AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
Gilligan’s Persfective Morality Toward Women in Short Stories Which Published in Kompas From 2010-2015
This research focuses on Giligan’s morallity concept that relate to three aspects of woman’s attitude which include pre-conventional (individualist), conventional (willing to sacrifice), and pasca-conventional (determine of decision). This research used content analysis method. There were 23 of 130 short stories from Kompas that taken as data of this research. The result of this research indicates that individualist of woman attitude is caused by her ego, safety, and anxiety. Willing of sacrife attitude is caused by pity and carinng; determine of decision is caused by cause and effect relationship which support by guilty, happiness, doubt, tough, hopeless, and desperate.
Keywords: morality, Gilligan, women, short stories, kompas
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada moralitas Gilligan mengenai tiga aspek sikap perempuan yaitu prakonvensional (individualis), konvensional (rela berkorban), pascakonvensional (penentuan keputusan). Metode penelitian menggunakan analisis isi. Data yang dianalisis dari Kompas berjumlah 23 dari 130 cerpen tahun 2010-2015. Hasil penelitian menunjukkan sikap individualis perempuan disebabkan oleh kepentingan sendiri, rasa aman, dan khawatir. Sikap berkorban disebabkan oleh rasa iba dan kasih sayang; penentuan keputusan disebabkan oleh hubungan timbal balik dengan disertai rasa sesal, bahagia, bimbang, yakin, putus asa, dan pasrah.
Kata kunci: moralitas, Gilligan, perempuan, cerita pendek, kompas
 
La PUISIFY The Form of Application-Based Poetry Learning Media SAC.2.0 on Android
The study highlights the development of poetry learning instrument using Smart Application Creator (SAC) 2.0 program for Android. The study belongs to a Research and Development (RnD). The initial exploration included the observation of the Indonesian Language learning instrument utilized by a number of secondary schools which are the former education institutions of the students of Indonesian Language and Literature Department (PBSI) of University of Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. The result of observation became the underlying framework for the development of poetry learning instrument through the SAC 2.0 program for Android. The design of the learning instrument development refered to the four-D model development that consists of four stages, including define, design, develop, and disseminate. The development model was firstly developed by Thiagarajan, dkk. The findings revealed that Android-based learning instrument had yet been massively utilized for secondary schools. Most of the teachers still rely on the PowerPoint presentation which is displayed through the projector. The development of the learning instrument that refers to the 4D stages has successfully provided an innovative Android-based poetry learning instrument. The instrument has also been disseminated publicly. The new learning instrument is easy in its installation and application through Android devices.
Keywords: android, learning instrument, poetry instrument, smart application creator 2.0.
Abstrak
Penelitian ini mengangkat pengembangan media pembelajaran puisi dengan menggunakan program Smart Aplication Creator 2.0 berbasis andoid. Bentuk penelitian adalah Research and Development (RnD). Eksplorasi awal dengan pengamatan penggunaan media pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA-SMA alumni para mahasiswa Progdi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Veteran Bantara. Hasil pengamatan dipakai sebagai dasar pengembangan media pembelajaran bahasa Indonesia khususnya puisi dengan aplikasi SAC 2.0 di android. Model pengembangan dalam merancang dan membuat media pembelajaran puisi berbasis android ini menggunakan model pengembangan four-D models yang terdiri dari 4 tahap yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Dessiminate (penyebaran). Model pengembangan ini dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis andriod di SMA belum digunakan. Guru masih menggunakan media pembelajaran power point serta proyektor saja. Proses pengembangan model media pembelajaran dilakukan sesuai 4 langkah D berhasil membuat inovasi media pembelajaran puisi berbasis adroid yang sudah diseminasikan pada publik. Model media pembelajaran ini mudah diinstal dan diaplikasikan di telepon genggam berbasis android.
Kata kunci: andriod, media pembelajaran, media puisi, smart aplication creator 2.0
The Role of Student’s Language Competence for Producing Negotiation Text
The student’s language competence is a supporting factor that can be used to facilitate communication activities at school or in the community. One of the activities is negotiation. Negotiation needs a language competency for producing negotiating texts, (1) language knowledge including grammer and lexical, (2) strategics competence for finding accurate information on the topic to obtain facts, dare to ask for more than expected, and students must be able to show a firm attitude, and (3) communicative competence including confidence, contextual and effective. Based on these results, the purpose research for describing a Indonesian language competence by students in producing negotiating texts. The research method used is literature study to collect reference data that are relevant to topics from various sources of books, literature and other research results
PENGIDENTIFIKASIAN HIPERTEKS PADA KOMPAS ONLINE SEBAGAI SEBUAH GENRE MULTIMEDIA
Multimedia hypertext has not been widely known, it needs to be introduced academically to academic people. This study uses a methodology of content analysis of the text or discourse encountered. Using some of the questions contained in multimedia studies and taking into account some of the underlying theories, content analysis of the hypertext and the elements that shape them. The results of the identification obtained the picture that in a news, news text and images, intertwine make a more complete news, more clearly and especially make the news text bigger. Pictures or photos that support the theme of the news is of course very closely related to the theme of the news. Photos or images on Kompas Online news have very strong relevance. The pictures and photos presented are not just a look at the aesthetic aspect of page viewing, which draws the attention of the reader, but there are also elements of the image that will be a marker, evidence, clue, or reference for readers. News text and images or photos on Kompas Online is a multimedia hypertext that gives many possibilities to readers to interpret the markers captured by each of them. Society is the creator of interpretation, the news writers have no interest in doing such a thing.
Keywords: hypertext, multimedia genre, Kompas online
Abstrak
Sebagai sebuah genre, hiperteks multimedia belum banyak dikenal, maka perlu diperkenalkan secara akademik kepada insan akademik. Kajian ini menggunakan metodologi analisis isi terhadap teks atau wacana yang ditemui. Dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang terdapat dalam kajian multimedia dan memperhatikan beberapa teori yang mendasarinya, maka dilakukan analisis isi terhadap konsep hiperteks dan elemen yang membentuknya. Hasil identifikasi diperoleh gambaran bahwa dalam sebuah berita, teks berita dan gambar, jalin-menjalin menjadikan sebuah berita makin lengkap, makin jelas dan terutama menjadikan teks berita itu makin besar. Gambar-gambar atau foto yang mendukung tema berita tersebut tentu saja sangat erat kaitannya dengan tema berita itu. Foto atau gambar pada berita Kompas Online memiliki relevansi yang sangat kuat. Gambar dan foto yang disajikan bukan sekedar memperhatikan aspek estetika penampilan halaman, yang menyedot perhatian pembaca, tetapi juga ada elemen-elemen gambar tersebut yang akan menjadi penanda, bukti, petunjuk, atau referensi bagi kalangan pembaca. Teks berita dan gambar/foto pada Kompas Online merupakan sebuah hiperteks multimedia yang memberikan banyak kemungkinan kepada pembaca untuk menafsirkan penanda yang ditangkap oleh mereka masing-masing. Masyarakat adalah pencipta penafsiran, para penulis berita tidak berkepentingan melakukan hal seperti itu.
Kata kunci: hiperteks, genre multimedia, Kompas onlin
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL RINDU KARANGAN TERE LIYE: TINJAUAN PSIKOLOGI KARAKTER
This study aims to describe the structure of Rindu by Tere Liye, and the character education values ​​available in the Rindu novel written by Tere Liye. The method used in this research is a qualitative descriptive method, with content handling techniques. The instrument of this research is the researchers themselves who are assisted by the analysis table using the Character Psychology approach. The data mentioned is the structure of the novel Rindu, the novel theme of Rindu by Tere Liye is a Hajj journey. Grooves that are mixed channels. The main character in this novel is Gurutta. Timeline in 1938. The setting where the Rindu novel is most dominant is on the Dutch Blitar ship. Merging data, obtained information that the education education in the novel Rindu written by Tere Liye was 132 data (80%) and that did not contain 33 data data (20%). Data surface: There are 22 religious values ​​(13.33%), there are 7 data values ​​(4.24%), 9 data values ​​(5.45%), 9 data values ​​(5.45%) , the value of love for peace there are 7 data (4.24%), communicative value there are 29 data (17.57%), value of reading likes there are 10 data (6.06%), government value is 6 data (3.63%) , the value of national spirit is 11 data (6.67%), and social care value is 23 data (13.93%). Rindu novel by Tere Liye is more dominant in having friendly / communicative values. This research also implies the topic of language for special novels for the high school (XII) level of the XII KD class. 3.9 Analyzing the content and linguistics of novels and KD. 4.9 Designing novels or novelet by expressing content and language. Suggestions for further researchers to conduct research with the object of the novel Rindu written by Tere Liye with other aspects of character education and also supported by other sciences outside of literature.
Keywords: value of character education, novel Rindu, Tere Liye
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Rindu karangan Tere Liye dan nilai pendidikan karakter yangterdapat dalam novel Rindu karangan Tere Liye.Metode yang digunakan dalam penlitian ini ialah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis isi. Instrumen penelitian ini ialah peneliti sendiri yang dibantu oleh tabel analisis dengan menggunakan pendekatan Psikologi Karakter. Data yang diambil ialah struktur novel Rindu,tema novel Rindu karya Tere Liye ini ialahperjalanan haji. Alur yang digunakan ialah alur campuran. Tokoh utama dalam novel ini adalah Gurutta. Latar waktu pada tahun 1938. Latar tempat novel Rindu yang paling dominan yaitu di atas kapal Blitar Holland.Berdasarkan analisis data, diperoleh informasi bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Rindu karangan Tere Liye sebanyak 132 data (80%) dan yang tidak terdapat niai pendidikan karakter terdapat 33 data (20%). Dengan rincian sebagai berikut: nilai religius terdapat 22 data (13,33%), nilai toleransi terdapat 7 data (4,24%), nilai disiplin terdapat 9 data (5,45%), nilai mandiri terdapat 9 data(5,45%), nilai cinta damai terdapat 7 data (4,24%), nilai komunikatif terdapat 29 data (17,57%), nilai gemar membaca terdapat 10 data (6,06%), nilai demokratis terdapat 6 data (3,63%), nilai semangat kebangsaan terdapat 11 data (6,67%), dan nilai peduli sosial terdapat 23 data (13,93%). Novel Rindu karangan Tere Liye lebih dominan memiliki nilai bersahabat/komunikatif. Penelitian ini juga diimplikasikan pada pembelajaran bahasa, khususnya materi teks novel untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) kelas XII KD. 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel dan KD. 4.9 Merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan. Saran untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan objek novel Rindu karangan Tere Liye ini dengan aspek selain nilai pendidikan karakter serta didukung oleh ilmu-ilmu lain di luar sastra.
Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel Rindu, Tere Liye
 
BAHAN AJAR MENULIS BERMUATAN LOKAL BAGI SISWA SMAN 1 CIPANAS KABUPATEN LEBAK (KAJIAN DESKRIPTIF)
This study aims to describe Indonesian-language teaching materials that are locally charged during the learning process at Cipanas 1 Public High School. The description of teaching materials in this school needs to be put forward because it is one aspect that supports student success. This high school has advantages especially in learning Indonesian compared to other schools in the area. This study used descriptive qualitative method.
Keywords: writing teaching materials, local wisdom
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahan ajar bahasa Indonesia yang bermuatan lokal yang diberikan selama proses pembelajaran di SMAN 1 Cipanas. Pendeskripsian bahan ajar di sekolah ini perlu dikemukakan karena merupakan salah satu aspek yang menunjang keberhasilan siswa. SMA ini memiliki keunggulan terutama dalam belajar bahasa Indonesia dibandingkan dengan sekolah lain di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Kata kunci: bahan ajar, kearifan loka
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS POPULER MAHASISWA MELALUI PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE DENGAN PEMBUATAN MEDIA STORY BOARD
The objective of this research is to gain empiric data on activites of popular writing using the whole language approach through story board preparation by the college students of Indonesian language education. The research was conducted at educational program of Indonesian literature in popular writing subject. The research used classroom action research. The research adopted Kemmis and taggart model through observation and writing proficiency test. Research analysis was performed using (1) data reduction, (2) data display, (3) conclusion, verification and reflection. The result of the research shows improvement in students popular writing score in every cycle. It can be concluded that the use of whole language method could produce story board in students’ popular writing.
Keywords: study populer writing, whole language method, story board
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empirik tentang kegiatan menulis populer menggunakan pendekatan whole language dengan pembuatan media story board mahasiswa pendidikan bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan di prodi pendidikan bahasa Indonesia, dalam mata kuliah menulis populer, dengan menggunakan metode classroom action research. Desain yang digunakan menggunakan model Kemmis dan Taggart, data dilakukan dengan melakukan observasi dan tes keterampilan menulis. Analisis penelitian dilakukan dengan (1) reduksi data, (2) display data, (3) kesimpulan, verivikasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai kemampuan menulis populer mahasiswa pada setiap siklus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis dengan menerapkan metode whole language dapat menciptakan story board dalam menulis populer mahasiswa.
Kata kunci: pembelajaran menulis populer, pendekatan whole language, story boar
ANALISIS KESALAHAN KEEFEKTIFAN KALIMAT PADA TEKS BIOGRAFI KARANGAN SISWA KELAS VIII SMPNEGERI 158 JAKARTA
This study aims to describe the error of sentence effectiveness. The method used in this study is descriptive qualitative with content analysis techniques. The focus of this research is the effectiveness of sentences based on the kegramatikalan elements. The object of this research was carried out on biographical texts written byclass VIII studentsSMPNegeri 158 Jakarta,with a total of 30 biographical texts. Based on the results of the study, there were 70 errors, namely: 8 errors in the base sequence, 7 errors in the order of variation, 27 errors in elimination of elements, 12 errors in alignment, 16 errors in the use of conjunctions. So it can be concluded that, the errors in the effectiveness of sentences in class VIII students in biographical texts still occur a lot. This is due to the characteristics of class VIII students who have not understood the effectiveness of sentences based on their kegramatikalan elements in depth, so that the use of sentence effectiveness based on the kegramatikalan element is not appropriate. The implications of learning Indonesian language, namely in the 2013 Curriculum KD 3.3 classifies the tests of moral or fable stories, reviews, discussions, procedure stories, and biographical stories both through oral and written. 4.3 examines and revises moral story texts or fable reviews, discussions, procedure stories, and biographical stories both through oral and written. Thus, students can write biography text essays with better linguistic rules, especially in the use of sentence effectiveness based on the kegramatikalan elements.
Keywords: error analysis, effectiveness of sentences, biographical texts
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan keefektifan kalimat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Fokus penelitian ini yaitu keefektifan kalimat berdasarkan unsur kegramatikalannya. Objek penelitian ini dilakukan pada teks biografi karangan siswa kelas VIII SMPNegeri 158 Jakarta, dengan jumlah karangan sebanyak 30 teks biografi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 70 kesalahan, yaitu: 8 kesalahan pada urutan dasar, 7 kesalahan pada urutan variasi, 27 kesalahan pada peniadaan unsur, 12 kesalahan pada kesejajaran, 16 kesalahan pada penggunaan konjungsi. Maka dapat disimpulkan bahwa, kesalahan keefektifan kalimat pada siswa kelas VIII dalam teks biografi masih banyak terjadi. Hal ini disebabkan oleh karakteristik siswa kelas VIII yang belum memahami keefektifan kalimat berdasarkan unsur kegramatikalannya secara mendalam, sehingga penggunaan keefektifan kalimat berdasarkan unsur kegramatikalannya belum tepat. Implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu pada Kurikulum 2013 KD 3.3 mengklasifikasi tesk cerita moral atau fabel, ulasan, diskusi, cerita prosedur, dan cerita biografi baik melalui lisan maupun tulisan. 4.3 menelaah dan merevisi teks cerita moral atau fabel ulasan, diskusi, cerita prosedur, dan cerita biografi baik melalui lisan maupun tulisan. Dengan demikian, siswa dapat menulis karangan teks biografi dengan kaidah kebahasaan yang lebih baik, terlebih dalam penggunaan keefektifan kalimat berdasarkan unsur kegramatikalannya.
Kata kunci: analisis kesalahan,keefektifan kalimat, teks biograf
TIGA FASE PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA (1928—2009): KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS
Indonesian language experienced three phases of development since its birth on October 28, 1928 until the issuance of Law Number 24 Year 2009 on Flag, Language, and Symbol of the Country, and National Anthem. The three phases it covers (1) Indonesian as a language of unity, (2) Indonesian as a country language, and (3) Indonesian as a international language. Research method used is content analysis. Data sources used are books, documentation, and photographs that record Indonesian events over 81 year. The results of this study indicate that (1) the phase Indonesian as a language of unity is marked van Ophuijsen of Spelling and the Indonesian Congress I, (2) the phase Indonesian as a country language is marked Article 36 of the 1945 Constitution, Indonesian Congress II, National Political Language Praseminar (1974), National Political Language Seminar (1975), Political Language Seminar (1999), Suwandi Spelling (1947), and Improved Spelling (1972), and (3) the phase of Indonesian as a international language marked Indonesian Congress International IX, Law Number 24 Year 2009, and the Center of Strategy Development and Linguistic Diplomacy, The Development Agency and Language Coachin.
Keywords: Indonesian, language of unity, country language, international language
Abstrak
Bahasa Indonesia mengalami tiga fase perkembangan sejak kelahirannya pada 28 Oktober 1928 hingga terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Tiga fase itu mencakup (1) bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, (2) bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, dan (3) bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis konten. Sumber data yang digunakan ialah buku, dokumentasi, dan foto yang merekam peristiwa bahasa Indonesia selama kurun waktu 81 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) fase bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan ditandai Ejaan van Ophuijsen dan Kongres Bahasa Indonesia I, (2) fase bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara ditandai Pasal 36 UUD 1945, Kongres Bahasa Indonesia II, Praseminar Politik Bahasa Nasional (1974), Seminar Politik Bahasa Nasional (1975), Seminar Politik Bahasa (1999), Ejaan Suwandi (1947), dan Ejaan yang Disempurnakan (1972), dan (3) fase bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional ditandai Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia, UU Nomor 24 Tahun 2009, dan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Kata kunci: bahasa Indonesia, bahasa persatuan, bahasa negara, bahasa internasional
 
PROBLEMATIKA PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BACA TULIS ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Learning activities and module development are done with learning patterns and integrated community empowerment for adult learning residents. Another learning pattern to support is the construction of learning networks so that learners do not stop learning after the program is completed. In the process traced the problematic of the development of learning literacy module of elementary school age children. The result is that the learners who are the parents understand the slowness in the ability to read and write their children. This activity works because participants can arrange modules even in simple form.
Keywords: problematic issues, modules, literacy learning, children
Abstrak
Aktivitas belajar dan pengembangan modul dilakukan dengan pola pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu bagi warga belajar berusia dewasa. Pola pembelajaran lainnya untuk menunjang yaitu pembangunan jaringan belajar sehingga warga belajar tidak berhenti belajar setelah program selesai. Dalam proses itu ditelusuri problematika pengembangan modul pembelajaran baca tulis anak usia sekolah dasar. Hasilnya yaitu para warga belajar yang merupakan para orangtua memahami kelambatan pada kemampuan membaca dan menulis anaknya. Kegiatan ini berhasil karena peserta dapat menyusun modul meskipun dalam bentuk sederhana.
Kata kunci: problematika, modul, pembelajaran baca tulis, ana