kesantunan ada lima jenis, yaitu fungsi menyatakan, fungsi menanyakan, fungsi memerintah,fungsi meminta maaf, dan fungsi mengkritik. Bagi Masyarakat Banjar yang berpendidikan formal limafungsi ini digunakan dengan memperhatikan prinsip kesantunan, sedangkan masyarakat Banjar yangtidak berpendidikan formal penggunaannya tidak memperhatikan prinsip kesantunan.Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, masyarakat Banjar, berpendidikan formal dan nonforma

    STRUKTUR KLAUSA BAHASA MAANYAN DALAM PANGUNRAUN TALIWAKAS PAADU (THE STRUCTURE OF THE MAANYAN CLAUSE IN PANGUNRAUN TALIWAKAS PAADU)

    Get PDF
    Struktur Klausa Bahasa Maanyan dalam Pangunraun Taliwakas Paadu. Penelitian ini bertujuanmemerikan secara lengkap struktur klausa bahasa Maanyan dalam Pangunraun Taliwakas Paadu(nasihat pernikahan), yaitu struktur kalimat dasar, struktur klausa relatif atau klausa perwatasan,dan struktur klausa pemerlengkapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif. Deskripsi penelitian semata-mata hanya berdasarkan fakta yang nyata atau fenomenayang secara empiris hidup pada penuturnya, sehingga yang dihasilkan atau dicatat berupa pemerianbahasa.Berdasarkan hasil penelitian struktur bahasa Maanyan dalam Pangunraun Taliwakas Paadu(nasihat pernikahan) terdapat struktur klausa sebagai berikut: (1) Klausa relatif/perwatasan, terdiriatas pewatas frasa nomina objek, pewatas frasa nomina subjek sama, (2) Klausa pemerlengkapan,terdiri atas klausa pemerlengkap frasa verba berfungsi sebagai pelengkap, klausa pemerlengkap frasaverba berfungsi sebagai keterangan, dan klausa pemerlengkap frasa nomina subjek, (3)Struktur kalimatdasar, yang terdiri atas frasa nomina + frasa nomina, frasa nomina + frasa verba, dan frasa nomina +frasa numeralia.Kata-kata kunci: klausa relatif, klausa pemerlengkapan, struktur kalimat dasa

    NILAI EQ DAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO (EQ VALUES AND CHARACTER EDUCATION IN 5 CM NOVEL BY DONNY DIRGANTORO)

    Get PDF
    Nilai EQ dan Pendidikan Karakter dalam Novel 5 CM karya Donny Dhirgantoro. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan nilai EQ dan pendidikan karakter di 5 cm olehDonny Dhirgantoro. Hasil penelitian meliputi temuan pada lima unsur nilai EQ di 5 cm olehDonny Dhirgantoro, mereka (1) kesadaran diri, melibatkan (a) diri untuk mewujudkan kesalahandan memiliki kemauan untuk meningkatkan diri, (b) untuk mewujudkan dan tahu apa yang kitarasakan, (c) untuk mewujudkan kelemahan dan berpikir itu, (d) untuk mewujudkan kelebihan,(e)percaya diri, dan (f) untuk mewujudkan posisi diri dalam situasi untuk membuat keputusan;(2)self regulation, melibatkan (a) kemampuan kontrol diri, (b) dapat diandalkan, (c) kehati-hatian, (d)kemampuan beradaptasi, (e) inovatif; (3) motivasi, melibatkan (a) dorongan berprestasi,(b) optimisme;(4) empati, melibatkan (a) kemampuan untuk memahami lain, (b) untuk meningkatkan lain, dan(c) orientasi pelayanan; (5) keterampilan sosial, melibatkan (a) kemampuan komunikasi, (b)pengelolaan konflik, (c) kepemimpinan,(d) membangun hubungan, (e) kolaborasi dan kerjasama,dan (f) kemampuan tim. Ada 12 nilai pendidikan karakter di 5 cm, yaitu: (1) menghormati, melibatkan214(a) terhadap diri ditunjukkan oleh gaya hidup sehat, (b) terhadap orang lain menunjukkan denganmenjadi ramah dan sopan, (c) terhadap lingkungan menunjukkan dengan menjadi hygient danmelindungi lingkungan dan (c) terhadap negara menunjukkan dengan menjadi bangga dan cintanegara; (2) tanggung jawab untuk diri Anda, (b) tanggung jawab kepada orang lain, (c) tanggungjawab kepada keluarga, (d) tanggung jawab kepada Allah, dan (e) tanggung jawab untuk negara;(3) jujur ; (4) yang adil;(5) toleransi; (6) bijaksana; (7) disiplin diri; (8) saling membantu; (9)peduli satu sama lain;(10) kerja sama;(11) berani, melibatkan keberanian fisik yang berani bekerjakeras tanpa merasa lelah, dan berani moral yang (a) berani mengakui kesalahan, (b) berani mengambilkritik, dan (12) bahwa demokrasi (a) mampu mengekspresikan ide Anda sendiri, tapi masihmenghormati kepada orang lain, (b) bersikap terbuka dan mendengarkan pendapat orang lain.Kata-kata kunci: nilai, eq, pendidikan karakte

    PELANGGARAN PRINSIP KERJASAMA DAN PRINSIP KESANTUNAN SERTA IMPLIKATURNYA DALAM NOVEL KOMEDI MANUSIA SETENGAH SALMON KARYA RADITYA DIKA (VIOLATION OF CONVERSATION PRINCIPLE AND MODESTY PRINCIPLE AND IMPLICATURE IN THE NOVEL COMEDY OF MANUSIA SETENGAH SALMON BY RADITYA DIKA)

    Get PDF
    Pelanggaran Prinsip Kerjasama dan Prinsip Kesantunan serta Implikaturnya dalam Novel KomediManusia Setengah Salmon Karya Raditya Dika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentukpelanggaran prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan serta implikaturnya dalam buku Manusia159Setengah Salmon karya Raditya Dika. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan jenispenelitian kualitatif dan analisis wacana. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan tabelpenjaring data. Adapun model teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model aliryang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pelanggaranprinsip kerjasama dan prinsip kesantunan. Pelanggaran prinsip kerjasama paling banyak dilanggarpada novel komedi ini. Pelanggaran paling banyak ialah terhadap maksim cara, kemudian maksimkuantitas, maksim relevansi dan maksim kualitas. Pelanggaran prinsip kesantunan meliputi semuamaksimnya. Pelanggaran paling banyak pada prinsip kesantunan ialah terhadap maksim penghargaan,kemudian maksim kemufakatan, maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim simpatidan maksim kesederhanaan. Implikatur yang berfungsi menunjang pengungkapan humor di dalamnovel komedi Manusia Setengah Salmon ini adalah, menyarankan, mengkhawatirkan, menyuruh,menasehati, meminta, mengingatkan, keheranan, keingintahuan, menyinggung, mengganggu, melucu,menginformasikan, perbedaan budaya, ketakutan, berpendapat, minta dihargai, perhatikan situasilawan bicara, merendahkan, jangan melakukan hal yang tidak mungkin, melawak, mencegah putuscinta, lihatlah situasi hati lawan bicara, mengenang, menjebak, mengajarkan pelit, ketidaktahuan,meragukan, berkenalan, tidak tega, keresahan, kegagalan, keraguan, memaksa, minta naik gajih,menanyakan, menyatakan, humor, memikirkan, bercanda, menghubungkan, kepanikan, menahanmalu, perbedaan selera, mengajak, memuaskan, perbedaan kebiasaan, kesalahpahaman, pembicaraan,pentingnya perhatian seorang ibu, pengakuan, susah bergerak, meminta saran, kekecewaan, keengganan,mengeluh, membohongi, mengikuti prosedur, kekecewaan, mengikuti saran, ingin adanya pengakuan,menakut-nakuti, menenangkan diri, mengakui kelemahan, salah mengartikan, tidak terbiasa bangunpagi, berolah raga, kebiasaan, jangan pernah berpikir jelek sebelum melihat langsung, berbicaralahsesuai fakta, perbedaan pendapat, dan memikirkan.Kata-kata kunci: prinsip kerjasama, prinsip kesantunan, implikatu

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM NOVEL RANTAU 1 MUARA KARYA A. FUADI (THE EFFECTIVENESS OF THE USE OF LANGUAGE STYLE IN THE NOVEL RANTAU 1 MUARA WRITTEN BY A. FUADI)

    Get PDF
    Efektivitas Penggunaan Gaya Bahasa dalam Novel Rantau 1 Muara karya A. Fuadi. Penelitian disini bertujuan untuk mengungkapkan penafsiran dan keefektifan gaya bahasa tersebut ketika digunakandalam sebuah novel. Gaya bahasa dalam novel merupakan salah satu unsur yang bisa menghidupkancerita rumusan masalah dalam penelitian ini ada dua, yakni (1) Bagaimana gaya bahasa perbandingan,pertentangan, pertautan, dan perulangan yang terdapat dalam novel Rantau 1 Muara karya A. Fuadi?(2) Bagaimana penggunaan gaya bahasa di atas dilihat dari penafsiran makna dan kekefektifanpenggunaannya? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan caramenafsirkan analisis teks yang terdapat dalam novel “Rantau 1 Muara Karya A. Fuadi” yang dimulaidengan melakukan pendataan terhadap kata-kata, kalimat, atau dialog yang terkait dengan jenis-jenisgaya bahasa, seperti gaya bahasa perbandingan, pertentangan, perulangan, dan pertautan. Berdasarkanhasil analisis pada novel “Rantau 1 Muara karya A. Fuadi” diketahui bahwa penggunaan gaya bahasa51yang terdapat dalam novel Rantau 1 Muara terdapat empat jenis gaya bahasa, yakni gaya bahasaperbandingan yang terdiri dari metafora, personifikasi, pleonasme, antitesis, dan perumpamaan. Gayabahasa pertentangan yang terdiri atas hiperbola, litotes, ironi, oksimoron, paronomasia, klimaks,antiklimaks, sarkasme, inuendo, sinisme. Gaya bahasa Perulangan yang terdiri atas asonansi danmetafora. Gaya bahasa pertautan yang terdiri atas sinekdoke, alusi, eufemisme, asindeton. Setelahdiklasifikasikan kemudian gaya bahasa tersebut ditafsirkan dan dijelaskan keefektifannya.Kata-kata kunci: gaya bahasa, efektivita

    KESANTUNAN DIREKTIF BAHASA BANJAR DALAM INTERAKSI ANTARA GURU DAN MURID DI SD NEGERIHANDIL BAKTI (DIRECTIVE POLITENESS OF BANJARESE LANGUAGE IN INTERACTION BETWEEN TEACHER AND STUDENTS AT HANDIL BAKTI STATE ELEMENTARY SCHOOL)

    Get PDF
    Kesantunan Direktif Bahasa Banjar dalam Interaksi antara guru dan murid di SD NegeriHandil Bakti. Kesantunan dalam komunikasi sangat penting artinya guna menjaga keharmonisandan menghindari terjadinya konflik, terlebih dalam tindak direktif bahasa Banjar yang merupakanbahasa pergaulan dalam masyarakat Banjar khususnya dan pengantar di lembaga pendidikanterutama di sekolah dasar. Penelitian ini memiliki tujuan mengungkapkan wujud tindak tuturdirektif, strategi dan fungsi kesantunan direktif bahasa Banjar. Adapun pendekatan yang digunakanadalah pendekatan kualitatif. Data tuturan kesantunan direktif dalam interaksi antara guru danmurid diperoleh dari observasi, catatan lapangan perekaman dan wawancara. Pada analisis datadilakukan melalui tiga langkah. Ketiga langkah itu adalah (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan(3) penyimpulan/verifikasi. Dari ketiga langkah itu diperoleh kesimpulan akhir dengan triangulasidan pengecekan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan wujud kesantunan bahasa Banjar dalam296interaksi antara guru dan murid yang meliputi tiga kaidah kesantunan, yakni formalitas (formality),ketidaktegasan (hesitancy) dan persamaan atau kesekawanan (equality or camarederie). Kaidahformalitas berarti jangan memaksa atau angkuh, kaidah ketidaktegasan berarti mitra tutur dapatmenentukan pilihan dan kaidah persamaan berarti bertindak seolah-olah Anda dan lawan tuturmenjadi sama. Dalam bahasa Banjar ada sepuluh strategi kesantunan tindak direktif yang digunakanoleh penutur yakni kesantunan strategi imperatif, pernyataan permintaan, permintaan berpagar,pernyataan keharusan, pernyataan keinginan, pernyataan saran, pernyataan pertanyaan, pernyataanisyarat, dan pernyataan sindiran. Adapun fungsi dari kesantunan direktif bahasa Banjar adalahtindak tutur untuk menyelamatkan muka, menghindari konflik, untuk mencapai efektivitas, dantindak tutur untuk memberikan penghormatan.Dari hasil temuan penelitian ini disarankan dalamtindak tutur direktif hendaknya penutur melakukan dengan santun sejalan dengan kaidah kesantunanuntuk menghindari ketidakharmonisan dengan mitra tutur.Kata-kata kunci: kesantunan direktif, fungs

    KESANTUNAN DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM WACANA FILM KARTUN ADIT SOPO JARWO (DIRECTIVE AND EXPRESSIVE POLITENESS IN THE DISCOURSE OF THE CARTOON FILM OF ADIT SOPO JARWO)

    Get PDF
    Kesantunan Direktif dan Ekspressif dalam Film Kartun Adit Sopo Jarwo. Kesantunan pada zamansekarang semakin berkurang, hal ini dapat disebabkan zaman yang semakin modern, kesantunanberhubungan dengan budaya dimasyarakat tersebut. Film kartun dapat digunakan sebagai media61pembelajaran untuk pendidikan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud,strategi, dan fungsi kesantunan direktif dan ekspresif dalam wacana film kartun Adit Sopo Jarwo.Penelitian ini termasuk jenis penelitian pragmatik dengan menggunakan pendekatan kualitatif danmenggunakan metode deskriptif. Data penelitian adalah tuturan jenis direktif dan ekspresif dan sumberdatanya adalah wacana film kartun Adit Sopo Jarwo. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasidan ditranskripsi. Data yang terkumpul dianalisis melalui empat tahap, yakni mengklasifikasikan data,reduksi data, penyajian data dan penyimpulan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan databerupa tabel yang telah dirancang peneliti untuk mengklasifikasikan data sesuai dengan jenis tuturandan berdasarkan wujud, strategi, dan fungsinya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapatdisimpulkan bahwa dalam menilai santun tidaknya suatu tuturan dapat dilihat dari konteks tuturanitu berlangsung. Kesantunan dapat dikaitkan dengan usia, kekuasaan, dan derajat kekerabatan.Berdasarkan hasil penelitian wujud kesantunan direktif dalam wacana film kartun Adit Sopo Jarwomeliputi, direktif permintaan, direktif pertanyaan, direktif perintah, direktif larangan dan direktifpersilaan atau pengizinan; sedangkan wujud kesantunan ekspresif meliputi, ekspresif mengucapkanterima kasih, ekspresif menyesalkan, ekspresif permintaan maaf, dan ekspresif mengecam. Adapunstrategi kesantunan direktif dan ekspresif adalah strategi kesantunan negatif (strategi penghormatan)dan strategi kesantunan positif (strategi kesetiakawanan). Serta fungsi kesantunan direktif dan ekspresifyakni, fungsi menyatakan, fungsi menanyakan, dan fungsi memerintah.Kata-kata kunci: kesantunan direktif, kesantunan ekspresif, wujud kesantunan, strategi kesantunan,fungsi kesantuna

    RELIGIUSITAS DALAM KUMPULAN PUISI CAHAYA MAHA CAHAYA KARYA EMHA AINUN NADJIB (RELIGIOSITY IN THE COLLECTION OF CAHAYA MAHA CAHAYA POEMS BY EMHA AINUN NADJIB)

    Get PDF
    Religiusitas dalam Kumpulan Puisi Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui makna religiusitas dalam kumpulan puisi Cahaya Maha Cahaya karyaEmha Ainun Nadjib. Makna-makna prinsip sufistik kumpulan puisi Cahaya Maha Cahaya karyaEmha Ainun Nadjib yang meliputi; (a) prinsip tauhid, (b) prinsip ke-Ada-an Tuhan dan (c) prinsipfana baka; dan (2) mengetahui wujud dan makna prinsip kebatinan kumpulan puisi Cahaya MahaCahaya karya Emha Ainun Nadjib yang meliputi; (a) perasaan dosa, (b) perasaan takut, (c) pengakuan240terhadap kebesaran Tuhan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatankualitatif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian hermeneutika. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri,namun peneliti membuat kisi-kisi sebagai bentuk instrumen yang menunjang kelancaran kerja penelitidan agar menjaga objektivitas data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna dalam prinsip tauhid berupa: keyakinan terhadapTuhannya, keyakinan bahwa Tuhan adalah zat yang esa, keyakinan bahwa Allah memiliki sifat danperbuatan yang tiada tandingannya., keyakinan melalui ritual ibadah. Makna dalam prinsip ke-Ada-anTuhan berupa: keyakinan bahwa Tuhan adalah asal manusia, keyakinan terhadap kekuasaan Tuhan,keyakinan bahwa Allah selalu bersama umat-Nya. Makna dalam prinsip fana baqa berupa: penyatuandiri seorang insan kepada Tuhannya, perasaan rindu kepada Tuhan, dan keyakinan bahwa Tuhanadalah tujuan setiap manusia. Makna dalam perasaan dosa berupa: perasaan pasrah seorang insankepada Tuhannya, perasaan sadar atas kesalahannya, perasaan ‘sadar diri’ atas kedudukannya. Maknadalam perasaan takut berupa: munculnya perasaan cemas, munculnya perasaan kesepian dan takingin ditinggalkan Tuhan. Makna dalam pengakuan terhadap kebesaran Tuhan berupa: pengakuanterhadap kebesaran Tuhan atas alam semesta dan pengakuan terhadap peran Tuhan dalam setiapkehidupan manusia.Kata-kata kunci: religiusitas, makna,wujud, prinsip sufistik, prinsip kebatina

    DEIKSIS DALAM BAHASA NGAJU (DEIXIS IN NGAJU LANGUAGE)

    Get PDF
    Deiksis dalam Bahasa Ngaju. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, suatu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan membuat gambaran informasi sistematik, faktual, dan akurat atas data yang ditemukan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) wujud deiksis orang dalam bahasa Ngaju: meliputi (a) kata ganti orang dalam tuturan, seperti kata aku (aku/saya), ikau (kamu), ikei (kami), itah (kita), iye (dia), ewen (mereka), dan keton (kalian). (b). kata sapaan dalam tuturan, seperti mina (tante/bibi), indue (ibu), umai (ibu) mama (paman), bue (kakek), tambie (nenek), esu (cucu) dan Bapa (ayah/Bapak). (2) wujud deiksis tempat meliputi (a) kata tunjuk tempat atau arah, seperti hong kanih (di sana), hong hete (di situ), ka kanih (ke sana), ka hete (ke situ) , dan hong hetoh (di sini). (b) kata tunjuk tempat seperti hong penda (di bawah), hong hunjun ( di atas), hong silan (di samping), hong huang (di dalam) , hong luar (di luar), hong ngiwa (di hilir), dan hong parak kayu (di hutan), (3) wujud deiksis waktu dalam tuturan yaitu: meliputi keterangan waktu seperti kata andau tuh (hari ini) , wayah tuh (saat ini), metuh-tuh (sekarang, endau (tadi), kareh (nanti), jewu (besok), male (kemarin) alem endau (tadi malam), minggu kareh (minggu nanti), tiap andau (tiap hari), helo (dulu), bihin (dahulu) ,dan huran (dahulu). (4) wujud deiksis sosial dalam tuturan bahasa Ngaju dalam penelitian ini tidak ditemukan.Kata-kata kunci: deiksis, bahasa ngaj

    PELANGGARAN DAN KEPATUHAN PRINSIP KERJA SAMA SERTA IMPLIKATURNYA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (VIOLATION OF THE PRINCIPLE COOPERATION AND COMPLIANCE AS WELL AS IMPLICATURES IN RONGGENG DUKUH PARUK NOVEL)

    Get PDF
    Pelanggaran dan Kepatuhan Prinsip Kerja Sama serta Implikaturnya dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Penelitian ini akan mengkaji (1) Bagaimana pelanggaran prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? (2) Bagaimana kepatuhan prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan pelanggaran dan kepatuhan prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dan jenis penelitian kualitatif serta metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Hasil simpulan penelitian diperoleh mencakup dua subbagian. Pertama, implikatur percakapan atau33implikatur percakapan, mencakup (1) Kepatuhan terhadap maksim, yaitu (a) Kepatuhan terhadap maksim kuantitas dan implikaturnya, (b) Kepatuhan terhadap maksim kualitas dan implikaturnya, (c) Kepatuhan terhadap maksim cara dan implikaturnya, dan (d) Kepatuhan terhadap maksim hubungan dan implikaturnya. (2) Pelanggaran terhadap maksim, yang mencakup, yaitu (a) Pelanggaran terhadap maksim kuantitas dan implikaturnya, (b) Pelanggaran terhadap maksim kualitias dan implikaturnya, (c) Pelanggaran terhadap maksim cara dan implikaturnya, dan (d) Pelanggaran terhadap maksim hubungan dan implikaturnya. Kedua, Implikatur konvensional dianalisis berdasarkan hubungan makna yang secara konvensional diketahui oleh peserta percakapan. Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk makna konvensional didasarkan pada budaya Jawa.Kata-kata kunci: implikatur konvensional, implikatur percakapa

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇