Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
284 research outputs found
Sort by
UCAPAN UMA ABAH NIH, UMA MAMA NIH, UMA KAKAK NIH, DAN UMA SERTA PENYEBABNYA OLEH MUHAMMAD ZAINI PADA USIA 2 TAHUN 5 BULAN SAMPAI 2 TAHUN 8 BULAN (UMA ABAH NIH, UMA MAMA NIH, UMA KAKAK NIH, AND UMA UTTERANCE WITH CAUSE BY MUHAMMAD ZAINI IN THE PERIOD OF 2;5 YEARS OLD TO 2;8 YEARS OLD)
Ucapan Uma Abah Nih, Uma Mama Nih, Uma Kakak Nih, Dan Uma Serta Penyebabnya OlehMuhammad Zaini Pada Usia 2 Tahun 5 Bulan Sampai 2 Tahun 8 Bulan. Penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang ucapan uma abah nih, uma mama nih, uma kakaknih, dan uma serta penyebabnya oleh Muhammad Zaini pada usia 2 tahun 5 bulan sampai 2 tahun 8bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik longitudinal.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori bahasa anak. Hasil temuan penelitian adalahpengucapan uma abah nih, uma mama nih, uma kakak nih, dan uma serta penyebabnya dilakukanoleh Muhammad Zaini kalau ia merasa terganggu oleh ayah, ibu, dan kakaknya. Memang terdapat281beberapa variasi ucapan uma seiring dengan pertambahan usia Muhammad Zaini. Variasi tersebutseperti pada usia 2 tahun 6 bulan, Muhammad Zaini mengucapkan uma abah nih i’ih tayus (uma ayahnih iya terus) dan uma mama nih kada abis-abis (uma mama nih tidak habis-habis). Pada usia 2 tahun7 bulan terdapat variasi seperti uma abah nih tik ini (uma ayah nih ketik sini), uma mama nih ke itutayus (uma mama nih seperti itu terus), uma mama nih lap tayus (uma mama nih mengepel terus),uma mama nih ander tayus (uma mama nih bicara terus), uma ambuy-ambuy tayus (uma hamburhamburterus), dan uma tu tayus (uma itu terus). Pada usia 2 tahun 8 bulan terdapat variasi sepertipoto-poto abah nih (foto-foto ayah nih), uma poto-poto tayus abah nih (uma foto-foto terus ayah nih),uma kejauhan situ, dan uma mama nih capai-capai (uma mama nih sentuh-sentuh).Kata-kata kunci: ucapan, uma abah nih, uma mama nih, uma kakak nih, penyebabny
KRITIK SASTRA FEMINIS DALAM KUMPULAN CERPEN SAIA KARYA DJENAR MAESA AYU (FEMINIST LITERARY CRITICISM ON THE COLLECTION OF SHORT STORIES SAIA BY DJENAR MAESA AYU)
Kritik Sastra Feminis dalam Kumpulan Cerpen SAIA Karya Djenar Maesa Ayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan gender dalam kumpulan cerpen SAIA karya Djenar Maesa Ayu. Secara terinci tujuan penelitian ini mendeskripsikan stereotif gender, kekerasan, eksploitasi, dan beban ganda dalam kumpulan cerpen SAIA karya Djenar Maesa Ayu, dalam sebuah analisis kritik sastra feminis. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat terungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang menimpa kaum perempuan, seperti stereotif, kekerasan, eksploitasi, dan beban ganda.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dengan metode kualitatif penulis menganalisis isi berupa kumpulan cerpen SAIA karya Djenar Maesa Ayu melalui kritik sastra feminis. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi ketidakadilan gender dalam kumpulan cerpen SAIA karya Djenar Maesa Ayu, yang meliputi: (1) stereotip gender; (2) kekerasan terhadap perempuan yaitu kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan psikis kekerasan seksual, kekerasan ekonomi, dan kekerasan sosial; (3) eksploitasi gender; dan (4) beban ganda.Kata-kata kunci: stereotip gender, kekerasan, eksploitasi, beban gand
KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN PUISI MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA KARYA TAUFIQ ISMAIL (THE STYLISTICS STUDY OF THE ANTHOLOGY OF MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA BY TAUFIQ ISMAIL)
Kajian Stilistika pada Kumpulan Puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia karya Taufiq Ismail. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi tiga masalah utama, yaitu: (1) mengungkapkan penggunaan diksi, (2) mengungkapkan penggunaan citra dan puisi, (3) mengungkapkan kiasan puisi Taufiq Ismail di Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Untuk dapat menjawab masalah ini tiga digunakan pendekatan stilistika. 10 judul yang digunakan sebagai data penelitian, hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa puisi Taufiq Ismail menggunakan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami dan komunikatif. Diksi yang digunakan untuk menggambarkan situasi untuk mengatakan. Citra yang digunakan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai situasi pembaca dijelaskan dan dilaporkan dicari oleh Taufiq Ismail melalui Kumpulan puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Majas menjelaskan berbagai terbukti disampaikan Taufiq Ismail.Kata-kata kunci: stilistika, puisi, diksi, citraan, maja
STRUKTUR DAN KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI (THE STRUCTURE AND CHARACTERS FIGURES IN RANAH 3 WARNA NOVEL BY AHMAD FUADI)
Struktur dan Karakter Tokoh dalam Novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan karakter tokoh yang terdapat dalam novel Ranah 3Warna karya Ahmad Fuadi. Setelah dilakukan analisis data, ditemukan bahwa struktur dan karaktertokoh yang tercermin pada tokoh-tokohnya layak diteladani oleh masyarakat, terutama generasi mudauntuk merangsang dan memotivasi pembentukan pribadi yang kuat dan kreatif. Struktur yang dianalisisadalah tema, amanat, penokohan, latar, dan alur. Di samping itu, karakter tokoh yang terkandung, yaitukegigihan, tanggung jawab, mandiri, berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, nasionalis, dan ingintahu. Novel Ranah 3 Warna dapat dijadikan sebagai bahan bacaan yang bermanfaat, bagi masyarakat,khususnya generasi muda.Kata-kata kunci: novel ranah 3 warna, struktur, karakter toko
REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM TINDAK TUTUR DI PENGADILAN NEGERI BANJARMASIN (THE REPRESENTATION OF POWER IN SPEECH ACTS IN BANJARMASIN COURT OF FIRST INSTANCE)
Representasi Kekuasaan dalam Tindak Tutur di Pengadilan Negeri Banjarmasin. Percakapandi pengadilan pada saat persidangan, adalah percakapan yang bersifat institusional. Artinya, setiappeserta yang terlibat di dalam persidangan tidak dapat bebas berbicara. Ada seseorang yang mengaturjalannya pergantian bicara, setiap peserta percakapan dapat berbicara jika mendapat izin dari orangyang berwenang mengatur percakapan dalam hal ini adalah hakim. Representasi kekuasaan tindaktutur hakim tergolong sebagai kekuasaan legitimasi yang ditunjukkan dengan perintah kepada jaksa,penasihat hukum, saksi, dan terdakwa untuk melanjutkan persidangan atau menundanya. Representasikekuasaan jaksa dan penasihat hukum juga digolongkan sebagai kekuasaan legitimasi yang ditunjukkandengan pernyataan menegaskan informasi yang mereka peroleh kepada pihak yang hadir. Kekuasaansaksi digolongkan dalam kekuasaan ahli (expert power) dan kekuasaan terdakwa digolongkan sebagaireferent power. Mereka hanya bisa menggunakan kekuasaan ketika menjawab pertanyaan hakim,jaksa, dan penasihat hukum di pengadilan.Kata-kata kunci: representasi, kekuasaan, tindak tutu
STRUKTUR TEKS DAN MAKNA PEMENTASAN KESENIAN TRADISIONAL DEDER KALIMANTAN TENGAH (THE STRUCTURE OF TEXT AND MEANING OF DEDER TRADITIONAL ART PERFORMANCE IN CENTRAL KALIMANTAN)
Struktur Teks dan Makna Pementasan Kesenian Tradisional Deder Kalimantan Tengah.Deder adalah syair yang dilantunkan serta berisikan nasehat, sindiran, atau petuah yang dapatdiiringi oleh nyanyian. Deder dilakukan berpasangan, laki-laki dan perempuan secara bergantian.Saat penampilannya, deder diiringi oleh alat musik kecapi, gong, suling, dan gendang. Penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat memberikan tujuanpenelitian secara objektif karena menggunakan dokumen karya sastra, yaitu kesenian deder yangditampilkan oleh pededer yang selanjutnya ditranskripsikan menjadi bentuk tulis untuk diteliti. Sumberdata diperoleh dari beberapa orang yang latar belakangnya adalah sebagai seniman sastra lisan dederdan juga rekaman video penampilan deder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1)Struktur teks deder terdiri atas pembukaan, isi, danpenutup. Pembukaan berisi tentang pengucapansalam kepada hadirin dan kepada seluruh pihak. Penyampaian isi berisi tentang penyampaian maksuddan tujuan dari bededer. Penutup berisi salam perpisahan kepada hadirin dan kepada seluruh pihak.(2). Teks deder pada umumnya, seperti deder Dampak Sosial Asep memiliki rima berangkai namunada beberapa bait yang tidak sempurna. Terjadi pengecualian pada deder karya Bilton yaitu tidaksemua baitnya memiliki rima karena hamper tiap baitnya, terdapat pengulangan bunyi akhir katalarik pertama dengan kata awal larik kedua. Hal tersebut terjadi karena pemenggalan kata akhir larikpertama yang kemudian disebutkan secara utuh pada kata awal larik kedua. Selain itu teks dedermemiliki asonansi atau pengulangan bunyi huruf vocal dan aliterasi atau pengulangan bunyi hurufkonsonan. (3).Pola irama teks deder dalam pelantunannya terdapat penekanan pada beberapa katatiap baitnya. Letak penekanannya tidak teratur tergantung kesesuain kata dengan nada yang ingindilantunkan. Teks Deder terdiri atas kata yang tidak sama jumlahnya pada tiap baitnya.4.Penyajiandeder ditampilkan dengan menghadirkan unsure penyaji, penonton, music setting, dan interaksi denganpenonton. Penyaji pada deder ditampilkan dengan berpasangan, biasanya laki-laki dengan perempuan.Pededer secara bergantian melantunkan teks deder antara bait satu ke bait selanjutnya hingga selesai.Penonton yang menyaksikan berasal dari berbagai kalangan. Alat musik yang digunakan dalampenyajian deder adalah gong,gendang, kecapi dan suling yang merupakan khas Kalimantan tengah.Pada deder karya Bilton, Setting yang ditampilkan adalah taman wisata kum-kum dan juga tempatwisata huma betang. Kum-kum menggambarkan panorama hutan di Kalimantan sedangkan wisataHuma betang menggambarkan rumah yang digunakan suku dayak pada zaman dulu. Sedangkan, padadeder dampak sosial asep, setting bertempat di studio RRI KalimantanTengah.Kata-kata kunci: deder, struktur teks, pementasa
KAJIAN JENIS, FUNGSI, DAN MAKNA MANTRA BAKUMPAI (TYPES, FUNCTIONS, AND MEANING ANALYSIS OF BAKUMPAI MANTRAS)
Kajian Jenis, Fungsi, dan Makna Mantra Bakumpai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasidan mendeskripsikan jenis, fungsi dan makna mantra Bakumpai yang terdapat di Desa Jarenang, DesaAsia Baru, dan Desa Kabuau kecamatan Kuripan kabupaten Batola propinsi Kalimantan Selatan, sertaDesa Palangkau Baru kecamatan Kapuas Murung kabupaten Kapuas propinsi Kalimantan Tengah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa teks mantra Bakumpai yang diperoleh dari hasilwawancara dengan masyarakat Bakumpai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencatat danmerekam mantra yang diucapkan informan. Hasil penelitian ini adalah (1) mantra Bakumpai memilikilima jenis, yaitu; mantra adat istiadat, mantra pengobatan, mantra pelindung, mantra pemikat/pengasih, dan mantra penimbul rasa benci. Mantra-mantra tersebut memiliki struktur yang berbentukterikat dan berbentuk bebas. (2) fungsi mantra Bakumpai adalah sebagai pengantar atau alat danmemperkuat permohonan doa kepada sang pencipta, baik secara langsung maupun melalui perantararoh-roh leluhur dan makhluk halus. (3) makna mantra Bakumpai berkenaan dengan hubungan96manusia dengan Tuhan, berkenaan dengan hubungan manusia dengan roh-roh leluhur, berkenaandengan hubungan manusia dengan sesamanya, berkenaan dengan hubungan manusia dengan dirisendiri, dan berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam sekitar.Kata-kata kunci: mantra bakumpai, jenis, fungsi, makn
MITE PUTERI MAYANG DI KABUPATEN BARITO TIMUR (THE MYTH OF PUTERI MAYANG IN BARITO TIMUR REGENCY)
Mite Puteri Mayang di Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanstruktur intrinsik dan ekstrinsik kajian mite Puteri Mayang di kabupaten Barito Timur atas teoristrukturalisme genetik. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian iniadalah penelitian sosiologi sastra. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Data penelitianini adalah rekaman dan dokumen mengenai mite Puteri Mayang. Sumber data penelitian ini adalahwawancara dan rekaman dari informan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian iniadalah analisis isi. Hasil penelitian ini, yakni struktur intrinsik berupa: tema mengenai pertikaian; alurberupa pemaparan situasi awal, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, dan penyelesaian;tokoh dan penokohan terdiri dari Uria Mapas, Uria Rinyan, Puteri Mayang Sari, Raja Mata Habang,252Nyai Kemala, Patih-Patih dari kerajaan Banjar dan masyarakat Ma’anyan, masyarakat Banjar danMa’anyan; latar meliputi tempat dan waktu; Amanat yang disampaikan, yakni jadilah seseorangyang bertanggung jawab dan memiliki sikap saling menghargai; dan struktur ekstrinsik berupa: faktakemanusiaan, yakni kehidupan sosial masyarakat Ma’anyan sangat bergantung pada Sumber DayaAlam dan kehidupan tokoh Uria Mapas dan Uria Rinyan sebagai titisan Alah Mula Munta; subjekkolektif dibangun oleh subjek individual tokoh-tokoh sehingga menghasilkan subjek kolektif masyarakatMa’anyan; pandangan dunia diperoleh dari hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusiadengan sesamanya; struktur karya sastra meliputi religiusitas, sosial, politik, dan ekonomi; dan dialektikameliputi kuasa Puteri Mayang mengabulkan sebuah nazar.Kata-kata kunci: mite, teori strukturalisme geneti
KAJIAN JENIS, FUNGSI, DAN MAKNA MANTRA BUGIS DESA TANJUNG SAMALANTAKAN (A STUDY OF TYPES, FUNCTIONS, AND MEANINGS BUGINESE MANTRAS OF TANJUNG SAMALANTAKAN VILLAGE)
Kajian Jenis, Fungsi, dan Makna Mantra Bugis Desa Tanjung Samalantakan. Mantra Bugis DesaTanjung Samalantakan merupakan susunan kata-kata mengandung kekuatan gaib. Mereka sangatpercaya akan adanya kekuatan gaib yang terkandung dalam mantra untuk merealisasikan tujuannya kedalam wujud nyata. Tujuan penelitan ini untuk mendeskripsikan jenis, fungsi, dan makna mantra BugisDesa Tanjung Samalantakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Metode yang digunakanadalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa mantra Bugis yang diperoleh dari hasilwawancara dan studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencatat dan merekammantra yang diucapkan informan. Dari hasil penelitian bahwa jenis mantra Bugis yakni (1) mantraadat istiadat, mantra pengobatan, mantra pemikat, dan mantra pelindung diri. (2) fungsi mantra Bugisdiantaranya untuk mendirikan rumah, untuk menyimpan uang, mudah melahirkan, untuk mengobatisakit, untuk memanggil kekasih hati, untuk menundukan istri, untuk keberanian, untuk pelindung diri,untuk menambah kekuatan pukulan, (3) makna mantra Bugis. Pertama, berkenaan dengan hubunganmanusia dengan. Kedua, berkenaan dengan hubungan manusia dengan sesamanya. Ketiga, berkenaan164dengan hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi nilai jaga diri, dan keempat, berkenaan denganhubungan manusia dengan makhluk lainnya.Kata-kata kunci: mantra bugis, jenis, fungsi, makn
POLA-POLA STRATEGI PEMERTAHANAN BAHASA BALI DI DESA PELAJAU BARU KECAMATAN KELUMPANG HILIR KABUPATEN KOTABARU (THE PATTERNS OF STRATEGY OF BALINESE MAINTENANCE IN PELAJAU BARU VILLAGE KELUMPANG HILIR SUBDISTRICT KOTABARU REGENCY)
Pola-Pola Strategi Pemertahanan Bahasa Bali di Desa Pelajau Baru Kecamatan KelumpangHilir Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud pola-pola strategi dalampemertahanan bahasa Bali, wujud faktor-faktor internal yang mempengaruhi pola-pola strategi dalampemertahanan bahasa Bali, dan wujud faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pola-pola strategidalam pemertahanan bahasa Bali. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitianini adalah terdapat 11 wujud pola-pola strategi dalam pemertahanan bahasa Bali, 5 lima wujud faktorfaktorinternal yang mempengaruhi pola-pola strategi dalam pemertahanan bahasa Bali, dan 2 wujudfaktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pola-pola strategi dalam pemertahanan bahasa Bali.Kata-Kata Kunci: pola-pola, strategi, pemertahana