Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
Struktur Kalimat Biografi Cut Nyak Din dan Implikasinya di SMA
Correct sentence structure occupy function, category, and role. This research described about Cut Nyak Din biography by Muchtaruddin Ibrahim’s structure used qualitative descriptive method, documentation technique, and tagmatic data collection technique. The result of this research showed that structure based on function are subject, predicate, object, complement, and description. Each function is occupied by categories and roles. The most of categories and roles that occupy functions in CND is a sentence that has a subject with nominal phrase as actors, predicate with verbal phrase as deeds, object with nominal phrase as sufferer, complement with verbal phrases as tools, and description with prepositional phrases as places. It can be implicated as an example of teacher learning in learning biographical materials in class X, Basic Competence 3.15 on biography in the revised 2016 Indonesian language curriculum 2013.Struktur kalimat yang benar menempati slot fungsi, kategori, dan peran semantis. Makalah ini mendeskripsikan struktur kalimat novel biografi Cut Nyak Din karya Muchtaruddin Ibrahim dengan desain penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dokumentasi, dan teknik analisis tagmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan masing-masing fungsi ditempati oleh kategori dan peran. Kecenderungan kategori dan peran yang menempati fungsi dalam kalimat CND ialah kalimat yang memilik fungsi subjek dengan kategori frasa nominal dan memiliki peran semantis pelaku, fungsi predikat dengan kategori frasa verbal dan memiliki peran semantis perbuatan, fungsi objek dengan kategori frasa nominal dan memiliki peran semantis penderita, fungsi pelengkap dengan kategori frasa verbal dan memiliki peran semantis alat, serta fungsi keterangan dengan kategori frasa preposisional dan memiliki peran semantis tempat.Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan sebagai contoh pembelajaran guru dalam membelajarakan materi biografi pada kelas X, yaitu pada Kompetensi Inti 3, Kompetensi Dasar 3.15 biografi pada kurikulum 2013 pelajaran Bahasa Indonesia.Kata Kunci : fungsi, kategori, peran, struktur, biograf
Konflik dalam Novel Amelia Karya Tere Liye dan Rancangan Pembelajaran di SMA
The objective of research was to describe the conflicts in the novel and its learning design in senior high school. Qualitative descriptive method was used in the research. The source of data taken from Amelia novel by author Tere Liye published in 2013. The data which analized in the research was in the form of sentences and quotations of texts which were related to the events in Amelia novel and its learning design in senior high school. The results of the research showed that there were 4 conflicts stated in the novel. Amelia novel can be used in learning design as an alternative learning material for students of senior high school grade XII in even semester on based competence 3.9 by analizing its content and novel language structure on based competence 4.9 designing a novel by paying attention on its contents and language structures.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konflik dalam novel Amelia karya Tere Liye dan rancangan pembelajarannya di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Amelia karya Tere Liye yang diterbitkan pada tahun 2013. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa kalimat dan kutipan teks yang berkaitan dengan peristiwa dalam novel Amelia karya Tere Liye dan rancangan pembelajarannya di SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terdapat dalam novel Amelia karya Tere Liye ada 4 konflik. Novel Amelia dapat dibuat rancangan pembelajarannya sebagai alternatif bahan pembelajaran untuk siswa SMA kelas XII semester genap dengan KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel dan KD 4.9 merancang novel dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.Kata kunci: konflik, novel, rancangan pembelajaran
Piranti Kohesi Konjungsi Tajuk Rencana Surat Kabar Kompas dan Implikasinya terhadap Pembelajaran
This research aimed to describe the used of cohesion devices conjunctions in Kompas newspaper editorials and the implications for Indonesian language learning in high school. The method used in this research was descriptive method. Sources of data in this study are newspapers Kompas October to November 2016 amounted. The data collecting which is used in this research was documentation technique. The result shows that the use of conjunction cohesion devices is found in the editorial is including the use of coordinated conjunction, the use of correlative conjunctions, the use of subordinate conjunctions, and the use of intercostal conjunctions. Assessment tools in this editorial can be implemented in Indonesian language in high school, especially on language-related learning materials.. This research study can be utilized for the teachers as learning material or learning resource of student in developing four aspects of language skills, that is speaking skill, listening, reading, and writing.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan piranti kohesi konjungsi dalam tajuk rencana surat kabar Kompas dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa surat kabar Kompas edisi Oktober-November 2016. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Hasil penelitian menukjukkan bahwa penggunaan piranti kohesi konjungsi yang ditemukan dalam tajuk rencana tersebut meliputi penggunaan konjungsi koordinatif, penggunaan konjungsi korelatif, penggunaan konjungsi subordinatif, dan penggunaan konjungsi antarkalimat. Kajian piranti kohesi konjungsi dalam tajuk rencana ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA terutama pada materi pembelajaran yang berkaitan dengan kebahasaan. Kajian penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pengajar (guru) sebagai bahan pembelajaran atau sumber belajar siswa dalam mengembangkan empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis.Kata kunci:kohesi, konjungsi, tajuk rencana, kompa
Karakterisasi Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Kaki Langit dan Pembelajarannya di SMA
This research described characterization the main character in the short stories of Kaki Langit short stories collection the work of high school students and to the learning literature at the Senior High School. This research used the descriptive qualitative method. The result showed that of the nine short stories in a collection of Kaki Langit shot stories (Hidupmu, Dramamu, Patilan Rantau, Secercah Asa dalam Bahasa, Biarkan Api Membakar Kami, Dandelion, Adolf Tak Bisa ke Langit, dan Lautan Darah) provides characterizing the main figure with two methods, are telling and showing, while the two short stories (Surya and Purna) only used the showing method. The result of this research organized into a design learning literature in high school with 2013 curriculum. The characterization of the short stories in a collection of Kaki Langit short stories can be used as an alternative school literary, especially literary appreciation prose.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakterisasi tokoh utama pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Kaki Langit karya siswa SMA dan menyusun rancangan pembelajarannya dalam ranah pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan cerpen dalam kumpulan cerpen Kaki Langit tujuh cerpen (Hidupmu,Dramamu, Patilan Rantau, Secercah Asa dalam Bahasa, Biarkan Api Membakar Kami, Dandelion, Adolf Tak Bisa ke Langit, dan Lautan Darah) menyajikan karakterissai tokoh utama dengan dua metode, yakni telling dan showing sedangkan dua cerpen lain (Surya dan Purna) hanya menggunakan metode showing.Hasil penelitian ini disusun menjadi sebuah rancangan pembelajaran sastra di SMA dengan kurikulum 2013. Karakterisasi tokoh utama pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Kaki Langit karya Siswa SMA dapat dijadikan alternatif bahan ajar dalam pembelajaran sastra khususnya apresiasi sastra prosa.Kata kunci: karakterisasi, telling, showing, and pembelajara
Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V SD Negeri 1 Margamulya Lampung Selatan
This study aimed to describe the speaking ability of fifth grade students of Elementary School Negeri 1 Margamulya Jati Agung Subdistrict, South Lampung Regency, 2017/2018 Academic Year. The method used is descriptive method. Data collection techniques use test techniques. The data source of this study is a recording of the speaking ability of fifth grade students of Elementary School Negeri 1 Margamulya, South Lampung. The data taken in the form of the results of the ability to speak based on indicators of speaking (fluency, pronunciation, intonation, vocabulary, and understanding) used as a measuring instrument in research. The results show the speaking ability of fifth grade students of Elementary School Negeri 1 Margamulya Jati Agung Subdistrict, South Lampung Regency, 2017/2018 school year overall is classified as Good.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa kelas V SD Negeri 1 Margamulya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Sumber data penelitian ini adalah rekaman kemampuan berbicara siswa kelas V SD Negeri 1 Margamulya Lampung Selatan. Data yang diambil berupa hasil kemampuan berbicara berdasarkan indikator berbicara (kefasihan, lafal, intonasi, kosakata, dan pemahaman) yang digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian. Hasil menunjukan kemampuan berbicara siswa kelas V SD Negeri 1 Margamulya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun pelajaran 2017/2018 secara keseluruhan tergolong Baik.Kata kunci: kemampuan, berbicara, sisw
Keefektifan Penggunaan Media Gambar Berantai dalam Pembelajaran Menulis Cerita Fabel Kelas VII
The purpose of this research was to know the effectiveness of the used of the media of the chain images compared with the use of single image media on the ability to write text fable story of class VII students of junior high school Al-Kautsar Bandar Lampung in year 2017/2018. The method used in this research was quantitative method. This research is an experimental research with pretest-posttest control group design. Data analysis technique is done by using t-test with 5% significant level. The results of this study showed that the experimental data of the experimental group and the control group obtained p value of 0.007<0.05 which means there is a significant difference. The average value of the experimental group increased 6.5 while the increase in the control group was not greater than the experimental group of 3.87. thereby the use of chain drawing media in learning to write text fable stories more effectively used.Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan media gambar berantai dibandingkan dengan penggunaan media gambar tunggal terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel siswa kelas VII SMP Al-Kautsar Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-postest control group design. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan data postest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh nilai p sebesar 0.007 <0.05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai rata-rata kelompok eksperimen mengalami peningkatan 6.5 sedangkan peningkatan pada kelompok kontrol tidak lebih besar dari kelompok ekperimen yaitu 3.87. dengan demikian penggunaan media gambar berantai dalam pembelajaran menulis teks cerita fabel lebih efektif digunakan.Kata kunci: keefektifan, media gambar berantai, pembelajaran menulis fabel
Ketidaklangsungan Ekspresi dalam Kumpulan Puisi O Amuk Kapak dan Implikasinya di SMA
The purpose of this study is to describe indirect expression in the collection of O Amuk Kapak's poem by Sutardji Calzoum Bachri and its implications for the study of literature in high school. The method used is descriptive qualitative. Sources of research data is a collection of poetry O Amuk Kapak by Sutardji Calzoum Bachri which amounted to 20 poems. Data analysis technique in this research is text analysis technique. The results of Sutardji Calzoum Bachri's poetry analysis include the displacing of meaning caused by the use of metaphors and metonyms, distorting of meaning caused by ambiguity, contradiction, and nonsense, creation of meanings caused by rhyme, enjambement, and typography used to find meaning in it. The results of this indirect expression analysis can be implicated in literary learning in senior high school.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan ketidaklangsungan ekspresi dalam kumpulan puisi O Amuk Kapak karya Sutardji Calzoum Bachri dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah kumpulan puisi O Amuk Kapak karya Sutardji Calzoum Bachri yang berjumlah 20 puisi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis teks. Hasil analisis puisi karya Sutardji Calzoum Bachri meliputi penggantian arti yang disebabkan penggunaan metafora dan metonimi, penyimpangan arti yang disebabkan ambiguitas, kontradiksi, dan nonsense, penciptaan arti yang disebabkan rima, enjambement, dan tipografi digunakan untuk mencari makna yang terdapat di dalamnya. Hasil analisis ketidaklangsungan ekpresi ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.Kata kunci: ketidaklangsungan ekspresi, O Amuk Kapak, Sutardji Calzoum Bachri, puis
Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018
The problem presented was how the learning process to write short stories of students of class XI SMA Negeri 10 Bandar Lampung academic year 2017/2018. The aims of this research is to describe the planning,implementation, and assessmentof short story writing lessons. This study used descriptive qualitative method.The results showed that teachers had done three stages in learning, namely planning, implementation, and assessment of learning. In the implementation of learning there ware two activities, namely teacher activity and student activities.The activities undertaken by teachers included three stages of activity, namely preliminary activities, core activities, and closing activities. In the core activity, the students activity included (1) viewing activity, (2) oral activity, (3) listening activity, (4) writing activity, (5) mental activity, (6) emotional activity. The assessment of learning was done by teachers using authentic assessment techniques. Teachers did not conduct a full assessment because it only assessed two aspects, namely aspects of knowledge and skills aspects.Masalah yang dipaparkan ialah bagaimana pembelajaran menulis cerita pendeksiswa kelas XI SMA Negeri 10 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis cerita pendek.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat dua aktivitas, yaitu aktivitas guru dan aktivitas siswa.Aktivitas yang dilakukan guru meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.Pada kegiatan inti terjadi aktivitas siswa yang meliputi (1) aktivitas melihat, (2) aktivitas lisan, (3) aktivitas mendengar, (4) aktivitas menulis, (5) aktivitas mental, dan (6) aktivitas emosional.Penilaian pembelajaran dilakukan oleh guru dengan teknik penilaian autentik. Guru tidak melakukan penilaian secara lengkap karena hanya menilai dua aspek, yakni aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.Kata kunci:pembelajaran, menulis, cerita pendek
Implikatur dalam Kampanye Pilkada Gubernur Jakarta 2017- 2022 dan Implikasinya di SMP
This research described about implicature of discourse campaign at the election of Jakarta Governor period 2017-2022 and the implication of junior high school speech learning. The technique of collecting data that used were listening and writing. The result showed there were verbal speech act and speech act mode in implicature. Verbal speech act were direct speech act not literal, indirect literal, and indirect not literal, and implicature mode speech act were mode that were fact, asked, promised, wished, compared, and prohibited. The finding of the implicature were promising, convincing, inviting, making interest, asking, and persuading their patner of speech act to do something. This research can be implied in Bahasa Indonesia speech learning at grade IX in curriculum 2013 in basic competence 3.3 and 4.3.Penelitian ini mendeskripsikan implikatur dalam wacana kampanye Pilkada Gubernur Kota Jakarta 2017-2022 dan implikasinya pada pembelajaran pidato di SMP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya verbal tuturan dan modus tuturan berimplikatur. Verbal tuturan yang ditemukan, yaitu tindak tutur langsung-tidak literal, tidak langsung-literal, dan tidak langsung-tidak literal serta modus tuturan berimplikatur, yaitu modus menyatakan fakta, bertanya, berjanji, menyatakan keinginan, membandingkan, dan melarang. Implikatur yang ditemukan memiliki tujuan untuk menjanjikan, meyakinkan, mempengaruhi, menarik perhatian, meminta, dan menggerakkan hati mitra tutur untuk melakukan tindakan tertentu. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi pidato pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX kurikulum 2013 yaitu KD 3.3 dan 4.3.Kata kunci: implikatur, verbal tuturan, modus tuturan, pidato kampanye
Campur Kode dalam Film dan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
The problem of this research was how to mix the code in the movie My Stupid Boss. This study aims to describe the mixed code in the film and its implications for language learning in high school. This study used descriptive qualitative method. Sources of research data was dialogue of characters in this movie. Analysis of data mixed code found in the form of insertion elements in the form of words, clauses, and word repetition. Causes of mixed code contained in the movie was the language factor and background attitude of speakers. In connection with learning, mixed code in the my stupid boss movie can be used as an example of the use of good and correct Indonesian language and its use contextually. Relation to teaching materials can be used as a medium of learning to write text script drama/movie.Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah campur kode dalam film My Stupid Boss. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan campur kode dalam film tersebut dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini dialog antartokoh dalam film tersebut.Berdasarkan hasil analisis data campur kode yang ditemukan berupa penyisipan unsur-unsur berupa kata, klausa, dan perulangan kata. Faktor penyebab campur kode yang terdapat dalam film tersebut adalah faktor kebahasaan dan latar belakang sikap penutur. Kaitannya dengan pembelajaran, campur kode dalam film My Stupid Boss dapat dijadikan sebagai contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta penggunaannya secara kontekstual. Kaitannya dengan bahan ajar dapat dijadikan sebagai media pembelajaran menulis teks naskah drama/film.Kata kunci: bahan ajar, campur kode, film my stupid boss