Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    HOMONIMI DAN AMBIGUITAS FONETIK DALAM MAHALABIU (HOMONYMY AND AMBIGUITY PHONETIC IN MAHALABIU

    Get PDF
    AbstractHomonymy and Ambiguity Phonetic in Mahalabiu. Homonymy is a form of wordsthat have different meanings but the pronunciation or spelling is the same andambiguity is the ability to express more than one interpretation. In this case, it isrelated to the ‘mahalabiu discourse’ which tends to have multiple meanings ineveryday language usage. The method used in this research is a descriptivequalitative method. Data collection techniques using interview techniques andrecording techniques. As for the object of research is the indigenous people of theBanjar tribe who live in the Alabio village. In ‘mahalabiu’, there are several formsof homonymy, namely: “maharakan, tarap, Langgar, Pagat, tinjak, maling, haur,dikalang, pusat, nyawa, dan kuitan”. In addition, there is also homonymy which ishomophony and homonymy which is homograph. (1) Homophony is the same soundbut different in writing and meaning, namely: “maharumi (maharu mi), kadada (kadada), dan anakutu (anakku tu)”;and (2) homography in ‘mahalabiu’ occurs as aresult of the unification of vocabulary in phonetic pronunciation, namely“bakicap”. Other than that,in ussing the word mahalabiu on average contains adouble meaning, this occurs due to the use of the word homonymy, while the contextin the conversation is not clear, resulting in inactivity.Key words: homonymy, phonetic ambiguity, mahalabiuAbstrakHomonimi dan Ambiguitas Fonetik dalam Bahasa Mahalabiu. Homonimi adalahbentuk kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi pelafalan atau ejaannyasama dan ambiguitas adalah kemampuan mengekspresikan lebih dari satupenafsiran. Dalam hal ini berkaitan dengan mahalabiu yang cenderungmenimbulkan makna ganda dalam pemakaian bahasa sehari-hari. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif yang bersifat deskriptif.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan teknik rekaman.Adapun yang menjadi objek penelitian ialah masyarakat asli suku Banjar yangtinggal di desa Alabio. Dalam wacana mahalabiu terdapat beberapa bentukhomonimi, yaitu: “maharakan, tarap, langgar, Pagat, tinjak, maling, haur,dikalang, pusat, nyawa, dan kuitan”. Selain itu, ada pula homonimi yang bersifathomofoni dan homonimi yang bersifat homograf. (1) Homofoni merupakan bunyiyang sama tetapi berbeda tulisan dan maknanya, yaitu: “maharumi (maharu mi),kadada (ka dada), dan anakutu (anakku tu)”; dan (2) homografi dalam mahalabiuterjadi akibat dari penyatuan kosakata dalam pelafalan fonetik, yaitu “bakicap”.Selain itu, dalam pemakaian katamahalabiu rata-rata mengandung makna gandahal ini terjadi dikarenakan pemakaian kata homonimi, sedangkan konteks dalampercakapan tidak jelas sehingga muncul ketaksaan.Kata-kata kunci:homonimi, ambiguitas fonetik, mahalabi

    REFLEKSI KONFLIK SOSIAL ANTARTOKOH DALAM NOVEL NEGERI DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE(REFLECTION OF SOCIAL CONFLICT BETWEEN CHARACTERS IN THE NOVEL“NEGERI DI UJUNG TANDUK” BY TERE LIYE)

    Get PDF
    Reflection of Social Conflict between Characters in the Novel “Negeri di UjungTanduk” By Tere Liye. This study aims to reflect and explained back the socialconflict between characters in the novel dalam novel “Negeri di Ujung Tanduk”by Tere Liye by using approaches and types qualitative research. Data in the formof sentences and discourse contained in novel quotations. The method used in thisresearch is descriptive methode. Based on the results that have been found, themore dominant characteristics of social conflict are manifest social conflicts.Social conflict are more common in the Thomas who have open conflict with otherfigures. Social conflict experiendced by the characters have different place, time,and atmosphere settings. Social conflict occurs more dominantly to Thomasbecause the initial conflict that occurs is rooted in the story of Thomas’s past.Keywords: reflection, characteristic of social conflict, novel AbstrakRefleksi Konflik Sosial Antartokoh dalam Novel “Negeri di Ujung Tanduk”Karya Tere Liye. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan dan memaparkankembali konflik sosial antartokoh dalam novel “Negeri di Ujung Tanduk” karyaTere Liye dengan menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualitatif. Databerbentuk kalimat dan wacana yang terdapat dalam kutipan novel. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil yangtelah ditemukan, karekteristik konflik sosial yang lebih dominan yaitu konflik sosialmanifes. Konflik sosial tersebut lebih banyak terdapat pada tokoh Thomas yangmemiliki konflik secara terbuka dengan tokoh yang lainnya. Konflik sosial yangdialami tokoh-tokoh dalam novel tersebut memiliki latar tempat, waktu, dansuasana yang berbeda-beda. Konflik sosial terjadi lebih dominan kepada tokohThomas karena konflik awal yang terjadi berakar dari kisah masa lalu Thomas.Kata-kata kunci:refleksi, karakteristik konflik sosial, nove

    WUJUD PERSUASI DAN RESPON KAUM MILENIAL DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK PADA PILPRES 2019 (THE FORM OF PERSUASION AND MILENNIALS RESPOND IN FACEBOOK SOCIAL MEDIA IN PRESIDENTIAL ELECTION 2019)

    Get PDF
    The Form of Persuasion and Milennials Respon in Facebook Social Media inPresidential Election 2019. This research aims to reveal how the persuasion andresponse of millennials on social media Facebook in the 2019 presidentialelection. This research uses methods of qualitative content analysis. The data theauthor takes is data on Facebook social media from February to April 2019. Formof data in the form of sentences that have a persuasion message used by millennialson social media Facebook in the presidential election 2019. The source of thisresearch data observations directly on social media Facebook which thenresearchers Screenshoot. Data analysis is done in several ways, namely: (1)Observation of the sentence upload on Facebook social media, (2) reading andunderstanding sentences that have a persuasion meaning, (3) grouping,identifying, and analyzing existing data, (4) Conclude the results of researchanalysis. Data analysis is done during and after the data is collected. This researchimplements triangulation and data checking to obtain the validity of data. Basedon the research, there are several form of persuasion in uploading sentences ofmillennials in facebook social media in presidential election 2019. Thatpersuasion form are: (1) persuasion form and millennials respond with strongarguments, (2) persuasion form and respond with neutral arguments, (3)persuasion form and millennials respond with weak arguments, (4) persuasionform and millennials respond with peripheral.Key words: persuasion, milenialls, facebook social media AbstrakWujud Persuasi dan Respon Kaum Milenial di Media Sosial Facebook padaPilpres 2019. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bagaimana wujud persuasidan respon kaum milenial di media sosial facebook pada pilpres 2019. Penelitianini menggunakan metode analisis isi kualitatif. Data yang penulis ambil adalahdata yang terdapat di media sosial facebook dari bulan Februari sampai denganApril 2019. Wujud data berupa kalimat yang memiliki pesan persuasi yang dipakaikaum milenial di media sosial facebook pada pilpres 2019. Sumber data penelitianini pengamatan langsung di media sosial facebook yang kemudian penelitiscreenshoot. Analisis data dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1)pengamatan terhadap unggahan kalimat di media sosial facebook, (2) membacadan memahami kalimat yang memiliki makna persuasi, (3) mengelompokkan,mengidentifikasi, dan menganalisis data yang ada, (4) menyimpulkan hasilanalisis penelitian. Analisis data dilakukan selama dan setelah data terkumpul.Penelitian ini menerapkan triangulasi dan pengecekan data untuk memperolehkeabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa wujudpersuasi dalam kalimat unggahan kaum mileniual di media sosial facebook padapilpres 2019. Wujud persuasi tersebut meliputi: (1) Wujud persuasi dan responkaum milenial dengan argumen kuat (strong argumens); (2) Wujud persuasi danrespon kaum milenial dengan argumen netral (neutral argumens);(3) Wujudpersuasi dan respon kaum milenial dengan argumen lemah (weak argumens); dan(4) wujud persuasi dan respon kaum milenial dengan argumen sampingan(peripheral).Kata-kata kunci: persuasi, kaum milenial, media sosial faceboo

    IMPLEMENTASI METODE JOLLY PHONICS BERMUATAN NILAI ISLAMI UNTUK PENGENALAN HURUF DAN KEMAMPUAN MELAFALKAN FONEM BAGI ANAK USIA DINI

    Get PDF
    Abstract The Implementation of Jolly Phonics with Islamic Values to Introduce Letters and Pronunciation for Toddler. The success in introducing letters to early childhood cannot be separated from how the stimulus method is used. But many do not yet know how to effectively introduce letters to early childhood. The Jolly Phonics method is a method that teaches reading by means of synthesizing letter sounds to read words and teach sounds of letters in a multisensory manner. Data collection techniques are observation and documentation. The results showed that the Islamic jolly phonics method can increase the enthusiasm of students in the teaching and learning process, improve the ability to recognize letters and the ability to recite phonemes. Key words: jolly phonics, alphabet, phoneme, islamic Abstrak Implementasi Metode Jolly Phonics Bermuatan Nilai Islami untuk Pengenalan Huruf dan Kemampuan Melafalkan Fonem bagi Anak Usia Dini. Keberhasilan dalam memperkenalkan huruf pada anak usia dini tidak lepas dari bagaimana metode stimulus yang digunakan. Namun banyak sekali yang belum mengetahui bagaimana cara yang efektif untuk memperkenalkan huruf pada anak usia dini. Metode Jolly Phonics merupakan metode yang mengajarkan membaca dengan menggunakan cara sintesa bunyi huruf untuk membaca kata dan mengajarkan bunyi huruf-huruf secara multisensori. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan bentuk Check List. Indikator yang diteliti yakni kemampuan menyebutkan huruf-huruf dan melafalkan fonem huruf. Teknik analisis data dilakukan secara deskripsi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan metode jolly phonics islami dapat meningkatkan semangat anak didik dalam proses belajar mengajar, meningkatkan kemampuan mengenal huruf dan kemampuan melafalkan fonem. Kata-kata kunci: jolly phonics, huruf, fonem, islam

    ASPEK PENYIMPANGAN PRAGMATIK DALAM ACARA HUMOR MAHALABIU DI DUTA TV

    Get PDF
    Abstract Pragmatic Aspects of Forming Humor in Mahalabiu on Duta TV. This Pragmatic Aspects of Forming Humor in Mahalabiu on Duta TV research reveals the pragmatic aspects that form the deviation of the principle of cooperation in forming the humor show Mahalabiu on TV Ambassador. Suggestions in this study are qualitative. The research data consisted of expensive humor in the Mahalabiu show on TV Ambassador episodes 1--18, from July 2015 to December 2017. The data source was in the form of video recordings obtained from the youtube.com site Mahalabiu program aired by Duta TV station. Data collection methods with conversation and listening techniques. Step analysis by transcribing, analyzing, classifying, and categorizing data. The results showed that the pragmatic aspect in the formation of Mahalabiu's humor was the deviation of the principle of Grice's cooperation which contained deviations of maxims, deviations of quality maxims, deviations of ways of maxim, and deviations of relevance maxims. Adjustment of relevance maxim is the most widely used in the formation of humor. Key words: deviation of the principle of cooperation, humor, mahalabiu Abstrak Aspek Penyimpangan Pragmatik dalam Acara Humor Mahalabiu di Duta TV. Penelitian Aspek Pragmatik dalam Acara Humor Mahalabiu di Duta TV ini bertujuan mengungkapkan keterlibatan aspek-aspek pragmatik berupa penyimpangan prinsip kerja sama pembentuk humor acara Mahalabiu di Duta TV. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian berupa tuturan humor mahalabiu dalam acara Mahalabiu di Duta TV episode 1--18, dari bulan Juli tahun 2015 hingga bulan Desember 2017. Sumber data berupa rekaman video yang diperoleh dari situs youtube.com acara Mahalabiu yang ditayangkan oleh stasiun Duta TV. Metode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi dan teknik simak. Langkah analisis dengan mentranskripsi, menganalisis, mengklasifikasi, dan mengategori data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pragmatik dalam pembentukan humor acara Mahalabiu yaitu adanya penyimpangan prinsip kerja sama Grice yang meliputi penyimpangan maksim kuantitas, penyimpangan maksim kualitas, penyimpangan maksim cara, dan penyimpangan maksim relevansi. Penyimpangan maksim relevansi yang paling banyak digunakan dalam pembentukan humor. Kata-kata kunci: penyimpangan prinsip kerja sama, humor, mahalabi

    PELANGGARAN MAKSIM TUTUR DALAM PEMILIHAN CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2019 (VIOLATION OF THE SPEECH ACT MAXIM IN THE PRESIDENTIAL CANDIDATES ELECTION DEBATE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA IN 2019)

    Get PDF
    AbstractViolation of the speech maxim in the Presidential Candidates Election Debate of theRepublic of indonesia In 2019.This research was aimed at describing the forms of violationof the speech act maxim and describing the functions of violationofspeech act maxim in thepresidential candidate election debate of the Republic of Indonesia in 2019. This research wasqualitative, and conducted by using the descriptive method. The soutce of data was thePresidential Candidate Election Debate of the Republic of Indonesia in 2019. The researchresults of speech maxim violation in the Presidential Candidate Election Debate of theRepublic of Indonesia in 2019 consist of 5 research problems, which are: (1) the form ofquantity of maxim violation, (2) the form of quality of maxim violation, (3) the form of relevanceof maxim violation, (4) the form of method of maxim violation, and (5) the functions of speechacts of maxim violation. The form of quantity maxim violation consists of statements containinganswers that comprise the information needed. The form of quality maxim violation consists ofstatements that contain answers which are less convincing, and contain answers which aresimilar or agree to the questions, and also contain answers which the evidence is not true. Theform of relevance maxim violation consists of statements which contain answers that are notrelevance with the questions and contain the contents of the correct answer but are notrelevance. The form of method maxim violation consists of statements which containambiguous answers, and contain long and wordy answers. The function of the speech acts hasfour functions: Representative function which consists of statements of affirmation, conclusion,and facts. Expressive function consists of statements of praise, difficulty, happiness, andmisery. Directive function consists of statements of ordering, advising, and commanding.Commissive function consists of statements of promise, rejection, and threat.Keywords:violation of speech maxim, debate AbstrakPelanggaran Maksim Tutur Dalam Debat Pemilihan Calon Presiden Republik IndonesiaTahun 2019. Tujuan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud pelangaran maksim danmendeskripsikan fungsi tindak tutur pelanggaran maksim dalam debat pemilihan calonPresiden Republik Indonesia tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif,dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini ialah debat pemilihan calon PresidenRepublik Indonesia tahun 2019. Hasil penelitian dari pelanggaran maksim tutur dalam debatPemilihan Calon Presiden Republik Indonesia tahun 2019 ini terdiri dari lima rumusanmasalah yaitu : (1) wujud pelanggaran maksim kuantitas, (2) wujud pelanggaran maksimkualitas, (3) wujud pelanggaran maksim relevansi, (4) wujud pelanggaran maksim cara, dan(5) fungsi tindak tutur pelanggaran maksim. Wujud pelanggaran maksim kuantitas terdiri daripernyataan yang mengandung jawaban yang melebihi informasi yang dibutuhkan. Wujudpelanggaran maksim kualitas berupa pernyataan yang mengandung jawaban yang kurangmeyakinkan, mengandung jawaban yang sama atau sependapat, dan mengandung jawabanyang bukti kebenarannya tidak benar. Wujud pelanggaran maksim relevansi terdiri daripernyataan yang mengandung jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan, danmengandung isi jawaban yang benar tapi tidak sesuai. Wujud pelanggaran maksim cara terdiridari pernyataan yang mengandung jawaban yang ambigu, dan mengandung jawaban panjanglebar, bertele-tele. Fungsi tindak tutur memiliki empat fungsi yaitu: Fungsi representatif yangterdiri dari pernyataan penegasan, kesimpulan, fakta. Fungsi ekspresif terdiri dari pernyataanmemuji, kesulitan, kesenangan, kesengsaraan. Fungsi direktif terdiri dari pernyataanmenyuruh, memberi saran, perintah. Fungsi komisif terdiri dari pernyataan janji, penolakan,ancaman.Kata-kata kunci: pelanggaran maksim tutur, deba

    ANALISIS WACANA KRITIS PADA PIDATO POLITIK MANTAN KETUA UMUM PARTAI GOLKAR ABURIZAL BAKRIE (CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS ON POLITICAL SPEECH BY THE FORMER HEAD OF GOLKAR, ABU RIZAL BAKRIE)

    Get PDF
    AbstractCritical Discourse Analysis on Political Speech by The Former Head of Golkar,Abu Rizal Bakrie. Discourse is a unit of language based on words used tocommunicate in social contexts. Therefore, it cannot be denied that language isan effective tool in all aspects of life, including on the political stage. This studyaims to analyze the structure of the political speech of the former chairman of theGolkar Party, Aburizal Bakrie, entitled "Flowing But Not Drifting". The type ofthis research is descriptive qualitative with the Van Dijk's model of criticaldiscourse analysis. The results of this study indicate that the macro structure ofthe ARB speech text is "Flowing But Not Drifting". In the study of the textsuperstructure, ARB's speech was arranged in a simple way which then becamea strategy in delivering a discourse in front of the cadres. The final element ofvan Dijk's critical discourse analysis study is the micro or semantic structure.The ARB speech consists of background elements, details, presuppositions andnominalization in the semantic section. The use of pronouns, and the tenses usedare active and passive sentences, and tend to use aspects of conditionalcoherence. ARB also tends to use diction in a style that leads to the use oflanguage that is simple and easy to understand because it starts the speech bygiving greetings, thanks and also insertion of a pantun, which is understood as away to give a more positive nuance to the Golkar Party.Key words: CDA, speech, politics, Golkar, ARB AbstrakAnalisis Wacana Kritis Pada Pidato Politik Mantan Ketua Umum PartaiGolkar Aburizal Bakrie. Wacana merupakan satuan bahasa berdasarkan katayang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial. Oleh karena itu,tidak bisa dipungkiri lagi bahwa bahasa adalah alat yang efektif dalam segalaaspek kehidupan termasuk dalam panggung politik. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis struktur pidato politik mantan ketua umum Partai Golkar,Aburizal Bakrie, yang berjudul “Mengalir Tapi Tak Hanyut”. Jenis penelitian iniadalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis wacana kritis model Van Dijk.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur makro teks pidato ARBadalah “Mengalir Tapi Tak Hanyut”. Pada kajian sisi superstruktur teks, pidatoARB tersusun secara sederhana yang kemudian menjadi sebuah strategi dalammenyampaikan suatu wacana di hadapan para kader. Elemen terakhir darikajian analisis wacana kritis oleh van Dijk adalah struktur mikro atau semantik.Pidato ARB terdiri dari elemen latar, detail, pra-anggapan dan nominalisasipada bagian semantik. Penggunaan kata ganti, dan bentuk kalimat yangdigunakan adalah kalimat aktif dan pasif, serta cenderung menggunakan aspekkoherensi kondisional. ARB juga cenderung menggunakan diksi dengan gayayang mengarah kepada penggunaan bahasa yang sederhana dan mudahdipahami karena mengawali pidato dengan memberi salam, ucapan terima kasihdan juga disisipi sebuah pantun, yang mana hal tersebut dipahami sebagai carauntuk memberikan nuansa yang lebih positif atas Partai Golkar.Kata-kata kunci:AWK, pidato, politik, Golkar, AR

    KEARIFAN LOKAL DALAM LEGENDA KEAGAMAAN MASYARAKAT BANJAR

    Get PDF
    Local Wisdom In The Banjar Community Religious Legends. The purpose of this study is to reveal the local wisdom of the Banjar people in the religious legend of the Banjar community. This research was conducted using a semiotic approach with a descriptive type of research. This research data in the form of words, sentences, and expressions in the religious legend of the Banjar community. The data source of this research is the book "Datu-Datu Famous South Kalimantan" by Tim Sahabat. the results of this study indicate that local wisdom in the religious legend of the Banjar community is related to human relations with God, namely the declaration of a stable war against the Dutch, the construction of mosques and surau, resistance to the enemies of Allah Almighty; related to human relations with himself, namely studying in boarding schools to improve ability, policy as a Sultan, the passion for studying. related to human relations with the community, namely community loyalty, togetherness in the struggle, defeating the Netherlands, the upheaval of the situation in the Banjar kingdom; related to human relations as a family member with another family, namely the deciding lineage, the child's obedience to his mother; related to human relations with the environment or nature, namely the battle on Martapura, the destruction of nature as a Dutch war strategy. the Dutch tactics took control of the Coal mine. Key words: local wisdom, banjar, religious legend, semiotics Abstrak Kearifan Lokal dalam Legenda Keagamaan Masyarakat Banjar. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengungkapkan kearifan lokal masyarakat Banjar dalam legenda keagamaan masyarakat Banjar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan semiotik dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini berupa kata, kalimat, dan ungkapan dalam legenda keagamaan masyarakat Banjar. Sumber data penelitian ini ialah buku “Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan” karya Tim Sahabat. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam legenda keagamaan masyarakat Banjar terkait hubungan manusia dengan Tuhan, yaitu pernyataan perang sabil terhadap Belanda, Pembangunan masjid dan surau, perlawanan terhadap musuh Allah Swt.; terkait hubungan manusia dengan dirinya sendiri, yaitu belajar di pesantren untuk meningkatkan kemampuan, kebijakan sebagai Sultan, semangat untuk menuntut ilmu. terkait hubungan manusia dengan masyarakat, yaitu loyalitas masyarakat, kebersamaan dalam perjuangan, mengalahkan Belanda, pergolakan situasi di kerajaan Banjar; terkait hubungan manusia sebagai anggota keluarga dengan keluarga yang lain, yaitu garis keturunan yang menentukan, kepatuhan anak kepada ibunya; terkait hubungan manusia dengan lingkungan atau alam, yaitu pertempuran di bumi Martapura, pengrusakan alam sebagai strategi perang Belanda. siasat Belanda menguasai tambang Batu Bara. Kata-kata kunci: kearifan lokal, banjar, legenda keagamaan, semioti

    KEKERASAN VERBAL DALAM FILM KARTUN KIKO(VERBAL VIOLENCE IN THE KIKO CARTOON FILM)

    Get PDF
    Verbal Violence in the Kiko Cartoon Film. This research aims to describe theverbal violence in the forms of the directive, and expressive speech acts in the Kikocartoon. This was qualititative research. The data were the words or sentencesused in the Kiko cartoon. The data source of research was the cartoon film of Kiko.Data were collected using the note-taking technique. The research instrument usedwere laptop and data cards. Laptop and data cards are used as a video player andas a tool to listen and understand the utterances in the Kiko cartoon. Furthermore,the data collected were analyzed based on verbal violence in the forms of thedirective, and expressive speech acts. The additional instrument was the data cardsby which the researcher collected data on the types off speech acts and groupedthem according to the directive and expressive speech acts and grouped themaccording to the directive and expressive speech acts. The results of the researchindicated that 117 speech acts including 33 types of rebuked violence, 55 types ofharassment, two types of accusations, 20 types of coercion, and seven types ofintimidation. b) 56 directive speech acts consisting of 29 commandment speechacts, 2 threat, seven rejection seepch acts, 13 opposing speech acts, five denialspeech acts. c) 61 expressive speech acts consisting of 11 speech acts forexpressing displeasure, 17 speech acts for criticizing, 15 speech acts for swearing,15 speech acts for insulting, and there speech acts for exspressing satire.Key words:verbal violence, Kiko cartoon fil

    KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DENGAN SELF-ESTEEM RENDAH DI SMP GLOBAL ISLAMIC BOARDING SCHOOL (GIBS) BARITO KUALA

    Get PDF
    Abstract Skills Talking Students With Low Self-Esteem At The Junior High Schools Global Islamic Boarding School (GIBS) Barito Kuala. Speaking is the main means of fostering mutual understanding, mutual communication, using language as its medium. Speaking activities in language classes have aspects of two-way communication, namely between the speaker and listeners reciprocally (Ngalimun & Alfulaila: 2014: 55). The purpose of this study is to provide an overview of the speaking skills possessed by GIBS Middle School students who have low self-esteem. The stages of this research method use descriptive qualitative research methods. The data in this study were oral and written data in the form of observations, oral interviews, and written questionnaires. The data source in this study is GIBS Middle School students who have low self-esteem. In SMP GIBS, out of 107 students there were 5 people (4.67%) students classified as having high self-esteem, 95 people (88.79%) students were classified as having moderate self-esteem, and 7 people (4.67%) students are classified as having low self-esteem. From this data, further action is taken on students who have low self-esteem in the form of interviews, storytelling through arranged images, and group discussion forums (FGD). From the follow-up actions, it was found that there are several aspects that can describe a person's speaking skills, namely aspects of the quantity of sentence production, sentence quality (the appropriateness of the answers to the questions during the interview / question and answer), structure, and diction. Key words: speaking skills, self-esteem Abstrak Keterampilan Berbicara Siswa dengan Self-Esteem Rendah di SMP Global Islamic Boarding School (GIBS) Barito Kuala. Berbicara merupakan sarana utama untuk membina saling pengertian, komunikasi timbal balik, dengan menggunakan bahasa sebagai medianya. Kegiatan berbicara di dalam kelas bahasa mempunyai aspek komunikasi dua arah, yakni antara pembicara dengan pendengar secara timbal balik (Ngalimun & Alfulaila: 2014:55). Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai keterampilan berbicara yang dimiliki oleh siswa SMP GIBS yang memiliki self-esteem rendah. Tahapan metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah data lisan dan tulisan berupa pengamatan, wawancara secara lisan, dan angket tertulis. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa SMP GIBS yang mempunyai self-esteem rendah. Di SMP GIBS, dari 107 orang siswa terdapat 5 orang (4,67%) siswa tergolong mempunyai self-esteem tinggi, 95 orang (88,79%) siswa tergolong mempunyai self-esteem sedang, dan 7 orang (4,67%) siswa tergolong mempunyai self-esteem rendah. Dari data tersebut, dilakukan tindakan lanjutan terhadap siswa yang mempunyai self-esteem rendah berupa wawancara, bercerita melalui gambar yang dirangkai, dan forum group discussion (FGD). Dari tindakan lanjutan tersebut didapatkan hasil bahwa terdapat beberapa aspek yang dapat mendeskripsikan keterampilan berbicara seseorang, yaitu aspek kuantitas produksi kalimat, kualitas kalimat (kesesuaian jawaban dengan pertanyaan pada saat wawancara/tanya jawab), struktur, dan diksi. Kata-kata kunci: keterampilan berbicara, self-estee

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇