Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
ETIKA LINGKUNGAN DALAM TRADISI ‘NGEMBANG’ DI SAJIRA LEBAK BANTEN: UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (KAJIAN FOLKLOR)
This research raises issues related to environmental ethics in the tradition of developing in Sajira Lebak District, Banten. This study aims to describe the meaning of ritual discourse in the ngembang tradition and to describe the environmental ethics contained in the ngembang tradition as an effort to strengthen character education in society. The method and approach in this research is qualitative-descriptive. There are four activities in the series of traditional development rituals described in this study. The activities, namely the face of leuweung, melak pare, nyandak seed, noong pare .. The results of this study describe that the activity that contains the principle of activity that contains the principle of the life centered theory is the activity of the face leuweung. Activities that contain the land ethic principle are advance leuweung and noongpare activities. Next, the activity that contains the principle of equal treatment is face leuweung. Finally, the activities that contain the principles of theocentrism theory are the activities of nyandak seeds and melak pare. Penelitian ini mengangkat permasalahan yang berkenaan dengan etika lingkungan dalam tradisi ngembang di Kecamatan Sajira Lebak Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana makna wacana ritual dalam tradisi ngembang dan mendeskripsikan etika lingkungan yang terdapat dalam tradisi ngembang sebagai upaya penguatan pendidikan karakter dalam masyarakat. Metode dan pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif . Ada empat kegiatan dalam rangkaian praritual tradisi ngembang yang dideskripsikan dalam penelitian ini. Adapun kegiatan tersebut, yaitu muka leuweung, melak pare, nyandak bibit, noong pare.. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan bahwa kegiatan yang mengandung prinsip Kegiatan yang mengandung prinsip the life centered theory adalah kegiatan muka leuweung. Kegiatan yang mengandung prinsip the land ethic adalah kegiatan muka leuweung dan noong pare . Berikutnya, kegiatan yang mengandung prinsip equal treatment adalah muka leuweung. Terakhir, kegiatan yang mengandung prinsip dari teori teosentrisme adalah kegiatan nyandak bibit dan melak pare. Keywords: environmental ethics, folklore, development traditionDOI Artikel: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v10.i1.20220
PENGEMBANGAN DESAIN SKENARIO PEMBELAJARAN PADA TEKS PROSEDUR BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK SISWA SMP KELAS VII
This study aims to develop a procedure text learning scenario based on a synthetic approach, test the feasibility and test the effectiveness of the Indonesian language learning scenario to achieve the learning objectives of identifying and concluding the procedure text.This study uses a research and development (R&D) method proposed by Borg and Gall, in this study applying six steps starting from the preliminary study, planning, product design, product validation, field trials, and final products. The results of this study in the form of learning scenarios based on a scientific approach with the theme "bequeath local culture through the text of the procedure", the products made have been declared feasible to be implemented in the teaching and learning process with the results of validation tests from learning design experts and subject teachers, and finally the product has also been tested in the field with a total N-Gain value of 22.46 with an average of 0.70 with the effective category.Penelitian ini bertujann mengembangkan desain skenario pembelajaran teks prosedur berbasis pendekatan sintifik, menguji kelayakan dan menguji efektivitas desain skenario pembelajaran bahasa Indonesia untuk mencapai tujuan pembelajaran mengidentifikasi dan menyimpulkan teks prosedur. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) yang dikemukan oleh Borg and Gall, dalam penelitian ini menerapkan enam langkah dimulai dari studi pendahuluan, perencanaan, desain produk, validasi produk, ujicoba lapangan, dan produk akhir. Hasil dari penelitian ini berupa desain skenario pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dengan tema “mewariskan budaya lokal melalui teks prosedur”, produk yang dibuat telah dinyatakan layak untuk dimplemantasikan dalam proses belajar mengajar dengan hasil uji validasi dari ahli desain pembelajaran dan guru mata pelajaran, dan yang terakhir produk telah diujicobakan dilapangan dengan total nilai N-Gain 22,46 dengan rata-rata 0,70 dengan kategori efektif.Keywords: scientific approach, procedure text, feasibility, effectivenes
THE USE OF AFIX IN THE TEXT OF OBSERVATION REPORT (LHO) IN INDONESIAN TEXT BOOK CLASS X
The purpose of this study was to describe the use of affixes in the text of the Observation Result Report (LHO) in Indonesian Class X Books. The method used in this study was a qualitative descriptive method. The results showed that the use of affixes in the Observation Report Text (LHO) in Indonesian Class X Textbooks was dominated by the prefix meN-, prefix peN-, prefix se-, prefix ter-, prefix ber-, prefix di-, and prefix prefix. great-. Furthermore, the confixes consist of the per-/-an confix, the di-/-kan confix, the men-/-i confix, the/-an confix, the men-/-kan confix, the pen-/-kan confix, the di- /-i, confix with/-an, and confix with/-an. The suffix consists of the suffix -an and the absorption suffix -wan. The least use of affixes in the LHO text is the use of infixes, namely -em- infixes.Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penggunaan afiks dalam Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) pada Buku Bahasa Indonesia Kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan afiks dalam Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X didominasi oleh prefiks meN-, prefiks peN-, prefiks se-, prefiks ter-, prefiks ber-, prefiks di-, dan prefiks serapan maha-. Selanjutnya konfiks yang terdiri atas konfiks per-/-an, konfiks di-/-kan, konfiks meN-/-i, konfiks ke-/-an, konfiks meN-/-kan, konfiks peN-/-kan, konfiks di-/-i, konfiks ber-/-kan, dan konfiks ber-/-an. Sufiks terdiri atas sufiks -an dan sufiks serapan -wan. Adapun penggunaan afiks yang paling sedikit pada teks LHO tersebut ialah penggunaan infiks, yakni infiks -em-.Keyword: affixes, prefix, infixes, suffix, confixDOI Artikel: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v10.i1.20220
INVENTARISASI BAHASA BALI DI LAMPUNG PADA OBJEK TERNAK BABI (KAJIAN EKOLINGUISTIK)
Pemindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain membuat khasanah bahasa ikut menjadi media yang asik diperbincangkan. Pada tulisan ini, bahasa yang dibahas terkait dengan pelestarian dan inventarisasi bahasa Bali pada ranah peternakan, khususnya ternak babi. (1) Metode dalam pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. (2) Analisis menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif analitik. (3) Penyajian hasil dilakukan dengan metode informal dengan teknik deduktif. Kajian ini menghasilkan bahasan terkait khasanah bahas Bali pada ranah peternakan babi sebagai upaya pelestarian bahas Bali di daerah transmigran-Lampung.The transfer of residents from one area to another makes language repertoire an excellent medium to talk about. In this paper, the language discussed is related to the preservation and inventory of the Balinese language in the livestock sector, especially pigs. (1) The method of collecting data is by interviewing. (2) The analysis uses qualitative methods with descriptive analytical techniques. (3) Presentation of results using informal methods with deductive techniques. This study produces a discussion related to the treasures of the Balinese language in the realm of pig farming as an effort to preserve the Balinese language in the transmigrant-Lampung area.Keywords: Balinese Language, Ecolinguistics, Inventory
IMPLEMENTING BACKWARD SPELLING QUIZ IN TEACHING ENGLISH VOCABULARY AT THE JUNIOR HIGH SCHOOL
The purpose of this study was to find differences in students' vocabulary before and after being taught using the reverse spelling game technique. This study shows that students taught by reverse spelling games give a more relaxed and interesting impression on vocabulary learning. The initial test score is 57.19 while the final test score is 79.30. The results of the assessment of the initial and final exams, it was found that there was a very important difference, the group assessment of the student's improvement was 22.10 after being taught. The total number of all students' correct answers for the 3 elements used (noun, verb, adjective) in the initial test was 570 while the final test was 874. So, the increase was 304. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan perbedaan vocabulary siswa sebelum dan sesudah diajarkan dengan menggunakan teknik permainan pengejaan terbalik. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa diajarkan dengan permainan pengejaan terbalik memberi kesan lebih santai dan menarik pada pembelajaran vocabulary. Skor penilaian tes awal adalah 57.19 sedangkan ketika skor penilaian pada ujian akhir adalah 79.30. Hasil penilaian ujian awal dan akhir, ditemukan bahwa ada perbedaan yang sangat penting, penilaian kelompok peningkatan siswa 22.10 setelah diajarkan. Jumlah total semua jawaban siswa yang benar untuk 3 unsur yang dipakai (noun, verb, adjective) di test awal 570 sedangkan ketika ujian akhir adalah 874. Jadi peningkatannya dalah 304. Key Words: backward spelling, increasing, vocabulary achievementDOI: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v9.i2.20210
Teacher Direktive Speech Acts In The Indonesian Language Whatsapp Group Class IX-1 SMP N 3 Gadingrejo and Its Implications For Indonesian Language Learning In Junior High Schools
The problem in this study is the directive speech act of the teacher in the Indonesian whatsapp group class IX-1 SMP N 3 Gadingrejo. This study aims to describe the direct and indirect directive speech acts of teachers in the in the whatsapp group and its implications for learning Indonesian in junior high school. This study used descriptive qualitative method. The data source of this research is the teacher who teaches in the Indonesian whatsapp group Class IX-1. The results of this study indicate that direct speech acts ask for 8 data, direct speech act asking 12 data, direct speech acts rule 9 data, direct speech act prohibits 3 data, direct speech acts allow 7 data, and direct speech acts advising 3 data, while indirect speech acts ask for 2 data, indirect speech acts ask for 4 data, indirect speech acts command 1 data, and indirect speech acts advise 1 data. The results of the communicative form of asking, asking, ordering, prohibiting, permitting, and advising. This research can be implicated in Basic Competence 3.6 examining the structure and linguistic aspects of procedure texts on how to do and how to make something from various sources that are read and heard. The results of the study are implied as material in learning.Masalah dalam penelitian ini ialah tindak tutur direktif guru di grup whatsapp bahasa Indonesia kelas IX-1 SMP N 3 Gadingrejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur direktif langsung dan tidak langsung guru di grup whatsapp, fungsi komunikatif tindak tutur direktif guru di grup whatsapp dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa guru yang mengajar di grup whatsapp bahasa Indonesia Kelas IX-1, sedangkan data dalam penelitian ini berupa tindak tutur direktif di grup whatsapp bahasa Indonesia kelas IX-1 SMP N 3 Gadingrejo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur langsung meminta sebanyak 8 data, tindak tutur langsung menanya 12 data, tindak tutur langsung memerintah 9 data, tindak tutur langsung melarang 3 data, tindak tutur langsung mengizinkan 7 data, dan tindak tutur langsung menasihati 3 data, sedangkan tindak tutur tidak langsung meminta 2 data, tindak tutur tidak langsung menanya 4 data, tindak tutur tidak langsung memerintah 1 data, dan tindak tutur tidak langsung menasihati 1 data. Hasil penelitian fungsi komunikatif berupa menanya, meminta, memerintah, melarang, mengizinkan, dan menasihati. Penelitian ini dapat diimplikasikan ke dalam Kompetensi Dasar 3.6 menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur tentang cara melakukan dan cara membuat sesuatu dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar. Hasil penelitian diimplikasikan sebagai materi dalam pembelajaran. Keywords: directive speech act, learning in whatsapp grou
ILOCUTIONARY ACTS IN THE DIALOG OF CEMARA FAMILY FILM CHARACTERS AND ITS IMPLICATIONS FOR INDONESIAN LANGUAGE LEARNING IN HIGH SCHOOL
The purpose of this study is to decribe the illocutionary acts contained in the film Keluarga Cemara and their implications for learning Indonesian in senior high school. This study used descriptive qualitative methods. The technique used in this research is the free-of-conversation listening technique (SBLC) followed by the note-taking technique. The data analysis technique used in this research is heuristic data analysis technique. The results showed that there were types of illocutionary acts in the film dialog of Keluarga Cemara, which consisted of assertive, directive, commissive, expressive, and declarative speech acts. The illocutionary acts are spoken either directly or indirectly using declarative, imperative, and interrogative speech modes. The dominating illocutionary act is the directive illocutionary act. The dominant speech form is the direct speech act. This research is implicated as an Indonesian language learning material in class XI senior high school regarding drama texts. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak ilokusi yang terdapat dalam film Keluarga Cemara dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis tindak ilokusi pada dialog film Keluarga Cemara yang terdiri atas tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak ilokusi tersebut dituturkan baik secara langsung maupun secara tidak langsung menggunakan modus tuturan deklaratif, imperatif, dan interogatif. Tindak ilokusi yang mendominasi adalah tindak ilokusi direktif. Bentuk tuturan yang mendominasi adalah tindak tutur langsung. Penelitian ini diimplikasikan sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah atas (SMA) kelas XI mengenai teks drama. Keywords : pragmatic, speech acts, illocutionary.DOI Artikel: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v10.i1.20220
PENOKOHAN DALAM NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI: ANALISIS STRUKTURAL SASTRA
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis tokoh, penokohan, dan teknik penokohan dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari dan rancangan pembelajaran sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis jenis tokoh dan teknik pelukisan tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 tokoh dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari.The purpose of this research is to describe the types of characters, characterizations, and characterization techniques in the novel Perahu Kertas by Dewi Lestari and literary learning design. The method used in this research is descriptive qualitative. The data source is the novel Perahu Kertas by Dewi Lestari. Data analysis technique is done by analyzing the types of figures and character painting techniques. The results showed that there were 13 characters in the novel Perahu Kertas by Dewi Lestari.Keywords: novels, characters, characterizations
VALUES OF CHARACTER EDUCATION IN DRAMA BUNGA SEMERAH DARAH AND ITS IMPLICATIONS IN LEARNING LANGUAGE IN SMA
The focus of this research will be on how the values of character education in the drama Bunga Semerah Darah by W.S Rendra and their implications in learning Indonesian in high school are discussed. The method in this research is a qualitative descriptive method. The source of research data is the drama Bunga Semerah Darah by W.S Rendra. The research data is the dialogue between the characters in the drama which contains the values of character education. The results of this study indicate that the values of character education in the drama Bunga Semerah Darah are religious values, honest values, tolerance values, discipline values, hard work values, independent values, democratic values, creative values, curiosity values, values appreciating achievements, friendly or communicative values, peace-loving values, social care values, and responsibility values. Fokus penelitian ini akan membahas bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter dalam drama Bunga Semerah Darah karya W.S Rendra dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode dalam penelitian ialah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ialah drama Bunga Semerah Darah karya W.S Rendra. Data penelitian adalah dialog antar tokoh dalam drama tersebut yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter dalam drama Bunga Semerah Darah adalah nilai religius, nilai jujur, nilai toleransi, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai mandiri, nilai demokrasi, nilai kreatif, nilai rasa ingin tahu, nilai menghargai prestasi, nilai bersahabat atau komunikatif, nilai cinta damai, nilai peduli sosial, dan nilai tanggung jawab. Keyword: the value of character education, drama, and learning Indonesian
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA PADA BERITA ONLINE
Language is an important role in the communication process. Someone in communicating with one another using language, whether oral or written language. In writing it is necessary to pay attention to the use of spelling and terms. This study aims to describe the misuse of Indonesian Spelling in online news. This study used descriptive qualitative method. The data source in this research is an online news site. Data is collected by reading the news on news sites online in Indonesia and identifying errors in the news. The analysis technique used in analyzing language error data is qualitative data analysis technique. The results of this study indicate that there are errors in the use of Indonesian spelling.Bahasa merupakan peran penting dalam proses komunikasi. Seseorang dalam berkomunikasi dengan satu sama lain dengan menggunakan bahasa, baik lisan atau bahasa tertulis. Dalam menulis perlu memperhatikan penggunaan tata ejaan dan istilah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia pada berita online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah situs berita online. Data dikumpulkan dengan membaca berita pada situs-situs berita online yang ada di Indonesia dan mengidentifikasi kesalahan yang terdapat pada berita. Teknik analisis yang digunakan dalam menganalisis data kesalahan berbahasa yakni teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia.Keywords: errors, Indonesian spelling, online news