Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
284 research outputs found
Sort by
NILAI KARAKTER DALAM TEKS LAGU BANJAR
AbstractThe Character Value on the text of the Banjarese Song. This research aims to knowingthe character values in the Banjar’s text song and the application of the character’svalues in social life. The method in this research is a qualitative method with contentanalysis method. This research type is documentation with technique that is datacollecting, selecting data, analyzing data in table, and concluding data. By using thismethod is expected the research can produce the purpose which with what is expectedresearcher. Researcher take data as much as 10 song text Banjar. Data’s sorce takendoes not consider who sing and create that Banjar’s song. The character valuecontained in the Banjar’ text song refers to 18 characters values, which are: religious,honest, toleracet, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity,nationality’s spirit or nationalism, love of the country, appreciate the achievement,communicative, like in peace, like to read, cares to environment, cares to social, andresponsibility. Character value’s form in social life depends on awareness-self inimportance to be a moral nation generation, good morals, and self responsible, social,and nation.Key words: character value, banjarese songAbstrakNilai Karakter dalam Teks Lagu Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinilai-nilai karakter dalam teks lagu Banjar dan penerapan (wujud) nilai-nilai karakteritu dalam kehidupan bermasyarakat. Metode dalam penelitian ini merupakan metodekualitatif dengan metode analisis isi. Jenis penelitian ini adalah dokumentasi denganteknik pengumpulan data yaitu (1) pengumpulan data, (2) penyeleksian data, (3)menganalisis data dalam tabel, dan (4) menyimpulkan data. Dengan menggunakanmetode ini diharapkan penelitian dapat menghasilkan tujuan yang sesuai dengan apayang diharapkan peneliti. Peneliti mengambil data sebanyak 10 teks lagu Banjar.Sumber data yang diambil tidak mempertimbangkan siapa yang menyanyikan danpencipta lagu Banjar tersebut. Nilai karakter yang terdapat dalam teks lagu Banjarmengacu kepada 18 nilai karakter, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras,kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan atau nasionalisme,cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, pedulilingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Wujud nilai karakter dalam kehidupanbermasyarakat bergantung kepada kesadaran diri akan pentingnya menjadi generasibangsa yang bermoral, berakhlak baik, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri,masyarakat, dan bangsa.Kata-kata kunci: nilai karakter, lagu banja
STRUKTUR NARASI PERKAWINAN ADAT BANJAR DI KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KABUPATEN KOTABARU
AbstractNarrative Structure on Banjar Traditional Marriage in Kecamatan Pulau Laut UtaraKabupaten Kotabaru. Narrative structures are the narrator's way of presenting events toaudiences. The narrative has a structure from start to finish. The narrative structure foundin Banjar marriage in Kecamatan Pulau Laut Utara consists of 3 (three) stages: first,middle, and end. Adat Banjar is an idea of Banjar urban culture in developing culturalsystem, social system and cultural material which is related to religion, through variousprocess of adaptation, acculturation and assimilation. So that will appear to be mixing incultural aspects. The focus of this research is the narrative structure, at the stage of jujurmaatar and stage of marriage ceremony. The approach used is anthropological approach,with the type of descriptive research, and research method used is qualitative method. Theresults of this study are as follows: narrative structure found in Banjar customarymarriage, namely: 1) the structure of narrative stage jujuran maatar, early stage(welcoming the prospective groom), middle stage (delivery of delivery by the prospectivegroom) male and acceptance of delivery by the prospective bride), and the final stage(prayer and fresh bite). 2) The structure of the narrative stage of the marriage ceremony;2.1 stages of requesting permission to be married, early stage (prospective bride askspermission to be married), middle stage (guardians grant permission), and final stage(guardian represents to the penghulu and penghulu receive to represent the guardian). 2.2phase of marriage ceremony, early stage (opening ceremony of marriage ceremony),middle stage (qabul qabul and sighat ta'lik reading), and final stage (prayer read).Key words: narrative structure, Banjar customary marriageAbstrakStruktur Narasi Perkawinan Adat Banjar di Kecamatan Pulau Laut Utara KabupatenKotabaru. Struktur narasi adalah cara pembuat narasi dalam menghadirkan peristiwakepada khalayak. Narasi mempunyai struktur dari awal hingga akhir. Struktur narasi yangterdapat pada perkawinan adat Banjar di Kecamatan Pulau Laut Utara, terdiri dari 3(tiga) tahap, yaitu: tahap awal (beginning), tahap tengah (midle), dan tahap akhir (end).Adat Banjar adalah sebuah gagasan kebudayaan urang Banjar dalam mengembangkansistem budaya, sistem sosial dan material budaya yang mana berkaitan dengan religi,melalui berbagai proses adaptasi, akulturasi dan asimilasi. Sehingga akan tampakterjadinya pembauran dalam aspek-aspek budaya. Fokus penelitian ini adalah strukturnarasi, pada tahap maatar jujuran dan tahap upacara nikah. Pendekatan yang gunakanadalah pendekatan antropologis, dengan jenis penelitian deskriptif, dan metode penelitianyang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:37struktur narasi yang terdapat pada perkawinan adat Banjar, yaitu: 1) struktur narasitahap maatar jujuran, tahap awal (penyambutan pihak calon mempelai laki-laki), tahaptengah (penyerahan hantaran oleh pihak calon mempelai laki-laki dan penerimaanhantaran oleh pihak calon mempelai perempuan), dan tahap akhir (doa dan tapung tawar).2) Struktur narasi tahap upacara nikah; 2.1 tahap meminta izin untuk dinikahkan, tahapawal (calon mempelai perempuan meminta izin untuk dinikahkan), tahap tengah (walimemberikan izin), dan tahap akhir (wali berwakil kepada penghulu dan penghulumenerima untuk mewakilkan wali). 2.2 tahap akad nikah, tahap awal (pembukaan acaraakad nikah), tahap tengah (ijab qabul dan pembacaan sighat ta’lik), dan tahap akhir(pembacaan doa).Kata-kata kunci: struktur narasi, perkawinan adat Banja
LINTASAN PEMIKIRAN ESTETIKA PUISI INDONESIA MODERN (THE PERIOD OF ORIENTATION MINDED INDONESIAN’S MODERN POETRY AESTHETIC)
AbstractThe Period of orientation minded Indonesian’s modern poetry aesthetic. The orientationminded Indonesian’s modern poetry aesthetic leads to aesthetic theory of harmony,deviation, and emancipatory. The conception of poetry by Sanusi Pane, Rustam Effendi’spoems appearance, and the sonnets by M. Yamin which have soul about nationalism,have relation to harmony of pantun and syair’s asthetic. Mind of deviation aestheticmarked by Chairil’s free poetry that emphasized the depth of the meaning rather thanlinguistic devices. Emancipatory aesthetic found by credo Sutardji that liberating wordsfrom the hegemony of meaning. Remy Silado offering the mbeling poem’s aesthetic asan integral part of the aesthetics of Indonesian’s contemporary poetry. Those minded isvery useful for the construction of the historiography Indonesian’s modern poetryaesthetic which is until right now still through emptyness.Keywords: indonesian poetry aesthetics, aesthetic harmony, aesthetic deviation,aesthetic emancipatoryAbstrakLintasan Pemikiran Estetika Puisi Indonesia Modern. Orientasi pemikiran estetika puisiIndonesia modern mengarah pada teori estetika harmoni, deviasi, dan emansipatori.Konsepsi sajak oleh Sanusi Pane, penampilan sajak-sajak Rustam Effendi, dan sonetasonetayang berjiwa kebangsaan M. Yamin secara harmoni masih terikat pada estetikapantun dan syair. Pemikiran estetika deviasi ditandai oleh kemunculan puisi-puisibebas Chairil yang menekankan pada kedalaman makna daripada sarana kebahasaan.Pemikiran estetika emansipatori ditemukan pada kredo Sutardji yang membebaskankata dari penjajahan makna. Remy Silado menawarkan estetika puisi mbeling sebagaibagian integral dari estetika puisi Indonesia kontemporer. Itu semua sangat bergunauntuk penyusunan historiografi estetika puisi Indonesia modern yang hingga saat inimasih mengalami kekosongan.Kata-kata kunci: estetika puisi Indonesia, estetika harmoni, estetika deviasi,estetika emansipator
KESANTUNAN BERBAHASA BANJAR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR KELUA KABUPATEN TABALONG (POLITENESS OF SPEAKING BANJARESE ON TRADING TRANSACTION AT KELUA MARKET OF TABALONG DISTRICT)
AbstractPoliteness of Speaking Banjarese on Trading Transaction at Kelua Market of TabalongDistrict. Politeness of speaking is our ethics in have socialization in society with goodword election and use and also pay attention to whereabout, when, to whom, with aneye to what we converse decently. Research focused Brown politeness theory andLevinson. Pursuant to the theory a acting to say can represent threat to face. Facerelate at emotional and social meaning of it self which each and everyone own andexpect others to know it. This research aim to obtain get deskription objectively about(1) existing the negative and positive politeness, (2) strategy of negative and positivepoliteness, (3) function of negative and positive politeness in transaction of sales inmarket Kelua. Type of this Research is descriptive research qualitative. Source of datais tuturan of containing buyer and seller of suavity in sales transaction. Data obtainedby through recording. Analyse data conducted by after data gathered continually ineach research step. Result of research in sales transaction indicate that to exist positivesuavity seen from acting to say direct, word use change personal ‘ I am’ as subjek, andthe next name to what the partner say and also the same view between both orienting atapproach. Exist negative suavity seen from name use of behind and the opdon gift topartner say and also tuturan orienting at evasion weared in negotiation at work.Politeness strategy used by is positive suavity strategy, and off-record negativity.Politeness function there is six, that is function ask, expressing and governing conductedby penutur, function reply conducted by partner say, inclusive of function reply at oneblow refuse and accept. Pursuant to result of this research, is suggested that to beconducted by a research which is more amount of about politeness of along withdeveloping of method and base of other theory.Keywords: politeness, language banjar, sales transactionAbstrakKesantunan Berbahasa Banjar dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Kelua KabupatenTabalong. Kesantunan berbahasa adalah etika dalam bersosialisasi di masyarakatdengan pemilihan kata yang baik dan penggunaan dan juga memperhatikan ke mana,kapan, kepada siapa, dengan apa yang kita berbicara santun. Penelitian menggunakanteori kesantunan Brown dan Levinson. Berdasarkan teori yang bertindak untukmengatakan dapat mewakili ancaman terhadap wajah. Wajah mengacu pada maknaemosional dan sosial itu sendiri yang setiap orang memiliki dan mengharapkan oranglain mengetahuinya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi objektiftentang (1) keberadaan kesantunan negatif dan positif (2) strategi kesantunan negatif94dan positif (3) fungsi kesantunan negatif dan positif dalam transaksi jual beli di pasarKelua. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data adalahtuturan dari pembeli dan penjual dalam transaksi penjualan yang mengandungkesantunan. Data diperoleh melalui rekaman. Analisis data dilakukan setelah datadikumpulkan terus-menerus dalam setiap langkah penelitian. Hasil penelitian dalamtransaksi penjualan menunjukkan bahwa untuk eksis kesopanan positif dilihat daribertindak untuk mengatakan langsung, kata perubahan penggunaan pribadi ‘saya’sebagai subjek, dan nama di samping apa yang pasangan mengatakan dan jugapandangan yang sama antara berorientasi baik pada pendekatan. Keberadaankesantunan negatif terlihat dari penggunaan nama di belakang dan karunia opdonuntuk bermitra katakan dan juga tuturan berorientasi pada penghindaran dipakaidalam negosiasi di tempat kerja. Strategi kesantunan yang digunakan adalah strategikesopanan positif, dan off-record negatif. Fungsi kesantunan ada enam, yaitu fungsibertanya, mengekspresikan dan mengatur dilakukan oleh penutur, fungsi yangdilakukan oleh mitra mengatakan, termasuk jawaban fungsi sekaligus menolak danmenerima. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dapat dilakukan penelitianyang lebih banyak lagi tentang kesantunan dari seiring dengan pengembangan metodedan basis teori lainnya.Kata-kata kunci: kesantunan, bahasa banjar, transaksi jual bel
PEMEROLEHAN MORFEM ANAK USIA 2 TAHUN SAMPAI 2 TAHUN 6 BULAN (THE MORPHEME ACQUISITION OF 2 UP TO 2 YEARS OLD AND A HALF KIDS)
AbstractThe Morpheme Acquisition of 2 Up to 2 Years Old and a Half Kids. The study waslimited in the scope of his language skills, especially in the morpheme children at age 2years to 2 years 6 months. In addition, some parents are still many do not keep up withher well-spoken language development in behavior and development. This study useda qualitative descriptive method. The study was done in order to determine the form ofmorphemes the child, the child form of words that are strung together in a sentence oneword to two word sentences at age 2 years to 2 years 6 months. The research data is amorpheme; free and bound. Techniques used in data collection is provocation, tapping,see the good involved, records and technical notes. The data generated is 150 childrenand 15 free morpheme bound morpheme. Obtained free morphemes more children thanthe bound morpheme. (1) being acquired morpheme children at age 2 years to 2 years6 months, a free morpheme and bound morpheme, (2) form morpheme obtained free ofchildren at age 2 years to 2 years 6 months, (3) form bound morpheme obtained bychildren at age 2 years to 2 years 6 months, and (4) morpheme form obtained from thespeech one word or two-word utterances. Children’s ability to obtain the child’s morphemeto be assembled into one-word utterances and the utterances of two words, even capableof using morpheme as child speech in everyday language.Keywords: free morphemes, bound morphemes, speech.AbstrakPemerolehan Morfem Anak Usia 2 Tahun sampai 2 Tahun 6 Bulan. Penelitian inidibatasi pada ruang lingkup keterampilan berbahasa anaknya khususnya pada morfemanak yang pada usia 2 tahun sampai 2 tahun 6 bulan. Selain itu, masih banyak sebagianorang tua tidak mengikuti perkembangan anaknya baik perkembangan bahasanyadalam bertutur dan perkembangan tingkah lakunya. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui wujudmorfem anak, wujud kata yang dirangkai anak pada kalimat satu kata menjadi kalimatdua kata pada usia 2 tahun sampai 2 tahun 6 bulan. Data penelitian ini berupa morfem;bebas dan terikat. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah pancingan,sadap, simak libat cakap, rekam dan teknik catat. Data yang dihasilkan anak adalah150 morfem bebas dan 15 morfem terikat. Morfem bebas lebih banyak diperoleh anakdaripada morfem terikat. (1) wujud morfem yang diperoleh anak pada usia 2 tahunsampai 2 tahun 6 bulan, berupa morfem bebas dan morfem terikat; (2) wujud morfembebas yang diperoleh anak pada usia 2 tahun sampai 2 tahun 6 bulan; (3) wujudmorfem terikat yang diperoleh anak pada usia 2 tahun sampai 2 tahun 6 bulan; dan(4) wujud morfem yang diperoleh dari ujaran satu kata atau ujaran dua kata.Kemampuan anak dalam memperoleh morfem bebas dan morfem terikat dari ujaran164satu kata dan ujaran dua kata, bahkan mampu menggunakan morfem sebagai ujarananak dalam bahasanya sehari-hari.Kata-kata kunci: morfem bebas, morfem terik
PEMASYARAKATAN BAHASA INDONESIA MELALUI MADIHIN BANJAR JHON TRALALA DAN HENDRA SEBAGAI UPAYA MEMPERERAT PERSATUAN BANGSA INDONESIA (THE SOCIALIZATION OF INDONESIAN LANGUAGE THROUGH MADIHIN BANJAR BY JHON TRALALA AND HENDRA AS EFFORTS TO STRENGTHEN NATIONAL UNITY OF INDONESIA)
AbstractThe Socialization of Indonesian Language through Madihin Banjar by Jhon Tralalaand Hendra as Efforts to Strengthen National Unity of Indonesia.Madihin Banjar hostedby Jhon Tralala quite known in Indonesia. Jhon Tralala and Hendra, his son is able toadjust the language of poetry or rhyme madihin that brought the audience in attendancein front of him. When many people Banjar, of language poetry or rhymes that broughtmadihin Banjar language. However, when appearing before the lot is not the Banjar,Jhon Tralala and Hendra, Indonesian children will use in its presentation. Things likethis that make madihin Banjar Jhon Tralala and Hendra, his son is able to be acceptedby the people of Indonesia. Through poems or rhymes that speak Indonesian madihinJhon Tralala and Hendra, his son is able to disseminate ideas, ideas, and messages tostrengthen national unity of Indonesia.Keywords: madihin, indonesian, unifyingAbstrakPemasyarakatan Bahasa Indonesia melalui Madihin Banjar Jhon Tralala dan Hendrasebagai Upaya Mempererat Persatuan Bangsa Indonesia. Madihin Banjar yangdibawakan oleh Jhon Tralala cukup dikenal di Indonesia. Jhon Tralala dan Hendra,anaknya mampu menyesuaikan bahasa syair atau pantun madihin yang dibawakannyadengan khalayak yang hadir di hadapannya. Bila banyak orang Banjar, tentu bahasasyair atau pantun madihin yang dibawakannya menggunakan bahasa Banjar. Akantetapi bila yang hadir di hadapan lebih banyak bukan orang Banjar, Jhon Tralala danHendra, anaknya akan menggunakan bahasa Indonesia dalam penyajiannya. Halseperti inilah yang membuat madihin Banjar Jhon Tralala dan Hendra, anaknya mampuditerima oleh masyarakat Indonesia. Melalui syair atau pantun madihin berbahasaIndonesia itulah Jhon Tralala dan Hendra, anaknya mampu menyebarluaskan ide,gagasan, dan pesan-pesannya untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsaIndonesia.Kata-kata kunci: madihin, bahasa indonesia, pemersatu bangs
KEMAMPUAN MEMBUAT PANTUN BAHASA BANJAR MENGGUNAKAN MEDIA KARTU MELALUI MODEL THINK PAIR AND SHARE SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
AbstractThe ability to make Your English using Media Card through Model Think Pair Share and GradeX Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin. Long-term goals and targets specifically wantedto work this research later to find the ability to make your English using media card through modelthink pair share and grade X Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin. In detail, this researchseeks to discover the activities of teachers and students and student response. To achieve that goal, theresearchers used a qualitative method with the traits expressed Danim (2002:60), namely (1) the datasource directly in the form of a natural situation and research is the key instrument, are deskriktif (2),(3) more emphasis on the meaning of the process rather than results, (4) the nature of the inductiveAnalysis, (5) the meaning is the main approaches in research. This very precise method used in thisresearch because it is researching the subject and performed on the ability to make your English. Theresults showed that: (1) the activities of teachers and students by using a media card on the model ThinkPair Share shows of 89.08% activities done properly, (2) a class X student response Madrasah AliyahMuhammadiyah Banjarmasin showed that 81.2% 18.8% strongly agree, agree, disagree and while verydisapproving of 0%, and (3) writing skills in students of class X Madrasah Aliyah MuhammadiyahBanjarmasin indicate that the average value of 25 students is with 87 the criteria very well. The advice isaimed at the school, teacher, student to be able to carry out creative and innovative learning in enhancingthe learning process writing skills.Key words: create a pantun, media card, model think the pair and shareAbstrakKemampuan Membuat Pantun Bahasa Banjar menggunakan Media Kartu melalui Model ThinkPair and Share Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin. Tujuan jangkapanjang dan target khusus yang ingin diperoleh dari hasil penelitian ini nantinya untuk menemukankemampuan membuat pantun bahasa Banjar menggunakan media kartu melalui model think pairand share siswa kelas X Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin. Secara rinci, penelitian iniberupaya menemukan aktivitas guru dan siswa dan respon siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut,257peneliti menggunakan metode kualitatif dengan ciri-ciri yang dikemukakan Danim (2002:60) yaitu (1)Sumber data langsung berupa situasi alami dan penelitian merupakan instrumen kunci, (2) bersifatdeskriktif, (3) Lebih menekankan pada makna proses ketimbang hasil, (4) Analisis bersifat induktif,(5) makna merupakan pendekatan utama dalam penelitian. Metode ini sangat tepat digunakan dalampenelitian ini karena meneliti subjek dan dilakukan pada kemampuan membuat pantun bahasa Banjar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas guru dan siswa dengan menggunakan media kartupada model Think Pair Share menunjukkan sebesar 89,08% kegiatan terlaksana dengan baik, (2) responsiswa kelas X Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin menunjukkan bahwa 81,2% sangatsetuju, 18,8% setuju, sedangkan tidak setuju dan sangat tidak setuju sebesar 0%, dan (3) kemampuanmenulis pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin menunjukkan bahwa nilairata-rata 25 siswa adalah 87 dengan kriteria sangat baik. Saran ditujukan pada pihak sekolah, guru,siswa agar dapat melaksanakan pembelajaran secara kreatif dan inovatif dalam meningkatkan prosespembelajaran keterampilan menulis.Kata-kata kunci: membuat pantun, media kartu, model think pair and shar
MENGEKSPLORASI NILAI-NILAI BUDAYA TEMBANG SUNDA CIANJURAN (EXPLORING THE CULTURAL VALUES TEMBANG SUNDA CIANJURAN
AbstractExploring The Cultural Values Tembang Sunda Cianjuran.. Tembang Sunda Cianjuran is a typicalCianjur song that has the values of life in it. This research includes descriptive analytic research thataims to describe the cultural values of Tembang Sunda Ciajuran and its function for the community. Theinstrument of this research is five tembang Sunda Cianjuran. The text is for obtaining cultural valuesdata. Meanwhile, to analyze the function of Tembang Sunda Cianjuran for the community, the dataobtained from the interview. Problems related to the nature of human positions in space and time is themost dominant problem that is oriented to the past. Tembang Sunda Cianjuran originally served as anadvice or reminder about the teachings of Islam for the servants in the Hall, but now its function has beenextended to all levels of society. The contents of the song also varied, not only about religious teachingsbut varied. For example about nature, culture, and others. So, Tembang Sunda Cianjuran should bepreserved by the next generation so as not to be eroded by the times.Key words: cultural value, Tembang Sunda CianjurAbstrakMengeksplorasi Nilai-Nilai Budaya Tembang Sunda Cianjuran. Tembang Sunda Cianjuranmerupakan tembang khas Cianjur yang memiliki nilai-nilai kehidupan di dalamnya. Penelitianini termasuk penelitian deskriftif analitik yang bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budayaTembang Sunda Ciajuran. Instrumen penelitian ini berupa lima buah teks Tembang Sunda Cianjuran.Teks tersebut untuk memperoleh data nilai-nilai budaya. Permasalahan yang berkaitan dengan hakikatdari kedudukan manusia dalam ruang dan waktu adalah permasalahan yang paling dominan yaituberorientasi ke masa lalu.Tembang Sunda Cianjuran pada mulanya berfungsi sebagai nasihat ataupengingat tentang ajaran Islam untuk para abdi di Pendopo, tetapi sekarang fungsinya sudah meluaskepada semua lapisan masyarakat. Isi dari tembangnya pun beragam, tidak hanya tentang ajaranagama. Misalnya tentang alam, budaya, dan lain-lain. Jadi, hendaknya Tembang Sunda Cianjurandapat dilestarikan oleh para generasi penerus agar tidak tergerus oleh zaman.Kata-kata kunci: nilai budaya, Tembang Sunda Cianju
DIKSI, GAYA BAHASA, DAN PERMAINAN BUNYI PADA LIRIK LAGU-LAGU MELAYU
AbstractDiction, Language Style and Sound Games on Lyrics of Melayu Songs. This study aims to determinethe aesthetic value in the lyrics of melayu songs sung by Ahmad Jais. This research is directed towardsthe lyrics of melayu songs which are more prominent in terms of diction, language style and soundgames that are used specifically to create certain effects, especially aesthetic effects.This research is adescriptive qualitative research using content analysis method. The researchers took as many as 10 lyricsof melayu songs sung by Ahmad Jais.The results showed that the dictions or choice of words in the lyricsof melayu songs sung by Ahmad Jais use both connotative and denotative meanings. There are 160diction which meanings are divided into two; 80 data with connotative meanings and 80 data withdenotative meanings. This choice of words helps the author to convey the message he wants to deliver andto add the beauty of the songs’ lyrics. The most widely used language style based on the choice of wordsis the unofficial language style found as many as 8 data. The most widely used language style accordingto the tone contained in the discourse is the powerful noble language as many as 5 data. The most widelyused in language style according to mostly used sentence structure is the climax, as many as 7 data.The most widely used language style according to the direct or indirect meaning is the style of rhetoricallanguage, as many as 10 data. From the document analysis of the lyrics of melayu songs from soundelements, it can be seen that there are 174 data from taxation elements consisting of 34 alliteration data,134 assonance data and 6 data of the combination of alliteration and assonance. From the element ofrhythm, there are 10 kinds of euphony. From the elements of the tone and the atmosphere, which are 2data of sad atmosphere, 2 data of joyful atmosphere, and 6 data of powerless atmosphere.Key words: diction, language style and sound gamesAbstrakDiksi, Gaya Bahasa dan Permainan Bunyi pada Lirik Lagu-Lagu Melayu. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui nilai keindahan yang terkandung dalam lirik lagu-lagu melayu yang dibawakanoleh Ahmad Jais. Penelitian ini diarahkan terhadap lirik dalam lagu-lagu melayu yang lebih menonjoldari segi diksi, gaya bahasa dan permainan bunyi yang digunakan secara khusus untuk menimbulkanefek tertentu, khususnya efek estetis.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif denganmenggunakan metode analisis isi. Peneliti mengambil data sebanyak 10 lirik lagu-lagu melayu yangdibawakan oleh Ahmad Jais. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diksi atau pilihan kata dalam liriklagu-lagu melayu yang dibawakan oleh Ahmad Jais menggunakan makna konotatif dan juga makna205denotatif. Ada 160 data terdapat diksi, yang bermakna konotatif 80 data dan diksi yang bermaknadenotatif 80 data. Pilihan kata ini membantu penulis untuk menyampaikan pesan yang ingindisampaikannya dan menambah keindahan lirik lagunya. Gaya bahasa menurut pilihan kata yangpaling banyak digunakan adalah gaya bahasa tidak resmi sebanyak 8 data. Gaya bahasa menurut nadayang terkandung dalam wacana yang paling banyak digunakan adalah gaya bahasa mulia bertenagasebanyak 5 data. Gaya bahasa menurut struktur kalimat yang paling banyak digunakan adalah klimakssebanyak 7 data. Gaya bahasa menurut langsung tidaknya makna yang paling banyak digunakanadalah gaya bahasa retoris sebanyak 10 data. Dari analisis dokumen lirik lagu-lagu melayu dari unsurbunyi dapat diketahui ada 174 data dari unsur persajakan yang terdiri dari 34 data aliterasi dan 134data asonansi serta 6 data kombinasi aliterasi dan asonansi. Dari unsur irama ada 10 jenis efoni. Dariunsur nada dan suasana, yaitu suasana sedih ada 2 data, suasana gembira ada 2 data, dan suasana takberdaya ada 6 data.Kata-kata kunci: diksi, gaya bahasa, permainan buny
URUTAN LOGIS DAN TEMPORAL DALAM NOVEL KUBAH KARYA AHMAD TOHARI (THE LOGICAL AND TEMPORAL PLOTS OF KUBAH NOVEL BY AHMAD TOHARI)
AbstractThe Logical and Temporal Plots of Kubah Novel by Ahmad Tohari.‘Kubah’ is the firstnovel of Ahmad Tohari which tells life issues of Karman with the background of September30th, 1965 events. In this novel Ahmad Tohari depicts the travail, inner and outerexperiences, and religious life of Karman when he joined the communist party. Thisnovel does not only provide the analysis of intrinsic factors that develops a story, liketheme, characterization, and causality relationship, but also discusses the logical andtemporal plots, as well as the illogical and extemporal plots. The objective of this researchis to find out description of: (1) the logical and temporal plots of ‘Kubah’ novel byAhmad Tohari, (2) the plots used in relation to the logical and temporal plots of ‘Kubah’novel by Ahmad Tohari, (3) the causality relationship of logical and temporal plots of‘Kubah’ novel by Ahmad Tohari. The method used in this research is descriptive methodwhich is to answer questions by gathering, classifying, analyzing or data processing,and drawing conclusion. Based on the data analysis, it can be found in this researchthat ‘Kubah’ novel has some texts that shows the logical and temporal plots, they are:(1) depiction of plot, there is a mixed plot of forward plot, then back plot, and finallyforward plot within 11 story parts, (2) depiction of logical sequence, there are 69paragraphs of text that show logic, (3) depiction of temporal, there are 11 paragraphsof text that show temporal sequence, (4) depiction of relation of plot and logical andtemporal sequences, there are 13 paragraphs of text, (5) depiction of relation of logicaland temporal sequences, there are 31 paragraphs of text, (6) depiction of causalityrelationship with logical and temporal sequences, there are 8 paragraphs of text.Keywords: logical sequence, temporal sequence, plot, causality relationshipAbstrakUrutan Logis dan Temporal dalam Novel Kubah karya Ahmad Tohari. Kubah adalahnovel pertama karya Ahmad Tohari yang mengisahkan masalah kehidupan tokohKarman dengan latar belakang peristiwa 30 September 1965. Dalam novel ini, AhmadTohari melukiskan penderitaan, pengalaman lahir batin, dan kehidupan religi tokohKarman ketika bergabung dengan partai komunis. Bertolak dari kenyataan bahwadalam novel tidak hanya selalu menyajikan analisis tentang unsur intrinsik yangmembangun jalannya cerita, seperti tema, penokohan serta sebab akibat suatu peristiwa.Namun juga membicarakan sesuatu, yaitu urutan cerita yang logis dan temporal, sertayang tidak logis dan tidak temporal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperolehdeskripsi tentang (1) urutan logis dan temporal dalam novel Kubah karya AhmadTohari, (2) alur cerita yang digunakan dalam hubungannya dengan urutan logis dantemporal dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari, (3) hubungan kausalitas denganurutan logis dan temporal dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari. Metode yang197digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu menjawab masalahdengan cara mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menganalisis atau mengolahdata serta membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian yangmenganalisis novel Kubah ini terdapat beberapa teks yang menunjukkan atau yangmenggambarkan urutan logis dan temporal, yaitu (1) gambaran alur, terdapat alurcampuran, yaitu alur maju kemudian alur mundur dan kembali ke alur maju dengansebelas bagian cerita, (2) gambaran urutan logis, terdapat 69 (enam puluh sembilan)teks paragraf yang menunjukkan kelogisan, (3) gambaran temporal, terdapat 11(sebelas) teks paragraf yang menyatakan urutan temporal, (4) gambaran hubunganalur dengan urutan logis dan temporal, terdapat 13 (tiga belas) teks paragraf, (5)gambaran hubungan urutan logis dengan temporal, terdapat 31 (tiga puluh satu ) teksparagraf, (6) gambaran hubungan kausalitas dengan urutan logis dan temporal,terdapat 8 (delapan) teks paragraf .Kata-kata kunci: urutan logis, urutan temporal, alur, hubungan kausalita