Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
Citra Wanita dalam Novel Amira Cinta dari Tanah Surga Karya Suliwe
This study aims to identify and describe the image of women in the novels Amira Cinta Dari Tanah Surga by Suliwe which include: women images in getting love / attention, women images in getting loyalty. Women images in getting opinion right, and women images in getting the support of her husband in life. The method that used in this study was qualitative method with content analysis techniques. The focus of this research was the woman images in Amira Cinta Dari Tanah Surga novel by Suliwe. To achieve the objectives, the researcher used qualitative methods with content approach, that is, by analyzed the data in the form of sentences, paragraphs, or dialog that contains of women images. Since the data that analyzed was in the form of sentences and qualitative, the authors used qualitative data analysis, based on the content and structure of the existing sense. So, in analyzing the data and drawing the final conclusion, the authors did not use formulas statistical and hypothesis testing. Based on the research findings, it found 89 quotations in novel that contained of women images, that is: 1) 25 quotations of women images in getting love / attention, 2) 17 quotations of women images in getting loyalty, 3) 27 quotations of women images in getting opinion right, and 4) 20 quotations of women images in getting the support of her husband in life.Keywords: amira cinta dari tanah surga, citra wanita, novel
Pola Kalimat dalam Berita Utama Koran Tribun Lampung MeiJuni 2017 dan Implikasinya
The purpose of this study is to describe sentence patterns in the headlines and their implications. The method used in this research is descriptive qualitative method. The source of this research documents in the form of sentence pattern in the headlines of Lampung Tribune newspaper. Documents collection techniques in this study is the documentation because the data source used by the author in the form of written documents. Technical analysis uses a flow model, which starts with document reduction, presentation, and conclusion / verification. The results of the study amounted to 178. S-P numbered 5 sentences. The S-P-O pattern is 6 sentences. The S-P-Pel pattern is 5 sentences. The S-P-K pattern is 32 sentences. The S-P-O-Pel pattern is 9 sentences. The S-P-O-K pattern is 35 sentences. As for the sentence patterns based on the findings of researchers amounted to 94 sentences. This research study can be utilized as learning media especially learning in writing aspect.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola kalimat dalam berita utama dan implikasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa pola kalimat dalam berita utama koran Tribun Lampung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi karena sumber data yang digunakan penulis berupa dokumen tertulis. Teknis analisis menggunakan model alir, yakni dimulai dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian berjumlah 178. S-P berjumlah 5 kalimat. Pola S-P-O berjumlah 6 kalimat. Pola S-P-Pel berjumlah 5 kalimat. Pola S-P-K berjumlah 32 kalimat. Pola S-P-O-Pel berjumlah 9 kalimat. Pola S-P-O-K berjumlah 35 kalimat. Sementara untuk pola kalimat berdasarkan hasil temuan peneliti berjumlah 94 kalimat. Kajian penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran khususnya pembelajaran dalam aspek menulis.Kata kunci: pola kalimat, berita utama, Tribun Lampung
Nilai Religius dalam Novel Bidadari Bermata Bening Karya Habiburahman El-Shirazy dan Kelayakannya
The purpose of this study was to describe the religious values contained in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El-Shirazy and determine his eligibility as a literary material in high school. The method used in this research was descriptive qualitative method. The results of this study indicate that the novel Bidadari Bermata Bening contains religious values. The first religious value of self-surrender, submission, and obedience to the creator, the second life of glory, the third inner feeling that is related to God, the fourth is to recognize the greatness of God. Religious values contained in the novel deserve to be a literary material in high school in terms of language, psychological, and cultural background.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai religius dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburahman El-Shirazy dan Kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Bidadari Bermata Bening mengandung nilai religius. Nilai religius pertama yaitu penyerahan diri, tunduk, dan taat kepada sang pencipta, kedua kehidupan yang penuh kemuliaan, ketiga perasaan batin yang ada hubungannya dengan Tuhan, keempat mengakui kebesaran Tuhan. Nilai religius yang terdapat dalam novel layak dijadikan sebagai bahan ajar sastra di SMA ditinjau dari aspek kebahasaan, psikologis, dan latar belakang kebudayaan.Kata kunci: novel, religius, kelayaka
Pendayagunaan Konteks Tindak Tutur Guru Bahasa Indonesia pada Pembelajaran Debat Kelas X
This study aimed to describe the used of context of Indonesian teacher's speech acts on learning debates in first grade of Senior High School YP Unila in the academic year 2017/2018. The method used is descriptive qualitative. Sources of research data are conversations that occur between teachers and students in learning debates in first grade of YP Unila Bandarlampung. Data taken in the form of contexts that are utilized by speakers in their speech acts both directly and indirectly. Data analysis techniques are means-ends. The results showed that Indonesian language teacher the contextualization for their success in teaching whether direct and indirect speech act. Context that is being utilized by the teacher include the context of the event, the context of the time, the context of the atmosphere, the context of the people around, and the context of the surrounding objects.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendayagunaan konteks dalam tindak tutur guru bahasa Indonesia pada pembelajaran debat di Kelas X SMA Yayasan Pembina Unila Bandarlampung Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah percakapan yang terjadi antara guru dan siswa dalam pembelajaran debat di kelas X SMA YP Unila Bandarlampung. Data yang diambil berupa konteks-konteks yang didayagunakan penutur dalam tindak tuturnya baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis cara-tujuan (means-ends). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Indonesia mendayagunakan konteks untuk menentukan tuturan yang digunakan saat berbicara dengan mitra tutur serta mendukung keberhasilannya dalam pembelajaran baik itu tindak tutur langsung maupun tidak langsung. Konteks yang didayagunakan oleh guru meliputi konteks peristiwa (Kp), konteks waktu (Kw), konteks susasana (Ks), konteks orang sekitar (Kos), dan juga konteks benda sekitar (Kbs).Kata kunci: konteks, guru, dan tindak tutur
Warna Lokal Cerpen Sebambangan Karya Budi P. Hatees dan Rancangan Pembelajaran Sastra
This research was aimed to describe the local colour of custom in short story Sebambangan by Budi P. Hatees and the design of Literature Learning in junior high school. This research method was desciptive qualitative. The data source is from short story Sebambangan by Budi P. Hatees that published by Lampung Post on 29 May 2005. The data analyzed is the conversation and monologue from the characters on the short story. The result showed that short story Sebambangan by Budi P. Hatees contained the local colour of Lampung customs consisting on sebambangan, penyimbangmarga, gawiadat, abstention of divorce, and women secret room. The short story can be used as an alternative learning for students of class IX odd semester with the basic competencies 3.5 identifying element of literature builder in short story text.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan warna lokal adat istiadat dalam cerpen Sebambangan karya Budi P. Hatees dan rancangan pembelajaran sastra di sekolah menengah pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah cerpen Sebambangan karya Budi P. Hatees yang diterbitkan Lampung Post pada tanggal 29 Mei 2005. Data yang dianalisis adalah percakapan dan monolog tokoh pada cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen tesebut mengandung warna lokal adat istiadat Lampung yang terdiri atas sebambangan, penyimbangmarga, gawiadat, pantang cerai, dan ruang rahasia perempuan. Cerpen tesebut dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran untuk siswa kelas IX semester ganjil dengan KD 3.5 mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek.Kata kunci: warna lokal, cerpen, sebambangan, pembelajaran
Penggunaan Bahasa pada Poster di Kota Bandar Lampung serta Implikasinya
This study aimed to describe the used of effective sentences on posters June period to July 2017. The method used in this research was descriptive qualitative. Sources of data in this study was a poster installed in the city of Bandar Lampung amounted to 23 posters. The data in this research was effective sentence. The results showed that there were three posters that did not used effective sentences with percentage of 13.04% and there were twenty posters using effective sentences with 86.95% percentage. The results of this study are implicated to the learning of Indonesian in high school class XII on the material of ad text.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat efektif pada poster periode Juni s.d. Juli 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ialah poster yang dipasang di Kota Bandar Lampung berjumlah 23 poster. Data pada penelitian ini berupa kalimat efektif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga poster yang tidak menggunakan kalimat efektif dengan persentase 13,04% dan terdapat dua puluh poster yang menggunakan kalimat efektif dengan persentase 86,95%. Hasil penelitian ini diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi teks iklan.Kata kunci: bahasa, kalimat efektif, poster
Alih Kode dan Campur Kode Film Surga Yang Tak Dirindukan 2 dan Implikasinya
This research was aimed to describe the form and factor of the code switching and code mixing on the movie of Surga yang Tak Dirindukan 2 and the implication of Indonesian language learning in senior high school. The research method was descriptive qualitative. The data source is from the movie Surga yang Tak Dirindukan 2. The data analyzed is the conversation from the characters on the movie. The results showed that the dominant code switching used was the external code switching in the form of a transition from Indonesian to English and the most influencing factor was the speaker factor. The dominant code mixing used is the English word form into the structure of the Indonesian language and the factor that most influences is the speaker factor. The results can be used as variations in learning of Indonesian class X odd semester with the material analyze and recreate anecdotal text.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode pada film Surga yang Tak Dirindukan 2, serta implikasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data adalah film Surga yang Tak Dirindukan 2. Data yang dianalisis adalah tuturan tokoh pada film. Hasil penelitian menunjukan bahwa alih kode yang dominan digunakan adalah alih kode ekstern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan faktor penyebab yang paling memengaruhi adalah faktor penutur. Campur kode yang dominan digunakan berbentuk kata bahasa Inggris ke dalam struktur bahasa Indonesia dan faktor penyebab yang paling memengaruhi terjadinya campur kode adalah faktor sikap penutur. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai variasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas X semester ganjil dengan dengan materi menganalisis dan membuat kembali teks anekdot.Kata kunci: alih kode, campur kode, Surga yang Tak Dirindukan 2
Perkembangan Watak Tokoh Utama Pada Novel Memang Jodoh Karya Marah Roesli dan Rancangan Pembelajarannya SMA
The aim of the present study was to describe the development of the main character in Memang Jodoh, a novel by Marah Roesli and its learning design for senior high school students. The method used was qualitative descriptive method. Data analysis technique in this research was text analysis.The results of research shows that the main character underwent a change from a trait of a sorrow person turned into a joyful one. In order to depict themain character, the author made used of both available techniquesthe direct and indirect method of characterization. The overall used of both methods provide a complete picture of Hamli's character. Based on the above findings, the researcher has successfully designed a learning that targeting the purpose of learning so that the students are able to understand the character as one of the elements of story builders. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perkembangan tokoh pada novel Memang Jodoh karya Marah Roesli dan rancangan pembelajarannya di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis teks. Hasil penelitian menunjukan perkembangan watak tokoh utama yang mengalami perubahan dari watak penyedih menjadi periang. Saat menentukan watak tokoh utama, peneliti menggunakan dua teknik karakterisasi yakni, teknik langsung dan tidak langsung. Keduanya digunakan untuk memberikan gambaran mengenai watak Hamli. Berdasarkan pendapat di atas, peneliti telah membuat rancangan pembelajaran untuk tujuan pembelajaran pada siswa, agar siswa dapat mengetahui watak sebagai salah satu unsur pembangun sebuah cerita.Kata kunci: perkembangan tokoh, novel, bahan ajar
Kesantunan Berbahasa Guru Memberikan Penguatan Siswa SMAN 1 Bandar Lampung
The purpose of this study is to describe the language politeness in the speech of Indonesian teachers in giving the reinforcement to the student of first grade in Senior High School 1 Bandar Lampung for 2017 to 2018 academic year. The research method used descriptive qualitative. The result show that there are two responses given by teachers in giving reinforcement, they are positive responses and negative responses. In giving positive responses, teacher obeyed to five maxims of politeness. The aspect that obey the maxim of politeness includes maxim of wisdom, generosity, praise, agreement, and humility. While in giving negative responses, teacher made infringement of wisdom maxim. In addition, there are also explained the pragmatic and linguistic politiness.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada tuturan guru bahasa Indonesia dalam memberikan penguatan siswa kelas X SMAN 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua respon yang diberikan guru dalam memberi penguatan,yakni respon positif dan respon negatif. Dalam memberi respon positif guru mematuhi lima maksim kesantunan. Pematuhan maksim kesantunan yang ditemukan mencakup, maksim kearifan, kedermawanan, pujian,kesepakatan, dan kerendahan hati. sedangkan dalam memberi respon negatif guru melakukan pelanggaran maksim kearifan. Selain itu, ditemukan juga kesantunan pragmatik dan kesantunan lingustik.Kata kunci: Kesantunan berbahasa, penguatan, respon positif, respon negati
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata dan Implikasi Pembelajaran
The problem of this research is how the character education values in the novel Sirkus Pohon and its implications for literary learning in high school. The purpose of this study is to describe the values of character education in the novel Sirkus Pohon and its implications for literary learning. The method used is descriptive qualitative. The results showed that the values of character education in the novel Sirkus Pohon are religious values, honest values, values of discipline, value of hard work, creative values, independent values, democratic values, values of curiosity, values of national spirit, values of patriotism. the value of respecting achievement, friendly or communicative value, the value of peace love, the value of love for reading, the value of social care, and the value of responsibility. Character education values in the novel Sirkus Pohon and its implications in the form of learning design in high school, which corresponds to basic competencies 3.9 and 4.9 in class XII.Masalah penelitian ini bagaimanakah nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sirkus Pohon dan implikasinya pada pembelajaran sastra di SMA. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sirkus Pohon dan implikasinya pada pembelajaran sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sirkus Pohon adalah nilai religius, nilai jujur, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai mandiri, nilai demokratis, nilai rasa ingin tahu, nilai semangat kebangsaan, nilai cinta tanah air, nilai menghargai prestasi, nilai bersahabat atau komunikatif, nilai cinta damai, nilai gemar membaca, nilai peduli sosial, dan nilai tanggung jawab. Nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sirkus Pohon dan implikasinya berupa rancangan pembelajaran di SMA, yang sesuai dengan pada KD 3.9 dan 4.9 di kelas XII.Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel, dan pembelajaran sastra