AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    174 research outputs found

    Indonesian Writing Error on the Placate in Medan City: An Analysis

    Full text link
    The study aims to understand about standard and non-standard language in writing ethics properly and correctly. This research used descriptive methods. The research approach is qualitative research. Through this research, researchers will obtain data on Indonesian writing errors on a plaque. The results found in the form of standard and non-standard language sentences. Every word or sentence contained in a plaque, of course, errors can be found in the writing. This relates to standard and non-standard language. Standard language is a language whose writing is formal, there are no abbreviated words and the writing is in accordance with the linguistic structure. Meanwhile, non-standard language is an informal language whose writing is like but still ethical. Many people do not know the right writing when writing something. So that the results of research conducted by researchers can describe various Indonesian writing errors on a plaque. Keywords: standard language, nonstandard language   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami penulisan bahasa yang baku dan non baku dalam etika penulisan secara baik dan benar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pendekatan penelitian adalah penelitian kualitatif. Melalui penelitian ini maka peneliti akan memperoleh data kesalahan penulisan Bahasa Indonesia pada sebuah plakat. Hasil yang ditemukan berupa kalimat bahasa baku dan non baku. Setiap kata atau kalimat yang terdapat pada sebuah plakat, tentu dapat dijumpai kesalahan di dalam penulisannya. Hal tersebut berhubungan dengan bahasa baku dan non baku. Bahasa baku adalah bahasa yang tulisannya formal tidak ada kata yang disingkat dan penulisannya sesuai dengan struktur kebahasaan. Sedangkan bahasa non baku bahasa yang nonformal yang penulisannya mana suka tetapi tetap beretika. Banayak orang yang tidak tahu akan kepenulisan yang tepat ketika menulis sesuatu. Sehingga hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat mendeskripsikan berbagai kesalahan penulisan bahasa Indonesia pada sebuah plakat. Kata kunci: bahasa baku, bahasa nonbak

    Indonesian Language and Literature Learning Insightful Ecological Intelligence as a Container of Environmental Education

    Full text link
    The article discusses the importance of cultivating a human environment. A sense of caring does not appear to be in a person, but through learning and being used to it in life. Efforts to familiarize themselves with the environment should be exalted early through the education level and supported by the family and community environment. One of the subjects that play an important role in cultivating the character of the environment is Indonesian language and literature. Through the teaching of Indonesian language and literature, the teacher packs an insight into ecological intelligence by referring to Mulyasa theory (2013) that one of the 2013 curriculum developments is environmental issues. Furthermore, Theoretical issues and the practice of ecological-oriented learning practices refer to the theory of Suwandi (2019) and Septiaji and Nisya (2020). Based on a description of the Indonesian language and literature study, optmalization of students ' caring for the environment can be carried out well.   Keywords: learning, language and literature, ecological intelligence   Abstrak   Artikel membahas permasalahan pentingnya menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan bagi manusia. Rasa kepedulian tidak muncul begitu saja dalam diri seseorang, melainkan melalui pembelajaran dan membiasakannya dalam kehidupan. Upaya membiasakan kepedulian terhadap lingkungan harus dimulia sejak dini melalui jenjang pendidikan dan didukung oleh lingkungan keluarga dan masyarakat. Salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam menanamkan karakter peduli terhadap lingkungan adalah bahasa dan sastra Indonesia. Melalui pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, guru mengemas bahan ajar berwawasan kecerdasan ekologis dengan mengacu pada teori Mulyasa (2013) bahwa salah satu pengembangan kurikulum 2013 adalah permasalahan lingkungan hidup. Selanjutnya, permasalah secara teorEtis dan praktik pelaksanaan pembelajaran berwawasan ekologis mengacu pada teori Suwandi (2019) dan Septiaji dan Nisya (2020). Berdasarkan uraian tentang pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berwawasan ekologis, optmalisasi penanaman karakter kepedulian siswa terhadap lingkungan dapat terlaksana dengan baik.   Kata kunci: pembelajaran, bahasa dan sastra, kecerdasan ekologi

    Moral and Social Values in the Novel Ceplik by Nanang Al-Qos and It’s Possibility as High School Teaching Materials

    Full text link
    This study aimed to (1) describe the moral values in the novel “Ceplik” by Nanang Al-Qos, (2) describe social values in the novel “Ceplik” by Nanang Al-Qos. The research method used in this research is descriptive qualitative.  The approach used is a sociological approach. Data collection method that used in this research is using read and note method. Data analysis techniques used in this research are identifying data, classifying, describing, and reviewing. The results of the study are four aspects of moral values related to God which are sincerity, praying, patience, and worship. The five aspects of social values are love, forgiveness, politeness, deliberation, and responsibility. The results of this study are planned as teaching materials for high school.   Keywords: moral values, social values, novel, high school teaching materials     Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan nilai moral dalam novel “Ceplik” karya Nanang Al-Qos, dan (2) mendeskripsikan nilai sosial dalam novel “Ceplik” karya Nanang Al-Qos. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik baca dan catat. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu mengidentifikasi data, mengklasifikasi, mendeskripsikan, dan mengkaji. Hasil penelitian tersebut berupa nilai moral  yang berhubungan Tuhan yaitu ikhlas, memanjatkan doa, kesabaran, dan beribadah. Nilai sosial lima aspek berupa kasih sayang, saling memaafkan, kesopanan, musyawarah, dan tanggung jawab. Hasil penelitian ini direncanakan sebagai bahan ajar SMA.   Kata kunci: nilai moral, nilai sosial, novel, bahan ajar SM

    Imperative Speech in The Collection of Stories of Kritikus Adinan By Budi Darma: A Pragmatic Study

    Full text link
    This research aimed to obtain the information about the imperative speech in a collection of stories of Kritikus Adinan by Budi Darma. This study was conducted in April to July 2019. The focus of this research was the speech that seen from the construction of speech and the imperative pragmatic meaning in the collection of stories entitled Kritikus Adinan that written by Budi Darma. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The instruments used are data analysis tables consisting of context, speech, construction speech, pragmatic meaning imperatives, and analysis. The results obtained from 238 analysis of speech data, there are 81.93% (195) speech that has imperative pragmatic meanings which consist of (1) imperative pragmatic meanings of command, (2) imperative pragmatic meanings of the orders, (3) imperative pragmatic meanings of the request, (4) imperative pragmatic meanings of petition, (6) imperative pragmatic meanings of the urge, (5) imperative pragmatic meanings of persuation, (7) imperative pragmatic meanings of exhortation, (8) imperative pragmatic meanings of the cross, (9) imperative pragmatic meanings of invitation, (10) imperative pragmatic meanings of request for permission, (11) imperative pragmatic meanings of permit, (12) imperative pragmatic meanings of prohibition, (13) imperative pragmatic meanings of hope, (14) imperative pragmatic meanings of the swearing, (15) imperative pragmatic meanings the provision of congratulations, (16) imperative pragmatic meanings of the suggestion, (17) imperative pragmatic meanings of ngelulu. The frequency of occurrence of speech with the pragmatic significance of the greatest imperative is the speech which has the pragmatic meaning of the command and the orders are 13.3% (26). The frequency of occurrence of speech with the pragmatic meaning of the smallest imperatives is the speech which has the pragmatic meaning imperatives of the greeting of the congratulation is 0.5% (1). The results of this study can be implied in teaching Bahasa Indonesia for students through the use of the imperatives in KD 3.19 which demands the students to analyze the content and the linguistic of drama script that read or watched and KD 4.19 that demands the students to demonstrate a drama script by observing its contents and its specifications in the XI grade of senior high school.   Keywords: pragmatic, imperative speech, collection of stories     Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang ujaran imperatif dalam kumpulan cerita Kritikus Adinan karangan Budi Darma. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga bulan Juli 2019. Fokus penelitian ini adalah ujaran yang dilihat dari konstruksi ujaran dan makna pragmatik imperatifnya pada kumpulan cerita Kritikus Adinan karangan Budi Darma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa tabel analisis data yang terdiri atas konteks, ujaran, konstruksi ujaran, makna pragmatik imperatif, dan analisis. Hasil yang diperoleh dari 238 data ujaran hasil analisis, terdapat 81,93% (195) ujaran yang memiliki makna pragmatik imperatif. Dari 195 ujaran, 61% (119) ujaran diwujudkan dalam konstruksi imperatif, 25,1% (49) ujaran diwujudkan dalam konstruksi deklaratif, dan 13,84% (27) ujaran diwujudkan dalam konstruksi interogatif.  Dari 195 ujaran yang memiliki makna pragmatik imperatif, terdapat ujaran yang memiliki makna pragmatik imperatif yang terdiri atas (1) makna pragmatik imperatif perintah, (2) makna pragmatik imperatif suruhan, (3) makna pragmatik imperatif permintaan, (4) makna pragmatik imperatif permohonan, (5) makna pragmatik imperatif desakan, (6) makna pragmatik imperatif bujukan, (7) makna pragmatik imperatif imbauan, (8) makna pragmatik imperatif persilaan, (9) makna pragmatik imperatif ajakan, (10) makna pragmatik imperatif permintaan izin, (11) makna pragmatik imperatif mengizinkan, (12) pragmatik imperatif larangan, (13) makna pragmatik imperatif harapan, (14) makna pragmatik imperatif umpatan, (15) makna pragmatik imperatif pemberian ucapan selamat, (16) makna pragmatik imperatif anjuran, dan (17) pragmatik imperatif ngelulu. Frekuensi kemunculan ujaran dengan makna pragmatik imperatif terbesar ialah ujaran yang memiliki makna pragmatik imperatif perintah dan suruhan yaitu 13,3% (26). Frekuensi kemunculan ujaran dengan makna pragmatik imperatif terkecil ialah ujaran yang memiliki makna pragmatik imperatif pemberian ucapan selamat yaitu 0,5% (1). Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa melalui penggunaan ujaran imperatif dalam KD 3.19 yang meminta siswa untuk menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton dan KD 4.19 yang meminta siswa untuk mendemonstrasikan sebuah naskah drama dengan memerhatikan isi dan kebahasaannya di kelas XI SMA/MA.   Kata Kunci: pragmatik, ujaran imperatif, kumpulan cerit

    Synthesis Skills and Student Thinking Patterns in Scientific Writing

    Full text link
    Clutter in thinking is the basis for innovation and creation. Coherent thinking can be realized if one's knowledge base is properly constructed and harmonious. To hone this, universities exist through their demands of students by requiring scientific writing products to be graduated. The problem is, do students have a tendency to think coherently in writing scientific papers? To find out, this study comes with the aim of exploring and describing the synthesis ability and thinking patterns of Jambi University students from the introduction of the approved thesis proposal. Synthesis and thinking patterns are considered two aspects that support systematic thinking in the activity of creating new knowledge. That way, this research is qualitative descriptive with snow ball sampling. Then, it was analyzed by referring to the model of Miles and Huberman. The results showed 1) 27.9% (the highest number) of paragraphs contained one reference, 2) 70% found the essence of each argument that supports the main idea, 3) on average, arguments were found in the form of examples, illustrations or supporting data, 4) 75% of students functioned the counter arguments, 5) on average the students had explained and confirmed their position in research, 6) there were 16 transitional words between sentences and 1 transition word between sentences that were used, and 7) Students showed a tendency to use deductive thinking patterns (causality, for example , enumeration, process, and contrast) in deciphering the arguments.   Keywords: scientific writing, synthesis skills, thinking patterns     Abstrak   Keruntutan dalam berpikir menjadi dasar munculnya inovasi dan kreasi. Berpikir secara runtut dapat diwujudkan bila basis pengetahuan seseorang terkonstruksi dengan tepat juga harmonis. Untuk mengasah hal itu, perguruan tinggi hadir melalui tuntutannya kepada mahasaiswa dengan mempersyaratkan produk karya tulis ilmiah sebagai kelulusan. Persoalannya, apakah mahasiswa telah memiliki kecenderungan berpikir runtut dalam menulis karya ilmiah? Untuk mengetahuinya, penelitian ini hadir dengan tujuan mengeksplorasi dan mendeskripsikan kemampuan sintesis dan pola berpikir mahasiswa Universitas Jambi dari bagian pendahuluan proposal skripsi yang telah disetujui. Sintesis dan pola berpikir  dianggap dua aspek penyokong kesistematisan berpikir dalam aktivitas penciptaan pengetahuan baru. Dengan begitu, penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pengambilan data secara snow ball sampling. Kemudian, dianalisis dengan merujuk model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan 1) 27,9 % (jumlah terbanyak) paragraf mengandung satu referensi, 2) 70% ditemukan intisari setiap argumen yang sudah mendukung gagasan utama, 3) rata-rata telah ditemukan argumen berupa contoh, ilustrasi atau data pendukung, 4)  75 % mahasiswa memfungsikan kontra argumen, 5) rata-rata mahasiswa telah memaparkan dan menegaskan posisinya dalam penelitan, 6) ada 16 kata transisi antarkalimat dan 1 kata transisi antarpargraf yang difungsikan, dan 7) Mahasiswa menunjukkan kecenderungan menggunakan pola berpikir deduktif (kausalitas, contoh, enumerasi, proses, dan kontras) dalam menguraikan argumennya.   Kata kunci: karya tulis ilmiah, keterampilan sintesis, pola berpiki

    Analysis Characterization of Key Characters in Anthology Short Story Jantung Kehidupan by Tim Bubar

    Full text link
    Short stories or a writer's fantasy that was written briefly, has intrinsic elements, one is a character. The part of characters In literary fiction Is one of the elements In the facts the story is critical to his presence in the literary world. From these discussions then the problem that will arise is how is every character in short stories. So the purpose of this research is to describe the character of the main character found in a short anthology of the Jantung Kehidupan by Tim Bubar which results from this study may add to the theoretical content of character analysis the main character in a short anthology of the Jantung Kehidupan. It is also hoped that the results of this study will provide information for the kind of studies to come.   Keywords: main character and  short story     Abstrak Cerpen atau karya fantasi seorang penulis yang ditulis secara ringkas, memiliki unsur intrinsik, salah satunya yaitu penokohan. Bagian penokohan dalam karya sastra fiksi merupakan salah satu elemen dalam fakta-fakta cerita yang sangat penting kehadirannya dalam dunia sastra. Dari pembahasan tersebut, masalah yang timbul yaitu bagaimana sifat pada setiap tokoh yang ada dalam sebuah cerpen sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan karakterisasi tokoh utama yang terdapat dalam antologi cerpen Jantung Kehidupan karya tim bubar yang mana hasil dari penelitian ini dapat menambah perbendaharaan teori dalam analisis karakterisasi tokoh utama dalam antologi cerpen Jantung Kehidupan. Juga diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan informasi untuk penelitian yang sejenis pada masa yang akan datang. Kata kunci: karakter tokoh utama dan cerpe

    Increasing Literacy Movement Through Community of Practitioners 24 (KP-24)

    Full text link
    The formation of a community of practitioners in this activity is relevant to advancing the literacy movement in Indonesia. The Community of Practitioners 24 (KP-24) empowers the cultivation of character education, environmental education, and family education through the literacy movement. The method of implementing this literacy movement activity is program planning, program implementation, and evaluation. In carrying out this activity, the community building team partnered with expert trainers of the Mobilizing School Program and the GAIN-IETTI Global TESOL Academy organization. The formation of the Community of Practitioners 24 (KP-24) to gradually spread the literacy movement throughout Indonesia through various programs initiated in this activity and will continue to be carried out regularly and systematically.   Keywords: Community of Practitioners 24 (KP-24), literacy, GAIN-IETTI Global TESOL Academy     Abstrak   Pembentukan komunitas praktisi dalam kegiatan ini relevan untuk memajukan gerakan literasi di Indonesia. Komunitas Praktisi 24 (KP-24) memberdayakan penanaman pendidikan karakter, pendidikan lingkungan, dan pendidikan keluarga melalui gerakan literasi. Metode pelaksanaan kegiatan gerakan literasi ini yaitu perencanaan program, pelaksanaan program, dan evaluasi. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tim pembentukan komunitas bermitra dengan para pelatih ahli Program Sekolah Penggerak yang dan organisasi GAIN-IETTI Global TESOL Academy. Pembentukan Komunitas Praktisi 24 (KP-24) untuk menyebarluaskan gerakan literasi ke seluruh Indonesia secara bertahap melalui berbagai program yang diinisiasi dalam kegiatan ini dan akan terus dilanjutkan secara berkala dan tersistem.   Kata kunci: Komunitas Praktisi 24 (KP-24), literasi, GAIN-IETTI Global TESOL Academ

    The Stories of Datu in South Kalimantan: Literary Reception Studies

    Full text link
    This study aims to describe people's perceptions or receptions in the stories of datu in South Kalimantan. The theory used in this research is literature reception study theory. The research method used in this research is a descriptive qualitative method. The results of this study show that the dominant themes in the stories of datu are about religion, social life, and resistance to crime. The plot used in the stories of datu is mainly progressive plot. The background in the story occurs in various areas of South Kalimantan. In general, characterization raises the commendable attitude and character of datu. Meanwhile, the opinion from the respondents convey that the values ​​contained in the stories of datu is religious values.   Keywords: literature reception study, stories of datu, South Kalimantan     Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan anggapan atau resepsi masyarakat dalam kisah-kisah datu di Kalimantan Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kajian resepsi sastra. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini yang diangkat dalam kisah-kisah datu adalah keagamaan, kehidupan sosial, dan  perlawanan terhadap kejahatan. Alur kisah didominasi oleh alur maju. Latar tempat dalam kisah terjadi di berbagai daerah Kalimantan Selatan. Penokohan secara umum mengangkat tentang sikap dan ketokohan datu yang terpuji. Sementara itu, masyarakat yang menjadi responden penelitin menganggap bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam kisah-kisah datu didominasi oleh nilai keagamaan.   Kata Kunci: kajian resepsi sastra, kisah datu, Kalimantan Selata

    Sexuality Comparison in Novel Eleven Minutes With Tuhan Izinkanlah Aku Menjadi Pelacur! Memoar Luka Seorang Muslimah

    Full text link
    The purpose of this research is to describe the theme of sexuality in the main character, Maria (novel "Eleven Minutes") and Kiran (novel "God allows me to become a prostitute! Memoar Luka a Muslimah"). The theory of comparative literature (comparative literature) will be the analysis knife of this research. Comparative literary theory generally emphasizes the comparison of two or more works from at least two different countries. This research will completely reveal two works from different countries. The findings of the study show: (1) the similarities in the sexuality of the characters Maria and Kiran include: (a) feeling pleasure and innocence when having intercourse; (b) having sex to fulfill biological needs; (c) Confide in each other with guests; (d) a prostitute by profession; and (e) the pay is high. (2) The differences in the themes of sexuality between Maria and Kiran include: (a) the main character Maria's sexual needs are carried out not because of a feeling of disappointment towards God but because they want to know what it is like to have a sexual adventure, while the sexual needs of the main character Kiran are used as the most basic needs because sex is made the main character as an escape from disappointment to God; (b) The main character Maria graduated from high school, while the main character Kiran is a student (c) The end of the story the main character Maria stops being a prostitute, while the main character Kiran remains a prostitute.   Keywords: comparison, comparative literature, sexuality, and themes   Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tema seksualitas pada tokoh utama, Maria (novel ”Eleven Minutes”) dan Kiran (novel “Tuhan Izinkanlah Aku Menjadi Pelacur! Memoar Luka Seorang Muslimah”). Teori Sastra bandingan (comparative literature) akan menjadi pisau analisis penelitian ini. Teori sastra bandingan umumnya menekankan perbandingan dua karya atau lebih dari sedikitnya dua negara yang berbeda. Penelitian ini akan mengungkap tuntas dua buah karya dari negara yang berbeda. Temuan penelitian menunjukkan: (1) Persamaan tema seksualitas tokoh Maria dan Kiran meliputi: (a) sama-sama merasa nikmat dan tidak berdosa ketika melakukan hubungan intim; (b) melakukan seks untuk memenuhi kebutuhan biologis; (c) Saling curhat dengan tamunya; (d) berprofesi pelacur; dan (e) bayarannya mahal. (2) Perbedaaan tema seksualitas tokoh Maria dan Kiran meliputi: (a) kebutuhan seks oleh tokoh utama Maria dilakukan bukan karena pelarian rasa kecewa terhadap Tuhan tetapi karena ingin tahu bagaimana rasanya berpetualang seks, sedangkan kebutuhan seks tokoh utama Kiran dijadikan sebagai kebutuhan yang paling mendasar karena seks dijadikan tokoh utama sebagai pelarian rasa kecewa terhadap Tuhan; (b) Tokoh utama Maria lulusan SMA, sedangkan tokoh utama Kiran seorang mahasiswa (c) Akhir cerita tokoh utama Maria berhenti menjadi pelacur, sedangkan tokoh utama Kiran tetap menjadi pelacur.   Kata kunci: perbandingan, sastra bandingan, seksualitas, dan tem

    The Effect of Visualization Strategies on Writing Explanatory Texts Skill on VIIIth Grade Students of SMP Muhammadiyah 3 Jakarta

    Full text link
    This study aims to see the effect of visualization strategies on writing explanatory text skill on VIIIth grade students of SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. The method used in this study was an experimental method with a control group pre-post test design. T-test and Fisher's test were used as data analysis techniques in this study. The results of the t-test on the post-test score between the experimental and the control class indicated that the t-test score was 6.99> 2.06 t-table with dk 24. Significant level = 0.05. Because tcount> ttable means H1 is accepted. The results of this study indicated that the application of visualization strategies had an effect on the ability to write explanatory text for VIII grade students of SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. The results of the general assessment showed that the organizational structure and reviews had the most dominant increase. From the results above, the visualization strategy can be used as a good strategy in learning to write explanatory text. Besides, as well as can be implied for explanatory text learning material with KD 3.10 “Examining explanatory text in the form of exposure to natural phenomena that are heard or read” and KD 4.10. “Presenting information and data in the form of an explanatory text of the process of an oral and written phenomenon by paying attention to the structure, language elements, or oral aspects”.   Keywords: visualization strategy, writing explanatory text skill     Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi visualisasi terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan desain penelitian prates dan postes grup kontrol. Uji-t dan uji fisher digunakan sebagai teknik analisis data dalam penelitian ini. Hasil uji-t pada skor postes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol menujukan bahwa skor thitung 6,99> ttabel 2,06dengan dk 24. Taraf signifikan  = 0,05. Karena thitung > ttabel berarti H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menerapkan strategi visualisasi berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Hasil penilaian menunjukkan bahwa aspek struktur identifikasi umum dan ulasan mengalami kenaikan yang paling dominan. Dari hasil tersebut, strategi visualisasi dapat dijadikan strategi yang baik dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi serta dapat juga diimplikasikan untuk materi pembelajaran teks eksplanasi dengan KD 3.10 “Menelaah teks eksplanasi berupa paparan kejadian suatu fenomena alam yang diperdengarkan atau dibaca” serta KD 4.10 “Menyajikan informasi dan data dalam bentuk teks eksplanasi proses terjadinya suatu fenomena secara lisan dan tulis dengan memerhatikan struktur, unsur kebahasaan, atau aspek lisan”.   Kata kunci: strategi visualisasi, kemampuan menulis teks eksplanas

    172

    full texts

    174

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇