Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
173 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah oleh Guru sebagai Bentuk Pembelajaran di Perpustakaan SMA Negeri 8 Malang
ABSTRAK Puspitasari, Cici. 2014. Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah oleh Guru sebagai Bentuk Pembelajaran di Perpustakaan SMA Negeri 8 Malang. Tugas Akhir, Program Studi Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd (II) Ali Mas’ud, A.Ma, S.Sos Kata Kunci: Pemanfaatan, Perpustakaan Sekolah, Guru Pemanfaatan perpustakaan yaitu proses atau cara atau perbuatan untuk memanfaatkan dari koleksi dan layanan perpustakaan. Perpustakaan sekolah adalah salah satu unit kerja yang ada di sekolah yang berguna untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memelihara bahan pustaka guna menunjang proses belajar mengajar dan sebagai pusat sumber belajar yang ada di sekolah. Guru sebagai fasilitator dan motivator bagi siswanya harus mampu kreatif dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah. Banyak fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan yang bisa dimanfaat oleh guru dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil perpustakaan SMA Negeri 8 Malang dan untuk mendeskripsikan bentuk pemanfaatan guru dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlangsung selama dua bulan yaitu pada tanggal 6 Januari 2014 sampai 3 Maret 2014saat Praktik Kerja Lapangan (PKL). Lokasi penelitian di SMA Negeri 8 Malang, JalanVeteran no. 37 Malang. Data dalam penelitian ini berupa paparan verbal tentang kegiatan di perpustakaan. Sumber data dalam penelitian ini adalah petugas perpustakaan, guru, dan siswa SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2013/2014. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan teknik pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, perpustakaan SMA Negeri 8 Malang memiliki luas 10 m2 yang cukup untuk menampung 40 siswa. Perpustakaaan SMA Negeri 8 Malang bertujuan menunjang kegiatan pembelajaran dengan disediakan koleksi-koleksi untuk pembelajaran. Bagian kerja dalam perpustakaan SMA 8 Malang meliputi koordinator perpustakaan, administrasi, dan sirkulasi. Kegiatan kerja di perpustakaan SMA Negeri 8 Malang meliputi kegiatan kerja pengadaan bahan pustaka, kegiatan kerja pengolahan bahan pustaka, kegiatan kerja sirkulasi, kegiatan kerja layanan pemakai, dan kegiatan kerja pengembangan/pemanfaatan teknologi informasi.Bentuk pemanfaatan perpustakaan yang dilakukan oleh guru dalam perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar, yaitu sebagai tempat melakukan pembelajaran, kegiatandiskusipembelajaran, pencarian data di perpustakaanterkait dengan pembelajaran,penugasankepadasiswaberkunjungkeperpustakaan sekolah untuk mencari referensi, peminjamanbuku di perpustakaan berkaitan dengan pembelajaran,danpenempatan hasil karya guru dan siswa. Dari kesimpulan tentang profil perpustakaan, peneliti menyarankan perpustakaan SMA Negeri 8 Malang untuk mempunyai pustakawan lulusan yang sesuai bidang yaitu perpustakaan, karena dengan begitu perpustakaan bisa mengoptimalkan layanan yang ada di perpustakaan SMA Negeri 8 Malang. Dari kesimpulan tantang bentuk pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh guru sebagai sumber belajar, peneliti menyarankan perpustakaan bekerja sama dengan guru untuk melakukan kegiatan pembelajaran di perpustakaan karena guru kurang melakukan kegiatan pembelajaran di perpustakaan SMA Negeri 8 Malang, petugas perpustakaan menanyakan kebutuhan bahan pustaka kepada guru untuk pembelajaran, dan petugas perpustakaan dan guru mengadakan acara atau lomba yang berkaitan dengan perpustakaan supaya siswa sering memanfaatkan perpustakaan
Upaya Meningkatkan Kualitas Layanan Pengguna di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang
ABSTRAK Tuntutan peningkatan kualitas pustakawan berdasarkan sistem karier dan diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian, dan ketentuan pelaksanaanya diatur dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya. Tuntutan tersebut diharapkan akan menghasilkan pustakawan yang berkualitas, profesianal, bertanggung jawab, jujur, dan lebih mampu serta akuntabel dalam pemberian pelayanan publik. Layanan pengguna merupakan media penting bagi para pengelola perpustakaan untuk memberikan kemudahan kepada pemakai perpustakaan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Perpustakaan perguruan tinggi akan memiliki intergritas yang tinggi bila dimotori oleh pustakawan yang handal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan pengguna di perpustakaan Politeknik Negeri Malang, untuk mengetahui hambatan yang sering dihadapi dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna di perpustakaan Politeknik Negeri Malang, dan untuk mengetahui uasah-usaha yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna di perpustakaan Politeknik Negeri Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pustakawan dan pengguna perpustakaan Politeknik Negeri Malang yang berjumlah 33 orang. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa pelaksanaan layanan pengguna di perpustakaan Politeknik Negeri Malang, Pertama, hambatan pustakawan dalam meningkatkan kualitas layananan pengguna di Perpustakaan Polteknik Negeri Malang, diantaranya : (1) gedung/ruangan yang kurang luas; (2) sulitnya mendapatkan dana untuk pengadaan koleksi sehingga koleksi di perpustakaan masih sedikit, khususnya pada koleksi referensi; (3) koleksi pada layanan referensi tidak up to date; (4) penataan bahan pustaka yang kurang jelas; (5) penempatan kartu kontrol yang tidak sesuai dengan tanggal kembali; (6) barcode reader tidak dapat terdeteksi; dan (7) minimya patugas perpustakaan. Kedua, usaha pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang, diantaranya : (1) pustakawan berusaha melakukan penataan ruangan sebaik mungkin dan senyaman mungkin; (2) pustakawan mengolah dan menata koleksi bahan pustaka sebaik mungkin agar dapat ditelusuri kembali (temu kembali informasi) dengan mudah oleh pemustaka; (3) pada layanan sirkulasi pustakawan memberikan layanan secara terkomputerisasi atau terautomasi sehingga proses pelayanan dapat berjalanan dengan cepat; (4) berusaha membantu informan dalam mencari bahan pustaka yang dibutuhkan; (5) barcode reader yang tidak dapat terdeteksi diperbarui kembali; (6) kartu kontrol disusun secara tanggal kembali; (7) menambah jumlah petugas; dan (8) menata koleksi yang berada di rak sesuai dengan no klasifikasi. Saran dalam penelitian ini adalah (1) pustakawan berusaha meningkatkan kemampuan diri dengan mengikuti pelatihan, diklat atau seminar; (2) pustakawan harus peka dengan apa yang dibutuhkan oleh pemustaka; (3) perlu adanya sinkronisasi antara data yang ada di opac dengan koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan; (4) pemimpin perlu meninjau kembali pembagian pekerjaan dan tanggung jawab pustakawan, melihat bagaimana hubungan antar staf, baik atasan kepada bawahan atau pun dengan sesama pustakawan; dan (5) pustakawan diharapkan bersikap proaktif dalam melayani kebutuhan pengguna, dibutuhkan kesadaran diri untuk memberikan pelayanan yang memuaskan
Pustaka Rujukan Skripsi Akuntansi Tahun 2011-2013 dan Ketersediaannya di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Yuniati, Defi. 2014. Pustaka Rujukan Skripsi Akuntansi Tahun 2011-2013 dan Ketersediaanya di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Progam Studi D3 Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo Hs. ,M.Pd , (II) Ali Mas’ud, S.Sos. Kata Kunci: pustakarujukanskripsi, perpustakaan Pustaka rujukan merupakan suatu unsur penting dalam penyusunan suatu karya ilmiah terutama dalam skipsi. Pustakarujukan yang berasal dari kata “pustaka” yang berarti bacaan dan kata “rujukan” berarti menunjukkan kepada, sehingga dapat disimpulkan bahwa pustaka rujukan adalah bahan bacaan yang siap untuk ditunjukkan kepada pengguna perpustakaan pada khususnya. Sedangkan kajian pustaka istilahnya hampir sama dengan pustaka rujukan yaitu telaah yang dilaksanakan untuk dilakukan memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan Bahan pustaka adalah bahan tertulis, tercetak, terekam yang berfungsi sebagai pusat informasi dan merupakan hasil karya pemikiran manusia. Jenis bahan pustaka dituangkan dalam jenis media, baik tercetak maupun tidak tercetak. Karya cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk cetak, sepertibuku, dan terbitan berseri, sedangkan karya tidak tercetak meliputi bahan pustaka, dimana informasi yang disampaikannya bisa dalam bentuk suara, gambar, teks, dan juga kombinasi dua atau tiga bentuk. karya tidak tercetak bisa seperti buku, majalah, jurnal, bibliografi. Sedangkan karya non cetak, meliputi bahan pustaka, dimana informasi yang disampaikan bisa dalam bentuk suara, gambar, teks, dan juga kombinasi dua atau tiga bentuk diatas. Jenis bahan pustaka karya tercetak ini adalah rekaman suara, film dan rekaman video. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh 3 (tiga) kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, buku yang paling sering digunakan skripsi akuntansi tahun 2011-2013 di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang adalah (1) prosedur penelitian, suatu pendekatan praktik yang memperoleh 31 frekuensi dengan persentase sebesar 14,55 %; (2) pedoman penulisan karya ilmiah Universitas Negeri Malang yang memperoleh 28 frekuensi dengan persentase sebesar 13,15 %; (3) belajar dan pembelajaran yang memperoleh 20 frekuensi dengan persentase sebesar 9,39 % ; (4) metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r & d yang memperoleh 18 frekuensi dengan persentase sebesar 8,46 %; (5) belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yang memperoleh 15 frekuensi dengan persentase sebesar 7,04 %; (6) skripsi yang memperoleh 98 frekuensi dengan persentase sebesar 46,01 %, dan (7) tesis yang memperoleh 3 frekuensi dengan persentase sebesar 1,41 %. Kedua, sumber lain (selain buku) yang digunakan skripsi akuntansi tahun 2011-2013 di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang adalah (1) sumber dari internet yang memperoleh 119 frekuensi dengan persentase 69,60 %; (2) sumber dari jurnal yang memperoleh 47 frekuensi dengan persentase 27,48 %, dan (3) sumber dari majalah yang memperoleh 5 frekuensi dengan persentase 2,92 %. Ketiga yaitu ketersediaan pustaka rujukan skripsi akuntansi tahun 2011-2013 di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang adalah berupa jenis buku. Buku yang dimaksud tersebut adalah (1) buku umum yang memperoleh frekuensi 131 dengan persentase sebesar71,98 %; (2) buku penelitian yang memperoleh frekuensi 49 dengan persentase sebesar 26,93 %, dan (3) kamus yang memperoleh frekuensi 2 dengan persentase 1,09 %
KESIAPAN PERPUSTAKAAN KHUSUS BALAI PENELITIAN TANAMAN PEMANIS DAN SERAT (BALITTAS) KARANGPLOSO MALANG DALAM MEMBANGUN SISTEM AUTOMASI PERPUSTAKAAN
ABSTRAK Siahaya, Yosef Leonard Victor. 2014. Kesiapan Perpustakaan Khusus Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) Karangploso Malang dalam Membangun Sistem Automasi Perpustakaan. Tugas Akhir. Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (II) Drs. Hari Santoso, S.Sos Kata Kunci: sistem automasi perpustakaan, perpustakaan khusus, BALITTAS. Tugas Akhir ini berjudul “Kesiapan Perpustakaan Khusus Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) Karangploso Malang dalam Membangun Sistem Automasi Perpustakaan”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif tentang sistem automasi perpustakaan. Data diperoleh dari hasil (1) wawancara; (2) observasi; dan (3) dokumentasi di perpustakaan khusus BALITTAS Karangploso Malang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan perpustakaan khusus BALITTAS dalam membangun sistem automasi perpustakaan. Kesiapan perpustakaan khusus BALITTAS dalam membangun sistem automasi perpustakaan yang dipaparkan sebagai rumusan masalah adalah kebijakan kepala bagaian jasa penelitian, masalah yang dihadapi, dan pemecahan masalahnya. Pengunjung perpustakaan BALITTAS tidak selalu ramai pengunjung karena perpustakaan BALITTAS adalah perpustakaan khusus instansi pemerintah yang menaungi informasi tentang tanaman pemanis dan serat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pimpinan BALITTAS belum mengeluarkan kebijakan dalam hal membangun sistem automasi perpustakaan, namun ada kesiapan atau terobosan dalam membangun sistem automasi di perpustakaan khusus BALITTAS yaitu dengan mengikuti pelatihan tentang sistem automasi perpustakaan dan pengenalan tentang software yang ada di perpustakaan. Dalam pelaksanaan tersebut muncul permasalahan yang dihadapi yaitu terbatasnya perangkat keras atau hardware serta kurangnya keterampilan dari tiap-tiap pustakawan. Disebabkan karena anggaran perpustakaan yang terealisasi tidak tepat dengan apa yang diharapkan dan belum adanya kebijakan dari pimpinan BALITTAS dalam hal menyediakan sumber daya manusia yang memenuhi standart kualitas dan kuantitas yang dipersyaratkan. Setelah munculnya permasalahan tersebut, muncul bentuk usaha yaitu pembuatan proposal pengadaan perangkat keras atau perangkat lunak tentang sistem automasi perpustakaan serta mengadakan pendekatan kepada pimpinan BALITTAS
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN TERBITAN BERSERI DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI MALANG
ABSTRAK Sari, Arinta Septi Indah. 2014. Pengembangan Pengelolaan Terbitan Berseri di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd, (II) Sokhibul Ansor, S.Sos., M.Hum. Kata kunci: pengembangan, pengelolaan, terbitan berseri Koleksi terbitan berseri adalah salah satu terbitan yang berisi informasi berita atau kabar, berita keilmuan serta kejadian-kejadian yang menyangkut ekonomi, politik dan lain-lain dalam masyarakat yang direncanakan terbit terus-menerus dalam jangka waktu yang tidak terbatas, dan dikelola oleh sekelompok orang yang biasanya disebut redaksi. Di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang, koleksi terbitan berseri masih belum dikelola secara maksimal, misalnya belum adanya katalog, indeks artikel majalah/jurnal dan kelengkapan lainnya. Koleksi ini hanya dijajarkan di rak sesuai dengan judul koleksi berseri yang dapat mengakibatkan pengguna sulit untuk mencari informasi di dalam terbitan berseri. Karena koleksi terbitan berseri di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang masih belum dikelola dengan maksimal, maka peneliti ingin membuat pengembangan pengelolaan terbitan berseri untuk Perpustakaan Politeknik Negeri Malang agar mempermudah pengguna dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Dalam hal ini, peneliti ingin menghasilkan suatu pengembangan pengelolaan terbitan berseri. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan cara mengambil data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan angket. Pengembangan pengelolaan terbitan berseri yang dibuat adalah mulai dari inventarisasi terbitan berseri, pengklasifikasian terbitan berseri, pembuatan kartu katalog terbitan berseri, pembuatan holding list (daftar kepemilikkan) terbitan berseri, pembuatan indeks artikel majalah/jurnal, dan penataan terbitan berseri di rak. Pengembangan yang telah dibuat oleh peneliti kemudian di validasi oleh para ahli perpustakaan untuk dilakukan perbaikan acuan. Hasil validasi, para ahli menambahkan dua tahapan dalam pengembangan pengelolaan terbitan berseri, yaitu display terbitan berseri dan penjilidan terbitan berseri. Pengembangan pengelolaan terbitan berseri yang telah dibuat oleh peneliti dapat digunakan dengan baik oleh Perpustakaan Politeknik Negeri Malang agar dapat memudahkan pengguna untuk mencari informasi dalam majalah/jurnal. Sedangkan untuk pustakawan Perpustakaan Politeknik Negeri Malang, dapat menerapkan pengembangan pengelolaan terbitan berseri yang dibuat oleh peneliti sesuai dengan tahapan yang telah diberikan oleh peneliti, yaitu inventarisasi, display, pengklasifikasian, pembuatan kartu katalog, pembuatan holding list (daftar kepemilikan), pembuatan indeks artikel, penjilidan, dan penataan terbitan berseri di rak
PEMANFAATAN BAHAN PUSTAKA OLEH MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
ABSTRAK A’rofirrohmah, Febriatul. 2014. Pemanfaatan Bahan Pustaka oleh Mahasiswa di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Program Studi Diploma Tiga Perpustakaan. Jurusan Sastra Indonesia.Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Martutik, M.Pd, (2) Drs. Darmono, M.Si. Kata Kunci : pemanfaatan, bahan pustaka Bahan pustaka merupakan salah satu komponen utama yang ada di perpustakaan khususnya di perguruan tinggi. Mahasiswa memanfaatkan perpustakaan dengan mencari referensi yang dibutuhkan baik itu tugas dari dosen maupun sedang menyusun karya tulis ilmiah atau penelitian. Kebutuhan bahan pustaka yang terus menerus menunjukkan bahwa mahasiswa selalu menggunakan dan memanfaatkan bahan pustaka. Untuk itu, bahan pustaka tidak dapat dipisahkan oleh mahasiswa dalam menunjang kegiatan belajar. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis bahan pustaka yang tersedia, kegiatan pemanfaatan bahan pustaka yang dilakukan oleh mahasiswa,dan tujuan dalam pemanfaatan bahan pustaka oleh mahasiswa di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Instrumen berupa dokumen lembaga dan angket. Pengumpulan data berupa observasi, dan angket. Analisis data dibagi menjadi dua, analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut. Pertama, jenis bahan pustaka yang tersedia dikelompokkan menjadi dua, yaitu buku teks dan buku referensi (rujukan). Buku teks, meliputi buku kesehatan dan buku non kesehatan. Buku referensi (rujukan), meliputi karya tulis ilmiah / skripsi / laporan penelitian, jurnal, majalah, kamus kedokteran, direktori kesehatan, atlas dan ensiklopedi kesehatan. Kedua, kegiatan pemanfaatan bahan pustaka oleh mahasiswa di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang berupa kegiatan membaca, mencatat, menfotokopi, dan meminjam. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat keseringan dalam pemanfaatan bahan pustaka sebanyak 1-2 kali selama seminggu, jumlah bahan pustaka yang dimanfaatkan sebanyak 1-2 buku selama seminggu, dan jenis bahan pustaka yang dimanfaatkan berupa buku kesehatan dan buku nonkesehatan selama seminggu. Ketiga, tujuan pemanfaatan bahan pustaka oleh mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang diantaranya untuk mengerjakan tugas, untuk memperluas pengetahuan, untuk memperluas informasi baru,dan untuk hiburan. Hasil pengukuran yang diperoleh sebagian besar (60%) tujuan pemanfaatan bahan pustaka oleh mahasiswa adalah untuk mengerjakan tugas/penelitian
emanfaatan Layanan Internet Gratis pada Perpustakaan Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Sayekti, Aditya Endra. 2013. Pemanfaatan Layanan Internet Gratis pada Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heri Suwignyo, M. Pd, (II) Sokhibul Ansor, S. Sos, M.Hum. Kata Kunci: internet, layanan perpustakaan, layanan internet gratis Layanan internet gratis merupakan kegiatan yang diberikan kepada pemustaka untuk memanfaatkan internet tanpa harus membayar, serta dapat membantu mahasiswa yang tidak membawa laptop untuk mengakses internet. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah. (1) mendeskripsikan frekuensi pemustaka dalam menggunakan fasilitas layanan internet gratis, (2) mendeskripsikan durasi yang digunakan oleh pemustaka dalam menggunakan layanan internet gratis, dan (3) mendeskripsikan keefektifan penggunaan layanan internet gratis. Metode yang digunakan untuk penulisan tugas akhir ini metode kuantitatif diskriptif. Data-data yang diambil untuk penulisan tugas akhir ini berasal dari Laporan Praktik Kerja Lapangan dan penyebaran angket untuk pemustaka yang menggunakan layanan internet gratis. Teknik sampling yang digunakan untuk penulisan tugas akhir ini adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan penulis yakni sebesar 50 mahasiswa Hasil temuan dalam tugas akhir ini meliputi: (1) frekuensi penggunaan layanan internet gratis ini paling banyak perempuan 29 responde (54%) dan layanan internet gratis yang sering digunakan dalam bentuk sinyal wifi 27 responden (54%). (2) durasi penggunaan layanan internet gratis ini rata-rata dalam seminggu hanya sekali sebnyak 21 reaponden (42%) dan waktu yang digunakan dalam sehari cukup lama (31-60 menit) sebanyak 18 responden (36%). (3) keefektifan penggunaan layanan internet gratis ini kurang efektif karena tujuan pemustaka menggunakan layanan internet gratis untuk mencari informasi untuk bahan rujukan tugas 36 sebanyak responden (72%). Tetapi situ-situs yang sering dilihat sendiri hanya facebook, twitter 33 responden (66%). Meskipun dengan adanya internet gratis ini pemustaka masih ada yang kurang paham akan bahan rujukan yang kurang baik dan baik untuk rujukan sebanyak 33 responden (66%). Temuan tugas akhir ini dapat disarankan meliputi: (1)Kepala Perpustakaan Universitas Negeri Malang disarankan untuk melakukan kebijakan penambahan PC (komputer). Kepala Perpustakaan perlu menambah durasi atau mengurangi jangka waktu untuk merestrat yang awalnya menjadi dua minggu menjadi satu minggu. Kepala Perpustakaan Universitas Negeri Malang perlu melakukan kebijakan untuk penyediaan headset karena pemustaka kesulitan saat akan mendengarkan film atau musik. (2) Kepada Pustakawan disarankan untuk meningkatkan respon tanggap terhadap keluhan yang dialami oleh pemustaka yang menggunakan layanan internet. Pustakawan perlu membenahi jaringan terhadap situs-situs yang terblokir seperti twitter atau g-mail. Pustakawan perlu menambah software Intenet Download Manager, karena dalam penggunaan layanan internet gratis kadang-kadang saat download file seperti film, music, terjadi kegagalan. Pustakawan perlu mengadakan seminar tetang rujukan-rujukan yang baik untuk tugas dan promosi tentang layanan internet gratis ini agar mahasiswa lama menggunakan layanan internet gratis dan tidak hanya mahasiswa baru yang tetap menggunakan layanan internet gratis. (3) Kepada Pemustaka yang menggunakan layanan internet gratis ini perlu disarankan untuk bertenggang rasa terhadap pengguna yang lain bila layanan internet gratis sangat ramai pengunjung dan hanya menggunakan seperlunya saja.
Pemanfaatan Layanan Referensi UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
ABSTRAK Ayuarti, Widiah. 2013. Pemanfaatan Layanan Referensi UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Prodi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Dra. Suharti, S.I.P. Kata Kunci: Layanan Referensi, Perpustakaan UMM. Layanan referensi adalah salah satu layanan yang ada pada perpustakaan yang bertujuan untuk memberikan layanan berupa koleksi referensi atau rujukan yang dapat digunakan oleh pengguna/pengunjung perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Koleksi referensi merupakan koleksi yang terdiri dari bahan pustaka yang berisi informasi-informasi yang bersifat memberitahu/memberikan petunjuk yang disusun secara sistematis mengenai informasi-informasi tertentu. Salah satu perpustakaan yang menyediakan koleksi referensi ini yaitu UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang. Penulisan tugas akhir ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang pemanfaatan layanan referensi di UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang yang meliputi; statistik pengguna/pengunjung layanan referensi, sumber daya pustakawan referensi, tata ruang layanan referensi, dan tingkat kemutakhiran koleksi referensi. Penulisan ini merupakan penulisan deskriptif. Data yang diperoleh merupakan data yang didapatkan dari pengamatan atau observasi langsung, wawancara atau interview, dan dokumentasi foto. Berdasarkan data yang diperoleh, penulis melakukan analisis data. Berdasarkan analisis data tersebut, dapat diketahui bahwa pengguna/pengunjung perpustakaan yang memanfaatkan koleksi referensi sedikit. Tingkat pemanfaatan koleksi referensi oleh pengguna rendah. Penulis mengemukakan tiga hal yang dapat dilakukan untuk menarik minat pengguna/pengunjung perpustakaan memanfaatkan layanan referensi sebagai berikut. Pertama, layanan referensi selayaknya mempunyai pustakawan referensi yang khusus bertugas di bidangnya. Kedua, tingkat kemutakhiran koleksi referensi perlu diperhatikan agar informasi yang tersedia selalu up to date. Dan ketiga, promosi koleksi referensi perlu ditingkatkan untuk lebih mengenalkan koleksi referensi pada pengguna/pengunjung. Berdasarkan penulisan Tugas Akhir ini, diharapkan UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang dapat mengambil masukan dan saran dari penulis, sebagai berikut. Perlunya pustakawan khusus bertugas sebagai pustakawan referensi, evaluasi tingkat kemutakhiran koleksi referensi perlu dilakukan secara intensif, dan kegiatan promosi koleksi referensi perlu ditingkatkan, sehingga pemanfaatan layanan referensi di UPT perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang lebih maksimal guna memenuhi kebutuhan informasi pengguna.
KERUSAKAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MALANG
ABSTRAK Darojatin, Ro’ifa. 2013. Kerusakan Bahan Pustaka di Perpustakaan Umum Kota Malang. Tugas Akhir, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam AgusBasuki, M.Pd. (II) Drs. Darmono, M.Si. Kata Kunci:, bahan pustaka, Perpustakaan Perkembangan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari sejarah manusia karena perpustakaan merupakan produk manusia. Bahan pustaka adalah salah satu unsure penting dalam sebuah sistem perpustakaan sehingga harus dilestarikan dan dijaga dari kerusakan mengingat nilai informasinya yang mahal. Bahan pustaka di Perpustakaan Umum Kota Malang berupa terbitan buku, berkala (surat kabar dan majalah), dan bahan audiovisual seperti audio kaset, video, slide dan sebagainya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai bentuk kerusakan dan faktor-faktor penyebab kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan Umum Kota Malang. Kerusakan yang dimaksud mencakup kerusakan akibat faktor biologi, faktor fisika, faktor kimia, faktor manusia, dan faktor lingkungan alam. Penulisan ini didasarkan atas hasil pengamatan penulis selama melakukan praktik kerja lapangan mulai tanggal 7 Januari 2013 sampai dengan tanggal 1 Maret 2013 di Perpustakaan Umum Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi berperan serta dan wawancara kepada pustakawan bagian pengolahan. Observasi dilakukan terhadap ruangan-ruangan yang ada di perpustakaan, aktivitas pengunjung/pemustaka, aktivitas pustakawan, kegiatan perpustakaan keliling, serta koleksi pustaka. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data. Data yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi data hasil observasi berperan serta dan wawancara. Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, diketahui kerusakan dan penyebab kerusakan bahan pustaka yang ada di PerpustakaanUmum Kota Malang yang disebabkan oleh faktor biologi, faktor kimia dan faktor manusia. Selain itu diketahui pula bagaimana pemustaka mencegah dan mengatasi kerusakan-kerusakan tersebut. Saran yang dapat penulis berikan kepada Perpustakaan Umum Kota Malang disampaikan sebagai berikut. (1) disarankan untuk menambahkan SDM yang relevan di Perpustakaan Umum Kota Malang, pihak perpustakaan disarankan member pengarahan seperti pendidikan pemakai, menyediakan himbauan dengan memasang pamphlet di setiap sudut ruangan, serta Perpustakaan Umum Kota Malang dapat menerapkan perpustakaan digital untuk mengurangi berbagai faktor kerusakan yang terjadi pada koleksi cetak, (2) pihak perpustakaan dapat menerapkan dari alternative pemecahan masalah seperti menambahkan rak sebagai tempat penampungan sementara bahan pustaka yang rusak, member perhatian dan perawatan lebih pada bahan pustaka yang kualitas kertas tidak baik, bersikap tegas dalam menegakkan tata tertib yang berlaku di dalam perpustakaan, selalu membersihkan ruangan dan bahan pustaka setiap hari, serta menjaga ruangan agar terhindar dari kelembaban.
Tampilan Fitur Online Public Access Catalogue (OPAC) pada UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Hanifa, Winda. 2013. Tampilan Fitur Online Public Access Catalogue (OPAC) pada UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir,Jurusan Sastra Indonesia, Program StudiD3 Perpustakaan,FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing:(I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd.,(II) SokhibulAnsor, S.Sos., M.Hum. Kata Kunci: katalog, OPAC, otomasi perpustakaan, perpustakaanperguruantinggi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Negeri Malang. UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang berperan sebagai salah satu unit atausarana kelengkapan perguruan tinggi yang bersifat akademik dalam menunjang perguruan tingginya dengan memberikan layanansecara optimal. Aktivitas kegiatanselama PKLpada UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malangmeliputiaktivitas bagian pengadaan, aktivitas bagian pengolahan,aktivitas bagian sirkulasi, aktivitasbagian referensi,dan aktivitasbagian serial. Semua aktivitas bagian layanan ini salingterotomasi dan teritegrasi antara satu bagian dengan bagian yang lain.Sistemotomasiperpustakaandapatdigunakanuntukmenanganikegiatanrutindansebagaisaranapenelusuran (information retrieval) berupaOnline Public Access Catalogue (OPAC). OPAC merupakan sarana penghubung antara koleksi perpustakaan dengan penggunanya baik pengguna aktual dan pengguna potensial. Bagiperpustakaan, OPAC merupakanalatutama di dalamsistemtemukembaliinformasi, keuntungannya bagi pengguna adalah membuat mereka lebih mandiri dalam penelusuran dan penemuan bahanpustaka yang dibutuhkan. Tujuan dari penulisan ini meliputi:(1) mendeskripsikan tampilan fitur OPAC, (2) mendeskripsikan cara penelusuran informasi menggunakan OPAC, dan (3) mendeskripsikankesesuaian tampilan fitur OPAC UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang berdasarkan standar IFLA. Penulisan ini merupakan deskripsi seluruh bagian tampilan fitur OPAC dan dibatasi hanya pada OPAC di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Adapun batasannya sampai pada fitur antarmuka (interface) dan fitur penelusuran informasi. Kesimpulan berdasarkan kegiatan PKL dan pengamatan OPAC UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang, yaitu: (1) tampilan OPAC terdiri dari dua bagian. Bagian header terdapat fitur berupa menu navigasi koleksi pustaka, pencarian, bantuan, usulan buku baru, cek peminjaman, dan home. Bagian konten menampilkan isi menu maupun sub menu OPAC; (2) terdapat dua cara penelusuran menggunakan OPAC. Penelusuran umum dengan menggunakan titik akses berupa judul, pengarang, dan subyek. Penelusuran khusus menggunakan logika Boolean untuk mempersempit maupun memperluas hasil penelusuran; dan (3) tampilan fitur OPAC kurang memenuhi kesesuaian prinsip dan rekomendasi IFLA. OPAC UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang hanya memenuhi 18 indikator dari keseluruhan 37 indikator rekomendasi IFLA. Saran untuk pengembangan teknologi informasi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang khususnya OPAC, yaitu:(1) Kepala UPT Perpustakaan membuat rencana pengembangan teknologi informasi, khususnya untuk memperbaiki dan mengembangkan OPAC. Kepala UPT Perpustakaan dapat merangkul seluruh pustakawan maupun tenaga TI; (2) Pustakawan sebaiknya mengikuti perkembangan ilmu perpustakaan dan dapat menerapkan pengetahuannya di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Selain itu, pustakawan sebaiknya menyusun pedoman atau panduan pengguna perpustakaan yang dapat diunduh secara gratis melalui website perpustakaan; dan (3) Tenaga TI sebaiknya mengembangkan diri pada bagian database administrator, network administrator, dan web designer untuk pengembangan teknologi informasi. Database administrator berperan sebagai pengatur pangkalan data. Network administrator berperan sebagai pengatur jaringan. Web designer berperan sebagai perancang dan pengatur tampilan website maupun OPAC UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang.