Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
POLA SINTAKSIS PADA POSTER DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP
The problem of this research is how the syntactic patterns at poster in Kabupaten Pringsewu and its implication in learning Indonesia language at Senior Hight School. The aim is to investigate the syntactic patterns at posters of learning Indonesia language at class VII of SMP. This research uses qualitative descriptive method. The data source research is posters in Kabupaten Pringsewu. It is found that there are 13 incomplete sentences, based on the clause sum 2 simple sentence and 4 complex sentence, based on the syntax type best part imperative sentence. Posters in Kabupaten Pringsewu as the materials in SMP.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pola sintaksis pada poster di Kabupaten Pringsewu dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola sintaksis pada poster dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah poster di Kabupaten Pringsewu. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 13 kalimat taklengkap, berdasarkan jumlak klausa 2 kalimat tunggal dan 4 kalimat majemuk, berdasarkan bentuk sintaksis poster sebagian besar termasuk kalimat perintah. Poster di Kabupaten Pringsewu sebagai materi pembelajaran siswa di SMP.Kata kunci:implikasi pembelajaran, pola sintaksis, poster
PENYAJIAN BAHAN PADA BUKU MAHIR BERBAHASA INDONESIA SMP/MTs KELAS VII TERBITAN ERLANGGA
The purpose of this research was to describe the technique of text-based material presentation in the Mahir Berbahasa Indonesia book for SMP/MTs grade VII by Erlangga curriculum 2013, those are (1) material presentation of inductive-patterned; (2) material presentation of deductive-patterned; (3) material presentation of mixing-patterned. This research used descriptive-qualitative method. The data source of this research was Mahir Berbahasa Indonesia book for SMP/MTs grade VII by Erlangga. The result showed that in that book, there are 91 the technique of material presentations text-based, they are (1) 33 presentation techniques of inductive-patterned; (2) 35 presentation techniques of deductive-patterned; and (3) 11 presentation techniques of mixing-patterned (inductive-deductive); (4) 12 new variations of material presentation.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan teknik penyajian bahan berbasis teks pada buku Mahir Berbahasa Indonesia Kelas VII SMP terbitan Erlangga Kurikulum 2013 yang meliputi: (1) penyajian bahan berpola induktif; (2) penyajian bahan berpola deduktif; (3) penyajian bahan berpola campuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku teks Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII kurikulum 2013 terbitan Erlangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam buku teks tersebut terdapat 91 teknik penyajian bahan berbasis teks yang meliputi (1) 33 teknik penyajian bahan berpola induktif; (2) 35 teknik penyajian bahan berpola deduktif; dan (3) 11 teknik penyajian bahan berpola campuran (induktif-deduktif); (4) 12 teknik penyajian bahan variasi baru.Kata kunci: deduktif, induktif, penyajian bahan berpola campuran
KARAKTERISASI DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE-LIYE DAN KELAYAKANNYA
The aim of the research was to describe the characterization in the novel Ayahku (Bukan) Pembohong by Tere-Liye and its properness as lesson material of literature in senior high schools. This research used descriptive qualitative method, by which the data were collected using text analysis technique. The data analysis were done through some stages; they were reduction, data presentation, and verification. The result showed that the characterization novel Ayahku (Bukan) Pembohong by Tere-Liye was more dominant by using analytic technique and it could be used as lesson material of literature in senior high schools by seeing SK and KD and language aspect, psichology, and culture background.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakterisasi dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere-Liye dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengambilan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik analisis teks. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere-Liye lebih dominan menggunakan teknik analitik dan layak dijadikan sebagai bahan ajar sastra di SMA dilihat dari SK dan KD serta aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya.Kata kunci: karakterisasi, teknik analitik, teknik dramatik
KONOTASI DALAM KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN DI RUMAH PANGGUNG SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA
The research problem was the connotation short story of the Perempuan di Rumah Panggung . This study aimed to describe connotations in the short story collection and feasibility as teaching materials in junior high school literature. This study used a qualitative descriptive method. The data sources were taken from short stories. Based on the results of data analysis connotation found are (1) high connotation , (2) friendly connotation , (3) a bad connotation , (4) the inappropriate connotations . The collection of short stories deserve to be as an alternative teaching materials in junior high school students in terms of aspects of character values in the curriculum in 2013 .Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah konotasi dalam cerpen pada kumpulan cerpen Perempuan di Rumah Panggung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konotasi dalam kumpulan cerpen tersebut dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita pendek. Berdasarkan hasil analisis data konotasi yang ditemukan adalah (1) konotasi tinggi, (2) konotasi ramah, (3) konotasi tidak enak, (4) konotasi tidak pantas. Kumpulan cerpen tersebut layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar siswa di SMP ditinjau dari aspek nilai-nilai karakter dalam Kurikulum 2013.Kata kunci: bahan ajar, cerpen , konotasi
KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GADINGREJO
The purpose of this study was to describe the ability to write a short story in class XI student of SMA Negeri 1 Gadingrejo. The method used in this research was descriptive quantitative method. Based on data analysis, it was found that the ability to write short stories categorized enough with an average score of 67,75. The average score of the students ability per indicator: 1) the theme score of 79,25 good category; 2 a) the figures that were presented score of 76,15 good category, b) the presentation of the character figures score of 61,65 enough category; 3) background score of 65,25 enough category; 4 a) a series of events 63,68 category enough, b) the flow of the game score of 56,91 less categories; and 5) style language score of 67,37 enough category.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gadingrejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data, ditemukan kemampuan menulis cerita pendek berkategori cukup dengan skor rata-rata 67,75. Skor rata-rata kemampuan siswa perindikator adalah: 1) tema skor rata-rata 79,25 kategori baik; 2 a) tokoh yang dihadirkan skor rata-rata yaitu 76,15 kategori baik, b) penyajian watak tokoh skor rata-rata 61,65 kategori cukup; 3) latar dengan rata-rata 65,25 kategori cukup; 4 a) rangkaian peristiwa rata-rata 63,68 kategori cukup, b) permainan alur rata-rata 56,91 kategori kurang; dan 5) gaya bahasa skor rata-rata 67,37 kategori cukup.Kata kunci: cerita pendek, kemampuan, menulis
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGA DAN TEATRIKAL HATI SERTA PEMBELAJARANNYA
The purposes of this research are to (1)describe the image of women in the novel of BBS and TH, (2)compare the image of women who in the BBS and TH, (3) to describe the novel BBS and TH implications for literary learning in high school. The research use qualitative descriptive method. The results show there are similarities and differences. Both novels shows the love of female figures towards their families and their abilities to inclucate religious values in childern. The differences are the woman character in the BBS is a woman who has a physical disability, willing to sacrifice and work hard, while in TH is a beautiful woman, temperamental, having antipathy on men and marriage, faithful women, and loving husband. The image of women in the novel BBS and TH can be implied into the teaching of literature in high school.Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan citra perempuan dalam novel BBS dan TH, (2) membandingkan citra perempuan yang terdapat pada BBS dan TH, (3) mendeskripsikan implikasi novel BBS dan TH terhadap pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan pada citra perempuan yang ditampilkan dalam BBS dan TH. Persamaannya adalah keduanya menampilkan sosok perempuan yang menyayangi keluarga dan sosok perempuan yang mampu menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Perbedaannya adalah sosok perempuan yang ditampilkan dalam BBS adalah perempuan yang memiliki cacat secara fisik, rela berkorban dan bekerja keras, sedangkan di dalam TH sosok perempuan yang ditampilkan adalah perempuan yang cantik, bertemperamen tinggi, memiliki sikap antipati pada laki-laki dan pernikahan, serta citra sebagai perempuan yang setia, dan mencintai suami. Citra perempuan dalam novel BBS dan TH dapat diimplikasikan ke dalam pembelajaran sastra di SMA.Kata kunci: citra perempuan, novel, pembelajaran sastra
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA PENDEK PADA KELAS VII SMPN 13 BANDAR LAMPUNG
The problem of this research was how learning writing short story in the class VII SMPN 13 Bandar Lampung 2014/2015 academic year. This research was aimed at describing learning writing short story. The method which was used in this research was descriptive qualitative. Then, the researcher used observation, interview, and documentation as the techniques of this research. Learning writing short story was the resource of this research. The result showed that the teacher had done three steps, there were planning, implementation and assessment. The lesson planning was arranged by the teacher based on curriculum 2013. There were pre-activity, while activity, and post activity as the implementation which used scientific approach such as observing, asking, practicing, associating, communicating. The assessment of the learning process consisted of assassing competence, affective, knowledge, and skill.Masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah pembelajaran menulis teks cerita pendek pada kelas VII SMP Negeri 13 Bandar Lampung tahun pelajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks cerita pendek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah pembelajaran menulis teks cerita pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Perencanaan pembelajaran dibuat guru berdasarkan komponen RPP pada kurikulum 2013. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan guru dan siswa yang mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup yang dikaitkan dengan pendekatan scientific yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Penilaian yang dilakukan guru mencakup penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Kata kunci: menulis, pembelajaran, teks cerita pendek
KELAYAKAN PENYAJIAN BUKU TEKS MAHIR BERBAHASA INDONESIA KELAS VII SMP/MTS KURIKULUM 2013
The purpose of this research was to describe the presentation of the text book entitled Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII SMP/MTs Curriculum 2013 published by Erlangga based on the feasibility of the book which consists of the presentation teqnique, learning presentation, and completeness of presentation. Method used in this research was method of qualitative descriptive. The source of research was the text book entitled Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII SMP/MTs Curriculum 2013 Published Erlangga that was arranged by educative team Wahono, M.Pd., Drs. Makhrufi, M.Pd., and Sawali, M.Pd. Based on the description of presentation feasibility of the text book entitled Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII SMP/MTs Curriculum 2013 Published by Erlangga has been suitable to the presentation of Curriculum 2013 text book published by BSNP.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyajian dalam buku teks Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 terbitan Erlangga berdasarkan kelayakan penyajian yang meliputi teknik penyajian, kelengkapan penyajian dan kelengkapan penyajian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku teks Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII kurikulum 2013 terbitan Erlangga yang disusun oleh tim edukatif Wahono, M.Pd., Drs. Makhrufi, M.Pd., dan Sawali, M.Pd. Berdasarkan deskripsi kelayakan penyajian buku teks Mahir Berbahasa Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII kurikulum 2013 terbitan Erlangga sudah merepresentasikan penyajian buku teks Kurikulum 2013 sesuai dengan pedoman uji kelayakan penyajian buku teks yang dikeluarkan oleh BSNP.Kata kunci: buku teks, kelayakan penyajian, kurikulum 2013
LATAR DALAM NOVEL PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA DAN KELAYAKANNYA
The problem of this research was how is the setting in the novel of Padang Bulan written by Andrea Hirata.The aim of this research was to describe the setting in the novel Padang Bulan andits worthiness as a material learning of literature in SMA. This research used qualitative descriptive method.The data resources were taken from the novel Padang Bulan written by Andrea Hirata.It was found that the novel makes use of (1) place setting, (2) time setting, (3) social setting, and (4) the functions of setting as a metaphor and atmosphere. Padang Bulan is worthy to be used as a alternative learning material for students in SMA.Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah latar dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan latar dalam novel dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Padang Bulan karya Andrea Hirata. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan (1) latar tempat, (2) latar waktu, (3) latar sosial, dan (4) fungsi latar sebagai metafora dan atmosfer. Novel Padang Bulan layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA.Kata kunci: bahan ajar, fungsi latar, latar
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN DAN KELAYAKANNYA
The problem in this research was how the image of women in Ibuk novel by Iwan Setiawan and its feasibility as teaching materials in high school literature. The purposes of this study were (1) to describe the female figure, (2) describe the image Ngatinah figures as mother and wife, (3) describe the feasibility of the image of women in the Ibuk novel as an alternative literature study materials. Based on the results of data analysis it was found two categories of images of women, as a mother and wife. Categories of mother and/or wife was shown by Ngatinah figures who became mother and wife. The image of women as a mother and/or wife told as a mother and/or wife who appreciates, respects her husband, responsible, unyielding, and not easily discouraged.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah citra perempuan novel Ibuk karya Iwan Setyawan dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan tokoh perempuan, (2) mendeskripsikan citra tokoh Ngatinah sebagai ibu dan istri, (3) mendeskripsikan kelayakan citra perempuan dalam novel Ibuk sebagai alternatif bahan pembelajaran sastra. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan dua kategori citra perempuan, yakni sebagai ibu dan istri. Kategori ibu dan/atau istri ditampilkan oleh tokoh Ngatinah yang menjadi ibu sekaligus istri. Citra perempuan sebagai ibu dan/atau istri diceritakan sebagai ibu dan/atau istri yang menghargai, menghormati suaminya, bertanggung jawab, pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa.Kata kunci: citra perempuan, kelayakan bahan ajar, novel