Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
173 research outputs found
Sort by
Layanan Anak di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang
ABSTRAK Ema, Fredericha Alexandra. 2013. Layanan Anak di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunoto, M.pd, (II) Drs. Dwi Sugianto, M.pd. Kata Kunci: layanan anak, perpustakaan umum, perpustakaan Perpustakaan umum sesuai dengan tugas dan fungsinya adalah memberiakan bantuan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan melalui pendayagunaan koleksi bahan pustaka untuk keperluan pendidikan, penelitian, ilmu pengetahuan, dan rekreasi. Salah satu kegiatan layanan Perpustakaan Umum adalah layanan anak. Berbagai kegiatan disiapkan untuk kebutuhan menurut usia dan selera anak-anak. Penulisan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis layanan dan peran pustakawan layanan anak di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Selain itu untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh layanan anak. Tentunya dari masalah-masalah yang dihadapi perlu dicari pemecahan masalahnya, baik yang telah terlaksana di layanan anak maupun pemecahan masalah dari penulis yang dapat menjadi saran bagi Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Langkah-langkah pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi,lembar wawancara, dan buku-buku dan foto hasil dokumentasi di layanan anak. Berdasarkan hasil pengumpulan data, diperoleh empat simpulan hasil pengamatan sebagai berikut. Pertama, adanya bahan pustaka yang rusak seperti coretan pada halaman buku, halaman buku yang sobek, dan bahan pustaka yang kotor terkena noda makanan. Kerusakan bahan pustaka ini ditangani dengan adanya pendidikan pemakai kepada pemustaka agar pemustaka mengerti cara menggunakan bahan pustaka dengan baik dan benar. Kedua, adanya pemustaka yang kesulitan dalam menelusur informasi yang mereka butuhkan. Penelusuran informasi merupakan unsur yang sangat penting dalam temu-kembali informasi. Oleh karena itu, penyediaan penelusuran informasi berupa OPAC perlu dilaksanakan pada layanan anak di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang. Ketiga, adanya pemustaka dari luar kota/kotamadya Malang yang keberatan dengan ketentuan pendaftaran yang harus memberikan uang jaminan. Uang jaminan berfungsi memberikan kesadaran bagi pemustaka untuk mengembalikan bahan pustaka yang dipinjam tepat pada waktunya. Peraturan ini perlu diberikan secara tertulis dan dijelaskan dengan seksama sehingga pemustaka mengerti maksud dan tujuan secara jelas. Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang juga dapat memberikan kemudahan bagi pemustaka dengan penghasilan menengah kebawah agar layanan yang diberikan dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Keempat, adanya pemustaka layanan anak yang terganggu akibat kegaduhan pemustaka lain. Kegaduhan ini biasanya karena adanya pemustaka yang berlari-lari, berteriak, atupun menangis di layanan anak. Masalah ini terjadi karena mengingat pemustaka layanan anak yang datang adalah anak dengan rentang usia 3-12 tahun. Oleh karenanya peran pustakawan dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada pemustaka di layanan anak sangat penting sehingga pemustaka yang datang dengan nyaman menggunakan fasilitas pada layanan anak di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang.
Evaluasi Ketersediaan Bahan Pustaka Penunjang Mahasiswa D3 Perpustakaan Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Wati, Dwi Widya. 2013. Evaluasi Ketersediaan Bahan Pustaka Penunjang Mahasiswa D3 Perpustakaan Universitas Negeri Malang, Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Sunoto M.Pd., (II) Dra. Suharti S.IP. Kata kunci: evaluasi bahan pustaka, bahan pustaka perpustakaan Evaluasi bahan pustaka adalah kegiatan menilai bahan pustaka perpustakaan baik dari segi ketersediaan koleksi maupun pemanfaatan koleksi bagi pengguna. Dalam suatu kegiatan menilai bahan pustaka digunakan metode yang disarankan dalam American Library Association (ALA). Metode yang dikeluarkan oleh ALA tersebut dapat mempermudah pelaksanaan kegiatan evaluasi. Mulai dari penelusuran data yang dibutuhkan hingga memperoleh hasil yang sesuai dengan waktu dan tenaga yang tersedia. Data-data yang diperoleh penulis beragam diantaranya sesuai dengan tujuan dan masalah yang dihadapi pada tugas akhir ini. Data-data yang dibutuhkan meliputi jumlah dan ragam koleksi bahan pustaka penunjang perkuliahan program studi D3 Perpustakaan, serta data peminjaman bahan pustaka oleh mahasiswa D3 Perpustakaan. Dalam memperoleh hasil yang diinginkan dan sesuai dengan tujuan serta masalah yang dihadapi, penulis menggunakan media berupa daftar struktur kurikulum, sumber rujukan dari RPS (Rencana Perkuliahan Semester), dan OPAC. Penulis juga melakukan penelusuran secara langsung pada rak agar dapat mencapai hasil yang lebih relevan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dapat diperoleh hasil simpulan sebagai berikut. Pertama Jumlah dan ragam koleksi bahan pustaka penunjang materi perkuliahan yang terdiri dari bahan pustaka tentang perpustakaan dan non perpustakaan secara keseluruhan menurut data penelusuran dari OPAC secara keseluruhan berjumlah 343 judul dan 1055 eksemplar. Bahan pustaka tentang perpustakaan tahun terbitnya yang paling lama adalah tahun 1943 dan yang paling baru adalah tahun 2012. Sedangkan bahan pustaka non perpustakaan tahun terbit yang paling lama tahun 1955 dan yang paling baru tahun 2010. Kedua, penggunaan bahan pustaka oleh mahasiswa D3 Perpustakaan didominasi oleh mahasiswa angkatan 2010. Penggunan bahan pustaka salah satunya dapat dikaji melalui kegiatan peminjaman bahan pustaka. Jumlah mahasiswa D3 Perpustakaan 118, yang aktif melakukan peminjaman bahan pustaka 85 mahasiswa. Peminjaman bahan pustaka oleh mahasiswa D3 Perpustakaan didominasi oleh mahasiswa angkatan 2010 yang peminjaman bahan pustakanya 485. Peminjaman bahan pustaka penunjang banyak dilakukan oleh mahasiswa angkatan tahun 2010 sebanyak 77%, angkatan tahun 2011 sebanyak 18%, dan angkatan tahun 2012 sebanyak 5%. Ketiga, kesesuaian jumlah dan ragam koleksi bahan pustaka penunjang dengan materi ajar sesuai struktur kurikulum program studi D3 Perpustakaan dan sumber rujukan pada RPS dapat dikatakan kurang sesuai. Jumlah data pada OPAC 141 eksemplar sedangkan yang tersedia pada rak hanya 48 eksemplar maka jika diprosentasekan bahan pustaka yang tersedia pada rak 34% dari data pada OPAC dan 66% tidak tersedia pada rak. Dengan demikian jumlah dan ragam bahan pustaka yang tersedia pada perpustakaan Universitas Negeri Malang terhadap bahan pustaka penunjang masih kurang yang sesuai dengan sumber rujukan pada RPS karena hanya 34% ketersediaanya dari data OPAC. Jumlah dan ragam koleksi bahan pustaka terutama bahan pustaka yang berkaitan dengan perpustakaan perlu ditambahkan. Mengingat bahan pustaka tentang perpustakaan merupakan sumber rujukan utama dalam menunjang mata kuliah D3 Perpustakaan. Hal tersebut dapat dijadikan saran untuk pengembangan koleksi pada bagian pengadaan. Penggunaan bahan penunjang oleh mahasiswa D3 Perpustakaan perlu dikaji dan diketahui oleh para dosen pengajar D3 Perpustakaan, agar dapat memberikan motivasi pada mahasiswa D3 Perpustakaan untuk lebih aktif dan meningkatkan minat mereka terhadap penggunaan dan penelusuran literatur bahan pustaka penunjang. Kurang sesuainya sumber rujukan bahan pustaka pada perpustakaan Universitas Negeri Malang berdasarkan sumber rujukan pada RPS D3 Perpustakaan, agar dapat menjadi masukkan pada pengembangan koleksi Perpustakaan Universitas Negeri Malang serta agar lebih sering dalam melakukan kegiatan evaluasi guna perkembangan koleksi perpustakaan kedepannya lebih baik.
Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Oktafasa, Rizal. 2013. Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Hari Santoso, S.Sos, (2) Dr. Nurchasanah, M.Pd Kata Kunci: Koleksi, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pengembangan koleksi merupakan prioritas utama di Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pemilihan koleksi merupakan kunci pengembangan koleksi. Dalam pengembangan koleksi diperlukan kerjasama yang baik antara pemustaka dan pustakawan. Untuk itu, pola komunikasi yang efisien dan efektif perlu dikembangkan sehingga pertukaran informasi antara kedua belah pihak dapat berlangsung secara berkelanjutan. Tujuan utama pengembangan koleksi adalah membangun koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan mendayagunakannya secara optimal. Dalam melakukan pengembangan koleksi, pustakawan harus mengetahui betul tujuan perpustakaan yang dikelolanya serta masyarakat yang dilayaninya. Pelaksanaan pengembangan koleksi perpustakaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi pengembangan koleksi perpustakaan adalah masyarakat/pemakai yang dilayani, koleksi yang telah ada serta sumber daya yang tersedia, baik sumber daya manusia, sumber dana serta fasilitas fisik lainnya. Faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan koleksi antara lain keadaan ekonomi dan dukungan finansial, lingkungan akademis serta perilaku pemakai. Kendala-kendala yang dihadapi Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam melaksanakan pengembangan koleksi yang paling utama adalah kurangnya kerjasama dan sosialisasi pustakawan dengan pemustaka. Kendala ini otomatis akan menyebabkan kurang optimalnya koleksi perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Upaya-upaya yang bisa dilakukakan Perpustakaan FE UM untuk mengatasi kendala tersebut adalah, pustakawan menyebarkan angket secara acak kepada mahasiswa dan dosen dari 9 prodi di FE UM yang bertujuan mengetahui prioritas kebutuhan pengguna baik mahasiswa maupun para dosen. Berdasarkan hasil tugas akhir ini, maka disarankan pelaksanaan pengembangan koleksi di Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang hendaknya dilaksanakan secara maksimal agar dapat memenuhi semua kebutuhan informasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pustakawan di Perpustakaan FE UM harus lebih perhatian, lebih merespon, dan lebih menanggapi kebutuhan pengguna dalam proses pengadaan koleksi, sehingga kebutuhan pengguna dapat terpenuhi.
Kontribusi Otomasi Terhadap Minat Kunjung di Perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang. Program Studi Diploma Tiga Perpustakaan
ABSTRAK Aunillah, Qonita Fi. 2013. Kontribusi Otomasi Terhadap Minat Kunjung di Perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang. Program Studi Diploma Tiga Perpustakaan. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (II) Ali Mas’ud, S.Sos. Kata Kunci: kontribusi, otomasi perpustakaan, minat kunjung perpustakaan Dunia pendidikan merupakan dunia yang ikut terus berkembang setiap tahunnya seperti halnya perkembangan kurikulum, prosedur Ujian Akhir Sekolah (UAS), penghargaan bagi guru pendidik, maupun standar-standar dari pendidikan itu sendiri.Tanpa terkecuali perpustakaan yang merupakan jantung dari sebuah sekolah. Tanpa adanya perpustakaan, sekolah tersebut bisa dikatakan mati akan kebutuhan informasi. Perpustakaan sekolah dahulu memang masih banyak dianggap remeh dan bahkan dianggap tidak perlu ada. Tetapi sekarang, seiring dengan berkembangnya jaman dan kemajuan teknologi tanpa terkecuali dalam dunia perpustakaan. Pada awalnya, otomasi hanya berlaku pada toko buku besar atau pada pusat perbelanjaan saja, tetapi otomasi sekarang sudah merambah ke dunia perpustakaan. Seperti halnya toko buku dan pusat perbelanjaan, kemudahan yang diberikan pada saat pengolahan dan bertransaksi pada sistem otomasi juga dapat diadaptasi terhadap kemudahan pada perpustakaan yang salah satunya adalah perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang. Perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang menggunakan software sendiri yang telah dibuat oleh alumninya, software itu diberi nama SIPUSNELA (Sistem Informasi Otomasi Perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang). Dengan software ini, diharapkan pemustaka dapat dengan mudah menggunakan pelayanan perpustakaan. Pada awal pengadaannya, otomasi perpustakaan di SMA Negeri 1 Lawang banyak mengalami kendala, baik dari luar maupun dari dalam ruang lingkup perpustakaan. Pemanfaatan otomasi perpustakaan dapat berjalan secara maksimal, apabila didukung oleh berbagai aspek, yaitu bahan pustaka yang sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan pemustaka, pustakawan yang ramah dan memiliki pengetahuan lebih, jadi optimalisasi peran perpustakaan didukung oleh banyak aspek di dalamnya Otomasi perpustakaan memang banyak sekali kemudahannya, tetapi perlu di pikirkan lagi bagi pustakawan untuk berpindah dari perpustakaan konvensional menuju perpustakaan otomasi. Karena tidak mudah dan banyak sekali tantangannya. Serta untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka otomasi perpustakaan perlu kerjasama dari berbagai pihak. Dengan perpustakaan otomasi ini, memang terbukti pemustaka dan pustakawan banyak dibantu karena kemudahannya, misalnya memasukkan data buku pada bagian pengolahan dapat dikerjakan hanya dengan mengentry data buku dengan komputer, tidak perlu mengerjakan satu persatu secara manual pada buku induk. Kelebihan pada pemustaka, pemustaka dapat dengan mudah dan cepat bila akan melakukan transaksi peminjaman maupun pengembalian.
Faktor-Faktor Penyebab Kurangnya Pengunjung Perpustakaan Universitas Negeri Malang Tahun 2012
ABSTRAK Subiyanti, Tri Lilik. 2013. Faktor-Faktor Penyebab Kurangnya Pengunjung Perpustakaan Universitas Negeri Malang Tahun 2012 .Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bustanul Arifin, S.H. M.Hum (II) Drs. Hari Santoso, S.Sos Kata Kunci: Perpustakaan UM, Pengunjung. Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) mempunyai tugas dan fungsi dalam penyediaan berbagai sumber informasi yang dibutuhkan oleh civitas akademika. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, perpustakaan UM memiliki visi sebagai pusat rujukan informasi ilmiah dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian ini membahas faktor-faktor penyebab kurangnya pengunjung perpustakaan UM tahun 2012. Dengan demikian, penelitian ini digunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan mengangkat fakta, keadaan, variabel, dan fenomena-fenomenanya yang terjadi saat ini dan menyajikannya apa adanya. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh mahasiswa UM dengan sampel acak baik yang datang ke perpustakaan atau tidak. Jumlah dari sampel 50 mahasiswa, berdasarkan perhitungan jumlah populasi yang lebih dari 100 maka di ambil 10% dari populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kurangnya pengunjung perpustakaan Universitas Negeri Malang tahun 2012; perilaku pengunjung ketika datang ke perpustakaan Univeristas Negeri Malang; dan metode yang bisa digunakan perpustakaan Universitas Negeri Malang untuk menarik minat pengguna berkunjung ke perpustakaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah (a) koleksi perpustakaan UM kurang mutakhir, (b) pustakawan kurang ramah, (c) fasilitas kurang memenuhi kebutuhan pengguna, (d) layanan belum maksimal.
Penerapan Sistem Otomasi LASer 2.0 pada Layanan Sirkulasi di UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang
ABSTRAK Septyawan, Andika. 2013. Penerapan Sistem Otomasi LASer 2.0 pada Layanan Sirkulasi di UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang. Tugas Akhir, Prodi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nita Widiati, M.Pd, (II) Drs. M. Asrukin, M.Si. Kata Kunci: penerapan sistem otomasi, otomasi laser 2.0, layanan sirkulasi Sistem otomasi LASer 2.0 adalah software yang beroperasi berdasarkan pangkalan data untuk mengotomasikan kegiatan perpustakaan misalnya dalam layanan sirkulasi yang meliputi layanan peminjaman mandiri, check out buku dan pengembalian atau perpanjangan. Program LASer 2.0 ini dibuat oleh UPT Perpustakaan dan Informasi UMM. Tujuan dari penerapan sistem otomasi LASer 2.0 pada layanan sirkulasi adalah untuk mengembangkan perpustakaan dari sistem kerja manual ke sistem kerja komputer, guna untuk mempermudah dan mempercepat proses transaksi pelayanan tersebut. Dengan diterapkannya sistem otomasi LASer 2.0 yaitu mempermudah proses alur transaksi di UPT Perpustakaan dan Informasi UMM khususnya pada bagian layanan sirkulasi, sehingga petugas tidak lagi kesulitan dalam melayani kebutuhan pengguna. Penerapan sistem otomasi LASer 2.0 pada layanan sirkulasi yang meliputi peminjaman mandiri yaitu pengguna melakukan transaksi secara mandiri dengan sistem otomasi LASer 2.0 melalui komputer yang telah disediakan oleh perpustakaan. Pada bagian check out, petugas perpustakaan memeriksa data fisik buku dengan data peminjaman pengguna yang telah dientri di sistem otomasi LASer 2.0. Pada bagian pengembalian atau perpanjangan, petugas memeriksa keutuhan fisik buku, melakukan cek manual tanggal kembali buku dan melakukan proses pengembalian atau perpanjangan melalui sistem otomasi LASer 2.0. Dari serangkaian uraian penerapan sistem otomasi LASer 2.0 pada layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan dan Informasi UMM, penulis memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana pengaplikasian sistem otomasi LASer 2.0 terhadap pengelolaan layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan dan Informasi UMM, mulai dari layanan peminjaman mandiri, check out, perpanjangan bahan pustaka, dan pengembalian bahan pustaka. Berdasarkan tugas akhir berbasis praktik kerja lapangan ini, ada beberapa saran dari penulis, antara lain: perlu adanya pembenahan sistem otomasi terutama pada pengaturan denda keterlambatan pengembalian bahan pustaka yang tidak sesuai dengan fakta yang tertera pada lidah buku, perlu adanya perbaikan fasilitas penunjang kegiatan di sirkulasi, misalnya penambahan komputer untuk proses peminjaman layanan mandiri dan perbaikan security book yang seringkali tidak berfungsi, dan diterapkannya pendidikan pemakai untuk memberi pengarahan kepada pengguna yang kesulitan dalam proses peminjaman mandiri guna meningkatkan kualitas layanan di UPT perpustakaan dan Informasi UMM.
PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP TATA LETAK GEDUNG DAN RUANG DI UPT PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (SURVEI PADA MAHASISWA FKIP JURUSAN PGSD ANGKATAN 2010)
ABSTRAK Mustikalini, Sri Juwita. 2013. Persepsi Pemustaka terhadap Tata Letak Gedung dan Ruang di UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo HS., M.Pd, (II) Ali Mas’ud S.Sos. Kata Kunci: persepsi, tata letak gedung dan ruang, perpustakaan UMM Perpustakaan perguruan tinggi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan informasi sivitas akademika perguruan tinggi yang bersangkutan, yaitu mahasiswa dan dosen. Perpustakaan perguruan tinggi berfungsi sebagai sarana yang akan menunjang proses perkuliahan dan penelitian di perguruan tinggi tersebut, salah satunya adalah UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang yang terletak di Jl. Raya Tlogomas 246 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang persepsi pemustaka terhadap tata letak gedung dan ruang di UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Analisis hasil penelitian menggunakan tabel frekuensi dengan skala Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan PGSD. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling sebanyak 65 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemustaka terhadap tata letak gedung dan ruang di UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang adalah 21 responden (32,31%) menyatakan sangat setuju, 41 responden (63,08%) menyatakan setuju, dan 3 responden (4,61%) menyatakan tidak setuju. Sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan secara menyeluruh bahwa persepsi pemustaka terhadap tata letak gedung dan ruang di UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang adalah setuju atau dalam kategori cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan UPT Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah Malang dapat mengambil masukan dan saran dari penulis, antara lain: (1) sistem penataan rak yang kurang rapi, hal tersebut dapat menjadi masukan bagi lembaga sebagai bahan evaluasi perpustakaan UMM dimasa yang akan datang, (2) penggunaan teknologi/peralatan supaya lebih dikembangkan dan sudah saatnya untuk menambah komputer (baik layanan mandiri maupun OPAC), dan (3) Untuk peneliti lanjutan dapat mengadakan penelitian sejenis dengan variabel yang berbeda, dengan jumlah variabel dan populasi yang lebih luas sehingga hasil yang diperoleh akan lebih representatif.
Sistem Layanan Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Fitriyah. 2013. Sistem Layanan Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Tugas akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Program Studi D3 Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sunaryo HS, M.Hum, (2)Ali Mas’ud S.Sos. Kata Kunci: perpustakaan fakultas, sistem layanan. Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang tergabung dalam lingkungan lembaga pendidikan tinggi, baik berupa perpustakaan universitas, perpustakaan fakultas, perpustakaan akademi, perpustakaan sekolah tinggi. Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang merupakan sebuah fasiltas yang bernilai tinggi dalam menunjang akademik mahasiswa yang belajar di dalamnya. Peranan Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang sangat erat kaitannya dengan sistem layanan perpustakaan, yang berperan serta dalam melaksanakan tercapainya visi dan misi perguruan tingginya. Pelayanan pada hakikatnya adalah serangkaian kegiatan dalam proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain, karena pelayanan merupakan proses. Sebagai proses, pelayanan berlangsung secara rutin, berkesinambungan dan pemenuhan kebutuhan anggota, baik pemenuhan material maupun spiritual. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu analisis tentang sistem layanan perpustakaan dengan tujuan dapat mendeskripsikan tetang sistem layanan di Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Sebagai satu kesatuan, sistem layanan yang terdapat di Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, secara berkesimbungan memiliki hubungan yang erat dalam penyelenggaraan perpustakaan tersebut. Analisis layanan Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dilakukan dengan observasi selama bulan April-Mei 2013. Selama penelitian berlangsung, peneliti mengamati lima sistem yang terdapat di Perpustakaan, yaitu (1) layanan peminjaman, (2) layanan pengembalian, (3) layanan presensi, (4) layanan fotokopi, dan (5) layanan referensi. Ditinjau dari segi keberadaannya, Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang termasuk perpustakaan hibrida yang menerapkan sistem layanan terbuka dengan menggabungkan antara sistem layanan manual dan otomasi perpustakaan. Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dapat berkembang melalui beberapa pengembangan fasilitas dan sistem pada masing-masing bagian, salah satunya adalah dengan pengembangan koleksi, pemanfaatan sumber daya manusia dengan baik, serta adanya sumber dana yang dimiliki Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.
Kompetensi Temu Kembali Informasi Pustakawan Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang
ABSTRAK Fitriani, Aulia Dwi. 2013. Kompetensi Temu Kembali Informasi Pustakawan Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Tugas Akhir, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd (II) Drs. Darmono, M.Si Kata Kunci: kompetensi pustakawan, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, temu kembali informasi Perpustakaan Umum mempunyai peran dan tanggung jawab yang semakin luas dalam upaya meningkatkan ketersediaan informasi bagi masyarakat. Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang merupakan layanan publik dan sumber informasi yang besar bagi masyarakat Kota Malang. Temu kembali informasi bagi pengguna merupakan faktor yang penting dalam menemukan kembali informasi yang cepat dan tepat sesuai dengan yang diinginkan. Pustakawan merupakan tenaga fungsional yang paling tepat dalam mengatasi persoalan mengenai temu kembali informasi bagi pengguna perpustakaan. Oleh karena itu, pustakawan harus memiliki sikap yang kreatif dan terampil serta memiliki pengetahuan yang luas untuk bisa menjawab persoalan tadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pustakawan Perpustakaan Umum dalam mengelola informasi dalam temu kembali informasi. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pustakawan dalam temu kembali informasi yang ada di dalam Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pustakawan di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, observasi berperan serta dan menyebarkan kuesioner kepada pengunjung sebagai responden dalam penelitian. Berdasarkan analisis data diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: (1) kompetensi pustakawan di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang sudah bisa dikategorikan baik, adapun kompetensi yang dimiliki oleh pustakawan tersebut bisa dilihat dari jenjang pendidikan, sikap/attitude, dan keterampilan/skill, (2) teknik temu kembali informasi yang sering digunakan di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang adalah melalui penelusuran dengan mesin OPAC sehingga membantu mempermudah pencarian bahan pustaka, (3) masalah yang sering dihadapi pustakawan terkait temu kembali informasi di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang adalah tidak ditemukannya bahan pustaka pada tempat dimana bahan pustaka itu seharusnya berada, (4) alternatif pemecahan masalah dalam temu kembali informasi di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang yang bisa dipertimbangkan yaitu pengelola perpustakaan bisa mengkaji ulang mengenai cara kerja mesin OPAC, (5) pemecahan masalah yang diambil dalam temu kembali informasi di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang yaitu pengelola perpustakaan harus sering mengupdate informasi di OPAC dan memanggil programmer apabila diperlukan. Bertolak dari kesimpulan di atas dapat disampaikan saran sebagai berikut: (1) kompetensi pustakawan di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang sudah cukup baik, namun perlu lebih ditingkatkan lagi dengan selalu mengikuti berbagai seminar/lokakarya di bidang perpustakaan dalam meningkatkan pengetahuan dan menambah motivasi untuk berkreativitas, (2) teknik temu kembali informasi di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang tidak hanya mengandalkan pada kerja mesin OPAC, namun pelayanan yang diberikan oleh pustakawan juga perlu ditingkatkan lagi, (3) untuk berbagai masalah dalam temu kembali informasi bisa dijadikan pembelajaran dalam meningkatkan pelayanan di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, (4) untuk alternatif pemecahan masalah dalam temu kembali informasi perlu dipertimbangkan oleh Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang sebagai masukan untuk ke depannya, (5) untuk pemecahan masalah yang penulis tawarkan bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam meningkatkan kerja mesin OPAC dan pelayanan temu kembali informasi.
Layanan Serial di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Dewi, Cici Ria. 2013. Layanan Serial di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd, (II) Drs. Darmono, M.Si. Kata Kunci: layanan serial, serial, UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang Layanan serial adalah layanan untuk koleksi terbitan berseri. Layanan serial memiliki tugas penting dalam hal menyajikan informasi terbaru dari berbagai bidang pengetahuan kepada pengguna. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mendeskripsikan empat hal, yaitu: (1) gambaran umum layanan serial, (2) aktivitas yang dilakukan pada layanan serial, (3) masalah yang terdapat pada layanan serial, serta (4) upaya untuk mengatasi masalah yang terdapat pada layanan serial UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Penulisan tugas akhir ini didasarkan pada Praktik Kerja Lapangan yang telah dilakukan penulis mulai tanggal 7 Januari 2013 sampai dengan tanggal 28 Februari 2013 di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Data diambil dari hasil laporan Praktik Kerja Lapangan, observasi serta wawancara kepada pustakawan layanan serial. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data. Data yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi data hasil observasi berperan serta dan wawancara. Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh penulis, ada beberapa hal yang dapat dipaparkan dalam tugas akhir ini, yaitu: (1) layanan serial pada UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang menggunakan sistem terbuka, termasuk dalam bagian ini adalah layanan koran, layanan majalah, majalah ilmiah, layanan jurnal, dan layanan jurnal CD-ROM; (2) kegiatan pada layanan serial cukup beragam, antara lain membuat entri katalog majalah, membuat indeks artikel majalah, membantu pengguna mencari koleksi serial, menjilid majalah/jurnal, membuat indeks artikel surat kabar, membuat indeks jurnal, serta shelving; (3) masalah yang terdapat pada layanan serial dapat dibedakan menjadi masalah dalam hal pustakawan, koleksi, serta sarana prasarana. Dari segi pustakawan, dapat dilihat pada kesiapan pustakawan dalam membantu pengguna mencari koleksi yang dibutuhkan. Dalam hal koleksi, koleksi jurnal nasional dan internasional dalam bentuk hardcopy masih perlu dilengkapi lagi karena tidak semua koleksi disajikan dalam bentuk online atau softcopy, untuk sarana prasarana kegiatan pengoperasian pada layanan serial kurang optimal karena komputer yang tersedia masih menggunakan versi yang lama. (4) upaya untuk mengatasi masalah yang terdapat pada layanan serial antara lain selain jurnal dalam bentuk digital, jurnal dalam bentuk tercetak juga perlu dilengkapi. Dari segi pustakawan, mereka harus lebih sigap dalam melayani kebutuhan pengguna dan untuk e-journal, hendaknya perlu dilakukan sosialisasi tentang penggunaan dan promosi harus lebih intensif.