Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
284 research outputs found
Sort by
PEMEROLEHAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA ANAK USIA 3-6 TAHUN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BINA HARAPAN (INDONESIAN VOCABULARY ACQUISITION OF CHILDREN AGED 3-6 YEARS AT PAUD BINA HARAPAN)
AbstractIndonesian Vocabulary Acquisition of Children Aged 3-6 Years at PAUD BinaHarapan.The aim of this study is describe (1) vocabulary acquired any children aged3-6 years in early childhood education Bina Harapan, (2) obtained any children aged3-6 years in early childhood education Bina Harapan, and (3) it compares to theacquisition of Indonesian vocabulary of children aged 3-6 years in early childhoodeducation Bina Harapan. The approach used in this study is a qualitative approach,namely, research that generate and process data that are descriptive, such as fieldnotes, drawings, photographs and video recordings, etc. The method used is descriptivequalitative method. This analysis method is a method of research that seeks to create adescription, picture or painting in a systematic, factual and accurate as to facts,properties and relationships between phenomena are investigated in this study. Inaccordance with the method used the technique of data collection in this study isobservation and observation techniques. Data analysis technique used is descriptiveinterpretive techniques, the researchers describe as a whole. The results and discussionof Indonesian vocabulary acquisition of children aged 3-6 years in early childhoodHope Community Development are: (1) children aged 3-6 years have acquired basicvocabulary of nouns, verbs, adjectives, numbers, pronouns, word kinship, and thevocabulary again. (2) Children aged 3-6 years acquire affixes prefixes (his, her, her,and air), affixes suffixes (-it), and affixes infix (-el-). (3) Comparison of Indonesianvocabulary in children aged 3-6 years seen from the acquisition of vocabulary in aconcrete noun (the board and books), verb (to write), adjectives (red and yellow),pronouns (we and us) , and affix the prefix (write). Comparative vocabulary of childrenaged 3-6 years contained in the abstract vocabulary, the verb (reading and learning),adjectives (good and bad), said the numbers (1-10), said the family (brother and sister),affix the prefix (read and drawing), affix the suffix (all), uo infix (learning), and repeatedvocabulary (one-one and two-two).Keywords: vocabulary, affixes, early childhood educationAbstrakPemerolehan Kosakata Bahasa Indonesia Anak Usia 3-6 Tahun pada Pendidikan AnakUsia Dini Bina Harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan (1) kosakataapa saja yang diperoleh anak usia 3-6 tahun pada pendidikan anak usia dini BinaHarapan, (2) imbuhan apa saja yang diperoleh anak usia 3-6 tahun pada pendidikananak usia dini Bina Harapan, dan (3) perbandingan pemerolehan kosakata bahasaIndonesia anak usia 3-6 tahun pada pendidikan anak usia dini Bina Harapan?152Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitupenelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperticatatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain-lain. Metode yang digunakanadalah metode deskriptif kualitatif. Metode analisis ini adalah metode penelitian yangberusaha untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktualdan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yangdiselidiki dalam penelitian ini. Sesuai dengan metode yang digunakan maka teknikpengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi dan pengamatan. Teknikanalisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif interpretatif, yaitu penelitimemaparkan secara keseluruhan. Hasil penelitian dan pembahasan pemerolehankosakata bahasa Indonesia anak usia 3-6 tahun pada PAUD Bina Harapan adalah:(1) anak usia 3-6 tahun telah memperoleh kosakata dasar pada kata benda, kata kerja,kata sifat, kata bilangan, kata ganti, kata kekerabatan, dan kosakata ulang. (2) Anakusia 3-6 tahun memperoleh imbuhan prefiks (me-, mem-, meng-, dan ber-), imbuhansufiks (–nya), dan imbuhan infiks (-el-). (3) Perbandingan kosakata bahasa Indonesiapada anak usia 3-6 tahun terlihat dari pemerolehan kosakata konkret pada kata benda(papan tulis dan buku), kata kerja (menulis), kata sifat (merah dan kuning), kata ganti(kita dan kami), dan imbuhan prefiks (menulis). Perbandingan kosakata anak usia 3-6 tahun terdapat pada kosakata abstrak, yaitu kata kerja (membaca dan belajar),kata sifat (baik dan nakal), kata bilangan (1-10), kata kekerabatan (adik dan kakak),imbuhan prefiks (membaca dan menggambar), imbuhan sufiks (semuanya), imbuhaninfiks (belajar), dan kosakata ulang (satu-satu dan dua-dua).Kata-kata kunci: kosakata, imbuhan, pendidikan anak usia din
POTRET TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (PORTRAIT OF THE MAIN CHARACTERS IN THE NOVEL OF CINTA SUCI ZAHRANA BY HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY)
AbstractPortrait of the Main Characters in the Novel of Cinta Suci Zahrana by HabiburrahmanEl Shirazy. Literate is never separated from the intrinsic elements which included theme,plot, characters, background/setting, language style, message and point of view. Oneof the intrinsic elements is the characteristic that could be seen from how the author’screativity expressed and implied the characters of the story. The expressed one couldbe seen from the way of thinking, life style, outlook on life and behavior which pictureout whom and how the character lives and develops in the story plot, just like thecharacter in novel Cinta Suci Zahrana which tell about the phenomenon of a successfulwoman in education and work involved in finding the right one for her romance life.Keywords: intrinsic elements, main character, sociopsychologyAbstrakPotret Tokoh Utama dalam Novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy.Sastra tidak pernah lepas dari unsur-unsur intrinsik yang meliputi tema, alur, karakter,latar belakang/setting, gaya bahasa, pesan (amanat), dan sudut pandang. Salah satuunsur intrinsik adalah karakteristik yang dapat dilihat dari bagaimana ekspresikreativitas penulis dan pengaruh karakter dari ceritanya. Salah satu ekspresi yangbisa dilihat dari cara berpikir, gaya hidup, pandangan hidup, dan perilaku yangmenggambarkan seseorang dan bagaimana kehidupan karakter dan pengembangannyadalam plot cerita, seperti karakter dalam novel Cinta Suci Zahrana yang menceritakantentang fenomena seorang wanita yang sukses dalam pendidikan dan pekerjaan terlibatdalam menemukan seseorang yang tepat bagi kehidupan asmaranya.Kata-kata kunci: unsur intrinsik, karakter utama, sosiopsikolog
KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KATA BAKU SISWA KELAS XII RPL 1 SMK NEGERI 1 PALANGKA RAYA TAHUN 2017 (THE ABILITY OF USING THE INDONESIAN STANDARDIZED WORD OF CLASS XII OF RPL 1 STUDENTS OF SMK NEGERI 1 PALANGKA RAYA IN THE YEAR OF 2017)
Kemampuan Menggunakan Kata Baku Siswa Kelas XII RPL 1 SMK Negeri 1 Palangka Raya Tahun2017. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan menggunakan kata baku siswa kelas XII RPL1 Semester I tahun pelajaran 2017/2018 SMK Negeri 1 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakanmetode Tinjauan deskriptif. Secara khusus, pada penggunaan kata baku Bahasa Indonesia. Lokasipenelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Palangka Raya dengan subjek penelitian siswa kelas XII RPL1 semester I dengan jumlah 38 siswa. Tinjauan deskriptif penelitian ini dilakukan dengan prosedur(1) menggunakan tes pilihan ganda dengan jumlah soal 40 butir, (2) menganalisis hasil tes, Datayang diperlukan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif (data berupa angka-angka). Data yangdiperlukan adalah hasil tes dari siswa. Analisis data dengan menyebutkan analisis kuantitatif digunakanuntuk mendiskripsikan tingkat keberhasilan siswa dalam kemampuan menggunakan bahasa baku. Hasiltes menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa menggunakan kata baku adalah 58. Berarti kemampuansiswa masih rendah dari standar yang telah ditetapkan untuk rata-rata 60.Kata-kata kunci: kemampuan, kata bak
WIRAMARTAS DAN KAPAL PRABAYAKSA DALAM HIKAYAT RAJA BANJAR (WIRAMARTAS AND PRABAYAKSA SHIP IN HIKAYAT RAJA BANJAR)
Wiramartas dan Kapal Prabayaksa dalam Hikayat Raja Banjar. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan dan menjelaskan tentang wiramartas dan kapal si Prabayaksa dalam HikayatRaja Banjar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori hermeneutika Ricoeur. Metodeyang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah kerja hermeneutika Ricoeur.Teknik lain yang digunakan adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah (1)Wiramartas sebagai Keluarga Empu Jatmaka, (2) Wiramartas sebagai Pimpinan Semua Nakhoda danJuru Perdagang, (3) Wiramartas sebagai Seorang yang Menguasai Banyak Bahasa, (4) Wiramartassebagai Menteri Perdagangan dan Pemelihara Kapal si Prabayaksa, (5) Wiramartas sebagai SeorangNakhoda yang Menguasai Bahasa Cina, (6) Wiramartas sebagai Utusan Raja Nagara Dipa kepadaraja Cina, (7) Wiramartas sebagai Pimpinan Semua Nakhoda yang Memelihara dan MemperbaikiKapal si Prabayaksa dan Kapal-Kapal Lainnya, (8) Wiramartas sebagai Nakhoda Kapal si Prabayaksayang Mengantarkan Lembu Mangkurat ke Majapahit, (9) Prabayaksa adalah Kapal yang MemilikiKecepatan Lebih Cepat dan Ukuran Lebih Besar daripada Kapal dan Pelang, (10) Prabayaksa memiliki162Banyak Perhiasan ketika Hendak Berlayar ke Majapahit, (11) Prabayaksa Dibelit Naga Putih SuamiIstri, dan (12) Prabayaksa Ditinjau dari Asal-Usul Kata.Kata-kata kunci: wiramartas, prabayaksa, hikayat raja banja
CAMPUR KODE DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SATUI (THE CODE MIXING IN TEACHING AND LEARNING PROCESS AT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SATUI)
AbstractThe Code Mixing in Teaching and Learning Process at Madrasah Tsanawiyah NegeriSatui. This research aims to get the data and information about the code mixing inlearning study process at Madrasah Tsanawiyah Negeri in Satui. The method used inthis research with quantitative descriptive. Source of data in this research is oral utteranceof student and teacher in learning study process of code mixing form and field notedata of interview about cause of code mixing, function and code mixing in the learningstudy.The instrument used to collect the data was correct reading technique (perceptionor observation) and capable technique (interview),The result of this research was atcode mixing in learning study process at Madrasah Tsanawiyah of Satui conducted bystudent and teacher have same Ianguage background, that is Language of Banjar.Code mixing in the form of mingling morphology code, frase, and clause. Cause factorof code mixing for example equation of language background, habit, environmental,easy going, freshmen. Code mixing function for example watering down to submitquestion, answer, or comments about learning items; guarantying of friendliness; addingbravery to converse.Keywords: code mixing, learning study processAbstrakCampur Kode dalam Proses Belajar-Mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri Satui.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang campur kodedalam proses belajar-mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri Satui. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sumber data dalampenelitian ini adalah ucapan lisan siswa dan guru dalam proses belajar-mengajartentang bentuk campur kode dan data catatan lapangan dari wawancara tentangpenyebab campur kode, fungsi pencampuran dan campur kode dalam. Instrumen yangdigunakan untuk mengumpulkan data yang benar teknik membaca (persepsi atauobservasi) dan teknik wawancara. Hasil penelitian ini berada di campur kode dalamproses belajar-mengajar di Madrasah Tsanawiyah Satui dilakukan oleh siswa danguru berlatar belakang bahasa yang sama, yaitu Bahasa Banjar. Pencampuran dalambentuk berbaur kode morfologi , frase , dan klausa Code. Faktor penyebab campurkode misalnya persamaan latar belakang bahasa, kebiasaan, lingkungan, easy going,. Fungsi campur kode misalnya mempermudah untuk mengirimkan pertanyaan, jawaban,atau komentar tentang item-item pembelajaran, menjamin keramahan, menambahkeberanian untuk berkomunikasi.Kata-kata kunci: campur kode, proses belajar-mengaja
ANALISIS BAHASA HIPNOTERAPI PADA SISWA SMAN 1 MATARAMAN (THE ANALYSIS OF LANGUAGE OF HYPNOTERAPHY IN SMAN 1 MATARAMAN)
AbstractThe Analysis of Language of Hypnoteraphy in SMAN 1 Mataraman. The study isconducted in order to discover the implementation of diction and persuation techniquein language of hypnoteraphy in a special event held in SMAN 1 Mataraman. The aimof this study are; (1) to describe the implementation of diction in language ofhypnoteraphy in SMAN 1 Mataraman, (2) to describe the persuation technique inlanguage of hypnoteraphy in SMAN 1 Mataraman. The object of the study was thelanguage of hypnoteraphy in SMAN 1 Mataraman. This study involved interpersonal,visual, and kinestetic students as its sample started from Januari 2013 until April 2013.Two theories were applied in the study; namely, the theory of diction by Gorrys Kerafand the theory of persuation technique by Gorrys Keraf and Agus Setiaman. This studyapplied qualitative descriptive method; that is, one which aimed to describe data. Thestudy was classified in naturalistic study. The method was accomplished by conductingrefering and taking field note activity. The refering technique which applied here wasthe active parsipatory technique. Furthermore, the data was collected from observation,interview, and documentation review. The data was analized by two techniques, namely,pragmatic analysis and qualitative analysis. Some activities were involved in analyzingthe data, among others; (a) data reduction, (b) data display, and (c) conclusion drawingvarification. In this case, the data was described then analysed in accordance with thetechnique being applied through some steps, namely; (1) defining the object of thestudy, (2) collecting data, (3) processing and analyzing the data. The source of datawas all students from interpersonal, visual, and kinestetic types who were involved inhypnoteraphy in Mataraman 1 High School. According to the result of the study, someconclusions are obtained as the following: (1) The diction implemented in language ofhypnotherapy for interpersonal students is the utilization of local language; namely,Banjarese language in the form of interrogative sentences (what and when) as thecharacteristic of its diction. Meanwhile, the Banjarese and Javanese language areutilized in language of hypnotherapy for visual students along with the visual assistancein form of pictures and proof as the characteristic of its diction. Lastly, the language ofhypnotherapy implemented for the kinesthetic students utilized Banjarese languagealong with the assistance of real object. (2) The persuation techniques in language ofhypnoterapy used for the interpersonal students are the rationalization technique,identification technique, red-herring technique and pay off technique. Those oftechniques used for the visual students are the identification technique, suggestiontechnique, compensation technique, projection technique and pay off technique.Meanwhile, those of techniques used for the kinesthetic students are the rationalizationtechnique, suggestion technique, compensation technique, projection technique, icingtechnique and integration technique.Keywords: analysis, language, hypnoterapy259AbstrakAnalisis Bahasa Hipnoterapi SMA Negeri 1 Mataraman. Penelitian ini dilakukan untukmenemukan penggunaan diksi dan teknik persuasi yang digunakan dalam bahasahipnoterapi yang diadakan di SMAN 1 Mataraman. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mendeskripsikan tentang penggunaan diksi bahasa hipnoterapi SMAN 1 Mataraman;(2) mendeskripsikan teknik persuasi bahasa hipnoterapi SMAN 1 Mataraman. Penelitianini dilaksanakan dengan mengambil objek bahasa hipnoterapi SMAN 1 Mataramandengan sampel penelitian anak interpersonal, anak visual, dan anak kinestetik padaSMAN 1 Mataraman dari bulan Januari sampai dengan April 2013. Dalam penelitian iniada dua teori yang digunakan, yaitu teori diksi dari Gorys Keraf dan teori teknik persuasidari Gorys Keraf dan Agus Setiaman. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif kualitatif yaitu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikandata. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian naturalistik. Metode dalam kajianini dilakukan dengan metode simak dan catat. Metode simak yang digunakan adalahteknik simak bebas libat cakap. Selanjutnya, Teknik pengumpulan data yang digunakanadalah teknik observasi,wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakanberupa analisis pragmatis dan analisis data kualitatif. Aktivitas dalam analisis meliputi:(a) reduksi data, (b) penyajian data, dan (c) verifikasi penyimpulan. Dalam hal ini datadideskripsikan kemudian dianalisis sesuai dengan teknik yang digunakan melalui beberapatahapan, antara lain: (a) menentukan objek penelitian, (b) mengumpulkan data, (c)mengolah data dan menganalisis data. Sumber data yang digunakan adalah siswa tipeanak interpersonal, visual, dan kinestetik yang diikutsertakan dalam hipnoterapi di SMAN1 Mataraman. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa kesimpulan (1) Diksiyang digunakan dalam bahasa hipnoterapi tipe interpersonal adalah penggunaan bahasadaerah berupa bahasa Banjar yang menggunakan kalimat tanya (apa dan kapan) sebagaikarakteristik diksinya. Penggunaan bahasa Banjar dan bahasa Jawa digunakan dalambahasa hipnoterapi anak visual dengan karakteristik diksi menggunakan visual gambardan bukti. Sementara itu, bahasa hipnoterapi pada anak kinestetik menggunakan bahasaBanjar dengan karakteristik menggunakan objek nyata. (2) Teknik persuasi bahasahipnoterapi yang digunakan pada anak interpersonal, yaitu teknik rasionalisasi,identifikasi, red-herring, dan teknik ganjaran. Pada anak visual dapat ditemukan tekniksugesti yang ada, yaitu teknik identifikasi, sugesti, kompensasi, proyeksi, dan ganjaran.Sementara itu, pada anak kinestetik ditemukan teknik rasionalisasi, sugesti, kompensasi,proyeksi, tataan, dan integrasi.Kata-kata kunci: analisis,bahasa, hipnoterap
KEKERASAN SIMBOLIK DENGAN STRATEGI PENGONOTASIAN DAN PENGIASAN (SYMBOLIC VIOLENCE WITH CONNOTATIONS AND FIGURE OF SPEECH STRATEGIES)
AbstractSymbolic Violence with Connotations and Figure of Speech Strategies. Symbolic violenceis the imposition of vague meaning, logic bias, and the bias that it was accepted by thereader as the meaning is clear, the logic is right, and positive values . Connotationstrategy in the form of symbolic violence packaging information with the word, phrase,or statement implies connotations, meaning evaluative or emotive meaning. Connotationstrategy used to (a) raise, (b) degrading, (c) strengthening, and (d) weaken information.The figure of speech strategy is to wrap the information with figurative language. Thefigure of speech strategies used are of two kinds, namely: (a) figure of speech direct(metaphor) and (b) figure of speech indirect.Keywords: symbolic violence,connotation strategy, figure of speech strategy,figuratively direct, indirect allusionAbstrakKekerasan Simbolik dengan Strategi Pengonotasian dan Pengiasan. Kekerasan simbolikadalah pemaksaan makna kabur, logika bias, dan nilai bias agar hal itu diterima olehpembaca sebagai makna yang jelas, logika yang benar, dan nilai yang positif. Strategipengonotasian dalam kekerasan simbolik berupa pengemasan informasi dengan kata,ungkapan, atau pernyataan yang mengandung makna konotasi, makna evaluatif, ataumakna emotif. Strategi pengonotasian digunakan untuk (a) meninggikan, (b)merendahkan, (c) menguatkan, dan (d) melemahkan informasi. Strategi pengiasanadalah membungkus informasi dengan bahasa kias. Strategi pengiasan yang digunakanada dua macam, yaitu (a) pengiasan langsung (pemetaforaan) dan (b) pengiasan tidaklangsung.Kata-kata kunci: kekerasan simbolik, strategi pengonotasian, strategi pengiasan, kiasanlangsung, kiasan tidak langsun
PEMAKAIAN AKSARA DALAM PENULISAN BAHASA MELAYU HINGGA BAHASA INDONESIA (THE USAGE OF LETTERS ON MALAY TO INDONESIAN LANGUAGE WRITING)
AbstractThe Usage of Letters on Malay to Indonesian Language Writing. This paper discussesthe history of the Indonesian language, literacy in the writing of a variety of languages, Malay letter in writing to the Indonesian language, and spelling in Indonesian. Ofthis section may conclude that in writing the history of written language or alphabetletters contained Paku, the letter Babylonian, Assyrian letters, letters of Ancient Persia;Pallawa, Kawi Letter used in Sanskrit; Arabic, Kanjiin Japanese and Chinese, letters,Jawi Premodern, Modern Java, Bali Modern: literacy Hanacaraka from Lampung,Rencong, Karo Batak, Bugis-Makassar as well;and Latin script. Indonesian languagethat comes from the Malay language has a long history, There are some developmentspase formation of the Indonesian language, namely Old Malay, Malay Market, HigherMalay, and Bahasa Indonesian. Since the 5th century inscription has been found to beYupa in Kutai in East Kalimantan with a script and inscription Pallawa Tarumanegara,and inscriptions in Old Malay inscriptions in a script that is Pallawa Towu Gutters,Cape Inscription Land, and the inscription Limestone City. In a later development afterthe Arabs came to trade missions and preaching, use Malay Arabic script known asJawi letters, and beginning of the 20th century the concept put forward by the Ch. A.Dutch van Ophuysen applied linguists Latin letters into the Malay language. Ever seenon the spelling of force, then in the Indonesian language contained van OphuysenSpelling, Spelling Republic, and Spelling Enhanced.Keywords: letter of the alphabet, spelling, languageAbstrakPemakaian Aksara dalam Penulisan Bahasa Melayu hingga Bahasa Indonesia. Tulisanini membahas tentang sejarah bahasa Indonesia, aksara dalam penulisan berbagaibahasa, aksara dalam penulisan bahasa Melayu hingga bahasa Indonesia, dan ejaandalam bahasa Indonesia. Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa dalam sejarahtulisan atau aksara bahasa tulis terdapat huruf Paku, yaitu huruf Babylonia, hurufAssyiria, Huruf Persia Kuno; Pallawa, Huruf Kawi yang digunakan dalam bahasaSanskerta; huruf Arab, huruf Kanji dalam bahasa Jepang dan Cina, huruf, JawiPramodern, Jawa Modern, Bali Modern; Aksara Hanacaraka dari Lampung, Rencong,Batak Karo, serta Bugis-Makassar; serta aksara Latin. Bahasa Indonesia yang berasaldari bahasa Melayu mempunyai sejarah yang cukup lama, Terdapat beberapa faseperkembangan terbentuknya bahasa Indonesia, yaitu bahasa Melayu Kuno, MelayuPasar, Melayu Tinggi, dan Bahasa Indonesia. Sejak abad ke-5 sudah ditemukan prasastiberupa Yupa di Kutai Kalimantan Timur dengan aksara Pallawa dan PrasastiTarumanegara, kemudian prasasti dalam bahasa Melayu Kuno dalam aksara Pallawa,yaitu Prasasti Talang Towu, Prasasti Tanjung Tanah, dan Prasasti Kota Kapur. Dalamperkembangan kemudian setelah bangsa Arab datang dengan misi dagang dan dakwah,48digunakan aksara Arab Melayu yang dikenal sebagai huruf Jawi, dan awal abad ke-20atas konsep yang di kemukakan oleh Ch. A. van Ophuysen ahli bahasa Belandaditerapkan huruf Latin kedalam bahasa Melayu. Dilihat dari ejaan yang pernah berlaku,dalam bahasa Indonesia terdapat Ejaan van Ophuysen, Ejaan Republik atau EjaanSuwandi, dan Ejaan Yang Disempurnakan.Kata-kata kunci: aksara, ejaan, bahas
EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN KARYA IHSAN ABDUL QUDDUS: TINJAUAN KRITIK SASTRA FEMINIS (WOMAN EXISTENCE IN THE NOVEL OF AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN BY IHSAN ABDUL QUDDUS: AN OVERVIEW OF FEMINISM LITERARY CRITICISM)
AbstractWoman Existence in The Novel of Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan by Ihsan AbdulQuddus: An Overview of Feminism Literary Criticism. Feminisme fight for two thingthat have not owned the women in general, i.e their equality with men and autonomousto decide what is good for themselves. Similary with Ihsan Abdul Quddus, raised thetheme of women who tries to break the tradition. The method used in this research isdescriptive quality by interpreting the text analysis contained in the novel of I ForgetThat I Am Woman. Starting with collection of words, written or spoken sentences relatedto the character of pro feminisme and contra feminisme. Used to find any characterthat agree with feminisme and character that against feminisme this chain of events thatled to the spirit eme of emrgence of existentialisme of feminisme. From the analysisabove that the character of contra feminisme are not only men but there also womencharacthers. Most of the characters are men who oppose Suad, but there are alsoyoung people who contra feminisme. In the novel of I Forget That I Am Woman, thecharacter into the self. From the analysis of existentialisme conducted by Suad characterhave awareness of being a high self. Suad is a woman who has always been a subjectamong the people around her and managed to be a woman who free tobe the selfwholly.Keywords: profeminisme, contrafeminisme, existentialism of feminismeAbstrakEksistensi Perempuan dalam Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya IhsanAbdul Quddus: Tinjauan Kritik Sastra Feminis. Feminisme memperjuangkan dua halyang selama ini tidak dimiliki kaum perempuan pada umumnya, yaitu persamaan derajatmereka dengan laki-laki dan otonom untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya.Sama halnya dengan Ihsan Abdul Quddus mengangkat tema perempuan yang mencobamendobrak tradisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatifdeskriptif dengan cara menafsirkan analisis teks yang terdapat dalam novel Aku LupaBahwa Aku Perempuan. Dimulai dengan pendataan kata-kata, kalimat tertulis ataulisan yang berkaitan dengan tokoh profeminisme dan tokoh kontrafeminisme. Digunakanmenemukan tokoh-tokoh mana saja yang setuju adanya feminism dan tokoh tidak setujuadanya feminisme rangkaian peristiwa ini yang menyebabkan munculnya semangateksistensialisme feminisme. Dari analisis di atas bahwa tokoh kontrafeminisme tidakhanya laki-laki tetapi ada juga tokoh perempuan. Kebanyakan tokohnya adalah lakilakiyang menentang Suad, tetapi ada juga tokoh anak muda yang kontrafeminisme.Dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan, tokoh yang profeminisme kebanyakanlaki-laki dibanding tokoh perempuan yang menerima perempuan menjadi sang Diri.237Dari analisis eksistensialisme yang dilakukan oleh tokoh Suad memiliki kesadaranakan menjadi Diri yang sangat tinggi. Suad adalah perempuan yang selalu menjadisubjek di antara orang-orang di sekitarnya dan berhasil menjadi perempuan yangbebas untuk menjadi sang Diri seutuhnya.Kata-kata kunci: profeminisme, kontrafeminisme, eksistensialisme feminism
REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM BAHASA IKLAN PRODUK KECANTIKAN (THE REPRECENTATION OF POWER IN BEAUTY PRODUCT ADVERTISEMENT LANGUAGE
AbstractThe Reprecentation of Power in Beauty Product Advertisement Language. Advertising became oneof the main commodities that became a bridge for producers to colonize and master the mindset ofconsumers. Various ways taken by the manufacturer for the product sold well in the market. Startingfrom using the famous actress in advertising, up to deliver promises that the product is the bestproduct and quality. This research uses a qualitative approach with Fairclough’s critical discourseanalysis model. This type of research is observational research. The method used in this research isdescriptive. Data in the text of this study in the form of beauty product advertising images obtainedfrom the selection in the internet media. The instrument of this research is self-researcher and datacollection technique done by recording and observation. The results of this study found that (1)Advertising is one of the tools used by producers in offering their products, so information about theproduct will be quickly up and easily influenced by consumers,(2) Competition that occurs in eachadvertisement causes the producer does not necessarily maintain the principle of good and standardlanguage repertoire, including the factor of cohesion and coherence in the preparation of the adsentence. Manufacturers tend to compete with various methods of advertising to be able to make itsproducts selling in the market, (3) Most manufacturers of the product without thinking attached thelook that takes the aspect of politeness in advertising.Keywords: representation, power, advertising language, beauty productsAbstrakRepresentasi Kekuasaan dalam Bahasa Iklan Produk Kecantikan. Iklan menjadi salah satukomoditi utama yang menjadi jembatan bagi kaum produsen untuk menjajah dan menguasai pola pikirkonsumen. Berbagai cara ditempuh oleh produsen agar produknya laris manis di pasaran. Mulai darimenggunakan aktris kenamaan dalam iklan, sampai dengan memberikan janji-janji bahwa produknyaadalah produk terbaik dan berkualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganmodel analisis wacana kritis Fairclough. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengamatan. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Data dalam teks penelitian ini berupa gambar iklanproduk kecantikan yang diperoleh dari pemilihan di media internet. Instrumen penelitian ini adalahpeneliti sendiri dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pencatatan dan pengamatan.Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa (1) Iklan merupakan salah satu alat yang digunakan olehprodusen dalam menawarkan produknya, sehingga informasi mengenai produk akan cepat sampai danmudah diingat oleh konsumen. (2) Persaingan yang terjadi di setiap iklan menyebabkan produsen tidakserta-merta mempertahankan asas khasanah berbahasa yang baik dan baku, termasuk di dalamnya79faktor kohesi dan koherensi dalam penyusunan kalimat iklan. Produsen cenderung berlomba-lombadengan berbagai metode keiklanan untuk dapat membuat produknya laris di pasaran.(3) Kebanyakanprodusen produk tanpa pikir panjang melampirkan tampilan-tampilan yang mengindahkan aspekkesantunan dalam beriklan.Kata-kata kunci: representasi, kekuasaan, bahasa iklan, produk kecantika