Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
Grammar Translation Method (GTM): Efektifitas Pembelajaran Aspek Membaca dan Menulis dalam BIPA
The application of GTM in learning BIPA is examined in order to understand and describe the effectiveness. This research is qualitative and uses written test in form of questionnaire to collect the data. The result shows that the effectiveness of GTM in learning reading and writing aspects of BIPA is classified into good, particularly for those who just learned BI. GTM is effective in increasing vocabularies of foreigners and improving their grammar understanding in writing. The effectiveness of GTM is shown in how foreigners explained moral message in BI text and equal vocabularies of BI to their languages which reach 75% accurate in average, and the ability of foreigners in grammar especially word formation and use of DM (explained-explains) in BI (morphology) and sentence patterns such as SP, SPO, SPOK (syntax).Penggunaan GTM dalam pembelajaran BIPA diteliti dengan tujuan mengetahui dan mendeskripsikan tingkat efektifitasnya. Penelitian ini menggunakan tes tertulis dalam bentuk questionnaire untuk mengumpulkan data. Untuk menganalisis data penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas GTM dalam pembelajaran aspek membaca dan menulis pada BIPA tergolong baik, khususnya bagi PA yang baru mengenal BI. GTM efektif untuk meningkatkan kosakata PA dan pemahamannya terhadap tata bahasa untuk menulis. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas GTM dari hasil PA menjabarkan pesan moral teks ber-BI dan jumlah padanan kosakata BI dengan bahasa PA yang rata-rata keakuratannya mencapai 75%, serta kemampuan PA dalam unsur tata bahasa yang ditunjukkan dengan pembentukan kata dan ketepatan penggunaan hukum Diterangkan-Menerangkan (DM) BI (morfologi) dan pola kalimat yang dihasilkan SP, SPO, SPOK (sintaksis).Keywords: BIPA, Grammar Translation Method (GTM), reading aspect, writing aspec
Deskripsi Fisik Tokoh Utama Novel Kcb Karya Habibburahman El-Shirazy dan Rancangan Pembelajaran di SMA
The study aimed to describe the main character in the novel of Ketika Cinta Bertasbih I and II by Habibburahman El Shirazy and to design its learning for senior high schools. This research used descriptive qualitative method. The data sources are Ketika Cinta Bertasbih I and II. The results of this study indicate that the main character of the novel Ketika Cinta Bertasbih I and II have perfect physique, in terms of gradual techniques, analytical technique (expository), and the subjective and objective description. The main character that was discussed in the novel of Ketika Cinta Bertasbih I and II was Azzam. The results of this research can be used by indonesian language teachers in senior high schools.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tokoh utama dalam novel Ketika Cinta Bertasbih I dan II karya Habibburahman El Shirazy dan merancang pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini ialah novel Ketika Cinta Bertasbih I dan II. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tokoh utama novel Ketika Cinta Bertasbih I dan II memiliki fisik yang sempurna, ditinjau dari teknik berangsur, teknik analitik (ekpositori), dan deskripsi subjektif dan objektif. Tokoh utama yang dideskripsikan dalam novel Ketika Cinta Bertasbih I dan II adalah Azzam. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru bahasa Indonesia di SMA.Kata kunci: deskripsi tokoh utama, novel, rancangan pembelajaran
Deskripsi Fisik Tokoh Utama Novel Sengsara Membawa Nikmat dan Tidak Membalas Guna
The objectives of this research were to describe the physical description of the main characters in the novel of Sengsara Membawa Nikmat and Tidak Membalas Guna by Tulis Sutan Sati and its use as learning material in Indonesian language and literature for senior high schools. This study adopted qualitative-descriptive method. The result of the research showed that Tulis Sutan Sati intended to use accelerative installment presentation, analytical technique, subjective description, and symbolic sign in describing the physic appearance of the main characters. The result of the research could be used as learning material for twelveth grade students which was aimed for students to analyze designing novel by considering the content and structure based especially in KD.3.9 analyzing the content and structure of novel and KD.4.9 designing novel or novelet by considering the content and structure. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan deskripsi fisik tokoh utama dalam novel Sengsara Membawa Nikmat dan Tidak Membalas Guna karya Tulis Sutan Sati dan pemanfaatannya sebagai materi ajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tulis Sutan Sati lebih banyak menggunakan penyajian akselerasi berangsur, teknik analitik, jenis deskripsi subjektif, dan jenis tanda simbolik saat mendeskripsikan penampilan fisik tokoh utama dalam novel Sengsara Membawa Nikmat dan Tidak Membalas Guna. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai materi ajar di SMA kelas XII semester genap yang bertujuan agar siswa mampu menganalisis dan merancang novel bedasarkan isi dan kebahasaannya sesuai pada KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel dan KD 4.9 merancang novel atau novelet dengan memperhatikan isi dan kebahasaan. Kata kunci: deskripsi fisik, tokoh utama, dan pemanfaata
Tahapan Alur dalam Kumpulan Cerpen Kaki Langit dan Rancangan Pembelajarannya di SMP
The aim of this research was to describe the anthologies plot stages of short story in Horison Magazine 2015 entitled Kaki Langit and to create it’s learning design for Junior High School. This research used qualitative descriptive method and text analysis data collection technique. The result of this research showed that the progressive plot is the mainly used plot. These short stories used regular plot from the situating stage to the ending stage, While the flashback plot is only used in Tembang Canting Kinanti and Lelaki Jagoan Tiban short story, that start from a conflict then back to the situating stage and ending stage. Findings can be used to create the learning design for the element of literature work materials at the ninth grade that is arranged based on basic Basic Competence 3.5 and 4.5 about instrumental elements of literature in on short story in Indonesian lesson curriculum 2013.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan alur dalam kumpulan cerpen Kaki Langit yang terdapat pada majalah Horison edisi 2015 dan membuat rancangan pembelajarannya di SMP. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar cerpen yang diteliti menggunakan jenis alur lurus (progresif), cerpen-cerpen ini menggunakan tahapan alur yang teratur, mulai dari tahap penyituasian hingga tahap penyelesaian sedangkan penggunaan jenis alur sorot balik (flashback) hanya terdapat pada cerpen yang berjudul Tembang Canting Kinanti dan Lelaki Jagoan Tiban, tahapan alur yang digunakan pada kedua cerpen tersebut dimulai dari konflik kemudian kembali pada tahap penyituasian dan diakhiri dengan tahap penyelesaian. Hasil penelitian ini dapat dibuat rancangan pembelajaran yang disusun berdasarkan Kompetensi Dasar 3.5 dan 4.5 tentang unsur pembangun karya sastra pada teks cerpen pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013.Kata kunci: tahapan alur, cerpen, rancangan pembelajaran
Pembelajaran Menulis Laporan Kegiatan pada Siswa Kelas VIII C SMPN 3 Tegineneng
The purpose of this study is to explore learning planning, implementation of learning, and assessment of learning to write activity reports based on the KTSP curriculum. The method used in this study is qualitative descriptive. The source of data in this study is learning to write activity reports on grade VIII C of SMPN 3 Tegineneng. Data collection techniques in this study were observation, documentation, and interview. The results of the study show that the teacher has done three stages in learning which include learning planning, implementation of learning, and assessment of learning. The activities carried out by the teacher include three stages of activities, namely preliminary activities, core activities, and closing activities. The assessment carried out by the teacher included an attitude competency assessment with direct observation techniques, assessment of knowledge competencies with written test techniques, and skills competency assessment with practical test techniques.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran menulis laporan kegiatan berdasarkan kurikulum KTSP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis laporan kegiatan pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Tegineneng. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Aktivitas yang dilakukan guru meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegitan inti, dan kegiatan penutup. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian kompetensi sikap dengan teknik observasi langsung, penilaian kompetensi pengetahuan dengan teknik tes tulis, dan penilaian kompetensi keterampilan dengan teknik tes praktik.Kata kunci: laporan kegiatan, menulis, pembelajara
Teks Eksplanasi Kompleks dalam Media Massa dan Pemanfaatannya Sebagai Materi Ajar
The purpose of this study was to describe the structure and the use of linguistic rules in complex explanatory texts in mass media and to design teaching materials for the second grade students of senior high school. This study used a qualitative approach and descriptive method. This study found that the complex explanatory text structure was in accordance with the theory. The linguistic rules of complex explanatory texts which were found were dominated by the use of time-markers because both chronological and causal texts were accompanied by adverbs of time. The teaching material which was produced was the outcome that was suitable for learning to understand the structure and rules of complex explanatory texts in the second grade students of senior high school.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan struktur dan penggunaan kaidah kebahasaan teks eksplanasi kompleks dalam media massa dan merancang materi ajar untuk SMA kelas XI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deksriptif. Penelitian ini menemukan bahwa struktur teks eksplanasi kompleks yang ditemukan sesuai dengan teori. Kaidah kebahasaan teks eksplanasi kompleks yang ditemukan didominasi dengan penggunaan kata penunjuk keterangan waktu karena baik teks yang bersifat kronologis maupun kausalitas disertai dengan kata penunjuk keterangan waktu. Materi ajar yang dihasilkan ialah outcome yang cocok untuk pembelajaran memahami struktur dan kaidah teks eksplanasi kompleks di SMA Kelas XI.Kata kunci: teks eksplanasi kompleks, media massa, dan materi aja
Majas dalam Novel Petir karya Dewi Lestari Serta Rancangan Pembelajaran Sastra di SMA
This research was aimed to describe figure of speach simile, metaphor, personification, and hyperbole and to the design of Literature Learning in senior high school. The method used in this study was descriptive qualitative method. The data source is from Petir Novel by Dewi Lestari publishhed by PT. Bentang Pustaka on Februari 2016. The data analyze is the text to to Petir novel by Dewi Lestari. The research found that there is a dominative number of simile with 39 data and metaphor 29 data. Meanwile, there are 10 data personification and 10 data hyperbole. nifation 100 data of similes. Meanwhile, there are 49 data which consisted of 23 data of metonymies. These data were analyzed based on vehicle and tenor. Simile, metaphor, personification, and hyperbole in Petir can be used as an alternative literature learning for students of class XII even semester with the Basic Competacies 3.9 analyze the content and language of the novel.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan majas simile, metafora, personifikasi, dan hiperbola serta rancangan pembelajaran sastra di sekolah menengah atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah novel Petir Karya Dewi Lestari yang diterbitkan PT. Bentang Pustaka cetakan Februari tahun 2016. Data yang dianalisis adalah teks pada novel Petir Dewi Lestari. Hasil penelitian ini diketahui simile sangat mendominasi dengan 39 data dan metafora dengan 30 data sedangkan personifikasi terdapat 10 data dan hiperbola terdapat 10 data. Data tersebut dianalisis berdasarkan vehicle dan tenor. Simile, metafora, personifikasi, dan hiperbola dalam novel Petir dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran sastra untuk siswa kelas XII semester genap dengan KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel.Kata kunci: majas, novel, pembelajaranny
Hubungan Penguasaan Diksi dan Minat Berbicara dengan Kemampuan Berpidato Siswa SMP Kelas VII
The problem that raised in this research is correlation diction mastery and speaking intereset with the in comprehebsion speech. To reach the purpose of the research above, the researcher use correlational methos, it means that the data collected after all the even happen. There were there questioner used to collect the data The findings are as follows: (1) there is a positive correlation between mastery diction with ability comprehebsion by correlation coefficient of 0.775, (2) there is a positive correlation between intereset speaking with speech arranging ability with correlation coefficient 0.649, (3) there is a positive correlation mastery diction and interest comprehebsion speech with narration speaking ability with a correlation coefficient of 0.807. Therefore, the speech arranging ability could be enhanced by increasing master diction dan interest arranging. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah hubungan penguasaan diksi dan minat berbicara dengan kemampuan berpidato. Penelitian ini menggunakan metode korelasional, artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipermasalahkan berlangsung. Hasil penelitian menujukkan: (1) penguasaan diksi berhubungan positif dengan kemampuan berpidato yang ditunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,775 > 0,535 (rtabel); (2) minat berbicara berhubungan positif dengan kemampuan berpidato yang ditunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,649 > 0,361 (rtabel); dan (3) penguasaan diksi dan minat berbicara secara bersama-sama berhubungan positif dengan kemampuan berbicara koefisien sebesar 0,807. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan secara umum bahwa kesimpuan adalah kemampuan berpidato memiliki hubungan positif dengan penguasaan diksi dan minat berbicara, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.Kata kunci: penguasaan diksi, minat berbicara, kemampuan berpidato
IMAJI PADA KUMPULAN PUISI KITA HANYA POHON KARYA ISBEDY STIAWAN ZS DAN RANCANGANNYA
This study aims to describe the image of poetry We Only Trees by Isbedy Stiawan ZS and the design of literary learning in junior high school. The data was analyzed by using qualitative description method with the aim of assessing and describing the problem that examind. The data obtained is data in the facts form and can be justified. The data was the form of glances poetry was We Only Trees. The results showed that: 1) Poetry We Only Trees by Isbedy Stiawan ZS contains types of images namely visual images, auditory images, palpation, motion images, olfactory images and sense of taste / taste 2) the tyipe of image is designed to be the design of the implementation of Indonesian language learning in basic competence 3.7 analyzes the content and linguistics of poetry and 4.7 designs poetry by paying attention to the content and linguistics. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan imaji pada puisiKita Hanya Pohon karya Isbedy Stiawan ZS dan rancangan pembelajaran sastra di SMP. Data yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan pengkajian dan pendeskripsian permasalahan yang diteliti. Data yang didapatkan merupakan data yang berupa fakta dan bisa dipertanggung jawabkan. Data yang diperoleh berupa kutipan-kutipanpuisi Kita Hanya Pohon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Puisi Kita Hanya Pohon karya Isbedy Stiawan ZSmengandung jenis imaji yaitu: imaji penglihatan, imaji pendengaran, imaji rabaan, gerak, imajipenciuman, dan imaji rasaan/pencecapan2)jenis imaji dirancang menjadi rancangan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada kompetensi dasar 3.7 menganalisis isi dan kebahasaan puisidan 4.7 merancang puisi dengan memerhatikan isi dan kebahasaan. Keywords: image, learning design, and Our poem is Just a Tree
Makna dalam Slogan Lalu Lintas di Bandarlampung dan Implikasinya di SMP
The purpose of this study was to describe the meaning of the slogan Traffic in Bandarlampung January-February 2018 and its implications in junior high school.The method used is qualitative descriptive method. Data analysis technique in this research was an analysis by describing the state of the object as it is. The results of this study show the meaning in the traffic slogan at Bandarlampung and its implications in junior high school. In determining meaning, researchers used the exposure of objects ie, direct and indirect techniques. Both are used to give an idea of the meaning of slogan in Bandarlampung. Based on the above opinion, the researcher has made the learning plan for the purpose of learning on the students, so that students can know the meaning as one of the elements of the builder.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna slogan Lalu Lintas di Bandarlampung Januari-Februari 2018 serta implikasinya di SMP. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis dengan memaparkan keadaan objek sebagaimana adanya. Hasil penelitian ini menunjukan makna dalam slogan lalu lintas di Bandarlampung dan implikasinya di SMP. Di dalam menentukan makna, peneliti menggunakan pemaparan objek yakni, teknik langsung dan tidak langsung. Keduanya digunakan untuk memberikan gambaran mengenai makna slogan di Bandarlampung. Berdasarkan pendapat diatas, peneliti telah membuat rancangan pembelajaran untuk tujuan pembelajaran pada siswa, agar siswa dapat mengetahui makna sebagai salah satu unsur pembangun.Kata kunci: denotatif, konotatif, sloga