Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    KEBERTERIMAAN SUATU KATA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT (THE ACCEPTABILITY OF THE WORDS USED BY STUDENTS OF FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT MAJORING INDONESIAN LANGUAGE PROGRAM)

    Get PDF
    AbstractThe Acceptability of the Words Used By students of FKIP Universitas LambungMangkurat majoring Indonesian language program. The acceptability of the words asthe effort of the language maintenance and language development especially relatedto the vocabulary development or language modernization is the main concern of thestudy. This study will reveal on the similarity of the Indonesian vocabulary to the foreignvocabulary. Nowadays most students of FKIP Unlam majoring Indonesian languageprogram tend to use the foreign forms of certain words in communication rather thanusing the Indonesian form of those words. The results of the study shows that there are(1) most students tends to use the foreign form of certain words is 85 % or 47 words, (2)the use of the Indonesian form of certain words only shows 15% or 8 words. Mostreasons shows that the students tend to see and listen those kinds of words form (53,28%),while the students tend to use those kinds of words form (35,61%). This means thatthere are still many of students majoring Indonesian Language program do not knowor have not been accustomed to use the Indonesian form of the foreign vocabularies.Keywords: the acceptability of the wordsAbstrakKeberterimaan Suatu Kata pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa danSastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Keberterimaan suatu kataberkaitan dengan upaya pembinaan dan pengembangan bahasa, khususnya yangmenyangkut pengem-bangan kosakata atau pemodernan bahasa. Penelitian ini akanmengungkapkan bentuk kata yang sepadan dengan kata asing yang sering dijumpaioleh mahasiswa PS PBSI FKIP Unlam. Mahasiswa tersebut masih banyak memilihmenggunakan bentuk asing yang sebenarnya telah memiliki padanan dalam bahasaIndonesia. Alasan yang paling dominan adalah karena sering melihat danmendengarkan bentuk tersebut dan tidak terbiasa menggunakan bentukpengindonesiaannya. Bahkan ada beberapa bentuk pengindonesiaan yang justruterasa asing bagi mereka. Hal ini terlihat dari hasil penelitian, yakni penggunaanbentuk kata asing sebesar 85% atau 47 kata, sedangkan bentuk kata pengindonesiaanhanya 15% atau 8 kata. Adapun alasan yang paling banyak adalah karena seringmelihat dan mendengarkan bentuk tersebut 53,28%. Alasan berikutnya karenakebiasaan menggunakan bentuk tersebut 35,61%. Alasan yang paling sedikit karenamengetahui arti/makna bentuk tersebut 11,11%. Artinya masih banyak yang belum281mengetahui atau belum terbiasa menggunakan bentuk pengindonesiaan dari bentukbentukasing tersebut dengan alasan karena sering melihat atau mendengarkan.Kata-kata kunci: keberterimaan suatu kat

    ANTOLOGI PUISI TADARUS KARYA A. MUSTOFA BISRI: KAJIAN HERMENEUTIK (THE POETRY ANTHOLOGY OF TADARUS BY A. MUSTOFA BISRI: HERMENEUTICS ANALYSIS)

    Get PDF
    Antologi Puisi Tadarus karya A. Mustofa Bisri: Kajian Hermeneutik. Menganalisis puisi merupakanupaya untuk menangkap makna puisi. Arti dari sebuah puisi adalah makna yang muncul denganbahasa yang didasarkan pada struktur sastra menurut Konvensi, artinya tidak hanya arti bahasa, tetapimengandung makna tambahan, berdasarkan Konvensi Sastra yang bersangkutan simbol dan interpretasiadalah konsep yang memiliki pluralitas makna yang terkandung dalam simbol atau kata-kata sebagaiekspresi bentuk bahasa. Untuk mengungkapkan makna yang terkandung dalam karya-karya antologidari puisi Tadarus A. Mustofa Bisri’s, hal ini diperlukan untuk melakukan studi. Dari penelitian yangdilakukan itu disimpulkan bahwa pertama puisi properti menyiratkan kepercayaan Allah dan tidakmenyebabkan pengabaian untuk beribadah kepada Tuhan. Dalam puisi yang terkandung makna keduatentang sifat kesombongan tidak hanya terikat pada sosok Antikristus, tetapi juga bisa ada dalam setiaporang. Dalam puisi ketiga, terkandung makna untuk saling konseling dan menyarankan saudarasaudarakita berharap untuk ketika membuat kesalahan atau pengawasan. Dalam keempat puisi yangterkandung makna saling pengampunan adalah tidak hanya terbatas pada verbal atau pidato, tetapijuga harus disertai dengan tindakan. Kelima dan keenam puisi terkandung berarti bahwa hidup ini276sementara, sehingga tidak memanjakan diri nafsu untuk hidup tidak membawa kebahagiaan.Kata-kata kunci: puisi, hermeneutik, metafora, simbo

    REPRESENTASI KARAKTER CINTA INDONESIA DALAM NOVEL KAKI LANGIT TALUMAE DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN (REPRESENTATION OF NATIONALISM IN NOVEL KAKI LANGIT TALUMAE AND ITS DEVELOPMENT AS A LEARNING MEDIA)

    Get PDF
    Representation of nationalism in Novel Kaki Langit Talumaea and its Development as a LearningMedia. This article aims to describe the character of Indonesian love of the main character in the novelKaki Langit Talumae as a material for the development of teaching materials of literary appreciation.This research is a qualitative research. Based on the analysis, there are several characters shown by themain characters, among whom love the homeland, hard work, democratic, curiosity, respect achievement,responsibility, social care, religious, creative, tolerance, the spirit of nationalism, love to read, and lovepeace. All the characters that appear is a form of Indonesian love character shown by the main character.Representation of characters of this main character can be used for the development of teaching materialsof Literature Appreciation courses, one of them is as a medium of learning.Key words: Indonesian love character, Kaki Langit Talumae, learning mediaAbstrakRepresentasi Karakter Cinta Indonesia dalam Novel Kaki Langit Talumae dan PengembangannyaSebagai Media Pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter cinta Indonesiatokoh utama dalam novel Kaki Langit Talumae sebagai bahan pengembangan bahan ajar apresiasisastra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Berdasarkan analisis, ada beberapa karakter yangditunjukkan oleh tokoh utama, di antaranya cinta tanah air, kerja keras, demokratis, rasa ingin tahu,menghargai prestasi, tanggung jawab, peduli sosial, religius, kreatif, toleransi, semangat kebangsaan,gemar membaca, dan cinta damai. Semua karakter yang muncul merupakan wujud karaktercinta Indonesia yang ditunjukkan oleh tokoh utama. Representasi karakter tokoh utama ini dapatdipergunakan untuk pengembangan bahan ajar mata kuliah Apresiasi Sastra, salah satunya adalahsebagai media pembelajaran.Kata-kata kunci: Karakter cinta Indonesia, Kaki Langit Talumae, media pembelajara

    WUJUD KESANTUNAN DAN KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PEDAGANG DI PASAR SENTRA ANTASARI BANJARMASIN (A FORM OF POLITENES AND NOT POLITENESS SPEAK AT MARKET TRADERS SENTRA ANTASARI BANJARMASIN)

    Get PDF
    Wujud Kesantunan dan Ketidaksantunan Berbahasa Pedagang di Pasar Sentra AntasariBanjarmasin. Kesantunan berbahasa sebagai wujud kesopanan memegang kendali yang sangat pokok293dalam komunikasi, agar tujuan yang diharapkan dalam komunikasi tesebut terwujud. Kesalahandalam memilih cara berbicara atau bahkan salah dalam memilih kata akan menimbulkan kemarahanatau ketidaksenangan bagi mitra tutur. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji Bagaimanawujud kesantunan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin? Bagaimana wujudketidaksantunan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin? Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Pendekatan kualitatif dipilih karenapermasalahan bersifat holistik, kompleks, dinamis, dan penuh makna sehingga tidak mungkin datapada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif. Selain itu, peneliti bermaksudmemahami situasi sosial secara mendalam. Data tuturan dalam transaksi jual beli di Pasar SentraAntasari Banjarmasin diperoleh dari hasil perekaman antara pedagang dan pembeli, terutama saatterjadi penawaran di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin tersebut dalam interaksi jual beli antarapedagang dan pembeli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai budaya tentang hubunganmanusia Kesantuanan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin ditemukan dalamkepatuhan-kepatuhan terhadap maksim, yaitu (a) kepatuhan terhadap maksim kebijaksanaan, (b)kepatuhan terhadap maksim kedermawanan, (c) kepatuhan terhadap maksim penghargaan, (d)kepatuhan terhadap maksim kesederhanaan, dan (e) kepatuhan terhadap maksim kemufakatan.Ketidaksantuanan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin ditemukan dalampelanggaran-pelanggaran terhadap maksim, yaitu (a) pelanggaran terhadap maksim kebijaksanaan,(b) pelanggaran terhadap maksim kedermawanan, (c) pelanggaran terhadap maksim penghargaan, (d)pelanggaran terhadap maksim kesederhanaan, (e) pelanggaran terhadap maksim kemufakatan, dan (f)pelanggaran terhadap maksim kesimpatian. Saran yang ditawarkan adalah kepada peneliti selanjutnyatentang bahasa pedagang perlu diteliti lebih mendalam melalui berbagai teori lain yang membahasdari sudut pandang yang berbeda. Penelitian terhadap kesantunan dan ketidaksantunan berbahasapedagang dapat dikaji dari pusat-pusat perbelanjaan lain guna mengatahui tingkat kesantunanberbahasa pada saat transaksi jual-beli.Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, ketidaksantunan berbahasa, maksi

    PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS RENDAH DI SEKOLAH DASAR ISLAM SABILAL MUHTADIN BANJARMASIN (THE LEARNING OF INDONESIAN OF LOW CLASS AT ISLAMIC PRIMARY SCHOOL OF SABILAL MUHTADIN BANJARMASIN)

    Get PDF
    Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas Rendah di Sekolah Dasar Islam Sabilal MuhtadinBanjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan materi, metode dan teknik, mediapembelajaran, interaksi siswa dengan media pembelajaran, pelaksanaan penilaian pembelajaran,dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah sekolah dasarIslam Sabilal Muhtadin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptifkualitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Data dalam penelitianini adalah benda-benda yang berada di sekitar pada saat proses pembelajaran bahasa Indonesiaberlangsung yang terkait dengan materi pembelajaran, metode dan teknik pembelajaran, mediapembelajaran, interaksi siswa dengan media pembelajaran, pelaksanaan penilaian pembelajaran, danfaktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah.Kata-kata kunci: pembelajaran, bahasa Indonesia, kelas renda

    IMPLIKATUR YANG TERUNGKAP DALAM BUKU HUMOR NYENTRIK ALA GUS DUR (IMPLICATURES REVEALED IN THE BOOK OF ECCENTRIC HUMORS ALA GUS DUR)

    Get PDF
    Implikatur yang Terungkap dalam Buku Humor Nyentrik ala Gus Dur. Gus Dur merupakan ulamaintelektual yang memiliki gaya berbicara sarat makna mendalam. Makna itu disampaikan secara125tidak langsung atau tersirat dengan cara humor. Makna tidak tersirat tersebut disebut implikatur.Tuturan dalam humor Gus Dur yang menyiratkan banyak makna menjadi alasan peneliti melakukanpenelitian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud implikatur yang terungkap dalam BukuHumor Nyentrik Ala Gus Dur dan Mendeskripsikan fungsi implikatur yang terungkap dalam BukuHumor Nyentrik Ala Gus Dur.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatankualitatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pragmatik. Metode yang digunakan adalah metodedeskriptif. Data dan sumber data berupa data yang bersumber dari buku Humor Nyentrik Ala GusDur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan metode simak. Instrumendalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dengan menggunakan model alir.Hasilanalisis menemukan wujud implikatur yang terungkap dalam Buku Humor Nyentrik Ala Gus Duradalah: (1) Wujud implikatur percakapan, terdiri (a) jenis humor politik berkaitan dengan kekuasaan,kewenangan, dan perilaku politikus, (b) jenis humor moral berkaitan dengan tindakan yang memilikinilai positif dan tidak memiliki nilai positif, (c) humor rasial berkaitan dengan perbedaan sosial, budayaantar ras. (2) Wujud implikatur konvensional, terdiri (a) humor politik berkaitan dengan kekuasaan,kewenangan, dan perilaku politikus, (b) humor moral berkaitan dengan tindakan yang memiliki nilaipositif dan tidak memiliki nilai positif, (c) humor rasial berkaitan dengan perbedaan sosial dan budayaantar ras. fungsi implikatur yang terungkap dalam Buku Humor Nyentrik Ala Gus Dur adalah: (1)fungsi implikatur menyatakan yang digunakan untuk (a) menyatakan penilaian terhadap kepintaranseseorang, (b) menyatakan keputusan, (c) menyatakan penjelasan atau keterangan, (d) memberikaninformasi, (e) memberi nasihat dengan tuturan humor menghibur, mengkritik, menyindir, dan mendidik.(2) fungsi implikatur memerintah, (a) berupa larangan, (b) menolak, dan (c) menyetujui dengan tuturanhumor mendidik, menyindir, dan meyakinkan. (3) Fungsi implikatur menanyakan yang digunakan (a)meminta alasan dan (b) meminta keterangan dengan tuturan humor mendidik dan mengkritik. (4)fungsi implikatur mengkritik yang digunakan untuk (a) menyebutkan keburukan, (b) kekeliruan, dan(c) kekurangan seseorang dengan tuturan humor menyindir, mendidik, dan mengkritik. Adapun saranpenelitian ini dapat dikembangkan kembali dan dilakukan penelitian yang lebih mendalam sebagaisalah satu usaha untuk mengembangkan teori implikatur pada buku humor.Kata-kata kunci: implikatur, wacana, humo

    PRAANGGAPAN DALAM CERITA SI PALUI PADA SURAT KABAR HARIAN BANJARMASIN POST EDISI JUNI 2015 (PRESUPPOSITIONS IN THE STORY OF SI PALUI IN BANJARMASIN POST NEWSPAPER IN JUNE 2015 EDITION)

    Get PDF
    Praanggapan dalam Cerita Si Palui pada Surat Kabar Harian Banjarmasin Post Edisi Juni 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praanggapan dalam wujud jenis-jenis praanggapanyang meliputi: 1. praanggapan eksistensial, 2. praanggapan faktual, 3. praanggapan leksikal, 4.praanggapan struktural, 5. praanggapan nonfaktual, dan 6. praanggapan kontrafaktual dalam cerita SiPalui pada surat kabar harian Banjarmasin Post edisi Juni 2015.Penelitian ini menggunakan pendekatan222kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Adapun jenis penelitian yangdigunakan, yaitu berupa penelitian non-eksperimen sebab penelitian ini tidak melakukan percobaan,melainkan sebuah studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumberdata penelitian ini adalah naskah-naskah cerita Si Palui yang terdapat pada surat kabar harianBanjarmasin Post edisi Juni 2015 dan data yang digunakan adalah tuturan-tuturan dalam teks ceritaSi Palui. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Adapun teknikanalisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis isi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendirisebagai instrumen utama, namun peneliti membuat kisi-kisi sebagai bentuk instrumen yang menunjangkelancaran kerja.Hasil penelitian terhadap analisis data berupa tuturan dalam cerita Si Palui padasurat kabar harian Banjarmasin Post edisi Juni 2015 menemukan wujud praanggapan yang munculpada tuturan cerita Si Palui berjenis praanggapan eksistensial dengan jenis: 1) praanggapan eksistensialkepemilikan, 2) praanggapan eksistensial keberadaan, dan 3) praanggapan eksistensial karakter.Praanggapan faktual,praanggapan leksikal, dan praanggapan struktural, dengan jenis 1) praanggapanstruktural dengan penanda kata tanya apa, 2) praanggapan struktural dengan penanda kata tanyasiapa, 3) praanggapan struktural dengan penanda kata tanya kapan, 4) praanggapan struktural denganpenanda kata tanya di mana, 5) praanggapan struktural dengan penanda kata tanya mengapa, dan 6)praanggapan struktural dengan penanda kata tanya bagaimana. Dan wujud praanggapan nonfaktual,serta wujud praanggapan kontrafaktual.Kata-kata kunci: praanggapan, Palui, cerit

    POLIGAMI DAN PERUBAHAN PSIKOLOGIS TOKOH ARINI DALAM NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA (POLYGAMY AND PSYCHOLOGICAL CHANGES OF ARINI IN THE NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN BY ASMA NADIA)

    Get PDF
    Poligami Dan Perubahan Psikologis Tokoh Arini Dalam Novel Surga Yang Tak Dirindukan Karya Asma Nadia. Poligami merupakan sistem perkawinan yang salah satu pihaknya (suami) memiliki beberapa pasangan dalam waktu yang bersamaan. Permasalahan mengenai poligami dapat menimbulkan dampak-dampak maupun konflik-konflik yang berkaitan langsung dengan psikologis wanita yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan bentuk perubahan psikologis tokoh Arini, (2) memaparkan konflik yang dialami tokoh Arini dengan tokoh lain, dan (3) menjelaskan pandangan tokoh Arini terhadap poligami di dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data yang digunakan berasal dari teks novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia setebal 308 halaman. Data dalam penelitian ini adalah data yang berwujud keseluruhan teks yang terdapat dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah penulis sendiri. Namun peneliti membuat kisi-kisi sebagai bentuk instrumen yang menunjang kelancaran kerga peneliti dan untuk menjaga objektivitas data. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian ini adalah berdasarkan analisis bentuk perubahan psikologis tokoh Arini dibagi menjadi id, ego, dan super ego. Bentuk id meliputi (1) sosok Arini yang menyesali perubahan bentuk fisik yang terjadi pada dirinya, bentuk super ego meliputi (1) sosok Arini yang terpuruk ketika mengetahui dirinya telah dipoligami dan (2) sosok Arini yang bangkit dari keterpurukan akibat dipoligami, sedangkan bentuk ego meliputi (1) sosok Arini yang tegar saat mengambil keputusan akhir mengenai rumah tangganya. Berdasarkan hasil analisis konflik tokoh Arini dengan dengan tokoh lain, yaitu konflik ketika Arini mengetahui Pras menikah lagi (konflik batin), konflik ketika Arini setelah bertemu dengan Pras (konflik langsung), konflik ketika Arini sebelum bertemu Mei Rose (konflik batin), dan konflik Arini setelah bertemu dengan Mei Rose (konflik langsung). Berdasarkan hasil analisis mengenai pandangan tokoh Arini mengenai poligami, dapat disimpulkan bahwa Arini bukan tokoh yang menentang poligami asalkan ia memang memiliki kekurangan yang bisa dijadikan sebab bagi suaminya untuk berpoligami.Kata-kata kunci: poligami, id, ego, super ego, konflik bati

    FONOTAKTIK BAHASA BANJAR (BANJARESE PHONOTACTIC)

    Get PDF
    Fonotaktik Bahasa Banjar. Fokus penelitian linguistik ini adalah distribusi fonem dan aturanfonemis perubahan Bahasa Banjar, dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuanuntuk menentukan distribusi fonem dan aturan fonemis perubahan juga menggambarkan ataumenjelaskan peristiwa atau kejadian secara objektif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi langsung dan studi sastra. Penelitian ini berfokus pada bunyi dalam katakataatau sistem fonotaktik fonem Banjar. Oleh karena itu, studi ini akan mendapatkan penjelasan sambilmenikmati sistem baris fonem Banjar, untuk mengetahui peraturan distribusi fonem dalam kata-kataBanjar, untuk mengatur sistem syllabification kata-kata Banjar yang dapat menentukan aturan dalambahasa Banjar suara-perubahan bahasa, perubahan kelenturan pengucapan fonem dalam distribusiyang berbeda, untuk mengetahui jenis cluster jenis bunyi yang mungkin dan tidak mungkin di tingkatkata-kata, dan untuk mengetahui masalah yang timbul karena diasystem dalam Bahasa Banjar. Has279il studi yang fonem vokal dari bahasa Banjar ada lima, yaitu /a/, /i/, /u/, / o/dan/ѐ/. Semua fonem ini oleh distribusi yang dapat digunakan dalam posisi awal, posisi tengah, danakhir posisi. Ada delapanbelas fonem konsonan Bahasa Banjar, yaitu: /p /, / b /, / t /, / d /, / c /, / j /, / k /, / g /, / s /, / h /, / m/, / n /, / ŋ /, / ñ /, / r /, / l /, / w/ dan/y /. Semua fonem ini oleh distribusi mereka dapat digunakandalam posisi awal, posisi tengah dan posisi akhir, dengan pengecualian fonem/b/, /d/, /j/, /g/ dan /ñ/yang tidak boleh digunakan dalam posisi akhir. Ada empat pola suku kata bahasa Banjar, yaitu V, VK,KV, dan KVK. Pola suku kata, keterbatasan munculnya fonem vokal dan konsonan fonem pada sukukata disyllabic KVKKVK.Kata-kata kunci: fonotaktik, distribusi fone

    TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN STRUKTUR TEKS DALAM TUTURAN RAPAT DPRD PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERIODE 2009-2014 (ILLOCUTIONARY ACTS AND TEXT STRUCTURE IN DPRD SOUTH KALIMANTAN PROVINCIAL MEETING IN 2009-2014 PERIOD)

    Get PDF
    Tindak Tutur Ilokusi dan Struktur Teks dalam Tuturan Rapat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2009-2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang (1) wujud tindak tutur ilokusi dari berbagai jenis tindak tutur dalam rapat anggota DPRD71provinsi Kalimantan Selatan periode 2009-2014, dan (2) struktur teks pada rapat anggota DPRD provinsi Kalimantan Selatan periode 2009-2014. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pada teori yang dikembangkan oleh Searle, yaitu tindak tutur ilokusi yang dibagi menjadi lima jenis, tindak tutur representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Pendekatan selanjutnya yang digunakan adalah pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) yang dikembangkan oleh Teun A. van Dijk, yaitu analisis struktur teks. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa dalam rapat anggota DPRD provinsi Kalimantan Selatan periode 2009-2014 ditemukan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi. Jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan terdiri atas lima jenis tindak tutur, yaitu tindak tutur representatif meliputi menyatakan, mengakui, melaporkan, dan menyebutkan. Tindak tutur direktif meliputi mengajak, meminta, menyuruh, memohon, dan memaksa. Tindak tutur komisif meliputi menawarkan, menyatakan kesanggupan, dan berjanji. Tindak tutur ekspresif meliputi mengucapkan terima kasih, mengkritik. Struktur teks terdiri dari tiga bagian utama, yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Pada struktur makro, secara umum penulis mengangkat topik. Pada superstruktur, penulis menggunakan pola organisasi. Pada struktur mikro, penulis menggunakan strategi penulisan pada tingkat proposisi-proposisi yang lebih kecil, yaitu semantik. Pada elemen semantik, penulis menggunakan strategi penulisan menonjolkan makna kebaikan kelompoknya dan mengaburkan keburukannya. Pada elemen leksikon, penulis memilih kosakata yang positif dalam menggambarkan tindakan atau konsep yang ditawarkan dan memilih kosakata yang negatif dalam menggambarkan keburukan tindakan atau konsep kelompok luar. Pada elemen gaya dan retorika, berbagai gaya bahasa digunakan beberapa gaya yang digunakan, yaitu aliterasi dan anafora.Kata-kata kunci: tindak tutur, ilokusi, struktur, jenis, fungs

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇