Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
173 research outputs found
Sort by
Persepsi Pemustaka Terhadap Tata Ruang di SMK Negeri 3 Malang
ABSTRAK Kristi, Galang Viga. Persepsi Pemustaka Terhadap Tata Ruang di SMK Negeri 3 Malang. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. embimbing: (I) Dr. Widodo Hs,M.Pd, (II) Dra. Suharti, S.IP Kata Kunci:tata ruang, pemustaka, perpustakaan Perpustakaan sekolah mempunyai tugas untuk mengelola perpustakaan menjadi sebuah tempat yang nyaman serta memberikan kemudahan bagi pemustaka sehingga dapat meningkatkan intentitas kedatangan pengunjung. Salah satu aspek untuk menciptakan kondisi tersebut antara lain, dapat dilakukan melalui pengaturan tata ruang perpustakaan sekolah yang ideal. Tujuan penulisan tugas akhir adalah sebagai berikut: (a) Mendeskripsikan fasilitas dan tata ruang yang ada pada perpustakaan di SMK Negeri 3 Malang dan, (b) Mendeskripsikan persepsi pemustaka terhadap fasilitas dan tata ruang perpustakaan di SMK Negeri 3 Malang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuntitatif dengan menggunakan data numerkal. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Angket untuk mengumpulkan informasi dari pemustaka. Hasil dari observasi dan dokumentasi dilapangan. Wawancara digunakan sebagai data penguat angket untuk data yang diperoleh dari pemustaka. Berdasarkan analisis data dan hasil temuan dapat diperoleh simpulan sebagai berikut: (a) kondisi fasilitas dan tata ruang Perpustakaan masih jauh dari Standar Permendiknas No. 24 Tahun 2007. Pada kenyataannya tata ruang perpustakaan sekolah seharusnya berada dipusat sekolah dan mudah dijangkau dari segala arah, (b) Tata ruang di SMK Negeri 3 Malang ini kurang efektif dan efisien, dan (c) Penempatan rak buku yang terpisah-pisah dan tidak beraturan. Fasilitas di Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang memuaskan untuk pemustaka, namun demikian masih ditemukan kekurangan. Presepsi pemustaka terhadap fasilitas dan tata ruang perpustakaan SMK Negeri 3 Malang dapat disimpulkan sebagai berikut: fasilitas sangat memuaskan dengan persentase 18%, memuaskan dengan persentase 16%,tidak memuaskan dengan persentase 48%, dan sangat tidak memuaskan dengan persentase 18%.Ketidak puasan pemustaka bisa mengakibatkan berkurangnya pengunjung perpustakaan, dan mengurangi minat baca pemustaka. Sebagai pencegahan berkurangnya pengunjung perpustakaan pada Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang diperlukan untuk mengatur ulang tata ruang perpustakaa. Pustakawan juga diharapkan lebih memperhatikan kenyaman perpustakaan, dengan melengkapi layanan perpustakaan. Perpustakaan akan optimal jika banyak pemustaka yang datang di perpustakaan
Persepsi Pemustaka terhadap Tataruang Dan Desain Interior Perpustakaan SMK Negeri 4 Malang
ABSTRACT Nama: Khusnul KhotimahPrgram Studi : D3 PerpustakaanJudul: Persepsi Pemustaka terhadap Tataruang Dan Desain Interior Perpustakaan SMK Negeri 4 MalangPerpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber belajar di sekolah yang keberadaannya sangat penting sebagai tempat mengolah, menyimpan dan menyediakan informasi. Dalam penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya sekedar pengkoleksian buku-buku, layanan, maupun kecakapan pegawai semata tetapi tata ruang dan desain interior juga sangat penting dipertimbangkan dalam pengembangan perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi pemustaka terhadap tataruang dan desain interior perpustakaan SMK Negeri 4 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui empat cara, yaitu wawancara, observasi, kuisioner, dan angket. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk gambaran tentang fakta persepsi pemustaka. Masalah yang ada dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perpsepsi pemustaka terhadap tataruang dan desain interior perpustakaan SMK Negeri 4 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemustaka sudah merasa nyaman dan cukup puas dengan tataruang dan desain interior perpustakaan SMK Negeri 4 Malang. Kesimpulan akhir penelitian ini adalah bahwa pemustaka sudah merasa nyaman dan cukup puas dengan tataruang dan desain interior perpustakaan SMK Negeri 4 Malang meski terkadang harus berdesakan dan terganggu dengan bau yang kurang sedap di dalam ruangan perpustakaan. Agar siswa lebih nyaman lagi di dalam perpustakaan dan tidak terganggu dengan bau yang kurang sedap di dalam ruangan perlu diberi pengharum ruangan agar bau dapat dinetralisir. Kata kunci: perpustakaan sekolah, persepsi, tataruang, ruang perpustakaan, desain intero
The Use of Game and Questioning Technique to Improve the Reading Comprehension Ability and Vocabulary Mastery of The Eleventh Graders of SMA Surya Buana Malang
ABSTRACT Posing questions can help students solve their reading problems such as by guiding them in understanding the readings. Meanwhile, game can also be used to attract and create new classroom athmosphere. By collaborating with the teacher in utilizing questioning technique and game, the researcher aimed at solving the eleventh graders’ reading comprehension problem found during the preliminary study. Findings showed that the questioning technique implemented in the three reading phases were successful in improving the Eleventh graders’ reading comprehension and the game implemented in teaching reading at SMA Surya Buana Malang made the students more attracted to the lesson.
Transformasi Digital Koleksi LocalContent sebagai Bentuk Pelestarian Informasi di UPT Perpustakaan Universitas Jember.
Pelestarian bahan pustaka merupakan salah satu dari fungsi perpustakaan. Ada dua jenis pelestarian, yaitu melestarikan bentuk fisiknya dan melestarikan informasi yang terkandung. UPT Perpustakaan Universitas Jember sebagai perpustakaan perguruan tinggi memiliki koleksi local content atau literatur kelabu berupa skripsi, tesis, disertasi dan laporan akhir yang pertambahannya cukup cepat. Oleh sebab itu, untuk mengatasi keterbatasan ruang dan melestarikan kandungan informasi dari koleksi local contentatau literatur kelabu tersebut, maka UPT Perpustakaan Universitas Jember malakukan langkah dengan transformasi digital atau alih media. Dengan melakukan transformasi digital, maka informasi yang sebelumnya tercetak diubah menjadi informasi dalam bentuk digital sehingga lebih mudah diakses oleh pemustaka. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk: (a) mendiskripsikan prosedur dan alur kerja transformasi digital koleksi local contentdi UPT Perpustakaan Universitas Jember, dan (b) mendiskripsikan hambatan yang dialamitransformasi digital koleksi local content di UPT Perpustakaan Universitas Jember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan data kualitatif yaitu menggambarkan dan menjabarkan temuan di lapangan. Metode ini dipilih karena dapat menggambarkan secara nyata kejadian dengan turun langsung ketempat penelitian. Data pada penelitian ini berupa hasil wawancara dan observasi yang dilakukan pada petugas transformasi digital. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan cara wawancara dan observasi. dengan wawancara, data penelitian diperoleh melalui beberapa pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung proses transformasi digital koleksi local content di UPT Perpustakaan Universitas Jember. Data dianalisis melauli tiga tahap, yaitu reduksi, veriikasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, terdapat empat tahapan dalamalur kerja transformasi digital yaitu, (a) seleksi koleksi berdasarkan prioritas transformasi, (b) pemindaian atau scanning, (c) pemrosesan atau editing, (d) pendistribusian. Kedua, hambatan dalam transformasi digital di UPT Perpustakaan Universitas Jember yaitu kurangnya sarana pendukung seperti ruangan dan belum adanya generator pembangkit listrik atau genset. Selain itu, hambatan lain dalam transformasi digital yaitu belum adanya unit kerja khusus yang menangani tentang pelestarian khususnya transormasi digital, sehingga belum ada kebijaka tertulis atau Standar Operasional Prosedur (SOP) nya
Layanan Perpustakaan Keliling di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno sebagai Pusat Sumber Informasi bagi Pemustaka
ABSTRAK Agustina, Leni. 2016. Layanan Perpustakaan Keliling di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno sebagai Pusat Sumber Informasi bagi Pemustaka. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (II) Drs. Darmono, M.Si. Kata Kunci: layanan, Perpustakaan Keliling, pusat sumber informasi Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi turut berpengaruh terhadap peran perpustakaan sebagi pusat sumber informasi. Perpustakaan sebagai pusat bahan pustaka berperan sebagai penyedia sumber informasi untuk seluruh masyarakat. Salah satu cara untuk dapat melayani seluruh lapisan masyarakat secara langsung yaitu melalui layanan Perpustakaan Keliling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pelaksanaan layanan Perpustakaan Keliling, (2) jenis layanan Perpustakaan Keliling, (3) kendala yang dihadapi dan (4) upaya untuk meningkatkan kualitas layanan Perpustakaan Keliling. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan penyebaran angket. Data yang diperoleh berupa data numeric dan data verbal. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan telaah data, reduksi data, pemeriksaan keabsahan data dan penafsiran data. Hasil penelitian tugas akhir ini antara lain (1) koleksi layanan Perpustakaan Keliling berjumlah 5-500 eksemplar buku yang terdiri dari koleksi umum, koleksi terbitan berseri (koran), dan koleksi referensi anak, (2) pelaksanaan Perpustakaan Keliling didukung dengan 2 armada khusus yaitu mobil dan minibus. Pelaksanaan Perpustakaan Keliling menggunakan mobil yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti kursi lipat, keranjang, laptop, tikar dan kipas angin kecil di dalam mobil Perpustakaan Keliling. Perpustakaan Keliling dijalankan oleh 3 orang yang terdiri dari koordinator Perpustakaan Keliling dan anggota. Evaluasi dan monitoring dilakukan oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Kerjasama (3) jenis layanan Perpustakaan Keliling yaitu layanan baca ditempat yang menerapkan pelayanan open access (layanan terbuka) dan layanan informasi dan promosi dengan melakukan kegiatan pemutaran film, sosialisasi dan pembacaan dongeng, (4) kendala pada pelaksanaan layanan Perpustakaan Keliling meliputi faktor cuaca, kondisi armada Perpustakaan Keliling yang belum memadai, keterbatasan jenis koleksi, ketiadaan pelatihan khusus atau diklat untuk petugas lapangan Perpustakaan Keliling, dan (5) upaya untuk meningkatkan kualitas layanan Perpustakaan Keliling meliputi menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif, perbaikan armada Perpustakaan Keliling, keberagaman koleksi yang disediakan, pengadaan pelatihan khusus atau diklat untuk petugas lapangan Perpustakaan Keliling
Perubahan Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka Perpustakaan Daerah Tulungagung Pasca Pendidikan Pemakai
ABSTRAK Sanjaya, Pinda. 2016. Perubahan Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka Perpustakaan Daerah Tulungagung Pasca-pendidikan Pemakai. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd., (II) Dwi Novita Ernaningsih, S.Sos., M.Hum. Kata kunci: perilaku pencarian informasi, pendidikan pemakai, perpustakaan umum Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perilaku pencarian informasi pemustaka Perpustakaan Daerah Tulungagung sebelum pendidikan pemakai dan perilaku pencarian informasi pemustaka Perpustakaan Daerah Tulungagung pasca pendidikan pemakai. Perpustakaan Daerah Tulungagung memiliki OPAC sebagai alat penelusuran informasi namun tidak semua pemustaka menggunakannya dalam proses penelusuran informasi di perpustakaan, kebanyakan dari mereka langsung menuju ke rak koleksi. Dengan minimnya pengetahuan penggunaan OPAC menyebabkan banyak pemustaka kesulitan dalam menelusur informasi dan berita aktual yang di butuhkan. Hal ini menjadi faktor utama yang menghambat proses pemenuhan kebutuhan informasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (actionresearch). Penelitian tindakan merupakan bentuk penyelidikan yang bersifat memperbaiki suatu kondisi dengan turut serta berpartisipasi di dalamnya, dengan berkerja sama memanfaatkan berbagai informasi yang terkumpul sebagai bahan untuk merefleksi dan tindakan tersebut dilakukan berulang-ulang kemudian dalam setiap pengulangan terjadi perbaikan-perbaikan. Subjek penelitian ini adalah pemustaka yang menggunakan layanan dan fasilitas di Perpustakaan Daerah Tulungagung. Objek penelitian adalah perilaku pencarian informasi pemustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Kegiatan analisis data dimulai dari menyusun seluruh data dari observasi dan wawancara kemudian data dibagi satu persatu dan dilakukan reduksi data. Selanjutnya data disempurnakan dan digolongkan sesuai dengan kategorinya dan dilakukan interpretasi data atas hubungan yang ada dalam penelitian dengan teori maupun hasil penelitian. Kemudian tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan dengan cara membuat tabel perbandingan sebelum dan pasca penerapan pendidikan pemakai di Perpustakaan Daerah Tulungagung. Berdasakan hasil pengumpulan data sebelum dan pasca pendidikan pemakai kebutuhan informasi informan untuk memenuhi tugas perkuliahan. Sebelum dan pasca pendidikan pemakai pada tahap startinginformanmenentukan topik berdasarkan tugas perkuliahan. Sebelum dan pasca pendidikan pemakai chainingdilakukan informan dengan cara menghubungkan daftar rujukan yang terdapat dalam koleksi atau artikel. Browsing sebelum pendidikan pemakai informan melakukan pencarian informasi langsung menuju rak koleksi. Pasca pendidikan pemakai browsingdilakukan informan dengan mencari koleksi yang dibutuhkan lewat OPAC, setelah mendapat nomor panggil buku informan menuju rak koleksi. Differentiating, informan sebelum dan pasca pendidikan pemakai melakukan kegiatan ini dengan membaca sekilas dari daftar isi buku, apakah topik yang dicari ada dalam buku tersebut. Monitoringyaitu tahap memantau sebelum dan pasca pendidikan pemakai dilakukan dengan cara membaca media cetak (buku, koran, jurnal) maupun internet. Extractingsebelum dan pasca pendidikan pemakaiinforman akan memilih informasi yang sesuai kebutuhan dan mulai mencatat di buku catatan informan. Verifyingpada kegiatan ini informan sebelum dan pasca pendidikan pemakai informan akan bertanya kepada seseorang yang dianggap ahli untuk memastikan keakuratan dari informasi yang sudah dicari. Ending pada tahap akhir ini informan menggunakan informasi untuk memenuhi tugas perkuliahan
PEMANFAATAN APLIKASI SLiMS (SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM) VERSI 8.1 (AKASIA) DALAM PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 3 MALANG
ABSTRAK Almas, Hanafi. 2016. Pemanfaatan Aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System) Versi 8.1 (Akasia) dalam Pelayanan Sirkulasi di SMK Negeri 3 Malang. Tugas Akhir, Program Studi D3 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd, (II) Taufiq Kurniawan,S.IP., M.IP. Kata Kunci : pemanfaatan aplikasi, aplikasi SLiMS versi 8.1 Akasia, layanan sirkulasi, SMK Negeri 3 Malang. Peran perpustakaan sekolah sangat penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Seiring berkembangnya teknologi dan informasi, perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu layanan yang terdapat di perpustakaan adalah layanan sirkulasi. Layanan sirkulasi diterapkan di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang dengan memanfaatkan aplikasi SLiMS versi 8.1 (Akasia). Tujuan pemanfaatan program aplikasi tersebut yakni, mengganti pelayanan sirkulasi yang semua dengan cara manual manjadi terautomasi. Pemanfaatan aplikasi tersebut dalam pelayanan sirkulasi meliputi, peminjaman, pengembalian, serta perpanjangan. Tidak sepenuhnya pemanfaatan aplikasi automasi di perpustakaan dapat memudahkan segala kegiatan di perpustakaan. Masih ada hambatan maupun kendala dalam pemanfaatan aplikasi tersebut di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang. Menyadari hal tersebut, dirasa perlu untuk melakukan suatu penelitian tentang pemanfaatan aplikasi automasi tersebut pada layanan sirkulasi di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan hambatan dalam pemanfaatan program tersebut pada pelayanan sirkulasi, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pemanfaatan aplikasi tersebut dalam pelayanan sirkulasi di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan data yang dipaparkan pada hasil penelitian ini berupa deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi yang dilakukan selama kegiatan Praktik Kerja Lapangan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni pedoman wawancara yang berupa daftar pertanyaan terkait dengan rumusan masalah dan pedoman observasi yang berisikan kondisi sebenarnya di lapangan dan dilengkapi keterangan sesuai dengan obyek yang diamati. Kegiatan analisis data yakni, merangkum hal-hal pokok yang berkaitan dengan penelitian, penyajian data dengan menampilkan deskripsi, penarikan kesimpulan sesuai dengan keadaan dilapangan
PERAN BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG DALAM PEMBINAAN PERPUSTAKAAN DESA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK Mufidah, Zahrotul. 2016. Peran Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulungagung dalam Pembinaan Perpustakaan Desa di Kabupaten Tulungagung. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M.Pd, (II) Taufiq Kurniawan, S.IP., M.IP. Kata Kunci: perpustakaan daerah, pembinaan, perpustakaan desa Perpustakaan desa adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintahan di tingkat desa/kelurahan/kecamatan. Pemerintahan desa memerlukan dukungan dari perpustakaan daerah untuk membentuk dan menyelenggarakan perpustakaan desa. Perpustakaan daerah memiliki wewenang dan kewajiban untuk membina dan mengembangkan perpustakaan dan menjamin penyelenggaraan perpustakaan di setiap daerah. Oleh karena itu, perpustakaan daerah memiliki peran penting dalam penyelenggaraan perpustakaan desa. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan pembahasan mengenai peran perpustakaan daerah dalam membina perpustakaan desa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (a) strategi pembinaan, (b) upaya pembinaan, dan (c) kendala pelaksanaan pembinaan perpustakaan desa di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Untuk mempertanggungjawabkan keabsahan data, dilakukan validasi data melalui triangulasi dan member check. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan, pengeditan, pengodean, pendeskripsian, dan penyimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, strategi Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulungagung dalam pembinaan perpustakaan desa, yaitu (1) melaksanakan pembinaan secara menyeluruh, (2) melaksanakan pembinaan berdasarkan aspek-aspek pembinaan, (3) meningkatkan keterampilan dan kemampuan tenaga perpustakaan desa, (4) mengembangkan koleksi perpustakaan desa, (5) meningkatkan peran perpustakaan desa sebagai pusat sumber belajar, (6) meningkatkan budaya gemar membaca di semua kalangan masyarakat, dan (7) memanfaatkan sarana teknologi informasi dan komunikasi. Kedua, upaya yang dilakukan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulungagung dalam membina perpustakaan desa diwujudkan dalam bentuk classroom, asistensi, sosialisasi, monitoring dan evaluasi. Ketiga, kendala-kendala yang dihadapi oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulungagung dalam melaksanakan pembinaan perpustakaan desa, yaitu (1) kurangnya dukungan pemerintah desa, (2) keterbatasan jumlah dan kemampuan tenaga perpustakaan, (3) keterbatasan anggaran, (4) rendahnya pandangan masyarakat terhadap perpustakaan desa, dan (5) rendahnya minat kunjung dan minat baca masyarakat. Namun, kendala-kendala tersebut tidak dijadikan halangan bagi perpustakaan daerah untuk melaksanakan pembinaan. Pembinaan tetap dilaksanakan sesuai dengan program yang telah direncanakan
Pengembangan Panduan Motivasi Diri Dengan Media Wayang Untuk Siswa SMP
ABSTRACT Pengembangan Panduan Motivasi Diri Dengan Media Wayang Untuk Siswa SMPMaulana, Puji. 2016. Pengembangan Panduan Motivasi Diri Dengan Media Wayang Untuk Siswa SMP.Tesis. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Marthen Pali. M. Psi. (II) Dr. Dany. M. Handarini, MA.Kata Kunci : Motivasi diri, Media wayang, Kebutuhan berkompetensi danKebutuhan berkompetisi.Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya sering kali tidak terlalu jelas. Konselor bisa membantu pengembangan diri siswa di sekolah. Untuk mencapai hal itu diperlukan motivasi diri yang tinggi pada diri siswa, dengan motivasi diri yang tinggi diharapkan siswa akan memiliki prestasi akademik yang tinggi juga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memudahkan dalam proses bimbingan kelompok adalah dengan membuat buku panduan pelatihan motivasi diri dengan media wayang untuk siswa SMP.Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan panduan yang akseptabel, memenuhi kriteria ketepatan, kegunaan dan keterlaksanaan. Uji coba produk dilakukan oleh ahli Bimbingan dan Konseling, ahli ilmu pendidikan, ahli pendidikan bahasa dan pengguna produk (konselor).Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian pengembangan. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain : (1) Persiapan, meliputi: asesmen kebutuhan, penentuan tujuan; (2) Pelaksanaan, meliputi : penyusunan draf produk; (3) uji coba produk, meliputi : uji ahli dan uji calon pengguna produk (konselor).Hasil penelitian adalah (1) Secara umum berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif uji ahli dan calon pengguna produk menunjukan bahwa panduan pelatihan motivasi diri dengan media wayang telah memenuhi aspek keberterimaan. (2) Berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif pengguna produk menunjukkan bahwa panduan pelatihan motivasi diri dengan media wayang telah memenuhi aspek keberterimaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan maka saran yang dapat diberikan adalah : (1) Konselor dapat menggunakan panduan pelatihan motivasi diri dengan media wayang ini kepada siswa melalui tindakan bimbingan dan menyesuaikan dengan kondisi kelas, (2) Peneliti selanjutnya perlu menguji cobakan produk pada subjek pengguna produk (siswa), dan (3) Peneliti selanjutnya dapat menguji keefektifan panduan pelatihan motivasi diri dengan media wayang ini dengan rancangan penelitian eksperimen
PEMANFAATAN KOLEKSI TERBITAN BERSERI BAGI PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 3 MALANG
ABSTRAK Wibowo, Rizal Aji Setyo. 2016. Pemanfaatan Koleksi Terbitan Berseri bagi Pemustaka di Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Titik Harsiati, M.Pd. (II) Setiawan, S.Sos., M.IP Kata Kunci: koleksi terbitan berseri, motivasi, perpustakaan Koleksi terbitan berseri adalah salah satu terbitan yang berisi informasi berita serta kejadian-kejadian politik, ekonomi, dan lain-lain yang menarik di masyarakat. Pemanfaatan koleksi terbitan berseri berbeda dengan koleksi lainnya. Koleksi terbitan berseri hanya bisa dimanfaatkan di perpustakaan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan koleksi terbitan berseri di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Data dalam tugas akhir ini meliputi (1) pemanfaatan koleksi terbitan berseri di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang, (2) motivasi pemustaka dalam pemanfaatan koleksi terbitan berseri di perpustkaan SMK Negeri 3 Malang, (3) upaya yang dilakukan perpustakaan dalam meningkatkan pemanfaatan koleksi terbitan berseri di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang, da (4) kepuasan pemustaka terhadap pelayanan pustakawan di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang. Instrumen yang digunakan dalam pegumpulan data adalah pedoman angket. Hasil penelitian tugas akhir ini antara lain (1) pemanfaatan koleksi terbitan berseri di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang meliputi membaca di tempat, memfotocopy dan mencatat informasi yang penting; (2) motivasi pemustaka dalam pemanfaatan koleksi terbitan berseri di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang antara lain untuk membantu mengerjakan tugas sekolah dan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan pemustaka; (3) upaya yang dilakukan perpustakaan dalam meningkatkan pemanfaatan koleksi terbitan berseri meliputi sosialisasi melalui media sosial dan melakukan promosi; dan (4) kepuasan pemustaka terhadap pelayanan pustakawan di perpustakaan SMK Negeri 3 Malang meliputi tutur kata pustakawan kepada pemustaka dan sikap pustakawan. Perpustakaan diharapkan berorganisasi dengan guru agar setiap siswa wajib megunjungi perpustakaan dan tidak ada alasan bagi siswa untuk tidak mengunjungi perpustakaan, sebaiknya para guru SMK Negeri 3 Malang memberi motivasi kepada siswa untuk belajar di perpustakaan. hal htersebut dapat meningkatkan pemanfaatan perpustakaan dalam kegiatan proses belajar-mengajar