Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
Penggunaan Bahasa Pada Teks Ceramah Siswa Kelas XI SMAN 1 Banjar Margo TA 2017/2018
The purpose of this study was to describe the used of language in the essay of high school students of class XI. The method used was qualitative descriptive method. The results showed the use of language in the essay of high school students XI tends to be right. It is based on the results of the discussion which shows the level of spelling accuracy and the effectiveness of the sentence is more dominant than the inaccuracy of spelling and the ineffectiveness of the sentence. The accuracy of language usage is 93.65% and language usability is 6.35%. The accuracy of spelling use is found in many aspects of basic and derived words, whereas inaccuracy is found in many aspects of capitalization. The effectiveness of a sentence is found in all the features of effective sentences ie correspondence, parallelism, assertiveness, austerity, precision, cohesion, and logic. The ineffectiveness of sentences is often found on the characteristics of parenting. The ineffectiveness is mostly caused by the subject of unclear sentences.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa pada karangan siswa SMA kelas XI. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahasa pada karangan siswa SMA kelas XI cenderung tepat. Hal tersebut berdasar pada hasil pembahasan yang menunjukkan tingkat ketepatan ejaan dan keefektifan kalimat lebih dominan dibanding ketidaktepatan ejaan dan ketidakefektifan kalimat. Ketepatan penggunaan bahasa 93,65% dan ketidaktepatan penggunaan bahasa 6,35%. Ketepatan penggunaan ejaan banyak ditemukan pada aspek penulisan kata dasar dan kata turunan, sedangkan ketidaktepatan banyak ditemukan pada aspek pemakaian huruf kapital. Keefektifan kalimat ditemukan pada seluruh ciri kalimat efektif yakni kesepadanan, keparalelan, ketegasan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan kelogisan. Ketidakefektifan kalimat banyak ditemukan pada ciri kesepadan. Ketidakefektifan tersebut banyak disebabkan oleh subjek kalimat yang tidak jelas.Kata kunci: ejaan, kalimat, penggunaan bahas
Imaji pada Kumpulan Menuju Kota Lama Karya Isbedy Stiawan dan Rancangan Pembelajarannya
This research was aimed to describe the images contained in a collection of poems Menuju Kota Lama by Isbedy Stiawan Z.S. and the design of literature learning in junior high school. This research method was desciptive qualitative. The data source is from collection of poems Menuju Kota Lama by Isbedy Stiawan Z.S. published by Siger Publisher on April 2014. The data were the lyrics to a collection of poems Menuju Kota Lama. The results showed that the collection of poems Menuju Kota Lama by Isbedy Stiawan Z.S. used all kinds of images. Kind of images often used is visual images, whereas the images that is rarely used is gustatory images. The collection of poems can be used as an alternative learning for students of VIII grade of the odd semester with the KD 3.7 to identify the building blocks of poetic texts that are played or read.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan imaji yang terdapat pada kumpulan puisi Menuju Kota Lama karya Isbedy Stiawan Z.S. dan rancangan pembelajaran sastra di sekolah menengah pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah kumpulan puisi Menuju Kota Lama karya Isbedy Stiawan Z.S. yang diterbitkan Siger Publisher pada bulan April 2014. Data yang dianalisis adalah lirik pada kumpulan puisi Menuju Kota Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan puisi tersebut menggunakan semua jenis imaji. Imaji yang sering digunakan yakni imaji visual, sedangkan imaji yang jarang digunakan imaji pencecapan. Kumpulan puisi tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran untuk siswa kelas VIII semester ganjil dengan KD 3.7 mengidentifikasi unsur-unsur pembangun teks puisi yang diperdengarkan atau dibaca.Kata kunci: imaji, puisi, pembelajaran
Perbedaan Hasil Belajar Menulis Cerpen Menggunakan Numbered Heads Together (NHT) dan Jigsaw
The objective of this research was to test the differences in the learning resut to write short stories of both method which was used to students in grade IX of SMP Negeri 1 Katibung. The sample of this research was the student in grade IX H and IX G. To reach the goal, the research design that was used is experiment. The data analysist technic in this research was using SPSS 16.0. The average pretest in NHT class was reached 70,32 and 70,41 in Jigsaw class. The differences test of pretest equal variances assumed was indicated 0,944 > 0,05. It was mean there was no differences experiment in the initial capability test result. After the everage posttest in NHT class was 86,26 and in Jigsaw class was 81,8. The differences posttest equal variances assumed was indicated 0,000 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan hasil tes kemampauan awal. Setelah eksperimen rata-rata postes, pada kelas NHT 86,26 dan pada kelas Jigsaw 81,8. Uji perbedaan postes equal variances assumed menunjukkan 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan hasil postes menggunakan metode NHT dan Jigsaw.Kata kunci: hasil belajar, metode pembelajaran, NHT, jigsaw, menulis cerpe
Alih Kode dan Campur Kode Rubrik Buras dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa
This research described the form and causal factor of code transfer and code mixing in "Buras" rubric of Lampung Post newspaper and its implication on learning Indonesian. The sources were over code and mixed code in rubric "Buras" Lampung Post. The research design was descriptive qualitative. Based on the research, there is transfer of internal and external. Randomly speaking the language code from Indonesian raw variety to casual variety. The on going external code switch from Indonesian to Arabic and English cause of the conversation of people and their partners. Mixed code events in the form of words, phrases, and clauses. Causes of use of more popular terms, residential factors, topics, functions and object, variety and level of language, sense of humor, and for prestigious relationships. Code transfer and code mixing in the "Buras" Lampung Post can be used as medium of learning in analyzing and editing lessons editorial text.Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode pada rubrik Buras Lampung Post dan implikasinya pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Sumber data adalah alih kode dan campur kode dalam rubrik Buras Lampung Post. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian, terdapat alih kode intern dan ekstern. Alih kode intern berlangsung dari bahasa Indonesia ragam baku ke ragam santai. Alih kode ekstern berlangsung dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab dan Inggris yang disebabkan faktor mengutip pembicaraan orang lain dan mitra bicara. Campur kode terjadi dalam bentuk kata, frasa, dan klausa disebabkan keterbatasan penggunaan kode, penggunaan istilah yang lebih populer, faktor tempat penuturan, topik, fungsi dan tujuan, ragam dan tingkat tutur bahasa, membangkitkan humor, dan untuk sekadar bergengsi. Alih kode dan campur kode pada rubrik Buras Lampung Post dapat dijadikan media pembelajaran dalam pelajaran menganalisis dan menyunting teks editorial.Kata kunci: alih kode, campur kode, rubrik Buras surat kabar Lampung Post
KESANTUNAN BERTUTUR DALAM PEMBELAJARAN KELAS VII SMP NEGERI 1 PENENGAHAN DAN IMPLIKASINYA
The aims of this research were to describe the politeness of speech act in Indonesia language learning at VII class of SMP Negeri 1 Penengahan in year 2015/2016 and its implication in Indonesian language learning at SMP. The method that used in this reseach was qualitative descriptive. The result of this research showed that there is speech which obligate all principle of politeness in language such as wiseness, generosity, amiability, accolade, simphatetic and agreement. However, it was found that the linguistics politeness which is remarkable by the usage of politeness words in speech such as tolong, mohon, silakan, mari, ayo, coba, harap, dan maaf. Besides, The result also showed there were pragmaticts politeness such as declarative and interrogative. Furthermore, the results could be implied into Indonesian language learning at in class based on point of 3.4 and 4.4 of basic competence by using learning materials of fantasy story.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesantunan bertutur dalam pembelajaran di kelas VII SMP Negeri 1 Penenghanan Tahun Pelajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan tuturan yang mematuhi seluruh maksim sopan santun yang mencakup maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati, maksim pujian, maksim simpati, dan maksim kesepakatan. Selain itu, ditemukan juga kesantunan linguistik yang ditandai dengan penggunaan kata-kata penanda kesantunan seperti seperti tolong, mohon, silakan, mari, ayo, coba, harap, dan maaf. Kemudian, hasil penelitian menunjukan ditemukan kesantunan pragmatik yang berupa tuturan deklaratif dan tuturan interogatif. Selanjutnya, hasil penelitian dapat diimplikasikan ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP di kelas VII pada KD 3.4 dan 4.4 dengan materi pembelajaran cerita fantasi. Kata kunci: kesantunan, tuturan, heuristik
Campur Kode pada Status Facebook Mahasiswa Batrasia Kelas A 2013 dan Implikasinya
This study aims to describe the mixed code on the facebook status of students of Batrasia Class A Force 2013 and the implications at learning Indonesian senior high school. The research method used is descriptive qualitative. Data were obtained from facebook status of students of Lampung University of Education Program of Language and Literature Indonesia Class 2013 A class containing mixed code. Based on the results of the research note that the mixed code contained in the facebook status of students of the Indonesian Language and Literature Education Studies Class 2013 class A in 2016 in the form of words, phrases, baster, idiom, and clauses. Mixed code is caused by the attitude factor of speakers and linguistic. The implication of this research is used in learning Indonesian grade XI even semester high school in KD 4.6 Construct lecture about the actual problems by looking at the language aspect and using the right structure.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan campur kode pada status facebook mahasiswa Batrasia Kelas A Angkatan 2013 dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitiannya berupa status facebook mahasiswa Universitas Lampung Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2013 kelas A yang mengandung campur kode. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa campur kode yang terdapat dalam status facebook mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2013 kelas A tahun 2016 berupa kata, frasa, baster, ungkapan, dan klausa. Campur kode tersebut disebabkan oleh faktor sikap penutur dan kebahasaan. Implikasi dari penelitian ini digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI SMA semester genap pada KD 4.6 mengonstruksiceramah tentang permasalahan aktual dengan memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat.Kata kunci : campur kode, status facebook, implikas
Sikap Terhadap Bahasa Indonesia Siswa Kelas X SMAN 2 TBU dan Implikasinya
This research was aimed to describe grade X students of SMA Negeri 2 Tulang Bawang Udik attitudes and attitude formation factors toward Indonesian language and its implications in learning Indonesian. The research method used is descriptive qualitative. Source of data obtained from students of grade X1 SMAN 2 TBU. The results showed that the students of grade X have a very positive attitude towards the Indonesian language. Students have a sense of loyalty, pride, and aware of the Indonesian norm. In addition, the most dominant factor in the formation of student attitudes toward Indonesian language is the experience factor. The result of attitude research on Indonesian language can be applied in all Indonesian language subject matter in SMA, especially in SMAN 2 TBU, one of them is related to drama/film learning.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan faktor pembentukan sikap terhadap bahasa Indonesia siswa kelas X SMAN 2 Tulang Bawang Udik dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari siswa kelas X1 SMAN 2 TBU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X memiliki sikap sangat positif terhadap bahasa Indonesia. Siswa memiliki rasa setia, bangga, dan menyadari adanya norma bahasa Indonesia. Selain itu, faktor yang paling dominan dalam pembentukan sikap siswa terhadap bahasa Indonesia adalah faktor pengalaman. Hasil penelitian sikap terhadap bahasa Indonesia ini dapat diimplikasikan dalam semua materi pelajaran bahasa Indonesia di SMA, khususnya di SMAN 2 TBU, salah satunya terkait dengan pembelajaran drama/film.Kata kunci: faktor pembentukan sikap, implikasi, sikap siswa terhadap B
Bahasa Iklan Layanan Masyarakat dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
The research aimed to describe use of language that includes diction and language style in public service advertisement along the Teuku Umar street, Wolter Monginsidi street, and Diponegoro street, Bandar Lampung and its implication to Indonesian learning in Senior High School. This research used descriptive qualitative method. Based on analysis use of language that includes diction and language style in public service advertisement along the Teuku Umar, Wolter Monginsidi, and Diponegoro roads, Bandar Lampung consist of two types meaning, denotative meaning and connotative meaning. As of 30 advertisements there are 21 denotative meaning and 9 connotative meaning advertisement, and there are 16 advertisment has language style. Public service advertisment could be implicated to Indonesian learning in Senior High School was the learning content student of XII grade in the odd semester about understanding structure and interpreting ads text.Tujuan dari penelitian ini untuk medeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa pada iklan layanan masyarakat di sepanjang Jalan Teuku Umar, Jalan Wolter Monginsidi, dan Jalan Diponegoro, Bandar Lampung dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan diksi dan gaya bahasa pada iklan layanan masyarakat di sepanjang Jalan Teuku Umar, Jalan Wolter Monginsidi, dan Jalan Diponegoro, Bandar Lampung terdiri atas dua jenis makna, yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Adapun dari tiga puluh iklan terdapat dua puluh satu iklan bermakna denotatif dan sembilan iklan bermakna konotatif, serta terdapat enam belas iklan yang mengandung gaya bahasa. Iklan layanan masyarakat dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA pada materi pembelajaran siswa kelas XII semester ganjil tentang memahami struktur dan menginterpretasi teks iklan.Kata kunci : diksi, gaya bahasa, dan iklan layanan masyarakat
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS X SMKN 4 BANDAR LAMPUNG
The purpose of this research was to describe the learning of writing the complex procedural text at the first grade of SMK N 4 Bandar Lampung. This research used descriptive qualitative method. The result of this research showed that the teacher made lesson plan based on lesson plan (RPP) Components in curriculum 2013. In the implementation of lesson plan, there were two activities; teachers and students activity. The teachers activity included three steps; pre-activity, while activity and post-activity. When the learning process was going on there was incoherence conveyance the teacher with the rules set by Permendikbud, in the learning activity there was also time allocation incompatibility and the use of media that was slide power point that was planned in the lesson plan with the implementation in the class. In the evalution of learning of complex procedure text writing of complex procedure text writing the teacher used writing test and practice performance test.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks prosedur kompleks pada siswa kelas XI SMK N 4 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan komponen-komponen RPP pada Kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat dua aktivitas yaitu, aktivitas guru dan aktivitas siswa. aktivitas yang dilakukan guru meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung terdapat ketidakruntutan penyampaian pembelajaran yang disampaikan guru dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Permendikbud, dalam kegiatan pembelajaran juga terdapat ketidaksesuaian alokasi waktu dan penggunaan media yang berupa slide power point yang telah direncanakan pada RPP dengan pelaksanaannya di kelas. Pada penilaian pembelajaran menulis teks prosedur kompleks, guru menggunakan teknik tes tertulis dan tes praktik/unjuk kerja.Kata kunci: menulis, pembelajaran, teks prosedur komplek
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Novel Surat Dahlan Karya Khrisna Pabichara dan Rancangan Pembelajarannya
This study discusses the values of character education in novel Surat Dahlan by Krishna Pabichara and design learning as teaching material in high school. The purpose of this study to describe the values of character education in the novel Surat Dahlan by Khrisna Pabichara and designing learning as teaching material in high school. This study used descriptive qualitative method. The data source of this research is the novel Surat Dahlan by Pabichara. Based on the results of data analysis, found 16 values of character education, including religious, honest, disciplined, creative, hard working, independent, democratic, curiosity, spirit of nationalism, patriotism, recognize excellence, friendship, love peace, love reading, social care, and responsible. The results of this study can be used as teaching materials for designing learning Indonesian literature at the high school.Penelitian ini membahas nilai-nilai pendidikan karakter pada novel Surat Dahlan karya Khrisna Pabichara dan rancangan pembelajarannya sebagai bahan ajar di SMA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter pada novel Surat Dahlan karya Khrisna Pabichara dan merancang pembelajarannya sebagai bahan ajar di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Surat Dahlan karya Khrisna Pabichara. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan 16 nilai pendidikan karakter, meliputi religius, jujur, disiplin, kreatif, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar guna merancang pembelajaran sastra Indonesia di SMA.Kata kunci: bahan ajar, nilai-nilai pendidikan, novel