Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
    294 research outputs found

    ALIH KODE DAN CAMPUR KODE ACARA GELAR WICARA MATA NAJWA DAN IMPLIKASINYA

    Get PDF
    The problem in this research is the code switching and code-mixing in Talk Show of Mata Najwa. This study aim to describe the code switching and code-mixing in the event and its implications as teaching materials in junior high school. The method used is descriptive qualitative. The data source of this research is the code switching and code-mixing in the event. Based on the analysis of data found over ekstern code by a factor of speakers and opponents. When viewed from the form of code-mixing are mixed code words, phrases, baster, expressions, looping, and clauses with the causes of the attitude and language speakers. Code switching and code-mixing in the Event Talk Show Mata Najwa can be used as an alternative students material in junior high school, expecially for in writing and speaking.Masalah dalam penelitian ini adalah alih kode dan campur kode dalam acara Gelar Wicara Mata Najwa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alih kode dan campur kode dalam acara tersebut dan implikasinya sebagai bahan ajar di SMP. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah alih kode dan campur kode dalam acara tersebut. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan alih kode ekstern dengan faktor penyebab penutur dan lawan tutur. Bila ditinjau dari bentuk campur kode terdapat campur kode kata, frasa, baster, ungkapan, perulangan, dan klausa dengan faktor penyebab sikap penutur dan kebahasaan. Alih kode dan campur kode dalam Acara Gelar Wicara Mata Najwa dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pembelajaran siswa di SMP, yakni pembelajaran menulis dan berbicara.Kata kunci: alih kode, campur kode, gelar wicara mata najwa

    Diksi pada Kuliah Umum Etika Franz Magnis Suseno S.J. Serta Implikasinya

    Get PDF
    The aimed of this research was to describe the used of diction in stadium general of ethic from Prof. Dr. Franz Magnis Suseno S.J and its implication to learning Indonesia language at Senior High School. The method of the research was qualitative descriptive method. Based on the overall analysis, the author concluded that the diction in stadium general of ethic from Prof. Dr. Franz Magnis Suseno S.J. on Youtube consisted of 331 denotative words, 132 connotative words which covered 88 positive connotative words and 44 negative connotative words and context. The implication of diction in learning Indonesia language in Senior High School was the study material at the first grade students of the odd semester about making exposition text by using structure and aspect of language.Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan diksi pada kuliah umum etika Prof. Dr. Franz Magnis Suseno S.J. serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan diksi pada kuliah umum etika Prof. Dr. Franz Magnis Suseno S.J. di Youtube terdapat 331 kata bermakna denotasi, 132 kata bermakna konotasi, meliputi 88 kata bermakna konotasi positif dan 44 kata bermakna konotasi negatif serta konteksnya. Implikasi penggunaan diksi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA yaitu materi pembelajaran siswa kelas X semester ganjil tentang mengkontruksi teks eksposisi dengan struktur dan aspek kebahasaan.Kata kunci : diksi, pembelajaran, kuliah umum etika di youtube

    Diksi pada Kolom Public Hotline Service Surat Kabar Tribun Lampung dan Implikasinya

    Get PDF
    The research aimed to describe diction in column public hotline service tribun Lampung newspaper, and its implication in the bahasa Indonesia learning at SHS. The method used was descriptive qualitative. According to the whole data analysis, diction in column public hotline service with form common word and special word including basic word, affix, repeated word, compound word, then mean including denotation and connotations. The implication of diction in the bahasa Indonesia learning at SHS was the learning content student of X grade in the odd semester about the share experience with selection word and the right expression.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan diksi pada kolom public hotline service surat kabar Tribun Lampung, dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan, diksi dalam kolom public hotline service dengan bentuk kata umum dan kata khusus meliputi kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang dan kata majemuk, kemudian makna meliputi makna denotasi dan makna konotasi. Implikasi diksi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA yaitu materi pembelajaran siswa kelas X semester ganjil tentang menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat.Kata kunci : kolom public hotline service, diksi, pembelajaran

    Fakta Cerita dalam Novel Ayah Karya Andrea Hirata dan Implikasikasinya

    Get PDF
    The purpose of this research are to describe the fact of story about the stage of plot, setting, characters, and its implication to the literature learning at SMA. In this research the writer used descriptive qualitative method. The source of the data in this research was the novel Ayah by Andrea Hirata. The result of this research showed that fact of story in novel Ayah by Andrea Hirata was, (a) in the plot there were exposition, complication, climax, relevance and denoument; (b) there was background of the place, time and social; (c) the kind of characters that is focused on the main character and an additional character.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita yang di dalamnya membahas tahap alur, latar dan tokoh, serta mengimplikasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desktiptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ayah karya Andrea Hirata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fakta cerita dalam novel Ayah karya Andrea Hirata yakni, (a) tahap alur terdiri dari tahap eksposisi, komplikasi atau komplikasi atau konflik, klimaks, relevansi dan denoument; (b) unsur latar antara lain, latar tempat, latar waktu, dan latar sosial; (c) jenis tokoh yang difokuskan pada tokoh utama dan tokoh tambahan.Kata kunci: alur, fakta cerita, jenis tokoh, latar

    ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA GELAR WICARA REPUBLIK SENTILAN SENTILUN

    Get PDF
    This research aimed to describe the code switching and code-mixing which is used in conversation in Republik Sentilan Sentilun Talk Show, the factors that cause code switching and code-mixing that occurs, and implies the research against Indonesian language learning in senior high school. The design of this research is qualitative and descriptive. The results showed that the dominant code switching which is used in conversation in Republik Sentilan Sentilun Talk Show is the internal code swicthing and the form is the transition from Indonesian to Javanese. The factors that most influence is speakers. The dominant code mixing which is used is the form of words. The dominant code-mixing is Java wordswhich is shaped into the structure of the Indonesian and the factors that most influence the occurrence of code-mixing is the speaker. The results showed that the code switching and code-mixing can be implied to study of short stories in senior high school.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alih kode dan campur kode yang digunakan dalam tuturan di Gelar Wicara Republik Sentilan Sentilun, faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode yang terjadi, dan mengimplikasikan hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode yang dominan digunakan dalam tuturan di Gelar Wicara Republik Sentilan Sentilun adalah alih kode intern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa dan faktor penyebab yang paling mempengaruhi adalah faktor penutur. Campur kode yang dominan digunakan adalah campur kode berbentuk kata bahasa Jawa ke dalam struktur bahasa Indonesia dan faktor penyebab yang paling mempengaruhi terjadinya campur kode adalah penutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran cerpen di SMA.Kata kunci: alih kode, campur kode, gelar wicara

    Tindak Perlokusi dalam Percakapan Antarsiswa Kelas VII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro

    Get PDF
    The purpose of this research was to describe of the perlokusi act in conversation of student grade VII muhammadiyah ahmad dahlan metro junior high school 2016 / 2017. This research uses descriptive qualitative method. The data resources were students, conversation in learning activities or outside learning activities. Result of this research were (1) responsive positive perlokusi dominate by responsive positive perlokusi of partner said to literal direct speech and to literal indirect speech the least found. (2) responsive negative perlokusi dominate by responsive positive perlokusi partner said to literal direct speech was dominant. responsive negative perlokusi partner said to not literal direct speech and to not literal indirect speech the least found. (3) nonresponsive perlokusi dominate by nonresponsive perlokusi of partner said to literal direct speech was dominant. The Data not literal indirect speech was not found in this research.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak perlokusi dalam percakapan antarsiswa kelas VII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah tuturan antarsiswa, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun di luar kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tindak perlokusi responsif positif cenderung didominasi oleh tindak tutur langsung literal dan terhadap tindak tutur tidak langsung tidak literal yang paling sedikit ditemukan. (2) tindak perlokusi responsif negatif cenderung didominasi oleh tindak tutur langsung literal. Tindak perlokusi responsif negatif mitra tutur terhadap tindak tutur langsung tidak literal dan terhadap tindak tutur tidak langsung tidak literal yang paling sedikit ditemukan. (3) tindak perlokusi nonresponsif cenderung didominasi oleh tindak tutur langsung literal. Data tindak tutur tidak langsung tidak literal tidak ditemukan dalam penelitian ini.Kata kunci: tindak tutur, perlokusi, percakapan

    Kesantunan Bertutur Customer Service Bank Lampung dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

    Get PDF
    The purpose of this study was to describe the politeness of customer service at Bank Lampung and its implications in learning Indonesian in high school. This study used descriptive qualitative method. The results showed that there is maximal politeness that obeys and violates, that is maxim of wisdom, generosity, humility, sympathy, and agreement. The linguistic politeness contained in this research is characterized by markers of politeness, pragmatic politeness characterized by declarative speech and introgative. The result of this research was implicated in learning Indonesian in high school class X on negotiation text material. The data serve as an example of a negotiated text dialog.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesantunan bertutur customer service di Bank Lampung dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat maksim kesantunan yang menaati dan melanggar, yaitu maksim kearifan, kedermawanan, simpati, dan kesepakatan. Kesantunan linguistik yang terdapat dalam penelitian ini ditandai dengan penanda kesantunan, kesantunan pragmatik ditandai dengan tuturan deklaratif dan introgatif. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas X pada materi teks negosiasi. Data penelitian dijadikan sebagai contoh dialog teks negosiasi.Kata kunci: customer service, kesantunan, linguistik, maksim, pragmatik

    Perjalanan Keimanan Tokoh Hasan Novel Atheis Karya Achiadat K. Mihardja dan Implikasinya

    Get PDF
    The purpose of this research was to describe the journey of the faith of Hasan in the Atheis novel by Achiadat K. Mihardja and its implications for Indonesian language learning in Senior High School. This research used descriptive qualitative method. The results showed that the faith of Hasan as the main character of the story is unstable. This characterized by the journey of Hasans faith which initially believed, then decreased, and ended with the return of Hasans faith. The journey of Hasans faith can be known based on indicators faith and unfaith. The results of this research were implicated in the Indonesian language learning activity in Senior High School grade twelve on the structural material and the rules of the novel also the interpretation of the means of the novel. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perjalanan keimanan tokoh Hasan dalam novel Atheis karya Achiadat K. Mihardja dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keimanan Hasan sebagai tokoh utama cerita tidak stabil. Hal ini ditandai dengan perjalanan keimanan Hasan yang awalnya beriman, kemudian mengalami penurunan, dan diakhiri dengan kembalinya keimanan Hasan. Perjalanan keimanan Hasan ini dapat diketahui berdasarkan indikator keimanan dan ketidakimanan. Hasil penelitian diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi struktur dan kaidah novel serta interpretasi makna novel.Kata kunci : implikasi, ketidakimanan, perjalanan keimanan

    Mitos Pariwara Rokok dan Rancangannya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP

    Get PDF
    This research was aimed to describe the myths in two advertisements of cigarette and to design its learning in Indonesian language as subject at junior high schools. The research method used was descriptive qualitative. Data were obtained from two advertisement of cigarette brand Sampoerna and Djarum that is sung in television year 2016. The results showed that the myth of the Sampoerna Hijau Edition Dorong Rame-Rame is about the togetherness that makes life perfect, while the myth of cigarette advertisement Djarum Coklat Filter Version Goalkeeper is about how to talk well with others. These two advertisements can be used as media in learning Indonesian language of grade VIII odd semester related to KD 3.3 Identifiying ad text, slogan or poster text information from various sources read and heard and KD 4.3 Concluding the content of advertisement, slogan, or posters from various sources.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitos dalam pariwara rokok dan merancang pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari dua pariwara iklan yang ditanyangkan di televisi tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos dari pariwara rokok Sampoerna Hijau Edisi Rame-Rame adalah tentang kebersamaan yang membuat hidup menjadi sempurna, sedangkan mitos dari pariwara rokok Djarum Coklat Filter Versi Goalkeeper adalah tentang bagaimana berbicara baik dengan orang lain. Kedua pariwara ini dapat dijadikan media dalam rancangan pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII semester ganjil terkait dengan KD 3.3 Mengidentifikasi informasi teks iklan, slogan, atau poster dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar dan KD 4.3 Menyimpulkan isi iklan, slogan, atau poster dari berbagai sumber.Kata kunci : pariwara, mitos, rancangan pembelajara

    Kemampuan Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas IX SMA Negeri 1 Raman Utara Tahun Pelajaran 2016/2017

    Get PDF
    The purpose of this study was to describe the students' ability in: (1) developing the theme of short story, (2) developing the short story, (3) developing the short story, (4) developing the background, and (5) delivering the message in the short story. This is a quantitative descriptive method. The results of the study on the ability to write short stories of students in grade XI SMA Negeri 1 Raman Utara lesson year 2016/2017, fall in the category of less with an average score of 49.87. The average score of perindicator students' abilities is: 1) average score theme is 72.22 good category; 2) average score figure is 61,66 medium category; 3) the background with an average of 61.66 medium category; 4) average score of 57,77 medium categories; and 5) mandate of average score is 67,77 good category.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan siswa dalam : (1) mengembangkan tema cerpen, (2) mengembangkan tokoh cerpen, (3) mengembangkan alur cerpen, (4) mengembangkan latar, dan (5) penyampaian amanat dalam cerpen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian terhadap kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Raman Utara tahun pelajaran 2016/2017, tergolong dalam kategori kurang dengan skor rata-rata 49,87. Skor rata-rata kemampuan siswa perindikator adalah: 1) tema skor rata-rata yaitu 72,22 kategori baik; 2) tokoh skor rata-rata yaitu 61,66 kategori sedang; 3) latar dengan rata-rata yaitu 61,66 kategori sedang; 4) alur skor rata-rata yaitu 57,77 kategori sedang; dan 5) amanat skor rata-rata yaitu 67,77 kategori baik.Kata kunci: kemampuan, menulis, dan cerita pendek

    273

    full texts

    294

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇