AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
ANALISIS PELAFALAN BUNYI SEGMENTAL PADA SISWA TUNARUNGU SMPLB B SLBN 7 JAKARTA
The study aims to obtain information about segmental sounds in the form of vocal sounds, consonant sounds, diphthong sounds, and clusters. This study was conducted on three deaf students SMPLB B SLBN 7 Jakarta. The method used in this study is descriptive qualitative with data analysis techniques. Data is obtained by direct observation and interviews to retrieve oral speech data which are then transcribed into phonetic symbols. Based on the results of analysis on the verbal speech data of a student, it was found 178 vowel sounds, and 143 consonant sounds, 2 cluster sounds produced and 149 syllable patterns found, and based on the results of this analysis students did not produce diphthong sounds. So, it can be concluded that there were 464 data in total in this study out of three deaf students tunarungu SMPLB B SLBN 7 Jakarta. Implications for Indonesian language learning, namely improving speaking skills in deaf students. Thus, students can practice their speaking skills through teaching Indonesian and produce oral speech that is included in segmental sounds.
Keywords: pronunciation, segmental sound, deaf students
Abstrak
Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai bunyi segmental yang berupa bunyi vokal, bunyi konsonan, bunyi diftong, dan kluster. Penelitian ini dilakukan pada tiga orang siswa tunarungu Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa B (Tunarungu) SLBN B 7 Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data. Data diperoleh dengan cara pengamatan dan wawancara secara langsung untuk mengambil data ujaran lisan yang kemudian ditranskripsi ke dalam lambang fonetik. Berdasarkan hasil analisis pada data ujaran lisan seorang siswa, ditemukan data sebanyak 178 bunyi vokal, serta sebanyak 143 bunyi konsonan, 2 bunyi kluster yang dihasilkan dan 149 pola silabel yang ditemukan, dan berdasarkan hasil analisis ini siswa tidak menghasilkan bunyi diftong.Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat 464 data secara keseluruhan pada penelitian ini dari tiga orang siswa tunarungu SMPLB B SLBN 7 Jakarta. Implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa tunarungu. Dengan demikian, siswa dapat melatih keterampilan berbicaranya melalui pengajaran bahasa Indonesia dan menghasilkan bunyi ujaran lisan yang termasuk ke dalam bunyi segmental.
Kata kunci: pelafalan, bunyi segmental, siswa tunarungu
 
KONFLIK SARA DALAM NOVEL JALAN LAIN MENUJU TULEHU KARANGAN ZEN R.S. : SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA
This research aims to understand the cause of the conflict sara approach in sociology literature. Methods used in this research is a qualitative methodology .Analysis data was undertaken based on the concept of the cause of the conflict sara: distinction antarindividu, the difference culture, different interests, and social changes. The research results show that the cause of the conflict sara in a novel another way to tulehu a wreath of Zen R.S. this caused by the different interests owned by a group of people using words provocative so that move mass in big amount and causing assault village islamic to a village christian. Factors geographic and segresi the community to be by factors in support to help realize different interests which led to conflict the violence. Three other differences who had a role caused conflicts to the stage of the crisis, resulting in the conflict is more open. The result of this research can implied as a source of learn from 2013 curriculum revision, where the competence basic 3.14 and 4.14 who discusses the structure and kebahasaan text persuasion of advice, solicitation, direction, and consideration about various problems actual (environment, social conditions, and/or the diversity of culture).
Keywords: SARA conflict, novel, Jalan Lain Menuju Tulehu, literary sociology
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya konflik suku, ras, agama, antar golongan (SARA) melalui pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Analisis data dilakukan berdasarkan konsep sebab-sebab terjadinya konflik SARA yaitu: perbedaan antarindividu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebab-sebab terjadinya konflik SARA dalam novel Jalan Lain Menuju Tulehu karangan Zen R.S. ini disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan yang dimiliki oleh sekelompok orang menggunakan kata-kata provokatif sehingga menggerakkan massa dalam jumlah besar dan menyebabkan penyerangan desa Islam terhadap suatu desa Kristen. Faktor geografis dan segresi masyarakat menjadi faktor pendukung untuk membantu mewujudkan perbedaan kepentingan yang berujung dengan konflik kekerasan ini. Tiga perbedaan lainnya yang ikut berperan menimbulkan konflik ke tahap krisis, mengakibatkan konflik terjadi semakin terbuka. Hasil dari penelitian ini dapat diimplikasikan sebagai sumber belajar pada Kurikulum 2013 revisi, yaitu pada Kompetensi Dasar 3.14 dan 4.14 yang membahas mengenai struktur dan kebahasaan teks persuasi berupa saran, ajakan, arahan, dan pertimbangan tentang berbagai permasalahan aktual (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya).
Kata kunci: konflik SARA, novel, Jalan Lain Menuju Tulehu, sosiologi sastra 
KONJUNGSI SEBAGAI PERTALIAN MAKNA ANTARKALIMAT DALAM RUBRIK FUN SCIENCE REPUBLIKA
The purpose of study is to describe the use of the conjunction as a relation between the meaning of the sentence in the rubric of Fun Science Republika on January–April 2017 edition. The research method used is descriptive-qualitative. The results showed that the conjunction as a relation between the meaning of the sentence in the rubric of Fun Science Republika on January–April 2017 edition can maintain the integrity of the discourse, namely the cohesion and coherence. Cohesive and coherence of these sections is determined by one of the markers of the relationship, i.e., conjunctions are used as markers of relationship and connection to the meaning of the information revealed that one sentence with the other sentence. The information related to each other and support the existence of harmony to the topic on each speech. The use of the conjunction as a relation between the meaning of the sentence obtained a number of 58 markers of 58 pairs of speech. The use of the mark in relation to the meaning of the ten categories, i.e. the relation of meaning the sums obtained as much as 7% or 4 markers, perturutan 22% or 13 markers, resistance 21% or 12 marker 3% or more, 2 markers, as the result of a 9% or 5 bookmarks, time 17% or 6 markers, terms of 3% or 2 markers, 3% or 5 way marker, uses 2% or 1 bookmark, and explanation of the 7% or 4 markers. The conjunction ‘sequence’ is more widely used as a marker of relationship information between sentences with a total of 22% since the information sequence usually is manifested not only in one sentence, but it needs a few sentences to express the relationship. Thus, the necessary conjunction antarkalimat to link the information so that it supports the main topic. The results of this research as a guide to the development planning implementation study on KD 3.6 and 4.6 class VII junior high school along with the development of teaching materials based on 2013 Revision Curriculum at 2016.
Keywords: conjunction, connection between sentence meaning, Republika’s Fun Science rubric
Abstrak
Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penggunaan konjungsi sebagai pertalian makna antarkalimat pada rubrik Fun Science Republika edisi Januari–April 2017. Metode penelitian yang digunakan, yakni deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konjungsi sebagai pertalian makna antarkalimat pada rubrik Fun Science Republika edisi Januari–April 2017 dapat mempertahankan keutuhan wacananya, yakni kohesi dan koherensi, dimana informasi kalimat yang satu dengan lainnya bertalian dan mendukung adanya keserasian terhadap topik pada masing-masing ujaran. Penggunaan konjungsi sebagai pertalian makna antarkalimat diperoleh sejumlah 58 penanda dari 58 pasang ujaran. Penggunaan tersebut menandai pertalian makna pada sepuluh kategori, yakni pertalian makna penjumlahan diperoleh sebanyak 7% atau 4 penanda, perturutan 22% atau 13 penanda, perlawanan 21% atau 12 penanda, lebih 3% atau 2 penanda, sebab akibat 9% atau 5 penanda, waktu 17% atau 6 penanda, syarat 3% atau 2 penanda, cara 3% atau 5 penanda, kegunaan 2% atau 1 penanda, dan penjelasan 7% atau 4 penanda. Konjungsi ‘perturutan’ lebih banyak digunakan sebagai penanda hubungan informasi antarkalimat dengan jumlah 22% karena informasi perturutan biasanya diwujudkan tidak dalam satu kalimat saja, namun memerlukan beberapa kalimat untuk menyatakan hubungan tersebut. Dengan demikian, diperlukan konjungsi antarkalimat untuk menghubungkan informasi-informasi tersebut sehingga mendukung topik utama. Hasil penelitian ini dijadikan sebagai panduan pengembangan perencanaan pelaksaan pembelajaran pada KD 3.6 dan 4.6 SMP kelas VII beserta pengembangan materi ajarnya dengan berdasarkan Kurikulum 2013 Tahun 2016.
Kata kunci: konjungsi, pertalian makna antarkalimat, rubrik Fun Science Republik
MAKNA LEKSIKAL BAHASA MADURA KEADAAN ALAM NELAYAN DI PESISIR KEPULAUAN SUMENEP
Viewed from the semantic study, this research aims to determine the lexical meaning of Madurese language related to the condition of nature at the time of the catching of fish done and in communicating using the Indonesian language by fishermen community. This research is focused on daily speech used by the fishermen community in Tanjung Beach Saronggi located in Sumenep Regency. The method used in this research is using descriptive qualitative with purposive sampling technique. The results of the study indicate the existence of unique variations of language and meaning that only spoken and understood by the fishermen community, for example the word pettengngan has the meaning of '' the darkness of the night with no moonlight ', serves as a sign of the fish season. The existence of this research in addition to increasing public knowledge about the lexical meaning of the language of fishermen, also to preserve the language of Madura, especially in Sumenep and Madura regency and add vocabulary in communicating using the Indonesian language.
Keywords: lexical meaning, Madurese language, nature of fishermen
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna leksikal bahasa Madura yang berhubungan dengan keadaan alam pada saat penangkapan ikan dan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia oleh masyarakat nelayan ditinjau dari kajian Semantik . Penelitian ini difokuskan pada tuturan sehari-hari yang digunakan masyarakat nelayan di Pantai Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi bahasa dan makna yang unik yang hanya dipakai dan dipahami oleh masyarakat nelayan, contoh kata pettengngan mempunyai makna ‘‘keadaan malam hari yang gelap gulita tanpa ada sinar bulan’, berfungsi sebagai tanda musim ikan. Adanya penelitian ini selain menambah pengetahuan masyarakat tentang makna leksikal bahasa nelayan, juga untuk tetap melestarikan bahasa Madura khususnya di Kabupaten Sumenep dan Madura dan menambah kosa kata dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.
Kata kunci: makna leksikal, bahasa Madura, keadaan alam nelaya
FENOMENA EKSPLOITASI LINGKUNGANDALAM CERPEN KORAN MINGGU INDONESIA PENDEKATAN EKOKRITIK
Environmental damage on earth is at a critical level. Climate change, disaster, pollution, and animal hunting continue to occur without realizing that humans are part of their lives. The purpose of this research, first, is to explore the form of imagination of Indonesian story writer with the theme of environment. Second, to analyze the ecocritical element that is reflected by the author through short story weekly newspaper in Indonesia. This study used descriptive qualitative method. The approach this research used is Garrard's ecocritical approach. The data source consists of three short stories, namely, "In the Seine Lamenting of Citarum Rivers", Go to the Hill, and Leaves, Trees and Petrichor. Data analysis begins by marking words, phrases, clauses, and sentences that have the focus of environmental exploitation. The results showed in short story weekly newspaper, Indonesia the author reflects the environmental phenomenon that includes water pollution, forest destruction, natural disaster in the form of landscapes in the hills of gold mines. Exploitation of nature that brings casualties. Environmental phenomena contained in the short story focuses on pollution, wilderness, natural disasters, settlements, animals, and the earth.
Keywords: ecocritism, short story, environmental exploitation
Abstrak
Kerusakan lingkungan di bumi berada pada tingkat yang kritis. Perubahan iklim, bencana, polusi, dan perburuan hewan terus terjadi tanpa disadari bahwa manusia sebagai bagian daripada kehidupan mereka. Tujuan dalam penelitian ini, pertama, mengeksplorasi bentuk pengimajian pengarang cerpen Indonesia yang bertemakan lingkungan. Kedua, menganalisis unsur ekokritik yang direfleksikan pengarang melalui cerpen Koran Minggu Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.pendekatanyang digunakan adalah pendekatan ekokritik Garrard. Sumber data terdiri atas tiga cerpen, yakni, “Di Seine Meratapi Citarumâ€, Pergi ke Bukit, dan Daun, Pohon dan Petrichor. Analisis data dimulai dengan menandai kata, frasa, klausa, dan kalimat yang memiliki fokus eksploitasilingkungan. Hasilpenelitian menunjukkan dalam cerpen Koran Mingguan Indonesia, pengarang merefleksikan fenomena lingkungan yang meliputi pencemaran air, perusakan hutan, bencana alam berupa longsor di bukit tambang emas. Eksploitasi alam yang membawa korban jiwa. Fenomena lingkungan yang terdapat dalam cerpen tersebut berfokus padapolusi, hutan belantara, bencana alam, pemukiman, hewan, dan bumi.
Kata kunci: ekokritik, cerpen,eksploitasi lingkungan.
 
PENERAPAN METODE SQ3R DAN METODE PQ3R TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PADA MAHASISWA
This study aims to describe the effect of application of SQ3R method and PQ3R method to students' reading skill. This research uses experimental method, Quasi Experimental Design research form with Nonequivalent Control Group Design design. Population in this research is all student of Study Program of Language and Literature of Indonesia semester 6 which amounted to 243. The sample used is class C Morning and class C afternoon obtained by simple random sampling technique. The technique used is the measurement with the tool in the form of reading test in the form of multiple choice which amounted to 30 items. Data analysis technique used in this research is anava 2 lane. Based on the result of data analysis, it is known that the application of SQ3R method and PQ3R method is good with the details as follows: (1) The average value before given treatment 20,476 with enough category; (2) the average application of the SQ3R method is 22.097 with good category; (3) the average percentage of PQ3R method is 22,045 with good category.
Keywords: method SQ3R, PQ3R method, read
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan metode SQ3R dan metode PQ3R terhadap keterampilan membaca mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, bentuk penelitian Quasi Eksperimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 6 yang berjumlah 243. Sampel yang digunakan yaitu kelas C Pagi dan kelas C sore yang diperoleh dengan Teknik simple random sampling. Teknik yang digunakan yaitu pengukuran dengan alatnya berupa tes membaca berupa pilihan ganda yang berjumlah 30 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah anava 2 jalur. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa penerapan metode SQ3R dan Metode PQ3R tergolong baik dengan rincian sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata sebelum diberikan perlakuan 20,476 dengan kategori cukup; (2) rata-rata penerapan metode SQ3R sebesar 22,097 dengan katergori baik; (3) persentase rata-rata metode PQ3R sebesar 22,045 denga kategori baik.
Kata kunci: metode SQ3R, metode PQ3R, membac
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA PADA TEKS ILMIAH MAHASISWA
The purpose of this study is to describe the form of written language errors that is often done by students. The research method used is descriptive analysis method. The research data is a scientific variety text made by students in the form of a review of the books they read. The results showed an error in the error category of 89.08%, a mistake in the form of 10.71%, and a form of lapses of 0.2%. The finding of errors in letter usage errors reached 183 items or 43.16%, the finding of errors in word writing errors reached 145 items or 34.20%, the findings of errors in the use of punctuation reached 68 items or 16.04%, error findings in writing elements uptake reached 28 items or 6.6%. These findings prove that the student competency of the Publishing Study Program in mastering Indonesian Spelling really needs to be improved. The results of language error analysis in this study can be used as teaching materials for learning Indonesian especially spelling material.
Keywords: Indonesian language errors, scientific texts, students
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa tulis yang sering dilakukan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif analisis. Data penelitian ialah teks ragam ilmiah yang dibuat mahasiswa berupa ulasan terhadap buku yang dibacanya. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan berbahasa kategori error 89,08 %, bentuk mistake 10,71%, dan bentuk lapses 0,2%. Temuan error pada kesalahan pemakaian huruf mencapai 183 item atau 43,16%, temuan error pada kesalahan penulisan kata mencapai 145 item atau 34,20%, temuan error pada pemakaian tanda baca mencapai 68 item atau 16,04%, temuan error pada penulisan unsur serapan mencapai 28 item atau 6,6%. Temuan-temuan tersebut membuktikan bahwa kompetensi mahasiswa Program Studi Penerbitan dalam penguasaan Ejaan Bahasa Indonesia sangat perlu ditingkatkan. Hasil analisis kesalahan berbahasa dalam penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar untuk pembelajaran bahasa Indonesia khususnya materi ejaan.
Kata kunci: kesalahan berbahasa Indonesia, teks ilmiah, mahasisw
KEPRIBADIAN TOKOH TRITAGONIS DALAM NOVEL TENTANG KAMU KARANGAN TERE LIYE PERSPEKTIF PSIKOLOGI SASTRA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
This research aims to know the shape of the personalities figure in the novel Tentang Kamu the work of Tere Liye.This research uses qualitative descriptive method with content analysis techniques. Individual personality theory by Alfred Adler used as theory to find personality in the novel about you. The results showed the existence of a personality that is owned by the character tritagonis in his novel. Behavior that reflects the personality of the character tritagonis was found as manyas 117 data. The formof the dominant personality possessed by the tritagonis character that is striving for superiority with found data 42 or about 35.89% of the overall data. Striving for superiority is dominant because of the novel's theme showing the struggle of a person so found many behavioral processes of struggle and perseverance. It is supported by the advantage character of the environment in aspects of social interest, evidenced by the movement that shows the psychology of characters on the unity of personality and the ways people in habitorsolve the problem to persistin one principle i.e. life of style. As for the formof a dominant personality that issu objective perception and creative power that is only obtained 3 data from each aspect. Dominant not subjective perception and creative power because this aspect is only use ful to control them selves and have no effecton the incidencein the surrounding environment. The studies have implications for the study of the text of the novel in class XII high school, KD 3.9 and 4.9 which studies linguistic content and text of the novel as well as making text designing novel.
Keywords: personality, tritagonis character, the psychology literature
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kepribadian yang terdapat dalam novel Tentang Kamu karangan Tere Liye. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Teori kepribadian individual oleh Alfred Adler digunakan sebagai teori untuk menemukan bentuk kepribadian dalam novel Tentang Kamu. Hasil penelitian menunjukkan adanya kepribadian yang dimiliki oleh tokoh tritagonis di dalam novel Tentang Kamu karangan Tere Liye. Perilaku yang mencerminkan kepribadian tokoh tritagonis ditemukan sebanyak 117 data. Bentuk kepribadian yang dominan dimiliki oleh tokoh tritagonis yaitu striving for superiority denganditemukan 42 data atausekitar 35,89% dari keseluruhan data. Dominan striving for superiority karena dari tema novel yang menampilkan perjuangan seseorang sehingga ditemukan banyak perilaku proses berjuang dan pantang menyerah. Hal itu didukung oleh kebermanfaatan tokoh terhadap lingkungan pada aspek social interest, dibuktikan oleh gerakan yang menunjukkan psikologi tokoh pada unity of personality dan cara atau kebiasaan tokoh dalam menyelesaikan masalah untuk bertahan pada satu prinsip yaitu life of style. Adapun bentuk kepribadian yang tidak dominan yaitu subjective perception dan creative power yang hanya didapat 3 data dari masing-masing aspek. Tidak dominan subjective perception dan creative power karena aspek ini hanya berguna untuk mengontrol diri dan tidak berpengaruh pada kejadian di lingkungan sekitar. Penelitian ini berimplikasi pada pembelajaran teks novel kelas XII SMA, KD 3.9 dan 4.9 yang mempelajari isi dan kebahasaan teks novel serta merancang pembuatan teks novel.
Kata kunci: kepribadian tokoh, tokoh tritagonis, psikologi sastr
PENYIMPANGAN MAKSIM KESANTUNAN PADA FILM KARTUN SPONGEBOB SQUAREPANTS KARYA STEPHEN HILLENBURG (KAJIAN PRAGMATIK)
This study aims to describe the deviance of politeness maxims that occur in the SpongebobSquarepants cartoon film that is carried out from January to May 2018. The focus used in this study is the deviation of maxim of language politeness derived from Leech's theory include: deviation of maximal wisdom, deviation maxim of generosity, deviation from maxims of appreciation, deviation from the maxim of simplicity, deviation from maximization of consent, and deviation from maximization of conclusions. With the sub focus of politeness scale which includes the scale of loss and profit, choice scale, scale of non-continuity, authority scale, and social distance scale. The method used in this study uses a qualitative descriptive method with content analysis techniques. The object of this study was the cartoon film SpongebobSquarepants by Stephen Hillenburg. In this study, data were obtained on the cartoon SpongebobSquarepants in three episodes, Pineapple Fever, Sandy, Spongebob, and The Worm, and SquidwardThe Unfriendly Ghost, which consisted of 209 pairs of speeches. Maximum politeness deviation is 138 pairs of utterances (66.02%), while fulfillment of politeness maxim is found as many as 71 pairs of utterances (33.98%). Found 1 data maximal deviations (0.72%), 5 data maximal maximal deviations (3.62%), 46 maximal awards deviations (33.3%), 26 data maximization simplicity (18.84 %), deviation of agreement maximization as much as 61 data (44.3%), and deviation of maximization of conclusions as much as 17 data (12.6%). Then obtained politeness scale of 209 pairs of utterances. 138 fulfills politeness and 71 pairs of utterances fulfill impoliteness. The results of this study concluded that the deviations in maxim of politeness speak more than the fulfillment of politeness maxim in the cartoon film SpongebobSquarepants. In this study can be implicated in Indonesian language learning, namely learning in the text of the discussion class IX junior high school.
Keywords: politeness maxim, cartoon film, Spongebob Squarepants
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyimpangan maksim kesantunan yang terjadi di dalam film kartun Spongebob Squarepants yang dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2018. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyimpangan maksim kesantunan berbahasa yang diturunkan dari teori Leech meliputi: penyimpangan maksim kebijaksanaan, penyimpangan maksim kedermawanan, penyimpangan maksim penghargaan, penyimpangan maksim kesederhanaan, penyimpangan maksim permufakatan, dan penyimpangan maksim kesimpatisan. Dengan sub fokus skala kesantunan yang meliputi skala kerugian dan keuntungan, skala pilihan, skala ketidaklangsungan, skala keotoritasan, dan skala jarak sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Objek penelitian ini adalah film kartun Spongebob Squarepants karya Stephen Hillenburg. Dalam penelitian ini didapatkan data pada film kartun Spongebob Squarepants dalam tiga episode yaitu Pineapple Fever, Sandy, Spongebob, and The Worm, dan Squidward The Unfriendly Ghost sebanyak 209 pasangan ujaran. Penyimpangan maksim kesantunan sebanyak 138 pasangan ujaran (66,02%), sedangkan pemenuhan maksim kesantunan ditemukan sebanyak 71 pasangan ujaran (33,98%). Ditemukan penyimpangan maksim kebijaksanaan sebanyak 1 data (0,72%), penyimpangan maksim kedermawanan sebanyak 5 data (3,62%), penyimpangan maksim penghargaan sebanyak 46 data (33,3%), penyimpangan maksim kesederhanaan sebanyak 26 data (18,84%), penyimpangan maksim permufakatan sebanyak 61 data (44,3%), dan penyimpangan maksim kesimpatisan sebanyak 17 data (12,6%). Selanjutnya didapatkan skala kesantunan sebanyak 209 pasangan ujaran. 138 memenuhi kesantunan dan 71 pasangan ujaran memenuhi ketidaksantunan. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penyimpangan maksim kesantunan berbahasa lebih banyak dibandingkan dengan pemenuhan maksim kesantunan pada film kartun Spongebob Squarepants. Pada penelitian ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu pembelajaran dalam teks diskusi kelas IX SMP.
Kata kunci: maksim kesantunan, kartun, Spongebob Squarepant
PERSEPSI GURU BAHASA INDONESIA TERHADAP MATERI SASTRA PADA KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DAN KURIKULUM 2013
This study aims to obtain information about Indonesian teachers' perceptions of literary learning on KTSP and Curriculum 2013. This study focuses on Indonesian teachers who are directly involved in the use of the curriculum. This research was conducted in East Jakarta. Population and sample of research is Indonesian teacher who teach in junior high school equivalent in East Jakarta Region. This research uses survey method, because this research collects data or information from large population but uses small sample. In addition, this study also uses questionnaire method to obtain information from respondents about personal reports or known things. The results showed that most respondents already know and understand the curriculum KTSP and Curriculum 2013 and no difficulty in applying the curriculum. Most respondents generally enjoy teaching literary materials and literary materials have also varied. Most respondents also have been able to develop materials that fit the needs of students, create media and conduct assessment of knowledge and skills. By having experience from the previous curriculum, it is expected that teachers can develop literary learning to be more creative, innovative and fun.
Keywords: teachers' perceptions, literary learning, KTSP, Curriculum 2013
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang persepsi guru Bahasa Indonesia terhadap pembelajaran sastra pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013. Penelitian ini difokuskan pada guru Bahasa Indonesia yang terlibat langsung dalam penggunaan kurikulum. Penelitian ini dilakukan di Jakarta Timur. Populasi dan sampel penelitian adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar di jenjang SMP sederajat di Wilayah Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei, karena penelitian ini mengumpulkan data atau informasi dari populasi yang besar namun menggunakan sampel yang kecil. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode angket untuk memperoleh informasi dari responden tentang laporan pribadi atau hal yang diketahui. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden sudah mengenal dan memahami kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 dan tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan kurikulum tersebut. Sebagian besar responden pada umumnya senang mengajar materi sastra dan materi sastra juga sudah bervariasi. Sebagian besar responden juga sudah dapat mengembangkan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa, membuat media dan melakukan penilaian pengetahuan dan keterampilan. Dengan memiliki pengalaman dari kurikulum sebelumnya diharapkan para guru dapat mengembangkan pembelajaran sastra menjadi lebih kreatif, inovatif dan menyenangkan.
Kata kunci: persepsi guru, pembelajaran sastra, KTSP, Kurikulum 2013