Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    EKSPRESI NILAI FILOSOFIS “ABANTAL OMBAK ASAPO’ ANGIN” DALAM SASTRA MADURA (KAJIAN ANALISIS SEMANTIK KOMPONENSIAL RUTH KEMPSON) (THE EXPRESSION OF PHILOSOPHICAL VALUES “ABANTAL OMBAK ASAPO’ ANGIN” IN MADURA LITERATURE (THE STUDY OF RUTH KEMPSON COMPONENTIAL SEMANTICS ANALYSIS)

    Get PDF
    Ekspresi Nilai Filosofis “Abantal Ombak Asapo’ Angin dalam Sastra Madura (Kajian AnalisisSemantik Komponensial Ruth Kempson). Tempaan-tempaan hidup menyebabkan masyarakatMadura mempunyai nilai filosofis tersendiri tentang hubungannya dengan hakikat hidup. Bagi ManusiaMadura hidup adalah sulit, tetapi manusia dapat mengusahakan menjadikan hidup ini sebagai suatuhal yang baik dan menggembirakan.Kata-kata kunci: pandangan hidup, sastra madura moder

    KESANTUNAN TINDAK TUTUR DIREKTIF ANTARGURU DI SDIT UKHUWAH BANJARMASIN (THE POLITENESS OF DIRECTIVE SPEECH ACT USED AMONG TEACHERS OF SDIT UKHUWAH BANJARMASIN)

    Get PDF
    Kesantunan Tindak Tutur Direktif antarguru di SDIT Ukhuwah Banjarmasin. Kesantunantindak tutur guru dalam interaksi di sekolah berperan untuk menjaga keharmonisan antarguru dansebagai keteladanan untuk para siswa dalam pendidikan karakter dan memahami bagaimana etikaatau budi pekerti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kesantunan tindak tuturdirektif antarguru di SDIT Ukhuwah Banjarmasin. Secara objektif, penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan tentang: (1) Wujud kesantunan tindak tutur direktif antarguru, (2) Strategi kesantunantindak tutur direktif antarguru, dan (3) Fungsi kesantunan tindak tutur direktif antraguru. Pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SDITUkhuwah Banjarmasin dengan mengambil data berupa tindak tutur antarguru dalam interaksi sehariharidi sekolah. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang232terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif dan kualitatif serta kesimpulan diambil dengan caradeduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan tindak tutur antarguru di SDIT Ukhuwahtelah menerapkan wujud, strategi, dan fungsi kesantunan. Wujud kesantunan tindak tutur direktifantarguru menunjukkan wujud kesantunan dalam tindak tutur memerintah, meminta, menyarankan,dan bertanya. Wujud kesantunan dari keempat tindak tutur direktif tersebut menggunakan penandakesantunan maaf, minta tolong, dan permisi serta menggunakan kalimat deskriptif dan introgatif.Strategi kesantunan tindak tutur direktif antarguru menggunakan strategi langsung dan tidak langsung,sedangkan fungsi kesantunan tindak tutur direktif antarguru, yaitu fungsi kesantunan dalam tindaktutur memerintah, meminta, menyarankan, dan bertanya.Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, tindak tutur direktif, wujud kesantunan, strategi kesantunan,fungsi kesantuna

    REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM TUTURAN PARA TOKOH FILM RECTOVERSO (THE REPRESENTATION OF POWER IN THE SPEECH IN RECTOVERSO MOVIE)

    Get PDF
    Representasi Kekuasaan dalam Tuturan Para Tokoh Film Rectoverso. Penelitian ini bertujuan untukmerepresentasikan kekuasaan dalam pola-pola percakapan; kekuasaan direpresentasikan dalam polainisiasi, respon, dan feedback, kekuasaan direpresentasikan dalam pola interupsi dan overlapping, dankekuasaan direpresentasikan dalam pola pengendalian topik tuturan. Teori yang digunakan adalahteori kekuasaan dari French dan Raven. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif kualitatif. Kekuasaan direpresentasikan dalam pola inisiasi, respon dan feedback. Hasil kajianmenunjukkan bahwa para penutur menggunakan fungsi I sebagai alat kekuasaan dalam berbagaikonteks percakapan. Fungsi I dilakukan dalam konteks (a) teguran terhadap tindakan, dan (b) fungsiI yang memancing rasa ingin tahu. Kekuasaan tidak hanya dapat direpresentasikan dalam pola yangberfungsi sebagai I. Kekuasaan juga dapat direpresentasikan dalam pola yang berfungsi sebagai R. Hasilkajian menunjukkan pola percakapan yang berfungsi sebagai R dapat merepresentasikan kekuasaandalam hal (a) menghindari respon yang sesuai, dan (b) memberikan informasi lebih atau informasiyang tidak biasa. Pola yang berfungsi sebagai F umumnya menjadi penutup dalam percakapan. Hasilkajian menunjukkan bahwa kekuasaan dapat direpresentasikan dalam pola yang berfungsi sebagai Fmana kala (a) mengandung pemecahan masalah. Kekuasaan direpresentasikan dalam pola interupsidan overlapping. Hasil kajian menunjukkan, dalam percakapan para tokoh interupsi digunakan dalamkonteks (a) memberikan dukungan, dan (b) menyatakan penyangkalan. Hasil kajian menunjukkanbahwa dalam percakapan, para tokoh sering melakukan tumpang tindih tuturan dalam konteks(a) menyatakan pengingkaran, (b) mengatasi keluhan, dan (c) memberikan konfirmasi. Kekuasaandirepresentasikan dalam pola pengendalian topik tuturan. Dalam pengendalian topik tuturan, hasildibagi dalam tiga bagian. Pertama, representasi kekuasaan dalam pola pengenalan topik tuturan.Berdasarkan hasil kajian, terungkap sejumlah strategi dalam pengenalan topik tuturan dalamwacana film, yaitu (a) pengenalan topik tuturan dengan strategi pancing respon dengan pertanyaan,(b) pengenalan topik tuturan dengan strategi pancing respon dengan strategi pengingkaran, dan (c)pengenalan topik tuturan dengan strategi beri inisiasi. Kedua, representasi kekuasaan dalam polapengembangan topik tuturan. Hasil kajian mengungkap strategi-strategi dalam pengembangan topiktuturan mencakup, (a) pemberian penjelasan, (b) pemberian detail, (c) pemberian contoh, dan (d)penyertaan analogi. Ketiga, representasi kekuasaan dalam pola penutup topik tuturan. Hasil kajianmengungkapkan penutupan topik yang merepresentasikan kekuasaan tampak dalam strategi perintah.Kata-kata kunci: representasi kekuasaan, tuturan tokoh, film rectovers

    TINDAK TUTUR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR UJUNG MURUNG BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN (SPEECH ACTS IN THE SALE AND PURCHASE TRANSACTIONS AT UJUNG MURUNG MARKET BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN)

    Get PDF
    Tindak Tutur dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Ujung Murung Banjarmasin KalimantanSelatan. Tindak tutur adalah tindakan-tindakan yang ditampilkan lewat tuturan, sedangkan jualbeli adalah proses pemindahan hak milik/barang kepada pihak lain dengan menggunakan uangsebagai alat tukarnya. Penelitian yang terkait dengan tindak tutur bertujuan untuk mendeskripsikanjenis tindak tutur ilokusi dan fungsi tindak tutur dalam transaksi jual beli di Pasar Ujung MurungBanjarmasin Kal-Sel. Berdasarkan hasil penelitian terungkap mengenai tindak tutur yang terjadidalam transaksi jual beli ialah penggunaan tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif,dan deklaratif. 1) TTA cenderung digunakan untuk menyatakan, mengeluh, memberitahukan,menyarankan dan membanggakan; 2) TTDr cenderung digunakan untuk memesan, meminta, danmemerintah; 3) TTK cenderung digunakan untuk menjanjikan, menawarkan, dan mendoakan; 4)TTE cenderung digunakan untuk mengucapkan terima kasih, rasa senang, memuji, rasa tidak suka,dan rasa suka; dan 5) TTDk cenderung digunakan untuk melarang, memutuskan, memberi nama,dan kesepakatan, sedangkan dari segi fungsi tindak tutur ditemukan enam fungsi tindak tutur, yaitu:tukar menukar informasi faktual, tukar menukar informasi faktual, mengungkapkan sikap emosi,mengungkapkan sikap moral, meyakinkan/ mempengaruhi, dan sosialisasi. 1) FTMIF cenderungdigunakan untuk bertanya, memastikan/ meminta kejelasan, tawar menawar, dan melaporkan; 2)FMII cenderung digunakan untuk menyatakan persetujuan, tidak setuju, tahu dan tidak tahu, dantidak ingat; 3) FMSE cenderung digunakan untuk sikap kurang berminat, tidak berminat, dan rasasimpati (kepedulian dan rasa kasian); 4) FMSM cenderung digunakan untuk mengucapkan katamaaf, memberi maaf, dan tidak setuju; 5) FMM cenderung digunakan untuk menyarankan, danmemberi peringatan; dan 6) FS cenderung digunakan untuk memperkenalkan, menarik perhatian,dan menyapa. Dilihat dari segi gender penutur dan petutur dalam transaksi jual beli di Pasar UjungMurung Banjarmasin dapat disimpulkan bahwa: 1) Penutur dan petutur antara laki-laki maupunperempuan cenderung menggunakaan kata sapaan yang dilihat dari usia tua dan mudanya, yaitukakak, adik, mbak, paman, dan bibi; 2) Penutur dan petutur perempuan yang sebaya atau masihberusia muda cenderung menggunakan kata sapaan, “Yang atau Say” (sayang); 3) Penutur danpetutur laki-laki yang sebaya atau masih berusia muda cenderung menggunakan kata sapaan denganmenyebutkan nama belakang, 4) Penutur dan petutur antara laki-laki maupun perempuan yangberusia tua cenderung menggunakan kata sapaan dengan melihat latar belakang sosial ekonomipenutur menggunakan kata sapaan Bu Haji/Pak Haji, sedangkan dari tingkat keakraban baik padasaat bertutur kepada langganan maupun yang bukan langganan, tidak terdapat bentuk bahasa yangmembedakan antara keduanya. Penjual dan pembeli cenderung menggunakan bahasa yang samadengan menggunakan kata sapaan yang sama seolah-olah antara penjual dan pembeli memilikihubungan yang dekat, baik kepada langganan maupun bukan.Kata-kata kunci: tindak tutur, jual bel

    TINJAUAN INTRINSIK DRAMA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM DAN EDAN KARYA PUTU WIJAYA (INTRINSIC REVIEW OF BILA MALAM BERTAMBAH MALAM AND EDAN DRAMA BY PUTU WIJAYA)

    Get PDF
    Tinjauan Intrinsik Drama Bila Malam Bertambah Malam dan Edan karya Putu Wijaya.Penelitian ini dilakukan untuk meneliti pembaharuan yang dilakukan Putu Wijaya dalam menulislakon drama. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi struktur intrinsik yang membangunlakon konvensional Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya; 2) mengidentifikasi sturkturintrinsik yang membangun lakon inkonvensional Edan karya Putu Wijaya; 3) mendeskripsikankonsep plot, dialog, dan tokoh pada lakon Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya; 4)mendeskripsikan konsep plot, dialog, dan tokoh pada lakon Edan karya Putu Wijaya; dan 5)menjelaskan bentuk perubahan penulisan lakon Putu Wijaya dari lakon yang berbentuk konvensionalmenjadi lakon yang berbentuk inkonvensional dalam drama mutakhir Indonesia. Penelitian inimenggunakan rancangan deskriptif-kualitatif dan data yang diperoleh akan dianalisis melalui analisis244struktural. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul danpengolah data secara penuh. Data penelitian ini adalah pembaharuan yang dilakukan Putu Wijayadalam menulis lakon melalui analisis intertekstual terhadap konsep plot, dialog, dan penokohan.Dalam pengumpulan data melalui studi pustaka, peneliti menggunakan dua lakon Putu Wijaya,yaitu Bila Malam Bertambah Malam dan Edan sebagai bahan analisis. Dalam penelitian ini sumberdata, data, teori dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan data.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Putu Wijaya telah melakukan pembaharuan dalam menulis lakon drama,yaitu dari bentuk konvensional menuju bentuk inkonvensional. Pembaharuan yang dilakukan olehPutu Wijaya dalam penulisan lakonnya dapat diidentifikasi yaitu 1) plot/alur lakon konvensionalpada umumnya bersifat linier dan rapat, sedangkan plot/alur lakon inkonvensional beralur acakatau beralur longgar; 2) plot/alur lakon konvensional sangat tergantung pada perkembangan masalahdan konflik, sedangkan pada plot/alur lakon inkonvensional menjadikan masalah hanya munculkemudian menghilang sehingga masalah tidak terselesaikan; 3) dialog lakon konvensionaldiperbaharui dari dialog sebagai sarana pengungkapan karakter tokoh yang bersifat individualmenjadi dialog yang mengekspresikan karakter kelompok; 4) tokoh individu pada lakon konvensionalmengekspresikan karakter individu tertentu, sedangkan pada lakon inkonvensional penokohanmerupakan ekspresi kelompok tertentu; 5) tokoh lakon konvensional memiliki identitas yang jelasdan menunjukkan karakter tertentu, sedangkan pada lakon inkonvensional tokoh hanya diketahuiidentitas sosiologis dan psikologisnya; dan 6) karakter tokoh pada lakon konvensional sangatmempengaruhi keindahan struktur lakon, sedangkan pada lakon inkonvensional karakter tokohtidak dapat berkembang mengikuti plot lakon.Kata-kata kunci: tinjauan intrinsik, lakon drama, konvensional, inkonvensiona

    NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL LAYANG-LAYANG PUTUS KARYA MASHARTO ALFATHI (CHARACTER EDUCATION VALUE IN LAYANG-LAYANG PUTUS WRITTEN BY MASHARTHO ALFATHI)

    Get PDF
    Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel “Layang-Layang Putus” karya Masharto Alfathi.Nilai pendidikan karakter ini diteliti karena novel merupakan media yang dapat digunakan untukmengajarkan nilai pendidikan karakter melalui sastra. Tujuan penelitian ini adalah (1) untukmendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan ketuhanan, (2) untukmendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan diri sendiri, dan (3) untukmendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan orang lain atau masyarakat.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis. MetodePenelitian deskriptif kualitatif merupakan suatu metode pendekatan untuk mendeskripsikan isiatau kandungan cerita yang memuat nilai pendidikan karakter. Data bersumber dari novel “Layang-Layang Putus” karya Masharto Alfathi, diterbitkan oleh PT Mizan Bunaya Kreativa, Bandungtahun 2005 ketebalan buku sebanyak 287 halaman. Hasil penelitian dari data yang dianalisis sebagaiberikut: 1) Nilai pendidikan karakter yang terkait dengan ketuhanan: a.ikhlas, b.iman dan c.ihsan,2) Nilai pendidikan karakter yang terkait dengan diri sendiri: a. jujur, b. bertanggungjawab, c.bergaya hidup sehat, d. disiplin, e. kerja keras, f. percaya diri, g. berjiwa wirausaha, h. berpikir logis,kritis, kreatif dan inovatif, i. mandiri, dan j. ingin tahu dan cinta ilmu 3) Nilai pendidikan karakteryang terkait dengan orang lain/ masyarakat: a. sadar akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang302lain, b. patuh pada aturan sosial, menghargai karya dan prestasi orang lain, c. santun, d. demokratis,e. bersahabat dan komunikatif dan peduli sosial.Kata-kata kunci: pendidikan karakter, nove

    TINDAK TUTUR GURU DAN SISWA KELAS VIII DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 6 BARABAI (SPEECH ACTS OF TEACHERS AND STUDENTS OF VIII CLASS IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING AT SMP NEGERI 6 BARABAI)

    Get PDF
    Tindak Tutur Guru dan Siswa Kelas VIII dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 6Barabai. Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi secara objektif tentang (1) wujud tindak tutur,dan (2) fungsi tindak tutur yang dituturkan siswa kelas VIII dalam pembelajaran bahasa Indonesiadi SMP Negeri 6 Barabai. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa data verbal, yaitu tuturan siswadan guru dalam interaksi kelas. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen pengumpuldata. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, perekaman,dan pencatatan lapangan. Penelitian ini menghasilkan temuan tentang wujud tindak asertif, ekspresifdan direktif, dan fungsi tindak tutur siswa kelas VIII dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP63Negeri 6 Barabai. Wujud tindak tutur yang ditemukan adalah (1) tindak asertif, meliputi tindaktutur menegaskan, menunjukkan, memprediksikan, mempertahankan pendapat, memberitahukan,menyatakan, dan mengajukan saran; (2) tindak ekspresif mencakup ekspresi rasa senang dan rasatidak senang atau kecewa, dan (3) tindak direktif, meliputi tindak tutur dengan wujud permintaan,pertanyaan, persyaratan, larangan, persilaan, dan nasihat. Fungsi tindak asertif dan direktif yangditemukan adalah (1) fungsi untuk tukar-menukar informasi faktual, (2) mengungkapkan informasiintelektual, (3) mengungkapkan sikap emosi, (4) mengungkapkan sikap moral, (5) meyakinkan ataumempengaruhi, dan (6) bersosialisasi.Kata-kata kunci: tindak tutur, guru dan siswa, dalam pembelajara

    KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)

    Get PDF
    Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitianini adalah: (1) Mendeskripsikan wujud kritik sosial (tentang kemiskinan, kejahatan, disorganisasikeluarga, generasi muda, peperangan, pelanggaran terhadap norma masyarakat, lingkungan hidupdan masalah birokrasi) dalam kumpulan puisi “Doa untuk Anak Cucu” karya W. S. Rendra. (2)26Mendeskripsikan wujud kritik sosial Rendra dalam perspektif sosiologi sastra dan hermeneutika, yangterdapat dalam kumpulan puisi “Doa untuk Anak Cucu” karya W. S. Rendra.Penelitian ini menggunakanpendekatan sosiologi sastra dan pendekatan hermeneutika yang mengutamakan teks sebagai bahanpenelaahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatankualitatif dengan teknik analisis isi. Peneliti bertindak sebagai subjek yang memiliki pandangan dannilai tertentu dalam menginterpretasi puisi-puisi Doa Untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Sumberdata dalam penelitian ini adalah buku Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra yangditerbitkan pada tahun 2013. Data yang diambil adalah puisi-puisi yang terdapat dalam buku tersebut.Jumlah puisi secara kesuluruhan ada 22 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakta-fakta sosialyang ditemukan dan tergambar dalam puisi Rendra adalah fenomena nyata yang pernah terjadi atauada di kehidupan sekitar pengarang. Fakta-fakta tersebut antara lain berkenaan dengan hubunganmanusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan.Misalnya penguasa yang semena-mena dengan kekuasaannya dan tidak memihak terhadap rakyatnya,bencana alam, dan manusia yang memiliki sifat dendam dan jahat. Kritik sosial yang terkandung dalamkumpulan Puisi Rendra ada 12, yaitu: (1) masalah keagamaan, (2) kejahatan (termasuk pembunuhan,pencurian, penjajahan, dan keamanan), (3) keadilan, (4) peperangan (termasuk perang saudaradan kekacauan), (5) birokrasi/ pemerintahan (misalnya undang-undang yang tidak dilaksanakan),(6) ekonomi (misalnya kemiskinan), (7) lingkungan hidup (misalnya bencana alam dan polusi), (8)pelanggaran norma-norma masyarakat (termasuk perselingkuhan, dusta, dan penjarahan), (9)rasialisme, (10) kematian, (11) disorganisasi keluarga (tidak mengetahui orang tua kandung) dan (12)pendidikan. Adapun jenis kritik sosial yang paling dominan adalah jenis kritik sosial terhadap masalah:keadilan (12 puisi), kejahatan (10 puisi), ekonomi (10 puisi), birokrasi/pemerintahan (9 puisi), danpelanggaran norma-norma masyarakat (6 puisi).Kata-kata kunci: kritik sosial, sosiologi sastra, hermeneutik

    PEMAKAIAN METAFORA DALAM JUDUL-JUDUL BERITA DI MEDIA MASSA CETAK KALIMANTAN SELATAN (THE USE OF METAPHORS IN HEADLINES NEWS OF MASS MEDIA IN SOUTH KALIMANTAN)

    Get PDF
    Pemakaian Metafora dalam Judul-judul Berita di Media Massa Cetak Kalimantan Selatan.Penelitian ini meneliti metafora yang merupakan salah satu kajian semantik yang di dalamnyaberhubungan dengan pergeseran makna. Metafora sebagai bentuk kreativitas berbahasa pada penuturbahasa termasuk kalangan jurnalistik khususnya. Berkenaan dengan itu, penelitian tentang pemakaianmetafora dalam judul-judul berita di media massa cetak Kalimantan Selatan bertujuan untuk 1)mengungkapkan bentuk metafora, 2) mengidentifikasi fungsi metafora, dan 3) menelaah keterkaitanantar wahana dan tenor dalam tuturan metafora. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian iniadalah model penelitian kualitatif. Selain itu, diterapkan pula ancangan penelitian fenomenologis95dengan pertimbangan untuk menyikapi berbagai fenomena yang diekspresikan para jurnalis menyikapipemakaian metafora di media massa cetak. Untuk menangani permasalahan metafora dalam juduljudulberita akan ditempuh tiga tahap, yaitu penyediaan data, penganalisisan data, dan penyajianhasil analisis data. Selanjutnya, yang dijadikan sumber data adalah sejumlah harian yang terbit diKalimantan Selatan yang meliputi Banjarmasin Post, Kalimantan Post, Barito Post, Mata Benua, danRadar Banjarmasin. Hasil penelitian dapat diketengahkan berikut 1) bentuk metafora dalam juduljudulberita di media massa cetak Kalimantan Selatan meliputi metafora antropomorfis, metaforabinatang, metafora dari konkrit ke abstrak, metafora sinestik, metafora kompleks, metafora mati, danmetafora hidup; 2) Fungsi metafora dalam penyajian judul-judul berita adalah untuk mengungkapkansesuatu secara implisit, menyatakan kekerasan, menyatakan kelembutan atau kesantunan, mengatasiketerbatasan leksikon atau ungkapan, menghindari kejenuhan, membentuk kosakata baru, danmengekspresikan tuturan; dan 3) Bertalian dengan keterkaitan wahana dan tenor dalam judul-judulberita diwujudkan daya metafora yang konseptual dengan memanfaatkan beberapa hal yaitu, manusia,minyak, kegiatan menyanyi, lukisan, jenazah, cahaya, laut, cairan, dan barang.Kata-kata kunci: pemakaian metafora, media massa ceta

    ISTILAH BIDANG OTOMOTIF PADA TABLOID OTOMOTIF, MOTORPLUS, DAN OTOPLUS (TINJAUAN MORFOLOGI DAN SEMANTIK) (THE TERM AUTOMOTIVE FIELD ON OTOMOTIF, MOTORPLUS, AND OTOPLUS TABLOIDS IS MORPHOLOGICALLY AND SEMANTIC VIEWED

    Get PDF
    Istilah Bidang Otomotif pada Tabloid Otomotif, Motorplus, dan Otoplus (Tinjauan Morfologi danSemantis).Bahasa dan teknologi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Perkembangan teknologisalah satu sarananya adalah melalui bahasa, terutama bahasa tulisan.Tabloid merupakan salah satumedia cetak yang memberikan informasi mengenai perkembangan suatu hal yang menggunakanbahasa tulis sebagai pengantarnya.Tabloid otomotif sering mengemukakan kata-kata atau istilah-istiahbaru dalam bidang otomotif. Penelitian ini penting dilakukan mengingat teknologi di bidang otomotifyang terus berkembang dan cenderung memunculkan istilah-istilah yang baru.Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif.Sumber data adalah dari Tabloid Otomotif,Motorplus, dan Otoplus edisi April-Mei 2016. Kesimpulannya adalah bahwa istilah Bidang Otomotifpada Tabloid Otomotif, Motorplus, dan Otoplus, ditinjau secara morfologi terbentuk dari afiksasi,reduplikasi, komposisi, dan pemendekan/singkatan. Istilah tersebut ada yang merupakan kata dasaryang umumnya diserap dari bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Di samping itu, ditinjau secara139semantik, istilah yang berupa kata dasar memiliki makna leksikal atau sesuai dengan kamus, namunistilah yang mengalami proses morfologi dan yang berupa frasa, mengalami perubahan makna.Kata-kata kunci: istilah, otomotif, morfologi, semanti

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇