Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    KETERBACAAN BUKU AJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (TEXT BOOK READABILITY OF INDONESIAN LANGUAGE IN JUNIOR HIGH SCHOOL)

    Get PDF
    Keterbacaan Buku Ajar Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama. Keterbacaan berkaitandengan dapat dibacanya teks secara cepat, mudah dimengerti, mudah dipahami, dan mudah diingatserta sesuai dengan tingkat pembelajar. Beberapa fomula keterbacaan, antara lain:Flesh Grade Level,Flesh Reading Ease, Forcast, formula Spache, formula Daledan Chall, formula SMOG, grafiks Fry, grafiksRaygor, indeks FOG, dan Tes Cloze. Keterbacaan bahasa Indonesia buku ajar di sekolah MenengahPertama, dari hasil penelitian disimpulkan bahwa hanya 13.88% bahan ajar yang sesuai dengan tingkatkelas VII. Sebagian besar lainya lebih tinggi dan sebagian kecil lainnya lebih rendah dari kelas VII.Kata-kata kunci: keterbacaan, formul

    KEBERADAAN BAHASA DAN DINAMIKA KEHIDUPAN MASYARAKAT (LANGUAGE EXISTENCE AND SOCIAL LIFE DYNAMIC)

    Get PDF
    AbstractLanguage Existence and Social Life Dynamic. Language is, as a part of culture, alwaysdeveloping and changing in line with the social life dynamic. The social life, whichdevelops changes, is influencing towards their language. The society with all its activitiesneeds the language as its media. Language is a tool to express various ideas and culturalagents. Referring to that, culture development contributes to the language existence aswell.Keywords: language, dynamic, social lifeAbstrakKeberadaan Bahasa dan Dinamika Kehidupan Masyarakat. Bahasa sebagai bagiandari kebudayaan selalu berkembang dan berubah sesuai dengan dinamika kehidupanmasyarakat. Kehidupan masyarakat yang berkembang dan berubah memberikanpengaruh terhadap bahasa masyarakat tersebut. Masyarakat dengan segalaaktivitasnya membutuhkan bahasa sebagai sarananya. Bahasa merupakan saranauntuk mengekspresikan berbagai gagasan dan sebagai pengungkap budaya. Karenaitu, perkembangan budaya memberikan kontribusi terhadap keberadaan bahasa itusendiri.Kata-kata kunci: bahasa, dinamika, kehidupan masyaraka

    TINDAK TUTUR DALAM TRANSAKSI JUAL-BELI DI PASAR TERAPUNG LOK BAINTAN MARTAPURA (SPEECH ACTS ON TRADING TRANSACTION AT FLOATING MARKET OF LOK BAINTAN MARTAPURA)

    Get PDF
    AbstractSpeech Acts on Trading Transaction at Floating Market of Lok Baintan Martapura.Speech act is an act of speech when the speaker issued. In the process of buying andselling at the Floating Market Lok Baintan Martapura are speech acts. This studydiscusses the use of speech acts in the Floating Market Lok Baintan Martapura. Thisstudy aims to determine what kind of speech act use in the process of buying andselling at the Floating Market Lok Baintan Martapura. the use of speech acts thatspeak by merchants and shoppers are representative speech act, directive speech acts,and expressive speech acts. Representative speech acts used by traders and shoppersin the form of follow-inform, explain, inform, suggest, insist, besumpah, asserted,complaining and giving advice. Directive speech acts used by traders and shoppers inthe form of permit, question, ask, force and advise. Meanwhile, the expressive speechacts used by the traders and buyers in the form of joy, resentment, joy, anger,pronunciation thank you, an apology, and praise. Speech acts of the most dominanttraders are representative speech acts.Keywords: representative speech act, directive speech acts, expressive speech actsAbstrakTindak Tutur dalam Transaksi Jual-Beli di Pasar Terapung Lok Baintan Martapura.Tindak tutur adalah suatu tindak berbicara saat penutur. Dalam proses jual beli diPasar Terapung Lok Baintan Martapura adalah tindak tutur. Penelitian ini membahaspenggunaan tindak tutur di Pasar Terapung Lok Baintan Martapura. Penelitian inibertujuan untuk menentukan jenis tindak tutur yang digunakan dalam proses jual belidi Pasar Terapung Lok Baintan Martapura. penggunaan tindak tutur yang diujarkanoleh pedagang dan pembeli sebagai representasi tindak tutur, tindak tutur direktif, dantindak tutur ekspresif. Representasi tindak tutur digunakan oleh pedagang dan pembelidalam bentuk tindak menginformasikan, jelaskan, menginformasikan, menyarankan,bersikeras, bersumpah, menegaskan, mengeluh dan memberikan nasihat. Tindak tuturdirektif yang digunakan oleh pedagang dan pembeli dalam bentuk izin, pertanyaan,bertanya, memaksa dan memberikan saran. Sementara itu, tindak tutur ekspresif yangdigunakan oleh para pedagang dan pembeli dalam bentuk sukacita, dendam, sukacita,kemarahan, pengucapan terima kasih, permintaan maaf, dan pujian. Tindak tutur satupedagang yang paling dominan adalah tindak tutur representatif.Kata-kata kunci: tindak tutur representatif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresi

    KAJIAN STILISTIKA DALAM NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA (THE STUDY OF STYLISTICS IN SANG PEMIMPI NOVEL WRITTEN BY ANDREA HIRATA)

    Get PDF
    AbstractThe Study of Stylistics in Sang Pemimpi Novel Written by Andrea Hirata. The study of stylists in thenovel of Sang Pemimpi of Andrea Hirata presents an excellent story about young business to achievedreams but still adheres to traditions and religions with all the “juvenile delinquency of the world”, aswell as the hard work of achieving dreams that have been declared. How is the use of figurative languagein the novel Sang Pemimpi by Andrea Hirata which includes: (1) figurative speeches for comparison,(2) figurative speeches for conflicts, (3) figurative speeches for relationships, (4) figurative speeches forrepetition and how the imagery contained in the novel Sang Pemimpi Andrea Hirata which includes: (1)visual imagery, (2) auditory imagery, (3) kinesthetic imagery, (4) motion imagery, (5) olfactory imagery,(6) gustatory imagery, (7) experiences related to nature 8) the souls related to the senses. This research usesdescriptive method. The reason for using this method because based on its characteristics, this methodis oriented to the effort of obtaining information about certain phenomena systematically, factually andaccurately based on the facts obtained from the object of study. Descriptive method is a problem-solvingprocedure that is done by describing or describing the state of the object of research based on existingfacts. Thus, the results of the above research have two topics that have not been achieved because theresults are not there as in figurative language or style of language as in the case of contradictions that iseksimoron or style of language that use the word opposite the word is not found, as well as on the imageryof the novel The Dreamer also did not find the results of the data, while the other data has a number ofdifferent according to the results found in the novel text of the leader of Andrea Hirata’s work.Key words: stylistics, figure of speech, imageryAbstrakKajian Stilistika dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Kajian stilistika dalam novel SangPemimpi Karya Andrea Hirata memaparkan cerita yang sangat baik tentang usaha muda untuk meraihmimpi tetapi tetap menaati tradisi dan agama dengan segala “kenakalan dunia remaja”, sekaligus kerjakeras meraih mimpi yang telah dicanangkan. Bagaimanakah penggunaan bahasa figuratif dalam novelSang Pemimpi karya Andrea Hirata yang meliputi: (1) majas perbandingan, (2) majas pertentangan, (3)majas pertautan, (4) majas perulangan dan Bagaimanakah citraan (imagery) yang terdapat dalam novelSang Pemimpi karya Andrea Hirata yang meliputi: (1) citraan penglihatan, (2) citraan pendengaran,(3) citraan rabaan, (4) citraan gerak, (5) citraan penciuman, (6) Pencecapan, (7) Pengalaman berkaitandengan alam, dan (8) jiwa berkaitan dengan indera. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.Adapun alasan menggunakan metode ini karena berdasarkan karakteristiknya, metode ini berorientasi93pada upaya pemerolehan informasi tentang fenomena-fenomena tertentu secara sistematis, faktual,dan akurat berdasarkan fakta yang didapat dari objek kajian. Metode deskriptif merupakan prosedurpemecahan masalah yang dilakukan dengan menggambarkan atau mendeskripsikan keadaan objekpenelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada. Dengan demikian, hasil penelitian di atas tersebut adadua topik yang belum dicapai karena hasilnya tidak ada seperti pada bahasa figuratif atau gaya bahasaseperti pada majas pertentangan yaitu aksimoron atau gaya bahasa yang mempergunakan kata yangberlawanan kata tidak ditemukan, begitu pula pada pencitraan pencecapan pada novel Sang Pemimpijuga tidak ditemukan hasil data tersebut, sedangkan data yang lainnya memiliki jumlah yang berbedabedasesuai dengan hasil yang ditemukan pada teks novel Sang Pemimpin karya Andrea Hirata tersebut.Kata-kata kunci: stilistika, majas, citraa

    TINDAK TUTUR DOKTER DAN PASIEN DI PUSKESMAS GAMBUT KABUPATEN BANJAR (SPEECH ACT OF DOCTOR AND PATIENT IN PUSKESMAS GAMBUT OF BANJAR DISTRICT)

    Get PDF
    AbstractSpeech Act of Doctor and Patient in Puskesmas Gambut of Banjar District. Speech actis an act of speech when the speaker issued. In the process of physician services topatients are speech acts. This study discusses the speech act clinicians and patients atthe health center Peat Banjar district by gender and age. This study aims to determinewhat kind of speech act that doctors use when serving patients. The approach used inthis study is a qualitative approach, with descriptive methods. The data in this study inthe form of speech that diujarkan by physicians and patients in the health center. Sourcedata obtained from physicians and patients in the form of speech recordings andinterviews. Research instruments such as observation sheets, questionnaires, and fieldnotes, with tools tape recorder, cassette recorders, mobile phones, and other stationery.Data was collected using observation techniques (see) and interviews (competent). Dataanalysis was performed from data collection, the analysis activities include: 1) datareduction, 2) data presentation, and 3) the verification / inference. The results of thisstudy indicate an action can be delivered using a variety of forms of speech. The formsof speech that exist in substitutions at the health center between doctor and patientrepresentative form of speech, commissive, directive, and expressive. Doctors use morerepresentative speech, commissive, and directive, while patients use more representativeand expressive speech. Representative speech acts used by doctors in the form ofprovision of information, shows, and asserted, while the representative speech spokenby patients of different sex and age in the form of acts of grumbling along with anexplanation to elicit responses from physicians. Directive speech spoken male doctor isdifferent from speech female doctors to patients of different gender and age. Maledoctor at a different rule for patient sex and age, using direct speech and short, whilethe speech of women doctors to patients of different sex and age at the time of directspeech and the rule using the term. Commissive speech spoken male physicians andwomen to different patient sex and age in the form of follow-promise and make suggestionsto the patient. Expressive speech spoken form of patient follow-up thank-you to thedoctor.Keywords: speech acts, physicians, patientsAbstrakTindak Tutur Dokter dan Pasien di Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar. Tindaktutur merupakan suatu tindakan ketika penutur mengeluarkan ujaran. Dalam prosespelayanan dokter terhadap pasien terdapat tindak tutur. Penelitian ini membahas tentangtindak tutur dokter dan pasien di Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar berdasarkanperbedaan jenis kelamin dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak80tutur seperti apa yang digunakan dokter ketika melayani pasien. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif.Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang diujarkan oleh dokter dan pasien diPuskesmas. Sumber data diperoleh dari tuturan dokter dan pasien berupa rekamandan hasil wawancara. Instrumen peneliti berupa lembar observasi, daftar pertanyaan,dan catatan lapangan, dengan alat bantu tape recorder, kaset perekam, handphone,dan alat-alat tulis lainnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi(simak) dan wawancara (cakap). Analisis data dilakukan sejak pengumpulan data,dengan aktivitas analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan suatu tindakan dapat disampaikandengan menggunakan berbagai bentuk tuturan. Bentuk-bentuk tuturan yang ada padapertuturan di Puskesmas antara dokter dan pasien berupa tuturan representatif, komisif,direktif, dan ekspresif. Dokter lebih banyak menggunakan tuturan representatif, komisif,dan direktif, sedangkan pasien lebih banyak menggunakan tuturan representatif danekspresif. Tuturan representatif yang digunakan dokter berupa tindak pemberianinformasi, menunjukkan, dan menegaskan, sedangkan tuturan representatif yangdituturkan oleh pasien yang berbeda jenis kelamin dan usia berupa tindak pengeluhanbeserta penjelasan untuk memperoleh respon dari dokter. Tuturan direktif yangdituturkan dokter laki-laki berbeda dengan tuturan dokter perempuan terhadap pasienyang berbeda jenis kelamin dan usia. Dokter laki-laki pada saat memerintah terhadappasien yang berbeda jenis kelamin dan usia, menggunakan tuturan langsung danpendek, sedangkan tuturan dokter perempuan terhadap pasien yang berbeda jeniskelamin dan usia pada saat memerintah menggunakan tuturan langsung dan panjang.Tuturan komisif yang dituturkan dokter laki-laki dan perempuan terhadap pasien yangberbeda jenis kelamin dan usia berupa tindak berjanji dan memberikan usulan terhadappasien. Tuturan ekspresif yang dituturkan pasien berupa tindak ucapan terima kasihterhadap dokter.Kata-kata kunci: tindak tutur, dokter, pasie

    NILAI BUDAYA DALAM TRADISI LISAN PERNIKAHAN ADAT DAYAK MAANYAN DI KALIMANTAN TENGAH (CULTURAL VALUE IN ORAL TRADITION OF DAYAK MAANYAN CUSTOMARY MARRIAGE IN CENTRAL KALIMANTAN

    Get PDF
    AbstractCultural Value in Oral Tradition of Dayak Maanyan Customary Marriage in Central Kalimantan.The aim of this study is to describe the implementation and the cultural values of Dayak Maanyancustomary marriage which is one of the oral tradition form of heritage in a complete processionway. This research uses descriptive qualitative method. The interactive model analysis is carriedout from the data collection, data reduction, and data verification. The research sites are located inPalangka Raya and Buntok. This research is conducted by collecting information about customarymarriage either directly or indirectly from other documents. The research data is extracted from;Interviews with three speakers who are traditional leaders in their area, with supervision, observation,and documentation. The implementation of Dayak Maanyan customary marriage consists of (1) NatasBanjang, (2) The customary law fulfillment, (3) I Wurung Jue, (4) I Gunung Pirak, and (5) Turus Tajak.The cultural value in Natas Banjang is about the relation between human and God, nature, other people,and human itself. The cultural value in customary law fulfillment is about human relation to societyand others. The cultural value in I Wurung Jue is about human relation with nature, human itself andother people. The cultural value in I Gunung Pirak is about human relation with God, nature, societyand human itself. The cultural value in Turus Tajak is about human relation with God, society and otherpeople.Key words: cultural value, oral tradition, customary marriage, dayak maanyanAbstrakNilai Budaya dalam Tradisi Lisan Pernikahan Adat Dayak Maanyan di Kalimantan Tengah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pernikahan dan mengungkapkan nilaibudaya dalam perkawinan adat Dayak Maanyan yang merupakan salah satu bentuk tradisi lisanwarisan leluhur dengan secara lengkap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.Analisis model interaktif dilaksanakan mulai dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajiandata, penyimpulan data, dan verifikasi data. Lokasi penelitian berada di Palangka Raya dan Buntok.Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan informasi tentang pernikahan adat baik secara langsung102maupun tidak langsung dari dokumen yang lain. Data penelitian digali dari wawancara dengan tigaorang narasumber yang merupakan tokoh adat di wilayahnya, melalui pengamatan, observasi, dandokumentasi. Pelaksanaan perkawinan adat Dayak Maanyan terdiri dari prosesi (1) Natas Banjang,(2) Pemenuhan hukum adat, (3) I Wurung Jue, (4) I Gunung Pirak, dan (5) Turus Tajak. Adapunnilai budaya yang terkandung dalam natas banjang, yaitu tentang hubungan manusia: dengan Tuhan,dengan alam, dengan manusia, dan dengan diri sendiri, dalam pemenuhan hukum adat, yaitu tentanghubungan manusia: dengan masyarakat, dengan manusia, dan dengan diri sendiri, dalam I wurungjue, yaitu tentang hubungan manusia: dengan alam, dengan masyarakat, dan dengan manusia, dalamI gunung pirak, yaitu tentang hubungan manusia: dengan Tuhan dan dengan diri sendiri, dan dalamturus tajak, yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia.Kata-kata kunci: nilai budaya, tradisi lisan, pernikahan adat, dayak maanya

    PEMEROLEHAN KALIMAT BAHASA INDONESIA ANAK USIA LIMA TAHUN

    Get PDF
    AbstractAcquisition is a process of mastery of language done by children naturally when he learned the firstlanguage or his mother tongue. In this case, there are two processes that occur in it, namely the acquisitionof language and language learning. Thus, language acquisition is concerned with the first language, whilelanguage learning is concerned with a second language. This study aims to describe the acquisition ofphrases and sentences of Indonesian children aged five years.This research uses a qualitative approachwith descriptive research type of analysis. All data obtained from the speech of a five-year-old childas a source of data. Techniques refer libat proficient, recording techniques, and techniques record is atechnique used by the author to collect data in this study.The results of this study found variations ofphrases and sentences. The phrase in question is a phrase consisting of a nominal phrase, a verbal phrase,a numeral phrase, an adverbial phrase, a preposition phrase, and an adjective phrase. In addition, thefive-year-old also has sentences consisting of core sentences and non-core sentences, single sentences andcompound sentences, major sentences and minor sentences, verbal sentences and non-verbal sentences,as well as free and bound sentences.Thus, the results of this study can be used as one of the comparativematerials with subsequent studies that will examine the acquisition of Indonesian sentence of five-yearoldchild although the aspects studied vary.Key words: earnings, sentences, children five yearsAbstrakPemerolehan Kalimat Bahasa Indonesia Anak Usia Lima Tahun. Pemerolehan merupakan prosespenguasaan bahasa yang dilakukan oleh anak secara natural pada waktu ia belajar bahasa pertamaatau bahasa ibunya. Dalam hal ini, terdapat dua proses yang terjadi di dalamnya, yakni pemerolehanbahasa dan pembelajaran bahasa. Jadi, pemerolehan bahasa berkenaan dengan bahasa pertama,sedangkan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemerolehan frasa dan kalimatbahasa Indonesia anak usia lima tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganjenispenelitian deskriptif analisis. Seluruh data yang didapatkan dari ujaran-ujaran anak usia lima tahunsebagai sumber data. Teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat merupakan teknik yangdigunakan penulis untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini.Hasil penelitian ini ditemukannyabentuk-bentuk frasa dan kalimat yang bervariasi. Frasa yang dimaksud adalah frasa yang terdiri darifrasa nominal, frasa verbal, frasa numeral, frasa adverbial, frasa preposisi, dan frasa adjektival. Selainitu anak usia lima tahun tersebut juga sudah memperoleh kalimat yang terdiri dari kalimat inti dankalimat non-inti, kalimat tunggal dan kalimat majemuk, kalimat mayor dan kalimat minor, kalimat246verbal dan kalimat non-verbal, serta kalimat bebas dan terikat. Dengan demikian, hasil penelitian inidapat dijadikan salah satu bahan pembanding dengan penelitian-penelitian selanjutnya yang akanmengkaji tentang pemerolehan kalimat bahasa Indonesia anak usia lima tahun walaupun dengan aspekyang dikaji berbeda-beda

    DERIVASI VERBA BAHASA BANJAR

    Get PDF
    AbstractDerivation verbs of Banjarese. Derivation does not only happen in Indonesian language, it also happenin local language, such as Banjarmasin. This research focuses on problems of the Derivarion Verbs ofBanjarese. The purposes of this research are (1) to describe the form of derivation verbs of Banjarese,and (2) to describe the function of derivation verbs of Banjarese. Data of this research are the words inBanjarese. The data sources of this research are documentation and informants. Extracting data is takenby using interview technique and record. Data analyzed did by qualitative analysis techniques. Based onthe result research, obtained conclusions are (1) Derivation verbs through affixes, are ba-, di- maN-, ta-,ba-an, di-i, di-akan, di-iakan, maN-i, maN-akan, maN-iakan, ta-i, ta-akan, ta-iakan, -i, -akan, -iakan,and tapa-. Derivation verbs through reduplication, are found some forms such as intact reduplication,partial reduplication (first tribal reduplication, first tribal reduplication + affixes), and changes soundreduplication. While derivation through composition are found some forms, such as composition of freeform with free form and composition of free form with bound form/bound form with free form, and (2)derivation function, affixes addition, repetitions, composition function to change word class.Key words: form, derivation verbs, function, banjareseAbstrakDerivasi Verba Bahasa Banjar. Derivasi tidak hanya terjadi di dalam bahasa Indonesia saja, derivasijuga terjadi dalam bahasa daerah, seperti Banjarmasin. Penelitian ini memfokuskan masalah DerivasiVerba Bahasa Banjar. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) memaparkan bentuk derivasi verbabahasa Banjar, dan (2) memaparkan fungsi derivasi verba dalam bahasa Banjar. Data penelitian iniadalah kata-kata dalam bahasa Banjar. Sumber data penelitian ini adalah dokumentasi dan informan.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan rekaman. Analisis data dilakukan denganteknik análisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan (1) Derivasi verba melaluiafiks, yakni ba-, di-, maN-, ta-, ba-an, di-i, di-akan, di-iakan, maN-i, maN-akan, maN-iakan, ta-i,ta-akan, ta-iakan, -i, -akan, iakan, dan tapa-. Derivasi verba melalui reduplikasi ditemukan bentukbentuk,sperti reduplikasi utuh, reduplikasi sebagian (reduplikasi suku pertama, reduplikasi sukupertama + afiks), dan reduplikasi berubah bunyi. Sedangkan derivasi melalui komposisi ditemukanbentuk-bentuk, seperti komposisi bentuk bebas dengan bentuk bebas dan komposisi bentuk bebasdengan bentuk terikat/bentuk terikat dengan bentuk bebas, sedangkan (2) fungsi derivasi, penambahanafiks, pengulangan, komposisi berfungsi mengubah kelas kata.Kata-kata kunci: bentuk, derivasi verba, fungsi, bahasa Banja

    KEMAMPUAN MEMILIH KATA SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANJARMASIN (THE ABILITY OF ELEVENTH GRADE STUDENTS OF MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANJARMASIN IN SELECTING WORDS)

    Get PDF
    Kemampuan Memilih Kata Siswa Kelas Xi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin.Laporan penelitian yang berjudul Kemampuan Memilih Kata Siswa Kelas XI Madrasah AliyahMuhammadiyah Banjarmasin merupakan hasil penelitian yang peneliti lakukan berdasarkan sumberdata berupa karangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan kemampuansiswa kelas XI Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin dalam memilih kata dari segi ketepatanmakna, kebenaran bentuk, kelaziman penggunaannya, dan kevariasian penggunaan kata di dalamkarangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik tes mengarang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memilih kata masih belum memadai.Para siswa belum memahami sepenuhnya makna kata, perubahan bentuk kata, dan memvariasikanpenggunaan kata di dalam karangannya. Para siswa disarankan untuk terus meningkatkan penguasaandan perbendaharaan kosa katanya, Guru diharapkan lebih banyak memberikan latihan mengarangkepada para siswanya dan mendorong para siswa untuk lebih rajin membaca. Dengan banyaknyapengalaman baca, para siswa dapat bertambah perbendaharaan kosa katanya.Kata-kata kunci: kemampuan, memilih kata, sisw

    MADIHIN: ANALISIS STRUKTUR TEKS, TEMA, DAN CARA PENYAJIANNYA (MADIHIN: TEXT STRUCTURE, THEME, AND WAY OF PRESENTING ANALYSIS)

    Get PDF
    AbstractMadihin: Text Structure, Theme, and Way of Presenting Analysis. This research reviewsthree aspects in oral madihin literature. There are text structure, theme, and way ofpresenting. Text structure in Madihin performance consists of four sections; overture,batabi, content, and closing. This structure is generally used by pemadihinan. However,it is not a standard. Every madihin has differentiation in determining which part shouldbe the first or which section should be omitted. The theme depends on the agenda thatwill be held. Way of presenting can be varied. There is madihin that performed by soloand duet. Solo performance usually tends to use pattern of structure text that generallyused. Whereas, in duet carries feedback poems from each other. Pattern in duet usestext structure which is less different than the general one.Keywords: madihin, text structure, theme, way of presentingAbstrakMadihin: Analisis Struktur Teks, Tema, dan Cara Penyajiannya. Penelitian ini mengkajitigas aspek di dalam sastra lisan madihin, yaitu struktur teks, tema, dan cara penyajian.Struktur teks yang ada pada pertunjukan madihin terdiri dari empat bagian, yaitupembukaan, batabi, isi, dan penutup. Struktur ini merupakan susunan yang umumdigunakan oleh pamadihinan. Namun, struktur ini tidak terlalu baku. Setiap madihinmemiliki perbedaan dalam menentukan bagian mana yang lebih dulu atau penghilanganbagian tertentu. Tema yang diangkat dalam sebuah madihin sangat tergantung dengantema acara tempat madihin itu dilaksanakan. Cara penyajian madihin dapat bermacammacam.Ada pertunjukan madihin yang ditampilkan oleh satu orang, ada yangberpasangan. Penampilan tunggal biasanya cenderung menggunakan pola strukturteks yang umum digunakan. Namun, penampilan yang berpasangan dilaksanakandengan cara berbalas-balasan syair antara pamadihinan yang tampil. Pola berpasanganmenggunakan struktur teks yang sedikit berbeda dengan struktur teks yang umumdigunakan.Kata-kata kunci: madihin, struktur teks, tema, cara penyajia

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇