Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERCAKAPAN PADA PERTUNJUKAN MAMANDA (CHARACTER EDUCATION VALUES IN CONVERSATION OF MAMANDA SHOW)

    Get PDF
    Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Percakapan pada Pertunjukan Mamanda.Penelitian ini berkenaan dengan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam percakapan padapertunjukan mamanda.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud nilai pendidikankarakter dalam percakapan pada pertunjukan mamanda. Rancangan penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah sosiologi sastra. Adapundata, diperoleh melalui rekaman menggunakan handycame pada saat pertunjukan mamanda olehKPU kota Banjarbaru bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Banjarbaru pada Rabu, 2 April2014. Teknik pengumpulan data: (1) teknik perekaman berupa audiovisual, (2) pemotretan, (3)pencatatan, (4) wawancara dengan pelakon mamanda dan sutradara mamanda, (5) studi kepustakaandan analisis dokumentasi. Teknik Analisis data menggunakan metode content analysis. Temuandari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan karakter dalam mamanda terdapat13 nilai pendidikan karakter, diantaranya adalah: (1) nilai religius, (2) nilai jujur, (3) nilai disiplin,(4) nilai kreatif, (5) nilai demokrasi, (6) nilai rasa ingin tahu, (7) nilai semangat, (8) nilai cintatanah air, (9) nilai menghargai prestasi, (10) nilai bersahabat/komunikasi, (11) nilai pedulilingkungan, (12) nilai peduli sosial, dan (13) nilai tanggung jawab. Nilai karakter yang palingdominan adalah nilai tanggung jawab yang terdiri dari 8 kutipan pada seluruh adegan atau babakdalam mamanda yang berjudul Pemilihan Raya di Buana Persada Alam.Kata-kata kunci: nilai, pendidikan karakter, mamand

    KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT DAYAK NGAJU, KECAMATAN MANTANGAI, KABUPATEN KUALA KAPUAS (LANGUAGE POLITENESS IN THE FAMILIES OF DAYAK NGAJU COMMUNITY, MANTANGAI SUBDISTRICT, KUALA KAPUAS REGENCY)

    Get PDF
    Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Keluarga Masyarakat Dayak Ngaju, KecamatanMantangai, Kabupaten Kuala Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikankesantunan berbahasa di lingkungan keluarga Dayak Ngaju. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa di LKDN telah menerapkan wujud, strategi, dan fungsi kesantunan. Wujud kesantunanberbahasa DN dinilai dari pelaksanaan dan pelanggaran maksim KB, KD, PJ, KS1, PM, dan KS2dengan memperhatikan skala untung rugi. Selain itu, kesantunan juga ditandai pada penggunaankalimat imperatif dengan menggunakan kata ‘tau dan palus’; kalimat deklaratif menggunakan kata‘hetoh’; kalimat ekspresif menggunakan kata ‘mangat toto, wei, dan matei aku’; dan tindak tuturmemuji menggunakan kata ‘bahalap’ (bagus), dan ‘matei aku’ (mati aku). Strategi kesantunanberbahasa DN, yaitu a) strategi kesantunan negatif, yaitu TTL, MP, dan TYMBI; b) strategikesantunan positif, yaitu MKKKLT, MBP, MPIK, MK, ML, dan MT/J; dan c) strategi off record,yaitu menghindari gangguan utama. Fungsi kesantunan; a) fungsi menyatakan, yaitu MI, MP,dan MJ; b) fungsi menanyakan, yaitu MP1, MK, MP2, MI, dan MP3; c) fungsi memerintah, yaituMn1, Ml, Mn2, dan MP3; dan d) fungsi mengkritik, yaitu MK1, MK2, dan MK3. Selain itu, juga270terdapat fungsi enam dari lawan tutur, yaitu menyetujui, menjawab, melakukan tindakan,menginformasikan, menerima, dan menolak. Berdasarkan budaya DN terdapat bentuk kesantunanmenggunakan kata sapaan seperti umai, bapa, tambi, bue, mina, mama, anak, andi, kaka, undue,sangger, dan sebagainya. Selain itu, diperhalus dengan menghindari abbreviation (penyingkatankata), dan interjeksi (ceh dan beh) dalam berkomunikasi.Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, keluarga dayak ngaj

    DEIKSIS PADA NOVEL BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA (DEIXIS IN THE NOVEL OF BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA BY HANUM SALSABIELA RAIS AND RANGGA ALMAHENDRA)

    Get PDF
    Deiksis pada Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan RanggaAlmahendra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) deiksis persona, (2) deiksis tempat,(3) deiksis waktu, (4) deiksis wacana, dan (5) deiksis sosial yang terdapat dalam novel BulanTerbelah diLangit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitianpragmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Sumber data yang digunakanberasal dari novel BulanTerbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan RanggaAlmahendra. Data pada penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang bersifat deiksis. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalahteknik analisis isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel BulanTerbelah di Langit299Amerika terdapat lima macam deiksis, yaitu (1) deiksis persona, (2) deiksis tempat, (3) deiksis waktu,(4) deiksis wacana, dan (5) deiksis sosial. Deiksis persona terbagi menjadi tiga yaitu, orang pertama,seperti: aku, saya, kami, dan kita, orang kedua seperti: kamu, Anda, engkau, kau, kalian, kaliansemua, dan Anda semua, sedangkan orang ketiga seperti: ia, dia, nya, dan mereka. Deiksis tempatseperti: ini, di sini, ke sini, dari sini, itu, di situ, dari situ, dari sana, dan ke sana. Deiksis waktu seperti:tadi, dulu, kemarin, sekarang, saat ini, sedang, kini, besok, akan,dan nanti. Deiksis wacana berupaanafora dan katafora. Deiksis sosial seperti:eufemisme, honorifiks, profesi, dan gelar. Penelitian ini jugamenunjukkan bahwa deiksis memiliki keterkaitan dengan unsur intrinsik novel, yaitu tokoh, latar, dangaya bahasa. Hal ini terlihat dengan adanya deiksis persona maka memudahkan pembaca mengetahuikepada tokoh siapakah pronomina persona merujuk. Selain itu, dengan adanya deiksis tempat danwaktu pembaca dapat mengetahui seperti apakah latar tempat dan waktu yang ada dalam novel ini.Adapun keberadaan deiksis wacana dan sosial dapat memudahkan pembaca mengetahui gaya bahasayang digunakan.Kata-kata kunci: deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, deiksis sosia

    HUMOR DALAM CERITA SI PALUI (THE HUMOUR IN SI PALUI STORY)

    Get PDF
    Humor dalam Cerita Si Palui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Jenis humor dalam cerita Si Palui dan (2) Makna humor dalam cerita Si Palui. Cerita Si Palui merupakan karya sastra yang dikenal oleh orang Banjar. Cerita Si Palui sangat menarik untuk diteliti, terutama yang berkenaan dengan humor. Humor merupakan aspek menyenangkan yang ada dalam diri manusia dan humor juga dinamakan dengan lelucon. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu data-data secara tertulis atau lisan yang yang digambarkan secara cermat. Sumber data penelitian diambil dari cerita si Palui yang terbit di harian Banjarmasin Post selama tiga bulan dari bulan Januari 2013 sampai dengan bulan Maret 2013. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Penelitian ini menetapkan keabsahan data dengan teknik pemeriksaan. Kriteria yang digunakan dalam keabsahan data, yaitu derajat kepercayaan dengan teknik pemeriksaan; perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, mendiskusikannya dengan teman sejawat, kecukupan referensial, membaca dan menelaah berkali-kali data-data yang telah dikumpulkan, menginventarisasi serta membaca berbagai pustaka dan dokumen, dan membaca dan menelaah berbagai teori yang membahas tentang sastra dan humor.Hasil penelitian adalah sebagai82berikut. (1) Jenis humor yang terdapat dalam cerita si Palui ada delapan jenis, yaitu (a) humor agama, (b) humor seks, (c) humor permainan kata, (d) humor kiasan, (e) humor ejekan, (f) humor sindiran, dan (g) humor plesetan. (2) Makna humor yang terkandung dalam cerita si Palui ada lima, yaitu (a) ketaatan kepada Tuhan, (b) memberikan pendidikan, (c) memberikan kritik, (d) menarik perhatian, dan (e) memberikan penjelasan/ pemahaman.Kata-kata kunci: humor, cerita si palu

    KAJIAN SEMIOTIK MICHAEL RIFFATERRE ATAS KUMPULAN PUISI SERUMPUN AYAT-AYAT TUHAN KARYA IBERAMSYAH BARBARY (A STUDY OF SEMIOTICS MICHAEL RIFATERRE IN SERUMPUN AYAT-AYAT TUHAN POEM ANTHOLOGY BY IBERAMSYAH BARBARY)

    No full text
    Kajian Semiotik Michael Rifaterre atas Kumpulan Puisi Serumpun Ayat-Ayat Tuhan KaryaIberamsyah Barbary. Penelitian ini akan mengkaji (1) Bagaimana makna sajak Serumpun Ayat-AyatTuhan karya Iberamsyah Barbary berdasarkan unsur ketidaklangsungan ekspresi sajak? (2) Bagaimanamakna sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan karya Iberamsyah Barbary berdasarkan pembacaan heuristikdan? (3) Bagaimana makna sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan karya Iberamsyah Barbary berdasarkanmatriks, model, dan variannya? (4) Bagaimana makna sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan karyaIberamsyah Barbary berdasarkan hubungan intertekstualitas? Pendekatan yang digunakan dalam273penelitian ini adalah pendekatan semiotik. Hal itu dilakukan mengingat bahwa semiotik merupakan suatupendekatan yang menekankan pada aspek penggalian makna terhadap tanda dalam suatu karya sastra.Pendekatan semiotik yang akan dipakai adalah semiotik model Michael Riffaterre. Pendekatan semiotikmodel Riffaterre dipakai berdasarkan pertimbangan bahwa semiotik Riffaterre lebih mengkhususkanpada analisis makna sebuah karya sastra dengan interpretasi pembaca. Dalam penelitian ini, yangmenjadi data adalah kata-kata, frasa, dan kalimat dalam sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan karyaIberamsyah Barbary. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam unsur ketidaklangsungan ekspresiditemukan kata-kata, frasa, dan kalimat yang merupakan wujud dari penggantian arti, penyimpanganarti, dan penciptaan arti. Pada tahap pembacaan heuristik ditemukan arti-arti yang tidak gramatikal;tidak terpadu. Namun, setelah pembacaan secara hermenutik dilakukan maka ditemukan maknamaknayang terkandung di dalam sajak, menyangkut isi, sasaran, dan tujuan. Matriks, model, danvarian merupakan inti dari makna yang terkandung di dalam sajak. Penentuan matriks, model danvarian penting dilakukan untuk memahami makna secara utuh. Hubungan interteks sajak SerumpunAyat-Ayat Tuhan membantu untuk menemukan pemahaman makna sajak secara lebih maksimal.Hubungan intertekstual sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan memiliki kesamaan dengan beberapa ayatdalam kitab suci Al quran dan Al hadits.Kata-kata kunci: sajak, semioti

    REALISASI MAKSIM TUTUR DALAM TUTURAN ANAK-ANAK REMAJA DI SIRING BANJARMASIN (THE REALIZATION OF SPEECH MAXIMS IN SPEECH TEENAGERS IN BANJARMASIN SIRING)

    Get PDF
    Realisasi Maksim Tutur dalam Tuturan Anak-Anak Remaja di Siring Banjarmasin. Maksim tuturmerupakan kaidah kebahasaan di dalam interaksi lingual, kaidah-kaidah yang mengatur tindakannya,penggunaan bahasanya, dan interpretasi-interpretasinya terhadap tindakan dan ucapan lawantuturnya. Selain itu maksim juga disebut sebagai bentuk pragmatik berdasarkan prinsip kerja sama.Tuturan dapat dikatakan sebagai realisasi dari bahasa yang bersifat abstrak. Sedangkan anak-anakremaja ialah kelompok anak-anak yang berusia 12 tahun sampai dengan usia 21 tahun untuk anakwanita sedangkan usia 13 tahun sampai dengan 22 tahun untuk anak laki-laki. Tujuan penelitianuntuk mendeskripsikan pelaksanaan dan pelanggaran implikatur percakapan dalam tuturan anakanakremaja di siring Banjarmasin dengan memperhatikan prinsip kerja sama dari Grice. Pendekatanpenelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitusuatu metode penelitian yang memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimanaadanya pada saat penelitian berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian terungkap pelaksanaan IPdan pelanggaran IP dengan memperhatikan prinsip kerjasama dari Grice. Pelaksanaan maksim tuturterungkap empat pelaksanaan maksim tutur dan empat pelanggaran maksim tutur, yaitu maksimkualitas, maksim kuantitas, maksim relevan, dan maksim cara.Kata-kata kunci: maksim tutur, tuturan, anak-anak remaj

    PEMERTAHANAN BAHASA DAYAK DEAH DESA PANGELAK KECAMATAN UPAU KABUPATEN TABALONG (LANGUAGE MAINTENANCE OF DAYAK DEAH IN PANGELAK VILLAGE, UPAU SUBDISTRICT, TABALONG REGENCY)

    Get PDF
    Pemertahanan Bahasa Dayak Deah Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Bahasa Dayak Deah merupakan bahasa daerah yang memiliki kekhasan sendiri bagi penuturnya yang dijadikan sebagai lambang identitas masyarakat tutur Dayak Deah yang sudah dialihkan dari generasi ke generasi sebagai bahasa ibu, sehingga mereka tetap mempertahankan identitas Dayak Deah melalui penggunaan bahasa Dayak Deah sebagai sarana komunitas utama. Masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan93faktor-faktor yang mempengaruhi pemertahanan BDD di Desa Pangelak, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong. Tujuan penelitian ini difokuskan pada pola-pola penggunaan bahasa oleh informan dalam berbagai ranah, sehingga mendeskripsikan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemertahanan BDD di Desa Pangelak. Manfaat penelitian ini dapat memberikan informasi tentang pemertahanan BDD di Desa Pangelak. Secara teoritik dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu bahasa dan sebagai masukan dalam penyusunan dan perencanaan kebijakan bahasa daerah di tingkat Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penggunaan metode deskriptif dalam penelitian Pemertahanan Bahasa Dayak Deah di Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong sangat sesuai dengan tujuan penelitian dan mudah digunakan karena metode deskriptif, yaitu menggambarkan suatu fenomena tentang Pemertahanan Bahasa Dayak Deah di Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Oleh karena itu, data yang diperlukan ada dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemertahanan BDD masih sangat baik (dipertahankan oleh penuturnya) atau berada dalam kategori dapat bertahan, baik oleh GTDD dan GMDD, sehingga kemungkinan terjadi pergeseran BDD di DP masih relatif kecil sekali. Hal ini dikarenakan warga DD masih konsisten menggunakan BDD di rumah dan di luar rumah berdasarkan situasi dan kondisi.Kata-kata kunci: pemertahanan, bahasa dayak dea

    STRUKTUR WACANA ARGUMENTASI TEKS KHOTBAH JUMAT (THE STRUCTURE OF ARGUMENTATION DISCOURSE OF FRIDAY SERMON TEXT)

    Get PDF
    Struktur Wacana Argumentasi Teks Khotbah Jumat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukanstruktur argumentasi teks khotbah Jumat, dan (2) susunan pesan teks khotbah Jumat. Untuk mencapaitujuan tersebut, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatifdengan orientasi teoretis analisis wacana. Data penelitian ini berupa wacana tulis argumentasi tekskhotbah. Data ini diperoleh dari teks khotbah yang ditulis oleh khotib, sehingga teknik pengumpulannyamenggunakan dokumen teks khotbah yang didokumentasikan oleh khotib. Penelitian ini dilaksanakandengan jangka waktu selama enam bulan dimulai pada bulan Januari sampai Juni 2014 dengan jumlah71teks khotbah sebanyak 7 buah teks khotbah. Dalam penelitian ini ada dua teori yang digunakan yaitu teoriargumentasi dari Abdul Rani dan teori susunan pesan Monroe. Berdasarkan hasil penelitian diperolehbeberapa kesimpulan struktur argumentasi dalam teks khotbah, yaitu lima bagian (a) pernyataan, (b)alasan, (c) pembenaran, (d) dukungan, dan (e) modal. Berikut ini akan dijabarkan tiap-tiap bagianstruktur argumentasi tersebut. Struktur pernyataan, alasan, pembenaran, dukungan, terdapat padasetiap judul teks khotbah, yaitu Shalat Fardu Lima Waktu, Hikmah Kurban, Tawakal, Sedekah, ShalatBerjamaah, Sifat Dengki, sedangkan struktur argumentasi yang menyatakan modal tidak terdapatpada semua teks, sedangkan mengenai penyusunan pesan dalam teks khotbah dapat disimpulkanbahwa susunan pesan yang terdapat pada kelima teks khotbah sebagai berikut. Penyusunan pesan yangmenyatakan perhatian terdapat setiap judul teks khotbah Shalat Fardu Lima Waktu, Hikmah Kurban,Tawakal, Sedekah, Shalat Berjamaah, Sifat Dengki. Susunan pesan yang menyatakan kebutuhanterdapat pada setiap judul teks khotbah Shalat Fardu Lima Waktu, Hikmah Kurban, Tawakal, Sedekah,Shalat Berjamaah, Sifat Dengki. Susunan pesan yang menyatakan pemuasan terdapat pada setiap judulteks khotbah Shalat Fardu Lima Waktu, Hikmah Kurban, Tawakal, Sedekah, Shalat Berjamaah, SifatDengki.Kata-kata kunci: struktur argumentasi, penyusunan pesan, teks khotba

    KELISANAN DALAM NOVEL PEREMPUAN HUJAN KARYA HAMAMI ADABY (ORALITY IN PEREMPUAN HUJAN NOVEL BY HAMAMI ADABY)

    Get PDF
    Kelisanan dalam Novel Perempuan Hujan karya Hamami Adaby. Perkembangan kebudayaantidak bisa melepaskan diri sepenuhnya dari kebudayaan sebelumnya, maka dapat dipahami bahwatradisi tulis tidak serta-merta menghapuskan unsur-unsur tradisi lisan yang mendahuluinya. Sastraadalah salah satu unsur di dalam kebudayaan manusia, oleh karena itu perkembangan sastra selalusejalan dengan perkembangan kebudayaan manusia.Secara objektif, penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan tentang wujud kelisanan di dalam novel Perempuan Hujan karya Hamami Adaby.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan strukturalismedinamik.Di dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer.Data-datayang digunakan diambil langsung dari novel Perempuan Hujan karya Hamami Adaby.Sedangkaninstrumen utama adalah peneliti sendiri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data-datayang berhasil dikumpulkan secara umum maka dapat disimpulkan bahwa di dalam novel PerempuanHujan masih terdapat pengaruh kelisanan yang dapat ditelurusi.Dengan analisis yang cermat,ditemukan enam unsur-unsur kelisanan pada novel Perempuan Hujan. Unsur-unsur itu antara lainadalah bersifat homeostatis serta adanya pemikiran yang kontekstual; menggunakan gaya penambahdan kopius; adanya penyajian tokoh datar dan ajaran moral.Kata-kata kunci: novel, karakteristik kelisanan, wujud kelisana

    INTERJEKSI BAHASA MAANYAN PADA SEORANG LATAH DI DESA HAYAPING, KECAMATAN AWANG, KABUPATEN BARITO TIMUR (THE INTERJECTION OF THE MAANYAN LANGUAGE OF THE ONE OF PEOPLE WHO HAS LATAH IN HAYAPING VILLAGE, AWANG SUBDISTRICT, BARITO TIMUR REGENCY)

    Get PDF
    Interjeksi Bahasa Maanyan pada Seorang Latah di Desa Hayaping, Kecamatan Awang, KabupatenBarito Timur. Penelitian ini mendeskripsikan interjeksi bahasa Maanyan terhadap orang latah. Datakualitatif berupa kata dan kalimat pada penggunaan kata dan kalimat interjeksi bahasa Maanyan padaorang latah yang ada di Desa Hayaping, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur. Tujuan penulisandalam penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interjeksi bahasa Maanyan terhadaporang latah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penyediaan data ini adalahmetode simak. Disebut metode simak atau penyimakan karena pemerolehan data lewat menyimakmenggunakan bahasa. Sebagai teknik dasar, peneliti menggunakan teknik sadap dan dilanjutkandengan teknik lanjutan, yaitu teknik Simak Libat Cakap (SLC). Peneliti menggunakan pendekatan134psikolinguistik dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini terdapat deskripsi bentuk-bentuk interjeksibahasa Maanyan pada orang latah berupa kata dan kalimat, meliputi: (1) perilaku latah Koprolalia, (2)perilaku latah Ekolalia, (3) perilaku latah Auto Ekolalia, dan (4) perilaku latah Automatic Obidience.Kata-Kata kunci: interjeksi, bahasa maanyan, lata

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇