Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KALIMAT BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN TAJUK DI SURAT KABAR BANJARMASIN POST (THE ERROR ANALYSIS OF THE USING OF INDONESIAN LANGUAGE SENTENCES IN THE WRITING OF EDITORIALS ON BANJARMASIN POST NEWSPAPER)

    Get PDF
    Analisis Kesalahan Penggunaan Kalimat Bahasa Indonesia dalam penulisan Tajuk di Surat Kabar.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat yang tidak sesuai dengan cirikalimat efektif seperti kesepadanan, keparalelan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan kelogisan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik dokumentasi. Objek ataudata penelitian diambil dari sejumlah tajuk—tiga puluh satu buah tajuk yang terbit dari Oktober 2013hingga Maret 2014—yang dimuat surat kabar Banjarmasin Post. Hasil analisis kalimat yang dimuatdalam tajuk ini ditemukan (1) ketidaksepadanan seperti penempatan kata depan di depan subjek,kalimat tanpa subjek, subjek di dalam anak kalimat, konjungsi yang di depan predikat, kesalahanpenggunaan konjungsi intrakalimat dalam kalimat tunggal, penggunaan konjungsi antarkalimat tidaktepat, penghilangan unsur konjungsi korelatif, dan penggunaan konjungsi ganda. (2) ketidakparalelan,(3) ketidakhematan seperti penggunaan kata bersinonim, kata mubazir atau kalimat yang bertele-tele,(4) ketidakcermatan pilihan kata, struktur, ejaan termasuk tanda baca, (5) ketidakpaduan, dan (6)ketidaklogisan kalimat.Kata-kata kunci: analisis kesalahan, kalimat bahasa Indonesia, taju

    PERANAN MENULIS JURNAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI (ROLE OF JOURNAL WRITING TO ENHANCE NARRATIVE WRITING ABILITY)

    Get PDF
    AbstractRole of Journal Writing to Enhance Narrative Writing Ability. Narrative writing is partof the destination language skills that must be learned by junior high school studentsin accordance Education Unit Level Curriculum (SBC). Reality encountered in theclassroom, students have not been able to pour it turns out thoughts, ideas , and ideasin writing a good narrative. Conditions such as that experienced by the students ofSMP Negeri 7 Amuntai class I. Therefore, action research designed using the applicationof journal writing to improve students’ ability in writing narrative. Journals in thisstudy focused on the process of writing that includes (1) the action stage 1 modelingand explanation of the journals, (2) the action stage 2 writing journals, (3) phase 3actions, carried out an assessment of the student produced journal. Based on the researchthat has been conducted for 3 cycles, obtained by the finding that learning to writenarrative with journal writing application successfully executed properly and inaccordance with the intended learning objectives .Keywords: improved writing skills, journal writing, narrative writingAbstrakPeranan Menulis Jurnal untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Narasi. Menulisnarasi merupakan bagian dari tujuan keterampilan berbahasa yang harus dipelajarioleh siswa SMP sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kenyataan yangditemui di kelas, ternyata siswa belum mampu menuangkan pikiran, ide, dan gagasannyadalam bentuk tulisan narasi yang baik. Kondisi seperti itulah yang dialami oleh siswaSMP Negeri 7 Amuntai kelas I. Oleh karena itu, dirancang penelitian tindakan kelasdengan menggunakan penerapan penulisan jurnal untuk meningkatkan kemampuansiswa dalam menulis narasi. Jurnal dalam penelitian ini diarahkan pada proses menulisyang meliputi (1) tahap tindakan 1 pemodelan dan penjelasan tentang jurnal, (2) tahaptindakan 2 menulis jurnal, (3) tahap tindakan 3, dilakukan penilaian terhadap jurnalyang dihasilkan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama 3siklus, diperoleh temuan bahwa pembelajaran menulis narasi dengan penerapanpenulisan jurnal berhasil dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuanpembelajaran yang diharapkan.Kata-kata kunci: peningkatan kemampuan menulis, menulis jurnal, menulis naras

    KENDALA PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR (PROBLEMS OF ENGLISH TEACHING IN ELEMENTARY SCHOOL)

    Get PDF
    AbstractProblems of English Teaching in Elementary School. The Indonesian government hasacknowledged the importance of English by putting it into the education system for fivedecades. English has been integrated to secondary school for a long time. The Englishlanguage is exerting even stronger influence in the modern world and has become aninternational language. There are also advantages of introducing a foreign languagefor young learners. The government of Indonesia has therefore set up the policy tointroduce English language in primary schools. This policy is optional. It depends onschool and community demands. The government does not provide teachers andcurriculum. Schools and community are in charge to provide teachers, curriculum andfacilities. Teachers are one of the most important parts in the discourse of educationand the process of teaching and learning in schools. It was this that interested to researchtheir perceptions of English language teaching for primary students.Keywords: english for young learners, teachers’ perception, teaching constrainstAbstrakKendala Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Pemerintah Indonesia telahmengakui pentingnya bahasa Inggris dengan menempatkan ke dalam sistem pendidikanselama lima dekade. Bahasa Inggris telah diintegrasikan ke sekolah menengah untukwaktu yang lama . Bahasa Inggris yang mengerahkan pengaruh yang lebih kuat didunia modern dan telah menjadi bahasa internasional. Ada juga keuntunganmemperkenalkan bahasa asing untuk pelajar muda. Oleh karena itu, pemerintahIndonesia telah menyiapkan kebijakan untuk memperkenalkan bahasa Inggris disekolah dasar. Kebijakan ini bersifat opsional. Hal ini tergantung pada tuntutan sekolahdan masyarakat. Pemerintah tidak menyediakan guru dan kurikulum. Sekolah danmasyarakat bertanggung jawab untuk menyediakan guru, kurikulum, dan fasilitas.Guru adalah salah satu bagian yang paling penting dalam wacana pendidikan danproses belajar-mengajar di sekolah. Inilah yang menarik untuk meneliti persepsi merekatentang pengajaran bahasa Inggris untuk siswa SD.Kata-kata kunci: bahasa Inggris untuk pelajar muda, persepsi guru, mengajarconstrains

    RAGAM BAHASA WARIA DALAM SINETRON (SHEMALE LANGUAGE VARIETIES IN SOAP OPERAS)

    Get PDF
    AbstractShemale Language Varieties in Soap Operas. This study aims to describe and explainthe classification, word formation system, and varieties of language functionstransvestites in private television soap operas in Indonesia. This study uses definitionsof regional variations in sociolinguistics theories and methods of qualitative description.An analysis using the rules of grammar formation transvestite varieties of languageused refers to the rules that have been applied by Oetomo (1988) and Oetomo (2003).The results of this study were 24 classifications, 10 word formation systems, and 2functions in varieties of languages transsexual private television soap operas inIndonesia.Keywords: shemale language, classifications, word formation procedures, and functionsAbstrakRagam Bahasa Waria dalam Sinetron. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikandan menjelaskan tentang klasifikasi, tata bentukan kata, dan fungsi ragam bahasawaria dalam sinetron di televisi swasta Indonesia. Penelitian ini menggunakan ancanganteori ragam bahasa dalam sosiolinguistik dan metode deskriptif kualitatif. Teknik analisisdata menggunakan kaidah tata bentukan ragam bahasa waria yang digunakan mengacupada kaidah yang telah diterapkan oleh Oetomo (1988) dan Oetomo (2003). Hasilpenelitian ini adalah 24 klasifikasi, 10 tata bentukan kata, dan 2 fungsi ragam bahasawaria dalam sinetron di televisi swasta Indonesia.Kata-kata kunci: bahasa waria, klasifikasi, tata bentukan kata, dan fungs

    INTERFERENSI BAHASA KATINGAN LISAN DAN TULISAN DI SMP KATINGAN TENGAH KABUPATEN KATINGAN KALIMANTAN TENGAH (INTERFERENCE OF SPOKEN AND WRITTEN KATINGAN LANGUAGE IN SMP KATINGAN TENGAH KATINGAN DISTRICT CENTRAL KALIMANTAN)

    Get PDF
    Interferensi Bahasa Katingan Lisan dan Tulisan di SMP Katingan Tengah Kabupaten KatinganKalimantan Tengah. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini ialah transfer negatif lebihdikenal dengan istilah interferensi dalam pemerolehan bahasa kedua. Istilah interferensi mengacu padadua fenomena linguistik yang berbeda, yaitu interferensi psikologis dan interferensi sosiolinguistik.Menurut Dulay, et. Al (dalam Rafiek, 2007:139) bahwa interferensi psikologis mengacu kepadapengaruh kebiasaan lama sebagai hasil mempelajari sesuatu terhadap sesuatu yang sedang dipelajari.Sedangkan interferensi sosiolinguistik mengacu pada interaksi bahasa, misalnya pinjaman atau alihsandi. Faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi adalah faktor kontak bahasa dan faktorkemampuan berbahasa. Interferensi disebabkan oleh faktor kontak bahasa pada masyarakat bilingualdan faktor penguasaan bahasa yang belum mantap pada pembelajar bahasa kedua atau pembelajarbahasa asing (Rafiek, 2007:138). Hal ini sesuai dengan pendapat guru bahwa masih terdapat kesalahandalam berbahasa, baik itu kegiatan berbicara dan kegiatan tulis-menulis. Hal itu yang membuatpeneliti tertarik untuk melakukan ini. Berdasarkan masalah di atas dapat diidentifikasi, yaitu pengaruhkebiasaan bahasa pertama, yaitu bahasa Katingan dalam menggunakan bahasa kedua, yaitu bahasaIndonesia, faktor kemampuan berbahasa yang belum mantap pada pembelajaran bahasa kedua danmasih terdapat kesalahan dalam berbahasa, karena pengaruh bahasa pertama, yaitu bahasa Katingan.Hasil penelitian aspek interferensi fonologi bahasa Katingan dalam berbahasa Indonesia dalampenelitian adalah lebih banyak tentang bunyi vokoid dan kontoid. Berdasarkan penelitian yang telahdilakukan dalam penelitian ini, ditemukan bentuk interferensi fonologi, yaitu 1) interferensi vokoid /e/BK terhadap /e/ BI, 2) interferensi vokoid /o/ BK terhadap /u/, 3) Interferensi vokoid /e/ BK terhadap/e/ BI. Aspek interferensi morfologi bahasa Katingan dalam bahasa Indonesia. Morfologi biasanyamembahas tentang proses afiksasi, reduplikasi dan komposisi meliputi interferensi afiks me- dalambahasa Indonesia, interferensi afiks ba- dalam bahasa Indonesia, interferensi afiks ke- dalam bahasaIndonesia, interferensi afiks ber- dalam bahasa Indonesia, interferensi afiks in- dalam bahasa Indonesia,interferensi afiks me- dalam bahasa Indonesia, interferensi afiks –ng dalam bahasa Indonesia. Jugameliputi aspek interferensi sintaksis seperti interferensi frasa dan interferensi kalimat.Kata-kata kunci: interferensi, bahasa katingan, lisan, tulisa

    NILAI PERSONAL DALAM CERITA PALAYA SUBETNIK KATINGAN

    Get PDF
    AbstractPersonal Values in Story of Palaya from Katingan Subethnic. Palaya is a community folklore of Katingan sub-ethnic whish is one of the literary works owned by the community of Katingan Tengah sub-ethnic. This study focuses on personal values which include: (1) emotional value, (2) moral value, and (3) Social value. There were 20 personal values found in the story of Palaya, the Katingan sub-ethnic which consist of expression of joy, sadness, fear, shympaty and emphaty, hatred and revenge. There were 16 moral values found in the story of Palaya, the Katingan sub-ethnic, they were respectful, devoted, patient, brave, honest, and wise. There were 10 social values found in the story of Palaya, the Katingan sub-ethnic, they were cooperative attitude, mutual help, doing cooperative activities, helping to overcome difficulties others.Key words: emotional value, moral value, social value, Palaya, story sub-ethnic KatinganAbstrakNilai Personal dalam Cerita Palaya Subetnik Katingan. Palaya adalah dongeng masyarakat subetnik Katingan yang merupakan salah satu bentuk sastra yang dimiliki oleh masyarakat subetnik Katingan Tengah. Penelitian ini difokuskan pada nilai personal yang meliputi: (1) nilai emosional, (2) nilai moral, dan (3) nilai sosial. Nilai personal yang terdapat pada cerita palaya subetnika Katingan berjumlah dua puluh yang terdiri dari ekspresi gembira, sedih, takut, simpati dan empati, benci dan dendam. Nilai moral yang terdapat pada cerita palaya subetnika Katingan berjumlah enam belas yang terdiri dari rasa hormat, berbakti, sabar, berani, jujur, dan bijaksana. Nilai sosial yang terdapat pada cerita palaya subetnika Katingan berjumlah dua puluh yang terdiri dari sikap bekerja sama, saling membantu, melakukan aktivitas bersama, membantu mengatasi kesulitan orang lain.Kata-kata kunci: nilai emosional, nilai moral, nilai sosial, cerita palaya subetnika Katinga

    KAJIAN JENIS, FUNGSI, DAN MAKNA MANTRA DAYAK NGAJU (THE STUDY OF TYPES, FUNCTIONS, AND MEANINGS OF DAYAK NGAJU MANTRAS)

    Get PDF
    AbstrakKajian Jenis, Fungsi, dan Makna Mantra Dayak Ngaju. Tujuan penelitian ini adalah (1)untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis dan struktur mantra Dayak Ngaju, (2) untukmengidentifikasi dan mendeskrisikan fungsi mantra Dayak Ngaju, dan (3) untuk mengidentifikasidan mendeskripsikan makna mantra Dayak Ngaju. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa teks mantra Ngaju yang diperoleh darihasil wawancara dengan masyarakat Dayak Ngaju di Desa Kayu Bualan kecamatan Kapuas Tengah35kabupaten Kapuas propinsi Kalimantan Tengah. Peneliti sendiri menjadi instrument dalam penelitianini dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencatat dan merekam mantra yang diucapkaninforman. Hasil analisis menemukan bahwa Mantra Dayak Ngaju memiliki berbagai jenis, fungsi,dan makna, yakni (1) berdasarkan jenis dan strukturnya memiliki jenis mantra adat istiadat, mantrapengobatan, mantra pelindung. Mantra-mantra tersebut memiliki struktur yang berbentuk terikat danberbentuk bebas. (2) fungsi mantra Dayak Ngaju adalah untuk memberikan rasa aman dari roh halusatau gaib, untuk memperkuat doa pada ritual manajah antang, untuk untuk mendapatkan hewanburuan, untuk memanggil roh-roh leluhur pada ritual adat Sangiang, untuk mengembalikan roh-rohleluhur pada ritual adat Sangiang, untuk mengobati luka/ menghentikan pendarahan, untuk mengobatiberbagai macam rasa sakit, untuk mengobati penyakit medis ataupun non-medis yang disebabkan olehgangguan makhluk halus, untuk melindungi diri sendiri dari segala bahaya, untuk melindungi rumahdari niat jahat orang lain, untuk pemikat diri agar menjadi perhatian orang lain, untuk memikat lawanjenis. (3) makna mantra Dayak Ngaju berkenaan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, berkenaandengan hubungan manusia dengan roh-roh leluhur, makhluk halus, jin, ataupun orang gaib, berkenaandengan hubungan manusia dengan sesamanya, berkenaan dengan hubungan manusia dengan dirisendiri, dan berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam sekitar.Kata-kata kunci: mantra dayak ngaju, jenis, fungsi, makn

    KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA (INNER CONFLICTS OF THE MAIN CHARACTER OF SURGA YANG TAK DIRINDUKAN NOVEL BY ASMA NADIA)

    Get PDF
    AbstractInner conflict of the main character of Surga yang Tak Dirindukan Novel by Asma Nadia. Thisstudy aims to describe and explain the picture of the inner conflict experienced by the main characterin the story. The method used in this research is descriptive method. The source of this research data isa novel Surga yang Tak Dirindukan and Surga yang Tak Dirindukan 2 by Asma Nadia, published byAsma Nadia Publishing House, Depok 2014 and 2016. The data of this research is in the form of wordsor sentences in the novel. The results of this study are (1) The inner conflicts of the main character Ariniin the novel Surga yang Tak Dirindukan and Surga yang Tak Dirindukan 2 of Asma Nadia, in the formof conflict within Arini. (2) The motive of the inner conflicts of the main character of Arini in this Surgayang Tak Dirindukan novel is the contradiction in him, when the Arini figure knows that the heavenshe had built with Pras ran aground since the presence of another ideal woman in a new paradise Prascreated himself behind him while Arini’s inner conflicts of the Surga yang Tak Dirindukan 2 were whenArini received a doctor’s verdict of his illness. Making the inner turmoil Arini increasingly tangled. Arinifeels worried that if anything happens to her there’s still Mei Rose who can replace her role as a motherand wife to Pras her husband.Key words: inner conflict, id, ego, super egoAbstrakKonflik Batin Tokoh Utama Novel “Surga yang Tak Dirindukan” Karya Asma Nadia. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan gambaran konflik batin yang dialami tokohutama dalam cerita tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Sumber data penelitian ini adalah novel yang berjudul Surga yang Tak Dirindukan dan Surga yang TakDirindukan 2 karya Asma Nadia, yang diterbitkan oleh Asma Nadia Publishing House, Depok 2014dan 2016. Data penelitian ini adalah berupa kata-kata atau kalimat di dalam novel. Hasil penelitianini adalah (1) Konflik batin tokoh utama Arini dalam novel Surga yang Tak Dirindukan dan Surgayang Tak Dirindukan 2 karya Asma Nadia, berupa pertentangan dalam diri Arini. (2) Motif terjadinyakonflik batin tokoh utama Arini dalam novel Surga yang Tak Dirindukan ini adalah pertentangandalam dirinya, ketika tokoh Arini mengetahui bahwa surga yang sudah dibangunnya bersama Praskandas semenjak kehadiran wanita idaman lain di dalam surga baru yang Pras ciptakan sendiri di114belakangnya sedangkan konflik batin pada diri Arini pada novel Surga yang Tak Dirindukan 2 adalahketika Arini menerima vonis dokter akan penyakit yang dideritanya. Membuat pergolakan batin Arinisemakin kusut. Arini merasa khawatir jika terjadi apa-apa dengannya masih ada Mei Rose yang bisamenggantikan perannya sebagai seorang ibu dan istri untuk Pras suaminya.Kata-kata kunci: konflik batin, id, ego, super eg

    MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMPN 3 PARINGIN PADA MATERI PEMBELAJARAN UNSUR INTRINSIK NOVEL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH (INCREASING THE LEARNING MASTERY OF STUDENTS CLASS VIII B SMPN 3 PARINGIN TO NOVEL INTRINSIC ELEMENTS USING MAKE A MATCH INSTRUCTIONAL MODEL)

    Get PDF
    AbstractIncreasing the Comprehension of Students Class VIII B SMPN Paringin to Novel IntrinsicElements using Make a Match Instructional Model. This Classroom Action Research(CAR) aims to improve the student learning outcome in learning material of novel intrinsicelements by using Make a Match instructional model. This study conducted in 2 cycles.Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. The subjectswere 18 students of class VIII B SMP 3 Paringin. Research instrument in the form of awritten test instrument type multiple choice questions numbered 10 questions and nontestinstruments such as questionnaires. This research datas were analyzed by usingqualitative approach. This study concluded that, students learning mastery in increasedfron 44.5% in the cycle 1 to 88.8% after completed cycle 2.Keywords: learning mastery, novel intrinsic elements, make a matchAbstrakMeningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa Kelas VIII B SMPN 3 Paringin.pada MateriPembelajaran Unsur Intrinsik Novel Menggunakan Model Pembelajaran Make aMatch. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan ketuntasanbelajar siswa pada materi pembelajaran unsure-unsur intrinsic novel menggunakanmodel pembelajaran Make a Match. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, Setiapsiklus terdiri dari terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi,dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMPN 3 Paringin yangberjumlah 18 siswa. Instrument penelitian berupa instrument tes tertulis tipe soal pilihanganda berjumlah 10 soal dan instrument non tes seperti angket. Data dianalisismenggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketuntasanbelajar meningkat dari 44,5% pada siklus 1 menjadi 88,8% setelah selesai siklus 2.Kata-kata kunci: ketuntasan belajar, unsur intrinsik novel, model pembelajaran makea matc

    TINDAK TUTUR SARKASTIK DI MEDIA SOSIAL (SARCASTIC SPEECH ACTS IN SOCIAL MEDIA)

    Get PDF
    AbstractSarcastic Speech Acts in Sosial Media.The research entitled sarcastic speech acts in social media ismotivated by the use of speech acts in social media that contain many sarcastic elements, in this study,there are four themes raised, namely the theme of politics, social themes, cultural themes, and economicthemes, and it based on three types of speech acts, namely directive speech acts, expressive speech acts,and assertive speech acts. This research applied the descriptive method. The sources of data obtained fromsocial media and research data are in forms of words or sentences expressed in social media. Then, thedata were collected through several techniques including classification, analysis, and conclusion. Fromthe results of data analysis, researchers can conclude that the act of sarcastic speech is very dominantin the political theme. Based on the type of speech acts of the four themes,the most frequent one toappear is expressive speech acts. Viewed from expressive speech types, the use of sarcastic speech actsis manifested in a variety of expressive ways of expressing displeasure, criticizing, swearing, mocking,insulting, disparaging, venting, and calling nicknames with discriminatory calls. The sarcastic speech actsthat unconsciously stated can have a negative impact on the psychological conditions of the opponent otthe readers and other people who are along with the utterances.Key words: speech acts, sarcastic, social mediaAbstrakTindak Tutur Sarkastik di Media Sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan tindak tuturdi media sosial yang banyak mengadung unsur sarkastik, dalam penelian ini ada empat tema yangdiangkat, yaitu tema politik, tema sosial, tema budaya, dan tema ekonomi kemudian berdasarkan daritiga jenis tindak tutur, yaitu tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, dan tindak tutur asertif. Penelitianini menggunakan metode deskriftif. Sumber data didapat dari media sosial dan data penelitian ini ialahkata-kata atau kalimat yang terdapat di media sosial kemudian dikumpulkan melalui beberapa teknik,diklasifikasi, dianalisis, dan disimpulkan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat peneliti simpulkanbahwa tindak tutur sarkastik yang sangat dominan terdapat pada tema politik, sedangkan berdasarkanjenis tindak tutur dari empat tema tersebut yang dominan muncul, yaitu tindak tutur ekspresif. Jikaditinjau dari jenis tuturan ekspresif, penggunaan tindak tutur sarkastik diwujudkan dalam berbagaijenis tindak ekspresif, yaitu mengungkapkan rasa tidak senang, mengkritik, umpatan, ejekan, hinaan,meremehkan, meluapkan, dan memanggil nama panggilan dengan panggilan yang diskriminatif.Sementara itu, jika ditinjau dari fungsi dan maknanya, penggunaan tindak tutur ekspresif mempunyaipotensi yang dapat menimbulkan dampak penggunaan..Kata-kata kunci: tindak tutur, sarkastik, media sosia

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇