Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
    294 research outputs found

    Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Pembelajaran Biologi SMP Negeri 1 Candipuro

    Get PDF
    The purpose of this research was to describe the politeness of speech act at the learning interaction Biology grade VIII SMP Negeri 1 Candipuro Lampung Selatan in academic year of 2016/2017. This research used qualitative descriptive method. The data resources were collection data which said tecaher and student in learning interaction. It was found that based of analysis of data (1) Agreement and violation of maxim with agreement maxim was a dominant maxim and generosity maxim was not found in this research, (2) linguistics politeness with ayo and coba were the dominant and tolong and biar was found least in this research,(3) pragmatics politeness with declarative speech as an expression of pragmatics politeness suruhan was dominant, declarative speech as an expression permohonan and interogative speech as an expression ajakan was found least in this research.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam interaksi pembelajaran biologi kelas VIII di SMP Negeri 1 Candipuro Lampung Selatan Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah kumpulan data yang dituturkan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan (1) penaatan dan pelanggaran maksim kesantunan dengan penaatan maksim kesepakatan yang paling dominan ditemukan dan penaatan maksim kedermawanan tidak ditemukan dalam penelitian ini. Pelanggaran maksim pujian paling dominan ditemukan dan pelanggaran maksim kerendahan hati tidak ditemukan dalam penelitian ini, (2) kesantunan linguistik dengan penanda kesantunan ayodancobapaling dominan ditemukan sedangkan tuturan yang menggunakan penanda kesantunan tolongdanbiarpaling sedikit ditemukan dalam penelitian ini, (3) kesantunan pragmatik dengan tuturan deklaratif sebagai ekspresi kesantunan pragmatik suruhan paling dominan ditemukan dalam penelitian ini, tuturan deklaratif sebagai ekspresi kesantunan pragmatik permohonan dan tuturan interogatif sebagai ekspresi ajakan paling sedikit ditemukan dalam penelitian ini.Kata kunci: kesantunan, interaksi pembelajaran, maksim

    Kemampuan Berpidato Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Kotabumi dan Implikasinya

    Get PDF
    The purpose of this research is to desribe the ability of students speech in the first grade of SMAN 3 Kotabumi for 2016/2017 academic year and the implication in Indonesia language subjects in high school. The method used descriptive qualitative design. Data collection techniques in this research is documentation technique. Research data in the form of speech ability on the aspect of language and non language aspect which includes, the accurary of speech, intonation, choice of words, reasonable attitude (calm and not rigid), mimic or gestures, fluency, and mastery of the topic. The result of the research showed that the ability of students speech acquisition in the first grade of SMAN 3 Kotabumi for 2016/2017 academic year and the implication in Indonesia language subjects in high school overall included in enough category with an average value 65,5%. The result of this research can be implied in Indonesia language subject in senior high school.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpidato siswa kelas X SMA Negeri 3 Kotabumi tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah teknik dokumentasi. Data penelitian berupa kemampuan berpidato pada aspek kebahasaan dan non kebahasaan yang meliputi, aspek ketepatan ucapan, intonasi, pilihan kata, sikap yang wajar (tenang dan tidak kaku), mimik/ gerak-gerik, kelancaran, dan penguasaan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan kemampuan berpidato siswa kelas X SMA Negeri 3 Kotabumi tahun pelajaran 2016/2017 dan impikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA secara keseluruhan termasuk dalam kategori cukup, dengan nilai rata-rata 65,5%. Hasil penelitian ini dapat di implikasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.Kata kunci: kemampuan pidato, aspek kebahasaan, aspek nonkebahasaan

    Tindak Tutur Asertif dalam Roman Larasati Karya Pramoedya Ananta Toer dan Implikasinya

    Get PDF
    The purpose of this research were to describe assertive speech acts ward existed in Larasati's novel by Pramoedya Ananta Toer and its implication to Indonesian language learning in junior high school. This study used descriptive qualitative method. The results showed that there are six communicative functions in assertive speech act; speech declaring, informing, suggesting, glorious, complaining, and reporting. The six communicative functions are spoken in various ways in form of direct and indirect speech. The result of this research is implicated in Indonesian language learning in SMP class VIII on drama text material. The data served as an example of drama text dialogue.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur asertif dalam roman Larasati karya Pramoedya Ananta Toer dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam fungsi komunikatif tindak tutur asertif yang terdiri atas, tuturan menyatakan, memberitahukan, menyarankan, membanggakan, menggeluhkan, dan melaporkan. Keenam fungsi komunikatif tersebut dituturkan secara beragam dengan tuturan langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP kelas VIII pada materi teks drama. Data dijadikan sebagai contoh dialog teks drama.Kata kunci : tindak tutur asertif, fungsi komunikatif, dan implikasi

    Mitos dalam Lirik Lagu Album Serenade Karya Ebiet G. Ade dan Rancangannya

    Get PDF
    The aim of this research was to describe the myths contained in the song lyrics of Serenade album by Ebiet G. Ade and to design it as a literary learning material in junior high school. Qualitative method was used in this research. The results show that the lyrics of the songs in the Serenade album carry three common myths that contain the value of love, divinity, and social. The myth that contains the value of love describes love should be expressed in the right time and romantic attitude and commitment will make love awake. The myth of divine value represents the peace that a man will have after repenting sincerely. The myth that brings social value illustrates that disaster is a warning for humankind and togetherness fraternity. The results of this research could be designed as a literary learning material in junior high on fantasy story material.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitos yang terdapat dalam lirik lagu album Serenade karya Ebiet G. Ade dan merancangnya sebagai bahan pembelajaran sastra di SMP.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu dalam album Serenade membawa tiga mitos umum yang berisi nilai cinta, ketuhanan, dan sosial. Mitos yang berisi nilai cinta menggambarkan bahwa cinta harus diungkapkan dalam waktu yang tepat dan sikap romantis dan komitmen akan membuat cinta terjaga. Mitos yang berisi nilai ketuhanan menggambarkan kedamaian yang akan didapat manusia setelah bertaubat dengan sungguh. Mitos yang membawa nilai sosial menggambarkan bahwa bencana merupakan sebuah peringatan bagi manusia dan kebersamaan menjalin persaudaraan.Hasil penelitian dapat dirancang sebagai bahan pembelajaran sastra di SMP pada materi cerita fantasi.Kata kunci: lirik lagu album serenade, mitos, pembelajaran

    Mitos Mie Instan dan Rancangan Pembelajarannya dalam Mapel Bahasa Indonesia di SMP

    Get PDF
    This research was aimed to describe the myths in the advertisement of instant noodles and to design its learning in Indonesian language as subject at junior high schools. The research method used is sedcriptive qualitative. Source of data obtained from two advertisement of instant noodle Indomie brand that is sung in television year 2016. The reasults showed that the myth contained in the adversement Indomie fried flavor sauce is novelty of a product, while the myth contained in the adversement Indomie my taste is the entire community of Indonesian from sabang to merauke have the same tastes. The result ot this researcl can be used as learning materials on indonesia language for junior high school students of gradeVII, specially in KD 4.4 presents creative ideas in the from of fantasy stories orally and write with allention to the stucture and use of language.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitos dalam pariwara mie instan dan merancang pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari dua pariwara mie instan merek indomie yang ditanyangkan di televisi tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos yang terdapat dalam pariwara Indomie goreng rasa kuah adalah kebaruan sebuah produk, sedangkan mitos yang terdapat dalam pariwara Indomie seleraku adalah seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke mempunyai selera yang sama. Hasil penetitian ini dapat dijadikan bahan pembelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SMP kelas VII khususnya KD 4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa.Kata kunci : pariwara, mitos, rancangan pembejara

    Kesantunan Berbahasa dalam Wacana SMS Mahasiswa pada Dosen PBSI Dan Implikasinya

    Get PDF
    This research was aimed to describe the language politeness in the discourse of short messages of students to lecturers and the implications of Indonesian language learning in senior high school. The method used was descriptive qualitative. Sources of data were obtained from lecturer of Indonesian Language and Literature Education Study Program. The results of the research show that the maximal courtesy compliance found is the generosity maxim. However, the maxim which the most violated is wisdom. In other hand, linguistic politeness which was the most used was Bapak/Ibu utterance. In addition, pragmatic politeness which was the most used was utterence of a declarative request. Based on the perception of the lecturer as the recipient of the message, it can be said that the short message of the students pertained a polite short message. The result of this research is able to be implemented as a teaching learning material in senior high school with learning materials negotiation text.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam wacana SMS mahasiswa pada dosen dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penaatan maksim kesantunan yang paling banyak ditemukan adalah penaatan maksim kedermawanan. Sedangkan, maksim yang paling banyak dilanggar adalah maksim kearifan. Selain itu, kesantunan linguistik yang paling banyak digunakan adalah ungkapan Bapak/Ibu. Kemudian, kesantunan pragmatik yang paling banyak digunakan adalah tuturan deklaratif permohonan. Berdasarkan persepsi dosen sebagai penerima pesan, dapat dikatakan bahwa SMS mahasiswa tergolong SMS yang santun. Hasil penelitian kesantunan berbahasa ini dapat digunakan sebagai materi tambahan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA dengan materi pembelajaran teks negosiasi.Kata kunci: implikasi, kesantunan berbahasa, wacana SMS mahasiswa

    Pengelolaan Kelas oleh Guru Bahasa Indonesia di Kelas VII K

    Get PDF
    The purpose of this research was to describe the class management by Indonesian Language teacher in class VII K of Junior High School 8 Bandar Lampung year 2017/2018. In relation with the concern, this research was intended to describe, create and maintain the condition of the class in order to achieve optimal learning. The method that is used is qualitative. The sources of the data in this research are how the teacher create the condition of the class to achieve optimal learning and how the teacher maintain the condition of the class to obtain the optimal learning. The result showed that the class management by Indonesian Language teacher had been implemented properly, teacher with the competence is able to manage the class optimal to achieve the effective learning by the way of two processes that are; creating the class condition to achieve the effective learning and maintain the condition of the class to obtain the effective learning.Tujan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengelolaan kelas oleh guru Bahasa Indonesia di kelas VII K SMP Negeri 8 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas untuk mencapai pembelajaran yang optimal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini terdiri atas bagaimana guru menciptakan kondisi kelas untuk mencapai pembelajaran yang optimal, dan bagaimana guru mempertahankan kondisi kelas untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas oleh guru Bahasa Indonesia sudah dilaksanakan dengan baik, guru dengan kemampuannya dapat mengondisikan kelas dengan optimal untuk mencapai pembelajaran yang efektif melalui dua proses yaitu menciptakan kondisi kelas untuk mencapai pembelajaran yang efektif dan mempertahankan kondisi kelas untuk mencapai pembelajaran yang effective.Kata kunci: pengelolaan kelas, menciptakan kondisi kelas yang optimal, mempertahankan kondisi kelas yang optimal

    Tindak Tutur Persuasif Guru Penjasorkes dan Siswa di SMKN 4 Bandar Lampung

    Get PDF
    The aim of this research is to describe a persuasive speech act with persuasive techniques which occurred between the physical education teacher and the students of SMKN 4 Bandar Lampung in academic year 2016/2017. This study used a descriptive qualitative method. The data sources used in this research were the speech act between the physical education teacher and the students; and also the speech act among the students of SMKN 4 Bandar Lampung which were obtained during the learning-teaching activity. The result showed that there were several persuasive speech acts with rationalization technique, suggestion technique, conformity technique, compensation technique, substitution technique, and projection technique. The persuasive speech act between the physical education teacher and the students in SMKN 4 Bandar Lampung that found the most were from the suggestion technique and the conformity technique.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur persuasif dengan teknik-teknik persuasi pada guru Penjasorkes dan siswa di SMK Negeri 4 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tindak tutur antara guru Penjasorkes dan siswa; serta tindak tutur antara siswa dan siswa di SMK Negeri 4 Bandar Lampung saat kegiatan pembelajaran Penjasorkes berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tindak tutur persuasif dengan teknik rasionalisasi, teknik sugesti, teknik konformitas, teknik kompensasi, teknik penggantian, dan teknik proyeksi. Tindak tutur persuasif pada guru Penjasorkes dan siswa di SMK Negeri 4 Bandar Lampung yang paling banyak ditemui ialah dengan teknik sugesti dan teknik konformitas.Kata kunci: persuasif, SMK Negeri 4 Bandar Lampung, tindak tutur

    Alih Kode dan Campur Kode Siaran Radio 94.4 fm d!Radio Lampung dan Implikasinya

    Get PDF
    The purpose of this research is to describe the code switching and code mixing form and the cause factors used on radio broadcast D Sweetest Love 94.4 fm d!Radio Lampung, and then imply the result of the research for learning of language and literature Indonesian in high school. The research design used is descriptive qualitative. Data collection process in this research was using technique of free heed mutual conversation with recording device. This research showed that there is only extern code switching in the form Indonesian language to English language and the most dominant of cause factors is speaker factor. Form of mixing code as word mixing code, phrase, baster, word looping, idioms, and clauses. The most dominant of cause factors on occur mixing code is language factor. The result of this research is implied to the learning language and litarature indonesian in material to produces movies or drama text.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta faktor penyebabnya yang digunakan pada siaran radio D Sweetest Love 94.4 fm d!Radio Lampung, dan mengimplikasikan hasil penelitian terhadap pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dengan menggunakan alat perekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat alih kode ekstern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan faktor penyebab yang paling dominan adalah faktor penutur. Bentuk campur kode meliputi campur kode kata, frasa, baster, perulangan kata, idiom, dan klausa. Faktor penyebab yang paling dominan terjadinya campur kode adalah faktor kebahasaan. Hasil penelitian diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam materi memproduksi teks film/drama.Kata kunci : alih kode, campur kode, siaran 94.4 fm d!Radio Lampung

    TEMA DAN AMANAT KUMPULAN CERPEN JURAGAN HAJI SERTA KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR

    Get PDF
    The aims of the present research is to describe the theme and message of all short stories in Juragan Haji and its feasibility as an alternative teaching material in eleventh grade of Senior High School. The present research used qualitative descriptive method. The data sources were taken from all the short stories in Juragan Haji. Based on the result of data analysis, it was found (1) physical theme, (2) organic theme, (3) social theme, (4) individual theme, and (5) divinity theme. The message of all the short stories in Juragan Haji conveyed implicitly and explicitly. All the short stories in Juragan Haji written by Helvi Tiana Rosa is feasible to be used as an alternative teaching material for students in eleventh grade of Senior High School in terms of (1) language aspect, (2) psychological aspect, (3) cultural background aspect, dan (4) character building.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema dan amanat pada kumpulan cerpen Juragan Haji dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini cerita pendek dalam kumpulan cerpen tersebut. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan (1)tema tingkat fisik, (2) tema organik, (3) tema sosial, (4) tema egois, dan (5) tema ketuhanan. Amanat yang terdapat dalam kumpulan cerpen tersebut disampaikan secara implisit dan eksplisit. Kumpulan cerpen Juragan Haji karya Helvy Tiana Rosa layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar siswa di SMA kelas XI ditinjau dari (1) aspek kebahasaan, (2) aspek psikologis, (3) aspek latar belakang kebudayaan, dan (4) pendidikan karakter.Kata kunci: amanat, bahan ajar, cerita pendek, tema

    273

    full texts

    294

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇