Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    KAJIAN PRAGMATIK TERHADAP KRITIK SOSIAL MELALUI HUMOR DARK JOKES TRETAN COKI PADA AKUN “TIKTOK” KOMEDI.GELAPP (PRAGMATIC STUDY OF SOCIAL CRITICISM THROUGH HUMOR DARK JOKES TRETAN COKI ON THE KOMEDI.GELAPP “TIKTOK” ACCOUNT)

    Full text link
    AbstractPragmatic Study of Social Criticism Through Humor Dark Jokes Tretan Coki on The Komedi.Gelapp “Tiktok” Account. This study aims to analyze the use of Tretan Coki's dark jokes humor on the TikTok account @komedi.gelapp. The @komedi.gelapp account was chosen as the object because it contains and many uploads about dark jokes by Tretan Coki. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The research data is in the form of Tretan Coki's dark jokes videos on the @komedi.gelapp account. The findings of this study indicate that Tretan Coki's dark jokes humor has several functions, namely a) Satirizing social reality: Tretan Coki uses dark jokes comedy to satirize various social problems that occur in Indonesia, such as injustice and discrimination. b) Make people laugh: Tretan Coki's witty and intelligent dark jokes comedy is able to entertain and make people laugh. c) Provoke critical thinking: Tretan Coki's dark jokes can provoke critical thinking in the audience by addressing government policies or political issues. This humor influences the way audiences view social criticism. Many respond with deeper reflection on the issues presented, while some see it as mere entertainment without delving further into the meaning. The impact of this humor is not only entertainment but also triggers audience engagement in deeper discussions about social issues presented through dark jokes. This research makes an important contribution in understanding Tretan Coki's dark jokes humor on the TikTok account @komedi.gelapp. The findings of this study can be used to understand how dark jokes are used to criticize social reality, make people laugh, and provoke critical thinking. Tretan Coki's dark jokes humor is an interesting phenomenon that deserves to be studied. His dark jokes are not only entertaining, but also have important social and intellectual functions.Keywords: dark jokes, humor, pragmatics, tiktok AbstrakKajian Pragmatik Terhadap Kritik Sosial Melalui Humor Dark Jokes Tretan Coki pada Akun “Tiktok” Komedi.Gelapp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan dari humor dark jokes Tretan Coki pada akun TikTok @komedi.gelapp. Akun @komedi.gelapp dipilih sebagai objek karena memuat dan banyak unggahan mengenai dark jokes oleh Tretan Coki. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa video-video dark jokes Tretan Coki pada akun @komedi.gelapp. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa humor dark jokes Tretan Coki memiliki beberapa fungsi, yaitu a) Menyindir realitas sosial: Tretan Coki menggunakan komedi dark jokes untuk menyindir berbagai permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia, seperti ketidakadilan, dan diskriminasi. b) Membuat orang tertawa: Komedi dark jokes Tretan Coki yang jenaka dan cerdas mampu menghibur dan membuat orang tertawa. c) Memprovokasi pemikiran kritis: Komedi dark jokes Tretan Coki dapat memicu pemikiran kritis penontonnya dengan cara menyinggung kebijakan pemerintah atau permasalahan politik. Humor ini memengaruhi cara audiens melihat kritik sosial. Banyak yang merespon dengan refleksi lebih dalam tentang masalah yang disampaikan, sementara sebagian melihatnya sebagai hiburan semata tanpa menggali makna lebih jauh. Dampak humor ini tidak hanya bersifat hiburan tetapi juga memicu keterlibatan audiens dalam diskusi yang lebih mendalam tentang isu-isu sosial yang dihadirkan melalui dark jokes. Penelitian ini memberikan kontribusi yang penting dalam memahami humor dark jokes Tretan Coki pada akun TikTok @komedi.gelapp. Temuan penelitian ini dapat digunakan untuk memahami bagaimana dark jokes digunakan untuk mengkritik realitas sosial, membuat orang tertawa, dan memprovokasi pemikiran kritis. Humor dark jokes Tretan Coki merupakan fenomena menarik yang patut untuk dikaji. Dark jokes-nya tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan intelektual yang penting.Kata Kunci: dark jokes, humor, pragmatik, tikto

    FENOMENA SOSIAL BUDAYA DALAM KAJIAN TIGA CERITA RAKYAT KALIMANTAN SELATAN (SOCIO-CULTURAL PHENOMENA IN THE STUDY OF THREE FOLK STORIES SOUTH KALIMANTAN)

    Full text link
    AbstractSocio-Cultural Phenomena in The Study of Three Folk Stories South Kalimantan. Folklore in South Kalimantan is a form of literature that is passed down from generation to generation by word of mouth. This research aims to describe the socio-cultural reality of South Kalimantan folklore with a sociological study of three folktales, namely: Rajang Waki in Batu Tunggal, Asal Mula Tajau Pecah and Beramban, and Andaru. The research method used is descriptive qualitative. The findings reveal that the folk tales packaged in books published by the South Kalimantan Provincial Language Center, Banjarbaru are entitled, Rajang Waki in Batu Tunggal, The Origin of Tajau Pecah and Beramban, and Andaru, each of which has a storyline depicted in each the title of the folk tale. The folklore of Rajang Waki in Batu Tunggal, a social and cultural phenomenon is summarized in the name Rajang Waki in Batu Tunggal. The second folk tale of the origin of Tajau Pecah and Beramban, the social phenomenon lies in the brothers who took part in a competition and the characters who stand out. The cultural phenomenon is related to the origin of the name "Tajau Pecah". Andaru's third story, the social phenomenon lies in a natural disaster that resulted in gold nuggets falling to Datu Langkat and his grandson who then used it as a means of payment to Martapura traders. The cultural phenomenon is related to the origins of the names Taluk Pinyangat, Taluk Basar, Taluk Bintang, Taluk Nyiur, Taluk Manggarukut, and Taluk Tajan.Keywords: culture, folklore, phenomena, socialAbstrakFenomena Sosial Budaya dalam Kajian Tiga Cerita Rakyat Kalimantan Selatan. Cerita rakyat di Kalimantan Selatan termasuk dalam bentuk sastra dengan dituturkannya lewat turun temurun melalui perbincangan orang-orang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena sosial budaya pada cerita rakyat Kalimantan Selatan dengan kajian sosiologi sastra pada tiga cerita rakyat yaitu: Rajang Waki di Batu Tunggal, Asal Mula Tajau Pecah dan Beramban, dan Andaru. Metode penelitian yang digunakan berupa kualitatif deskriptif. Hasil temuan memaparkan bahwa cerita rakyat yang dikemas di dalam buku diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru yang berjudul, Rajang Waki di Batu Tunggal, Asal Mula Tajau Pecah dan Beramban, dan Andaru memiliki alur cerita yang tergambar dari masing-masing judul cerita rakyat tersebut. Cerita rakyat Rajang Waki di Batu Tunggal, fenomena sosial dan budayanya terangkum pada penamaan Rajang Waki di Batu Tunggal. Cerita rakyat kedua Asal Mula Tajau Pecah dan Beramban, fenomena sosialnya terletak pada kakak beradik yang mengikuti sayembara dan karakter tokoh yang menonjol. Fenomena budaya berkaitan dengan asal-usul nama “Tajau Pecah”. Cerita ketiga Andaru, fenomena sosialnya terletak pada adanya bencana alam yang berakibat pada jatuhnya bongkahan emas kepada datu lungkat dan cucunya yang kemudian dijadikan alat pembayaran kepada pedagang Martapura. Fenomena budaya berkaitan dengan asal-usul nama Taluk Pinyangat, Taluk Basar, Taluk Bintang, Taluk Nyiur, Taluk Manggarukut, dan Taluk Tajan.Kata kunci: budaya, cerita rakyat, fenomena, sosia

    KISAH LAKI-LAKI YANG MENIADA: TELAAH AKAR KATA DAN MAKNA MADAM DALAM TRADISI MIGRASI URANG BANJAR (THE TALE OF THE MAN WHO DISAPPEARED: STUDY OF ROOT WORD AND MEANING OF MADAM IN BANJARESE MIGRATION TRADITION)

    Full text link
    AbstractThe Tale of The Man Who Disappeared: Study of Root Word and Meaning of Madam in Banjarese Migration Tradition. This article examines the tradition of Banjarese migration called madam. The background of the article starts from the problem that there is no study on the Banjarese migration that focuses on discussing the etymology and meaning of madam. This issue indicates that the fundamentals in understanding the madam tradition have not been well developed. Based on this background, the purpose of this article is to conduct a comprehensive research on the study of the etimological root and the meaning of madam. The methodology in this study uses library research with a linguistic approach. The results of this study indicate that the word of madam has been written in the Hikayat Banjar with the word "maadam" and has the origin "adam", a word taken from Arabic with two meanings: male, and absence. Through a sociosemantic approach, the meaning of ‘male’ in a madam tradition is built through socio-cultural construction which distinguishes between the lives of Banjarese men and women. Difference in roles, work patterns, as well as limited space for movement between men and women shows that men have bigger opportuniy to migrate than women. Furthermore, due to leaving home and going to faraway places, the Banjarese men lose its existence at his hometown and even family. As a result, it makes madam carry a meaning of ‘gone’ or ‘absence’. Eventually, the meaning of madam is not only seen as the journey of men who disappeared but also to describe the Banjarese people who left the origin and their community.Keywords: madam, migration, community, banjarese, men’s migrationAbstrakKisah Laki-Laki yang Meniada: Telaah Akar Kata dan Makna Madam dalam Tradisi Migrasi Urang Banjar. Tulisan ini mengkaji tradisi migrasi Urang Banjar yang disebut dengan istilah madam. Latar belakang tulisan berangkat dari persoalan bahwa kajian tentang migrasi Urang Banjar belum ada yang fokus mendiskusikan tentang etimologi dan makna madam. Hal ini mengisyaratkan bahwa fundamental dalam memahami tradisi madam belum terbangun dengan baik. Berangkat dari latar belakang tersebut, tujuan dari tulisan ini adalah membuat kajian secara komprehensif mengenai telaah akar kata dan makna madam. Metodologi pada kajian ini menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan linguistik. Hasil telaah pada penelitian ini menunjukkan bahwa kata madam sudah termuat dalam Hikayat Banjar dengan kata “maadam” dan memiliki akar kata “adam”. Melalui asal usul katanya, kata “adam” merupakan serapan dari Bahasa Arab dan memiliki dua makna: laki-laki dan tiada. Melalui pendekatan sosiosemantik, makna laki-laki dalam tradisi madam tersebut terbangun melalui konstruksi sosio-kultural Urang Banjar yang membedakan antara kehidupan laki-laki dan perempuan. Melalui perbedaan peran, pola kerja, maupun terbatasnya ruang gerak antara laki-laki dan perempuan, menghasilkan perbedaan-perbedaan yang membuat kesempatan migrasi lebih banyak dilakukan oleh laki-laki Banjar. Sementara itu, dengan cara meninggalkan kampung halaman dan pergi ke tempat yang jauh, keberadaan laki-laki Banjar tersebut lantas dirasakan menghilang dari keluarga dan orang-orang di kampung halamannya. Hal ini kemudian menjadikan madam bermakna tiada atau meniada. Adapun dalam perkembangan memahami tradisi madam, makna madam tidak hanya dilihat sebagai perjalanan kaum laki-laki yang meniada saja tetapi sebagai perjalanan secara luas untuk menggambarkan urang Banjar yang meninggalkan daerah asal dan komunitasnya.Kata-kata kunci: madam, migrasi, komunitas, urang banjar, migrasi laki-lak

    PERILAKU ALTRUISME TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN (THE MAIN CHARACTER’S ALTRUISM IN THE NOVEL CANTIK ITU LUKA BY EKA KURNIAWAN)

    Full text link
    AbstractThe Main Character's Altruism in the Novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The problem of this research is how altruism behaves in the context of social norms and kinship norms of the main character in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The purpose of this study was to obtain an overview of the main character's altruism behavior in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. Specifically, the purpose of this research is to describe the main character's altruism behavior in the context of social norms and in kinship norms. The source of the data in this study was the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan which was published by Jendela Gramedia Pustaka Utama, Jakarta and published in 2002, consisting of 536 pages. The analysis used as the basis for this research is the psychology and sociology of literature which focuses on the textual approach. The method used in this study is descriptive analysis method, which is a method that uses a way of describing facts (data from novels) followed by analysis. The results of this study indicate that altruistic behavior in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan is represented by the figure of Dewi Ayu as the main character which is proven through her actions helping other characters sincerely, purely, without getting anything in return for herself. This behavior is manifested in the form of altruism behavior in the context of social norms and kinship norms. The main character's altruism behavior in the context of social norms found four aspects of motivation to help, namely: (1) the presence of other people, (2) indicating environmental conditions, (3) the presence of time pressure, and (4) showing helping people who are liked. The main character's altruism behavior in the context of kinship norms is found in three motivations to help, namely (1) kin altruism, (2) biological altruism, and (3) sexual orientation.Keywords: behavior, altruism, the main character, novel, beauty is wound. AbstrakPerilaku Altruisme Tokoh Utama dalam Novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Masalah penelitian ini yaitu bagaimana perilaku altruisme dalam konteks norma sosial dan norma kekerabatan tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang perilaku altruisme tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku altruisme tokoh utama dalam konteks norma sosial dan dalam norma kekerabatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan yang diterbitkan oleh Jendela Gramedia Pustaka Utama, Jakarta dan diterbitkan tahun 2002, terdiri atas 536 halaman. Analisis yang digunakan sebagai dasar dalam penelitian ini adalah psikologi dan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu metode yang menggunakan cara mendeskripsikan fakta-fakta (data dari novel) dilajutkan dengan analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku altruisme dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan terwakilkan oleh sosok Dewi Ayu sebagai tokoh utama yang dibuktikan melalui tindakan menolong tokoh lain secara tulus, murni, tanpa mendapatkan balasan apa pun untuk dirinya. Perilaku tersebut terwujud dalam bentuk perilaku altruisme dalam konteks norma sosial dan norma kekerabatan. Perilaku altruisme tokoh utama dalam konteks norma sosial ditemukan empat aspek motivasi untuk menolong, yaitu: (1) adanya kehadiran orang lain, (2) menunjukkan kondisi lingkungan, (3) adanya tekanan waktu, dan (4) menunjukkan menolong orang yang disukai. Perilaku altruisme tokoh utama dalam konteks norma kekerabatan ditemukan dalam tiga motivasi untuk menolong, yaitu (1) aspek perlindungan kerabat (kin altruism), (2) aspek biologik (biological altruism), dan (3) aspek orientasi seksual.Kata-kata kunci: perilaku, altruisme, tokoh utama, novel, cantik itu luk

    KONFLIK KEJIWAAN TOKOH NOVEL “SAMAN” DAN “LARUNG” KARYA AYU UTAMI (INTERNAL CONFLICT NOVEL CHARACTER OF “SAMAN” AND “LARUNG” BY AYU UTAMI)

    Full text link
    AbstractInternal Conflict Novel Character of “Saman” And “Larung” By Ayu Utami. This research aims to describe internal conflict novel character of “Saman” and “Larung”, conflict motif novel character of “Saman” and “Larung”, and similarity and deference conflict motif novel character of “Saman” and “Larung” Ayu Utami’s creation. This study used literature psychology’s method with approach qualitative. The data source of this research is dwilogi novel “Saman” and “Larung” Ayu Utami’s creation. This research result show novel “Saman” and “Larung” contain internal conflict caused by contradiction desire, confidence, selection, hope, and problem other. Cause appearance that internal conflict is based by conflict motif organic needs, emergency motif, dan obyektif motif. Motif conflict of novel “Saman” and “Larung” show similarity and deference as dwilogi novel.Key words: conflict, internal conflict, psychoanalysis, literature psychology. AbstrakKonflik Kejiwaan Tokoh Novel “Saman” dan “Larung” Karya Ayu Utami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik kejiwaan tokoh novel “Saman” dan “Larung”, motif konflik tokoh novel “Saman” dan “Larung”, serta persamaan dan perbedaan motif konflik tokoh novel “Saman” dan “Larung” karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan metode psikologi sastra dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel dwilogi “Saman” dan “Larung” karya Ayu Utami. Hasil penelitian menunjukkan novel “Saman” dan “Larung” mengandung konflik kejiwaan yang disebabkan oleh pertentangan keinginan, keyakinan, pilihan, harapan, dan masalah lain. Penyebab munculnya konflik kejiwaan tersebut didasari atas motif konflik berupa organic needs, emergency motif, dan obyektif motif. Motif konflik pada novel “Saman” dan “Larung” menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan sebagai novel dwilogi.Kata kunci: konflik, konflik kejiwaan, psikoanalisis, psikologi sastra

    PILIHAN BAHASA MASYARAKAT MULTILINGUAL DI KOTA SAMPIT (THE LANGUAGE CHOICE OF A MULTILINGUAL COMMUNITY IN SAMPIT CITY)

    Full text link
     AbstractThe Language Choice of A Multilingual Community in Sampit City. This study aims to describe the form of language choice of multiethnic communities in Sampit City in the realm of family, friendship, religion, education, and employment, and the factors that influence the language choice of multiethnic communities in Sampit City. This study used qualitative approach with field research. The method that was used in this study was descriptive method. Based on the results of the study, it can be concluded that there are various languages that coexist in a multilingual community in Sampit, namely Indonesian, Dayak, Banjar, Javanese, Maduranese, Bima, Batak, and Serawai. The dominant language used besides Indonesian is Banjar, because it is considered to have the highest prestige, so it is often chosen in communication. Multilingual people in Sampit are able to use language for the purpose of communication or polyglossia, and are able to distinguish between high and low varieties or diglossia. The choice of language made by the multilingual community in Sampit is influenced by the factors of people (participants), topics and situations.Keywords: language choice, speech community, multilingual.AbstrakPilihan Bahasa Masyarakat Multilingual di Kota Sampit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pilihan bahasa masyarakat multilingual di Kota Sampit pada ranah keluarga, kekariban, agama, pendidikan, dan lapangan kerja, dan faktor yang memengaruhi pilihan bahasa masyarakat multilingual di Kota Sampit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai bahasa yang hidup berdampingan di tengah masyarakat multilingual di Kota Sampit, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Dayak, bahasa Banjar, bahasa Jawa, bahasa madura, bahasa Bima, bahasa Batak, dan Serawai. Bahasa yang dominan digunakan selain bahasa Indonesia adalah bahasa Banjar, karena dianggap memiliki prestise tertinggi, sehingga sering dipilih dalam komunikasi. Masyarakat multilingual di Kota Sampit mampu menggunakan bahasa dengan tujuan komunikasi atau poliglosia, dan mampu membedakan ragam tinggi dan ragam rendah atau diglosia. Pilihan bahasa yang dilakukan oleh masyarakat multilingual di Kota Sampit dipengaruhi oleh faktor orang (partisipan), topik dan situasi.Kata-kata kunci: pilihan bahasa, masyarakat tutur, multilingua

    REGISTER PETANI KELAPA SAWIT DI DESA MANUNGGUL LAMA KECAMATAN SUNGAI DURIAN KABUPATEN KOTABARU (REGISTER OF PALM OIL FARMERS IN MANUNGGUL LAMA VILLAGE, SUNGAI DURIAN DISTRICT, KOTABARU DISTRICT)

    Full text link
     AbstractRegister of Palm Oil Farmers in Manunggul Lama Village, Sungai Durian District, Kotabaru District. The meeting of people from different backgrounds in terms of economic and social status comes from the upper middle to lower middle class, of course the language used is also different and gives rise to various variations in the use of language that are unique and interesting. This research uses descriptive qualitative method. The method of collecting data in this study is the listening method with tapping technique as the basic technique and the listening technique involving proficient and note-taking technique as a follow-up technique. The method of data analysis in this study is the translational equivalent method and the pragmatic equivalent method. Presentation of the results of data analysis using informal methods. The results showed that: 1) the registers of oil palm farmers in Manunggul Lama Village, Sungai Durian District, Kotabaru Regency have word and phrase forms, then the characterized register forms consist of elliptical features, special word characteristics, and shortening/alegro characteristics, 2) Types registers of oil palm farmers in Manunggul Lama Village, Sungai Durian District, Kotabaru Regency, namely the type of business or consultative register, the type of casual or casual register, and the type of intimate or intimate register. 3) Changes in the meaning of the register of oil palm smallholders in Manunggul Lama Village, Sungai Durian District, Kotabaru Regency, namely changes in meaning caused by the environment, changes in meaning caused by combinations of words, and changes in meaning due to associations.Keywords: Register, Oil Palm, Manunggul Lama Village.AbstrakRegister Petani Kelapa Sawit di Desa Manunggul Lama Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru. Pertemuan masyarakat dari latar belakang yang berbeda ditinjau dari segi ekonomi dan status sosial yang berasal dari menengah atas sampai menengah bawah tentu bahasa yang digunakan juga berbeda dan memunculkan berbagai variasi pemakaian bahasa yang unik dan menarik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik simak libat cakap serta teknik catat sebagai teknik lanjutannya. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode padan translasional dan metode padan pragmatis. Penyajian hasil analisis data dengan menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) register petani kelapa sawit di Desa Manunggul Lama Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru memiliki bentuk kata dan frasa, selanjutnya bentuk register berciri terdiri atas berciri elips, berciri kata khusus, dan berciri pemendekan/alegro, 2) Jenis-jenis register petani kelapa sawit di Desa Manunggul Lama Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru yaitu jenis register usaha atau consultative, jenis register santai atau casual, dan jenis register intim atau intimate. 3) Perubahan makna register petani kelapa sawit di Desa Manunggul Lama Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru yaitu perubahan makna yang disebabkan oleh lingkungan, perubahan makna yang disebabkan karena adanya gabungan kata, dan perubahan makna karena perkumpulan/asosiasi.Kata-kata kunci: Register, Kelapa Sawit, Desa Manunggul Lam

    STILISTIKA PUISI BERTEMA KEHIDUPAN PADA ANTOLOGI PUISI “MALAM INI AKU AKAN TIDUR DI MATAMU” KARYA JOKO PINURBO (STILISTICS OF LIFE THEMED POETRY IN POETRY ANTHOLOGIES “MALAM INI AKU AKAN TIDUR DI MATAMU” BY JOKO PINURBO)

    Full text link
    AbstractStylistics of Life Themed Poetry in Poetry Anthologies "Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu" by Joko Pinurbo. This study aims to describe the stylistic aspects of life-themed poetry in the book “Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu” by Joko Pinurbo. The method used is descriptive with a stylistic approach. The steps of data analysis are grouping data based on stylistic aspects, analyzing stylistic forms, describing stylistic forms, and concluding the results of the analysis. The results of this study indicate that there are stylistic aspects which include the repetition of melodious sounds, diction aspects that explain the achievement of the poetic effect, the image aspect describes the object of action, feelings, thoughts, ideas, statements in every sensory experience, and the figurative aspect explains the poetics of poetry. This is related to Joko Pinurbo's writing style in his works such as poetry, namely that he is known to be good at using and processing images that refer to everyday events and objects with fluid language. This is in accordance with his poetry which contains reflection and absurdity. He also likes to play with the unique Indonesian words so that his work looks different from the works of other poets in general.Keywords: poetry stylistics, rhyme, diction, imagery, figure of speechAbstrakStilistika Puisi Bertema Kehidupan pada Antologi Puisi “Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu” Karya Joko Pinurbo. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek stilistika puisi bertema kehidupan pada buku Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu karya Joko Pinurbo. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan stilistika. Langkah analisis data yakni mengelompokkan data berdasarkan aspek stilistika, menganalisis bentuk stilistika, mendeskripsikan bentuk stilistika, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat aspek stilistika yang meliputi pengulangan bunyi yang merdu, aspek diksi yang menjelaskan ketercapaian efek puitis, aspek citraan menggambarkan objek tindakan, perasaan, pikiran, ide, pernyataan dalam setiap pengalaman indera, dan aspek majas menjelaskan kepuitisan pada puisi. Ini berkaitan dengan gaya kepenulisan Joko Pinurbo dalam karyanya seperti puisi, yakni beliau terkenal piawai menggunakan dan mengolah citraan yang mengacu pada peristiwa dan objek sehari-hari dengan bahasa yang cair. Hal ini sesuai dengan puisinya yang mengandung refleksi dan absurditas. Beliau juga gemar memainkan keunikan kata-kata bahasa Indonesia sehingga membuat karyanya terlihat berbeda dengan karya penyair lain pada umumnya.Kata-kata kunci: stilistika puisi, rima, diksi, citraan, maj

    STRUKTUR DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL REPRESI KARYA FAKHRISINA AMALIA (STRUCTURE AND EDUCATIONAL VALUES OF THE MAIN CHARACTER IN REPRESI NOVEL BY FAKHRISINA AMALIA)

    Full text link
     AbstractThe Structure and Values of Character Education for the Main Character in Represi Novel by Fakhrisina Amalia. This study aims to describe the structure and educational value of the main character in Fakhrisina Amalia’s novel, Represi. This research is a qualitative descriptive study. This study uses the method of content analysis (content). Data collection is done by literature study. The results of data analysis found that the structure of the Represi novel which was analyzed was theme, setting, plot, main character and characterization, point of view, and message. The educational value of the main character named Anna consists of being honest, creative, socially concerned, friendly/communicative, and peace-loving. Represi Novel can be used as useful reading material because it contains the value of character education from the main character which exemplary attitude especially for teenagers to behave positively in social life.Keywords: represi novel, structure, the value of character educationAbstrakStruktur dan Nilai Pendidikan Karakter Tokoh Utama dalam Novel Represi Karya Fakhrisina Amalia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan nilai pendidikan karakter tokoh utama dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content). Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Hasil analisis data ditemukan bahwa struktur novel Represi yang dianalisis adalah tema, latar, alur, tokoh utama dan penokohan, sudut pandang, dan amanat. Nilai pendidikan karakter tokoh utama bernama Anna terdiri dari jujur, kreatif, peduli sosial, bersahabat/ komunikatif, dan cinta damai. Novel Represi dapat dijadikan sebagai bahan bacaan yang bermanfaat karena memuat nilai pendidikan karakter dari tokoh utama yang dapat diteladani khususnya remaja agar berperilaku positif dalam kehidupan bermasyarakat.Kata-kata kunci: novel represi, struktur, nilai pendidikan karakte

    KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ADAT BANJAR BAANTARAN JUJURAN (LANGUAGE POLITENESS IN THE TRADITIONAL BANJAR BAANTARAN JUJURAN)

    Full text link
    AbstractPolite Language in the Traditional Banjar of Baantaran Jujuran. This study aims to describe the form, strategy and function of polite language in communication between jujuran deliverymen and jujuran recipients. The type of research conducted in this research is qualitative research. The object of this research is the introductory speech of jujuran introduction and jujuran recipient in the traditional Banjar of baantaran jujuran. Data obtained through recording, and field notes. The data obtained were analyzed in three stages, namely (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusion/verification. Based on the analysis carried out, it can be seen that in the Banjar baantaran jujuran tradition there are forms, strategies and functions of politeness. The speakers in this traditional show polite language through choosing the right words according to the culture of the Banjar people and according to the context when the speech occurs, speakers use subtle expressions, use fences and use honorific words.Key words: form, strategy, function, language politeness, Banjar customAbstrakKesantunan Berbahasa dalam Adat Banjar Baantaran Jujuran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud, strategi dan fungsi kesantunan berbahasa dalam komunikasi antara pengantar jujuran dengan penerima jujuran. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah  penelitian kualitatif. Objek dari penelitian ini adalah tuturan pengantar jujuran dan penerima jujuran dalam tradisi adat Banjar baantaran jujuran. Data diperoleh melalui perekaman, dan catatan lapangan. Data-data yang didapatkan dianalisis melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data,  dan (3) penyimpulan/ verifikasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat diketahui bahwa di dalam tradisi Banjar baantaran jujuran terdapat wujud, strategi dan fungsi kesantunan. Para penutur dalam tradisi adat ini menunjukkan kesantunan berbahasa melalui pemilihan kata yang tepat sesuai budaya masyarakat Banjar dan sesuai dengan konteks pada saat pertuturan terjadi, penutur menggunakan ungkapan halus, menggunakan pagar dan menggunaan kata honorifik.Kata-kata kunci: wujud, strategi, fungsi, kesantunan berbahasa, adat Banja

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇