AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    174 research outputs found

    LANDONG BAEUD: CARA KERJA LELUCON ORANG SUNDA DAN DIALEKTIKANYA SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA

    Full text link
    This paper describes the workings of Sundanese jokes in the book Landong Baeud (1978) and the dialectic of the Sundanese characteristic used as a means of expressing expression. The jokes are part of the Sundanese folklore. The jokes in Landong Baeud, as well as hummor, have a special anatomy. The way the joke works in its builders refers to stimulation and responses that emphasize change or perceived perceptions, either by surprising, memminget something, or game patterns (such as misunderstanding, analogies, irony, or ridicule). Furthermore, it will be described also about its relevance in literature learning. Keywords: jokes, folklor, Sundanese, dialectics, literature learning     Abstrak Tulisan ini memaparkan cara kerja lelucon berbahasa Sunda yang ada dalam buku Landong Baeud (‘Obat Merengut’, 1978) serta dialektika kesundaan yang digunakan sebagai alat pengungkapan ekspresinya. Lelucon-lelucon tersebut merupakan bagian dari folklor masyarakat Sunda. Lelucon-lelucon dalam Landong Baeud, seperti halnya hu­mor, memiliki anatomi khusus. Cara kerja lelucon yang ada di dalam pembangun ana­tominya mengacu pada stimulus dan respon yang menekankan pada perubahan atau per­be­daan persepsi, baik dengan cara mengejutkan, memelesetkan sesuatu, atau per­mainan pola pikir (seperti kesalahpahaman, analogi, ironi, atau ejekan). Selanjutnya, akan dijabarkan juga mengenai relevansinya dalam pembelajaran sastra. Kata kunci: lelucon, folklor, bahasa sunda, dialektika, pembelajaran sastra &nbsp

    SISTEM PENGENDALIAN TOPIK DALAM WACANA PEDAGOGI DI SEKOLAH DASAR

    Full text link
    The purpose of this research is to obtain information about the topics control system as part of textual characteristics in pedagogic discourse in elementary school in Bogor. This research uses qualitative descriptive method with content analysis technique. Data were obtained through recording technique of learning process in three schools in Bogor. The focus of this research is on the control system of teacher topics through teacher inquiries, use of greetings, use of word markers, ignoring student responses, and strengthening student responses. The structure of pedagogical discourse in the classroom consists of new lessons, transactions, exchanges, movements, and new movements. The lesson consists of transactions that are composed again on several exchanges. The movement is composed of several exchanges. Movement consists of several types of behavior: starters, responses, questions, and answers/follow-up. This research has resulted that teachers are always in control of the topic of conversation. This can be seen from the topics raised in the form of questions or statements of teachers and neglect student responses or answers by teachers. Thus, it can be concluded that students seem to obey the teacher-student discourse structure in the classroom. Whereas what happens is the dominance of teachers to students in the classroom. Research on the text dimension of pedagogical discourse is useful for teachers to improve teaching methods that are still centered on teachers and use alternative learning strategies that enable students in the classroom. Keywords: pedagogic discourse structure, topics control system, elementary school   Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai sistem pengendalian topik sebagai ciri tekstual dalam wacana pedagogi di sekolah dasar di Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data diperoleh melalui teknik rekam catat proses pembelajaran di tiga sekolah di Bogor. Fokus penelitian ini ialah pada sistem pengendalian topik guru melalui pertanyaan guru, penggunaan kata sapaan, penggunaan kata penanda/pemarkah, pengabaian respons siswa, dan penguatan respons siswa. Struktur wacana pedagogi di dalam kelas terdiri atas pelajaran, transaksi, pertukaran, gerakan, dan gerakan baru. Pelajaran terdiri atas transaksi yang tersusun lagi atas beberapa pertukaran. Gerakan tersusun dari beberapa pertukaran. Gerakan terdiri atas beberapa jenis tingkah laku, yaitu pemulai, respons, pertanyaan, dan jawaban/tindak lanjut. Penelitian ini menghasilkan bahwa guru selalu mengendalikan topik pembicaraan. Hal ini terlihat dari topik yang dikemukakan berupa pertanyaan atau pernyataan guru dan pengabaian respons siswa atau jawaban siswa oleh guru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa seolah-olah mematuhi struktur wacana guru-siswa di dalam kelas. Padahal yang terjadi ialah adanya dominasi guru terhadap siswa di dalam kelas. Penelitian mengenai dimensi teks wacana pedagogi ini bermanfaat bagi guru agar dapat memperbaiki metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan menggunakan alternatif strategi pembelajaran yang mengaktifkan siswa di kelas. Kata kunci:  struktur wacana pedagogi, sistem pengendalian topik, sekolah dasa

    INTERAKSI SOSIAL PADA KUMPULAN CERPEN POTONGAN CERITA DI KARTU POS KARANGAN AGUS NOOR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

    Full text link
    This research aims to describe the form and function of social interaction in six short stories called Potongan Cerita di Kartu Pos by Agus Noor. The qualitative descriptive method is used by using content analysis technique. The results show that: (1) the social interactions in short stories are associative social and dissociative social interactions, the dissociative social interaction is dominant in social interaction; and (2) the embodiment of this social interaction serves as the presence of social life in the society in short story as one of fictions form. Keywords: form, function, social interaction, Potongan Cerita di Kartu Pos   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan fungsi interaksi sosial dalam keenam cerpen pada kumpulan cerpen Potongan Cerita di Kartu Pos karangan Agus Noor. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) wujud interaksi sosial dalam cerpen-cerpen pada kumpulan cerpen ini berupa interaksi sosial asosiatif dan disosiatif, interaksi sosial yang dominan yaitu interaksi sosial disosiatif; dan (2) perwujudan interaksi sosial ini berfungsi sebagai penghadiran kehidupan sosial di masyarakat dalam cerpen sebagai salah satu bentuk fiksi. Kata kunci: wujud, fungsi, interaksi sosial, Potongan Cerita di Kartu Po

    UNSUR CERITA PANJI DALAM PANJI KUDA NARAWANGSA

    Full text link
    This research aims to know the intrinsic and extrinsic elements of the panji story contained in the script Panji Kuda Narawangsa which is translated by Moelyono Sastronaryatmo and R. Aj. Indri Nitrani and its implications for literature learning in high school. The method used in this research is descriptive qualitative with content analysis technique. The focus of this research is the element of the banner story in the script Panji Kuda Narawangsa. The conclusions of this study are: (1) the most dominant theme in this story is the theme of romance, the other themes are the theme of incarnation and war, (2) there are main figures, supporting figures, and supporting figures, (3) setting of place and time dominated the story, (4) extrinsic elements of the panji story are religious values, cultural values, social values, and moral values. Keywords: Panji Kuda Narawangsa, story elements, hermeneutics   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita Panji yang terdapat dalam naskah Panji Kuda Narawangsa yang dialihbahasakan oleh Moelyono Sastronaryatmo dan R. Aj. Indri Nitrani dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Kesimpulan penelitian ini yaitu: (1) tema yang paling dominan dalam cerita Panji ini adalah tema percintaan, tema-tema yang lain adalah tema penjelmaan dan peperangan, (2) terdapat tokoh utama, tokoh pembantu, dan tokoh pendukung, (3) latar tempat dan latar waktu mendominasi cerita ini, (4) unsur ekstrinsik cerita panji berupa nilai agama, nilai budaya, nilai sosial, dan nilai moral. Kata kunci: Panji Kuda Narawangsa, unsur cerita, hermeneutik

    172

    full texts

    174

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇