Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
284 research outputs found
Sort by
SAMPAH DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEWI LESTARI: TINJAUAN EKOLOGI SASTRA
Abstract Garbage in the Aroma Karsa Novel by Dewi Lestari: Literature Ecology Review. Literary texts are not autonomous. The world in a literary work is related to the world outside the literary text. Literary ecology tries to look at a literary work from an environmental standpoint. Aroma Karsa is a novel written by Dewi Lestari. It contained the adventures of Jati Wesi as the central figure who tried to solve various kinds of conflicts about her identity, which related to genetic or environmental problems from beginning to the end. This research is qualitative research using an ecocritical approach. This study reveals how environmental problems, especially waste, are depicted in the novel. The results revealed that waste causes many problems such as high waste production that exceeds the capacity of the final landfill, derelict children, the smell of uncontrolled garbage, the circulation of hard drinks and illegal drugs, to unfair competition between lenders that led to murder. These issues are packaged with well written so they can be the foundation of forming a meaningful and robust novel. It is making Aroma Karsa an ecological novel which is an alternative reading to remind people that waste is a severe problem. Key words: novels, ecocriticism, environment, garbage Abstrak Sampah dalam Novel Aroma Karsa karya Dewi Lestari: Tinjauan Ekologi Sastra. Teks sastra bukanlah sesuatu yang otonom. Dunia di dalam sebuah karya sastra berkaitan dengan dunia di luar teks sastra. Ekologi sastra berusaha melihat sebuah karya sastra dari sudut pandang yang memihak pada lingkungan. Aroma Karsa adalah novel yang ditulis Dewi Lestari. Isinya menceritakan petualangan Jati Wesi sebagai tokoh utama yang berusaha memecahkan berbagai macam konflik mengenai jati dirinya yang sering terkait dengan masalah alam atau lingkungan sejak awal hingga akhir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan ekokritik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana masalah lingkungan khususnya sampah digambarkan di dalam novel. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sampah menyebabkan banyak masalah seperti isu tingginya produksi sampah yang melebihi kapasitas tempat pembuangan sampah akhir, anak-anak terlantar di lingkungan tempat pembuangan sampah, bau sampah yang tidak terkontrol, peredaran minumas keras dan obat-obatan terlarang, hingga persaingan tidak sehat antartengkulak yang berujung pembunuhan. Seluruh isu tersebut dikemas dengan apik hingga mampu menjadi fondasi pembentuk novel yang kuat dan penuh makna. Menjadikan Aroma Karsa sebagai novel ekologis yang menjadi alternatif bacaan untuk mengingatkan masyarakat bahwa sampah adalah masalah serius. Kata-kata kunci: novel, ekokritik, lingkungan, sampa
POLA INTERAKSI GURU DAN SISWA KELAS X SMAN 1 JORONG
Abstract The Interaction Pattern of Teachers and Students of Class X of SMAN 1 Jorong. This study aims to describe (1) the pattern of intervention, (2) the pattern of adjacent pairs, and (3) the pattern of preference in the interaction discourse of teachers and students of class X at Jorong 1 Public High School during the teaching and learning process. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive methods. Sources of data collected in the form of oral speeches that occur during teaching-learning interactions. Data collection uses documentation techniques. Data analysis techniques use qualitative analysis techniques. From the results of data analysis and research conclusions, the findings are as follows: Interruptive patterns in teacher discourse and class x students at Jorong 1 State Senior High School during the teaching and learning process. The teacher's interruption pattern to students is due to weak student volume and to stop doubts or reinforce the answers to the teacher's questions. The pattern of contiguous pairs occurs normally or naturally according to the stimulus-response process and meets the structure of adjacent pairs which creates habits and regularity. This pattern of well-implemented preferences can be seen from the structure of the preferred action expected to be in the next action and not to be expected to be expected in the next action. Key words: teacher and student interaction, interrupt pattern, contiguous pair pattern, preference pattern … Pola Interaksi Guru dan Siswa Kelas X SMAN 1 Jorong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1), pola interupsi (2),pola pasangan berdekatan, dan (3), pola preferensi dalam wacana interaksi guru dan siswa dalam kelas X di SMA Negeri 1 Jorong pada waktu proses belajar-mengajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang dikumpulkan berupa tuturan-tuturan lisan yang terjadi saat interaksi belajar-mengajar. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Dari hasil analisis data dan kesimpulan penelitian, diperoleh temuan antara lain sebagai berikut: Pola interupsi dalam wacana guru dan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Jorong pada waktu proses belajar-mengajar. Pola interupsi guru kepada siswa dikarenakan volume suara siswa lemah dan untuk menghentikan keraguan atau mempertegas jawaban atas pertanyaan guru. Pola pasangan berdekatan terjadi dengan normal atau alamiah sesuai dengan proses stimulus-respon dan memenuhi struktur pasangan berdekatan yang menimbulkan kebiasaan dan keteraturan.Pola preferensi terlaksana dengan baik ini bisa dilihat dari adanya struktur tindakan yang disukai diharapkan ada pada tindakan berikutnya dan tidak disukai diharapkan tidak ada pada tindakan berikutnya. Kata-kata kunci: interaksi guru dan siswa, pola interupsi, pola pasangan berdekatan, pola preferens
MAKNA DAN FUNGSI PAMALI MASYARAKAT SUKUPASER KECAMATAN LONG IKIS KABUPATEN PASER (THE MEANING AND FUNCTION OF PRACTICAL COMMUNITY INTEREST PASER DISTRICT LONG ACTS PASER)
AbstractThe Meaning and Function of Practical Community Interest Paser DistrictLong Acts Paser. This study uses a descriptive method, a qualitative form with anethnographic approach to communication. The purpose of ethnographiccommunication in this research is to study or study language in relation to thecustoms or habits of a society. The data source is pamali text which researchersgathered from six informants. While research data are words, phrases or sentencesin pamali that show meaning and function. The techniques used are participantobservation, in-depth interviews, and records. Data analysis is done bytranscribing data, selecting data, identifying data, classifying data, andconcluding data to determine the meaning and function of the guardian. Based onthe results of the analysis it can be concluded that pamali in the Paser communityhas the deepest (implied) meaning. The meaning contained in the Pamali societyis teaching the values of education and norms that exist in the community by wayof rebuking, advising and reminding to behave in accordance with the norms andforms of moral preservation, attitude and behavior. In this research, the functionof pamali is adjusted to the purpose of someone conveying pamali. The pamalifunction, namely (1) functions to educate in the form of morals, behavior,compassion, respect for fellow creatures created by God, maintain solidarity,strengthen the faith, and avoid feeling lazy, (2) functions as a form of selfprotectionin the form of safety, protecting women pregnant and children.Key words: pamali, Paser tribe, meaning, function, sociolinguistics AbstrakMakna dan Fungsi Pamali Masyarakat SukuPaser Kecamatan Long IkisKabupaten Paser. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bentuk kualitatifdengan pendekatan etnografi komunikasi. Tujuan etnografi komunikasi dalampenelitian ini ialah mengkaji atau mempelajari bahasa dalam hubungan denganadat-istiadat atau kebiasaan suatu masyarakat. Sumber data adalah teks pamaliyang peneliti himpun dari enam informan. Sedangkan data penelitian ialah katakata,frasa atau kalimat dalam pamali yang menunjukan makna dan fungsi. Teknikyang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan rekam.Analisis data dilakukan dengan mentraskripsi data, seleksi data, identifikasi data,pengklasifikasi data, dan menyimpulkan data untuk mengetahui makna dan fungsipamali. Berdasarkan hasil analisi dapat disimpulkan bahwa pamali dalammasyarakat Paser memiliki makna terdalam (tersirat). Adapun makna terdapatdalam pamali masyarakat Paser adalah mengajarkan nilai-nilai pendidikan dannorma-norma yang ada di masyarakat dengan cara menegur, menasehati danmengingatkan agar bersikap sesuai dengan norma-norma dan bentuk penjagaanmoral, bersikap dan berprilaku. Dalam penelitian ini fungsi pamali disesuaikandengan tujuan seseorang menyampaikan pamali. Adapun fungsi pamali, yaitu (1)berfungsi mendidik berupa moral, perilaku, rasa kasih sayang, menghargaisesama makhluk ciptaan Tuhan, menjaga solidaritas, penebal keimanan, danmenghindari rasa malas, (2) berfungsi sebagai bentuk perlindungan diri berupamenjaga keselamatan, melindungi perempuan hamil dan anak-anak.Kata-kata kunci:pamali,suku Paser, makna, fungsi, sosiolinguisti
KEMAMPUAN MENULIS PUISI BERTEMA SUNGAI DENGANMETODE KARYA WISATA SISWA KELAS XMADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANJARMASIN(ABILITY TO WRITE POETRY THEME RIVER USING WORKS METHOD THE CLASS X STUDENT MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANJARMASIN)
AbstractAbility to Write Poetry Theme River using Works Method the Class X StudentMadrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin. The objectives to be obtainedfrom the results of this study are to describe the ability to write a river-themedpoem with the method of class X students of the Islamic MuhammadiyahMuhammadiyah Banjarmasin. To achieve these objectives, researchers usequalitative methods with data collection techniques with observation techniquesto provide an overview of how to teach teachers and student activities during thelearning process. This technique is also equipped with a field note format to obtaindata by observing the data object directly. Data analysis techniques usinginteractive model analysis were carried out starting from the stages of datacollection, data reduction, data presentation, data inference, and data verification(Miles and Huberman, 1984). This method is very appropriate to be used in thisstudy because it examines the subject and is carried out on learning. The resultsof the assessment are a collaboration of teachers and researchers using anassessment rubric based on elements and writing conventions with a value of 95.8.The Indonesian KKM score at the MA Muhammadiyah Banjarmasin is 70.Students who can write poetry are 92% or as many as 23 students who score aboveor equal to the KKM of Indonesian Language Subjects or above 70. That means23 students have a category able and there are 2 students or as much as 8% ofstudents who have a category of poor with a final grade below 70. elements orcontent of river-themed poetry contains the environment where students writepoetry found in environmental poetry teaches to love the environment more, alsocontains innuendos to those who often ignore it.Keywords: writing ability, travel tour method AbstrakKemampuan Menulis Puisi bertema Sungai dengan Metode Karya WisataSiswa Kelas X Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin. Tujuan yangakan diperoleh dari hasil penelitian ini adalahmendeskripsikan kemampuanmenulis puisi bertema sungai dengan metode karya wisata siswa kelas XMadrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin.Untuk mencapai tujuan ini,peneliti menggunakan metode kualitatif denganteknik pengumpulan data denganteknik observasi untuk memberikan gambaran umum tentang cara mengajar gurudan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Teknik ini juga dilengkapidengan format catatan lapangan untuk mendapatkan data dengan mengamatiobjek data secara langsung.Teknik analisis data menggunakan analisis modelinteraktif dilakukan mulai dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajiandata, inferensi data, dan verifikasi data (Miles dan Huberman, 1984).Metode inisangat tepat untuk digunakan dalam penelitian ini karena meneliti subjek dandilakukan pada pembelajaran. Hasil penilaian merupakan kolaborasi dari gurudan peneliti dengan menggunakan rubrik penilaian berdasarkan elemen dankonvensi penulisan dengan nilai 95,8. Nilai KKM Bahasa Indonesia di MAMuhammadiyah Banjarmasin adalah 70. Siswa yang mampu menulis puisiterdapat 92% atau sebanyak 23 siswa yang memperoleh nilai di atas atau samadengan KKM Mata Pelajaran Bahasa Indonesia atau di atas nilai 70. Itu artinyaada 23 siswa memiliki kategori mampu dan ada 2 siswa atau sebanyak 8% siswayang memiliki kategori tidak mampu dengan nilai akhir di bawah 70. Elemen ataukonten puisi bertema sungai berisi keadaan lingkungan tempat siswa menulispuisi yangditemukan dalam puisi lingkungan mengajarkan untuk lebih mencintailingkungan, juga berisi sindiran-sindiran kepada pihak-pihak yang seringmengabaikannya.Kata-kata kunci:kemampuan menulis, metode karya wisat
RELASI SEMANTIK BAHASA BANJAR DIALEK HULU
Abstract Semantic Relations of the Hulu Banjar Dialect Language. Semantic relations are semantic relations that exist between one language unit with another language unit. The formulation of the problem in this research is how is the semantic relation of the words synonym, antonym, hominim, hyponym, and polysemy of the Banjar dialect language upstream? This study aims to describe the semantic relations of words in BBDH so that they can be known by their speakers. The research method used in this research is descriptive method. The results of this study are the forms of semantic relations found in the communication patterns of the Banjar upstream dialect community in the form of Synonyms, Antonyms, Homonyms, Polisemi, and Hyponyms. Key words: semantic relations, banjar language, hulu dialect Abstrak Relasi Semantik Bahasa Banjar Dialek Hulu. Relasi semantik adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lainnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimanakah relasi semantik kata sinonim, antonim, hominim, hiponim, dan polisemi bahasa Banjar dialek hulu? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi semantik kata dalam BBDH agar dapat diketahui oleh penuturnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah motode deskriptif. Hasil penelitian ini ialah bentuk-bentuk relasi semantik yang ditemukan dalam pola komunikasi masyarakat Banjar dialek hulu berupa Sinonim, Antonim, Homonim, Polisemi, dan Hiponim. Kata-kata kunci: relasi semantik, bahasa banjar, dialek hul
ASPEK SUFISTIK DALAM NOVEL ASMARALOKA KARYA DANARTO (SUFISTIC ASPECTS IN THE NOVEL ASMARALOKA BY DANARTO)
AbstractSufistic Aspects in the Novel Asmaraloka by Danarto.The purpose of the research inthis thesis is to reveal the sufistic aspects in the novel Asmaraloka by Danarto. Danartois one of the writers who influential in the development of Sufistic literature inIndonesia. Using central themes related to transcendental experience is the inherentcharacteristic of Danarto. By looking at the concept of Danarto's authorship closelyrelated to Tasawuf or Sufism, the Asmaraloka novel cannot be separated from the bondbetween the lover and the Highest Creator. With the setting of a mirage war, Danartocriticizes human nature who are always easy to fight with each other just because ofdifferences. Prolonged war turmoil is as a description of the search for the meaning ofhuman nature. This research is qualitative descriptive research using a Sufistic literaryapproach and assisted by the semiotic theory of Roland Barthes which refers to theavailable signs and markers in the text, which have a correlation to the things outside.The method used is a content analysis method that helps researchers to focus onsubstantial discussions from primary sources supported by secondary data sources. Theprimary data source of this study was the novel Asmaraloka by Danarto which was republishedby Diva Press in 2016. While the secondary data source of this study was inthe form of national and international articles and journals.Key words: character education, semiotic, sufistic, tasawuf, transcendental AbstrakAspek Sufistik Dalam Novel Asmaraloka Karya Danarto. Tujuan penelitian pada tesisini adalah mengungkap aspek sufistik dalam novel Asmaraloka karya Danarto.Danarto merupakan salah satu sastrawan yang berpengaruh pada perkembangansastra sufistik di Indonesia. Mengangkat tema-tema sentral yang berkaitan denganpengalaman transendental menjadi ciri khas yang melekat pada Danarto. Denganmelihat konsep kepengarangan Danarto yang lekat dengan tasawuf atau sufisme, novelAsmaraloka tidak lepas dari ikatan antara sang pencinta dan Yang Maha Pencipta.Berlatar cerita perang fatamorgana, Danarto mengkritisi sifat manusia yang selalumudah bertikai satu sama lainnya hanya karena masalah perbedaan. Kemelut perangyang berkepanjangan sebagai gambaran pencarian makna hakikat manusia. Penelitianini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatankonsep sastra sufistik, tasawuf dan dibantu teori semiotik dari Roland Barthes yangmengacu pada tanda maupun petanda yang ada dalam teks, yang memiliki korelasipada hal yang berada diluarnya. Metode yang digunakan adalah metode analisis isiyang membantu peneliti untuk fokus pada pembahasan yang substansial dari sumberprimer yang didukung oleh sumber data sekunder. Adapun sumber data primer daripenelitian ini adalah novel Asmaraloka karya Danarto yang diterbitkan ulang olehDiva Press pada tahun 2016. Sedangkan sumber data sekunder penelitian ini adalahberupa artikel dan jurnal nasional maupun internasional.Kata-kata kunci: pendidikan karakter, semiotik, sufistik, tasawuf, transendenta
STUDI SEMANTIK KOGNITIF DALAM KUMPULAN FANFICTION RIDDLE
[email protected] Semantic Studies in The Fanfiction Riddle Collection. The studydiscusses the semantic cognitive studies in the fanfiction Riddle Group.There are 13 fanfiction riddle taken from the site http://www.indofanfictkpop.wordpress.com used as a source ofresearch. The study uses a cognitive semantic approach. The method used is content analysis. The techniques used to collect data are documentation techniques (literature studies). Based on the method used then the technique of data processing by reading intensively then analyze the facts. As a result of this research, researchers found that the answer to riddle comes from asemantic cognitive reading process sourced from "personal knowledge" orbased on experience. Fanfiction Riddle categorizing consists of thestraightness, personal experience, and language of the Kias or metaphor.The Code of understanding that the reader should understand consists oflanguage code and literary code.Key words: fanfiction, riddle, cognitive semanticAbstrakStudi Semantik Kognitif dalam Kumpulan Fanfiction Riddle. Penelitianini membahas tentang studi semantik kognitif dalam kumpulan fanfictionriddle. Ada 13 fanfiction riddle yang diambil dari situshttp://www.indofanfictkpop.wordpress.com yang dijadikan sebagai sumberpenelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik kognitif.Metode yang digunakan adalah analisis isi. Teknik yang digunakan untukmengumpulkan data adalah teknik dokumentasi (studi kepustakaan).Berdasarkan metode yang digunakan maka teknik pengolahan data denganmembaca secara intensif kemudian menganalisis fakta-fakta. Hasil daripenelitian ini, peneliti menemukan bahwasanya jawaban riddle berasal dariproses pembacaan secara semantik kognitif yang bersumber dari“pengetahuan personal” ataupun berdasarkan pengalaman. Pengkategorian fanfiction riddle terdiri atas kelogisan, pengalamanpersonal, dan bahasa kias atau metafora. Kode pemahaman yang harusdimengerti oleh pembaca terdiri atas kode bahasa dan kode sastra
RELIGIUSITAS PADA KUMPULAN CERITA SI PALUI DI SURAT KABAR BANJARMASIN POST EDISI BULAN RAMADAN
Abstract Religiousity in the Collection of Cerita si Palui in the Newspapers ofBanjarmasin Post, edition of Ramadhan. This study examines the religiousity ofCerita si Palui in the Newspapers of Banjarmasin Post, edition of Ramadhan months of 2014-2016. The result obtained are as follows: (1) the value of theideological dimension found in the collection of Cerita si Palui in the newspaper ofBanjarmasin Post consists of three parts: showing that Islam is truly a religion ofmonotheism , the Oneness of God (Tauhid) and the Oneness Of moral. The value ofthe ideological dimension shows that Islam is a truly monotheism, a belief in itsGod. God’s belief is single or personal and the belief in doing God’scommandments. The value of the ideology dimension of God’s Oneness (Tauhid) isto look humanity as equal in the eyes of God. Meanwhile, the value of theideological dimension of moral imbalance is the realization of the existence ofGod, the faithfulness to his angels and the belief in his books. (2) the value of thedimension of rituality (religious practice) found in the collection of Cerita si Paluiin the newspapers of Banjarmasin post, edition of Ramadhan monts consists of twoparts of ritual and obediens. The value of the ritual dimension is a formal religiousact and sacred practice that expect the adherents to perform and the moment whenone can perform the concentration of worship in the month of Ramadhan.Meanwhile, the value of the dimension of obedience is a form of obedience to Godby performing worship: praying and fasting. Key words: religiousity, cerita si Palui in Ramadhan month Abstrak Religiusitas pada Kumpulan Cerita si Palui di Surat Kabar Banjarmasin PostEdisi bulan Ramadan. Penelitian ini mengkaji religiusitas pada Kumpulan Ceritasi Palui di surat kabar Banjarmasin Post Edisi Bulan Ramadan 2014-2016. Hasilpenelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1) Nilai dimensi ideologi(keyakianan) yang ditemukan pada kumpulan cerita si Palui di surat kabarBanjarmasin Post edisi bulan Ramadan terdiri dari tiga bagian, yaitumenunjukkan bahwa Islam benar-benar agama monotheisme, Ke-Eseaan Tuhan(Tauhid) dan Ke-Eseaan Moral. Nilai dimensi ideologi yang menunjukkan bahwa Islam benar-benar monotheisme ialah keyakinan terhadap Tuhannya, KeyakinanTuhan itu tunggal atau personal, dan keyakinan menjalankan perintah-perintahAllah. Nilai dimensi ideologi Ke-Eseaan Tuhan (Tauhid) ialah Memandang umatmanusia sama derajatnya di mata Tuhan. Sedangkan, nilai dimensi ideologi KeEsaanmoralialahkeyakiananadanyaAllah,keyakianankepada malikat-malaikatNyadan keyakinan kepada kitab-kitab-Nya. (2) Nilai dimensi ritualitas (praktekagama) yang ditemukan pada kumpulan cerita si Palui di surat kabar BanjarmasinPost edisi bulan Ramadan terdiri dari dua bagian ritual dan ketaatan. Nilaidimensi ritual ialah tindakan keagamaan formal dan praktik-praktik suci yangmengharapkan para pemeluknya melaksankan dan momen ketika seseorang bisamelakukan konsentrasi beribadah yaitu bulan Ramadan. Sedangkan, nilai dimensiketaatan sebuah bentuk ketaatan kepada Tuhan dengan melakukan ibadah, yaitusalat dan puasa. Kata-kata kunci: religiusitas, cerita si Palui bulan Ramada
TINDAK TUTUR DALAM WACANA BIMBINGAN PRANIKAH DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KABUPATEN BALANGAN
AbstractThis study focused on assertive speech acts, directive speech acts, commissive speechacts, expressive speech acts, and declarative speech acts used in pre-marital counselingdiscourse. This research is expected to provide a description of these speech acts. Thisresearch used a qualitative approach. The source of data in this study was the KUAofficials who gave pre-marital counseling in KUA of Balangan. The data collectiontechniques in this research were recording and note-taking. From the results of theresearch, it was concluded that there were five types from Searle of speech acts used ina pre-marital counseling, namely: (1) assertive speech acts in the forms of a)maintaining marriage, b) stating the purpose of marriage, marriage problems, theimportance of marriage certificates, understanding the Board of Advisory, abouthusband and wife, and c) reporting ages of marriage; (2) directive speech acts in theforms of a) suggestions to get married, resolving marriage problems, and formingharmonious marriage, b) asking for forming and fostering sakinah, mawadah,warahmah marriage, and worshiping Allah, c) asking couples for carrying out theduties and obligations as husband and wife, and d) recommending marriage, carryingout duties and obligations of husband, wives, and carrying out joint obligations; (3)commissive speech acts in the form of submitting proposals for a marriage contract; (4)expressive speech acts in the forms of a) thanking prospective brides and grooms, b)congratulating couples, c) regretting if the reasons for marriage, d) apologizing tomarried couples, and e) censuring married couples who did not apply mandi wajib andwives; and (5) declarative speech acts in the form of determining whether the marriagewould be held or not and deciding the marriage of the couples.Key words: speech acts, premarital guidance discourse61AbstrakPenelitian ini memfokuskan pada tindak tutur asertif, ekspresif, dan tindak tuturdeklaratif yang digunakan dalam wacana bimbingan pranikah. Penelitian inidiharapkan dapat memberikan deskripsi tentang tindak tutur tersebut. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dalampetugas KUA yang memberikan bimbingan pranikah di KUA Kabupaten Balangan.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah dengan teknik rekam dan teknikcatat. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan ada lima jenis tindak tutur menurutSearle yang digunakan dalam bimbingan pranikah, yakni: (1) tindak tutur asertifberupa a) mempertahankan rumah tangga, b) menyatakan tujuan menikah, masalahrumah tangga, pentingnya buku nikah, dan tentang suami istri, dan c) melaporkan usiamenikah; (2) tindak tutur direktif berupa a) menyuruh nikah/kawin, menyelesaikanpermasalahan rumah tangga, dan membentuk rumah tangga yang harmonis, b)memohon membentuk dan membina rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah,dan beribadah kepada Allah Swt., c) menuntut melaksanakan tugas dan kewajibansuami, istri, dan syarat poligami, dan d) menyarankan menikah/kawin, melaksanakantugas dan kewajiban suami, istri, dan kewajiban bersama.; (3) tindak tutur komisifberupa mengajukan usulan melanjutkan, menunda, atau membatalkan akad nikah; (4)tindak tutur ekspresif berupa a) terima kasih pada calon pengantin, b) mengucapkanselamat menempuh hidup baru kepada pasangan pengantin, c) menyesalkan alasanpernikahan, d) permintaan maaf pada pasangan suami istri, dan e) mengecampasangan suami istri tidak melaksanakan mandi wajib dan suka berselisih.; dan (5)tindak tutur deklaratif berupa memutuskan akan berlangsungnyapernikahan/perkawinan dan memutuskan nikah/kawinnya pasangan pengantin.Kata-kata kunci: tindak tutur, wacana bimbingan pranika
ETNOPEDAGOGI DALAM KUMPULAN CERPEN RAK-RAK GUI KALUMPU KISAH RANDAH BASA BANUA
AbstractEtnopedagogy in Collection of Short Stories Rak-rak Gui Kalumpu Kisah Randah BasaBanua. Ethnopedagogi is ethnically educational, ethnopedagogical education makes localwisdom a source of such empowerment that can be empowered. Local wisdom here can beconcepts of life, facts that develop for generations, beliefs etc. While ethnopedagogi ismeant in this research is about the use of terms or concepts that exist in life that grows inthe community of Banjar Ulu associated with the value of Relevant, Environmental,Aesthetic, Economic and Health contained in a collection of short stories Rak-Rak GuiKalumpu Kisah Randah Basa Banua. The data writing technique used in this study is toread the story again and collect quotations that contain ethnopedagogy, then conductinterviews directly with Kandangan people about the understanding of the existingquotations. The results of this study found (1) etnopedagogi related to elements of trust,(2) etnopedagogi related to environmental elements, (3) etnopedagogi related to aestheticelements, (4) etnopedagogi related to economic elements, and (5) etnopedagogi related tohealth elements contained in a collection of short stories Rak-rak Gui Kalumpu Story ofBanua Basa Randah.Key words: ethnopedagogy, elements, trust, environmental, aesthetic, economic, healthAbstrakEtnopedagogi dalam Kumpulan Cerpen Rak-rak Gui Kalumpu Kisah Randah BasaBanua. Etnopedagogi adalah pendidikan etnik, pendidikan etnopedagogis yangmenjadikan kearifan lokal sebagai sumber pemberdayaan yang dapat diberdayakan.Kearifan lokal di sini dapat berupa konsep kehidupan, fakta yang berkembang darigenerasi ke generasi, keyakinan, dan lain-lain. Sedangkan ethnopedagogi yang akandibahas dalam penelitian ini adalah tentang penggunaan istilah atau konsep yang adadalam kehidupan sehari-hari yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Banjar Uluyang terkait dengan nilai kepercayaan, lingkungan, estetika, ekonomi dan kesehatan yangterkandung dalam kumpulan cerita pendek Rak-Rak Gui Kalumpu Kisah Randah BasaBanua. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengancara membaca cerpen berulang-ulang dan mengumpulkan kutipan-kutipan yangmengandung etnopedagogi, lalu kemudian melakukan wawancara langsung kepadaorang-orang Kandangan tentang pengertian dari kutipan-kutipan yang ada. Hasil daripenelitian ini menemukan (1) Pendidikan etnik terkait dengan unsur kepercayaan, (2)29pendidikan etnik terkait dengan unsur lingkungan, (3) pendidikan etnik terkait denganunsur estetika, (4) pendidikan etnik terkait dengan unsur ekonomi,dan (5) pendidikan etnikyang terkait dengan unsur kesehatan yang terkandung dalam kumpulan cerpen Rak-rakGui Kalumpu Kisah Randah Basa Banua.Kata-kata kunci: etnopedagogi, unsur, kepercayaan, lingkungan, estetika, ekonomi, kesehata