Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
284 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN MEMBACA SISWA SMP YANG BERMUKIM DI SEKITAR SUNGAI DI KOTA BANJARMASIN
AbstractJunior High School students’ reading skills based around the River in the city of Banjarmasin.Advances in information technology make the world seem so narrow. Through print and electronicmedia, the information comes from an area quickly spread and can be accessed by residents in otherareas. These symptoms necessarily has to be anticipated with completion of reading skills, especiallysince they were sitting on the bench of the school. This research describes: (a) the level of Junior HighSchool students ‘ reading skills who settled in the area of the environment of the River in the city ofBanjarmasin; and the image of interest, read the implementation of learning to read, and the availabilityof means of learning to read in Junior High School who were around the area of the River in the city ofBanjarmasin. This research includes research of fusion (blanded), between quantitative and qualitativeresearch. Data source this study are students and teachers from five schools, i.e. SMPN 2 Banjarmasin,SMPN 4 Banjarmasin, SMPN 26 Banjarmasin,, Kanaan Christian Junior High School, SMP KartikaV-3 Banjarmasin. Engineering data collection carried through tests and nontes. Qualitative data wereanalyzed using the program EXCEL and qualitative data were analyzed based on the analysis of the text.The results showed: (1) literary reading skills of students score of 69% (classified as being); interpretivereading ability score of 43% (belongs to very low); and score reading skills comprehensively of 58%(classified low); (2) the interest of Junior High School students read the classified medium; the timeportion is considered quite memabaca; most of the teachers do not give special reading exercises forstudents; most teachers never hold/includes students in the race to read; availability of books in-schoolpackage is considered already sufficient; dictionaries available to support the implementation of learningto read in school is still lacking; and the availability of newspapers and magazines in school are also stilllacking.Key words: ability, reading, literary, interpretive, river environmentAbstrakKemampuan Membaca Siswa SMP yang Bermukim di Sekitar Sungai di Kota Banjarmasin.Kemajuan teknologi informasi membuat dunia seolah begitu sempit. Melalui media cetak danelektronik, informasi yang berasal dari suatu wilayah secara cepat menyebar dan dapat diakses olehpenduduk di wilayah lain. Gejala tersebut tentu harus diantisipasi dengan penyiapan kemampuanmembaca, terutama sejak mereka duduk di bangku sekolah. Penelitian ini mendeskripsikan tentang:235(a) tingkat kemampuan membaca siswa SMP yang bermukim di daerah lingkungan sungai di KotaBanjarmasin; dan gambaran minat baca, pelaksanaan pembelajaran membaca, dan ketersediaan saranapembelajaran membaca di SMP yang berada di sekitar daerah sungai di Kota Banjarmasin. Penelitianini termasuk penelitian perpaduan (blanded), antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Sumber datapenelitian ini adalah para siswa dan guru dari lima sekolah, yakni SMPN 2 Banjarmasin, SMPN 4Banjarmasin, SMP 26 Banjarmasin, SMP Kristen Kanaan, dan SMP Kartika V-3 Banjarmasin. TeknikPengumpulan data dilakukan melalui tes dan nontes. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakanprogram EXCEL dan data kualitatif dianalisis berdasarkan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan:(1) skor kemampuan membaca literer siswa sebesar 69% (tergolong sedang); skor kemampuan membacainterpretif sebesar 43% (tergolong sangat rendah); dan skor kemampuan membaca secara komprehensifsebesar 58% (tergolong rendah); (2) minat membaca para siswa SMP tergolong sedang; porsi waktumemabaca dianggap cukup; sebagian besar guru tidak memberi latihan khusus membaca bagi parasiswa; sebagaian besar guru tidak pernah mengadakan/mengikutsertakan siswa dalam lomba membaca;ketersediaan buku paket di sekolah dianggap sudah cukup; ketersediaan kamus untuk menunjangpelaksanaan pembelajaran membaca di sekolah masih kurang; dan ketersediaan koran dan majalah disekolah juga masih kurang.Kata-kata kunci: kemampuan, membaca, literer, interpretif, lingkungan sunga
DOMINASI BAHASA SANSKERTA DAN BAHASA ARAB DALAM KOSAKATA SERAPAN BAHASA INDONESIA (SANSKRIT AND ARABIC VOCABULARY DOMINATION IN INDONESIAN ABSORPTION)
AbstractSanskrit and Arabic Vocabulary Domination in Indonesian Absorption. Indonesianderived from Malay, Indonesian but not Malay, Indonesian because it is very differentfrom the Malay language. In the development, the Indonesian language is very muchabsorbed the vocabulary of various languages both foreign languages and regionallanguages . It is an indicator of the vitality of the Malay language, the nature of whichis very easy to accept new developments in adaptation to a modern language. Foreignlanguage vocabulary Indonesian absorbed in development include Sanskrit, thelanguage of India, Tamil, Portuguese, Persians, Chinese, Japanese, Dutch, German,Arabic, and English. While the language of the region include Javanese, Sundanese,Batak language, the language of Minangkabau, Palembang language, the languageof the Bugis, Banjar language, the language of the Papuan languages of Maluku,and others. Referring to the elements of universal culture, which absorbed the vocabularyincludes all the elements, ie the religious system and religious ceremony, and communityorganizations systems, knowledge systems, language, the arts and sports, livelihoodsystems, technologies and equipment, nature and environmental conditions, as well asthe feeling expression and psychosis. In this case the language of Sanskrit and Arabicranks first (9 elements), then the Java language (7 elements), Portuguese (6 elements),Dutch and Parsi (5 elements), English, Tamil, and Chinese (4 elements), as well asother languages relatively low. The height uptake in the vocabulary of the languagerelated to the elements of universal culture showed high intensity of communication,assimilation, acculturation inter-language user is concerned with the people and thenation of Indonesia. The motive of the intensity of communication, assimilation, andacculturation of Sanskrit and Arabic through culture, religion, economics, politics, etc.so that the uptake vocabulary from Sanskrit and Arabic dominates in the formation ofthe Indonesian language.Keywords: domination, absorptionAbstrakDominasi Bahasa Sanskerta dan Bahasa Arab dalam Kosakata Serapan BahasaIndonesia. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, namun bahasa Indonesiabukan bahasa Melayu, karena bahasa Indonesia sangat berbeda dengan bahasaMelayu. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia sangat banyak menyerapkosakata dari berbagai bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa daerah. Hal inisebagai indikator vitalitas dari bahasa Melayu, yaitu sifat yang sangat mudah menerimaperkembangan baru dalam adaptasi untuk menjadi bahasa yang modern. Bahasa asingyang kosakatanya diserap dalam perkembangan bahasa Indonesia meliputi bahasa225Sanskerta, bahasa India, bahasa Tamil, bahasa Portugis, bahasa Parsi, bahasa China,bahasa Jepang, bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Arab, dan bahasa Inggris,sedangkan dari bahasa daerah meliputi bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Batak,bahasa Minang, bahasa Palembang, bahasa Bugis, bahasa Banjar, bahasa dari Papua,bahasa dari Maluku, dan lain-lain. Mengacu pada unsur kebudayaan universal,kosakata yang diserap meliputi seluruh unsur, yaitu sistem religi dan upacarakeagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa,kesenian dan olahraga, sistem mata pencaharian, teknologi dan peralatan, kondisialam dan lingkungan, serta ungkapan perasaan dan kejiwaan. Dalam hal ini, bahasaSanskerta dan bahasa Arab menduduki urutan pertama (9 unsur), kemudian bahasaJawa (7 unsur), bahasa Portugis (6 unsur), bahasa Belanda dan Parsi (5 unsur),bahasa Inggris, Tamil, dan Cina (4 unsur), serta bahasa lainnya yang relatif rendah.Tingginya serapan kosakata dari bahasa di atas berkaitan dengan unsur budayauniversal menunjukkan tingginya intensitas komunikasi, asimilasi, akulturasiantarmasyarakat pemakai bahasa yang bersangkutan dengan masyarakat dan bangsaIndonesia. Motif dari intensitas komunikasi, asimilasi, dan akulturasi dari bahasaSanskerta dan bahasa Arab merasuk pada semua aspek kehidupan masyarakat melaluibudaya, agama, politik, dan ekonomi sehingga dominasi bahasa Sanskerta dan bahasaArab sangat tinggi dalam serapan kosakata bahasa Indonesia.Kata-kata kunci: dominasi, serapa
BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI KASANA KAYAU PADA MASYARAKAT DAYAK NGAJU DI KABUPATEN KATINGAN (THE FORM, MEANING, AND FUNCTION OF THE KASANA KAYAU AT DAYAK NGAJU PEOPLE IN KATINGAN REGENCY)
AbstractThe form, meaning, and function of the Kasana Kayau at Dayak Ngaju people in Katingan regency.The purpose of the study are (1) to describe the form of Kasana Kayau at Dayak Ngaju people inKatingan regency; (2) to describe the meaning of Kasana Kayau at Dayak Ngaju people in Katinganregency; (3) to describe the function of Kasana Kayau at Dayak Ngaju people in Katingan regency. Thequalitative method is chosen in order to describe of how the form, meaning, and function of KasanaKayau verbal tradition. This method is a method that is used to describe the fact, data, and materialobject quantitatively. The description does not refer to a specific value but it is based on such expressionof language in order to have right and systematic interpretation. Furthermore, this study is also usingspecific technic of data collection, that are (1) recording technic, both of audio and audiovisual; (2) takingnote; (3) interview; (4) library studied and documents analysis. As the result of the study, Kasana Kayauis in the form of freestyle poem which it does not refer to the rule of the old one, such as the number ofline, words, syllable, and rhyme. However, Kasana Kayau is still built in based on theme, sound, line,distich and diction. Furthermore, the result of the study which refers to the meaning of Kasana Kayau“Peteh Akan Anak SAkula”,”Mandahen Kapakat Helu”, and “Maningak Panganten”, are denotative andConnotative meaning. Then regarding to the function of Kasana Kayau “Peteh Akan Anak Sekula”, itcovers giving information, support, and spirit. Kasana Kayau “Mandehen Hapakat Helu” function is togive advice, present such moral value of live that are patience and firmness. It also provide it listenerswith advice and message.Key words: form, meaning, function, kasana kayauAbstrakBentuk, Makna, dan Fungsi Kasana Kayau pada Masyarakat Dayak Ngaju di Kabupaten Katingan.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk kasana kayau pada masyarakat Dayak Ngajudi Kabupaten Katingan; (2) mendeskripsikan makna kasana kayau pada masyarakat Dayak Ngaju diKabupaten Katingan; dan (3) mendeskripsikan fungsi kasana kayau pada masyarakat Dayak Ngaju diKabupaten Katingan. Metode penelitian ini adalah kualitatif yaitu metode yang memberikan gambarantentang fakta, data, dan objek material. Bukan berupa bentuk angka-angka tetapi ungkapan bahasaapapun bentuknya melalui interpretasi yang tepat dan sistematis. Teknik pengumpulan data dalampenelitian ini menggunakan: (1) teknik perekaman, baik audio maupun audiovisual, (2) pencatatan,58(3) wawancara yang mendalam, (4) studi kepustakaan dan analisis dokumentasi. Hasil penelitianmengenai bentuk dalam kasana kayau yang berjudul “Peteh akan Anak Sakula”, “Mandahen KapakatHelu”, dan “Maningak Panganten”, meliputi: tema, bunyi, baris, bait, dan diksi. Hasil penelitian maknayang terkandung dalam kasana kayau “Peteh akan Anak Sakula”, “Mandahen Kapakat Helu”, dan“Maningak Panganten”, adalah makna denotatif dan makna konotatif. Hasil penelitian mengenaifungsi kasana kayau “Peteh akan Anak Sakula” ini meliputi: memberi motivasi, memberi dorongan,dan memberi semangat. Fungsi kasana kayau “Mandehen Kapakat Helu” meliputi: memberi nasihat,pemersatu, dan saling menghormati. Fungsi Kasana kayau “Maningak Panganten” meliputi: memberinasihat, mengajarkan tentang hidup harus sabar dan tabah, memberi wejangan, dan memberi pesan.Kata-kata kunci: bentuk, makna, fungsi, kasana kaya
KESANTUNAN TINDAK TUTUR DALAM KOMUNIKASI TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT DAHA SEJAHTERA
AbstractPoliteness of Speech in the Communication of Health Personnel at Daha Sejahtera Hospital. Thisresearch is a qualitative research that analyzes the politeness of speech acts doctor, nurse with patient andpatient family at Daha Sejahtera Hospital. This research also uses descriptive approach. Triangulationused are: source technique, method, researcher, and theory. The result of the research shows that (1)Behavior of speech acts in health personnel communication at Daha Sejahtera Hospital is a form ofpoliteness in the form of: maxim of wisdom, maxim of generosity, maxim of praise, maxim of humbleness,maxim of agreement and maxim of sympathy. Decent communication is believed to minimize the tensionor inconvenience of the people in the Daha Sejahtera hospitals by using spoken spoken language well andcorrectly will reduce the conflict in communicating and also strengthen the sense of good brotherhoodthat aims to make people others do something according to the speaker’s wishes. (2) Communication ofhealth personnel at RSUD Daha Sejahtera as a function of language politeness ie for action to save face,action to avoid conflict, action to respect, action to reduce burden, action to entertain, and action togive motivation. It serves as a person’s desire to be independent, free to act, and not compelled by othersthrough orders and requests, advice, advice, warnings, threats and challenges to ask for a particularaction, speakers can do or not do speech acts (with gestures).Key words: courtesy, speech, communication, health manpowerAbstrakKesantunan Tindak Tutur dalam Komunikasi Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Daha Sejahtera.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menganalisis kesantunan tindak tutur dokter,perawat dengan pasien dan keluarga pasien di RSUD Daha Sejahtera. Penelitian ini juga menggunakanpendekatan deskriptif. Triangulasi yang digunakan yaitu: teknik sumber, metode, peneliti, dan teori.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Wujud kesantunan tindak tutur dalam komunikasi tenagakesehatan di Rumah Sakit Daha sejahtera merupakan wujud kesantunan dalam wujud: maksim kearifan,maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahatian, maksim kesepakatan dan maksimsimpati. Komunikasi yang santun diyakini akan memperkecil ketegangan atau ketidaknyamanan orangorang(pasien) tersebut dalam ruang inap di RSUD Daha Sejahtera dengan penggunaan bahasa tutursecara lisan yang baik dan benar akan mengurangi konflik dalam berkomunikasi dan juga menguatkanrasa persaudaraan yang baik yang bertujuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu sesuaidengan keinginan penutur. (2) Komunikasi tenaga kesehatan di RSUD Daha Sejahtera yang sebagai222fungsi kesantunan berbahasa, yakni untuk tindakan untuk menyelamatkan muka, tindakan untukmenghindari konflik, tindakan untuk menghormati, tindakan untuk mengurangi beban, tindakan untukmenghibur, dan tindakan untuk memberi motivasi. Hal ini berfungsi sebagai keinginan seseorang untukmandiri, bebas bertindak, dan tidak dipaksa oleh orang lain melalui perintah dan permintaan, saran,nasihat, peringatan, ancaman, dan tantangan untuk meminta melakukan suatu tindakan tertentu,penutur dapat melakukan atau tidak melakukan tindak tutur (dengan gerak-gerik).Kata-kata kunci: kesantunan, tindak tutur, komunikasi, tenaga kesehata
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK WACANA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC SISWA KELAS X SURVEY DAN PEMETAAN SEMESTER I SMK NEGERI 1 PALANGKA RAYA TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016 (IMPROVING THE ABILITY OF DISCOURSE LISTENING THROUGH THE APPLICATION OF CIRC LEARNING MODEL OF THE FIRST SEMESTER OF GRADE TENTH STUDENTS OF SURVEY AND MAPPING OF SMK NEGERI 1 PALANGKA RAYA OF 2015/2016 ACADEMIC YEAR
Peningkatan Kemampuan Menyimak Wacana melalui Penerapan Model Pembelajaran CooperativeIntegrated Reading And Composition (CIRC) Siswa Kelas X Survey dan Pemetaan Semester I SMKNegeri 1 Palangka Raya Tahun Pembelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadanya peningkatan aktivitas dan pemahaman siswa, serta respon siswa terhadap materi menyimakwacana melalui penerapan model CIRC di kelas X Survey dan Pemetaan semester I SMK Negeri 1Palangkaraya tahun pembelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode214penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan menurut pendekatan kualitatif dengan menggunakanmodel Kemmis dan Mc.Taggart yang mencakup 4 langkah, yaitu: (1) penyusunan tindakan, (2)rencana tindakan, (3) observasi tindakan, (4) refleksi atas tindakan yang dilaksanakan. Instrumenyang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar pengamatan, angket, nilai, dan soal evaluasi. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa, pemahaman siswa terhadap model pembelajaran CIRC meningkatdilihat dari rata-rata nilai evaluasi siswa pada siklus I 69,69 dan mengalami peningkatan pada siklusII dengan rata-rata 77,27. Aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran CIRC sudahbaik, dilihat dari rata-rata siklus I 2,52 meningkat menjadi 2,81 pada siklus II. Respon siswa terhadapmodel pembelajaran CIRC positif, karena dapat menciptakan interaksi antarsiswa maupun siswa danguru. Dengan demikian, model pembelajaran CIRC dapat membuat siswa lebih ikut aktif dalam prosesbelajar mengajar pada materi menyimak wacana dengan nilai ketuntasan secara klasikal 78,78%.Kata-kata kunci: peningkatan, wacana, CIR
KEMAMPUAN MENULIS JURNAL LITERASI SASTRA SISWA SMA NEGERI 7 BANJARMASIN
AbstractWriting Ability on Literacy Literature Journal by Students of SMA Negeri 7 Banjarmasin. Journal ofliteracy literature is one of the students work in the form of book reports after the basic literacy habituationis done. This study examines (1) the content of literacy literature journal, and (2) the constraints inwriting the literacy literature journal content of SMA Negeri 7 Banjarmasin students. This research usedescriptive qualitative approach. Data and sources of data in this research is the result of writing in theliteracy literature journal by students of SMA Negeri 7 Banjarmasin. Data collection techniques in thisstudy by doing observation, questionnaire, interview, population and sample. The population in thisstudy is the eleven grade students. The technique used is random sampling, which is by taking 10% oftotal population 311 counted 32 samples. Data analysis technique techniques of this research are throughthree steps such as reduction data, presentation data and conclusion by using the formula of the averagelevel mastery. The results obtained from literacy literature journal writing skills were viewed based onfive rating categories with scores; (1) content 79.6%, (2) organization 75.3%, (3) vocabulary 67.6%, (4)syntax 75.4%, and (5) mechanism 92.6%. So, the average literacy literature writing skills of SMA Negeri7 Banajarmasin students get good assessment qualification, that is 78.1% located at interval 75-84%.The constraints found in the literacy literature journal writing rests on two main factors, namely internalfactors and external factors. The constraints found in the internal factor includes; (1) determining themain idea of the story, (2) the final/ inductive topic, (3) the development of the paragraph, and (4) theuse of spelling and punctuation, while the constraints found in the external factor includes; (1) limitedtime, and (2) limited reading sources.Key words: writing ability, literacy literature journalAbstrakKemampuan Menulis Jurnal Literasi Sastra Siswa SMA Negeri 7 Banjarmasin. Jurnal literasi sastramerupakan salah satu karya siswa berbentuk laporan hasil bacaan setelah kegiatan pembiasaan literasidasar dilakukan. Penelitian ini mengkaji tentang (1) isi jurnal literasi sastra, dan (2) kendala-kendaladalam penulisan isi jurnal literasi sastra siswa SMA Negeri 7 Banjarmasin. Peneltian ini menggunakanpendekatan deskriptif kualitatif. Data dan sumber data penelitian ini ialah hasil tulisan siswa padajurnal literasi sastra. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, angket, wawancara, sertapopulasi dan sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI. Teknik yang digunakan dalampengambilan sampel adalah random sampling, yaitu dengan mengambil 10% dari jumlah populasi 311279sebanyak 32 sampel. Teknik analisis data melalui langkah reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan dengan menggunakan rumus rata-rata tingkat penguasaan. Hasil penelitian yang diperolehdari kemampuan menulis jurnal literasi sastra dilihat berdasarkan lima kategori penilaian dengan hasil;(1) isi 79,6%, (2) organisasi 75,3%, (3) kosakata 67,6%, (4) sintaksis 75,4%, dan (5) mekanisme 92,6%.Rata-rata kemampuan menulis jurnal literasi sastra siswa SMA Negeri 7 Banajarmasin mendapatkankualifikasi penilaian yang baik dengan nilai 78,1%. Kendala yang ditemukan terdapat pada dua faktorutama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pada faktor internal meliputi; (1) menentukan idepokok cerita, (2) topik akhir/induktif, (3) pengembangan paragraf, dan (4) penggunaan ejaan dan tandabaca, sedangkan pada faktor eksternal; meliputi (1) keterbatasan waktu, dan (2) sumber bacaan.Kata-kata kunci: kemampuan menulis, jurnal literasi sastr
ONLINE SHOPPING REGISTERS ON SOCIAL MEDIA APPLICATIONS (REGISTER JUAL BELI ONLINE PADA APLIKASI MEDIA SOSIAL)
AbstractOnline Shopping Registers on Social Media Applications. Registers is a variation of language used ina particular field in which applied in the use of selling and purchasing transaction language. Therefore,this study examines (1) the process of morphology registers in online shopping, (2) the registers syntaxstructure in online shopping, and (3) the variations of registers stylistic form in the online shopping onsocial media application. This research uses qualitative descriptive approach. Data and source of data ofthis research is in a written speech form which taken from sellers and buyers who communicate duringonline shopping transaction. Data collection technique uses observation method through intensivereading and writing techniques. Data analysis techniques of this research are through three steps suchas reduction data, presentation data and conclusion. The results obtained are as follows. First, themorphology process found in the registers includes (1) affixation, (2) reduplication, (3) composition, and(4) abbreviation. Second, the syntactic structure found in the register is in the form of ellipsis sentenceswith the subject delegation, predicate and subject with predicate. Third, the form of stylistic variationsfound in the registers include (1) code mixing, (2) interference, and (3) the use of casual variety.Key words: registers, registers morphology, registers syntax, variations of registers stylisticAbstrakRegister Jual Beli Online pada Aplikasi Media Sosial. Register merupakan variasi bahasa yangdigunakan dalam bidang tertentu yang salah satunya penggunaan bahasa dalam jual beli. Olehsebab itu, penelitian ini mengkaji tentang (1) proses morfologis register jual beli online, (2) struktursintaksis register jual beli online, dan (3) wujud variasi stilistik register jual beli online pada beberapaaplikasi media sosial. Peneltian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dan sumberdata penelitian ini ialah tuturan tertulis dari penjual dan pembeli yang berkomunikasi selama prosesjual beli online berlangsung. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak melalui teknikpembacaan intensif dan pencatatan. Teknik analisis data melalui langkah reduksi data, penyajian datadan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. Pertama, prosesmorfologis yang ditemukan meliputi; (1) afiksasi, (2) reduplikasi, (3) komposisi, dan (4) abreviasi.Kedua, struktur sintaksis yang ditemukan berupa kalimat elipsis dengan pelesapan subjek, predikatserta subjek dan predikat. Ketiga, wujud variasi stilistik yang ditemukan meliputi; (1) campur kode, (2)interferensi, dan (3) penggunaan ragam santai.Kata-kata kunci: register, morfologis register, sintaksis register, variasi stilistik registe
STRUKTUR BAHASA NASKAH HUKUM ADAT DAYAK MAANYAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN (LANGUAGE STRUCTURE IN THE SCRIPT OF DAYAK MAANYAN CUSTOMARY LAW ON FOREST MANAGEMENT)
Struktur Bahasa Naskah Hukum Adat Dayak Maanyan dalam Pengelolaan Hutan. Adat istiadatdapat mencerminkan jiwa dan kepribadian suatu masyarakat. Ini berarti adat istiadat itu sangatdihormati dan benar-benar dijunjung tinggi oleh masyarakat pendukungnya demikian juga denganmasyarakat Dayak Maanyan. Adat tersebut tercermin dalam kegiatan kepercayaan yang dianutsebagai komponen utama dalam pengaturan sistem kehidupan bermasyarakat. Berkaitan denganhal tersebut penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendangan dalam menempatkan pola pikir dan polatindak masyarakat adat etnik Dayak dalam memperlakukan dan memanfaatkan alam lingkungannyaberdasarkan norma-norma hukum adat. Metode kualitatif Bogdan dan Biklen yang digunakan dalampenelitian ini. Hasil penelitian ditemukan pertama, struktur bahasa dan makna naskah hukum adatDayak Maayan mengenai pengelolaan hutan, ditemukan 3 macam struktur bahasa, yaitu strukturbahasa dari segi diethises kalimat, struktur bahasa dari segi gramatikal, dan struktur bahasa dari segiunsur kalimat. Kedua, struktur bahasa yang lebih dominan ditemukan struktur bahasa dari segi unsurkalimat yang berjumlah 15 buah, struktur bahasa lain ialah 9 buah struktur bahasa dari segi diathesis228kalimat, dan 5 buah struktur bahasa dari segi gramatikal.Kata-kata kunci: struktur bahasa, naskah hukum ada
HEGEMONI BUDAYA KONSUMEN PADA STRUKTUR TEKS IKLAN DI TELEVISI
AbstractThe Hegemony of Consumer Culture on the Structure Ad Text in Television. Hegemony is concernedwith the cultivation of influence by the dominant group to maintain and develop of ideologies andcultures. Advertisers instill a consumer culture to help sales of a number of products in the community. Inaddition, the cultivation of consumer culture has implications for the acceptance of lifestyle and standardlabeling of a worldview. The hegemony of consumer culture is displayed in the structure of ad text ontelevision. The text structure is divided into 3, the text that contains the main text, body, and closing.Key words: hegemony, consumer culture, ad textAbstrakHegemoni Budaya Konsumen pada Struktur Teks Iklan di Televisi. Hegemoni berkaitan denganpenanaman pengaruh oleh pihak dominan untuk mempertahankan dan mengembangkan ideologimaupun budaya. Pengiklan menanamkan budaya konsumen untuk membantu penjualan terhadapsejumlah produk di masyarakat. Selain itu, penanaman budaya konsumen berimplikasi padakeberterimaan terhadap gaya hidup dan pelabelan standar suatu pandangan dunia. Penghegemonianbudaya konsumen terlihat pada struktur teks iklan di televisi. Struktur teks tersebut dibedakan menjadi3, yaitu teks yang berisi teks utama, badan, dan penutup.Kata-kata kunci: hegemoni, budaya konsumen, iklan produ
KARAKTER DAN KONFLIK TOKOH DALAM NASKAH PERTUNJUKAN MAMANDA KARYA SIRAJUL HUDA (THE FIGURES’ CHARACTERS AND CONFLICTS IN THE SCRIPT OF THE SHOW OF MAMANDA BY SIRAJUL HUDA)
Karakter dan Konflik Tokoh dalam Naskah Pertunjukan Mamanda karya Sirajul Huda. Bukuini yang berjudul naskah pertunjukan mamanda teater tradisi banjar berisi kesejarahan dari cirikarakter tokoh yang dilakoni dan sekaligus nama-nama pada Mamanda sebuah simbol yang memilikimakna pada jalan alur cerita tersebut. Dengan demikian, peneliti tertarik membahas penelitian agarmasyarakat Banjar cinta akan budaya dan kesenian tradisional pada cerita teater. Sehingga, penelitianini bertujuan menjawab dua masalah yaitu, (a) memaparkan karakter dalam kumpulan naskahpertunjukkan Mamanda karya Sirajul Huda, dan (b) mendeskripsikan konflik tokoh yang ada dalamkumpulan naskah Mamanda karya Sirajul Huda. Metode yang digunakan dalam penelitian terhadapdrama Mamanda Teater Tradisi Banjar karya Sirajul Huda ini adalah dengan menggunakan metode185deskriptif analisis. Dari hasil penelitian karakter dan konflik tokoh sebagai wujud dari analisis karakterpada naskah mamanda dari kelima judul seperti Bara api dari utara, kumala naga mirah sila utama,merajut asa di palinggam cahaya, putri cahaya khairani, dan raden angga sukma perdana, adalahkarakter yang beragam namun memiliki konflik yang berbeda-pada tiap sudut pandang alur ceritatersebut, memiliki kesamaan pada nama tokoh namun peran dan cerita berbeda masalah salah satunyakonflik perebutan tahta, kekacauan pada lingkungan masyarakat, penculikan putri kerajaan, bahkandari segi percintaan sesama alam lain pun juga ada, pada naskah pertunjukan mamada tradisi banjarini lebih melek unsur budaya banjar baik dari perkataan, kebiasaan, bahkan apa saja yang diperlukansaat menanggulangi permasalahan yang muncul selalu dihadapi dengan baik, yaitu memberikan sarandan masukan kepada ke kerajaan maupun sultan yang mendengarkan atau menghargai pendapat yanglebih dewasa. Dengan demikian, tradisi di Banjar yang santun dapat diapresiasikan pada kehidupansehari-hari.Kata-kata kunci: karakter, konflik, mamand