Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
THE EDUCATIONAL VALUES OF THE CHARACTER OF NOVEL’S SI ANAK KUAT BY TERE LIYE AND ITS IMPLICATIONS AS ALTERNATIVE TEACHING MATERIALS FOR LITERATURE LEARNING IN SENIOR HIGH SCHOOL
This study aims to describe the educational values of the character of Tere Liye's novel Si Anak Kuat and its implications as teaching materials for literary learning in high school. The method used in this research is descriptive qualitative. The data source of this research is the novel Si Anak Kuat by Tere Liye. The data analysis technique used is the text content analysis technique. The results showed that the novel Si Anak Kuat by Tere Liye contained character education values which were analyzed based on the Ministry of Education and Culture's decree regarding the value of character education and Sigmund Freud's personality theory. The values of character education include five values, namely religious values, nationalism, independence, mutual cooperation, and integrity. The results of this study are implied into alternative teaching materials for learning literature in high school. The character education values found in this study can be used as a strengthening of character education in indirect learning.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter novel Si Anak Kuat karya Tere Liye dan implikasinya sebagai bahan ajar pada pembelajaran sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini ialah novel Si Anak Kuat karya Tere Liye. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Si Anak Kuat ini mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang dianalisis berdasarkan ketetapan Kemendikbud 2017 tentang nilai pendidikan karakter dan teori kepribadian Sigmund Freud. Nilai pendidikan karakter tersebut meliputi lima nilai, yakni nilai religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Hasil penelitian ini diimplikasikan ke dalam alternatif bahan ajar pembelajaran sastra di SMA. Nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran tidak langsung.Keywords: The value of character education, the novel Si Anak Kuat, implications
DESKRIPSI TOKOH DALAM TRILOGI REQUIEM KUNANG-KUNANG
Penelitian ini membahas tentang analisis karakter tokoh utama kunang-kunang dalam cerpen Requiem Kunang-Kunang karya Agus Noor. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Pelukisan karakter tokoh utama dengan cara analitik dan dramatik. Gambaran umun tokoh kunang-kunang ini merupakan arwah dari orang yang telah dibunah dan arwahnya menjadi kunang-kunang. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai media apresiasi karya pada kalangan mahasiswa, pelajar, dan pembaca pada umumnya.This study discusses the character analysis of the main character of fireflies in the short of Requiem Fireflies by Agus Noor. The method used is a qualitative description method. The portrayal of the main characters in analytical and dramatic ways. The general description of the fireflies figure is the spirit of the person who has been killed and his soul becomes a firefly. The results of this study can be used as a media to appreciate work among students and readers, in general.Keywords: characters, figure, character analysis
INTERTEKSTUALITAS DALAM SASTRA LISAN LAMPUNG
Dalam suatu proses pembuatan sastra lisan Lampung tentunya tidak dapat terlepas dari faktor intrinsik dan ektrinsik yang membangun suatu karya sastra. Intertekstual merupakan suatu cara untuk mengolah dua objek kajian yang didasarkan pada asumsi atau hipotesis adanya pengaruh di dalam suatu karya sastra baik disengaja ataupun tidak disengaja. Teknik pengumpulan data yang dipilih adalah teknik studi dokumenter, yaitu dilakukan dengan membaca sastra lisan Lampung atau sumber data penelitian kemudian mendokumentasikan setiap hal berupa kutipan-kutipan sebagai data penelitian. Berdasarkan hasil analisis peneliti dapat disimpulkan bahwa kajian intertekstualitas dalam sastra lisan Lampung pada dongeng “Ulun Nahen Serakkep dan Lemawong jama Napuh“ setelah dianalisis dengan prinsip intertekstualitas memiliki hubungan antara teks yang satu dengan yang lain. Dongeng “Ulun Nahen Serakkep dan Lemawong jama Napuh” merupakan cerita rakyat Lampung. Cerita tersebut merupakan tradisi lisan Lampung yang diceritakan secara turun-temurun. In a process of making Lampung oral literature, of course, it cannot be separated from the intrinsic and extrinsic factors that build a literary work. Intertextual is a way to process two objects of study based on the assumption or hypothesis of the influence in a literary work, either intentional or unintentional. The data collection technique chosen is a documentary study technique, which is done by reading Lampung oral literature or research data sources and then documenting everything in the form of quotations as research data. Based on the results of the researcher's analysis, it can be concluded that the study of intertextuality in Lampung oral literature in the fairy tale "Ulun Nahen Serakkep and Lemawong jama Napuh" after being analyzed with the principle of intertextuality has a relationship between one text and another. The fairy tale “Ulun Nahen Serakkep and Lemawong jama Napuh” is a Lampung folk tale. The story is an oral tradition of Lampung which is told from generation to generation
STUDI LITERATUR TENTANG PEMANFAATAN PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGUASAI BAHASA BAGI PESERTA DIDIK
This study describes the use of augmented reality as an effort to improve students' language skills. The research method used in this study is a literature study method, which is more precise by using content analysis techniques. This research concludes that augmented reality can be used to facilitate the language learning process. The process of understanding language can be easily done with the help of augmented reality.Penelitian ini menjelaskan tentang pemanfaatan penggunaan augmented reality sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menguasai bahasa peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur lebih tepatnya dengan menggunakan teknik analisis konten. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa augmented reality dapat digunakan untuk memfasilitasi proses pembelajaran bahasa. Proses memahami bahasa dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan dari augmented reality.Keywords: Augmented Reality, Languag
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Animaker dalam Pembelajaran Daring Sebagai Sumber Belajar pada Teks Iklan, Slogan, Atau Poster pada Siswa SMP Kelas VIII
This study aims to describe the development of Animaker-based learning media and describe the results of the feasibility of Animaker-based media products in learning advertising texts, slogans, and posters for VIII grade junior high school students. This research used Research and Development (R & D) method which referred to Borg & Gall’s design. Data collection techniques in this study use interviews and observation. The results obtained from Animaker-based learning media produce a product in the form of a learning video which is divided into two parts. The results of this study indicated that the feasibility based on learning and content aspects obtained an average percentage of 85,7% and 93,75% with very decent criteria. The feasibility of the product that has been validated by media experts in the aspect of appearance and the role of the media has the same average percentage of 87.5% and both are very decent criteria. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran berbasis Animaker dan memaparkan hasil kelayakan produk media berbasis Animaker dalam pembelajaran teks iklan, slogan dan poster pada siswa SMP kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) oleh Borg dan Gall. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian media pembelajaran berbasis Animaker pada teks iklan, slogan, atau poster kelas VIII SMP menghasilkan produk berupa video pembelajaran yang dibagi menjadi dua bagian. Pada aspek pembelajaran dan aspek isi dinyatakan sangat layak dengan memperoleh persentase sebesar 85,7% dan 93,75%. Kelayakan produk yang telah diuji oleh ahli media pada aspek tampilan memperoleh rata-rata persentase 87,5 % dan peran media memperoleh rata-rata persentase yang sama yaitu 87,5 % dan kedua aspek yang dinyatakan sangat layak.Keywords: animaker, poster, sloganDOI Artikel: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v10.i1.20220
IMAJI DALAM PUISI TANAH AIR MATA KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI
Substansi permasalahan dalam kajian ini tentang imaji dalam puisi Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri. Kajian dilakukan secara kualitatif: membaca keseluruhan puisi, membaca ulang dengan mencermati setiap bagian dari puisi untuk menemukan imaji, menandai setiap imaji, mengklasifikasikan imaji, membahas dan mendeskripsikan setiap imaji, dan menyimpulkan imaji dalam puisi tersebut. Sumber data kajian ini puisi Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri. Data kajian berupa data verbal, yaitu penggalan-penggalan dari puisi tersebut yang mengandung imaji. Hasil penelitian menjukkan bahwa dalam puisi tersebut penyair dominan mengunakan imaji visual dan imaji kinestetik. Perpaduan dua imaji tersebut menguatkan daya bayang pembaca terhadap kondisi tanah air yang paradoks pada warganya yang penuh dengan kesedihan karena ulah para penjahat. Para penjahat yang secara fisik bisa saja bebas, tetapi para penjahat tersebut sejatinya terkungkung oleh rasa bersalah.The substance of the problem in this study is the images in the poem Tanah Air Mata by Sutardji Calzoum Bachri. The study was conducted qualitatively: reading the entire poem, re-reading by looking at each part of the poem to find images, marking each image, classifying images, discussing and describing each image, and concluding the images in the poem. The data source for this study is the poem Tanah Air Mata by Sutardji Calzoum Bachri. The study data is in the form of verbal data, namely fragments of the poem that contain images. The study results show that the dominant poet uses visual and kinesthetic images in this poem. The combination of these two images strengthens the reader's imagination of the paradoxical condition of the homeland for its citizens, who are full of sorrow because of the actions of criminals. The criminals physically could have been free, but the criminals are imprisoned by guilt. Keywords: image, auditory imagery, kinesthetic imagery, visual imagery, poetr
CAMPUR KODE DALAM NASKAH DRAMA ARUK GUGAT DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
The problems in this research are code-mixing existing in the drama script of Aruk Gugat and its implication on Indonesian language learning at senior high school. This research used the descriptive qualitative method. The data are taken from the dialogue in the drama script of Aruk Gugat. The research result shows that 32 codes are mixing in the drama script of Aruk Gugat, by Iswandi Pratama, which includes five of six kinds of code-mixing proposed by Suwito. The kinds of code-mixing are word, phrase, repeating words, idiom or expression, and clause. The 24 codes mixing of words are found in total: 7 data in Javanese, 2 data in Lampungnese, 11 data in English, and 4 data in Arabic. In form of the phrase, 3 data in English are found. A datum in Javanese is found in form of repeating word. Moreover, a datum of idiom and 3 data of clause are found in English. The result of this research is also implicated as the media and the sources for teaching the Indonesian language at the eleventh grade of senior high school with drama as the specific material.Masalah dalam penelitian ini ialah campur kode yang terdapat dalam naskah drama Aruk Gugat dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari dialog tokoh yang terdapat dalam naskah drama Aruk Gugat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 32 campur kode dalam naskah drama Aruk Gugat karya Iswadi Pratama yang meliputi lima bentuk campur kode dari enam bentuk campur kode menurut Suwito. Campur kode yang ditemukan berupa campur kode kata, frasa, pengulangan kata, idiom atau ungkapan, dan klausa. Ditemukan campur kode bentuk kata sebanyak 24 data diantaranya 7 data berbahasa Jawa, 2 data berbahasa Lampung, 11 data berbahasa Inggris dan 4 data berbahasa Arab. Bentuk campur kode berupa frasa sebanyak 3 data berbahasa Inggris. Bentuk campur kode berupa pengulangan kata sebanyak 1 data berbahasa Jawa. Bentuk campur kode berupa idiom sebanyak 1 data berbahasa Inggris, dan bentuk campur kode berupa klausa sebanyak 3 data berbahasa Inggris. Hasil penelitian ini juga diimplikasikan sebagai media dan sumber belajar untuk pembelajaran bahasa Indonesia materi teks drama kelas XI SMA.Keyword: code-mixing, Indonesian language learning at senior high schoolDOI: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v9.i2.20210
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bahasa Indonesia pada Teks Narasi Berbasis Discovery Learning untuk Siswa Kelas VII SMP
The purpose of this study was to develop and describe the feasibility of student worksheets (LKPD) on discovery learning-based narrative texts for seventh grade students of junior high school. The research method used is the research and development method. Product validation which is assessed by experts from Lampung University lecturers and Indonesia language educators. The results of this study are LKPD identifying the elements and retelling the contents of the fantasy story text material, elements, structure, steps, individual assignments, group assignments, closing activities, and daily tests. The results of research on the development of Indonesia language worksheets on discovery learning based narrative text materials for sevent grade junior high school students are in accordance with the results with a percentage of 87,5% in the very appropriate category, linguists with a percentage of 91,6% in the very appropriate category, and educators with percentage 79,1% very decent categoryTujuan penelitian ini untuk mengembangkan dan mendeskripsikan kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada teks narasi berbasis discovery learning pada peserta didik kelas VII SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). Sumber data dalam penelitian ini adalah validasi produk yang dinilai oleh pakar/ahli dosen Universitas Lampung dan pendidik bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini berupa LKPD mengidentifikasi unsur-unsur dan menceritakan kembali isi teks cerita fantasi berbasis discovery learning. LKPD tersebut memuat materi teks cerita fantasi, unsur-unsur, struktur, langkah-langkah, tugas individu, tugas kelompok, kegiatan penutup, dan ulangan harian. Hasil penelitian pengembangan LKPD bahasa Indonesia pada materi teks narasi berbasis discovery learning untuk siswa kelas VII SMP sudah sesuai dari hasil penilaian ahli materi dengan persentase 87,5% kategori sangat layak, ahli bahasa dengan persentase 91,6% kategori sangat layak, dan pendidik dengan persentase 79,1% kategori sangat layak. Keywords: development, LKPD, discovery learning, narrative textDOI: https://dx.doi.org/10.23960/Kata.v9.i2.20210
ANALISIS AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DI SMP 19 BANDAR LAMPUNG
This reseach was aimed at describing the learning process of poetry creative writing of seven grade student at SMP N 19 Bandarlampung in the year of 2020/2021. The method was used qualitative descriptive. Data collecting technique used observation, interview, and documentation study. The result of the reseach showed that the lesson plan by the teacher was formal lesson plan that consists of pre-activity, while activity, and post activity. Teaching-learning process of poetry creative writing in form of teacher activity/1and student activity in the class. In teaching-learning process, the teacher used explanatory method, task giving method, and recitation. Learning evaluation used by the teacher were process evaluation and task giving evaluation in from of project.Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis kreatif puisi siswa kelas VII SMP Negeri 19 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2020/2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP yang dibuatguru merupakan RPP formal yang terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pelaksanaan pembelajaran menulis kreatif puisi berupa aktivitas guru dan aktivitas siswa di dalam kelas. Pada proses pelaksanaan pembelajaran guru mengunakan metode ceramah, metode pemberian tugas, dan resitasi. Penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru adalah menggunakan penilaian proses dan penilaian penugasan dalam bentuk projek. Keywords: creative writing, teaching proses, poetryDOI: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v9.i2.20210
ANALISIS PENGGUNAAN IDIOM BERDASARKAN SUMBERNYA PADA NOVEL RANAH 3 WARNA
The purpose of this research was to describe the use of Indonesian idiom based on its shape, types, and source of Ranah 3 Warna novel by A. Fuadi The research method was qualititative research. The whole use of idioms which were found in Ranah 3 Warna Novel by A. Fuadi were 158 idioms. The use of idioms based on sources consists of idioms with names of body parts, idioms with names of natural objects, idioms with names of animals, idioms with names of plant parts, idioms with numerals, and idioms with color names. In learning Bahasa, this research was related to learning material. Ranah 3 Warna novel by A. Fuadi could be used as teaching material so that students understand the use of idioms in discourse better. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan idiom bahasa Indonesia berdasarkan bentuk, jenis, dan sumber yang terdapat pada novel Ranah 3 Warna karya A. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Keseluruhan penggunaan idiom yang ditemukan pada novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi berjumlah 158 idiom. Penggunaan idiom berdasarkan sumber terdiri dari idiom dengan nama-nama bagian tubuh, idiom dengan nama benda-benda alam, idiom dengan nama-nama binatang, idiom dengan nama-nama bagian tumbuh-tumbuhan, idiom dengan kata bilangan, dan idiom dengan nama warna. Pada pembelajaran bahasa Indonesia, penelitian ini berkaitan dengan materi pembelajaran. Novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi dapat dijadikan bahan ajar agar siswa lebih memahami penggunaan idiom dalam wacana. Keywords: idiom, novel, implications, learning.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v9.i1.20210